Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC GP Ansor Sumedang, Jawa Barat ikut serta melakukan evakuasi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumedang, Rabu (21/9) malam. Musibah Longsor terjadi di beberapa daerah seperti Pasir Ucing, Dusun Singkup, Dusun Ciherang, Dusun Anjung samping Hotel Anjung, dan menelan korban jiwa, 3 orang tewas di Dusun Cimareme Kelurahan Pasanggrahan, Sumedang.

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sementara itu, musibah banjir terjadi di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air 50 cm, Regol ketinggian air 160 cm, dan Pangjeleran dengan ketinggian air 70 cm.

Musibah tersebut menyebabkan kemacetan dibeberapa titik, diantaranya kemacetan di Pasir Ucing, Ciherang, dan Cadaspangeran. Sementara kerugian materi menurut BPBD Sumedang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Posko Relawan Bencana BAGANA yang disediakan yaitu di PCNU Sumedang, Dusun Singkup, Ciherang, dan posko tambahan di PAC GP Ansor Wado.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Banser Satkoryon Wado mengerahkan 12 pasukannya ikut membantu penyisiran korban di Hilir sungai Cimanuk, mengevakuasi korban jiwa yang terbawa arus banjir di Garut. Hal dijelaskan oleh Ahmad Habibadin Ketua PAC Wado saat dihubungi via telepon.

"Melihat kondisi tanah yang masih bergetar ditakutkan ada longsor susulan, dari tiap posko Banser secara bergiliran piket, termasuk semua Banser yang kemarin baru mengikuti Diklatsar,” tutur Hendra Hidayat, Sekretaris GP Ansor Sumedang.

Banser mendistribusikan sejumlah logistik dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana di dua titik pengungsian, di Singkup dan Tajimalela. “Mudah mudahan korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah longsor dan banjir ini,” tambahnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 23 Februari 2018

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

Hampir setiap malam kami mengadakan dakwah jika tidak ada sidang parlemen. Diam di Ibu Kota Jakarta dengan macam-macam tugas tanpa memiliki mobil memang susah juga. Harus mempunyai mobil walau tua sekalipun.

Suatu hari Idham Chalid datang ke parlemen dengan mobilnya merk “Human” berwarna hijau tua. Tentu saja mobil bekas. Ia membisikkan padaku bahwa ia membawa mobil, sambil menunjuk ke arah mobil kecil yang diparkir di bawah pohon beringin di depan gedung parlemen.

Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

“Dapat dari mana?” tanyaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ada kiriman uang dari Kalimantan. Saya beli mobil seharga Rp 18.000,” jawabnya.

“Kok mahal begitu?” tanggapanku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apa mahal! Lihat dulu barangnya. Mesinnnya masih tokcer,” jawabnya.

Kiai Ilyas keluar dari sidang parlemen dengan A Achsien. Aku beri tahukan kepadanya bahwa Idham Chalid membawa mobil “baru”. Ia kepingin juga mencoba hendak menebeng sampai ke rumahnya. A Achsien sudah mempunyai mobil sendiri.

Idham Chalid duduk di kursi kemudi. Ia hendak mengemudikan sendiri. Batinku bertanya, “Kapan belajar mengemudi?”

Karena percaya bahwa Idham Chalid sudah pandai mengemudi mobil, aku diam saja.

Mobil keluar dari halaman parlemen menuju arah jalan Pejambon. Jalannya mobil tidak lurus, tidak stabil. Pedal rem sering diinjak tiba-tiba, lalu tancap gas tak kepalang tanggung.

Kiai Ilyas melirik padaku. Dalam hatinya, barangkali mengatakan, “Kok begini nyetirnya?” Tapi aku tak membalas lirikannya. Aku cuma diam saja. Sejak tadi aku membaca-baca shalawat. Benar juga, nyaris menyenggol pengendara sepeda di dekat Stasiun Gambir. Kiai Ilyas teriak keras!

“Ya akhi, kalau ada orang jual rokok di depan itu, berhenti!” seru Kiai Ilyas ditujukan kepada Idham Chalid.

Di depan penjual rokok, Idham Chalid menghentikan mobilnya. Agak keterusan. Kiai Ilyas turun dari mobil. Aku kira ia akan membeli rokok, kiranya ia terus berjalan di atas trotoar.

“Mengapa? Hayo naiklah!” ajakku kepadanya.

“Terima Kasih! Jalan kaki lebih aman ...!” sambil mempercepat jalannya menuju arah prapatan.

“Penakut!” teriak Idham Chalid.

Aku pindah tempat di sampingnya. Mesin lalu dihidupkan. Mobil mulai jalan lagi. Sepanjang jalan aku biarkan ia mengemudikan mobilnya sekehendak hatinyalah. Aku diam saja, memperbanyak membaca shalawat.

Alhamdulillah, Tuhan Maha Besar! Akhirnya, sampai juga ke tempat tujuan dengan selamat, walaupun tidak begitu sehat.? Kepalaku pening!? (KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-Orang Pesantren)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Nasional, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 22 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok

Depok, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sosok KH Hasyim Muzadi meninggalkan kesan mendalam bagi Dewi, Rumiyati, dan Khadijah. Ketiga perempuan yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren Al Hikam Depok itu masing-masing membagikan kesan mereka kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (26/3).

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok

Bagi Khadijah, yang paling mengesankan dari sosok KH Hasyim Muzadi adalah karena seringnya almarhum memberikan solusi atas persoalan jamaah dan warga melalui ceramah-ceramahnya. "Ceramahnya bikin hati adem," ungkap perempuan 56 tahun yang datang melayat bakda dzuhur hari ini.

Adapun menurut Rumyati, KH Hasyim Muzadi adalah sosok yang ramah kepada semua orang dan dekat dengan anak-anak. "Makanya anak saya juga ikut ngaji di sini (Al-Hikam). Setiap hari ngajinya di sini," tutur Rumyati.

Ada nasihat yang selalu diingat oleh Rumyati. Pesan itu adalah bahwa menuntut ilmu agama jangan berhenti walaupun usia sudah tua. "Kalau mengaji, walaupun sudah dewasa jangan dilupakan. Itu yang paling saya ingat," cerita Rumyati.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Dewi, sosok almarhum dinilai sebagai orang yang baik dan penyantun. "Kiai, terutama kalau lebaran, sering membagikan sembako bagi warga sekitar yang memerlukan," kata perempuan yang sering ikut salat dan mengaji di Masjid Al Hikam.

Bukan hanya ketiga perempuan warga sekitar Al Hikam yang terkesan dengan almarhum. Banyak tokoh dan masyarakat yang juga amat kehilangan. Hingga berita ini ditulis para pelayat terus berdatangan ke Pondok Pesantren Al Hikam Depok. Sementara langit Depok juga terlihat mendung. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Pesantren, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan

Bangkalan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Memasuki hari kedua kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan, peserta yang terdiri dari para santri dan pelajar, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Karang Taruna, dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) melakukan bakti sosial di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (31/10).

"Ini adalah upaya untuk mengajak anak-anak muda ini mengasah kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar, menguatkan sikap peduli dan menumbuhkan semangat berbagi dalam diri mereka. Nilai-nilai inilah yang dulu juga dijunjung tinggi para pahlawan Indonesia yang patut diteladani," kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras. 

Untuk sampai dilokasi bakti sosial, para peserta menggunakan LCU (Landing Craft Utility) atau kapal kecil yang adalah bagian dari kapal besar, berkemampuan sebagai alat angkut personil, kendaraan tempur dan material. Kapal kecil ini berkapasitas 150 orang. 

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan

Secara bertahap mereka diangkut menggunakan LCU dengan jarak tempuh 15 menit untuk sampai di Pelabuhan Kamal. Selanjutnya dengan menggunakan kendaraan TNI Angkatan Laut, peserta bergerak menuju Pendopo Kecamatan Kamal. 

Bantuan yang diberikan berupa 20 kursi roda, sembilan kaki palsu, satu tangan palsu, 200 kacamata baca, 1.000 sandang dan biskuit, 500 paket sembako, dan 200 perlengkapan sekolah. 

Usai baksos, peserta mengunjungi Monumen Jalesveva Jayamahe dan KRI Dewa Ruci. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti diberitakan sebelumnya,  sebanyak 400 pelajar SMA dan sederajat serta para santri berbagai pondok pesantren di Jawa Timur diajak untuk berlayar melintasi Perairan Suramadu (Surabaya-Madura). 

Perjalanan dilakukan sejak Senin (30/10) hingga Rabu (1/11) dengan menempuh rute Tanjung Perak--Pelabuhan Kamal Madura--Bhakti Sosial di Bangkalan--Tanjung Perak.  

"Mengajak generasi milenial untuk tetap tersambung dengan para pahlawan bangsa memerlukan strategi jitu. Maka untuk memberikan wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan, tidak cukup melalui seminar atau dialog. Berikan mereka pengalaman baru dan berbeda. Biarkan mereka meresapi makna mendalam Hari Pahlawan dengan cara kekinian," kata Dirjen.  

Salah satu upanyanya, lanjut Hartono, adalah kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan yang baru tahun ini diselenggarakan. Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan TNI AL ini, Surabaya dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan karena Surabaya merupakan Kota Pahlawan tempat di mana pertempuran 10 November terjadi. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Penting bagi generasi milenial di zaman now memiliki kecintaan tanah air, memiliki etos bekerja sungguh-sungguh dan kerelaan untuk berkorban. Seperti yang telah dilakukan pada para pahlawan," ujar Hartono kepada peserta mengawali kegiatan di atas geladak kapal.

Selama perjalanan, peserta mendapatkan berbagai pengetahuan seperti wawasan kebangsaan, bela negara, sejarah KRI dr. Soeharso 990 dan renungan kebangsaan. 

Sementara itu Komandan KRI dr. Soeharso 990 Letkol Laut Alfred mengungkapkan kegiatan semacam ini perlu dilakukan sesering mungkin. 

"Ini adalah upaya mempertebal nasionalisme. Generasi muda adalah ujung tombak. Mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan. Saya sepakat acara semacam ini terus dilaksanakan dan bisa menjangkau lebih banyak anak-anak muda," katanya. 

Pada hari terakhir, kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan akan ditutup oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di atas kapal, Rabu pagi (1/11), ditandai dengan penyematan tanda penghargaan kepada peserta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock