Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Pesantren, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi menyebut ketepatan makhraj, tajwid, dan penghormatan atas ayat-ayat suci sebagai ketentuan dasar dalam membaca Al-Quran. Sementara varian irama lagu dalam membaca Al-Quran sendiri, menurutnya, lebih luas daripada langgam yang sudah populer di kalangan ahli qiro’ah.

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

“Langgam itu soal budaya dan bukan barang haram di dalam Islam,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Lebih lanjut Kiai Masdar mengatakan, salah satu fakta budaya ialah bahasa. Kenapa kalimah Al-Quran hadir dalam bahasa Arab? Karena Allah menghormati budaya Arab. Prinsipnya, bi lisani qoumihim (Menyampaikan dengan bahasa kaum para rasulullah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Adapun kalamullah sendiri itu bi la harfin wa la shoutin (tanpa huruf dan suara), bukan dalam bahasa Arab atau bahasa bangsa apapun. Tetapi ketika berkomunikasi dengan bangsa Arab, tentu saja kemudian wahyu itu hadir dalam bahasa Arab,” terang kiai Masdar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulu kitab-kitab suci pernah berbahasa Ibrani karena yang dikhithabnya komunitas Ibrani, Kiai Masdar menyebut salah satu contoh.

Setiap bahasa itu mengandung sentuhan Ilahi, bukan hanya Arab, Ibrani atau bahasa tertentu. Karena, wa allama adamal asmaa kullaha (Allah mengajari Nabi Adam nama-nama semua benda) ini modal dasar dari bahasa.

Kita menyebut “batu”, “langit”, “bumi”, dan seterusnya, secara lahiriyah memang kreasi budaya. Tetapi di belakang itu, Allah SWT Yang Maha Bicara karena sifat-Nya itu mutakallimun.

Bayangkan kalau wahyu diturunkan di Jawa, untuk nabi Jawa, umat Jawa, tentu hadir dalam bahasa Jawa. Kalau turun di Jepang, tentu wahyu itu berbahasa Jepang, Kiai Masdar menambahkan. Karena normanya itu bi lisani qoumihim, bukan bi lisanil Arab. Jadi, semua bahasa itu baik dan mulia.

“Apalagi hanya soal langgam?” kata Kiai Masdar menanggapi kontroversi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Daerah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam pidato penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang berjudul Dasar-dasar Pembinaan Hukum Islam dan Penerapannya Menurut Al-Qur’an, Dr AGH M. Sanusi Baco Lc menyampaikan, bahwasanya Al-Qur’an merupakan dasar hukum yang telah disepakati oleh para ulama dan wajib diikuti serta menjadi rujukan dan sumber pembinaan hukum Islam. 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (20/12) lalu.

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia

Menurutnya, Al-Qur’an sebagai sumber hukum di dalamnya terdapat berbagai macam hukum, yakni Hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia sebagai hamba Tuhannya, yang dikenal dengan “ahkamul ibadat”, dan hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan lalu lintas pergaulan dengan sesamanya yang dikenal dengan “ahkamul muamalah”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lalu hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan keamanannya yang dikenal dengan “ahkamul jinayat”, dan hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan keluarganya yang dikenal dengan “ahkamul munakahat” atau “ahkamul usrah”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun hukum yang mengatur dan menata hubungan antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin, hubungan antara negara dengan individu, bahkan hubungan antara hak orang-orang miskin yang terdapat pada harta orang-orang kaya, yang dikenal dengan “ahkamul iqtishadiyah”.

Ia menekankan, bahwa bahasa dan metode pembinaan dan penerapan hukum dalam Al-Qur’an menambah pembuktian bahwa Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang sangat memahami kondisi, realitas dan kebutuhan manusia.

Gaya bahasa hukum Al-Qur’an cenderung tampil dengan prinsip-prinsip dasar, tidak tampil secara rinci dan detail. Hal itu membuat Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia tanpa batas ruang dan waktu.

Pesan Hukum yang dibawa oleh Al-Qur’an disampaikan dengan santun, elegan dan diplomatis. Semua itu dipahami dan dirasakan oleh orang yang membacanya dengan Ilmu Bahasa Arab dan Ilmu Balagah yang baik dan benar.

Dari sudut ini dapat dipahami, bahwa Al-Qur’an hadir untuk menggugah kesadaran intelektual manusia yang sangat tinggi dalam memahami realitas hidup manusia termasuk dalam hal pembinaan penerapan hukum Islam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat adalah perayaan yang sangat dinanti setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Tradisi Lebaran Ketupat pun masih dirayakan oleh warga pedesaan di Kabupaten Probolinggo.

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Perayaan Lebaran Ketupat dilakukan pada H+7 Lebaran. Bahkan perayaan Lebaran Ketupat biasanya tidak kalah ramai dengan Idul Fitri hari pertama. Buktinya, masyarakat banyak yang membeli janur dan kulit ketupat.

Hal inilah yang menjadi berkah tersendiri bagi para penjual janur dan kulit ketupat. Seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri Nur dan Romlah, pedagang janur dan kulit ketupat di Pasar Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini dari tadi banyak yang membeli janur. Belinya ada yang sampai 10 ikat. Kalau yang beli kulit ketupat memang jarang,” kata Nur, Selasa (12/7).

Nur yang merupakan warga Desa Leces Kecamatan Leces ini bercerita bahwa di rumahnya Lebaran Ketupat masih dilakukan. Maklum saja, rumahnya berada di tengah-tengah kampung. “Biasanya, tetangga ater-ater (mengirim makanan). Isinya ketupat dan lauk pauknya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Romlah menambahkan, saat Lebaran lauk yang disajikan biasanya berbahan dasar daging. Seperti opor ayam atau rendang daging. Namun saat Lebaran Ketupat, yang dihidangkan adalah ketupat dengan sayur yang dimasak santan.

“Sayurnya bisa macam-macam. Tiap rumah biasanya beda, tergantung kebiasaannya. Tapi, sayur dimasak santan,” terangnya.

Di keluarga Romlah sendiri, biasanya ketupat lebaran dihidangkan dengan sayur dari rebung, tempe dan tahu yang dimasak santan. Sedangkan lauknya berupa telur rebus dengan sambal petis. “Sama seperti yang lain. Masakan ini tidak dimakan sendiri. Tapi dibagi kepada para tetangga. Ya ater-ater ke tetangga,” tegasnya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan untuk memasak ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum Lebaran Ketupat atau H+5 Lebaran. Memasaknya pun masih memakai cara tradisional. “Dimasak pakai tungku bukan gas. Kata orang-orang, ketupat yang dimasak pakai tungku akan lebih awet daripada yang dimasak pakai gas,” jelasnya.

Tapi dengan tungku proses memasak menjadi lebih lama. Yaitu sampai sekitar 10 jam. Karena itu, yang memasak pun harus sabar menunggu ketupat matang. “Baru setelah matang, ketupat diangin-anginkan dengan cara digantung. Ini biar ketupat tidak mudah rusak dan awet,” tambahnya.

Romlah bercerita dengan antusias tentang cara memasak ketupat lebaran. Namun tangannya tetap sibuk membuat kulit ketupat. Hampir setiap tahun membuat ketupat sehingga tidak sulit baginya untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Pesantren, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hasrat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai besar di Indonesia yang berbasis NU tak terbendung lagi. Berbagai langkah dilakukan pimpinan PPP agar hajat partai berlambang Ka’bah itu terwujud. Salah satunya dengan merayu bekas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR yang juga Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Rayuan tersebut dilontarkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dalam acara ulang tahun Muslimat NU ke-61 dan GP Ansor ke-73, di alun-alun Kota Jombang, Jawa Timur Ahad (4/3) kemarin. Di hadapan warga Nahdiyin (warga Nahdatul Ulama) tampak Menteri Koperasi dan UKM itu duduk berdampingan dengan Khofifah. Dalam kesempatan itu, SDA mencoba melamar politisi PKB itu untuk masuk ke dalam partainya.

Rayuan tersebut di sambut gelak tawa para hadirin, termasuk anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Saifullah Yusuf yang telah lebih dulu masuk PPP.  SDA mengatakan bahwa hal itu hanya ajakan sebagai kawan lama, karena Khofifah pernah di partainya. “Saya dan Khofifah kawan lama,” katanya singkat.

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

’’Ansor dan Muslimat harus selalu progresif dalam setiap perjuangannya. Begitu juga untuk urusan politik. Jejak pemuda energik seperti Gus Ipul ini bisa ditiru. Artinya tidak ada salahnya jika afiliasi politik Anda disalurkan lewat PPP,” serunya saat menyampaikan sambutan.

Ajakan mantan Ketua Umum Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kini menjabat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini disampaikan berkali-kali kepada peserta gerak jalan sehat. Saifullah sendiri hanya tersenyum melihat semangat Suryadharma. “Lha kok jadi acara kampanye, sudah nanti keburu siang. Ayo dimulai acara jalan sehatnya,” celetuk keponakan Gus Dur tersebut memotong pidato Surya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang ikut hadir dalam acara tersebut menilai manuver yang dilakukan pimpinan PPP tersebut sebagai hal biasa. Menurut dia, persoalan politik adalah urusan masing-masing individu, serta tidak bisa dipaksakan.

“Kalau memang acara ini jadi ajang kampanye, ya tidak masalah.Yang jelas, kader NU telah mengerti mana partai yang harus mereka ikuti,” katanya. Dia menampik acara tersebut sebagai upaya untuk menggiring kader Ansor dan Muslimat untuk masuk dalam gerbong PPP. Terkait kehadirannya, Said menolak disebut sebagai dukungan terhadap PPP.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dia mengaku hadir karena murni ingin bersilaturahmi dengan kader-kader NU yang ada di bawah. “Kader NU itu cukup unik. Hampir di semua partai politik banyak massa NU, baik di PKB, PPP, Golkar, atau bahkan PDI Perjuangan. Dan ini tidak perlu dipersoalkan. Sebab, mereka memiliki alasan sendiri-sendiri. Sayyidina Ali dan Muawiyah saat itu juga berbeda. Tapi tidak ada persoalan, to,” ujar Said mencontohkan.

Sementara Khofifah mengaku datang bersama Saifullah dan Suryadharma semata-mata karena alasan organisasi dan pertemanan. Apalagi, acara tersebut merupakan acara Muslimat. ‘’Sudahlah jangan kait-kaitkan kedatangan saya ini dengan urusan politik. Saya ingin konsentrasi ngurusi Muslimat. Jadi jangan dialihkan ke persoalan partai.Terkait kedatangan saya bersama pak Surya, itu karena kami teman sejak lama,” tandasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan musikus Franky Sahilatua yang ikut hadir dalam acara itu. Pencipta lagu-lagu balada yang sebelumnya dekat dengan PKB dan Gus Dur tersebut mengaku sekadar ingin reuni dengan Saifullah, bukan untuk pindah haluan politik

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum mendapat lamaran tersebut, Khofifah sempat mendapat teguran keras dari DPP PKB, bahkan sudah diancam direcall, karena pernah menyatakan tertarik hijrah kembali ke partai berlambang Ka’bah itu. Khofifah tercatat sebagai anggota PPP pada periode 1992 hingga 1998.

Meski begitu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul, yang hadir pada perayaan itu punya pandangan lain, dia merasa yakin jika Khofifah akan menyambut lamaran ketua umumnya dengan bergabung ke PPP.

”Kalau lamaran kaya begini (duduk berdekatan) sudah, tinggal nunggu maharnya saja,” celetuk Gus Ipul yang disambut gelak tawa SDA dan Khofifah. (gp-ansor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menceritakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membangun umat Islam yang moderat. Artinya tidak ekstrem ke kanan dan juga tidak terlalu ekstrem ke kiri ataupun tidak radikal dan juga tidak sekuler, tetapi berada di tengah-tengah.

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Maka dari itu, Islam adalah moderat itu sendiri. Karena kalau tidak moderat itu tidak Islam dan itu tidak sesuai dengan amanat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau tidak wasatan (moderat), (maka) tidak sesuai perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Said saat berceramah dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Said menambahkan, dalam sejarahnya ada kelompok-kelompok Muslim yang terlalu liberal dan sekuler seperti Mu’tazilah, tapi mereka tidak bertahan hingga hari ini. Baginya, baik ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri akan bubar dengan sendirinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wasatan itulah yang paling abadi. Yang langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah,” urainya.

Bagi Kiai Said, ajaran Islam harus disampaikan dan diamalkan dengan cara-cara yang baik dan benar. Jangan sampai mendakwahkan Islam dengan cara-cara yang malah merusak Islam yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock