Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menjelang musim ujian akhir semester gasal tahun pelajaran 2016-2017, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mengadaan kejuaraan. Ratusan peserta semangat dalam ajang kejuaraan bertema "Berlatih, Bertanding, Berprestasi Serta Junjung Tinggi Nilai-nilai Sportivitas" tersebut.

Sebanyak 170 peserta pelajar dari 50 sekolah tingkat dasar hingga menengah mengikuti Kejuaraan Cabang Pagar Nusa Ke-2 Kabupaten Kudus pada Kamis (24/11) di Gedung JHK Kecamatan Kaliwungu, Jalan arah Kudus-Jepara.

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Menurut Noor Ahsan, Sekretaris Panitia, peserta bukan hanya dari sekolah yang bernaung di Lembaga Pendidikan Maarif NU Kudus saja. "Terdapat peserta delegasi dari sekolah non-Maarif, yakni SMK Grafika dan SMK PGRI. Secara keseluruhan jumlah peserta tingkat menengah atas yakni 70, menengah pertama sama 70 peserta, dan sisanya peserta dari sekolah tingkat dasar," kata pemuda yang akrab disapa Kang Ahsan ini.

Setiap peserta merupakan alumni dari ujian sabuk yang belum lama dilaksanakan, pada tanggal 27-28 bulan Oktober kemarin di MTs NU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus. Maka jika di rata-rata mereka adalah pemakai sabuk putih, sebab sebelumnya telah ujian kenaikan tingkat dari sabuk polos ke sabuk putih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Babak penyisihan digelar pada Kamis siang (24/11), malam harinya babak semi final dan Jumat pagi (25/11) dilaksanakan babak final. Juara umum akan maju di Kejuaraan Daerah Jawa Tengah, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 23-27 bulan depan di Bale Kambang Nalumsari Jepara.

Meski kepengurusan Pagar Nusa Kabupaten Kudus sendiri masih baru, namun rasa optimis tersirat pada setiap kegiatannya. "Selama dua bulan saja, PSNU Pagar Nusa melakoni tiga even besar sekaligus, yaitu ujian sabuk bulan jelang akhir Oktober, Pelantikan 13 November, hingga Kejurcab ini," ungkap pemuda kelahiran 1996 lulusan MA NU Maarif Kudus tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kang Ahsan yang telah memakai sabuk hijau ini berharap agar semua pengurus baru bisa menjaga kekompakan dalam satu tujuan, memajukan Pagar Nusa Kabupaten Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Habib, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa berharap aktivitas Koperasi Muslimat NU Inkopan meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Inkopan diminta kesiapannya untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

“Koperasi Muslimat NU harus bisa memodali masyarakat yang ingin mengawali usahanya,” kata Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Kongres Muslimat NU pada 1979, lanjut Hj Khofifah, sudah mengingatkan kita untuk mengadakan koperasi. Saya sendiri sejak akhir 1990-an keliling Indonesia untuk menyadarkan pengurus Muslimat NU akan pentingnya koperasi.

“Koperasi ini dapat menyelamatkan mereka yang membutuhkan modal dari jeratan rentenir. Mereka yang ingin membeli bibit dan pupuk. Mereka yang ingin melaut dan mencari ikan dengan membutuhkan solar dan cadangan makanan yang memadai. Kita mesti membebaskan mereka dari jeratan rentenir melalui koperasi,” tegas Hj Khofifah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, Al-Quran sudah menjelaskan bahwa riba adalah haram, zina haram, dan judi haram. Tetapi bagaimana kita bisa menyelematkan umat dari yang haram? Masalah ini membutuhkan penanganan khusus, rancangan matang sistematis, dan gerakan ekonomi terorganisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia mengakui bahwa sebuah gerakan ekonomi misalnya tidak harus dikaitkan dengan Muslimat NU.

“Secara individu kalau bisnis jalan, maka ia akan menyejahterakan umat. Ustadzah dan Muslimat NU tidak perlu meminta sekian persen. Cukup jadi amal jariyah Muslimat NU,” kata Khofifah saat mendorong pemasaran produk Susu Kambing Kurma Madu Indonesia (SKKMI) yang akan meluncur bulan depan di pasaran.

“Saya minta tim ini mengikhlaskan produk. Jangan sampai, belum apa-apa organisasi sudah memberatkan. Kita berharap individu kelak berkontribusi buat organisasi. Organisasi cukup memediasi dan memfasilitasi jamaah,” tutup Hj Khofifah yang kini diamanahi sebagai Menteri Sosial RI. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Assalamu alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama yang terhormat. Dalam diskusi kecil, menurut teman saya cara yang paling benar ketika bangkit dari sujud dalam shalat adalah dengan cara mengepalkan tangan. Berarti praktik shalat yang selama ini kita jalani di mana setiap bangkit dari sujud tidak mengepalkan tangan tetapi menghamparkan telapak tangan dianggap kurang benar.

Bagaimana pandangan pak ustadz dalam masalah ini, mohon penjelasannya? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Taufik/Bogor)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Jawaban

Assalamu alaikum wr. wb.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sepanjang kami ketahui dalam soal ini adalah bahwa disunahkan bagi orang yang shalat ketika bangun atau bangkit dari sujud atau duduk untuk bertumpu di atas kedua tangannya.

Alasan yang bisa dikemukan dalam hal ini adalah bahwa hal tersebut mengacu kepada praktik Rasulullah SAW itu sendiri. Di samping alasan lain adalah lebih merupakan sebagai simbol ketawadlu’an (asybah lit tawadhu’) dan lebih dapat membantu orang yang shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sunah untuk bertopang kepada kedua tangannya ketika bangun dari sujud dan duduk karena hal tersebut lebih tampak sebagai simbol ketawadlu’an, lebih bisa membantu orang yang shalat, dan karena telah dipraktikan oleh Rasulullah SAW sebagaimana ditetapkan dalam hadits sahih,” (Lihat Muhammad Khathib asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz I, halaman 182).

Jika bertumpu di atas kedua tangan adalah praktik yang dilakukan Rasulullah SAW, pertanyaannya bagaimana caranya? Menurut Muhammad Khathib asy-Syarbini, baik orang kuat maupun yang lemah caranya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jari di atas tanah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sedang cara bertumpunya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jarinya di atas tanah baik orang yang kuat maupun yang lemah,” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Sedang kalangan yang berpendapat bahwa orang yang shalat ketika bangkit dari sujud dengan cara mengepalkan tangannya didasarkan salah satu hadits berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketika Rasulullah SAW bangkit dalam shalatnya Beliau meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang adonan roti meletakan tangannya (al-‘ajin).”

Tetapi persoalannya menurut para ulama, hadits ini bukan masuk kategori hadits sahih sehingga tidak bisa dijadikan dasar. Meskipun hadits ini jika dianggap sahih, makna kata al-‘ajin bukan dalam pengertian tukang roti yang membuat adonan roti, tetapi maknanya adalah orang yang tua renta (asy-syaikh al-kabir).

Sehingga makna hadits tersebut adalah Rasulullah SAW ketika berdiri dalam shalat dengan bertumpu dengan kedua telapak tanggannya sebagaimana bertumpunya orang yang tua renta. Bukan diartikan mengepalkan kedua tangannya sebagaimana tukang pembuat adonan roti.

Sebab, praktik yang dilakukan Rasulullah SAW itu sendiri ketika bangkit dari sujud tidak mengepalkan tanggannya, tetapi dengan menjadikan kedua telapak tanggan dan telapak jari-jarinya di atas tanah, sebagaimana yang dijelaskan di atas mengetahui tata-caranya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun hadits yang terdapat dalam kitab al-Wasith dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw ketika berdiri dalam shalat meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang pembuat adonan roti, bukan termasuk hadits sahih. Dan jika hadits ini sahih maka mesti ditafsirkan dengan penafsiran di atas (menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari di atas tanah), dan yang dimaksud dengan al-‘ajin adalah orang yang tua renta bukan tukang pembuat adonan roti (‘ajin al-‘ajn),” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan dalam masalah ini menimbulkan konflik dan saling menyalahkan satu sama lain. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, AlaSantri, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Internasional, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Fragmen, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

Berikut ini adalah pokok-pokok pandangan dan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

PBNU mengapresiasi terhadap langkah pemerintah dan DPR yang tengah menyempurnakan UU No. 8/1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Namun, menurut PBNU, masih terdapat pasal-pasal yang harus dirumuskan ulang, bahkan beberapa di antaranya harus dihilangkan.

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

PBNU menghargai rumusan baru tentang penggunaan asas Pancasila, yang mengakomodasi penggunaan ’asas ciri’. Dengan akomodasi itu maka RUU ini tidak terlalu kaku karena pluralitas ideologi, sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, asas ciri tersebut boleh dicantumkan sebagai ciri organisasi yang bersangkutan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, NU memandang a-historis definisi ormas, dalam memberi pengertian ormas dengan cara menggeneralisasi pengertian ormas seperti negara-negara Barat sebagai organisasi ”berbadan hukum” dan ”tidak berbadan hukum” tanpa mendeskripsikan tata nilai dan kesejahteraan serta peran-peran ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan lain-lain dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan demikian perlu dibedakan secara tegas antara Yayasan, Perkumpulan, dan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berurat-akar di dalam sistem/kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Tiga jenis organisasi yang sangat berbeda tersebut harus diatur dalam skema perundang-undangan yang terpisah/berbeda. Tidak perlu mengikuti tradisi Belanda, yang hanya memiliki dua jenis UU, yaitu UU Yayasan dan UU Perkumpulan. Dengan mengancu pada pengalaman kehidupan kemasyarakatan sendiri, maka di negeri ini kita seharusnya berani merumuskan/mengeluaran satu UU yang khusus mengatur kehidupan organisasi kemasyarakatan yang berbeda sama sekali dengan UU Yayasan atau UU Perkumpulan.

Konsekuensinya, pasal-pasal yang mengatur keberadaan LSM asing, lebih-lebih dengan mempersamakannya dengan aturan atau persyaratan yang dikenalkan kepada ormas, harus dikeluarkan dari RUU Ormas ini. Kalaulah entitas seperti LSM asing itu ingin diberi landasan hukum, dipersilahkan diatur dalam UU tersendiri (Bab VII RUU Ormas).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Naskah RUU ini belum melihat sejarah, peran dan kotribusi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Wathan, Alkhairat, Syarikat Islam (SI), Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, dalam proses pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan pembentukan NKRI.

Oleh karena itulah PBNU mengusulkan agar DPR menunda pengesahan RUU ini. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari pengesahan RUU ini. ?

Jakarta, 4 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Habib, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peresmian kantor NU Sulawesi Selatan, Rabu (22/8) di halaman kantor Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 berlangsung semarak. Kedatangan rombongan Gubernur Sulsel, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansyah, disambut pagelaran musik merching band yang berasal dari pesantren binaan NU di Sulsel.

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Tak berhenti disitu rombongan yang juga diarak dengan Tari Paduppa, dalam tradisi Bugis-Makassar. Tari Paduppa ini sebagai tari-tarian untuk menjemput para bangsawan. Terlihat juga dalam rombongan, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang yang juga Mustasyar NU.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Kantor NU Sulsel, Andi Majdah M Zain yang juga Rektor Universitas Islam Makassar mengatakan, kantor NU Sulsel ini mulai dibangun pada pertengahan Juli 2013. Pembangunan telah memakan biaya sekitar Rp 7,5 milyar yang berasal dari Pemprov 1 milyar, hamba Allah masing-masing 2 orang Rp 1,5 milyar dan 1 milyar yang tidak disebutkan namanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kemudian sebagai komitmen Universitas Islam Makassar sebagai Kampus milik NU memberikan urungan atau patungan 1 milyar dan selebihnya urungan dari pengurus, dosen-dosen UIM, pengusaha NU dan warga Nahdliyin.

“Kantor NU Sulsel ini setidaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk pembelian alat kelengkapan kantor, namun sengaja diresmikan untuk menggerakkan hati warga Nahdliyin untuk menyumbang,” imbuh Iskandar Idy dalam sambutannya disambut tertawa oleh ribuan Nahdliyin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya,? pembangunan kantor NU Sulsel ini, semoga mampu menjadi pusat untuk membangkitkan proses-proses berdakwah semua komponen NU di sulawesi selatan, yang sebelumnya lembaga/lajnah dan banom memiliki sekretariat yang berbeda.

Ketua Umum PP Muslimat NU mengapresiasi selesainya dibangun kantor NU ini. Dikatakan, sekarang yang perlu diperhatikan bagaimana NU Sulsel dapat memfungsikan kantor yang berlantai 5 ini sebagai pusat kaderisasi dan dakwah untuk menyebarkan nilai-niai aswaja di tengah masyarakat.

Tak lupa pula PP Muslimat NU juga urungan untuk menutupi kekurangan pembangunan Kantor NU Sulsel ini sebanyak 100 juta.

Dalam ceramah Kiai Said Aqil Siroj menyinggung mengenai amalan-amalan NU Sulsel yang banyak dianggap bidah seperti memuji Nabi, burdah, barazanji, tawassul dan lain sebagainya.

Disisi lain Kang Said menyampaikan wawasan kebangsaan NU, menurutnya di negara Indonesia, tak hanya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Islam yang dibutuhkan, tetapi ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama warga bangsa sangat dibutuhkan.

“Mengapa timur tengah saat ini sering bergejolak, karena di dalamnya tidak ada kesepakatan bagaimana menjaga keutuhan bangsa atau ukhuwah wathaniyah. Nah, NU jauh hari sudah mengamalkan dan menfatwakan Ukhuwah Islamiyah harus paralel dengan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, mengapresiasi atas selesainya pembangunan Kantor NU Sulsel ini. SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel ini berharap NU Sulsel dapat berjalan bersama-sama dengan Pemrov untuk melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan dan dakwah.

“Komitmen pemerintah tak diragukan lagi, saya bersama Pak Agus Wagub Sulsel sangat memperhatikan Ormas NU di Sulsel,” katanya disambut tempukan tangan dari warga Nahdliyin yang hadir.

Setelah itu Gubernur dan Kiai Said Aqil Siroj bersama-sama menanda tangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi Rais Syuriyah NU Sulsel Gurutta Sanusi Baco, Wakik Gubernur, Ketua Umum PP Muslimat NU, Iskandar Idy, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Katib Syuriyah Kiai Ruslan, dan Arfin Hamid.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor NU Sulsel. Kemeriahan peresmian kantor NU Sulsel ini, dihadiri mantan-mantan Ketua PWNU Sulsel, Para Mustasyar, Ketua Lembaga/Lajnah, Badan Otonom, PCNU Se Sulsel dan Ribuan Nahdliyin memadati peresmian ini. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock