Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 20 Februari 2018

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo meminta Pemerintah Kota Probolinggo terutama aparat penegak hukumnya bisa menutup hiburan malam. Pasalnya hal tersebut jelas-jelas sangat mengganggu dan merusak moral generasi muda yang notabene adalah calon pemimpin masa depan.

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal dalam Musyawarah Kerja (Musker) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo yang digelar di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo, Sabtu (15/11) malam.

“Hiburan malam ini jelas-jelas sudah mengancam moral dan perilaku generasi muda kita. Apalagi sering kami jumpai anak-anak muda sering nongkrong di depan beberapa hiburan malam. Oleh karena itu, kami meminta PCNU Kota Probolinggo bisa bersinergi dengan aparat keamanan dan mendesak agar hiburan malam ini ditutup,” ungkapnya, Senin (17/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Jalal, tempat hiburan malam tersebut lebih banyak mudharatnya dan tidak ada manfaatnya. Pasalnya secara tidak langsung para kader muda ini juga akan ikut-ikutan gaya hidup yang ada di tempat hiburan malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya di tempat hiburan malam ini disediakan minuman beralkohol. Jika generasi muda sudah dekat dengan maksiat dan minuman tersebut, lalu mau dibawa kemana masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Jalal mengharapkan agar pihak berwenang bisa segera melakukan penanganan serius terhadap beberapa tempat hiburan malam yang sudah sangat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus berupaya agar untuk bersinergi dengan pihak terkait supaya tempat hiburan malam yang ada di Kota Probolinggo segera ditutup. Masa depan generasi muda lebih penting dari segalanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Sejarah, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat kabupaten dan desa diJepara, Jawa Tengah dalam bentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder terkait tingkat kabupaten dan desa. 

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, Selasa-Jumat (8-11/8) diawali dengan workshop yang diikuti oleh stakeholder tingkat kabupaten, ditindaklanjuti dengan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa. 

Rangkaian kegiatan tersebut akan menghasilkan dokumen Standar Operational Procedure (SOP) Peringatan Dini di Kabupaten Jepara. Sementara di tingkat desa, sistem peringatan dini desa. Selain itu, di sini juga dihasilkan peta dan jalur evakuasi untuk Desa Sowan Kidul, Desa Welahan, dan Desa Ketilengsingolelo yang merupakan pilot project dari Program Slogan-Steady yang sedang dilaksanakan oleh LPBI NU di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut,Iis Widya Harmoko (Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jawa Tengah) serta Subiyakto (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah) sebagai narasumber.Secara keseluruhan, proses Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini ini dipandu oleh Didik Mulyono sebagai fasilitator.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Kabupaten Jepara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Agus Hariyanto selaku Kepala Bidang I BPBD Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwalangkah langkah LPBINU Jepara sangat tepat dengan melakukan kerjasama dengan BPBD dan DFAT untuk meminimalisir risiko bencana. Prinsip Sistem Peringatan dini adalah menyebarkan Informasi dengan cepat dan tepat yang menggunakan alat atau media kemudian diinformasikan kepada masyarakat yang berada di daerah berisiko. 

Hal tersebut diharapkan dapat diterima masyarakat dengan jelas sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri sehingga mengurangi risiko terjadinya korban jiwa. Hal tersebut merupakan antisipasi jika terjadi bencana.

Selain itu diharapkan peserta workshop dapat memperhatikan dan mengikuti dengan baik sehingga mampu berjalan dengan lancar dan nantinya mampu menjadi pelopor dalam sistem peringatan dini dilingkungannyadan untuk masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Jepara, Mustakim Umar menyampaikan bahwa Jepara memiliki 32 garis pantai, walaupun keadaan tersebut dikategorikan wilayah aman dan ramah, tentunya perlu disiapkan diwaspadai dengan menyiapkan kapasitas sumberdaya yang ada. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sesuai perkembangan zaman tentunya keadaan alam selalu berubah ubah sehingga perlu diantisipasi, karena bencana alam, baik gempa, longsor dan lainnya tidak lepas dari pola dan perilaku oleh manusia itu sendiri sehingga perlu menjaga lingkungan bersama agar selalu aman dan nyaman,” ujar Mustakim.

Deputi Program Manager Slogan-Steady LPBINU, Rurid Rudianto mengatakan bahwa dalam kegiatan ini LPBINU hanya sebagai mediator karena yang berperan penting adalah BPBD. 

Memasang alat peringatan dini harus menggunakan sistem yang familiar di masyarakat atau dikenali oleh masyarakat. Ada 4 (empat) hal pokok dalam membuat sistem peringatan dini, yaitu sumber informasi yang valid, pengambilan keputusan, cara penyebaran informasi, dan kemampuan response. 

Seluruh instansi terkait sampai masyarakat harus mengetahui dan siap ketika ada peringatan dini, sehingga jika terjadi suatu kedaruratan mampu melakukan tindakan secara mandiri seperti evakuasi mandiri, penyelamatan diri sehingga meminimalisir terjadinya korban.

Lebih lanjut Rurid Rudianto berharap, seluruh masyarakat desa/wilayah desa yang berada pada titik rawan bencana memiliki sistem peringatan dini sehingga mampu mengurangi dampak terjadinya kerusakan material sampai korban jiwa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PT Alfaria Sumber Trijaya (Alfamart) menyerahkan uang donasi pelanggan selama bulan September 2017 kepada NU Care-LAZISNU, Selasa (31/10). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Gedung PBNU Jakarta Pusat, disaksikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Kiai Said mengatakan, NU tidak antikonglomerat. 

“Kita senang (dengan adanya) konglomerat yang bisa menyejahterakan dan menyamaratakan (kesejahteraan) masyarakat,” kata Kiai Said.

Kiai Said mengapresiasi kerja sama yang dilakukan NU Care-LAZISNU dengan Alfamat yang berjalan sejak beberapa bulan ini. Ia menegaskan, bantuan melalui LAZISNU akan bermanfaat bagi kepentingan banyak umat. 

Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyampaikan  dana yang diserahkan pada hari ini adalah sebesar Rp820.280.968. Ia meminta dana tersebut dimanfaatkan semuanya oleh NU Care-LAZISNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, jika dimaksimalkan dalam pengenalan kepada setiap pelanggan, jumlah donasi bisa mencapai 2 miliar setiap bulan.

 

“Tetapi kasir Alfamart tidak menawarkan pelanggan supaya mendonasikan uang kembalian. Niat berdonasi hanya ditampilkan di layar yang dapat dipilih oleh pelanggan,” kata Solohin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, layar tersebut juga dipantau oleh CCTV sehingga setiap donatur yang menyalurkan sedekah akan terekam. 

“Ini bisa menjadi bukti kalau ada pihak yang meminta buktinya,” tambahnya.

Terkait dengan penyaluran melalui NU Care-LAZISNU, Solihin meminta uang sedekah titipan konsumen tersebut semuanya diserahkan kepada NU Care-LAZISNU.

“Ini akan bermanfaat  besar buat Alfamart, LAZISNU, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kerja sama dengan NU Care-LAZISNU membantu ketransparanan dan semakin mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU.

Solohin menyampaikan kerja sama pengumpulan donasi juga akan dilakukan selama November dan Desember 2017. Sebelumnya pada bulan Mei, telah dilakukan kerja sama serupa. Oleh karena itu, dalam tahun 2017, terdapat empat kali kerja sama penyaluran donasi pelanggan Alfamart melalui NU Care-LAZISNU.

“Ini sejarah, dalam satu tahun LAZISNU mendapat empat periode (bulan) penyaluran donasi pelanggan Alfamart,” tandasnya.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda beserta jajarannya; Waketum PBNU H Maksum Mahfoedz; Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra;  Ketua LP Maarif NU Arifin Junaidi; Ketua PBNU Syahrizal Syarif; Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PBNU  H Mardini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Internasional, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan banyaknya pernikahan usia dini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan anak-anak memiliki hak-hak yang masih perlu diperhatikan, meliputi kesehatan fisik, mental dan reproduksi.

Demikian disampaikannya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (28/4) lalu. Menurut Asrorun Niam, pernikahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan seksual, tetapi ada tanggung jawab di dalamnya. Untuk itulah diperlukan usia kecakapan menikah.?

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak didefinisikan sebagai seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.?

Walaupun ? pada Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur usia minimum anak perempuan untuk menikah ialah 16 tahun, karena masih di bawah 18 tahun, maka ia tetaplah anak yang harus dilindungi oleh keluarganya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu menurut Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan, ”Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak; menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak,” jelas mantan aktivis IPNU ini.

Pernikahan pada usia dini juga akan menyebabkan beberapa dampak, di antaranya dampak buruk pada kesehatan, terhentinya pendidikan, terbatasnya kesempatan ekonomi, terhambatnya perkembangan pribadi anak, tingginya angka perceraian. (Kendi Setiwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Santri, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Internasional, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock