Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kongres XIV Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU),? Kamis (13/7), pukul 05.15, diakhiri dengan? menyanyikan Mars IPPNU mengiringi ketukan palu peresmian Wafa Patria Ummah sebagai Ketua Umum IPPNU periode 2006-2009.

Wafa, kader asal Jombang, Jawa Timur, mengantongi 165 suara dari dari total suara wilayah dan cabang IPPNU seluruh Indonesia, mengalahkan Lia Suci Mulyawati dari Banten yang hanya memperoleh 100 suara.

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru

"Kami menyerahkan cinderamata ini kepada ketua baru IPPNU dengan harapan semua yang telah dikatakan tentang kaderisasi dan konsolidasi di daerah-daerah tidak hanya janji yang muluk-muluk," kata salah seorang delegasi dari Papua usai peresmian sambil menyerahkan barang antik khas Papua. Ketua umum terpilih selanjutnya melengkapi kepengurusan pusat IPPNU yang baru dengan didampingi oleh mantan ketua umum? dan tujuh orang dari unsur pengurus wilayah berdasarkan waktu, yakni 2 untuk Indonesia bagian timur (WIT), 2 untuk Indonesia tengah (WITA) dan 3 untuk Indonesia barat (WIB).

Sebelumnya, di hadapan para peserta konggres dari 26 propinsi dan 240 cabang seluruh Indonesia, Wafa berjanji akan menjadikan kaderisasi sebagai? program utama yang akan direalisasikan pada tahun pertama kepengurusannya.

"Nanti saya akan road show ke daerah-daerah untuk memantau perkembangan IPPNU di sana. Saat ini kita memang mengalami krisis kader," kata Wafa pada saat menyampaikan orasinya sebelum pemilihan.

Dikatakanya, saat ini bermunculan berbagai? organisasi kepemudaan? yang? telah menunjukkan kiprahnya masing-masing dan hampir menggelamkan IPPNU dari dunia peran. Hal itu memicu IPPNU untuk semakin serius dalam menjalankan roda keorganisasiiannya. "Agar kita lebih percaya diri berhadapan dengan yang lain," kata Wafa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lia Suci Mulyawati, calon ketua umum yang lain, menyatakan, IPPNU perlu mengembalikan kepercayaan publik terhadap berbagai aktivitas organisi pelajar. Dikatakannya masyarakat saat ini tidak begitu antusias dan cenderung psimistik terhadap aktivitas berbagai organisai kepemudaan.

"Kita sekarang perlu realistis dan rasional, apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Kita tidak hanya butuh wacana dan konsep," kata Lia berorasi sebelum pemilihan. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Terkait pemberitaan terorisme dan radikalisme yang muncul ke permukaan saat ini, ada yang berpendapat bahwa hal itu merupakan pengalihan isu pemerintah dari kondisi pemerintahan yang dinilai sedikit bermasalah di bidang politik dan ekonomi.

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlah Darus Salam Sukorejo, Bangsalsari, Jember KH Misbahus Salam menolak pandangan ini saat menjadi peserta Internasional Conference on Terrorism & ISIS  di JIEXPO Kemayoran Jakarta, 23 Maret 2015.

Menurutnya, terorisme dan radikalisme itu nyata di Indonesia dan terbukti dengan adanya aksi pengeboman dan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di beberapa tempat, pembunuhan terhadap aparat dan masyarakat  di Poso, dan ancaman dari Abu Jandal al-Indonesi terhadap Panglima TNI, Polisi, Banser dan penentang Khilafah dan Daulah Islamiyah lainnya. Sejumlah warga Indonesia juga nyata direkrut oleh jaringan kelompok garis keras pendukung negara Islam Irak dan Syuriah (ISIS).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pandangan Misbah, ektremisme disebabkan antara lain oleh pemahaman ajaran Islam yang dangkal dan sempit, konstelasi politik Timur Tengah, termasuk okupasi dan kekejaman Israil atas Palestina, porak porandanya negara Irak, Lybia dan negara lainnya yang terus menerus diterpa konflik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Udara kebebasan pascareformasi juga meningkatkan jumlah ormas Islam dan menambah perluasan jaringan teroris internasional untuk mengobarkan semangat membentuk negara Islam di Indonesia. Penyebab lain terorisme dan radikalisme adalah adanya ketidakadilan dalam berbagai sektor kehidupan; kemiskinan, kebodohan, serta kecanggihan teknologi informasi yang dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem.

Untuk menyikapi situasi ini, ia menekankan perlunya meningkatkan pemahaman Islam yang benar, damai, sejuk, cinta kasih melalui lembaga-lembaga yang berkompeten seperti NU, Muhammadiyah, pondok pesantren, yayasan,  lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya.

“Terapkan hukum positif secara optimal, melengkapi Undang-undang tentang terorisme dan radikalisme, dan wujudkan keadilan di semua sektor,” tandas tokoh muda NU yang juga pernah ikut Diskusi terbatas dengan Densus 88 dan BNPT di Jakarta 11 Maret lalu.

Menurutnya, upaya program deradikalisasi perlu dimaksimalkan dengan menfaatkan teknologi informasi dan media, serta meningkatkan kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah dari negara-negara yang menjadi basis gerakan terorisme dan radikalisme. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Syahdan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, beberapa sisa pasukannya menyebar ke berbagai penjuru. Diantaranya ada yang mengungsi ke wilayah Holing (Bahasa Cina), dalam bahasa jawa disebut Keling-Kalong. Ratusan pasukan tersebut dipimpin oleh Ki Ageng Gombol.

“Mbah Gombol, nama aslinya KH Hambali,” terang Riza Baihaqi, salah satu warga setempat, Sabtu lalu (6/7).

Di papan besar yang dipasang di dekat makam, tertulis bahwa Mbah Gombol berasal dari Bagelan Purworejo. Dia adalah penasehat Pangeran Diponegoro dan ahli strategi perang gerilya. Bersama ratusan pasukannya ia berjuang melawan Belanda.

Ki Ageng Gombol yang dikejar oleh pasukan Kompeni Belanda, akhirnya sampai di wilayah Holing. Di tempat itu, mereka kemudian membuka sebuah padepokan. Daerah yang sebagian besar masih berupa rawa-rawa seluas + 2 hektar  itu kemudian dikeringkan.

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Selang beberapa bulan kemudian, tanah yang sudah kering dapat digunakan untuk membangun rumah dan berladang. Kemudian oleh Ki Ageng Gombol, tempat yang semula bernama Penatus itu diganti dengan nama Pekajangan, dinamakan seperti itu karena di daerah tersebut banyak ditumbuhi Pohon Kajang. Daerah ini sampai sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni, Kab. Pekalongan.

Padepokan itu kemudian digunakan untuk tempat ibadah lima waktu dan ilmu kaweruh (santapan rohani) yang dipimpin oleh beberapa orang guru ngaji. Diantaranya ada yang dikenal dengan nama Raden Sitojoyo (Sutojoyo), Raden Gondang Winangun dan juga Raden Suryo Mentaram. Begitu pula dengan kesenian wayang kulit yang juga di uri-uri, juga ilmu silat dan ilmu kanuragan.

Tahun 1840 Masehi bulan Dzulhijah, Ki Ageng Gombol wafat. Beliau dimakamkan di dekat padepokan. Makamnya sempat terlupakan, karena seiring bergantinya generasi. Namun, setahun silam makam tersebut ditemukan kembali oleh tim dari Pesantren Nurul Huda Sragen. Makamnya kemudian dipindahkan di dekat makam lama, bersama dua pengikutnya, yakni Kiai Ageng Basyari (Mbah Sor Pring) dan Raden Mas Suryomentaram.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Setiap malam Jum’at Kliwon, biasanya di makam diadakan pengajian dan banyak peziarah datang” ungkap Baihaqi, yang mengaku masih termasuk keturunan Mbah Gombol itu. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Pahlawan, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi

Seorang sahabat saya bercerita, ada teman fesbuknya menulis ujaran kebencian kepada seorang ulama. Isinya caci maki. Tulisan caci maki itu pun mengundang reaksi para pemuda Ansor.

Si penulis status buruk itu diperingatkan oleh anggota Ansor agar menghapus tulisannya. Dia menolak, tetap merasa berhak mencaci si ulama karena menurutnya si ulama itu orang sesat dan munafik karena dia anggap membela seorang Kristen. Sedangkan menurut dia Kristen itu kafir yang harus diperangi.

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Penghina Ulama Tantang Ansor Lapor ke Polisi

Anggota Ansor yang lain mengingatkan dia agar berhenti mencaci ulama dan meminta maaf. Si penulis status bergeming, tetap merasa benar dan yang salah adalah si ulama.

Tak mempan dinasihati, seorang anggota Ansor yang lain lagi memberi ancaman: Tolong hapus tulisanmu, jika tidak, akan kami laporkan ke polisi".

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diancam begitu, si pemuda pengagum Rizieq Shihab itu malah menantang: "Silakan laporkan polisi. Saya tidak takut. Polisi itu thoghut, memakai hukum buatan manusia. Hukum Indonesia itu fasiq. Aku hanya takut hukumnya Allah".

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Banyak yang gemes dengan sesumbarnya itu, tapi para anggota Ansor tetap tidak mengancam semisal akan memberi "hukuman adat" padanya.

Para anggota Ansor disertai beberapa angota IPNU lantas mendatangi rumah si penulis status. Itu upaya terakhir memberi nasihat. Dengan ditemui langsung diharapkan dia akan berhenti pongah. Ternyata tidak, tetap saja sombong dan menantang semakin kencang.

"Silakan laporkan polisi sekarang juga jika kalian tidak terima," ucapnya congkak.

Usai dari rumah si pemuda, para pemuda Ansor langsung ke kantor polisi untuk melapor. Polisi pun memproses laporan tersebut, dan pada hari berikutnya polisi menyampaikan surat panggilan pemeriksaan kepada si pemuda terlapor.

Tak seperti omongannya, si pemuda gemetar begitu mendapat surat panggilan dari polisi. Dia ternyata takut datang ke kantor polisi. Istrinya pun menangis karena melihat suaminya begitu ketakutan akibat terbayang akan dipenjara.

Sore itu, si pemuda congkak yang kini lututnya lemes itu lantas membawa anak dan istrinya ke rumah ketua Ansor. Sambil menangis mengiba-iba dia meminta maaf dan meminta agar laporan itu dicabut.

"Mas, Pak, Kang. Tolong kasihani saya. Ini keluarga saya akan menderita jika saya dipenjara. Mohon maafkan saya, status saya sudah saya hapus dan saya berjanji tidak akan mengulangi. Mohon cabut laporan ke polisi itu. Saya sungguh menyesal," katanya sambil menekuk lutut tanpa menyerah.

Sebenarnya para pemuda Ansor gemes padanya. Ingin mereka meniru ucapan orang-orang GNPF MUI dan FPI: "Maafkan sih maafkan, tapi proses hukum jalan terus". Atau bahkan menggerakkan massa untuk mendemo sampai tiga jilid.

Tapi jelas hal itu tidak akan dilakukan. Sahabat-sahabat Ansor itu terlalu lama digembleng ilmu hikmah oleh para kiai, sehingga hati mereka langsung luluh melihat tangisan seorang wanita dan anaknya. Kasihan pada istri dan si anak dari pemuda itu, maka dimaafkanlah sang penghina ulama.

Ketua Ansor lantas memerintahkan agar mencabut laporan ke polisi. Polisi dinego agar tidak melanjutkan kasus tersebut.

Saya tertawa membayangkan seorang yang congkak tiba-tiba gemetar dipanggil polisi. Hahaha... (Mohammad Ichwan)



Sumber Cerita: Ketua PW IPNU NTB


Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

Tiga TKW Sukabumi Disiksa di Saudi

Sukabumi, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban penyiksaan di Arab Saudi dengan luka di sekujur tubuh.

Tiga TKW Sukabumi Disiksa di Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga TKW Sukabumi Disiksa di Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga TKW Sukabumi Disiksa di Saudi

Menurut Ketua Serikat Buruh Migran Jawa Barat (SBMI) Jabar Jejen Nurjanah, Kamis, TKW tersebut bernama Kokom, Tutus, dan Papat.

SBMI menyebutkan bahwa Kokom binti Bamay, warga Kecamatan Cimanggu, sudah 16 bulan bekerja di Arab Saudi. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dia  disiksa lalu dibuang  majikannya di daerah pegunungan di Mekah.

Tutus Djuariah, warga Kecamatan Cisaat, mengalami luka di sekujur tubuhnya bahkan kedua kaki lumpuh serta mata rusak dan rambut digunduli majikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Korban sudah bekerja sekitar tujuh tahun di majikannya," kata Jejen.

Papat Fatimah, warga Kecamatan Cisaat, sudah bekerja selama lima tahun dan selama bekerja korban mengalami penyiksaan seperti dipukul benda keras sampai ditendang.

"Ketiga TKW yang menjadi korban penyiksaan ini sudah ditampung di Konsulat Jenderal RI di Arab Saudi namun belum bisa dipulangkan, padahal kami dan keluarga para korban sudah tiga bulan meminta kepada KJRI agar ketiganya dipulangkan," katanya.

Menurut Jejen, para korban tidak mendapatkan gaji sepeserpun bahkan saat diselamatkan ke KJRI hanya membawa pakaian yang melekat di badan. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Asad Said Ali: Toleransi Model Barat Tidak Cocok untuk Indonesia

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Asad Said Ali hadir dalam Apel Kesetiaan NKRI yang digelar oleh PWNU Jawa Timur di kawasan Pantai Pancer Door Pacitan, Ahad (8/1).?

Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 mengatakan bahwa toleransi model barat tidak cocok di terapkan di NKRI. Mengapa demikian, karena toleransi tersebut tidak sejalan dengan sikap toleransi yang dimiliki NU.

Asad Said Ali: Toleransi Model Barat Tidak Cocok untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali: Toleransi Model Barat Tidak Cocok untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali: Toleransi Model Barat Tidak Cocok untuk Indonesia

"Toleransi model barat mengatakan semuanya bebas. Semua agama bebas. Termasuk menistakan agama orang lain, termasuk juga menghujat Allah. Itu toleransi model barat. Tapi kita beda, kita Pancasila tidak seperti itu. Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika," katanya dihadapan 10 ribu kader NU Se-Jawa Timur yang mengikuti Apel

Negara, kata mantan Wakil Kepala BIN itu, harus hadir membikin aturan atau undang-undang yang kuat untuk mengatur rambu-rambu lalu lintas interaksi antar umat beragama, dan antar suku di Indonesia.

"Negara yang namanya Pancasila sekarang ibarat rumah. Setelah 1998, karena liberasi politik, karena tekanan barat, sekali lagi karena tekanan barat, rumah kita menjadi pintunya dibuka. Kurang puas jendelanya dibuka, kurang puas lagi gentengnya dibuka. Maka sekarang kita masuk angin, kena flu," katanya?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oleh karena itu, NU bersama Negara menyatakan siap mengawal toleransi dengan aturan yang disepakati bersama. NU siap membangun visi baru sesuai dengan sikap tasamuh atau toleransi yang dimiliki NU.

Hadir dalam Apel yang mengusung tema Meneguhkan persatuan umat Islam dan nasional itu, Wasekjen PBNU KH Abdul Munim DZ, Katib Syuriyah PBNU KH Luqman Harits Dimyathi, Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah, Bupati Pacitan Indartato, Komandam Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya Madiun Kolonel Infanteri Piek Budiakto, dan ratusan alim ulama lainya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Fauzi Bowo akhirnya benar-benar tak terbendung untuk meraih kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, dalam pemilihan yang digelar Sabtu malam (2/10) lalu.

Tokoh NU yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyingkirkan rivalnya, Gus Wahid —mantan Ketua PWNU DKI, setelah mendapat dukungan lima cabang, dari enam cabang. Calon lain, Maksum Zubair mengundurkan diri dari pencalonan, karena tidak mendapat satupun dukungan dari enam cabang yang mempunyai hak suara.

Seperti dberitakan sebelumnya, Fauzi Bowo mendapat dukungan suara dari PCNU Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan satu PCNU, yaitu Jakarta Selatan menetapkan dukungan ke Gus Wahid.

Seperti diperkirakan sebelumnya, proses pemilihan berjalan kurang menarik, karena mayoritas cabang telah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo. Pemilihan yang seharusnya dilakukan dua tahap terpaksa dilakukan satu tahap karena pada tahap pertama Fauzi Bowo telah mendapat lima suara, sedangkan Gus Wahid hanya mendapat satu suara.

Setelah penghitungan suara tahap pertama berakhir, Gus Wahid menyatakan mundur yang kemudian secara otomatis Fauzi Bowo melenggang ke kursi Ketua PWNU DKI tanpa lawan.

Setelah proses pemilihan usai, ratusan peserta dan warga NU DKI yang memadati Aula hotel Evergreen Cisarua Bogor langsung membaca sholawat seraya menyalami Fauzi Bowo secara bergantian.

Selain mendapat dukungan dari mayoritas cabang, Fauzi Bowo juga mendapat support dari sejumlah Badan Otonom (Banom) NU DKI, seperti LDNU, Lakpesdam, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat.

Menurut Ketua LDNU DKI, Muhammad Shodri, Fauzi Bowo memang tokoh yang paling tepat memimpin NU DKI. Sebab, kualitas dan kemampuan dia dalam berorganisasi tidak perlu diragukan. Selain lahir dan besar dari kalangan NU, Fauzi Bowo menurut penilainya, adalah tokoh yang dibutuhkan NU DKI saat ini. “dia juga benar-benar santri,” kata Shodri.

Proses Demokrasi

Di tempat terpisah, Ketua PCNU Jakarta Selatan, Zainal Arifin yang merupakan representasi dari kubu Gus Wahid dapat menerima kekalahan dengan legowo. Baginya, perbedaan sikap politik adalah hal yang wajar dalam NU. Apalagi, NU selama ini dikenal sebagai organisasi yang pro demokrasi.

“Mayoritas cabang mendukung Pak Fauzi Bowo. Hanya kami satu-satunya yang mendukung Gus Wahid. Saya kira itu wajar saja, sebagai bagian dari demokrasi dalam NU. Kami pun menerima Pak Fauzi dengan baik sebagai Ketua PWNU DKI,” kata Zainal.

Sementara itu, Fauzi Bowo dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Kepercayaan peserta konferwil yang telah memilih dirinya adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, tidak hanya pada warga nahdliyin, tapi harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. “Ini adalah amanah yang diberikan kepada saya dan harus saya jalankan dengan baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, NU DKI memiliki potensi yang besar untuk maju. Sebab, NU DKI mempunyai kuantitas dan kualitas warga yang tidak perlu diragukan. Hanya saja, kuantitas dan kualitas warga NU di Jakarta selama ini belum terorganisir dengan baik. Sehingga NU DKI kurang mempunyai peran di masyarakat. “Ulama kita, sebagian besar keluarga NU. Jadi kalau kita dapat memanfaatkan potensi itu dengan optimal, pasti akan membawa kemajuan untuk NU,” ungkapnya.

Program Utama

Selain akan menjalankan program yang diamanatkan oleh konferwil, program utama yang akan dicanangkan oleh Fauzi Bowo adalah mendata dan membuat database warga nahdliyin di DKI Jakarta. Selain itu, struktur NU di semua tingkatan akan dihidupkan kembali dengan memasang plang di setiap tingkatan kepengurusan. Dengan demikian, keberadaan NU DKI akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “kalau pekara yang kecil aja tidak dilaksanakan bagaimana dengan hal-hal yang besar,” tambahnya.

Dalam paparannya, Fauzi Bowo juga memberikan penghargaan kepada Gus Wahid yang telah membawa banyak kemajuan terhadap NU DKI. “Tidak lupa penghargaan saya berikan pada Gus Wahid yang telah benyak memajukan NU DKI. Tanpa beliau, NU DKI tidak bisa seperti ini,” pujinya.(amh/dm/cih) 
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock