Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah

Dalam shalat kita tidak hanya dituntut sekadar memenuhi syarat dan rukunnya secara formal. Melalui shalat kita juga dituntut untuk memenuhi kewajiban shalat, aturan-aturan formal, dan kesempurnaan shalat sedapat mungkin. Memang tidak ada batasan sejauhmana seseorang mewujudkan shalat berikut esensinya mengingat perbedaan kemampuan masing-masing orang. Tetapi masing-masing kita dituntut untuk mengejar esensi shalat

Mengomentari perkataan Sayyidina Umar “Siapa yang menjaga kewajiban dan menjaga kesempurnaan shalat,” Ibnul Arabi mengatakan, “Aku melihat ribuan orang bahkan tak terhitung menjaga kewajiban shalat, tetapi orang yang menjaga kewajiban shalat dengan khusyuk dan kehadiran penuh hanya terhitung dengan lima jari.”

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Shalat Menurut Al-Hikam Ibnu Athaillah

Yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa shalat adalah kesempatan bagi manusia untuk membersihkan diri dalam artian seluas-luasnya dan membuka pintu ghaib sehingga shalat benar-benar efektif untuk menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan munkar.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, “(Shalat itu) kesucian hati dari dosa karena shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, menghapus dosa, dan membuka pintu-pintu ghaib dengan penampakan kuasa-Nya seperti ditunjukkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, ‘Shalat tempat munajat dan tambang kebersihan.’ Shalat adalah ‘tempat’ terdekat seorang hamba dan Penciptanya; ‘tempat’ menghadap di hadapan-Nya tanpa perantara selain menyebut-Nya; dan pelaksanaan tugas-tugas kehambaan dalam menghadap dan melihatnya,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, Syirkah Al-Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 110).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagaimana shalat mencegah perbuatan keji dan munkar? Shalat membuka pintu ghaib. Dari sini orang yang shalat menyaksikan kuasa Allah SWT sehingga ia takut dan juga malu untuk melakuka perbuatan keji dan munkar.

Di samping itu, shalat merupakan kesempatan emas bagi manusia untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Ketika shalat seseorang memasuki dimensi di mana ia menyadari bahwa ia yang bukan apa-apa sedang menghadap Allah Yang Maha Kuasa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 15 Februari 2018

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setiap momentum peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, seruan kata “Merdeka!” sering diucapkan dalam setiap kesempatan. Kata ini pula yang menjadi semacam mantra semangat, bagi para pejuang dan pahlawan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kata tersebut memiliki makna luas. Menurut Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo, Habib Noval bin Muhammad Al-Idrus, merdeka! ini tidak hanya menjadi seruan pemberi semangat semata. Tetapi lebih dari itu, bermakna syukur kepada Allah swt. atas karunia kemerdekaan.

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir

“Ucapan Merdeka!? itu bersyukur. Meskipun wujudnya kata merdeka! tapi Allah tahu itu merupakan salah satu wujud syukur,” terang dia, belum lama ini (9/8), dalam sebuah pengajian akbar di Kota Solo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal tersebut, lanjut Habib Noval, didasarkan pada perintah Allah di dalam surah ad-Duha ayat 11: Fa amma bini’mati robbika fahaddist, agar kita bersyukur atas ni’mat yang diberikan-Nya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan, selain bermakna syukur, kata merdeka! juga dapat bermakna zikir. “Jadi njenengan teriak merdeka! itu zikir, Allahuakbar itu ya dzikir. Dzikir itu bermacam-macam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Lomba, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tidak semua kaum muslimin di tanah air bisa mendaftar dan berangkat haji. Kementerian Agama (Kemenang) baru saja membuat aturan terkait ibah haji yang perlu diketahui kaum muslimin.

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Surabaya Sosialisasikan Aturan Baru Terkait Haji

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Surabaya, KH Farmadi Hasyim menjelaskan sejumlah aturan tersebut pada kegiatan Ngaji Manasik Haji dan Umrah yang diselenggarakan salah satu kelompok bimbingan ibadah haji di Surabaya, Ahad (15/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kementerian Agama mematok usia minimal calon jamaah haji atau CJH adalah 12 tahun," kata Kiai Farmadi, sapaan akrabnya di hadapan jamaah yang hadir. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. "Aturan tersebut berlaku secara serentak di seluruh Indonesia sejak 18 April 2016," kata Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Jatim ini.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menuturkan ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan lahirnya keputusan itu. "Salah satunya, masalah kematangan umur atau yang dalam bahasa fiqih disebut baligh," terangnya. Umur dikhawatirkan dapat berpengaruh pada proses ibadah saat di Tanah Suci secara penuh. Hal itu dapat terjadi jika usia minimum pendaftaran tidak dibatasi, lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Farmadi juga menjelaskan PMA Nomor 29 Tahun 2015 merupakan perubahan dari PMA Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Ada beberapa poin yang dihapus atau digantikan dalam aturan tersebut. Misalnya, pasal 4 ayat (1) PMA 14/2012 yang mengatur syarat mendaftar haji sehat jasmani dan rohani (keterangan dokter). Dalam aturan baru, ketentuan itu dihapus dan digantikan dengan syarat usia minimal pendaftaran CJH.

Aturan tersebut pun disusul dengan penghapusan ayat (3) PMA 14/2012 tentang ketentuan penggunaan kartu identitas lain bagi CJH di bawah 17 tahun. Sebab, dengan pembatasan usia 12 tahun, CJH dimungkinkan memiliki kartu identitas resmi saat akan berangkat.

Yang juga layak diketahui publik adalah bagi mereka yang pernah menunaikan ibadah haji. "PMA 29/2015 ini juga mengatur pendaftaran mereka yang telah berhaji," ungkapnya. Sesuai pasal 3 ayat (4), jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji baru dapat melakukan pendaftaran haji setelah sepuluh tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir.

"Dengan aturan ini pemerintah akan memberikan prioritas mereka yang belum berhaji, mengingat masa tunggu keberangkatan haji saat ini sudah terlalu lama," jelasnya.

Sebagai abdi masyarakat dan negara, Kiai Farmadi akan terus melakukan sosialisasi sejumlah aturan baru yang akan berlaku untuk musim haji tahun ini. "Penjelasan juga diperlukan sebagai pengetahuan bagi mereka yang akan mendaftar, maupun yang sudah ada kepastian keberangkatan ke tanah suci," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

KH Masyhuri Malik Paparkan Dua Hal Penting bagi NU

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. KH Masyhuri Malik mangungkapkan, ada dua hal penting yang harus dipikirkan dan dilaksanakan NU saat ini. Pertama, pembenahan organisasi dari tingkat pusat hingga ranting. Kedua, adalah membangun ekonomi mikro.

Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU ini menambahkan, NU sebagai organisasi harus memproteksi konsumsi produk, seperti air mineral, sabun dan pasta gigi. Selama ini kita sering minum air mineral dengan merk-merk terkenal. Tanpa kita sadari itu hanya membuat para pemodal besar semakin tambah kaya.

KH Masyhuri Malik Paparkan Dua Hal Penting bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik Paparkan Dua Hal Penting bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik Paparkan Dua Hal Penting bagi NU

“Dengan membeli produk-produk mereka, kita menyumbang kepada para pengusaha itu. Lebih baik kita menyumbang kepada warga kita sendiri,” tandas KH Masyhuri Malik dalam Halaqah NU di Pesantren ar-Robitha, Krapyak Lor, Sleman, Kamis (11/6) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan ekonomi kuat, NU akan menjadi organisasi kokoh. NU tidak mudah terombang ambing pada pragmatisme. Gerakan ekonomi ini bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, misalnya usaha air mineral kemasan.   

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Orang-orang NU tidak hanya sebagai pemain pasar, tapi juga harus menjadi produsen produk-produk pokok masyarakat, seperti air mineral dan sabun,” ajak Kiai Masyhuri yang juga pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Bekasi. .

Hal penting lainnya yang perlu dilakukan dalam tubuh NU adalah pembenahan organisasi. “NU harus membenahi organisasi agar untuk mempersiapkan satu abad mendatang. Jika organisasi tertata, maka pemimpin NU tidak akan kerja sendiri,” ujar Kiai Masyhuri.

Dalam Halaqah itu dihadiri para kiai dan pengurus PWNU DIY serta pengurus PCNU se-DIY. Di dalam forum itu, Kiai Masyhuri juga menyatakan siap untuk dicalonkan sebagai ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang pada tanggal 1-5 Agustus mendatang. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

? ? ? ?

Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Banggakan Garis Nasabmu! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Banggakan Garis Nasabmu!

Kemuliaan itu disebabkan budi pekerti bukan keturunan. [Maqalah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Madiun, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa dan seni al-Banjari Ahbabul Musthofa mengiringi prosesi pelantikan dan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (22/1).

Pentas seni pencak silat menampilkan duel tunggal dan beregu. Jatuh bangun dan adu jurus menambah riuh acara. Suasana kian meriah dengan penampilan para penabuh seni al-Banjari yang dimainkan oleh para remaja dari Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pilangkenceng.

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Kiai Shodiqul Amin selaku ketua terlantik mengajak kepada jajaranya untuk istiqamah dan bersabar dalam berjuang di NU. Sementara terkait program, Kiai Shodiq akan tetap melanjutkan program kepengurusan yang lama, dan merumuskan program-program baru yang lebih baik. “Ke depan, MWC Pilangkenceng akan tetap komitmen dengan perjuangan yang digariskan, serta menyesuaikan dengan situasi yang dianggap perlu,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU KH Ahmad Mizan Basyari yang hadir waktu itu mengingatkan kepada seluruh pengurus agar tetap ikhlas dan tegas dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sekarang ini banyak sekali fitnah kepada NU, percayalah bahwa NU berada di jalan yang benar sesuai tuntunan Nabi, sahabat, tabiin dan ulama Aswaja,” kata Gus Mizan, panggilan akrab pPengasuh Pondok Pesantren Kembangsawit ini.

Pada kesempatan selanjutnya, Rais Syuriyah PCNU KH Mustaqim Basyari juga menekankan akan keberkahan atas berjuang mengurus NU dengan Ikhlas. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono, kepala desa setempat, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pimpinan lembaga dan banom NU. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Sejarah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock