Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Jelang bergulirnya Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di Region Jateng II (Soloraya dan Kedu), panitia pelaksana ? gencar mengadakan sosialiasasi dan promosi dengan menggandeng sejumlah media massa. Salah satunya dilakukan dengan mengisi salah satu program di RRI Solo, Sabtu (26/8).

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Melalui siaran radio tersebut, dihadiri perwakilan dari panitia LSN 2017 di Region Jateng II yakni Koordinator ? Ali Sutopo dan Ketua Panpel Anis Mudzakir.

Dijelaskan Anis, siaran di RRI ini menjadi bagian dari roadshow untuk mengenalkan kegiatan Liga Santri Nusantara ke masyarakat secara luas.

“Harapannya agar semarak dan gaung LSN 2017 bisa lebih luas sampai ke masyarakat, sehingga mereka berduyun-duyun ke stadion untuk menyaksikan laga sepakbola para santri,” papar dia.

Lebih lanjut dikatakan Anis, pihaknya juga melibatkan bantuan dari media lokal dan nasional untuk membantu menyiarkan hasil pertandingan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Masyarakat yang tidak bisa menyaksikan langsung, dapat mengikuti perkembangan LSN Region Jateng II dari media cetak maupun media daring,” jelasnya.

Pertandingan perdana LSN 2017 di Region Jateng II ini, rencananya bakal dihelat, Kamis (7/9) mendatang, di Stadion Kotta Barat Solo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Maret 2018

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Pertandingan, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 26 Februari 2018

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Madrasah dahulu dianggap sebagai pendidikan kelas dua, tetapi pandangan tersebut kini pelan-pelan mulai berubah. Untuk bisa masuk madrasah unggulan, calon siswa harus bersaing ketat. Menjadi siswa madrasah kini membanggakan, selain prestasi akademik, mereka juga memiliki karakter yang kuat. Berbagai kompetisi juga menunjukkan, siswa madrasah ternyata hebat-hebat.

Untuk meningkatkan kualitas madrasah, kini Direktorat Madrasah di Kementerian Agama RI mendesain sejumlah kompetisi yang bisa menjadi ajang bagi para siswa madrasah untuk menguji kemampuannya dalam persaingan dengan madrasah lain dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat nasional.

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menuturkan, Direktorat Madrasah memiliki ajang kompetisi berupa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan setiap tahun dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menjelaskan, awalnya siswa madrasah bisa berkompetisi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), tetapi sering mengalami hambatan, baik by design atau karena kecelakaan. Terakhir kasus di Jawa Tengah ketika siswa madrasah, meskipun juara di tingkat kabupaten tidak diizinkan mengikuti level yang lebih tinggi gara-gara alasan juknis. Kasus ini kemudian ramai di media. Akhirnya dibolehkan ikut seleksi di level lebih tinggi. Pejabat dinas setempat seringkali menganggap siswa madrasah diurusi Kemenag yang kebijakannya tersentralisasi, sedangkan dinas pendidikan sudah terdesentralisasi sehingga mengikuti otonomi daerah. Hal ini akhirnya membuat Direktorat Madrasah memutuskan membuat ajang kompetisi sendiri. 

Ternyata kompetisi yang mulai digelar tahun 2013 ini mendapat respon luar biasa. “Dan yang membuat saya trenyuh, anak madrasah dari seluruh negeri kumpul. Bukan semata-mata hanya bertanding merebut gelar juara. Mereka bisa mempromosikan budaya mereka, yang dari Papua dan dari daerah lain,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keberadaan kompetisi ini membuat madrasah swasta, yang dulu hampir tidak mungkin ikut OSN, kini kembali bersemangat. Ia mengamati, dari perolehan medali di Malang tahun 2013 lalu, yang mendominasi adalah Jawa Timur dan Jawa, sesuatu yang wajar karena 60 persen madrasah ada di Jawa. Tetapi dalam KSM di Makassar (2014) dan di Palembang (2015) yang menjadi juara sudah mulai menyebar.

“Mereka tidak mungkin tanpa persiapan. Madrasah swasta dengan dana seadanya, ada yang menggunakan dan BOS, ada yang menggunakan iuran, mereka betul-betul menyiapkan diri agar lolos di kabupaten kota, lolos di propinsi dan kemudian mewakili propinsinya,” paparnya. 

Nur Kholis menambahkan, prestasi siswa madrasah bahkan unggul dan mendominasi dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja I(LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2015, suatu fenomena mengejutkan yang tak diduga sebelumnya. 

Ia sebenarnya tak heran atas prestasi siswa madrasah ini karena sebelumnya pada 2013, sudah dilaunching Program Madrasah Riset Nasional di Lombok. 

“Dampaknya, ada geliat untuk melakukan riset,” tandasnya.

Untuk mendorong tradisi  riset, Direktorat Madrasah juga mempromosikan kesuksesan sekolah yang berhasil melakukan riset seperti MTsN 2 Kediri yang memiliki 8 hasil riset yang dipatenkan sama Kementerian Hukum dan HAM. Tentu menjadi sebuah kebanggaan, siswa tsanawiyah sudah mampu melakukan riset yang hasilnya dipatenkan.

Ia lalu mengajak kepala sekolah yang berhasil itu untuk menyampaikan kisah suksesnya ke sekolah lain. Hal ini merupakan apresiasi bagi kepala sekolah dan timnya, sekaligus mendorong sekolah lain untuk ikut berprestasi karena mereka akan tertantang untuk bisa meraih kesuksesan yang sama. Ini berbeda jika yang menjadi narasumber dari LIPI atau perguruan tinggi.

Upaya lain yang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan siswa madrasah adalah pemberian beasiswa S1 ke Jepang. Saat ini ada 20 orang alumni Insan Cendikia Serpong yang mendapat beasiswa studi ke Jepang, sementara Kemenag hanya menanggung biaya hidupnya saja.

“Engatase, anak alumni madrasah. Mungkin kalau 10 tahun yang lalu tidak mungkin. Kemudian bisa S1, gratis di Jepang. Lha yang kayak gini harus saya tonjolkan,” tandasnya. 

Yang menjadi harapannya saat ini adalah peningkatan apresiasi negara terhadap guru-guru madrasah yang berprestasi. Mereka sudah membaktikan hidupnya untuk dunia pendidikan dan jika ada apresiasi, semakin banyak orang yang memiliki semangat untuk mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 10 Februari 2018

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan pelajar dan santri Majalengka mendukung eksekusi mati terpidana narkoba Bali Nine segera dilakukan. Dukungan digelar dalam bentuk aksi tanda tangan petisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo oleh pelajar dan santri Al-Mizan Ciborelang dalam acara karnaval yang bertajuk “Perdamaian untuk Bangsa” di Alun-alun Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (07/03).

Menurut Kordinator acara, Ade Duryawan, aksi ini adalah salah satu wujud kepedulian terhadap generasi bangsa yang? saat ini terancam masa depannya oleh Narkoba. “Saat ini ada sekitar 4,1 juta lebih pengguna narkoba di Indonesia. Kami mendukung eksekusi mati, sebab narkoba betul-betul telah menghancurkan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Ade di sela-sela acara.

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

KH Maman Imanulhaq, anggota DPR RI, yang turut menginisiasi kegiatan menegaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu , menurut Maman, selain tindakan tegas bagi bandar dan pengedar, hal penting lainnya adalah upaya pencegahan yang dilakukan secara masif oleh berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maman menyebutkan, sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman akan bahaya narkoba, termasuk lewat pendidikan di sekolah dan rumah. Ia yakin kedua tempat ini bisa menjadi benteng yang kuat bagi pencegahan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Anak-anak kita mesti dijaga baik-baik, karena mereka itu aset bangsa. Jangan sampai bangsa ini hancur gara-gara generasi penerusnya pecandu narkoba,” jelas anggota DPR RI Komisi VIII itu.

Iring-iringan karnaval yang melibatkan 41 SD/MI se-Majalengka tersebut tampak mengular sejauh 1 kilometer dan sempat memacetkan arus lalu lintas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pawai yang bertolak dari alun-alun Kecamatan Jatiwangi? dan berakhir di kompleks Pesantren Al-Mizan.

Sambil membawa berbagai macam poster dan mengenakan beragam atribut, sepanjang jalan peserta pawai meneriakkan yel-yel antinarkoba, antikorupsi, anti-free sex, antikekerasan anak, serta yel-yel dukungan mereka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Karnaval merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Al-Mizan ke-14 yang rutin digelar oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka. Selain karnaval, dalam rangka memeriahkan festival itu digelar juga kegiatan lain yang melibatkan partisipasi anak-anak, antara lain pameran pendidikan dan kreativitas anak, pagelaran seni budaya lokal, dan kompetisi futsal dan bola volley antar SD/MI se Majalengka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU

Kota Langsa, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII sahabat Aminuddin Maruf mengatakan di hadapan para kader PMII akan pentingnya menjaga sekaligus istiqamah dalam ber-NU dan ber-PMII. Hal itu ia sampaikan dalam acara Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) selama empat hari yang bertempat di Dayah Seuramo Mekah Kota Langsa, Aceh.

"Jika PMII di Aceh ini kuat maka NU pun akan berdaya. Jika NU dan anak-anaknya berdaya di Aceh maka keutuhan juga akan semakin tumbuh," tuturnya.

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU

Amin juga mengajak kepada setiap kader agar tetap konsisten dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu sosial yang dapat memecah belah nasionalisme mereka sebagai mahasiswa yang berideologi Aswaja dan Pancasila.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kader PMII juga perlu memberikan pencerahan sekaligus advokasi untuk terus mendorong terciptanya keadilan sebagai mana yang dicontohkan pendahulu-pendahulu kita, baik di NU maupun di PMII," pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pelatihan tersebut berlangsung 23-26 Februari 2017. Peserta yang andil dalam PKL kali ini merupakan perwakilan dari masing-masing cabang PMII se-Aceh, antara lain Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Kota Langsa.

Selain Ketua Umum PB PMII, hadir pula dalam acara pembukaan Kamis itu Bendahara Umum PB PMII Ridwan Hasibuan, perwakilan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Langsa, dan segenap jajaran pengurus Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) di Aceh.

Pelatihan Kader Lanjutan ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimana kebiasaan masyarakat Aceh yang merayakan acara tahunan itu selama tiga bulan. (Fauzi E/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelantun tembang-tembang shawalat dan religi Islami, Haddad Alwi menceritakan kesannya tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Dur adalah seorang tokoh yang luar biasa. Orang yang tidak memahaminya bisa salah mengerti sampai mencaci maki. Tapi kalau yang memahami Gus Dur, bisa sangat mengagumi,” kata dia kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/12) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Haddad yang hari itu datang membawakan shalawat di acara Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, pun menceritakan pengalaman membawakan shalawat di dekat Gus Dur.

“Pertama saat Gus Dur masih sehat. Di satu acara di Kalibata, saya membawakan shalawat. Sambil duduk di kursi, Gus Dur menceritakan lirik-lirik yang saya bawakan,” sambung penyanyi yang kerap disapa ustad ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haddad Alwi menyebutkan kala itu lirik yang dia bawakan adalah Shalawat Badar dan Al I’tiraf.

Pengalaman kedua, sambung Haddad Alwi, saat berlangsung sebuah acara besar di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu Gus Dur sedang sakit. Saya masuk menemui Gus Dur di ruangannya. Saya bawakan shalawat yang sangat lembut, kisah tentang Rasulullah. Sambil berbaring, Gus Dur mendengarkan sampai habis (selesai),” cerita dia.

Gus Dur juga meminta Haddad Alwi membawakan shalawat tersebut saat tampil di atas panggung. (Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor

Jombang,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulma (MWCNU) Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah melakukan pembangunan kantor mulai Sabtu (9/1).

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor

Pembangunan ini merupakan hasil rapat koordinasi antara MWCNU tersebut dengan Ranting NU dengan DPAC dan DPRt Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ploso. Rapat tersebut terkait teknis dan dana pembangunan kantor tersebut pada Jumat (8/1) di kediaman Erna Kuswati, Ketua DPAC PKB Ploso.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Ploso Nur Hidayat menjelaskan bahwa dana pembangunan kantor bersumber bantuan dari Provinsi Jawa Timur atas inisiator Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar sebesar Rp 250 juta. Hal itu melengkapi bantuan tahun lalu sebesar Rp 200 juta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dari total kebutuhan masih ada kekurangan sebesar Rp 200 juta. Saya berharap gerakan iuran dengan kupon baik dilakukan oleh Ranting NU dan DPRt PKB bisa berjalan lancar," kata Hidayat kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Ahad (10/1).

Sementara, Syuriah MWC NU Ploso H Mahmudi, saat dihubungi, mengaku bahwa peran PKB dalam proses pembangunan Kantor MWCNU Ploso sangat besar, khususnya dari sisi pendanaan. “Kalau selama ini PKB karena kewajibannya membantu NU maka jika nanti dibutuhkan kita tidak perlu diminta oleh PKB,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada waktu yang berbeda, Ketua LPNU Jombang M Muchlis Irawan saat dikonfirmasi menghimbau agar setiap lembaga NU di Jombang, termasuk MWCNU Ploso yang sedang dibangun hendaknya juga bergabung dalam BHPNU supaya berbadan hukum.

“Aspek strategis dari penggabungan tersebut untuk memperkuat perjuangan Islam Aswaja an Nahdliyah. Sedangkan aspek administratifnya adalah untuk memenuhi persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock