Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan pelajar dan santri Majalengka mendukung eksekusi mati terpidana narkoba Bali Nine segera dilakukan. Dukungan digelar dalam bentuk aksi tanda tangan petisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo oleh pelajar dan santri Al-Mizan Ciborelang dalam acara karnaval yang bertajuk “Perdamaian untuk Bangsa” di Alun-alun Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (07/03).

Menurut Kordinator acara, Ade Duryawan, aksi ini adalah salah satu wujud kepedulian terhadap generasi bangsa yang? saat ini terancam masa depannya oleh Narkoba. “Saat ini ada sekitar 4,1 juta lebih pengguna narkoba di Indonesia. Kami mendukung eksekusi mati, sebab narkoba betul-betul telah menghancurkan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Ade di sela-sela acara.

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

KH Maman Imanulhaq, anggota DPR RI, yang turut menginisiasi kegiatan menegaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu , menurut Maman, selain tindakan tegas bagi bandar dan pengedar, hal penting lainnya adalah upaya pencegahan yang dilakukan secara masif oleh berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maman menyebutkan, sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman akan bahaya narkoba, termasuk lewat pendidikan di sekolah dan rumah. Ia yakin kedua tempat ini bisa menjadi benteng yang kuat bagi pencegahan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Anak-anak kita mesti dijaga baik-baik, karena mereka itu aset bangsa. Jangan sampai bangsa ini hancur gara-gara generasi penerusnya pecandu narkoba,” jelas anggota DPR RI Komisi VIII itu.

Iring-iringan karnaval yang melibatkan 41 SD/MI se-Majalengka tersebut tampak mengular sejauh 1 kilometer dan sempat memacetkan arus lalu lintas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pawai yang bertolak dari alun-alun Kecamatan Jatiwangi? dan berakhir di kompleks Pesantren Al-Mizan.

Sambil membawa berbagai macam poster dan mengenakan beragam atribut, sepanjang jalan peserta pawai meneriakkan yel-yel antinarkoba, antikorupsi, anti-free sex, antikekerasan anak, serta yel-yel dukungan mereka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Karnaval merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Al-Mizan ke-14 yang rutin digelar oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka. Selain karnaval, dalam rangka memeriahkan festival itu digelar juga kegiatan lain yang melibatkan partisipasi anak-anak, antara lain pameran pendidikan dan kreativitas anak, pagelaran seni budaya lokal, dan kompetisi futsal dan bola volley antar SD/MI se Majalengka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelantun tembang-tembang shawalat dan religi Islami, Haddad Alwi menceritakan kesannya tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Dur adalah seorang tokoh yang luar biasa. Orang yang tidak memahaminya bisa salah mengerti sampai mencaci maki. Tapi kalau yang memahami Gus Dur, bisa sangat mengagumi,” kata dia kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/12) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Haddad yang hari itu datang membawakan shalawat di acara Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, pun menceritakan pengalaman membawakan shalawat di dekat Gus Dur.

“Pertama saat Gus Dur masih sehat. Di satu acara di Kalibata, saya membawakan shalawat. Sambil duduk di kursi, Gus Dur menceritakan lirik-lirik yang saya bawakan,” sambung penyanyi yang kerap disapa ustad ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haddad Alwi menyebutkan kala itu lirik yang dia bawakan adalah Shalawat Badar dan Al I’tiraf.

Pengalaman kedua, sambung Haddad Alwi, saat berlangsung sebuah acara besar di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu Gus Dur sedang sakit. Saya masuk menemui Gus Dur di ruangannya. Saya bawakan shalawat yang sangat lembut, kisah tentang Rasulullah. Sambil berbaring, Gus Dur mendengarkan sampai habis (selesai),” cerita dia.

Gus Dur juga meminta Haddad Alwi membawakan shalawat tersebut saat tampil di atas panggung. (Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Guna turut meramaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, serta memperingati 50 tahun Korp PMII Putri (Kopri), Komunitas Sepertiga Malam yang dipimpin Budi Syahbudin bekerjasama dengan Kopri PKC PMII NTB akan menggelanggelar Kala Santri Berpuisi, Jumat 24 November 2017.

Acara akan diihadiri oleh sahabat-sahabat lintas generasi yang hadir di arena Munas. Acara diagendakan dimulai pukul 19.30 WITA di halaman Pondok Putri 1, Pesantren Nurul Islam, Jl. Swa Sembada, Sekarbella Mataram.

"Acara sengaja digelar di Sekarbella, karena pondok pesantren itu dipimpin oleh Hajjah Wartiah yang merupakan alumni Kopri militan dan telah berhidmat di PMII sejak 30 tahun lalu." ujar Ketua Panitia acara Budi Syabudin. Jumat (24/11) pagi.

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Para senior PMII dari berbagai kota yang tengah berada di arena Munas Kota Matraman, NTB. Mereka juga akan dipersilakan meramaikan malam puisi tersebut.

Dihubungi Kamis (23/11) malam, Hj Wartiah mengungkapkan sangat antusias dan merespons positif.

"Saya siap (membantu) menyukseskan acara tersebut dengan maksimal," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain baca puisi, acara juga akan dihangatkan dengan persembahan Tari Saman dan Marawis dari Pesantren Putri Nurul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semua persiapan sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran semua sahabat saja," kata Lia Purnamasari, Ketua Kopri NTB. (Red;Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini!

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kemunculan kelompok ekstrem seperti ISIS (the Islamic State of Iraq and Syria), Al Nusro dan lain-lain, sudah diprediksi kedatangannya oleh sahabat Ali bin Abi Thalib.

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyidina Ali Pernah Peringatkan, Waspadai Kelompok Ini!

Menurut pengasuh Majelis ‘Bismillah’ MWCNU Pasarkliwon Surakarta, Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, 1.400 tahun silam, Imam Ali telah mengingatkan akan datangnya gerombolan bengis yang akan mengibarkan panji-panji hitam yang menyerupai panji-panji hitam Imam Mahdi.

“Ucapan beliau terekam dalam literatur Hadits Ahlus Sunnah wal Jamaah, yakni dalam kitab Kanzul Ummal yang dihimpun oleh ulama besar yang bernama Al Muttaqi Al Hindi pada riwayat nomer 31.530,” terang cicit Muallif Simtuddurar, Habib Ali Al-Habsyi itu, Ahad (20/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kitab tersebut, diriwayatkan bahwa Imam Ali pernah berkata: “Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian. Kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya Hidayah).

Mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik negara, saat ini ISIS telah mengumumkan berdirinya Daulah Islam di Iraq dan Syam), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namanya dari sebuah julukan, marganya dari nama daerah (nama pemimpin mereka, memakai nama julukan dan marga dari asal daerah Baghdad) rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan, jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan diantara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Jombang dari beberapa kecamatan memenuhi aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk belajar menentukan arah kiblat dan waktu shalat, Ahad (7/2) pagi. Pendidikan hisab dan rukyat yang diadakan oleh IPNU dan IPPNU Jombang ini didampingi oleh KH Ma’muri dan Lutfi Fuadi, pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang.

Pada pertemuan ini dua narasumber itu membahas pengertian, hukum, dan sejumlah cara menentukan arah kiblat shalat secara keseluruhan bagi umat Islam.

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Di depan para peserta pelatihan, Kiai Ma’muri menjelaskan bahwa kiblat menurut bahasa yang menukil dari kamus Al-Munawir berasal dari kata “al-qiblatu” yang memiliki arti hadapan atau kiblat.

“Maksudnya adalah menghadap ke kiblat. Secara terminelogi arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah dengan tempat kota yang bersangkutan,” kata Kiai Ma’muri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktik, menghadap kiblat dalam shalat bagi umat Islam adalah salah satu syarat sahnya shalat sebagaimana dalil-dalil syar’i yang ada. Demikian juga sejumlah ulama fiqih memaparkan hukum yang sama tentang menghadap arah kiblat.

“Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat adalah salah satu syarat sahnya shalat,” paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagi orang-orang Mekah dan sekitarnya, lanjut Kiai Ma’muri, perintah itu tidak jadi persoalan karena dengan mudah mereka melaksanakan perintah itu. Tetapi bagi orang yang jauh dari Mekah tentunya timbul permasalahan sendiri. “Terlepas dari perbedaan para ulama tentang cukup menghadap arah menurut yang diyakini saja sekali pun kenyataannya salah,” lanjutnya.

Menurutnya, penentuan arah kiblat khususnya orang Islam yang jauh dari Mekah memerlukan alat ukur agar dipastikan tepat dalam menghadap arah kiblat.

“Arah kiblat yang berada di kota Mekah yang dijadikan kiblat dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi. Penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola (Spherical Triganametri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub utara dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator,” ujarnya.

Ketua IPPNU Jombang Qurrotul Aini berharap kegiatan ini berlanjut tindakan ke depannya supaya nilai kemanfaatan yang diperoleh oleh setiap peserta dapat diterapkan di lembaga IPNU-IPPNU dan lingkungan masyarakat.

“Semoga agenda ini ada tindak lanjutnya. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan dan memiliki nilai manfaat di IPNU-IPPNU lebih-lebih di lingkungan masyarakatnya masing-masing,” harap Aini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Dalam sebuah majlis ilmu, Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali (1058-1111 M) ‘disidang’ para ulama Baghdad. Pasalnya, ? Al-Ghazali seringkali mengutip sejumlah hadits yang dinilai dla’if (lemah). Bahkan memasukkan hadits-hadits maudhu’ (palsu) dalam beberapa karyanya.?

“Kenapa anda berbuat demikian?” tanya seorang ulama menghakimi.?

Al-Ghazali yang dijuluki Hujjatul Islam itu menjawab dengan tenang. “Para ulama yang mulia, saya menyeleksi hadits menggunakan cara yang berbeda dengan Anda semua. Cara saya hanya dengan mencium hadits tersebut. Jika tercium semerbak wangi, maka hadits itu shahih. Sebaliknya, jika tidak tercium harum, maka hadits itu dla’if atau maudhu’, Inilah yang disebut dengan thariqah al-mukasyafah (metode penyingkapan metafisika).” Para ulama yang ada di majelis itu pun terkagum.?

Kisah tersebut termaktub dalam buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali yang ditulis Mukti Ali. Dalam buku setebal 404 halaman ini, penulis menghimpun 39 kisah ajaib yang dirujuk dari sejumlah kitab-kitab klasik, baik yang ditulis oleh Al-Ghazali sendiri ataupun dari literatur klasik lainnya seperti kitab Nashaaihul ‘ibad ? karya Imam Nawawi Al-Bantani.?

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Di antara kisah ajaib lainnya adalah mengenai kesaksian seorang sufi bernama ‘Arif al-Kabir al-Yamani Ahmad Ash Shayyad yang melihat Imam Al-Ghazali dibawa Nabi Khidir dan para malaikat menuju langit ke tujuh. Ada pula kisah mengenai kemampuan Al-Ghazali yang mengundang para sufi melalui mimpi.?

Sejumlah ulama percaya, Al-Ghazali merupakan seorang sufi yang mencapai derajat wali. Misalnya seperti yang dikisahkan Syaikh Al-‘Arif Abi Hasan Al-Syadzili. Mursyid sekaligus pendiri Thariqat Syadziliyah itu bermimpi melihat Nabi Muhammad Saw berbincang dengan Nabi Musa AS dan Isa AS.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apakah ada di antara umat kalian berdua seorang alim seperti Imam Al-Ghazali ini?” tanya Rasulullah.?

Keduanya menjawab serentak, “Tidak ada dari umat kami seorang alim seperti Imam Al-Ghazali.”

Mimpi yang diceritakan As-Syadzili kepada Ibnu as-Subuki itu menunjukkan bahwa kewalian Al-Ghazali diakui para Nabi.?

Sebagai ulama besar, kehidupan Imam Al-Ghazali banyak ditulis oleh sejumlah akademisi dari Timur dan Barat. Sejumlah karya tulis itu umumnya membahas mengenai biografi Al-Ghazali serta pemikiran-pemikirannya dalam berbagai aspek. Sebagai contoh adalah buku berjudul Konsep Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan yang ditulis oleh Abu Muhammad Iqbal. Namun baru buku berjudul Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali ? ini yang memberikan sudut pandang lain dan unik mengenai sosok yang bergelar Hujjatul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peresensi, Ade Faizal Alami







Info Buku

Judul : Kisah-Kisah Ajaib Imam Al-Ghazali

Penulis : Mukti Ali

Penerbit : Mentari Media

Jumlah halaman : 404 halaman?

Cetakan Pertama : Mei 2017

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Halaqoh, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock