Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Guna mempererat sinergitas gerak, sejumlah badan otonom di lingkup wilayah NU Boyolali menggelar kegiatan Diklat Terpadu pada Ahad lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Gejugan, Tanjung Klego tersebut diikuti 4 banom, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Salah satu perwakilan Banom, GP Ansor, yang kebetulan menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) GP Ansor, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, mendukung penuh kegiatan ini.

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

“Kegiatan bersama ini sebagai wujud persatuan antar banom NU. Sebagai anak-anak NU, sudah selayaknya saling bersinergi dalam mengawal kaderisasi Nahdlatul Ulama,” papar Ketua PAC GP Ansor Klego Boyolali Alim Bandowi.

Sementara itu, menurut ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrohim, sinergitas ini diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah pengkaderan semata.

“Kader IPNU dididik dan dipersiapkan untuk menjadi kader Ansor, IPPNU untuk Fatayat, CBP untuk Banser dan KPP untuk Fatser. Sudah semestinya komunikasi tersebut dibangun sejak awal agar komitmen tetap terjaga,” papar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktiknya, beberapa rangkaian kegiatan bahkan dijadikan satu forum. Selain PKD dan Diklatsar Diklatama yang diselenggakan GP Ansor, juga diselenggarakan Diklatama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU, dan Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (28/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, AlaNu, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Riyadh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan dirinya akan memimpin negaranya dengan semangat kembali kepada Islam moderat.

Pangeran Mohammed menyampaikan hal itu saat peluncuran rencana zona pengembangan ekonomi baru senilai 380 miliar euro, Selasa (24/10), seperti dilansir Telegraph.

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi: Kami Akan Kembali ke Islam Moderat, Menjauh dari Wahabi

Di hadapan para investor yang berkumpul di Riyadh saat itu, ia menegaskan bahwa rencana modernisasi ekonomi akan berjalan seiring dengan reformasi politik. Hal ini, katanya, untuk menjauhkan Kerajaan dari kolotnya paham Wahabi.

(Baca: Tujuh Megaproyek yang Bakal Ubah Arab Saudi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami sedang kembali ke kondisi kami sebelumnya—sebuah negara berhaluan Islam moderat yang terbuka untuk semua agama dan dunia," kata pangeran berusia 32 tahun itu.

"Kami tidak akan menghabiskan 30 tahun masa depan hidup kita dengan ide-ide yang merusak. Kita akan menghancurkan mereka hari ini," ujarnya. "Kami akan segera mengakhiri ekstremisme," tambahnya lagi.

Janji sang pangeran ini merupakan tantangan bagi para ulama konservatif Saudi. Sesumbar itu terlontar saat ia mengumumkan proyek NEOM, sebuah zona ekonomi baru yang akan membentang melintasi perbatasan Saudi ke negara tetangga, Mesir dan Yordania.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Zona tersebut direncanakan seluas 26.500 kilometer persegi. Zona ini lebih besar dari Wales dan secara signifikan lebih besar ketimbang negara-negara Timur Tengah lainnya seperti Israel, Lebanon, atau Kuwait.

Proyek ini merupakan peluncuran terbaru dari Pangeran Mohammed, yang mendorong secara agresif untuk proses modernisasi Kerajaan dan keluar dari ketergantungannya pada penghasilan minyak. Sejumlah reformasi ekonomi dan sosial di Arab Saudi merupakan bagian dari Visi 2030 yang telah dicanangkan pihak Kerajaan.

(Baca juga: Sebar Ideologi Kebencian, Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid)

Pekan lalu, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka membentuk dewan ilmuwan Islam yang akan melawan interpretasi kekerasan terhadap Al-Quran dan hadits.

Berita pernyataan pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi ini juga menjadi sorotan berbagai media internasional lainnya, seperti The Guardian, Aljazeera, CNB, dan lain-lain. Sebelumnya indikasi adanya reformasi sosial dan ekonomi di Arab Saudi sudah berlangsung, seperti dengan terbitnya dekret diperbolehkannya perempuan menyetir, peluncuran proyek wisata pantai, dan sejenisnya yang sebelumnya dinilai tabu oleh negara setempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Hukum Mencabut Uban

Assalamu’alaikum wr. w.

Nama saya Hadi, usia sudah kepala empat dan rambut saya mulai beruban. Rasanya gatal sekali dan saya sering meminta isteri untuk mencabuti uban saya. Tetapi akhir-akhir ini isteri males mencabuti uban saya, kata isteri saya hukumnya makruh. Yang ingin saya tanyakan kepada ? pak ustad, pertama bagaimana sebenarnya hukum mencabut uban di kepala? Kedua, berapa jumlah uban Rasulullah SAW? Mohon penjelasan pak ustad. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Hadi/Kaltim)

?

Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mencabut Uban (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mencabut Uban

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami. Dua pertanyaan tersebut nampak saling bertalian satu dengan yang lainnya Pertama tentang hukum mencabut uban di kepala. Kedua tentang jumlah uban Rasulullah saw. Dan karena keterbatasan ruang dan waktu maka kami akan menjawab pertanyaan yang pertama. Sedang untuk pertanyaan yang kedua akan kami jawab pada kesempatan yang lain. ?

Munculnya uban biasanya selalu diidentikan dengan ketuaan. Identifikasi ini memang tidak sepenuhnya benar sebab ada juga orang usianya masih muda namun beruban. Banyak faktor yang menyebakan rambut kepala kita beruban seperti faktor usia dan banyaknya beban pikiran.

Namun terlepas dari semua itu, menurut ulama dari kalangan madzhab syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syarf an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab— bahwa mencabut uban hukumnya adalah makruh. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa’i)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali, al-Baghawi dan ulama lainnya. Bahkan Muhyiddin Syarf an-Nawawi menyatakan: “Jika dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas dan sahih maka hal itu tidak mustahil”. Kemakruhan mencabut uban di sini tidak dibedakan antara mencabu uban jenggot dan uban kepala. Dengan kata lain, mencabut uban yang ada di jenggot dan uban yang ada di kepala hukumnya adalah sama-sama makruh.? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

“Makruh mencabut uban karena didasarkan kepaa hadits riwayat ‘Amr bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi saw beliau bersabda: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’. Ini adalalah hadist hasan yang telah diriwayatkan oleh Abu Dawud at-Tirmidzi, Nasai, dan lainnya dengan sanad hasan. At-Tirmidzi berkata: ‘Bahwa hadits ini adalah hadits hasan. Para ulama dari madzhab kami (madzhab syafi’i) berpendapat bahwa makruh mencabut uban. Pandangan ini ditegaskan oleh al-Ghazali sebagaimana keterangan yang terdahulu, al-Baghawi dan ulama lainnya. Seandainya dikatakan haram mencabut uban karena adanya larangan yang jelas maka mungkin saja. Dan tidak ada perbedaan hukum kemakruhanya antara mencabut uban jenggot dan kepala” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Bairut-Dar al-Fikr, juz, I, hlm. 293)

Namun ada pandangan lain yang dikemukakan oleh imam Abu Hanifah yang terdapat dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa. Menurutnya, hukum mencabut uban tidaklah makruh kecuali jika bertujuan untuk berhias diri (tazayyun). Pandangan ini menurut ath-Thahawi sebaiknya tidak dipahami secara literalis. Beliau memberi catatan, bahwa pandangan imam Abu Hanifah tersebut seyogyanya dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, tetapi jika banyak maka hukumnya tetap makruh karena adanya hadits yang melarang untuk mencabut uban yang diriwayatkan Abu Dawud sebagaimana disebutkan di atas.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di dalam kitab al-Khulashah yang dinukil dari kitab al-Muntaqa terdapat keterangan yang menyatakan bahwa imam Abu Hanifah tidak memakruhkan mencabut uban kecuali dengan tujuan berhias diri. Dan seyogynya pandangan ini dipahami ketika uban yang dicabut adalah sedikit, namun jika banyak maka hukumnya tetap makruh berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud: ‘Jangan kalian mencabut uban karena uban itu adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat’” (Lihat, ath-Thahawi, Hasyiyah ‘ala Maraqi al-Falah Syarh Nur al-Idlah, Bulaq-Mathba’ah al-Amiriyah al-Kubra, 1318 H, h. 342).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang yang sudah beruban tak perlu risau dan malu dengan ubannya karena uban adalah cahaya orang muslim kelak di hari kiamat. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seribu personil dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pencak Silat NU Pagar Nusa, dan Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar NU akan mendapat gemblengan oleh Marinir di Mako Marinir Karang Pilang Surabaya. Mereka dipersiapkan untuk menjaga keamanan pada Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Personel Keamanan Muktamar Digembleng ala Marinir

"Untuk keamanan muktamar ini, sesuai rencana melibatkan 1000 personel. Mereka akan mendapat pelatihan di Mako Marinir, Karang Pilang, Surabaya. Pelatihan khusus berlangsung selama satu minggu, peserta akan dikirim secara bertahap," ujar Zulfikar D Ikhwanto Ketua GP Ansor Jombang.

Dikatakan, 1000 personel tim keamanan muktamar itu terdiri dari 750 anggota Banser, 50 personel dari Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar NU, dan 200 pendekar PSNU Pagar Nusa. "Panitia memprediksi jumlah peserta dan pengunjung muktamar mencapai 40 ribu orang, sehingga butuh tenaga keamanan yang memiliki kemampuan memadai sekaligus persiapan matang," tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Personel keamanan Muktamar ke 33 NU ini lanjutnya diambilkan dari kader-kader terbaik badan otonom NU.  Mereka direkrut melalui seleksi ketat, untuk bisa bergabung sebagai tim keamanan muktamar. "Menu pelatihan nanti meliputi fisik dan mental, sehingga bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan muktamar," jelas Zulfikar.

Muktamar ke-33 NU rencananya bakal dihadiri Presiden Joko Widodo serta Wapres Jusuf Kalla. Sebagai tuan rumah, Pemkab Jombang tidak ingin tamu yang datang mendapat kesulitan, baik akomodasi maupun transportasi. Adapun lokasi Mukamar bakal menempati lima tempat. "Alun-alun Jombang sebagai lokasi utama, kemudian Pesantren Tebuireng, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan Pesantren Darul Ulum Rejoso, serta Pesantren Mambaul Maarif Denanyar," kata Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut rencana, sebanyak 1.200 orang peserta menempati Pesantren Tebuireng, Kemudian Pesantren Bahrul Ulum sebanyak 1.200 peserta. Sementara pesanten Darul Ulum Rejoso sebanyak 1000 peserta, dan pesantren Mambaul Maarif sebanyak 500 peserta. (Muslim Aburrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selain menyelenggarakan program mudik gratis setiap tahun, Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) NU juga mendirikan posko mudik berbasis masjid. Jumlah posko mudik yang didirikan NU ada 27 titik dari Merak di Banten hingga Ketapang di Banywangi.

Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen menjelaskan bahwa NU berkomitmen melayani warga NU yang hendak pulang kampung saat momen Lebaran tiba. Tindak lanjut dari program mudik bareng, NU juga telah menyiapkan posko mudik berbasis masjid.

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

“Melalui masjid, NU menyapa umat. Masjid sangat strategis untuk melayani para pemudik. Selain untuk beribadah, juga bisa diberdayakan untuk kebutuhan istirahat dan mandi,” ujar Ibnu, Jumat (17/6) di Jakarta.

Fungsi tersebut menurutnya, merupakan keistimewaan tersendiri yang tidak didapatkan di posko mudik biasa. Adapun petugas yang nanti melayani di posko yaitu para kader NU yang selama ini aktif menjadi muharrik (penggerak) masjid.

Dalam mudik gratis bareng NU di tahun 2016, Ibnu menerangkan bahwa pemeberangkatan mudik serentak akan dilaksanakan pada 2 Juli 2016 di Gedung PBNU. Sebelumnya, pendaftaran mudik dilaksanakan pada 18 Juni 2016, kemudian penukaran tiket akan dilaksanakan pada 25 Juni 2016 mendatang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap tahun, warga NU cukup antusias dengan program mudik bareng yang dilaksanakan NU ini. Mereka juga kerap antri tiket dari pagi hingga malam hari hanya demi bisa ikut mudik bareng NU yang selama ini melayani dengan baik melalui kendaraan bus yang sangat memadai. Selain itu, NU juga menyediakan menu berbuka puasa untuk para peserta mudik agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Aswaja, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock