Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberhasilan Persib Bandung merebut Piala Presiden membawa dampak positif terhadap tim-tim sepak bola di wilayah Jawa Barat. Terbukti, tiga tim ponpes dari Jabar berhasil lolos ke babak perempat final Liga Santri Nusantara (LSN) setalah menyingkirkan lawan-lawannya di lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis-Jumat (29-30/10). Mereka adalah PP Darunnajah Cikajang Garut, PP Alfiyah Purwakarta, dan Daarul Maarif Indramayu.

Tim PP Darunnajah Cikajang Garut unggul tipis 1-0 atas perwakilan Lombok, ? PP Bayyinul Ulum. Darul Maarif Indramayu berhasil mendepak Nurul Huda Lampung 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Sementara PP Alfiyah Purwakarta berhasil mengalahkan klub PP Al Mujaddadiyah dengan skor 2-1.

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Koordinator wilayah Jabar, Tabroni, mengaku bangga dan senang melihat capaian para wakil Jabar di ajang sepak bola khusus santri berusia di bawah 17 tahun tersebut. Dengan capaian ini, dia yakin wakil Jabar bisa melaju mulus sampai ke babak empat besar.?

"Tim-tim ini memang melakukan persiapan dengan matang. Mereka menggelar uji coba, menggelar latihan rutin di tengah kegiatan sekolah dan mengaji yang padat. mereka luar biasa," ucapnya.

Tabroni mengakui, target utama tim Jabar mengikuti LSN 2015 ini bukan sekedar empat besar, tapi juga untuk bisa menjadi juara. Bahkan, lanjut dia, bukan tak mungkin bisa tercipta All Jabar Final jika tim-tim Jabar konsisten menghadapi tipikal lawan yang berbeda-beda.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Husni Mubarak, panitia babak 16 besar LSN 2015 mengaku terkejut dengan performa tim-tim Jabar yang mampu tampil impresif dan menghasilkan prestasi untuk daerah mereka. Dia mengucapkan selamat karena menurutnya, tim-tim ini memang telah menunjukkan performa yang apik sepanjang penyisihan sampai akhirnya lolos ke Jakarta untuk babak 16 besar.

"Selamat kepada Jabar. semoga kualitas LSN bisa terus terjaga dan semakin seru di babak berikutnya," ucapnya.

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

Kuningan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Santri bak pohon pisang. Seberapa pun ditebang, ia akan selalu tumbuh dengan tunas-tunas yang baru, menabur kebaikan dan terus-menerus melakukan ikhtiar merupakan identitas seorang santri.

RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) KH Masrur Ainun Najih saat temu alumni Buntet Pesantren di Hotel Ayong, Linggarjati, Kabupaten Kuningan, pada Ahad, (31/12) malam.

"Saya mengapresiasi teman-teman panitia atas terselenggaranya kegiatan ini di malam pergantian tahun. Ini bagian dari kecenderungan kita untuk terus mengenal masa lalu dan tidak ingin ketinggalan zaman. Inilah santri zaman now; khotmil Quran, Tahlilan, dan Marhabanan di hotel, bukan di pondok. Artinya, kita sedang menyelaraskan modernitas dengan tradisi yang selama ini dipertahankan," ucap Kiai Masrur, saat memberikan sambutan sebagai Ketua Umum PP Ikatan Keluarga Alumni Buntet (Iklab).

Di lain tempat, ia mengungkapkan bahwa keberadaan santri dan para kiai dari kalangan NU sangat diharapkan turun langsung ke kampung-kampung. Sebab, di televisi sudah didominasi ustadz atau penceramah yang berseberangan dengan NU. Dalam hal itu, ia berpikir, barangkali memang sudah digariskan Allah.

"Kalau di televisi sudah tidak memungkinkan untuk mendominasi, maka tugas kiai dan santri NU adalah menjangkau orang-orang yang ada di akar rumput. Ini sudah dijatah oleh Allah. Bagian kita bukan di televisi, tetapi langsung tatap muka dan bersentuhan dengan audiens," kata Pemilik Warung Cobiniki, Ceger, Jakarta Timur, itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Orang-orang di kota, lanjut KH Masrur, biar menjadi urusan ustadz di televisi. Sementara orang yang ada di kampung, yang jauh dari televisi, mesti dirangkul agar bisa beragama dengan santai. Tidak marah dan tidak mudah menilai orang lain keluar dari jalan Allah.

"Kita ini penganut Islam santai. Tidak terlalu serius, juga tidak terlalu bercanda. Banyak ngguyon, tetapi ada isinya. Santai saja," tutupnya. (Aru Lego Triono/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai media komunikasi dan pangkalan informasi serta pusat data administrasi keorganisasian, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuat website atai situs resmi pelajar NU Rembang.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses terciptanya website baru. Pihaknya berharap dengan adanya website baru ini dapat menjadi pusat data.

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Humam lebih lanjut menjelaskan, nantinya website ini akan menjadi media komunikasi antarkader, sehingga informasi yang ada di setiap wilayah kerja akan dihimpun dalam website tersebut. "Data apapun terkait organisasi harus masuk di website kita," terang Humam.

Ini merupakan inisiatif yang cukup baik untuk mengantisipasi jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah PAC ke PC. Nantinya setelah terciptanya website baru, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) akan dibuatkan sub-domain dari website utama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap nantinya setiap Anak Cabang akan ada admin yang mengelola website dari masing-masing PAC, tentunya harus ada pelatihan terlebih dahulu," pungkasnya, Selasa (16/2/2016) sore disela-sela rapat persiapan acara Harlah IPNU/IPPNU.

Diketahui bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Rembang saat ini membawahi 9 PAC, meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Gunem, Sedan, Rembang Kota, Pamotan, Bulu, Sale, dan Sulang. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Di sela kegiatan Kelas Akhir Tahun (KAT), Sabtu-Ahad (24-25/12), sekitar 80 santri Pesantren Al-Muayyad Windan mengggelar kegiatan doa bersama yang bertajuk “Santri Nusantara untuk Palestina Merdeka”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pondok.

Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi’ menjelaskan kepedulian kaum santri terhadap kemerdekaan Palestina, bahkan sudah ada sejak Indonesia merdeka.

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

“PBNU sendiri mengeluarkan seruan doa qunut nazilah untuk Palestina pada 12 November 1938. Ini artinya, sudah sangat lama kaum santri diajak untuk peduli Palestina,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

Dalam kegiatan KAT Santri Windan tahun ini, mereka membedah buku yang berjudul Sarung dan Demokrasi: Dari NU Untuk Peradaban Keindonesiaan karya tim LTN PWNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada pembukaan acara, Gus Dian memberikan gambaran tentang proses transformasi kaum sarungan dan kaum nahdliyin. Menurutnya, transformasi kaum bersarung berarti perubahan bentuk para santri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan harapan kaum sarungan dapat bertransformasi di segala bidang yaitu, ekonosfer atau lingkungan ekonominya, politosfer atau lingkungan politik, inforfer lingkungan ilmu pengetahuan atau informasi, sosiosfer lingkungan sosial, serta bagaimana hubungan timbal balik dengan manusia,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Islam Nusantara Center (INC) kembali membuka kajian rutinnya setelah libur lebaran. Kajian kali ini dibuka dengan kajian Tafsir Khazanah Nusantara seri kedua. INC mengundang Islah Gusmian sebagai narasumber pada kajian yang digelar usai Jumatan, Jumat (21/7/2017), itu.

Dari sekian banyak ulasan tentang Dinamika Tafsir Al-Quran Pesantren, ada satu hal menarik tentang tafsir yang ditulis oleh KH Misbah Mustofa. Dosen IAIN Surakarta itu mengungkapkan, bahwa Kiai Misbah pernah menulis dua kitab tafsir, yakni Al-Iklil dan Taj al-Muslimin.

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Tidak banyak yang tahu mengapa adik KH Bisri Mustofa itu menulis dua kitab tentang tafsir. Saat kitab tersebut naik cetak, ada bagian yang dihilangkan oleh penerbit tanpa memberitahukan lebih dulu ke penulis.

“Di dalam Al-Iklil, ada bagian yang dibuang pencetak tanpa konfirmasi terhadap Mbah Misbah terkait pembuangan itu,” ujarnya pada peserta kajian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu saja Mbah Misbah tidak suka atas tindakan penerbit tersebut. Atas dasar ketidaksukaannya, akhirnya, ia meresponsnya dengan menulis kitab tafsir lagi. Kitab empat jilid itu berjudul Taj al-Muslimin. Kiai Misbah mencetak sendiri agar tidak mengalami kejadian serupa.

“Inilah alasan mengapa Mbah Misbah menulis dua kitab tafsir,” kata Islah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penasaran, saat bertemu Gus Nafis, putra Mbah Misbah, Islah menanyakan perihal alasan pemotongan penerbit atas kitab Al-Iklil tersebut. Konon, menurut penuturan Gus Nafis, abahnya itu mengritik HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bagian yang dibuang tersebut.

“Ternyata beliau ini ngritik HAMKA di bagian itu,” katanya mengutip penuturan Gus Nafis, putra Mbah Misbah.

Sayangnya, alumni Pondok Pesantren Kajen itu tidak menemukan apa yang sebenarnya Mbah Misbah kritik terhadap HAMKA. Konon, penerbitnya penggemar HAMKA sehingga melihat tulisan Mbah Misbah itu tidak nyaman. Oleh karena itu, penerbit terpaksa membuang bagian tersebut. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-IX mantan Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta KHR. Abdurrohim bin Abi Hasan, di Gandekan, Jebres, Solo, belum lama ini (18/2). Dalam acara tersebut dibacakan riwayat hidup tokoh yang akrab disapa Mbah Durohim tersebut.

Dijelaskan, sejak usia 5 tahun, Kiai Abdurrohim kecil telah ditinggal wafat kedua orang tuanya. “Simbah Kiai Abdurrohim sejak umur 5 tahun sudah yatim piatu, kemudian diasuh oleh Pakdhe dan Budhenya,” terang salah satu cucu Kiai Abdurrohim, Gus Ahmad Zawawi Suryo Buwono.

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Kemudian setelah nyantri di berbagai pesantren, ia diangkat menjadi salah satu modin atau ulama Keraton Surakarta sehingga kelak di depan namanya tersemat gelar Raden.

Salah satu sifatnya yang paling dikenang yakni gemar akan mencari ilmu, yang ia contohkan. “Beliau lebih mengutamakan membeli kitab yang isinya ilmu daripada membeli pakaian, meskipun pakaiannya sudah tidak layak pakai,” lanjut Gus Ahmad.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mbah Abdurrohim juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Hidup dengan penuh kesederhanaan. Bahkan, ia pernah ditawari anaknya untuk dibelikan rumah, malah ditolak. Pada akhir hayatnya, ia hanya meninggalkan 2 almari besar, yang berisi kitab-kitab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai seorang ulama dan juga kemudian mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta, Mbah Abdurrohim, dikenal sebagai ahli ilmu fiqih. “Setiap ada permasalahan yang berkaitan dengan syariat, selalu dijawab dengan ucapan: menurut Imam mazhab empat itu begini..,” ungkap Gus Zawawi.

Di akhir hidupnya, tercatat KH Raden Abdurrohim mengemban amanah sebagai Mustasyar PCNU Kota Surakarta. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pertandingan, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock