Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

Surakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Memasuki tahun akademik 2015/2016, Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) Surakarta berkomitmen akan menambah empat program studi (Prodi) baru. Empat prodi itu terdiri dari satu prodi program doktoral (S3) dan tiga prodi strata 1.

"Empat prodi baru tersebut, kini sudah kami usulkan ke dua kementerian. Yakni, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti," ujar Rektor UNU Surakarta DR H Ahmad Mufrod Teguh Mulyo dalam Rapat Senat Terbuka UNU Surakarta, 21 Febuari 2015, di Surakarta.

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Surakarta Akan Tambah Empat Prodi Baru

Dikatakan, dua prodi baru yang diusulkan ke Kemenag adalah prodi Pendidikan Agama Islam untuk jenjang S3 atau doktor. Proposal usulan program doktor sudah dipresentasikan di hadapan tim penilai dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag pada 16 Mei 2014. Kini UNU Surakarta tinggaal menunggu visitasi dan terbitnya Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berikutnya prodi Ekonomi Syariah S1. Prodi ini sudah divisitasi oleh Tim Ahli dari Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 17 Desember 2014. Hasilnya sangat baik. Kini, UNU tinggal menunggu Surat Keputusan dari Dirjend Pendidikan Islam.

Sedangkan dua prodi yang diusulkan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti adalah prodi Teknik Industri S1 dan prodi Teknik Informatika S1. Dua prodi ini baru dalam proses pengusulan .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Empat prodi tersebut diharapkan akan melengkapi prodi lama yang sudah ada. Seperti prodi magister Manajemen Pendidikan Islam (S2), prodi Pendidikan Agama Islam (S1), prodi Ahwal Asy-Syakhsyiyah (S1), prodi Manajemen (S1), prodi Manajemen Perusahaan (S1) dan? Akuntasi (D3). Selain itu, ada prodi Ilmu Hukum (S1), serta prodi Teknik Mesin (S1). (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejumlah pihak berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh sehubungan menentukan nasib Indonesia 30 tahun mendatang, ujar Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Adnan Anwar.

?

"Masa depan Indonesia ada di NU. Yang ngomong bukan saya. Tapi sejumlah pejabat negara dan duta besar beberapa negara sahabat," ujar mantan wasekjen PBNU ini, Senin (27/3), pada peserta Susbanpim di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar.

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

?

Kalau NU-nya kuat, maka Indonesia kuat. Kalau NU-nya lemah, Indonesia lemah. Setiap ada masalah di Indonesia yang menjadi solusi selalu NU. Ia mencontohkan, dari beberapa pemberontakan, NU selalu berpartisipasi menjaga Indonesia. "Kalau tidak ada Banser, Indonesia menjadi negara komunis," kata dia lagi .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adnan menambahkan, kalau mau menghancurkan NKRI, hancurkan NU, hancurkan GP Ansor, dan hancurkan Banser.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan NU hari ini, faktanya diserang sejumlah pihak. Banser di-bully dengan berita hoax membubarkan pengajian. Faktanya tidak demikian. Tujuan mereka yang menyerang NU hingga Banser itu ingin menghancurkan NKRI yang dilahirkan ulama-ulama," katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sudah disepakati 1873 ulama di Aceh. Para orang alim di Serambi Mekah itu telah merumuskan Jumhuriyah Indonesia (Republik Indonesia) dan disebarkan hingga ke Papua untuk membangun cita-cita kesatuan tanah dan bangsa Indonesia.

"Kalau 30 tahun mendatang NU kuat dan masih mempunyai Banser-Banser yang sakti semacam sahabat-sahabat, NKRI masih kuat," ujar Adnan disambut gemuruh tepuk tangan antusias Banser dari Sulawesi, Kalimantan, Papua dan beberapa provinsi lain di Indonesia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Berita, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi menyebut ketepatan makhraj, tajwid, dan penghormatan atas ayat-ayat suci sebagai ketentuan dasar dalam membaca Al-Quran. Sementara varian irama lagu dalam membaca Al-Quran sendiri, menurutnya, lebih luas daripada langgam yang sudah populer di kalangan ahli qiro’ah.

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

“Langgam itu soal budaya dan bukan barang haram di dalam Islam,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Lebih lanjut Kiai Masdar mengatakan, salah satu fakta budaya ialah bahasa. Kenapa kalimah Al-Quran hadir dalam bahasa Arab? Karena Allah menghormati budaya Arab. Prinsipnya, bi lisani qoumihim (Menyampaikan dengan bahasa kaum para rasulullah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Adapun kalamullah sendiri itu bi la harfin wa la shoutin (tanpa huruf dan suara), bukan dalam bahasa Arab atau bahasa bangsa apapun. Tetapi ketika berkomunikasi dengan bangsa Arab, tentu saja kemudian wahyu itu hadir dalam bahasa Arab,” terang kiai Masdar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulu kitab-kitab suci pernah berbahasa Ibrani karena yang dikhithabnya komunitas Ibrani, Kiai Masdar menyebut salah satu contoh.

Setiap bahasa itu mengandung sentuhan Ilahi, bukan hanya Arab, Ibrani atau bahasa tertentu. Karena, wa allama adamal asmaa kullaha (Allah mengajari Nabi Adam nama-nama semua benda) ini modal dasar dari bahasa.

Kita menyebut “batu”, “langit”, “bumi”, dan seterusnya, secara lahiriyah memang kreasi budaya. Tetapi di belakang itu, Allah SWT Yang Maha Bicara karena sifat-Nya itu mutakallimun.

Bayangkan kalau wahyu diturunkan di Jawa, untuk nabi Jawa, umat Jawa, tentu hadir dalam bahasa Jawa. Kalau turun di Jepang, tentu wahyu itu berbahasa Jepang, Kiai Masdar menambahkan. Karena normanya itu bi lisani qoumihim, bukan bi lisanil Arab. Jadi, semua bahasa itu baik dan mulia.

“Apalagi hanya soal langgam?” kata Kiai Masdar menanggapi kontroversi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Daerah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-IX mantan Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta KHR. Abdurrohim bin Abi Hasan, di Gandekan, Jebres, Solo, belum lama ini (18/2). Dalam acara tersebut dibacakan riwayat hidup tokoh yang akrab disapa Mbah Durohim tersebut.

Dijelaskan, sejak usia 5 tahun, Kiai Abdurrohim kecil telah ditinggal wafat kedua orang tuanya. “Simbah Kiai Abdurrohim sejak umur 5 tahun sudah yatim piatu, kemudian diasuh oleh Pakdhe dan Budhenya,” terang salah satu cucu Kiai Abdurrohim, Gus Ahmad Zawawi Suryo Buwono.

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Kemudian setelah nyantri di berbagai pesantren, ia diangkat menjadi salah satu modin atau ulama Keraton Surakarta sehingga kelak di depan namanya tersemat gelar Raden.

Salah satu sifatnya yang paling dikenang yakni gemar akan mencari ilmu, yang ia contohkan. “Beliau lebih mengutamakan membeli kitab yang isinya ilmu daripada membeli pakaian, meskipun pakaiannya sudah tidak layak pakai,” lanjut Gus Ahmad.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mbah Abdurrohim juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Hidup dengan penuh kesederhanaan. Bahkan, ia pernah ditawari anaknya untuk dibelikan rumah, malah ditolak. Pada akhir hayatnya, ia hanya meninggalkan 2 almari besar, yang berisi kitab-kitab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai seorang ulama dan juga kemudian mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta, Mbah Abdurrohim, dikenal sebagai ahli ilmu fiqih. “Setiap ada permasalahan yang berkaitan dengan syariat, selalu dijawab dengan ucapan: menurut Imam mazhab empat itu begini..,” ungkap Gus Zawawi.

Di akhir hidupnya, tercatat KH Raden Abdurrohim mengemban amanah sebagai Mustasyar PCNU Kota Surakarta. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pertandingan, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Dalam sebuah majlis ilmu, Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali (1058-1111 M) ‘disidang’ para ulama Baghdad. Pasalnya, ? Al-Ghazali seringkali mengutip sejumlah hadits yang dinilai dla’if (lemah). Bahkan memasukkan hadits-hadits maudhu’ (palsu) dalam beberapa karyanya.?

“Kenapa anda berbuat demikian?” tanya seorang ulama menghakimi.?

Al-Ghazali yang dijuluki Hujjatul Islam itu menjawab dengan tenang. “Para ulama yang mulia, saya menyeleksi hadits menggunakan cara yang berbeda dengan Anda semua. Cara saya hanya dengan mencium hadits tersebut. Jika tercium semerbak wangi, maka hadits itu shahih. Sebaliknya, jika tidak tercium harum, maka hadits itu dla’if atau maudhu’, Inilah yang disebut dengan thariqah al-mukasyafah (metode penyingkapan metafisika).” Para ulama yang ada di majelis itu pun terkagum.?

Kisah tersebut termaktub dalam buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali yang ditulis Mukti Ali. Dalam buku setebal 404 halaman ini, penulis menghimpun 39 kisah ajaib yang dirujuk dari sejumlah kitab-kitab klasik, baik yang ditulis oleh Al-Ghazali sendiri ataupun dari literatur klasik lainnya seperti kitab Nashaaihul ‘ibad ? karya Imam Nawawi Al-Bantani.?

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Di antara kisah ajaib lainnya adalah mengenai kesaksian seorang sufi bernama ‘Arif al-Kabir al-Yamani Ahmad Ash Shayyad yang melihat Imam Al-Ghazali dibawa Nabi Khidir dan para malaikat menuju langit ke tujuh. Ada pula kisah mengenai kemampuan Al-Ghazali yang mengundang para sufi melalui mimpi.?

Sejumlah ulama percaya, Al-Ghazali merupakan seorang sufi yang mencapai derajat wali. Misalnya seperti yang dikisahkan Syaikh Al-‘Arif Abi Hasan Al-Syadzili. Mursyid sekaligus pendiri Thariqat Syadziliyah itu bermimpi melihat Nabi Muhammad Saw berbincang dengan Nabi Musa AS dan Isa AS.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apakah ada di antara umat kalian berdua seorang alim seperti Imam Al-Ghazali ini?” tanya Rasulullah.?

Keduanya menjawab serentak, “Tidak ada dari umat kami seorang alim seperti Imam Al-Ghazali.”

Mimpi yang diceritakan As-Syadzili kepada Ibnu as-Subuki itu menunjukkan bahwa kewalian Al-Ghazali diakui para Nabi.?

Sebagai ulama besar, kehidupan Imam Al-Ghazali banyak ditulis oleh sejumlah akademisi dari Timur dan Barat. Sejumlah karya tulis itu umumnya membahas mengenai biografi Al-Ghazali serta pemikiran-pemikirannya dalam berbagai aspek. Sebagai contoh adalah buku berjudul Konsep Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan yang ditulis oleh Abu Muhammad Iqbal. Namun baru buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali ? ini yang memberikan sudut pandang lain dan unik mengenai sosok yang bergelar Hujjatul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peresensi, Ade Faizal Alami







Info Buku

Judul : Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Penulis : Mukti Ali

Penerbit : Mentari Media

Jumlah halaman : 404 halaman?

Cetakan Pertama : Mei 2017

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Internasional, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis.

Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat.

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan.

Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya.

Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tangerang berduka atas pembunuhan sadis terhadap petani kecil Salim alias Kancil di Lumajang, Rabu (30/9). Mereka berdoa bersama di Sekretariat PMII Tangerang sebagai rasa hormat kepada warga yang berani menentang kebijakan yang sewenang-wenang.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan penganiayaan tidak manusiawi ini," kata Ketua PMII Tangerang Steven Idrus Maulana di Sekret PMII Tangerang, Rabu (30/9).

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Korban adalah petani yang gigih bertahan tetap melawan dan menolak aktivitas tambang pasir golongan B di pesisir pantai Watu Pecak. Salim dikeroyok dan dianiaya hingga meninggal dunia oleh para preman pada Sabtu (26/9). Jasadnya ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan setelah diculik oleh segerombolan orang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mereka adalah petani yang sedang memperjuangkan ekologis bagi kelangsungan hidup. Tidak layak diperlakukan secara premanisme. Seperti zaman PKI saja, para aktivis dibunuh dan dihabisi," katanya.

Para peserta aksi solidaritas membawa sejumlah lilin, baju putih, dan Al-Quran. Mereka berdoa agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT. Mereka menuntut polisi menangkap aktor intelektual. Kepada Pemprov Jatim, mereka meminta untuk segera menertertibkan tambang, menghentikan eksploitasi tambang, menangkap mafia tambang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pemkab Lumajang dan Pemda Jawa Timur harus menghentikan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu juga mendesak polisi mengusut dan memproses hukum pelaku penganiayaan serta membongkar aktor intelektualnya,” kata Steven. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Ulama, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Moskow Larang Penjualan Alkohol Selama Idul Adha

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pemerintah Moskow melarang penjualan alkohol dekat masjid Soboraya dan Istoricheskaya selama peringatan Idul Adha, seperti dilaporkan, RIA Novosti news agency dari perwakilan prefektur pusat administrasi distrik ibukota Rusia.

Moskow Larang Penjualan Alkohol Selama Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Moskow Larang Penjualan Alkohol Selama Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Moskow Larang Penjualan Alkohol Selama Idul Adha

“Pelarangan penjualan alkohol akan berlaku di daerah masjid Soboraya and Istoricheskaya selama peringatan Idul Adha,” kata perwakilan prefektur. 

Di beberapa negara bagian Rusia, Idul Fitri dan Idul Adha telah menjadi bagian dari hari libur resmi umat Islam yang ditetapkan oleh pemerintah. Mahkamah Agung Rusia pada September 2011 menetapkan Idul Fitri dan Idul Adha menjadi hari libur bagi Muslim negara bagian Bashkiria.Sebelumnya, Mahkamah Agung Rusia melihat pemberlakuan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur dianggap melanggar konstitusi. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemerintah Baskhiria mengirimkan kasasi ke mahkamah Agung setelah sebelumnya Idul Fitri dan Idul Adha dianggap bukan libur bagi Muslim, dan kasasi tersebut disetujui.

Muslim di Ufa ibukota Bashkiria, mengeluh harus tetap bekerja saat Idul Fitri dan Idul Adha, dan sejak keputusan, yang mengadopsi aturan yang diberlakukan di Baskhiria, tahun 1992 silam, Muslim kembali bisa menikmati hari besarnya. (islam.ru/mukafi niam) 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Foto:tempo.co

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Kajian Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

Ini Doa Qunut Nazilah

Berikut ini merupakan lafal doa qunut nazilah. Qunut nazilah pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW selama sebulan ketika kehilangan para sahabatnya di Bi’r Mu‘anah. Qunut nazilah ini dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib yang lima waktu.

Qunut nazilah diamalkan ketika umat Islam menghadapi persoalan keamanan, pertanian, bencana alam, bencana kemanusiaan, dan lain sebagainya. Selain doa qunut subuh, pada qunut nazilah ini ada baiknya kita menambahkannya dengan doa qunut yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA. Berikut ini doanya.

Ini Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Qunut Nazilah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya, “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Doa ini disarikan dari Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, tanpa keterangan tahun, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169). Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, News, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ada nuansa haru dalam acara Nuzulul Qur’an yang digelar di markas Majelis Ar-Raudhah Dzikir dan Ilmu, Jl Duwetan No. 112, Semanggi, Pasar Kliwon, Kamis (25/7) malam lalu. Tak sedikit dari ratusan jamaah yang hadir, meneteskan air mata. Mereka hanyut saat perenungan dalam rangka pertobatan massal.

Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Pengasuh Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Al-Alaidrus memimpin langsung acara yang bertema Doa dan Munajat Di Malam Nuzulil Quran. Para jamaah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Habib Noval.

“Meresap sekali renungannya. Sampai saya menitikkan air mata,” kata salah satu jamaah, Andi, kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaah dari Laweyan tersebut merasa betapa nikmatnya mengamini setiap untaian doa yang dituntunkan Habib Noval.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pengajian itu Habib Noval mengajak kepada seluruh jamaah, untuk semakin giat beribadah selama Ramadhan. Ustaz yang produktif dalam menulis ini juga mengingatkan kondisi umat Islam saat ini yang telah banyak mengalami pergeseran akhlak.

Selain itu, dia ingin agar masyarakat muslim Solo pada khususnya, harus bisa shalat. Bahkan cita-citanya itu kelak akan diwujudkan dengan mendirikan kursus Fasolatan di Solo. “Saya mencanangkan di Kota Solo ini tidak ada lagi orang Islam yang tidak bisa Shalat. Semua muslim harus bisa shalat,” tegasnya.

Tidak hanya bisa shalat, tetapi juga mengerti syarat dan rukunnya. “Karena apa, banyak orang yang shalat tapi belum memenuhi syarat dan rukunnya. Nanti, akan dimulai dengan cara berwudhu yang benar,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, AlaSantri, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati karena mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.

"Kisah para wali, orang saleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al-Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1).

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Habib Umar menjelaskan, dibalik kisah para orang saleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik, bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang saleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Allah SWT? dalam kitab suci Al-Qur’an,? menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal itu tak lain agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabiannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Nabi Muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan maulid dan shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang saleh dan para ulama sebab mereka pasti bersambung dengan Rasulullah Muhammad SAW," pungkasnya.

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun.

Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al Hafidz.. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Quote, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberadaan musik patrol memang tidak bisa dipisahkan dari bulan suci Ramadhan. Pasalnya keberadaan musik patrol yang identik dengan musik pembangun sahur ini dimainkan oleh anak-anak kecil menjelang waktu sahur. Meskipun terkadang juga ada orang dewasa yang berbaur dengan memainkan alat musik dari bahan apa adanya.

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Seperti yang dilakukan oleh anak-anak yang ada di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (10/6) dini hari. Dengan menggunakan bahan-bahan dari jerigen, galon bekas, potongan besi dan kentongan dari bambu, mereka kompak memainkan alat musik tersebut.

Dengan membentuk kelompok, mereka menabuh alat musiknya dengan kompak sambil berteriak sahur-sahur membangunkan warga untuk sahur. Mereka masuk ke gang-gang kecil sambil membuat alunan musik yang sangat enak untuk didengarkan.

Hendrik, salah satu pemain musik patrol mengaku jika kebiasaan ini dilakukannya rutin setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Dimana alat-alat musik yang digunakan didapat dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang ada di sekitar rumahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tujuannya hanya satu untuk membangunkan tetangga supaya tidak terlambat bangun. Sebab biasanya mereka masih harus memasak untuk menu sahur bersama keluarga,” katanya.

Menurut Hendrik, memainkan alat musik patrol ini dilakukannya secara berkelompok sambil menunggu waktu sahur. “Biasanya kami keliling mulai pukul 02.00 hingga 03.00. Setelah puas berkeliling kami pulang untuk makan sahur bersama keluarga,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Firdaus. Menurutnya, musik patrol pembangun sahur ini dilakukan dengan senang hati. Sebab dengan musik patrol ini dia bisa berkumpul dengan teman-temannya yang lain.?

“Senang sekali rasanya bisa membangunkan tetangga untuk makan sahur. Makanya kalau pas tidak ikut seperti tidak enak saja. Namanya juga kebersamaan dengan teman-teman. Modalnya hanya ikhlas beribadah di bulan Ramadhan,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di NU, Lesbumi Masih Marginal

Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia disingkat Lesbumi, telah berusia 51 tahun. Lembaga kebudayaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini diresmikan di Bandung 28 Maret 1962. Berarti, ia telah melewati masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi.

Pada medio 60-an, Lesbumi cukup disegani di antara lembaga-lembaga kebudayaan lain. Lembaga ini sangat berperan, tidak hanya bagi NU, tetapi bagi Indonesia pada umumnya. Tiga tokoh utamanya, Djamaludin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani adalah tokoh film nasional.

Di NU, Lesbumi Masih Marginal (Sumber Gambar : Nu Online)
Di NU, Lesbumi Masih Marginal (Sumber Gambar : Nu Online)

Di NU, Lesbumi Masih Marginal

Pada zaman Orde Baru, sebagaimana beberapa lembaga lain di NU, Lesbumi sempat vakum atau bisa dikatakan mati. Baru pada masa Reformasi dihidupkan kembali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lalu, bagaimana kiprah Lesbumi, visi kebudayaan, dan perjuangannya untuk NU  dan Inndonesia? Juga bagaimana keadannya sekarang?  

Berikut  petikan wawancara Abdullah Alawi dari Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan Ketua Pengurus Pusat Lesbumi, Zastrouw Al-Ngatawi, melalui surat elektronik:

Untuk apa Lesbumi lahir, kemudian diresmikan tahun 1962 di Bandung?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di satu sisi untuk mewadahi para seniman dan budayawan yang ingin bergabung di NU, karena tidak tertampung di tempat lain karena tidak sesuai dengan garis perjuangan dan ideologi para seniman tersebut. Suasana sosial politik saat itu mencerminkana adanya “pertarungan” ideologi yang sangat kuat antara sosialis yang tercermin dalam Lekra dengan kubu kapitalis yang tergabung dalam Manikebu. Para seniman yang tidak tertampung dalam ekdua ideologi tersebut membutuhkan wadah untuk bergabung, dan gagasan itu sejalan dengan ideologi NU, maka wajar saja jika akhirnya mereka memilih NU sebagai sebagai media untuk berjuang melalui wadah Lesbumi.

Disi lain, pada saat itu NU juga membutuhkan suatu sayap politik untuk merealisasikan ideologinya melalui jalur kebudayaan, untuk menghadapi provokasi dan gerakan kebudayaan yang dilakukan oleh Lekra melalui para senimannya. Atas dasar inilaih maka NU mendirikan Lesbumi sebagai wadah berkiprah para seniman dan hudayawan untuk melakukan gerakan politik melalui jalur seni budaya. 

Bagaimana visi kebudayaan Lesbumi waktu itu? 

Kalau pandangan dan visi kebudayaan Lesbumi pada masa awal berdirinya bisa dilihat dari pandangan para tokohnya pada saat itu, khususnya Usmar Ismail dan Asrul Sani. Dalam hal ini bisa dilihat dalam Surat Kepercayaan Asrul Sani dan pidato kebudayaan Usmar Ismail. Intinya Lesbumi pada saat itu menentang liberalisme seni budaya, termasuk ungkapan seni untuk seni. Karena bagi Lesbumi, di balik seni ada etika, norma dan berbagai spirit religiusitas yang tidak bisa semata-mata diabdikan untuk seni. 

Kedua, Lesbumi pada saat itu juga menentang hegemoni kebudayaan asing terhadap budaya lokal. Hal ini dibuktikan dengan penentangan Lesbumi terhadap beredarnya film-film asing secara bebas dan berlebihan. Hal ini bukana semata-mata karena sikap sentimen terhadap film asing, tetapi sebagai upaya menumbuhkan dan meningkatkan kualitas film nasional. Dan hal ini berhasil dilakukan dengan bukti impor film asing turun sampai mendekati angka 50% dalam kurun waktu sekutar 5 tahun dan produksi film nasional naik hampir 100%. Artinya, nasionalisme kebudayaan merupakan visi kebudayaan Lesbumi dan pandangan kebudayaan Lesbumi.

Pandangan dan visi seperti itu yang kami teruskan hingga saat ini. Sebagimana kita ketahui saat ini, atas nama liberalisasi dan globalisasi, seni tradisi dan budaya lokal digencet dari dua sisi; di sisi kiri seni tradisi didesak oleh proses kapaitalisasi dan industrialisasi seni sehingga tidak dapat menemukan ruang kreasi dan ekspresi yang memadai, bahkan cenderung dilindas habis karena dianggap tidak profit dan tidak menarik. Di sisi kanan seni tradisi digencet oleh gerakan puritanisasi agama. Mengangagap seni tradisi sebagai bid’ah yang harus dihilangkan karena mengotori kesucian agama.Ketika budaya, tradisi dan kesenia  lokal digencet dari dua sisi, Lesbumi berusaha melakukan advokasi dan perlawanan melalui berbagai kegiatan yang mengarah pada upaya revitalisasi seni dan tradisi Nusantara. Inilah yang kami lakukana saat ini.

Kami sadar pilihan ini sangat berat, karena harus menghadapi dua tantangan besar sekaligus. Selain itu, juga menghadapi teman-teman di NU sendiri yang tidak paham tentang strategi kebudayaan, sehingga maunya gebyar, kelihatan mentereng, diliput media dan sebagainya. Padahal kami sadar, apa yang kami lakukan ini tidak akan mendapat liputan media atau publikasi besar karena kami melakukan gerakan yang tidak sesuai dengan cara pandang mereka. Kami sedang bergerilya, gerilya budaya. Perlu keuletan, kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan semua ini. Untuk melakukan semua ini, jangankan dibantu, dibina atau dikasih jalan, kita malah sering dilecehkan, dipandang sebelah mata bahkan tidak dianggap, dan ironisnya sikap seperti ini juga datang dari kalangan NU sendiri.

Bagaimana Lesbumi memandang kebudayaan Indonesia (Nusantara) secara umum?

Saat ini, Lesbumi memandang kebudayaan Nusantara sebagai identitas kultural dan panduan hidup bangsa dan masyarakat Indonesia. Kebudayaan Nusantara adalah jangkar dan akar sekaligus modal masyarakat Indonesia yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi globalisasi dan melawan hegemoni kebudayaan lain. Karena kebudayaan Nusantara inilah yang paling compatible dengan cara hidup dan cara pandng masyarakat Indonesia. Oleh karenanya dia harus menjadi sumber  inspirasi dan pijakan untuk membentuk sistem-sistem kehidupan lainnya; sosial, politik, hukum, ekonomi dan sebagainya. 

Lesbumi, dari singkatannya ada “muslim” bagaimana pandangan kesenian muslimnya? Dan bagaimana strategi kebudayaan Lesbumi di tengah kebudayaan Nusantara yang beragam? 

Dalam Rapat kerja tahun 2010, kata seniman budayawan dan muslimin telah diubah menjadi seni budaya muslim. Karena kata muslim itu sendiri sudah mewakili dari kata seniman dan budayawan. Jadi, kata seni budaya muslim itu sendiri artinya adalah para senimaan dan budayawan yang beragama Islam, jadi tidak perlu diulang dengan kata seniman budayawan mulimin.

Strategi kebudayaan Lesbumi sekarang adalah back to local culture. Artinya melakukan revitalisasi terhadap berbagai seni tradisi dan budaya lokal maasyarakat Nusantara sebagai khazanah peradaban bangsa. Lesbumi memahami seni tradisi sebagai akar kebudayaan Nusantara adalah khazanah dan kapital yang bisa dieksplorasi secara kreatif dan cerdas untuk melawan dan menghadapi modernitas di era globalisasi. Jadi, menjadi modern dengan berbasis tradisi. Artinya mendudukkan modernitas dan tradisionalitas secara setara dan komplementer. Inilah strategi kebudayaan Lesbumi sekarang. 

Bagaimana peran dan gerak Lesbumi waktu itu (sebagai lembaga kebudayaan NU) di tengah lembaga-lembaga kebudayaan lain? 

Sebenarnya saya agak canggung untuk bicara peran Lesbumi pada saat itu, karena takut dituduh terjebak dalam romantisme historis, dan hal ini juga bisa kita lihat dari buku-buku yang sudah ditulis. Tapi secara singkat dapat kami katakan bahwa gerakan Lesbumi pada waktu itu memiliki peran yang sangat besar di tengah-tengah lembaga kebudayaan lainnya. Sebagaimana yang saya jelaskan di atas, Lesbumi pada saat itu berhasil melawan dan menghadang gerakan leberalisasi kebudayaan baik yang dilakukan oleh kaum sosialis melalui Lekra maupun kaum kapitalis melalu Manikebu. 

Melalui film dan seni pertunjukan (drama, film dan musik), dua genre kesenian yang benar-benar dikuasai oleh Lesbumi, Lesbumi bisa melakukan gerakan mulai kalangan elite sampai ke akar rumput. 

Bagaimana Lesbumi pada zaman Orde Baru? Bisa bercerita detail dan Kronoligis?

Pada zaman Orde Baru Lesbumi mengalami mati suri, bahkan kepengurusan tidak ada, sehingga kegitannya juga vakum. Ada dua hal yang mendorong hal ini terjadi, pertama karena kuatnya cengkeraman rezim politik Orba, yang menginginkan kekuatan tunggal, termasuk dalam bidang kebudayaan. Lembaga-lembaga kebudayaan di luar bentukan negara, harus diberangus, termasuk Lesbumi. 

Kedua, karena NU merasa sudah tidak membutuhkan lagi sayap politik yang mengurusi kebudayaan. Sebagaimana kita ketahui sejak terjadinya fusi partai pada awal tahun 70-an, gerakan politik NU dibatasi. Hak ini berpengaruh terhadap sayap politik NU termasuk Lesbumi. Kondisi vakum politik ini menjadi kuat ketika dicanangkan gerakan Khittah NU pada tahun 1984. Kondisi inilah yang membuat Lesbumi vakum pad masa Orba. Kondisi seperti ini  tidak hanya terjadi pada Lesbumi tetapi juga lembaga profesi lainnya yang ada di bawah NU, seperti Sarbumusi, Pertanu, Pergunu, dan sejenisnya 

Semangat apa pada zaman Reformasi muncul kembali. Bisa diceritakan secara kronologis?

Saat terjadi reformasi, kran politik dibuka di segala sektor kehidupan maka hal ini berpengaruh juga terhadap NU, termasuk upaya merevitalisasi Lesbumi. Pada muktamar di Solo tahun 2004, para muktamirin merekomendasikan untuk menghidupkan kembali Lesbumi. Atas rekomendasi muktamar inilah pada tahun 2005 diangkat kepengurusan Lesbumi sebagai lembaga seni budaya yang menjalankan progrsm PBNU di bidang seni budaya. Dalam kepengurusan ini saya dan Dienaldo diangkat sebagai ketua dan sekretaris.

Sejak saat itu pengurus mulai melakukan konsolidasi di beberapa daerah untuk melakukan revitalisasi baik secara kelembagaan maupun kegiatan. Spirit Lesbumi sebenarnya sudah muncul di beberapa tempat, apalagi lembaga ini peernah mencatat tinta emas pada zamannya. Sehingga sebenarnya tidak sulit menghidupkan kembali lembaga ini. Namun satu hal yang menjadi kendala adalah, lembaga ini tidak lagi menjadi badan otonom NU sebagaimana yang terjadi pada tahun 60 dan 70, sebelum mengalami vakum. Sejak direvitalisasi tahun 2004, Lesbumi merupakan bagian dari lajnah/lembaga yang merupakan organ pelaksana program PBNU, oleh karena itu, pengangkatan pengurus dilakukan oleh pengurus NU pada tiap-tiap tingkatan. Oleh karenanya, keberadaannya juga tergantung pda kepedulian pengurus di daerah, semangat tinggi beberapa aktivis Lesbumi kadang tak tertampung oleh pengurus daerah sehingga sulit dibentuk. selain itu beberapa pengurus daerah masih berpikiran bahwa Lesbumi hanya merupakan lembaga yang mengurusi soal penyelenggaraan pentas seni, padahal sebenarnya Lesbumi lebih dari itu, karena lembaga ini berperan penting dengan hal-hal yang terkait dengan masalah kebudayaan, tradisi dan seni.

Apa lembaga kebudayaan seperti Lesbumi masih dibutuhkan dalam konteks sekarang? 

Bagi saya tidak hanya dibutuhkan tetapi sangat dibutuhkan….!!!

Bisa dijelaskan? 

Saat ini hampir tidak ada lembaga yang peduli pada kebudayaan, ekonomi, politik, hukum bahkan pemerintah hampir tidak peduli pada kebudayaan, akibatnya semua sistem berjalan tanpa kebudayaan, politk tanpa kebudayaan, ekonomi tanpa kebudayaan, hukum tanpa pada kebudayaan. Akibatnya terjadi degradasi nilai kemanusiaan dalam semua aspek kehidupan. Untuk itu perlu ada lembaga yang secara serius memikirkan soal kebudayaan, merumuskan strategi kebudayaan dan melakukan gerakan kebudayaan, agar nilai-nilai kemanusiaan tidak terdegradasi seperti saat ini. Karena kebudayaanlah yang membedakan manusia dengan hewan. Kalau politik, ekonomi, hukum sudah mengabaikan kebudayaan maka perilakaunya menjadi tidak manusiawi lagi. Inilah pentingnya lembaga kebudayaan seperti Lesbumi.

Apa yang membedakan gerak Lesbumi tahun 1960-an dengan sekarang?

Gerak Lesbumi tahun 60-an berada di pusat kekuasaan, karena dia menjadi bagian dari politik formal NU yang pada saat itu sangat dekat dengan kekuasaan sehingga bisa mengakses langsung pusat-pusat kekuasaan yang strategis.

Sekarang Lesbumi jauh dari kekuasaan, bahkan berada dalam posisi marginal. Jangankan dalam lingkungan kekuasaan politik praktis, dimana NU sendiri secara formal sudah tidak lagi berada di dalamnya. Dalam lingkungan politik NU sendiri Lesbumi berada dalam posisi marginal, karena dianggap tidak penting, dan hanya lembaga hiburan yang mengkordinir event kesenian. Kami sendiri sudah mencoba menjelaskan tentang urgensi gerakan kebudayaan, tetapi belum ada respon yang memadai, karena tampaknya gerakan ekonomi dan politik lebih menarik perhatian daripada gerakan kebudayaan.

Dari segi spirit memperjuangkan kebudayaan nasional yang tercermin dalam berbagai bentuk seni tradisi dan pemikiran lokal masyarakat Nusantara serta melawan hegemoni kebudayaan asing yang tercermin dalam gerkan liberalisasi seni dan puritanisasi agama, tidak ada bedanya antara Lesbumi tahun 60-an dengan yang sekarang. 

Bagaimana pergerakan Lesbumi sekarang secara umum, dari tingkat pusat hingga daerah? Dan bagaimana seharusnya?

Sebagaimana saya sebutkan tadi, pergerakan Lesbumi sekarang masih berada dalam taraf konsolidasi dan gerilya budaya. Dengana kemampuan apa adanya pengurus mencoba mengawal dan menjalankan gerakan ini. Pengurus juga mencoba melakukan komunikasi dengan beberapa pengurus daerah yang sudah terbentuk. 

Terus terang, pengurus di pusat sendiri kurang bisa intens melakukan kordinasi karena Lesbumi di daerah memang tidak seperti lembaga-lembaga lainnya yang bisa memperoleh perhatian intens dari pengurus NU. Hanya beberapa daerah yang memang progresif saja yang bisa melakukan konsolidasi meski tidak mendapat perhatian dari pengurus NU, seperti di Yogya, Magelang, Jepara, Malang, Surabaya, Jawa Timur, Lombok, dan beberapa kota lainnya.

Dari sisi keorganisasian secara struktur, bagaimana Lesbumi di daerah-daerah? 

Lesbumi di daerah masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari pengurus NU baik Cabang maupun Wilayah. Sejauh pengalaman kami ketika turun ke daerah, kami menemukan para seniman dan budayawan yang ingin bergabung ke Lesbumi, tetapi ketika kordinasi dengan pengurus Cabang dan Wilayah, kebanyakan hanya ditanggapi sambil lalu. Kalau kemudian membentuk Lesbumi yang diangkat bukan para seniman uyang sudah memiliki concern kebudayaan, tetapi mereka-mereka yang aktif di jamaah rebana atau pengajian yang dekat dengan pengrus NU. Inilah yang kemudian menjadi kendala saat operasional di lapangan, karena rata-rata pengrus NU masih menganggap Lesbumi hanya mengurusi pentas seni yang bernuansa Arab yanag dianggap sebagai seni Islam.

Apa gerakan Lesbumi di satu daerah mesti sama dengan daerah lain? Apa yang menyamakan dan membedakannya?

Bentuk dan format gerakan Lesbumi antara satu daerah dengan daerah lain tidak perlu sama. Karena perbedaan situasi, sumber daya dan krativitas masing-masing daerah berbeda. Selain itu kondisi sosial dan kultural masyarakat di Indonesia ini beragam. Untuk itu format dan bentuk gerakan tidak perlu sama karena hal ini sangat terkait dengan kondisi geografis, sosial, kultural dan kreatifutas masyarakat.

Namun pada sisi visi, missi dan spirit harus harus sama, karena ini yang menjadi roh gerakan Lesbumi. Kesamaan spirit, visi dan missi ini akan menjadi ciri yang membedakan antara kerakan kebudayaan Lesbumi dengan yang lainnya meski bentuk dan formatnya berbeda.

Apa imbauan dan harapan Anda untuk Lesbumi dari pusat hingga daerah untuk membesarkan kembali Lesbumi pada situasi sekarang ini?

Perlu ada kordinasi dan konsolidasi yang utuh dan intensif agar visi dan misi Lesbumi yang sudah dirumuskan oleh pengrus di tingkat pusat dapat dipahami dan dijalankan oleh pengurus Lesbumi di tingkat daerah.

Kedua perlu ada keseriusan dari pengrus daerah baik PC dan PW untuk membentuk kepengrusan Lesbumi, karena dalam konteks kekinian, gerakan kebudayaan menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis. Sebagaimana kita ketahui, saat ini terjadi proses kebangkrutan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdampak pada terjadinya krisis di seluruh sektor kehiduoan termasuk dalam bidang keagmaan. Disinilah dibutuhkan gerakan kebudayaan untuk mengembalikan martabat kemanusiaan.

Apa agenda kebudayaan terdekat dari Lesbumi? 

Untuk tahun ini ada dua agenda besar yaitu pekan kebudayaan Lesbumi dalam rangka peringatan Harlah Lesbumi ke-51. Dalam kegiatan ini akan dilakukan Tadarrus Puisi dan syair dzikir yang dimeriahkan oleh KI Ageng Ganjur, Muhfudz MD, Acep Zamzam Noor, Fatin Hamama, Niken KDI, Evie Tamala, dan masih banyak lagi. Tanggal 31 Maret, Pemutaran dan Apresiasi film Santri bersama Rieke Dyah Pitaloka, Soultan Saladin, Ray Sahetaphy dll. Pada tanggal 1 s/d 3 April dan wayang kulit dalang Ki Enthus Susmono dengan lakon “Wisanggeni Gugat” pada tanggal 7 April. Semua kegiatan ini dilakukan di gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta.

Agenda kedua adalah melaksanakan Rembuk Budaya Nasional yang akan diikuti oleh para pengurus Lesbumi, pusat maupun daerah, para seniman, budayawan dan akademisi. Dalam event ini akan dilakukan pembahasan secara intens dan mendalam mengenai strategi kebudayaan Nusantara yang akan menjadi kerangka pijakan dan arak kebudayaan Indonesia. Untuk agenda ini sedang disusun TOR, materi dan penjajakan dengan pihak lain untuk kerjasama. (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Lomba, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi

Mataram, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/11).

Dalam kesempatan itu, hadir Pimpinan Pesantren Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid; Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017; H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram.

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi

Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara, Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu selama rangkaian kegiatannya di Mataram.

Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini, Ahyar menegaskan, Pemkot Mataram telah menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran yang cukup besar, Ahyar menegaskan hal itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini.

Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram tentu akan membawa keberkahan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya.

Ia menegaskan, ulama dan kiai-kiai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya.

Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram.

Karenanya, ketika menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi. Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, adalah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerah-daerah lain di NTB.

Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB.

“Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu sebagai pencerminan tema besar, Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat.

“Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegasnya.

Marinah juga menyerukan kepDari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Meme Islam, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Bandar Lampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Provinsi Lampung akan menggelar berbagai macam kegiatan yang salah satunya ditujukan untuk menumbuhkan kembali nasionalisme dan patriotisme para santri.

Menurut Ketua Peringatan HSN 2017 RMI Provinsi Lampung, Abdul Aziz kegiatan tersebut berupa Ziarah makam pahlawan yang akan dilaksanakan 1 hari sebelum puncak Hari Santri Nasional.

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Aziz menambahkan bahwa setelah Kegiatan Ziarah pada tanggal 21 Oktober 2017 siang, pada malam harinya akan dilaksanakan  agenda Gebyar Kreasi Santri yang dirangkai dengan Bedah Buku Napak Tilas Jejak Islam Lampung di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung.

"Kita berharap dengan diadakan acara peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Lampung ini dapat mengembalikan semangat juang Santri dan lembaga pesantren di Indonesia, khususnya di provinsi Lampung untuk mensyiarkan islam rahmatal lil alamin dan semangat NKRI," jelasnya, Rabu (11/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain kegiatan Ziarah dan Napak Tilas, Panitia juga sudah mempersiapkan rangkaian kegiatan lainnya dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan perlombaan santri yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandarlampung selama 5 hari mulai 17 sampai dengan 21 Oktober 2017.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bersamaan dengan acara tersebut juga akan dilaksanakan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah yang dilaksanakan di seluruh pondok pesantren se-provinsi Lampung," tambahnya.

Adapun acara puncak HSN 2017 RMI Provinsi Lampung adalah pada tanggal 22 Oktober dengan menggelar kegiatan Jalan Sehat Santri Sarungan (JSSS), Upacara Hari Santri, dan Panggung Shalawat. 

"Acara tersebut akan dipusatkan di Lapangan Korpri Gubernur, Teluk Bentung, Bandar Lampung," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meskipun belakangan ini, tepatnya semenjak reformasi, banyak kiai yang terjun dalam dunia politik praktis, namun dari pengamatan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri, ternyata masih banyak kiai yang tak berpolitik dan mengurusi dzikir, majelis taklim dan sebagainya.

“Banyak masyarakat yang suka politik, tapi banyak juga yang tidak suka. Mereka yang tidak suka politik merasa tidak dikancani kiai. Lalu muncul kiai yang menyatakan jangan khawatir kamu tidak suka politik, masih ada kiai yang masih mengurusi dzikir dan sebagainya,” tuturnya dalam perbincangan dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama beberapa waktu lalu di kantor Komunitas MataAir.

Pengasuh Ponpes Roudhatut Thalibien ini menjelaskan bahwa ia telah penggelar pertemuan dengan para kiai di berbagai daerah. Para ulama ini merasa resah melihat banyaknya kiai yang berpolitik. Namun akhirnya dalam pertemuan ini mereka lego ternyata banyak kiai yang tak mengurusi politik.

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Dijelaskan oleh Gus Mus bahwa pertemuan ini sekaligus untuk menyerap pemikiran dari bawah sebagaimana yang diminta oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz.

“Urusan kekiaian ini kan hanya membantu dengan pemikiran, menyampaikan aspirasi masyarakat. Fikiran kiai-kiai di bawah ini kita titipkan ke syuriyah,. Selanjutnya PBNU yang menindaklanjuti untuk kerja nyatanya. Mereka ini orang NU semua, tidak ada orang luar,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai yang juga Penyair ini menjelaskan ada tiga kategori tindakan politik yang dilakukan oleh para kiai, yaitu politik kebangsaan, politik kerakyatan, dan politik kekuasaan. Politik kebangsaan ini seperti yang dilakukan oleh Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari ketika mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, ini politik untuk Indonesia, politik kebangsaan. Demikian pula mengangkat Bung Karno sebagai wali ad dhoruri bis syaukah.

Sementara itu, politik kerakyatan merupakan pembelaan para kiai yang dilakukan terharap rakyat. Ini yang paling rajin dilakukan oleh para kiai. “Ketika rakyat berhadapan dengan penguasa atau dengan pengusaha, maka rakyat larinya ke kiai. Mereka yang mbelani,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan politik kekuasaan, Gus Mus berpendapat politik yang ini sebetulnya banyak menguras energi dan tak karuan juntrungnya. Menurutnya dalam politik kekuasaan, harus ada perencanaan yang matang bagaimana nanti kalau berkuasa, bukan hanya memikirkan politik tapi tanpa melakukan perencanaan yang matang, kalau sudah berkuasa mau apa.

“Jangan-jangan kalau kita sudah kuasa seperti zaman Gus Dur. Sendirian Gus Dur karena yang siap berkuasa cuma Gus Dur. Mestinya semuanya harus siap kalau memang mau berpolitik kekuasaan,” paparnya.

Gus Mus juga merasa prihatin dengan banyaknya partai politik yang mengatasnamakan warga NU. Banyaknya partai membuat suara yang diperoleh semakin kecil karena pasar yang diambil sama sehingga posisinya semakin tidak berarti.

“Kalau berfikir bikin partai biar kecil asal baik, tidak ada itu, ini majelis taklim. Kalau partai politik ya harus besar wong partai-partai besar saja berkoalisi kok. Dulu zaman orde baru, PDI dan PPP tidak ada artinya sama sekali, karena apa, karena kecil.  Orang-orang kita itu, kalau bicara soal partai, soal politik, itu jangkauannya hanya sebatas menjadi anggota legislatif, tak lebih, itu ngapain, ya cari kerja saja,” tuturnya.

Secara organisatoris, Gus Mus sepakat bahwa NU tidak boleh berpolitik praktis, namun politk kebangsaan dan politik kerakyatan harus terus dilakukan. Tugas NU adalah membela rakyat yang sampai saat ini banyak yang masih mengalami kesulitan hidup.

“Umumnya orang NU itu petani di desa-desa, sekarang petani paling tidak karuan hidupnya, Kalau sekarang harga pupuk mahal, siapa yang menyuarakan aspirasi mereka kalau tidak kiai. Jadi politik kebangsaan dan politik kerakyatan ini yang perlu dijangkau, jadi politik kekuasaan ya biarkan mereka yang memang tahu dan suka, jangan seluruhnya,” tuturnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, News, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peluang menimba ilmu bagi para kader NU kini semakin terbuka lebar. Kali ini kesempatan beasiswa datang dari Lebanon yang menyediakan kuota 10-50 orang untuk belajar di Global University Lebanon.

Tawaran ini disampaikan oleh Sheikh Dr. Tarek Muhammad Nageeb Al lahman dalam kunjungannya ke PBNU yang diterima oleh KH Hasyim Muzadi, Rabu (26/3).

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

“Jumlah yang berangkat nanti tergantung kemampuan calon mahasiswa dan kemampuan PBNU membantu,” kata Hasyim.

Sebelumnya PBNU telah mengirimkan mahasiswa ke Sudan, Libya, Marokko dan negara Timur Tengah lainnya untuk meningkatkan SDM di lingkungan NU.

Kiai Hasyim juga menuturkan Dr. Tarek yang juga menjadi guru tarekat ini akan mengirimkan buku-buku perbandingan ajaran ahlusunnah wal jamaah, tetapi dengan perbandingan terhadap Syiah, Hizabut Tahrir atau ajaran lainnya.

“Ini sangat penting buat kita sekarang ini dalam menghadapi tantangan-tantangan baru,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kebutuhan buku ini semakin mendesak dengan kembali dipertanyakannya amalan-amalan yang selama ini dilakukan oleh warga NU akibat masuknya jaringan Islam trans nasional ke Indonesia dengan ajaran-ajaran yang berbeda.

Pertentangan terbaru terjadi di Jawa Timur dengan terbitnya buku Mantan Kiai NU Menggugat yang dikarang oleh Mahrus Ali yang menganggap amalan-amalan yang dijalankan nahdliyyin syirik dan bid’ah. Meskipun sudah dibuat buku tandingan, hal ini menunjukkan memanasnya hubungan diantara golongan umat Islam. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Nasional, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar?

Assalamu’alaikum wr. wb. Saya seorang wali bagi anak perempuan saya yang masih gadis. Saya mau bertanya tentang mahar, apakah dalam soal mahar. Apakah seorang wali bagi anak gadisnya boleh menentukan besaran maharnya? Atas penjelesannya saya ucapkan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Hasan/Lombok)

?

---

Waalaikum salam wr. wb.

Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar?

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mayoritas para fuqaha` berpendapat mahar atau mas kawin bukan termasuk rukun atau syarat dalam akad nikah. Tetapi mahar merupakan konsekwensi logis yang ditimbulkan dari akad nikah tersebut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Menurut mayoritas fuqaha` mahar bukanlah salah satu syarat dalam akad nikah, bukan juga salah satu rukunnya. Tetapi mahar hanyalah merupakan salah satu konsekwensi logis yang timbul karena akad nikah tersebut. (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, cet ke-2, Kuwait-Dar as-Salasil, 1404 H-1427 H, juz, 24, h. 24)

Jika mahar merupakan konsekwensi logis yang timbul karena adanya akad nikah, lantas hak siapakah mahar itu? Allah swt berfirman dalam al-Quran;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Berikanlah mahar kepada wanita sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya” (Q.S. An-Nisa`: 4)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembicaraan dalam ayat ini menurut Ibnu Abbas, Qatadah, Ibnu Zaid, dan Ibnu Juraij ditujukan kepada para suami. Allah swt memerintahkan kepada mereka untuk ber-tabarru` (berderma) kepada isteri-isteri mereka dengan memberikan mahar dengan penuh kerelaan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh al-Qurthubi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Pembicaan dalam ayat ini itu ditujukan kepada para suami sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Qatadah, Ibnu Zaid, dan Ibnu Juraij. Allah swt memerintahkan kepada mereka untuk berderma kepada isteri-isteri mereka dengan memberikan mahar dengan penuh kerelaan” (Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur`an, Riyadl-Daru ‘Alam al-Kutub, 1423 H/2003 M, juz, 5, h. 33)

Perintah untuk memberikan mahar kepada perempuan yang dinikahi secara kasat mata menunjukkan bahwa mahar itu menjadi hak perempunan, bukan walinya. Jika, mahar merupakan hak dari pihak perempuan, maka wali secara otomatis tidak memiliki kewenangan untuk menentukan besaran mahar. Dengan bahasa lain, wali tidak boleh melakukan intervensi dalam menentukan berapa mahar yang harus diserahkan mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan.

Namun persoalannya akan menjadi lain, apabila pihak perempuan meminta pertimbangan kepada walinya dalam hal menentukan besar mahar yang pantas ia minta. Sebab, wali diminta oleh pihak perempuan untuk urun rembug dalam soal menentukan besaran mahar. Begitu juga ketika pihak perempuan mewakilkan kepada walinya untuk menentukan besaran maharnya.

Jika penjelasan ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka jawaban yang dapat kami kemukakan adalah sebagai berikut;

Pertama, mahar adalah hak bagi perempuan, karena itu wali tidak boleh mengintervensi atau menentukan besaran mahar. Kedua, apabila pihak perempuan mewakilkan atau menyerahkan urusan penentuan besaran mahar kepada walinya, maka dalam hal ini wali boleh menentukan berapa besaran maharnya.

Ketiga, jika ternyata pihak perempuan meminta pertimbangan kepada walinya mengenai berapa jumlah mahar yang pantas untuk dirinya maka dalam hal ini boleh saja wali urun rembug dalam menentukan besaran maharnya dengan persetujuan pihak perempuan.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dimengerti dan dipahami dengan baik. Saran kami, sebaiknya dalam soal penentuan mahar, pihak perempuan bermusyawarah dengan bapaknya (wali) atau keluarganya. Disamping itu dalam menentukan besaran mahar sebaiknya melihat kondisi kemampuan pihak mempelai laki-laki. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock