Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama, kami mendengar shalat utaqa, shalat sunah di bulan Syawwal. Yang saya tanyakan adalah tatacara shalat utaqa dan keutamaannya? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karim/Bogor)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Di bulan Syawwal kita mengenal puasa sunah enam hari. Selain itu, kita juga mengenal shalat sunah sebanyak delapan rakaat yang kemudian disebut dengan nama shalat utaqa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembaca yang budiman, shalat sunah utaqa ini mudah diamalkan. Shalat ini berjumlah delapan rakaat. Pada setiap rakaat kita membaca surat Al-Fatihah. Setelah Al-Fatihah, kita membaca 15 kali Surat Al-Ikhlash. Selesai shalat delapan rakaat, kita membaca tasbih sebanyak 70 kali dan shalawat sebanyak 70 kali. Setelah itu kita berdoa sebagaimana doa usai shalat pada lazimnya.

Shalat sunah utaqa ini dapat dikerjakan siang atau malam. Shalat ini dapat dikerjakan dengan empat atau dua salam. Shalat sunah ini juga dapat diamalkan pada tanggal berapa saja di bulan Syawwal karena tidak ada ketentuan perihal tanggal pelaksanaannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Shalat ini dinamai shalat utaqa (shalat pembebasan) karena Allah SWT akan membebaskan orang yang mengamalkan shalat sunah ini dari impitan utang dan Allah akan memenuhi hajat mereka. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mencantumkan hadits berikut ini perihal keutamaan shalat utaqa.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah alirkan mata air hikmah di hatinya; Allah gerakkan lisannya untuk mengucapkan kalimat-kalimat mengandung hikmah; dan Allah perlihatkan kepadanya penyakit sekaligus obat dunia. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini sebagaimana aku tunjukkan, melainkan Allah mengampuninya setiap kali ia mengangkat kepalanya dari sujud. Kalaupun ia meninggal, maka kematiannya dinilai sebagai syahid yang membawa ampunan Ilahi. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini di perjalanan, melainkan Allah mudahkan perjalanan berangkat hingga pulang ke tempat yang dituju. Kalaupun ia tengah menanggung utang, niscaya Allah akan menutup utangnya. Kalaupun ia sedang berhajat, niscaya Allah luluskan hajatnya.

Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah berikan kepadanya sebuah makhrafah untuk setiap huruf dan setiap ayat yang dibacanya.’ Sahabat bertanya, ‘Apa itu makhrafah ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Makhrafah adalah sebuah taman di surga dimana seorang berkuda yang berjalan di bawah naungan salah satu pohon di dalamnya selama seratus tahun tidak juga mencapai tepi naungan itu,’” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1997 M/1417, juz II, halaman 249).

Pada bulan Syawwal ini kita tidak hanya dianjurkan berpuasa sunah sebanyak enam hari. Kita juga dianjurkan untuk mengamalkan shalat sunah utaqa ini di bulan Syawwal. Baiknya kita tidak melewatkan puasa dan shalat sunah Syawwal ini mengingat keutamaan keduanya yang luar biasa.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, RMI NU, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 19 Februari 2018

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sejumlah pihak berharap Nahdlatul Ulama (NU) tetap kokoh sehubungan menentukan nasib Indonesia 30 tahun mendatang, ujar Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, Adnan Anwar.

?

"Masa depan Indonesia ada di NU. Yang ngomong bukan saya. Tapi sejumlah pejabat negara dan duta besar beberapa negara sahabat," ujar mantan wasekjen PBNU ini, Senin (27/3), pada peserta Susbanpim di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar.

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kuat Indonesia Kuat, NU Lemah Indonesia Lemah

?

Kalau NU-nya kuat, maka Indonesia kuat. Kalau NU-nya lemah, Indonesia lemah. Setiap ada masalah di Indonesia yang menjadi solusi selalu NU. Ia mencontohkan, dari beberapa pemberontakan, NU selalu berpartisipasi menjaga Indonesia. "Kalau tidak ada Banser, Indonesia menjadi negara komunis," kata dia lagi .

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adnan menambahkan, kalau mau menghancurkan NKRI, hancurkan NU, hancurkan GP Ansor, dan hancurkan Banser.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dan NU hari ini, faktanya diserang sejumlah pihak. Banser di-bully dengan berita hoax membubarkan pengajian. Faktanya tidak demikian. Tujuan mereka yang menyerang NU hingga Banser itu ingin menghancurkan NKRI yang dilahirkan ulama-ulama," katanya.

Ia menegaskan, Indonesia sudah disepakati 1873 ulama di Aceh. Para orang alim di Serambi Mekah itu telah merumuskan Jumhuriyah Indonesia (Republik Indonesia) dan disebarkan hingga ke Papua untuk membangun cita-cita kesatuan tanah dan bangsa Indonesia.

"Kalau 30 tahun mendatang NU kuat dan masih mempunyai Banser-Banser yang sakti semacam sahabat-sahabat, NKRI masih kuat," ujar Adnan disambut gemuruh tepuk tangan antusias Banser dari Sulawesi, Kalimantan, Papua dan beberapa provinsi lain di Indonesia. (Gatot Arifianto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Berita, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi menyebut ketepatan makhraj, tajwid, dan penghormatan atas ayat-ayat suci sebagai ketentuan dasar dalam membaca Al-Quran. Sementara varian irama lagu dalam membaca Al-Quran sendiri, menurutnya, lebih luas daripada langgam yang sudah populer di kalangan ahli qiro’ah.

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

“Langgam itu soal budaya dan bukan barang haram di dalam Islam,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Lebih lanjut Kiai Masdar mengatakan, salah satu fakta budaya ialah bahasa. Kenapa kalimah Al-Quran hadir dalam bahasa Arab? Karena Allah menghormati budaya Arab. Prinsipnya, bi lisani qoumihim (Menyampaikan dengan bahasa kaum para rasulullah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Adapun kalamullah sendiri itu bi la harfin wa la shoutin (tanpa huruf dan suara), bukan dalam bahasa Arab atau bahasa bangsa apapun. Tetapi ketika berkomunikasi dengan bangsa Arab, tentu saja kemudian wahyu itu hadir dalam bahasa Arab,” terang kiai Masdar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulu kitab-kitab suci pernah berbahasa Ibrani karena yang dikhithabnya komunitas Ibrani, Kiai Masdar menyebut salah satu contoh.

Setiap bahasa itu mengandung sentuhan Ilahi, bukan hanya Arab, Ibrani atau bahasa tertentu. Karena, wa allama adamal asmaa kullaha (Allah mengajari Nabi Adam nama-nama semua benda) ini modal dasar dari bahasa.

Kita menyebut “batu”, “langit”, “bumi”, dan seterusnya, secara lahiriyah memang kreasi budaya. Tetapi di belakang itu, Allah SWT Yang Maha Bicara karena sifat-Nya itu mutakallimun.

Bayangkan kalau wahyu diturunkan di Jawa, untuk nabi Jawa, umat Jawa, tentu hadir dalam bahasa Jawa. Kalau turun di Jepang, tentu wahyu itu berbahasa Jepang, Kiai Masdar menambahkan. Karena normanya itu bi lisani qoumihim, bukan bi lisanil Arab. Jadi, semua bahasa itu baik dan mulia.

“Apalagi hanya soal langgam?” kata Kiai Masdar menanggapi kontroversi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Daerah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bencana banjir yang melanda Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, dan tanah longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, mengetuk hati PWNU Jawa Timur untuk menerjunkan para relawan ke lokasi bencana.

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

PWNU Jatim dan berbagai lembaga NU, seperti PW Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) SER (Social Emergency Renspons) NU Jatim yang bekerjasama dengan YPM (Yayasan Pendidikan Ma’arif) Sepanjang, Taman, Sidoarjo didampingi Luthfi Prasetiyo dari PC Lakpesdam NU dan Widy Taurus PC LPBI NU Jombang mengirimkan bantuan.

Bantuan yang dikirim berupa beberapa kebutuhan pokok dan didistribusikan langsung ke lokasi pada Kamis (29/1) lalu. “Keberangkatan pengiriman bantuan ke daerah yang ditimpa bencana alam tersebut diikuti oleh beberapa relawan NU,” kata Ketua SER NU Jatim Hasan Muhdlor kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (1/2).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rombongan tim tanggap bencana dari Surabaya (PW LPBI SER-NU dan YPM Sepanjang) bertemu dan berkoordinasi dengan rombongan tim dari Jombang (Lakpesdam dan LPBI-NU Jombang) di Balai Pengobatan NU Sayid Abdurahman di sebelah barat Alun-alun Mojoagung.

Setelah berkoordinasi, rombongan dipisah menjadi dua tim. Tim pertama menuju Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, dan tim kedua menuju Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tim ini kemudian menuju Dusun Tempel, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung,” tandas Muhdhor. Setelah itu, rombongan tim kedua menuju Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng.

Cak Muhdhor, sapaan akrabnya menandaskan bahwa bantuan bencana alam yang dikumpulkan dari warga Nahdliyin tersebut sebagai wujud kepedulian NU terhadap korban yang saat ini mengalami musibah. “Semoga bantuan yang kita kirim dapat membantu meringankan beban yang dialami korban bencana”, tandasnya.

Selama bencana masih terjadi, tim gabungan akan terus berada di lokasi dalam upaya melakukan evakuasi korban serta mendistribusikan bantuan. “Kami juga melakukan perbaikan dan pembersihan lokasi banjir dan tanah longsor serta merawat sejumlah korban,” ungkapnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Fauzi Bowo akhirnya benar-benar tak terbendung untuk meraih kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, dalam pemilihan yang digelar Sabtu malam (2/10) lalu.

Tokoh NU yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyingkirkan rivalnya, Gus Wahid —mantan Ketua PWNU DKI, setelah mendapat dukungan lima cabang, dari enam cabang. Calon lain, Maksum Zubair mengundurkan diri dari pencalonan, karena tidak mendapat satupun dukungan dari enam cabang yang mempunyai hak suara.

Seperti dberitakan sebelumnya, Fauzi Bowo mendapat dukungan suara dari PCNU Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan satu PCNU, yaitu Jakarta Selatan menetapkan dukungan ke Gus Wahid.

Seperti diperkirakan sebelumnya, proses pemilihan berjalan kurang menarik, karena mayoritas cabang telah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo. Pemilihan yang seharusnya dilakukan dua tahap terpaksa dilakukan satu tahap karena pada tahap pertama Fauzi Bowo telah mendapat lima suara, sedangkan Gus Wahid hanya mendapat satu suara.

Setelah penghitungan suara tahap pertama berakhir, Gus Wahid menyatakan mundur yang kemudian secara otomatis Fauzi Bowo melenggang ke kursi Ketua PWNU DKI tanpa lawan.

Setelah proses pemilihan usai, ratusan peserta dan warga NU DKI yang memadati Aula hotel Evergreen Cisarua Bogor langsung membaca sholawat seraya menyalami Fauzi Bowo secara bergantian.

Selain mendapat dukungan dari mayoritas cabang, Fauzi Bowo juga mendapat support dari sejumlah Badan Otonom (Banom) NU DKI, seperti LDNU, Lakpesdam, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat.

Menurut Ketua LDNU DKI, Muhammad Shodri, Fauzi Bowo memang tokoh yang paling tepat memimpin NU DKI. Sebab, kualitas dan kemampuan dia dalam berorganisasi tidak perlu diragukan. Selain lahir dan besar dari kalangan NU, Fauzi Bowo menurut penilainya, adalah tokoh yang dibutuhkan NU DKI saat ini. “dia juga benar-benar santri,” kata Shodri.

Proses Demokrasi

Di tempat terpisah, Ketua PCNU Jakarta Selatan, Zainal Arifin yang merupakan representasi dari kubu Gus Wahid dapat menerima kekalahan dengan legowo. Baginya, perbedaan sikap politik adalah hal yang wajar dalam NU. Apalagi, NU selama ini dikenal sebagai organisasi yang pro demokrasi.

“Mayoritas cabang mendukung Pak Fauzi Bowo. Hanya kami satu-satunya yang mendukung Gus Wahid. Saya kira itu wajar saja, sebagai bagian dari demokrasi dalam NU. Kami pun menerima Pak Fauzi dengan baik sebagai Ketua PWNU DKI,” kata Zainal.

Sementara itu, Fauzi Bowo dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Kepercayaan peserta konferwil yang telah memilih dirinya adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, tidak hanya pada warga nahdliyin, tapi harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. “Ini adalah amanah yang diberikan kepada saya dan harus saya jalankan dengan baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, NU DKI memiliki potensi yang besar untuk maju. Sebab, NU DKI mempunyai kuantitas dan kualitas warga yang tidak perlu diragukan. Hanya saja, kuantitas dan kualitas warga NU di Jakarta selama ini belum terorganisir dengan baik. Sehingga NU DKI kurang mempunyai peran di masyarakat. “Ulama kita, sebagian besar keluarga NU. Jadi kalau kita dapat memanfaatkan potensi itu dengan optimal, pasti akan membawa kemajuan untuk NU,” ungkapnya.

Program Utama

Selain akan menjalankan program yang diamanatkan oleh konferwil, program utama yang akan dicanangkan oleh Fauzi Bowo adalah mendata dan membuat database warga nahdliyin di DKI Jakarta. Selain itu, struktur NU di semua tingkatan akan dihidupkan kembali dengan memasang plang di setiap tingkatan kepengurusan. Dengan demikian, keberadaan NU DKI akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “kalau pekara yang kecil aja tidak dilaksanakan bagaimana dengan hal-hal yang besar,” tambahnya.

Dalam paparannya, Fauzi Bowo juga memberikan penghargaan kepada Gus Wahid yang telah membawa banyak kemajuan terhadap NU DKI. “Tidak lupa penghargaan saya berikan pada Gus Wahid yang telah benyak memajukan NU DKI. Tanpa beliau, NU DKI tidak bisa seperti ini,” pujinya.(amh/dm/cih) 
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Rabu, 10 Januari 2018

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peresmian kantor NU Sulawesi Selatan, Rabu (22/8) di halaman kantor Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 berlangsung semarak. Kedatangan rombongan Gubernur Sulsel, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansyah, disambut pagelaran musik merching band yang berasal dari pesantren binaan NU di Sulsel.

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Tak berhenti disitu rombongan yang juga diarak dengan Tari Paduppa, dalam tradisi Bugis-Makassar. Tari Paduppa ini sebagai tari-tarian untuk menjemput para bangsawan. Terlihat juga dalam rombongan, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang yang juga Mustasyar NU.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Kantor NU Sulsel, Andi Majdah M Zain yang juga Rektor Universitas Islam Makassar mengatakan, kantor NU Sulsel ini mulai dibangun pada pertengahan Juli 2013. Pembangunan telah memakan biaya sekitar Rp 7,5 milyar yang berasal dari Pemprov 1 milyar, hamba Allah masing-masing 2 orang Rp 1,5 milyar dan 1 milyar yang tidak disebutkan namanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kemudian sebagai komitmen Universitas Islam Makassar sebagai Kampus milik NU memberikan urungan atau patungan 1 milyar dan selebihnya urungan dari pengurus, dosen-dosen UIM, pengusaha NU dan warga Nahdliyin.

“Kantor NU Sulsel ini setidaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk pembelian alat kelengkapan kantor, namun sengaja diresmikan untuk menggerakkan hati warga Nahdliyin untuk menyumbang,” imbuh Iskandar Idy dalam sambutannya disambut tertawa oleh ribuan Nahdliyin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya,? pembangunan kantor NU Sulsel ini, semoga mampu menjadi pusat untuk membangkitkan proses-proses berdakwah semua komponen NU di sulawesi selatan, yang sebelumnya lembaga/lajnah dan banom memiliki sekretariat yang berbeda.

Ketua Umum PP Muslimat NU mengapresiasi selesainya dibangun kantor NU ini. Dikatakan, sekarang yang perlu diperhatikan bagaimana NU Sulsel dapat memfungsikan kantor yang berlantai 5 ini sebagai pusat kaderisasi dan dakwah untuk menyebarkan nilai-niai aswaja di tengah masyarakat.

Tak lupa pula PP Muslimat NU juga urungan untuk menutupi kekurangan pembangunan Kantor NU Sulsel ini sebanyak 100 juta.

Dalam ceramah Kiai Said Aqil Siroj menyinggung mengenai amalan-amalan NU Sulsel yang banyak dianggap bidah seperti memuji Nabi, burdah, barazanji, tawassul dan lain sebagainya.

Disisi lain Kang Said menyampaikan wawasan kebangsaan NU, menurutnya di negara Indonesia, tak hanya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Islam yang dibutuhkan, tetapi ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama warga bangsa sangat dibutuhkan.

“Mengapa timur tengah saat ini sering bergejolak, karena di dalamnya tidak ada kesepakatan bagaimana menjaga keutuhan bangsa atau ukhuwah wathaniyah. Nah, NU jauh hari sudah mengamalkan dan menfatwakan Ukhuwah Islamiyah harus paralel dengan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, mengapresiasi atas selesainya pembangunan Kantor NU Sulsel ini. SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel ini berharap NU Sulsel dapat berjalan bersama-sama dengan Pemrov untuk melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan dan dakwah.

“Komitmen pemerintah tak diragukan lagi, saya bersama Pak Agus Wagub Sulsel sangat memperhatikan Ormas NU di Sulsel,” katanya disambut tempukan tangan dari warga Nahdliyin yang hadir.

Setelah itu Gubernur dan Kiai Said Aqil Siroj bersama-sama menanda tangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi Rais Syuriyah NU Sulsel Gurutta Sanusi Baco, Wakik Gubernur, Ketua Umum PP Muslimat NU, Iskandar Idy, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Katib Syuriyah Kiai Ruslan, dan Arfin Hamid.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor NU Sulsel. Kemeriahan peresmian kantor NU Sulsel ini, dihadiri mantan-mantan Ketua PWNU Sulsel, Para Mustasyar, Ketua Lembaga/Lajnah, Badan Otonom, PCNU Se Sulsel dan Ribuan Nahdliyin memadati peresmian ini. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU kecamatan Rembang kota kabupaten Rembang menggelar seminar kebangsaan di Gedung Darul Khadlonah, Rembang, Sabtu (17/10) siang. sebanyak 150 anggota Muslimat datang dari 34 ranting Muslimat NU di kecamatan Rembang dan 9 PAC Muslimat.

Mantan Ketua Muslimat NU Rembang Hj Mahmudah Masykuri menyampaikan, seminar dilakukan sebagai upaya PAC Muslimat NU Rembang dalam memperkuat pengetahuan empat pilar kebangsaan NKRI yang kini kian terkikis oleh beberapa faktor.

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

"Kami sengaja mengadakan kegiatan seminar empat pilar kebangsaan untuk menguatkan pengetahuan kader Muslimat NU, serta memberikan pengetahuan mengenai perundang-undangan serta tata kelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahmudah berpendapat, sebagai warga Nahdlatul Ulama sebagai garda terdepan untuk mengawal empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta UUD 45 sangat wajib memiliki pengetahuan luas mengenai empat pilar kebangsaan.

"Jika NU yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal empat pilar kebangsaan, maka kita sebagai pengurus Muslimat NU juga membantu langkah NU, dengan cara paham empat pilar kebangsaan serta tatakelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muslimat NU Rembang menggandeng pihak DPD RI. Pertemuan ini disertai dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah pesantren di kabupaten Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Daerah, Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock