Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 24 Februari 2018

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

Blitar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kabar beredarnya bakso bercampur daging babi di beberapa daerah, mendapat respon NU dan MUI di Blitar dan Tulungagung, meski di dua daerah itu belum secara nyata ditemukan bakso bercampur babi.

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Blitar-Tulungagung Waspadai Bakso Babi

“Kami minta pemerintah Blitar mengambil langkah antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di Blitar," ungkap Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, pada Internet Marketer Nahdlatul UlamaBlitar Imam Kusnin, Selasa (18/12).

Pasalnya, beredarnya rumor tersebut memicu keresahan masyarakat. “Pemkab atau dinas instansi terkait harus pro aktif kelapangan, yakni untuk memastikan indikasi terjadinya pencampuran daging babi kemakanan seperti bakso jangan sampai terjadi," jelas Kiai Dain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apalagi, sebagian besar masyarakat Blitar dan Tulungagung merupakan warga muslim. Umat Islam harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," tambah Gus Dain panggilan akrab Kiai KH Masdain Rifai. 

Hal senada juga dinyatakan oleh Ketua MUI Tulungagung, KH Mohammad Hadi Mahfudz. Menurutnya, masalah ini harus disikapi sejak dini oleh pemerintah. Dan jangan sampai memicu keresahan masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada kesempatan itu Gus Dain maupun Kiai Hadi, meminta kepada pedagang daging atau makanan yang mengandung unsur daging sapi bersedia bekerjasama dengan pemerintah. Pasalnya, jika ketahuan masyarakat yang rugi adalah pedagang itu sendiri. 

“Kami meminta kepada pedagang tidak asal menjual produk daging–daging haram, khususnya kepada masyarakan muslim," tambah Kiai Hadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, RMI NU, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, AlaNu, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ulama asal Lebanon Syekh Usamah Abdurrazzaq Ar-Rifa’i menjadi pemateri dalam sesi pertama Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela, Rabu (27/7) Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam sesi ini, Syekh Usamah membawakan materi tentang Persatuan dan Resolusi Konflik Antar-Umat Islam.?

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Asal Lebanon Ini Sebut 5 Faktor Pemersatu Umat Islam

Adapun Ruang lingkup pembahasannya, yaitu konsep dan hukum syar’i persatuan antar-umat Islam, bahaya perpecahan dan menyikapi khilafiyah antar umat Islam, antisipasi terhadap faktor-faktor penyebab perpecahan, dan permusuhan antar umat Islam.

“Ada lima faktor persatuan bagi umat Islam saat ini. Pertama, dengan mengedepankan aspek-aspek ushul, tidak sibuk dalam perkara-perkara khilafiyah. Kedua, menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

Ketiga, tambahnya, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam berbangsa. Keempat, semangat kebersamaan bersama Ahlussunnah wal Jamaah sebagai kelompok terbesar umat Islam.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kelima, meninggalkan kebiasaan menghakimi mereka yang berbeda paham dan aliran. Selain itu, saya mengusulkan agar kita selektif dalam penyiapan para dai (penyeru agama Islam). Harus ada kriteria yang jelas, berkompeten, terkualifikasi dengan sanad keilmuan yang sahih. Jangan sampai semua orang bebas bicara menyampaikan isi Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah tanpa ilmu,” papar Syekh Usamah.

Ratusan peserta konferensi yang memadati ruangan diskusi begitu antusias mengikuti pemaparan Syekh Usamah terkait problem dunia Islam saat ini. Hotel Santika Pekalongan merupakan tempat khusus diadakannya pemaparan materi dari para ulama internasional. Sedangkan penyampaian materi oleh ulama nasional digelar di Aula Gedung Djunaid Pekalongan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sudah 15 tahun ini Pasujudan Sunan Bonang yang ada di Desa Bonang Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tak mengalami perbaikan signifikan. Lutfi Hakim, sang juru kunci menerangkan, kawasan wisata yang dipercaya menjadi lokasi batu bekas tempat ibadah Sunan Bonang itu tergolong minim pendanaan.

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Tahun Pasujudan Sunan Bonang Tak Direnovasi

"Sudah 15 tahun belum pernah ada renovasi. Tiga tahun yang lalu saja, kita bangun gedung baru untuk penginapan tamu yang terletak di sebelah utara Pasujudan Sunan Bonang. Itu pun dengan anggaran yang sangat terbatas,” katanya, Senin (21/3).

Lutfi Hakim menyampaikan, pihak Yayasan Sunan Bonang berencana akan memperlebar area parkir yang kerap tak mampu menampung kendaraan pengunjung dari berbagai daerah yang sengaja datang berwisata.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pengunjung yang disapa Internet Marketer Nahdlatul Ulama kerapkali mengeluhkan area parkir yang sudah penuh. Kondisi ini membuat bus pariwisata tak jarang parkir di bahu jalan. Menurut penjelasan Yayasan Sunan Bonang, fasilitas yang tersedia saat ini sudah lumayan bagus meski kurang luas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pihak yayasan juga perlu mempertimbangkan rencana memperluas area parkir karena letaknya saat ini yang sudah mepet dengan Jalan Pantura Lasem-Tuban.

Situs Pasujudan Sunan Bonang terletak di atas sebuah bukit yang terletak di tepi Pantai Binangun. Batu pasujudan tersebut berada di dalam sebuah cungkup di sebelah selatan. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca digelarnya Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta, yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber, pada 26 Desember 2016 lalu, empat ranting baru berhasil dibentuk. Sementara empat lainnya yang vakum berhasil diaktifkan kembali.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sumber Ilmiana Wulansari kepada NU online pada Selasa (3/1).?

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Ia menjelaskan, Makesta yang pertama kali digelar sejak ia menjabat sebagai Ketua Anak Cabang, merupakan momentum untuk kembali membangkitkan ranting yang tidak aktif.

Selain itu, menurutnya keberadaan 12 ranting lebih terkoordinir dengan baik dibandingkan sebelum diadakannya makesta. Selain itu, ia mengakui jika kesolitan kader lebih terlihat dibandingkan ssebelum mereka mengikuti masa kesetiaan anggota.

"Setelah diadakannya Makesta, semua ranting yang ada lebih terkoordinir dan lebih solid dari pada sebelumnya. Disamping itu, pada prosesi makesta, membangkitkan semangat kader pelajar NU di Kecamatan Sumber untuk kembali berorganisasi," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya di Kecamatan Sumber terdapat 12 Ranting IPNU-IPPNU, dan 4 diantaranya tidak aktif. Pasca diadakannya Makesta, Pimpinan Anak Cabang berhasil mengaktifkan ranting Desa Krikilan, Sekarsari, dan Kedung Tulup. Selain itu, ranting baru juga berhasil di bentuk di Dusun Nglakeh Desa Logede pada 28 Desember 2016.

Pada 2017 tahun ini, menurut pengakuan Ilmi, para pengurus PAC menyatakan siap membentuk kembali ranting IPNU-IPPNU di Desa Logong dan Kedung Asem.

Ada 150 kader IPNU-IPPNU yang berhasil terrekrut melalui baiat Makesta yang di gelar di gelar di MTs Negri Kecamatan Sumber. Seluruh peserta yang lolos merupakan perwakilan kader pelajar NU yang berasal dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Sumber.(Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Budaya, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock