Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Di tengah tengah hiruk pikuk suara kendaraan sepanjang Jl. Ahmad. Yani-Wonokromo, Surabaya kader IPNU, menggelar latihan kader utama (Lakut) di Aula Gedung Pimpinan Cabang Muslimat Kota Surabaya.

Lakut diikuti 35 peserta perwakilan Pimpinan Anak Cabang serta berbagai Sekolah dan Perguruan Tinggi Kota Surabaya tersebut berlangsung lima hari empat malam ini, dari 28 Mei sampai 1 Juni, akhir pekan lalu.

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan

Lakut bertema “Membumikan Nilai-nilai Karakteristik Islam Indonesia serta Membumikan Kesadaran Kritis Kaum Muda NU“ dibuka Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Saiful Halim. Berbagai materi diajarkan narasumber seperti ke-NU an, ke-ASWAJA an, ideologi global, study gender, networking dan lobbying, geopolitik dan ke-IPNU-an.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Turut hadir, sekaligus sebagai pemateri dalam acara ini, diantaranya KH. Abdurrahman Navis, KH. Salahuddin Azmy atau yang akrab disapa Gus Udin (cucu Kiyai Ridlwan Abdullah), Rekan Khaerul Anam (Ketua Umum PP IPNU), M. Mustafied (mantan Ketua PP IPNU dan Ketua PB PMII), Muhammad Dawud (Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana NU).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

M. Mundir, selaku ketua IPNU Kota Surabaya berharap Lakut ini menjadi bekal bagi para peserta untuk bisa memberikan pengaruh positif dilingkungannya masing-masing sebagai wujud pengabdian terhadap IPNU dan NU.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturrahim bagi para alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya. Para alumni banyak yang datang, seperti H. Farid Afif, Abdul Kholil dan lain-lain. Demikian kata Badruz, salah satu panitia.

Gus Udin mengatakan, IPNU harus benar-benar jadi kader yang militan, demikian juga dengan pengurus, harus  benar-benar ngopeni serta mengawal pengkaderan ini sampai tuntas.

Karena, kata dia, tidak sedikit pula kader IPNU ataupun IPPNU yang sekarang jadi mantan karena sudah beralih ke organisasi lain. “Mereka sangat licik dan memberikan iming-iming fasilitas ke kita,” kata Gus Udin saat memberikan materi ke-NU an.

Ia mengimbau, sudah saatnya para kader muda NU meneruskan perjuangan para sesepuh dalam memperjuangkan dan mengamankan organisasi yang berlambang bola dunia dengan diikat tali tampar yang melambangkan persatuan ini. (Alfian/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 05 Februari 2018

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai

Wonosobo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) kabupaten Wonosobo, bergerak untuk melakukan bersih-bersih sungai Serayu, desa Kejiwan, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11). Kerusakan lingkungan yang semakin parah mendorong 25 anggota CBP-KPP turun ke sungai.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan anggota agar lebih cinta terhadap keindahan alam. Anggota kita kenalkan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,” ungkap Komandan CBP Wonosobo Hakim Asnawi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Senin (11/11).

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai

Bersih-bersih ini, lanjut Hakim, sekaligus untuk kampanye dan sosialisasi di masyarakat untuk menjaga dan saling melestarikan lingkungan. Karena ketika ? lingkungan dijaga, maka lingkungan itu pula akan bisa dimanfaatkan. Namun sebaliknya, ketika kita tidak peduli terhadap lingkungan maka lingkungan juga tidak bersahabat dengan kita.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita sebagai kader muda untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan,” tegas Hakim.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Wonosobo Ahmad Haryanto mengapresiasi kegiatan bersih-bersih sungai. Kegiatan itu perlu dilanjutkan secara bertahap kepada tingkat kecintaan alam dan menjaga lingkungan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Saya sangat senang sekali melihat kader-kader IPNU IPPNU peduli terhadap lingkungan,” ujar Haryanto.

Kegiatan ini diharapkan mampu menarik warga untuk peduli lingkungan dan bisa selalu eksis dalam menjaga lingkungan hidup. (Fathul Jamil/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, PonPes, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Haizul Maali mengungkapkan pandangannya terkait kemerosotan moral remaja dan perkembangan radikalisme saat ini.

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Menurutnya, keimanan orang-orang Islam saat ini menurun, kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW dan agama pun ikut menurun. "Memang hal tersebut telah diterangkan di dalam Al-Qur’an, ‘Hai anak Adam kami telah menurunkan kepadamu busana untuk menutup kemaluanmu (kesusahanmu) dan yang bisa untuk jabatanmu,’" kutipnya, Kamis (25/2/2016).

Dia menambahkan bahwa kemauan pemuda sekarang condong untuk jabatan semata, kurang mempedulikan ketakwaannya. Padahal, bagi Kiai Haizul, pakaian paling bagus adalah ketakwaan, yaitu berupa agama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan yang menjadi ironis lagi, para orang tua juga mengikuti kehendak mereka," jelas Pengasuh Madrasah Banat Salafiyah Al-Maarif Desa Sidorejo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lebih lanjut Kiai Haizul Maali mengungkapkan bahwa sekarang banyak yang salah paham dan paham salah. "Yang salah paham itu tidak sengaja, dan yang paham salah itu sengaja. Ini yang perlu kita kritisi dan kita benahi," terangnya saat ditemui kontributor Internet Marketer Nahdlatul Ulama di rumahnya di Rembang.

"Saat ini Allah telah mencoba kita, sampai berapa orang sepuh menahan kesepuhannya, dan sampai mana remaja bisa meninggalkan kegilaannya. Ada peribahasa pemuda gila, itu peribahasa zaman kuno dan terbukti sekarang," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 29 Januari 2018

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dana desa (DD) senilai satu miliar rupiah pertahunnya dari program pemerintah yang dikomandoi Kementerian Desa PDTT turut membantu mewujudkan problem di desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuwu di Desa Ini Manfaatkan Dana Desa untuk Program Strategis

Desa terluas dari 22 desa di Kecamatan Losari ini memberdayakan dana desa untuk program-program strategis di antaranya untuk normalisasi sungai, pembangunan saluran air, serta pengecoran dan pengaspalan jalan desa.

“Saya berusaha menyediakan jalan untuk pemberdayaan ekonomi warga lewat program pembangunan infrastruktur,” ujar Kepala Desa (Kuwu) Prapag Kidul Ella Sugiarto, Selasa (27/6) saat Internet Marketer Nahdlatul Ulama berkunjung ke kediamannya.

Ella menilai, desa yang dipimpinnya saat ini selain mempunyai potensi ekonomi di bidang kelautan, juga mempunyai sungai yang lebar dan cukup strategis untuk kebutuhan pengairan para petani.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Desa ini terletak tepat di pantai utara Laut Jawa. Namun sebagian warga juga memanfaatkan lahan untuk pertanian. Sehingga daerah ini satu-satunya desa yang warganya mempunyai dua mata pencarian, petani dan nelayan di Kecamatan Losari.

“Saya menyusun program berdasarkan problem yang saat ini mendera warga. Jalan desa saya rapikan semua, termasuk sungai, setelah dikeruk ke depan dinormalisasi,” jelas Kades yang masih cukup muda ini.

Menurut pria bergelar sarjana ekonomi ini, pelaksanaan program dari dana desa membantu dalam pencairan dana desa tahap selanjutnya. Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat desa agar pemberdayaan ini setiap tahunnya dapat menyejahterakan warga.

Program pembangunan saluran ini disambut baik oleh warga desa karena mereka selama ini hanya mengandalkan musim penghujan (sawah tadah hujan) untuk memulai aktivitas bertani.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Program ini memastikan petani di desa yang terletak 2,7 kilometer dari bibir pantai Laut Jawa ini dapat bertani sepanjang musim. Begitu juga program perapian infrastruktur jalan yang sangat membantu nelayan dalam distribusi pemasaran hasil laut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Pesantren, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

Serang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang NU Kota Serang, Banten menggelar dialog kebangsaan di aula Pondok Pesantren Salafi Al-Fathaniyah Komplek Tembong Cipocok Jaya, Serang, Banten, pada Ahad pagi, (16/12).

?

Menurut pembawa acara dialog tersebut, Tubagus Qurtubi, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Shalawat Badar oleh Ustad Jamalulail dari MWC NU Kasemen. Kemudian menyanyikan Indonesia Raya dengan dirigen Li Nasiha dari IPPNU Kota Serang.

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

?

Kemudian sambutan Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Sarkowi. Ia berkata, melalui acara ini diharapkan semua warga Nahdliyin dan masyarakat umum bisa menyerap manfaat dari kegiatan NU Kota Serang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Dialog dimoderatori Rangga Galura menghadirkan narasumber dari PBNU yaitu Wakil Ketua Umum, H As’ad Said Ali. Narasumber lain yaitu Pembina Majelis Pesentren Salafy Banten KH Obing Surohman, dan Rais Syuriyah NU Kota Serang KH Ariman Anwar.

Dialog tersebut dihadiri banom, lajnah dan lembaga NU Serang, di antaranya JQH, RMI, IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor. Juga para alim ulama dan pengasuh pesantren NU se-Kota Serang.? ? Selain itu, menurut Tubagus Qurtubi, hadir pula waga NU dari Kasemen 50 orang, Taktakan 40 orang, Curug 30 oran, Walantaka 20 orang, Cipocokjaya 30 orang, dan Serang 15 orang.?

Redaktur: Mukafi Niam

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Geliat Islam Periode Wali Songo

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peran Wali Songo di Indonesia (baca: Nusantara) dalam mendakwahkan Islam menjadi objek riset yang menarik. Jika dilacak, Sunan Ampel sekeluarga datang ke Nusantara pada 1440-an atau tujuh tahun setelah akhir kedatangan Laksamana Muhammad Cheng Ho pada 1433. Praktis, diasumsikan Sunan Ampel sejak awal sudah berdakwah.

“Tapi belum terlalu kuat dan luas dakwahnya. Saya menghitung kira-kira dakwah Islam terorganisasi yang disebut Wali Songo terbentuk sekitar tahun 1470-an, yaitu 30 tahun setelah kedatangan Sunan Ampel di Jawa. Saat itu putra-putranya, antara lain, Sunan Bonang dan para santrinya dewasa,” tutur KH Agus Sunyoto di hadapan para dosen Pascasarjana STAINU Jakarta, Selasa.

Sejarawan NU ini didaulat mempresentasikan risetnya pada rapat kurikulum Islam Nusantara yang menghadirkan para dosen dan pemangku kebijakan Pascasarjana STAINU Jakarta. Rapat yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tersebut digelar di ruang media center lantai 5 gedung PBNU.

Geliat Islam Periode Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Islam Periode Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Islam Periode Wali Songo

“Kalau kita mulai tahun 1470 dimulai dakwah sistematis Wali Songo, maka kita akan melihat hasil dari dakwah itu. Tahun 1513, atau 40-50 tahun setelah dakwah Wali Songo, seorang berkebangsaan Portugis datang ke Jawa. Dia mencatat seluruh Pantai Utara Jawa dikuasai para adipati beragama Islam. Bahkan, di Demak saat itu merupakan pusat Islam,” ungkap Agus Sunyoto.

Rupanya, lanjut Agus, tahun 1513 Raden Patah sudah meninggal. Karena para peneliti itu menyebut di situ rajanya Raja Patiunus, anaknya Raden Patah. Lalu, pada 1522 seorang berkebangsaan Italia, Antonio Gutapeta, datang juga ke Jawa. Dia mencatat bahwa seluruh Jawa muslim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Artinya, kalau kita melihat, dakwah Wali Songo dari tahun 1470 sampai 1513 (40 tahunan), bagaimana bisa mengislamkan seluruh tahah Jawa. Itu yang sampai sekarang jadi misteri bagi para sejarawan, termasuk satu peneliti yang menyatakan bahwa dakwah Islam di Jawa itu paling tidak jelas. Kenapa? Karena nggak masuk akal,” ujar Agus Sunyoto disambut senyum simpul para dosen.

Dalam tempo begitu singkat, tambah Agus, Wali Songo mampu mengubah masyarakat dari tidak Islam menjadi pemeluk Islam. Gerakan dakwah apakah yang dilakukan. “Kita kesampingkan aja bagaimana pola dan sistem dakwahnya. Yang jelas, kita menemukan satu fakta bahwa gerakan para wali dalam proses islamisasi ternyata melahirkan satu produk pengetahuan baru. Ini merupakan kelanjutan dari Majapahit,” tuturnya.

Wakil Ketua Lesbumi ini menilai, sebelum dakwah para wali secara terorganisasi Islam tidak bisa dianut masyarakat pribumi karena sejak awal orang-orang di Nusantara tergolong masyarakat yang sudah tinggi ilmu pengetahuan dan teknologinya.

“Kita ambil contoh aja, abad pertama masehi, orang Nusantara sudah mengenal kalender. Kalender Jawa itu sekarang usianya 1948 M. Sementara, kalender hijriyah baru 1436 H. Ada selisih 500 tahun. Memang, teknologinya sudah maju,” cetusnya.

Ketika terjadi islamisasi, lanjut Agus, justru pada saat pengetahuan yang dikembangkan kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit jatuh akibat perang berkepanjangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Di situlah generasi Islam era Wali Songo membangun peradaban termasuk ilmu-ilmu pengetahuan baru,” tegasnya.

Manunggaling Kawulo-Gusti. Lebih lanjut Agus Sunyoto memberi contoh misalnya dalam Sosiologi. Masyarakat Majapahit saat itu hanya mengenal dua jenis komunitas yang ada di wilayah. Pertama, golongan Gusti, yaitu masyarakat yang tinggal di keraton. Mayoritas beragama Hindu. Sementara di Sriwijaya beragama Budha.

Kedua, masyarakat di luar keraton yang disebut kawulo, artinya budak. Mayoritas dari mereka beragama Kapitayan, bukan Hindu bukan pula Budha. Kapitayan itu agama Nusantara yang oleh orang Belanda disebut sebagai agama Animisme-Dinamisme.

“Jadi, mereka tidak mengenal dewa-dewi. Sebaliknya, mereka hanya mengenal persembahan ke punden-punden dan pemujaan kepada leluhur. Mereka menjadikan cungkup sebagai tempat ziarah. Ini bedanya dengan Hindu dan Budha. Nah, ziarah itu akar asli Nusantara,” papar Agus.

Pada era Wali Songo, kata Agus, muncul fenomena baru terutama ajaran Syekh Siti Jenar, yakni Manunggaling Kawulo-Gusti. Antara golongan gusti dan kawulo sebenarnya satu. Melalui dukuh-dukuh yang masuk kawasan Lemah Abang dibentuk sebuah komunitas baru bukan lagi bernama kawulo, tapi masyarakat.

“Istilah ini diambil dari kata musyarakah yang berarti orang sederajat yang bekerja sama. Konsep ini ndak ada di Timur Tengah. Ini ndak ada kesukuan, tapi orang kerja sama. Nggak peduli suku apapun, agama apapun, yang penting dia bukan kawulo. Nah, di komunitas ini lalu diperkenalkan istilah baru seperti ‘hak’ dan ‘milik’. Pelan-pelan, bahasa Arab itu pun masuk,” urainya.

Padahal, lanjutnya, kawulo atau budak itu tidak memiliki hak dan milik. Rumah, anak dan istri milik kaum gusti. “Jadi, kalau ada gusti berburu lewat kampung lalu ada wanita cantik, diambil aja. Nggak peduli itu anak atau istri orang. Tapi kalau di Lemah Abang mereka pasti melawan,” ungkapnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock