Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Syech KH Ali Akbar Marbun lahir di desa Siniang, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Medan.

Syekh KH Ali Akbar Marbun adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara, ayahnya Buyung Marbun (Alm) dengan ibunya Hj Chadijah bt Nainggolan (meninggal pada usia 105 tahun) adalah petani dan orang yang taat beragama Islam.

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: Syekh KH Ali Akbar Marbun, Medan

Syekh Ali belajar di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumatera Utara yang didirikan oleh Syech Musthafa Husain Nasution yang pada waktu itu dipimpin oleh H Abdullah Musthafa Nasution dan guru besarnya Syech Abdul Halim Lubis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah belajar di Pesantren Musthafiyah selama 4 tahun, pada tahun 1969 Syech Ali Akbar Marbun menunaikan ibadah Haji ke Mekkah. Setelah menunaikan ibadah haji, Syekh Ali tinggal di Mekkah untuk belajar. Syekh Ali banyak belajar dari ulama-ulama Sunni di Mekkah, salah satunya kepada Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani.

Usai belajar di Mekkah, pada tahun 1978 Syech Ali Akbar Marbun pulang ke Medan dan mendirikan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh KH Ali Akbar Marbun terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Setelah diadakan tabulasi, Syekh Ali mendapat suara sebanyak 246 suara. Anggota Ahwa bertugas memilih Rais Aam PBNU yang akan menahkodai NU di periode 2015-2020. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul Ulama, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 Desember 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Jepara, Hidayatun Nikmah, menyampaikan bahwa dalam masa kepengurusannya, bersama Ikatan Pelajar NU (IPNU) pihaknya akan menerbitkan media berupa buletin. Hal ini disampaikannya usai pelantikan pada Ahad (14/9), di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Sebenarnya keinginan untuk hal ini sudah ada sejak kepengurusan periode kemarin. Hanya saja, kemarin terkendala karena banyak pengurusnya yang sibuk bekerja. Nah, semoga tahun ini rencana penerbitan buletin bisa terlaksana,” paparnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Menurut Nikmah yang pada kepengurusan periode kemarin juga masuk sebagai Wakil Sekretaris ini, Jepara telah memiliki kader-kader muda NU yang potensial dibidang dunia jurnalistik. Karena itu, ia semakin optimis programnya akan terwujud.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Lisnatul Faundiyah, pengurus Divisi Jurnalistik, telah siap dengan agenda tersebut. Ia sendiri meski belum memahami betul dunia jurnalistik, namun mengaku tertarik dengan tulis-menulis. Ia pun mengatakan bahwa rencananya, untuk enam bulan ke depan akan diadakan pelatihan dan bimbingan sampai matang.

“Semester pertama, kami akan mengadakan pelatihan dan bimbingan mengenai dunia jurnalistik. Lalu setelah itu baru penerbitan buletin.Belum ada susunan tim redaksi memang, tapi rencana nanti satu bulan sekali kami bakal menerbitkan buletin,” papar Lisna yang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Mlonggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebenarnya, PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara pada periode sebelumnya sudah pernah memiliki produk buletin. Namun beberapa tahun terakhir, media tersebut vakum. Kini, Nikmah, Lisna, serta rekanan pengurus lainnya percaya, bahwa mereka mampu menghidupkannya kembali.

Pelantikan hari itu di susul dengan sarasehan bertajuk “Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI”, dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja. Acara pelantikan dan sarasehan diikuti oleh segenap Badan Otonom (Banom) NU, Pejabat Pemerintahan, serta pengurus IPNU-IPPNU di pelbagai tingkatan sekabupaten Jepara. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri mengatakan, Rasulullah memimpin umat dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Apabila mengetahui rakyatnya ada yang tidak makan, Rasulullah langsung pucat an segera memberikan bantuan.

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bila Ada Rakyatnya Tak Makan, Muka Rasulullah Pucat

“Saya lebih berhak atas orang mukmin daripada diri sendiri. Seadainya ada orang mati meninggalkan harta, maka itu milik keluarganya. Seandainya ada orang mati meninggalkan hutang dan anak-anak asuhan, maka datanglah kepadaku, itu tanggung jawabku,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menirukan pidato Rasulullah yang diriwayatkan Imam Muslim.

Gus Mus pada pengajian kitab Riyadhus Shalihin di Pondok Pesantren  Roudlatut Thalibin, Sabtu malam (12/07) itu kemudian mempertanyakan apa ada pemimpin model itu sekarangini. “Sekarang kamu mencari pemimpin seperti itu, dimana kamu mencarinya?” tutur Gus Mus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mus menjelaskan, ketika Rasululullah memimpin itu mengetahui keadaan rakyat jelatanya, tidak hanya tahu kondisi para pejabat elitnya saja. Hal ini karena pemimpin seperti Rasulullah itu pemimpin yang mencintai, bukan ditakuti oleh umatnya. “Sudahlah, pemimpin harus meniru Rasulullah. Rasulullah itu lengkap, tidak perlu mengidolakan siapa-siapa,” seru Gus Mus kepada para pemimpin sekarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gus Mun menyerukan terutama kepada pemimpin untuk meladani akhlak Rasulullah dalam kepemimpinan. Demikian ini karena Allah telah mengatur sedemikian rupa untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan yang baik. “Percaya Allah dan Hari Akhir, tapi tidak meniru Rasulullah, patut dipertanyakan,” tegasnya.

Soal pencalonan pemimpin supaya tidak terjadi perpecahan, Gus Mus mengajak umat untuk kembali pada ajaran Qur’an dan Sunnah Nabi. “Ngaku orang Islam, tapi tidak percaya Qur’an malah percaya koran,” tambah pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh, Rembang.

Lebih lanjut Gus Mus menegaskan, Rasulullah hanya menyampaikan apa-apa hanya dari Allah saja. Jadi apabila mengikuti Rasulullah, sudah jaminan mengikuti Allah. “Makanya kalau mau kenal, baca biografinya, kalau pengen lengkap di Al-Qur’an banyak keterangan,” tandas Gus Mus dalam pengajian kitab yang dihadiri santri-santri dan masyarakat umum. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Semangat Hijriyah harus terus digelorakan dalam setiap dada pelajar agar kehidupan selalu ? berjalan pada rel kebaikan. Semangat untuk terus berbuat kebajikan dalam upaya menata diri dalam meraih cita-cita tidak boleh berhenti. Antara lain dengan belajar, belajar, dan belajar.

Demikian disampaikan KH Ahmad Riyadi dari Brebes saat sambutan Pengajian Gebyar Muharram di MTs Negeri Bangbayang kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (25/11).

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Gebyar Hijriyah Ciptakan Gelora Belajar Siswa Brebes

Sekolah, baginya, menjadi ladang persemaian untuk menata kehidupan pelajar agar lebih baik. Momentum Hijriyah saatnya untuk berbuat baik secara positif kepada diri sendiri, orang tua, guru, dan juga masyarakat. “Lewat Gebyar Muharram, kita siapkan generasi andal bagi hidup dan kehidupannya di masa kini dan mendatang.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Kiai Ahmad Riyadi, kita perlu prihatin karena tidak sedikit pelajar yang disibukkan dengan glamournya kehidupan kota. Senang dengan kehidupan malam, dekat dengan narkoba, tawuran dan lain-lain.

Dengan terus menggelorakan semangat hijriyah, maka kita akan terus berbuat baik. Berlomba-lomba dalam kebaikan, fastabikhul Khoerot, tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Kepala MTs Negeri Bangbayang Muhammad Suaedi menjelaskan, Gebyar Muharram digelar dengan maksud meneladani jasa perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan menegakan Islam di muka bumi. ? “Gebyar Muharam, selain untuk syiar Islam juga bisa menggiring siswa menjadi pelajar yang santun, penuh dedikasi, cakap, dan rajin ibadah.”

Kegiatan ini digelar sejak Kamis-Sabtu (21-23/11) dalam bentuk perlombaan. Varian kegiatan itu antara lain pawai taaruf, lomba kaligrafi, lomba pidato, lomba karaoke qosidah, lomba busana muslim, lomba kebersihan dan keindahan kelas, lomba MTQ, dan pengajian umum. Kegiatan diikuti seluruh siswa yang berjumlah 520 orang.

Dengan gebyar Muharam, sambung Suaedi, minimal siswa yang mengikuti kegiatan itu bisa menjadi generasi yang kompetitif, terampil, dan mandiri yang memiliki landasan spiritual dan keilmuan yang luas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hari Santri diperingati dengan berbagai cara dimana-mana dan dengan berbagai cara. Mulai dari futsal bersarung, melukis logo NU, seminar dan diskusi, karnaval budaya, Kirab Resolusi Jihad NU, pembacaan Shalawat Nariyah, sampai apel akbar.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas mengatakan, paling tidak, ada dua hal yang membuat peringatan Hari Santri menjadi magnet utama warga NU dan masyarakat Indonesia.

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakyat Rindukan Jiwa Patriot dalam Pengelolaan Negara

Pertama, menurut dia, memperingati Hari Santri berarti menggelorakan kembali Resolusi Jihad NU 1945. Pada waktu keluar resolusi tersebut mampu menjadi penyemangat untuk mengusir penjajah yang berusaha merebut kedaulatan negara yang telah merdeka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini mengindikasikan rakyat Indonesia saat ini, khususnya NU, merindukan patriotisme dalam pengelolaan negara. Dulu patriot mengusir penjajajh, sekarang patriot pengelolaan ekonomi berdaulat, antikorupsi, dan antiradikalimse,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta (19/10). ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut dia, saat ini masyarakat tengah bosan mendengar korupsi terjadi dimana-mana. Masyarakat lelah dengan ekonomi yang sulit dan tidak berdaulat di hadapan negara besar. Begitu juga di bidang lain, seperti bidang energi, keuangan, sampai politik. Juga narkoba masuk ke desa-desa.

Rasiogini, katanya, atau alat ukur seberapa jauh antara yang miskin dan yang kaya pada angka mengkhawatirkan. Rakyat ingin keluar dari keadaan itu.

“Keadaan itu yang ditangkap NU dengan menggelorakan semangat Resolusi Jihad NU. Sekarang harus diwujudkan dengan patriot penegakakan keadilan dan pemerataan ekonomi dan pembangunan,” tegasnya. ?

Daya tarik lain, lanjutnya, adalah pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah yang dibacakan serentak Jumat (21/10) dari Aceh sampai Papua, dan di luar negeri yang dikoordinir Pengurus Cabang Istimewa Nahdalatul Ulama di masing-masing negara.

“Shalawat Nariyah adalah jiwanya peringatan Hari Santri. Selain ekspresi cinta kepada Nabi dan Allah, di situ ada doa pengharapan. Ini raga ketemu rohnya. Itulah semangat warga NU menjadi bergelora,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberadaan musik patrol memang tidak bisa dipisahkan dari bulan suci Ramadhan. Pasalnya keberadaan musik patrol yang identik dengan musik pembangun sahur ini dimainkan oleh anak-anak kecil menjelang waktu sahur. Meskipun terkadang juga ada orang dewasa yang berbaur dengan memainkan alat musik dari bahan apa adanya.

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Musik Patrol Bangunkan Warga untuk Sahur

Seperti yang dilakukan oleh anak-anak yang ada di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (10/6) dini hari. Dengan menggunakan bahan-bahan dari jerigen, galon bekas, potongan besi dan kentongan dari bambu, mereka kompak memainkan alat musik tersebut.

Dengan membentuk kelompok, mereka menabuh alat musiknya dengan kompak sambil berteriak sahur-sahur membangunkan warga untuk sahur. Mereka masuk ke gang-gang kecil sambil membuat alunan musik yang sangat enak untuk didengarkan.

Hendrik, salah satu pemain musik patrol mengaku jika kebiasaan ini dilakukannya rutin setiap datangnya bulan suci Ramadhan. Dimana alat-alat musik yang digunakan didapat dengan memanfaatkan beberapa barang bekas yang ada di sekitar rumahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tujuannya hanya satu untuk membangunkan tetangga supaya tidak terlambat bangun. Sebab biasanya mereka masih harus memasak untuk menu sahur bersama keluarga,” katanya.

Menurut Hendrik, memainkan alat musik patrol ini dilakukannya secara berkelompok sambil menunggu waktu sahur. “Biasanya kami keliling mulai pukul 02.00 hingga 03.00. Setelah puas berkeliling kami pulang untuk makan sahur bersama keluarga,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Firdaus. Menurutnya, musik patrol pembangun sahur ini dilakukan dengan senang hati. Sebab dengan musik patrol ini dia bisa berkumpul dengan teman-temannya yang lain.?

“Senang sekali rasanya bisa membangunkan tetangga untuk makan sahur. Makanya kalau pas tidak ikut seperti tidak enak saja. Namanya juga kebersamaan dengan teman-teman. Modalnya hanya ikhlas beribadah di bulan Ramadhan,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Nahdlatul Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock