Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Momentum tahun baru Islam 1438 hijriah bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Dua momentum bersejarah yang bersamaan ini sesungguhnya mempunyai pesan yang positif bagi bangsa Indonesia yang notabene mayoritas muslim. Pesannya adalah bahwa makna Pancasila bukan hanya sebagai minhajul fikr (cara berpikir) tapi? minhajul amal (cara bertindak).

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Ustadz Moch. Eksan saat merayakan tahun baru Islam 1438 Hijriah bersama santri dan warga NU sekitar di rumahnya, kompleks Pesantren Nuris 2, Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad malam (1/10).

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Menurut Ustadz? Eksan, dengan hadirnya tahun baru hijriah yang bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, maka seharusnya bangsa Indonesia terlecut untuk hijrah dari Pancasila sebagai kerangka berfikir menuju Pancasila sebagai landasan tingkah laku sehari-hari.

“Jadi saatnya sekarang kita membumikan Pancasila, diikhtiarkan dalam perbuatan nyata sehari-hari,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan bahwa peritiwa hijrah Nabi Muhammad SAW perlu dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan kenabian. Namun yang jauh lebih penting adalah bahwa peristiwa tersebut harus memberi semangat pada umat Islam untuk pindah dari perbuatan atau tingkah laku yang tak terpuji menuju perbuatan yang terpuji.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Intinya adalah menuju kehidupan yang lebih baik. Baik dari sisi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadian sosial. Sila-sila Pancasila sebenarnya sudah cukup mewakili nilai Islam, dan di situlah makna hijrah perlu direalisasikan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 21 Februari 2018

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberhasilan Persib Bandung merebut Piala Presiden membawa dampak positif terhadap tim-tim sepak bola di wilayah Jawa Barat. Terbukti, tiga tim ponpes dari Jabar berhasil lolos ke babak perempat final Liga Santri Nusantara (LSN) setalah menyingkirkan lawan-lawannya di lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis-Jumat (29-30/10). Mereka adalah PP Darunnajah Cikajang Garut, PP Alfiyah Purwakarta, dan Daarul Maarif Indramayu.

Tim PP Darunnajah Cikajang Garut unggul tipis 1-0 atas perwakilan Lombok, ? PP Bayyinul Ulum. Darul Maarif Indramayu berhasil mendepak Nurul Huda Lampung 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Sementara PP Alfiyah Purwakarta berhasil mengalahkan klub PP Al Mujaddadiyah dengan skor 2-1.

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Koordinator wilayah Jabar, Tabroni, mengaku bangga dan senang melihat capaian para wakil Jabar di ajang sepak bola khusus santri berusia di bawah 17 tahun tersebut. Dengan capaian ini, dia yakin wakil Jabar bisa melaju mulus sampai ke babak empat besar.?

"Tim-tim ini memang melakukan persiapan dengan matang. Mereka menggelar uji coba, menggelar latihan rutin di tengah kegiatan sekolah dan mengaji yang padat. mereka luar biasa," ucapnya.

Tabroni mengakui, target utama tim Jabar mengikuti LSN 2015 ini bukan sekedar empat besar, tapi juga untuk bisa menjadi juara. Bahkan, lanjut dia, bukan tak mungkin bisa tercipta All Jabar Final jika tim-tim Jabar konsisten menghadapi tipikal lawan yang berbeda-beda.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Husni Mubarak, panitia babak 16 besar LSN 2015 mengaku terkejut dengan performa tim-tim Jabar yang mampu tampil impresif dan menghasilkan prestasi untuk daerah mereka. Dia mengucapkan selamat karena menurutnya, tim-tim ini memang telah menunjukkan performa yang apik sepanjang penyisihan sampai akhirnya lolos ke Jakarta untuk babak 16 besar.

"Selamat kepada Jabar. semoga kualitas LSN bisa terus terjaga dan semakin seru di babak berikutnya," ucapnya.

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejumlah pihak berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh sehubungan menentukan nasib Indonesia 30 tahun mendatang, ujar Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Adnan Anwar.

?

"Masa depan Indonesia ada di NU. Yang ngomong bukan saya. Tapi sejumlah pejabat negara dan duta besar beberapa negara sahabat," ujar mantan wasekjen PBNU ini, Senin (27/3), pada peserta Susbanpim di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar.

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

?

Kalau NU-nya kuat, maka Indonesia kuat. Kalau NU-nya lemah, Indonesia lemah. Setiap ada masalah di Indonesia yang menjadi solusi selalu NU. Ia mencontohkan, dari beberapa pemberontakan, NU selalu berpartisipasi menjaga Indonesia. "Kalau tidak ada Banser, Indonesia menjadi negara komunis," kata dia lagi .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adnan menambahkan, kalau mau menghancurkan NKRI, hancurkan NU, hancurkan GP Ansor, dan hancurkan Banser.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan NU hari ini, faktanya diserang sejumlah pihak. Banser di-bully dengan berita hoax membubarkan pengajian. Faktanya tidak demikian. Tujuan mereka yang menyerang NU hingga Banser itu ingin menghancurkan NKRI yang dilahirkan ulama-ulama," katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sudah disepakati 1873 ulama di Aceh. Para orang alim di Serambi Mekah itu telah merumuskan Jumhuriyah Indonesia (Republik Indonesia) dan disebarkan hingga ke Papua untuk membangun cita-cita kesatuan tanah dan bangsa Indonesia.

"Kalau 30 tahun mendatang NU kuat dan masih mempunyai Banser-Banser yang sakti semacam sahabat-sahabat, NKRI masih kuat," ujar Adnan disambut gemuruh tepuk tangan antusias Banser dari Sulawesi, Kalimantan, Papua dan beberapa provinsi lain di Indonesia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Berita, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Masjid Agung Brebes yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Brebes mewakili Provinsi Jawa Tengah sebagai Masjid Agung Percontohan Nasional 2015. Keunggulan masjid agung ini antara lain masih mempertahankan bangunan kuno dan pelayanan umat 24 jam non stop.

“Alhamdulillah, keberadaan Masjid Agung Brebes mendapat apresiasi dari Tim Penilaian Provinsi menjadi juara 1 dan berhak maju ke tingkat Nasional,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Gozali di kantornya, Kamis (17/9).

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Masjid Agung Brebes, kata Imam, mendapat nilai 295 sehingga menjadi juara 1 dari 35 Masjid Agung se-Jawa Tengah. Juara 2 diraih Masjid Agung Purbalingga dengan nilai 245, dan juara 3 Masjid Agung Semarang dengan angka 197.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Imam, penilaian dilakukan tim provinsi Jateng yang bertujuan menilai model tipologi yang menjadi rujukan dalam pengelolaan masjid. “Penilaian dilakukan melalui beberapa tahap meliputi visitasi dokumen, visitasi dan wawancara lapangan,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lomba ini digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Saat ini, pengurus takmir masjid tengah mempersiapkan segala sesuatunya, dengan harapan bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Dengan penilaian ini, pelayanan umat diharapkan makin meningkat pula,” tegasnya.

Menurut Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi, Masjid Agung Brebes dibangun tahun 1836 pada zaman Bupati Raden Adipati Ariya Singasari Panatayuda I (Kiai Sura). Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Antara lain pada 1932, 1979 dan 2007.

“Bangunan asli masjid yang berarsitektur Jawa kuno, dengan kubah berbentuk limas, tetap dipertahankan hingga sekarang,” ujarnya.

Awalnya, masjid itu dibangun di atas tanah seluas 666 m2 dengan ditopang kayu jati pilihan dan fondasinya ditinggikan 1 meter. Tapi kini luasnya menjadi 2000 M2. Keaslian Masjid Agung terus dipertahankan terutama bangunan utama di bagian depan. Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya dan tidak boleh diutak-utik,” terangnya.

Dia mengungkapkan, mempertahankan bangunan lama diharapkan karomah dan kharismatik masjid itu masih tetap utuh. Terbukti, sampai sekarang masih banyak dikunjungi peziarah.

Masjid yang letaknya tidak jauh dari pendopo Kabupaten Brebes tepatnya di jalan Ustad Abbas Brebes terbuka penuh 24 jam. Hal tersebut dengan pertimbangan untuk memberi ruang ibadah seluas-luasnya pada masyarakat yang habis melaksanakan ziarah di sejumlah daerah di Jateng atau Jatim. “Sepulangnya dari sana, dan sebelum melanjutkan perjalanan kembali lebih dulu singgah di Masjid Agung, begitu pun sebaliknya,” paparnya.

Masjid berlantai dua ini dilengkapi dengan menara setinggi 33 meter. Kamar mandi dan wudlu lengkap untuk putra dan putri. Juga di sediakan kantor sekretariat. Masjid sengaja tidak berpintu gerbang, untuk memberikan keleluasaan para jamaah dan area parkir. Tersedia juga ruang perpustakaan untuk menambah khasanah keislaman masyarakat pembaca. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Blora, NUOnline. Warga NU Kelurahan Karangjati, Blora, Jawa Tengah, memperingati hari lahir NU yang ke-90 di halaman Masjid Alhuda Nglawiyan, Sabtu (30/1). Peringatan dirangkai dengan pelantikan sejumlah badan otonom (banom) NU yaitu Muslimat, IPNU, IPPNU dan Gerakan Pemuda Ansor. ?

Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Banom dilantik oleh masing-masing pengurus tingkat cabang. Mereka bersama-sama membaca ikrar pelantikan secara bergantian.

Rais Syuriyah NU Ranting Karangjati K Tasrifin Tanjung mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara pelantikan banom secara serentak. Hal ini dimaksudkan agar nantinya masing-masing banom bisa bekerja sama untuk saling bantu membantu dalam melaksanakan program di ranting. "Dengan kebersamaan, insya Allah program NU di Ranting Karangjati bisa berjalan baik," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, NU Ranting Kelurahan Karangjati juga sudah mengggelar pelantikan pengurus Fatayat NU. Hal ini dilakukan, karena pihak Fatayat minta agar pelantikan dilaksanakan terlebih dahulu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, saat ini Fatayat sudah mulai melaksanakan program-programnya. Seperti pengadaan seragam pengurus dan anggota, papanisasi dan pengajian rutin setiap selapan atau 36 hari sekali.

Dikatakan, acara pelantikan tersebut juga dirangkai dengan peringatan HUT NU yang ke-90. Karena itu, untuk memeriahkan acara tersebut pihaknya menampilkan Ikatan Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) Cabang Blora. Lantunan shalawat Albarzanji dikumandangkan oleh sekitar 70 anggota ISHARI.

"Setelah pelantikan, pihaknya akan terus mengawal agar program Banom bisa berjalan dengan baik," ungkap Kiai kelahiran Sulang, Kabupaten Rembang, dengan gayanya yang khas.

Acara dihadiri warga NU setempat, anggota Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, pengurus NU Ranting, MWC NU Blora, pengurus Cabang Blora dan Pengurus Wilayah IPPNU Jawa Tengah. Acara ditutup dengan makan nasi tumpeng dilanjutkan dengan nonton bareng film Sang Kiai. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuktikan keseriusannya dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini PMII ITS memfasilitasi pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi dosen, karyawan serta mahasiswa NU yang ada di ITS, PENS ataupun PPNS. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (12/02) dan bertempat di gedung MWCNU Sukolilo, Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak warga NU dari kalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa yang ada di ITS, PENS dan PPNS yang belum terdata. Sebagaimana yang disampaikan Ketua PMII ITS, Zidni Nafi Akbar, menurutnya kegiatan ini salah satunya untuk mendata mahasiswa maupun dosen NU di ITS, PENS ataupun PPNS.

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

“Banyak sekali mahasiswa dan dosen NU yang di kampus ITS, PENS dan PPNS, namun belum bisa terdata,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan lain diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi warga NU yang belum memiliki Kartanu. “Sebenarnya kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa dan dosen yang ada di sekitar ITS. Namun bila ada warga atau anggota PMII selain PMII Sepuluh Nopember dipersilakan untuk ikut,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan ini berawal dari kerja sama antara PMII ITS dengan PCNU Surabaya. “Berhubung PMII ITS bisa bekerja sama dengan PCNU Surabaya untuk mengadakan Kartanu, maka diselenggarakan kegiatan ini,” jelas mahasiswa asal Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pelaksanaannya, ternyata bukan hanya dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswa ITS, PENS dan PPNS saja yang hadir guna melakukan pembuatan Kartanu. Warga sekitar tiga kampus tersebut juga turut hadir untuk melakukan pendaftaran Kartanu, bahkan mahasiswa luar ITS juga ikut serta dalam kegiatan ini, seperti dari Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa), Universitas Sunan Giri (Unsuri),? Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair).

Banyaknya peserta dari luar area ITS dikarenakan informasi mengenai kegiatan ini menyebar di sosial media dengan cepat. Hal itu senada dengan apa yang diutarakan Ahmad, salah satu pendaftar Kartanu dari luar area ITS. Ia mengatakan, mengetahui adanya kegiatan ini dari sosial media. “Saya tahu info ini dari sosial media,” ujarnya.

Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ardy Maulidy Navastara ST MT. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan semacam ini. Tak hanya itu saja, ia mengharapkan agar seluruh MWC, khususnya yang ada di seluruh Surabaya untuk menjadi agenda rutin.

“Saya pikir ini seharusnya menjadi agenda rutin bagi para MWC yang ada di seluruh Surabaya untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya perlu adanya sosialisasi. Hal itu dikarenakan masih banyak mahasiswa dan dosen ITS yang belum mengetahui Kartanu. “Kalau bisa disediakan posko yang selalu siap melayani warga nahdliyyin yang ingin mendaftar Kartanu,” pungkasnya. (Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock