Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama, kami mendengar shalat utaqa, shalat sunah di bulan Syawwal. Yang saya tanyakan adalah tatacara shalat utaqa dan keutamaannya? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karim/Bogor)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Di bulan Syawwal kita mengenal puasa sunah enam hari. Selain itu, kita juga mengenal shalat sunah sebanyak delapan rakaat yang kemudian disebut dengan nama shalat utaqa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembaca yang budiman, shalat sunah utaqa ini mudah diamalkan. Shalat ini berjumlah delapan rakaat. Pada setiap rakaat kita membaca surat Al-Fatihah. Setelah Al-Fatihah, kita membaca 15 kali Surat Al-Ikhlash. Selesai shalat delapan rakaat, kita membaca tasbih sebanyak 70 kali dan shalawat sebanyak 70 kali. Setelah itu kita berdoa sebagaimana doa usai shalat pada lazimnya.

Shalat sunah utaqa ini dapat dikerjakan siang atau malam. Shalat ini dapat dikerjakan dengan empat atau dua salam. Shalat sunah ini juga dapat diamalkan pada tanggal berapa saja di bulan Syawwal karena tidak ada ketentuan perihal tanggal pelaksanaannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Shalat ini dinamai shalat utaqa (shalat pembebasan) karena Allah SWT akan membebaskan orang yang mengamalkan shalat sunah ini dari impitan utang dan Allah akan memenuhi hajat mereka. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mencantumkan hadits berikut ini perihal keutamaan shalat utaqa.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah alirkan mata air hikmah di hatinya; Allah gerakkan lisannya untuk mengucapkan kalimat-kalimat mengandung hikmah; dan Allah perlihatkan kepadanya penyakit sekaligus obat dunia. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini sebagaimana aku tunjukkan, melainkan Allah mengampuninya setiap kali ia mengangkat kepalanya dari sujud. Kalaupun ia meninggal, maka kematiannya dinilai sebagai syahid yang membawa ampunan Ilahi. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini di perjalanan, melainkan Allah mudahkan perjalanan berangkat hingga pulang ke tempat yang dituju. Kalaupun ia tengah menanggung utang, niscaya Allah akan menutup utangnya. Kalaupun ia sedang berhajat, niscaya Allah luluskan hajatnya.

Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah berikan kepadanya sebuah makhrafah untuk setiap huruf dan setiap ayat yang dibacanya.’ Sahabat bertanya, ‘Apa itu makhrafah ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Makhrafah adalah sebuah taman di surga dimana seorang berkuda yang berjalan di bawah naungan salah satu pohon di dalamnya selama seratus tahun tidak juga mencapai tepi naungan itu,’” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1997 M/1417, juz II, halaman 249).

Pada bulan Syawwal ini kita tidak hanya dianjurkan berpuasa sunah sebanyak enam hari. Kita juga dianjurkan untuk mengamalkan shalat sunah utaqa ini di bulan Syawwal. Baiknya kita tidak melewatkan puasa dan shalat sunah Syawwal ini mengingat keutamaan keduanya yang luar biasa.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, RMI NU, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 18 Februari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menjelang musim ujian akhir semester gasal tahun pelajaran 2016-2017, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mengadaan kejuaraan. Ratusan peserta semangat dalam ajang kejuaraan bertema "Berlatih, Bertanding, Berprestasi Serta Junjung Tinggi Nilai-nilai Sportivitas" tersebut.

Sebanyak 170 peserta pelajar dari 50 sekolah tingkat dasar hingga menengah mengikuti Kejuaraan Cabang Pagar Nusa Ke-2 Kabupaten Kudus pada Kamis (24/11) di Gedung JHK Kecamatan Kaliwungu, Jalan arah Kudus-Jepara.

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Menurut Noor Ahsan, Sekretaris Panitia, peserta bukan hanya dari sekolah yang bernaung di Lembaga Pendidikan Maarif NU Kudus saja. "Terdapat peserta delegasi dari sekolah non-Maarif, yakni SMK Grafika dan SMK PGRI. Secara keseluruhan jumlah peserta tingkat menengah atas yakni 70, menengah pertama sama 70 peserta, dan sisanya peserta dari sekolah tingkat dasar," kata pemuda yang akrab disapa Kang Ahsan ini.

Setiap peserta merupakan alumni dari ujian sabuk yang belum lama dilaksanakan, pada tanggal 27-28 bulan Oktober kemarin di MTs NU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus. Maka jika di rata-rata mereka adalah pemakai sabuk putih, sebab sebelumnya telah ujian kenaikan tingkat dari sabuk polos ke sabuk putih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Babak penyisihan digelar pada Kamis siang (24/11), malam harinya babak semi final dan Jumat pagi (25/11) dilaksanakan babak final. Juara umum akan maju di Kejuaraan Daerah Jawa Tengah, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 23-27 bulan depan di Bale Kambang Nalumsari Jepara.

Meski kepengurusan Pagar Nusa Kabupaten Kudus sendiri masih baru, namun rasa optimis tersirat pada setiap kegiatannya. "Selama dua bulan saja, PSNU Pagar Nusa melakoni tiga even besar sekaligus, yaitu ujian sabuk bulan jelang akhir Oktober, Pelantikan 13 November, hingga Kejurcab ini," ungkap pemuda kelahiran 1996 lulusan MA NU Maarif Kudus tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kang Ahsan yang telah memakai sabuk hijau ini berharap agar semua pengurus baru bisa menjaga kekompakan dalam satu tujuan, memajukan Pagar Nusa Kabupaten Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Habib, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Himpunan Mahasiswa Matematika atau Himatika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang kembali menyelenggarakan kompetisi matematika tingkat provinsi. Kegiatan kali ini untuk tingkat MA dan SMA, dari sebelumnya yakni MTs dan SMP. 

Pada sambutan pembukaan, Prof Dr KH Ahmad Zahro menyampaikan bahwa Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) terbilang sangat kreatif. “Walaupun kecil, tapi bisa membuktikan dengan kegiatan yang sangat bermutu, salah satunya adalah Program Kreatifitas Mahasiswa atau PKM,” kata Rektor Unipdu tersebut, Ahad (28/1).

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Selanjutnya Profesor Zahro, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Fakultas MIPA selalu mendapatkan hibah penelitian PKM yang diselenggarakan Ristek Dikti. “Ke depan, Fakultas Matematika Unipdu diharap tambah berkembang dan menjadi pioner di lingkungan kampus bahkan dalam kancah nasional,” kata guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Dyah Novita Larasati selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Himatika Unipdu tidak semata menjadi kewajiban memajukan organisasi internal kampus. “Tetapi juga sebagai tanggung jawab mahasiswa dalam menjunjung tinggi almamater yaitu mengembangkan Unipdu menjadi kampus go to internasional,” tandasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 60 peserta dari 30 sekolah di berbagai kota se-Jatim seperti Sidoarjo, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Jombang, hingga kota-kota di Madura. Selama olimpiade berlangsung, juga diisi lomba swafoto antar sekolah. (Ibnu Nawawi

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua PCNU Brebes KH Athoillah menyampaikan tentang pentingnya dua amanat yang telah diembankan kepada NU yang artinya berlaku juga untuk seluruh lembaga dan badan otonom NU, yaitu amanat diniyah (keagamaan) dan amanat wathaniyah (kebangsaan).

Demikian disampaikan Kiai Athoillah pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XI IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes di SMK/MTs Al-Ikhlas Limbangan, Losari, Brebes, Rabu (12/7).

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Dua amanah ini, kata Atho, dijalankan dengan tawasut artinya moderat pada posisi di tengah-tengah dan toleran. Dalam menjaga Islam yang mulia harus pula dengan kemuliaan. “Komitemen NU, yakni satu tekad, satu langkah untuk mempertahankan Islam dan negara,” kata Kiai Atho.

Ia mengingatkan, kebencian yang terlalu memuncak mendorong kelompok wahabi untuk melenyapkan NU antara tahun 2025 hingga 2030.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tantangan ini, lanjutnya, justru menjadikan NU makin kuat apalagi sekarang sudah mendapat dukungan penuh dari tentara, polisi, dan negara. “Pendidikan kader penggerak NU di Kabupaten Brebes juga sudah digelar 6 angkatan, dan pengkaderan lainnya banom NU yang tiada henti menjadi kekuatan tersendiri,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo yang hadir pada pembukaan konferensi ini mengharapkan kelahiran kader yang mumpuni dan memberkahi. Jadikan forum konfercab sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan SDM dalam mengawal NKRI.

Era sekarang, kata Narjo, organisasi pemuda tengah dihadapkan pada tantangan perubahan sosial. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas dan kualitas yang memadai sehingga tidak tertinggal dan ditinggal oleh anggotanya.

Narjo juga meminta IPNU-IPPNU untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Terutama dalam penanganan dekadensi moral, merebaknya pornografi, narkoba, dan tindak negatif lainnya. “Pemkab memandang IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang berakhlakul karimah sehingga mampu membentengi berbagai kegiatan negatif,” tandasnya.

Ketua Panitia Konferensi Abdul Azis menjelaskan, konferensi ini diikuti 750 peserta utusan dari 297 desa/kelurahan di 17 PAC se-Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Humor Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Purwakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikam Asalafiyah, Desa Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/2).

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Kepada sekitar 16.000 jamaah yang hadir, Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj berpesan, pengamalan agama tidak cukup hanya dilakukan dengan memakai simbol-simbol yang diyakini atau dikaitkan dengan agama.?

“Lebih baik pakai batik dan celana panjang tapi berilmu daripada pake gamis bercelana agak tinggi dan berjenggot tapi tidak berilmu,” kata Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, beragama harus disertai dengan ilmunya. Jadi proses penempaan diri dengan berbagai disiplin ilmu agama yang telah digariskan para ulama tetap harus dilakukan dan tidak terbatas waktu dan usia.

Kang Said menyesalkan sikap sebagian kelompok yang gemar mengkampanyekan semboyan “Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits” tetapi tidak pernah mau belajar berbagai disiplin keilmuan yang terkait dengan cara bagaimana memahami dan mengamalkan dua sumber utama ajaran Islam tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Akibatnya mereka menjadi kelompok fundamentalis yang gemar menuding bid’ah atau sesat terhadap berbagai tradisi keagamaan yang tidak secara jelas dan persis disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.?

Misalnya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi, bershalawat, atau membaca kisah-kisah teladan nabi melalui syair-syair indah yang ditulis oleh para ulama, seperti dalam kitab Al-Barzanji. Kang Said menjelaskan, memuji-muji nabi melalui syair itu merupakan sunnah taqririyah, atau perilaku sahabat yang diketahui dan dibenarkan oleh Nabi.

“Yang mengatakan Maulid Nabi bid’ah, Barzanji ? bid’ah silakan belajar ke pesantren atau datang kepada saya, nanti saya jelaskan,” kata Kang Said yang hadir didampingi Sekjen Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU KH Nurul Yaqin Ishaq.

Peringatan Maulid Nabi Pesantren Al-Hikam Asalafiyah itu dihadiri sejumlah tokoh Nu setempat, antara lain KH Hasan Syueb (Musytayar), KH. Adang Badruddin (Rais), KH. John Dien (Katib), H. Nashir Saady (Ketua Tanfidziyah), Bahir Muhlis (Sekretaris), H. Sona M (Ket. LPNU), Ramlan Maulana (ISNU), Anwar Nasihin (GP. Ansor), KH Alam, KH M. Tajudin, dan Ust. Syarif.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mustiko DP

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Khutbah, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock