Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 20 Februari 2018

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo meminta Pemerintah Kota Probolinggo terutama aparat penegak hukumnya bisa menutup hiburan malam. Pasalnya hal tersebut jelas-jelas sangat mengganggu dan merusak moral generasi muda yang notabene adalah calon pemimpin masa depan.

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal dalam Musyawarah Kerja (Musker) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo yang digelar di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo, Sabtu (15/11) malam.

“Hiburan malam ini jelas-jelas sudah mengancam moral dan perilaku generasi muda kita. Apalagi sering kami jumpai anak-anak muda sering nongkrong di depan beberapa hiburan malam. Oleh karena itu, kami meminta PCNU Kota Probolinggo bisa bersinergi dengan aparat keamanan dan mendesak agar hiburan malam ini ditutup,” ungkapnya, Senin (17/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Jalal, tempat hiburan malam tersebut lebih banyak mudharatnya dan tidak ada manfaatnya. Pasalnya secara tidak langsung para kader muda ini juga akan ikut-ikutan gaya hidup yang ada di tempat hiburan malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya di tempat hiburan malam ini disediakan minuman beralkohol. Jika generasi muda sudah dekat dengan maksiat dan minuman tersebut, lalu mau dibawa kemana masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Jalal mengharapkan agar pihak berwenang bisa segera melakukan penanganan serius terhadap beberapa tempat hiburan malam yang sudah sangat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus berupaya agar untuk bersinergi dengan pihak terkait supaya tempat hiburan malam yang ada di Kota Probolinggo segera ditutup. Masa depan generasi muda lebih penting dari segalanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Sejarah, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat kabupaten dan desa diJepara, Jawa Tengah dalam bentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder terkait tingkat kabupaten dan desa. 

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, Selasa-Jumat (8-11/8) diawali dengan workshop yang diikuti oleh stakeholder tingkat kabupaten, ditindaklanjuti dengan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa. 

Rangkaian kegiatan tersebut akan menghasilkan dokumen Standar Operational Procedure (SOP) Peringatan Dini di Kabupaten Jepara. Sementara di tingkat desa, sistem peringatan dini desa. Selain itu, di sini juga dihasilkan peta dan jalur evakuasi untuk Desa Sowan Kidul, Desa Welahan, dan Desa Ketilengsingolelo yang merupakan pilot project dari Program Slogan-Steady yang sedang dilaksanakan oleh LPBI NU di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut,Iis Widya Harmoko (Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jawa Tengah) serta Subiyakto (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah) sebagai narasumber.Secara keseluruhan, proses Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini ini dipandu oleh Didik Mulyono sebagai fasilitator.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Kabupaten Jepara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Agus Hariyanto selaku Kepala Bidang I BPBD Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwalangkah langkah LPBINU Jepara sangat tepat dengan melakukan kerjasama dengan BPBD dan DFAT untuk meminimalisir risiko bencana. Prinsip Sistem Peringatan dini adalah menyebarkan Informasi dengan cepat dan tepat yang menggunakan alat atau media kemudian diinformasikan kepada masyarakat yang berada di daerah berisiko. 

Hal tersebut diharapkan dapat diterima masyarakat dengan jelas sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri sehingga mengurangi risiko terjadinya korban jiwa. Hal tersebut merupakan antisipasi jika terjadi bencana.

Selain itu diharapkan peserta workshop dapat memperhatikan dan mengikuti dengan baik sehingga mampu berjalan dengan lancar dan nantinya mampu menjadi pelopor dalam sistem peringatan dini dilingkungannyadan untuk masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Jepara, Mustakim Umar menyampaikan bahwa Jepara memiliki 32 garis pantai, walaupun keadaan tersebut dikategorikan wilayah aman dan ramah, tentunya perlu disiapkan diwaspadai dengan menyiapkan kapasitas sumberdaya yang ada. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sesuai perkembangan zaman tentunya keadaan alam selalu berubah ubah sehingga perlu diantisipasi, karena bencana alam, baik gempa, longsor dan lainnya tidak lepas dari pola dan perilaku oleh manusia itu sendiri sehingga perlu menjaga lingkungan bersama agar selalu aman dan nyaman,” ujar Mustakim.

Deputi Program Manager Slogan-Steady LPBINU, Rurid Rudianto mengatakan bahwa dalam kegiatan ini LPBINU hanya sebagai mediator karena yang berperan penting adalah BPBD. 

Memasang alat peringatan dini harus menggunakan sistem yang familiar di masyarakat atau dikenali oleh masyarakat. Ada 4 (empat) hal pokok dalam membuat sistem peringatan dini, yaitu sumber informasi yang valid, pengambilan keputusan, cara penyebaran informasi, dan kemampuan response. 

Seluruh instansi terkait sampai masyarakat harus mengetahui dan siap ketika ada peringatan dini, sehingga jika terjadi suatu kedaruratan mampu melakukan tindakan secara mandiri seperti evakuasi mandiri, penyelamatan diri sehingga meminimalisir terjadinya korban.

Lebih lanjut Rurid Rudianto berharap, seluruh masyarakat desa/wilayah desa yang berada pada titik rawan bencana memiliki sistem peringatan dini sehingga mampu mengurangi dampak terjadinya kerusakan material sampai korban jiwa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PT Alfaria Sumber Trijaya (Alfamart) menyerahkan uang donasi pelanggan selama bulan September 2017 kepada NU Care-LAZISNU, Selasa (31/10). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Gedung PBNU Jakarta Pusat, disaksikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Kiai Said mengatakan, NU tidak antikonglomerat. 

“Kita senang (dengan adanya) konglomerat yang bisa menyejahterakan dan menyamaratakan (kesejahteraan) masyarakat,” kata Kiai Said.

Kiai Said mengapresiasi kerja sama yang dilakukan NU Care-LAZISNU dengan Alfamat yang berjalan sejak beberapa bulan ini. Ia menegaskan, bantuan melalui LAZISNU akan bermanfaat bagi kepentingan banyak umat. 

Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyampaikan  dana yang diserahkan pada hari ini adalah sebesar Rp820.280.968. Ia meminta dana tersebut dimanfaatkan semuanya oleh NU Care-LAZISNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, jika dimaksimalkan dalam pengenalan kepada setiap pelanggan, jumlah donasi bisa mencapai 2 miliar setiap bulan.

 

“Tetapi kasir Alfamart tidak menawarkan pelanggan supaya mendonasikan uang kembalian. Niat berdonasi hanya ditampilkan di layar yang dapat dipilih oleh pelanggan,” kata Solohin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, layar tersebut juga dipantau oleh CCTV sehingga setiap donatur yang menyalurkan sedekah akan terekam. 

“Ini bisa menjadi bukti kalau ada pihak yang meminta buktinya,” tambahnya.

Terkait dengan penyaluran melalui NU Care-LAZISNU, Solihin meminta uang sedekah titipan konsumen tersebut semuanya diserahkan kepada NU Care-LAZISNU.

“Ini akan bermanfaat  besar buat Alfamart, LAZISNU, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kerja sama dengan NU Care-LAZISNU membantu ketransparanan dan semakin mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU.

Solohin menyampaikan kerja sama pengumpulan donasi juga akan dilakukan selama November dan Desember 2017. Sebelumnya pada bulan Mei, telah dilakukan kerja sama serupa. Oleh karena itu, dalam tahun 2017, terdapat empat kali kerja sama penyaluran donasi pelanggan Alfamart melalui NU Care-LAZISNU.

“Ini sejarah, dalam satu tahun LAZISNU mendapat empat periode (bulan) penyaluran donasi pelanggan Alfamart,” tandasnya.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda beserta jajarannya; Waketum PBNU H Maksum Mahfoedz; Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra;  Ketua LP Maarif NU Arifin Junaidi; Ketua PBNU Syahrizal Syarif; Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PBNU  H Mardini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Internasional, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan banyaknya pernikahan usia dini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan anak-anak memiliki hak-hak yang masih perlu diperhatikan, meliputi kesehatan fisik, mental dan reproduksi.

Demikian disampaikannya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (28/4) lalu. Menurut Asrorun Niam, pernikahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan seksual, tetapi ada tanggung jawab di dalamnya. Untuk itulah diperlukan usia kecakapan menikah.?

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak didefinisikan sebagai seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.?

Walaupun ? pada Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur usia minimum anak perempuan untuk menikah ialah 16 tahun, karena masih di bawah 18 tahun, maka ia tetaplah anak yang harus dilindungi oleh keluarganya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu menurut Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan, ”Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak; menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak,” jelas mantan aktivis IPNU ini.

Pernikahan pada usia dini juga akan menyebabkan beberapa dampak, di antaranya dampak buruk pada kesehatan, terhentinya pendidikan, terbatasnya kesempatan ekonomi, terhambatnya perkembangan pribadi anak, tingginya angka perceraian. (Kendi Setiwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Santri, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Internasional, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu

Pringsewu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Penguatan organisasi terus dilakukan PCNU Pringsewu, Lampung di seluruh level kepengurusan dan badan otonom serta lembaga yang ada di bawah naungannya. Komitmen ini dibuktikan melalui penataan organisasi dalam bentuk lomba MWCNU dan Ranting NU sehat.

Hal ini ditegaskan lagi Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim saat melakukan penguatan organisasi dan proses penilaian di MWCNU Kecamatan Ambarawa dalam Rangkaian Safari Ramadhan 1437 H di Gedung MWCNU setempat.

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Lomba MWCNU dan Ranting NU Terbaik di Pringsewu

"Sehat dan kuatnya PC tergantung kuat dan sehatnya MWC. Kuat dan sehatnya MWC tergantung kuat dan sehatnya Ranting," tegas Taufiq di depan pengurus MWCNU dan seluruh Ranting NU Kecamatan Ambarawa, Kamis (9/6).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, selain penguatan struktur, PCNU Pringsewu juga berkomitmen terus memperkuat kultur NU di Kabupaten Pringsewu. "Mayoritas warga Pringsewu adalah orang NU dan mengamalkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah. Ini perlu kita perkuat dengan istilahnya meng-NU-kan orang NU," katanya.

Sumberdaya manusia dan amaliyah ini menurutnya perlu dipertahankan dan hal ini merupakan tugas para pengurus yang harus berkiprah di tengah era globalisasi yang sangat mempengaruhi paham keagamaan masyarakat saat ini.

Oleh karenanya ia bersama pengurus PCNU Pringsewu berkomitmen untuk menata jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu menuju organisasi yang kuat dan sehat. "Kebenaran yang tidak terorganisir akan mudah dihancurkan oleh kebatilan yang terorganisir," tegasnya mengutip kaidah masyhur tentang hal tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara pada kesempatan tersebut Ketua MWCNU Kecamatan Ambarawa, Jumangin mengatakan, dia bersama seluruh pengurus bertekad menjadikan MWCNU Ambarawa menjadi barometer keaktifan dan sehatnya sebuah organisasi di Kabupaten Pringsewu.

"Dulu ketika Ambarawa masih berada di bawah daerah otonomi Kabupaten lampung Selatan, Ambarawa menjadi pusat kegiatan NU. Sekarang kita siap membangkitkan sejarah itu lagi,"pungkas Jumangin. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

PBB, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan keputusannya untuk mengeluarkan Iran dari daftar negara-negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan perdamaian Suriah, setelah Rusia dan pemerintah Teheran mengkritiknya. 

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

Iran gagal untuk memberikan pernyataan tertulis sesuai yang dijanjikannya mengenai konflik Suriah sehingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terpaksa bertindak, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Selasa, seperti dilaporkan AFP. 

Haq juga mengatakan Ban ingin sekali negara-negara yang menghadiri pembicaraan itu, yang mulai berlangsung di Montreux, Swiss, pada Rabu, berunding dengan "dalam suasana saling percaya."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ban membatalkan undangan bagi Iran pada Senin kurang dari 24 jam setelah mengumumkan bahwa sekutu Presiden Bashar al-Assad itu akan diikutsertakan dalam pembicaraan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oposisi Suriah telah mengancam akan memboikot acara itu jika Iran hadir dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran harus menyepakati komunike internasional yang menyerukan suatu pemerintahan transisi di Suriah.

Para pejabat PBB mengatakan Ban menghabiskan beberapa hari berunding dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengenai dukungan bagi Komunike Jenewa 2012 yang menyerukan pemerintahan transisi dalam usaha mengakhiri perang saudara tiga tahun di Suriah.

"Ada pemahaman lisan bahwa Sekjen terdorong untuk meyakini akan ada pemahaman tertulis," kata Haq kepada wartawan untuk menjelaskan undangan itu kepada Iran.

"Kenyataannya terbalik, bahwa Iran menyatakan sikap sama seperti yang dipegang sebelumnya. Dan karena itu dia menyatakan kekecewaannya atas keputusan Iran dan mengambil keputusan untuk tak mengundang mereka," kata jubir itu.

Ban mengadakan kontak dengan AS dan pihak-pihak kunci lainnya selama pembicaraan itu, ujar Haq.

Zarif menyayangkan keputusan PBB itu dan menghimbau Ban "untuk memberikan alasan-alasan jelas bagi penarikan (undangan)."

"Sikap ini di bawah martabat Sekjen PBB," kata Menlu itu seperti dilansir media Iran.

Rusia pada Selasa menyebut keputusan PBB menarik undangannya bagi Iran untuk menghadiri konferensi perdamaian Suriah pekan ini suatu "kesalahan" yang dapat membayangi reputasi badan dunia itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengeluarkan kritik yang diarahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menuduhnya menggunakan bahasa "lihai" untuk menjelaskan keputusannya yang mendadak.

"Tentu ini kesalahan," kata Lavrov kepada wartawan dalam taklimat tahunan. "Ketakhadiran Iran tidak memfasilitasi usaha-usaha untuk menjamin kesatuan dunia Muslim, termasuk dalam perjuangan melawan teror," kata Lavrov. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Warta, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah

Puasa Ramadhan 1434 H / 2013 M sudah dimulai dimeriahkan dengan kegiatan ibadah yang berbentuk mahdlah (murni) maupun ghairu mahdlah (tidak murni). Tidak hanya keramaian atas masuk di bulan suci itu dengan kegiatan yang bersifat mental maupun jasmani saja, tapi juga diramaikan dengan tersebarnya jadwal imsakiyah di masyarakat.

Jadwal imsakiyah inilah yang nanti di bulan Ramadhan yang memberi informasi kepada masyarakat Islam tentang kapan dimulai berpuasa maupun diperbolehkan berbuka puasa dalam setiap hari sehingga sangat dibutuhkan baik untuk perorangan yang nantinya dipasang di rumah ataupun masjid, mushalla dan langgar yang akan dipasang di tempatnya masing-masing sebagai pedoman mengumandangkan azan dalam setiap waktu sholat, berbuka puasa (memasuki waktu magrib) dan informasi memasuki waktu imsakiyah dalam setiap harinya dalam bulan suci Ramadhan, akan tetapi di bulan suci Ramadhan 1434 H ini, ada kemungkinan perbedaan dalam memulai puasa, ada yang memulai tanggal 09 Juli 2013 atau 10 Juli 2013.

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah

Dalam realitanya, jadwal imsakiyah ini tidak hanya berfungsi utama untuk pedoman menentukan awal dan akhir berpuasa dalam setiap harinya, tapi bisa diambil manfaat ekonomi dalam publikasi produk suatu perusahaan. Dengan mencetak jadwal imsakiyah dan mendistribusikannya dengan sederhana, maka dengan sendirinya publikasi produk akan ikut juga karena biasanya produknya sudah tertuang di sekitar jadwal tersebut. Hal tersebut wajar dan logis akan tetapi perlu juga dipertimbangkan apakah jadwal imsakiyah yang dicetak dan didistribusikan sudah valid dengan daerah dimana jadwal imsakiyah itu diterima oleh masyarakat daerah tersebut dan dapat dibuat pedoman sesuai dengan kriteria pembuatan jadwal imsakiyah tersebut.

Nilai Akurasi Jadwal Imsakiyah

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam jadwal imsakiyah biasanya dimulai dengan kolom waktu imsak kemudian dilanjutkan shubuh, terbit, duha, dhuhur, ashar, magrib, isya’. Dengan kolom inilah maka salah satu argumen kenapa jadwal shalat ini dinamakan jadwal imsakiyah, disamping karena salah waktu yang tertera di jadwal itu yang penting adalah waktu imsakiyah dengan maksud untuk persiapan awal waktu menahan makan, minum dan hal-hal yang terkait, serta merupakan waktu yang awal-awal ditemui oleh pelaksana puasa pertama kalinya. Bahkan dalam kolom jadwal imsakiyah ini lebih banyak dibandingkan kolom jadwal shalat harian dengan ditambah kolom waktu imsakiyah, terbit, dhuha untuk memberi informasi ke masyarakat muslim tentang waktu ibadah sunah sekaligus kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah dari sisi waktu sehingga bulan Ramadhan bisa dilaksanakan semaksimal mungkin dan tinggi nilai akurasinya dalam pelaksanakaan ibadah. 

Pedoman waktu shalat bermula mengacu pada alam yakni posisi matahari sebagaimana dijelaskan dalam kriteria waktu shalat di penjelasan fiqih, walaupun demikian tidak semudah itu kita mengamati matahari sehingga bisa menentukan awal waktu shalat sesuai syariat. Dengan adanya hal tersebut, maka diadakan penelitian berkaitan posisi matahari yang menunjukkan awal maupun akhir waktu shalat sehingga kewajiban pelaksanaan shalat tetap dijalani walaupun posisi matahari tidak bisa dilihat secara langsung namun bisa ditemukan secara tidak langsung dengan melihat hasil penelitian yang akurat yang akhirnya dituangkan dengan jam yang akurat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Waktu shalat dalam jadwal imsakiyah tidak banyak dipermasalahkan secara signifikan, hanya beberapa awal waktu shalat yang banyak diperselisihkan dalam penentuannya. Sebagaimana halnya dalam penentuan awal waktu shubuh diperlukan untuk penentuan awal shaum (puasa) dan shalat, karena merupakan waktu awal shaum disebutkan dalam Al-Quran, “… makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS 2:187). Sedangkan tentang awal waktu shubuh disebutkan di dalam hadits dari Abdullah bin Umar, “… dan waktu shalat shubuh sejak terbit fajar selama sebelum terbit matahari” (HR Muslim). 

Yang menjadi pertanyaan fajar apa yang dimaksud dalam hadis tersebut? Karena dalam pemahaman fajar dibagi dua macam, pertama yang melarang makan, tetapi membolehkan shalat, yaitu yang terbit melintang di ufuk. Lainnya, fajar yang melarang shalat (shubuh), tetapi membolehkan makan, yaitu fajar seperti ekor srigala” (HR Hakim). Dalam fiqih kita mengenalnya sebagai fajar shadiq (benar) dan fajar kidzib (palsu). 

Maka perlu penjelasan fenomena sesungguhnya fajar kidzib dan fajar shadiq dan ada batasan kuantitatif yang dapat digunakan dalam formulasi perhitungan untuk diterjemahkan dalam rumus atau algoritma program komputer. Fajar kidzib memang bukan fajar dalam pemahaman umum, yang secara astronomi disebut cahaya zodiak. Cahaya zodiak disebabkan oleh hamburan cahaya matahari oleh debu-debu antarplanet yang tersebar di bidang ekliptika yang tampak di langit melintasi rangkaian zodiak (rangkaian rasi bintang yang tampaknya dilalui matahari). Oleh karenanya fajar kidzib tampak menjulur ke atas seperti ekor srigala, yang arahnya sesuai dengan arah ekliptika. Fajar kidzib muncul sebelum fajar shadiq ketika malam masih gelap.

Sedang fajar shadiq adalah hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel di udara yang melingkupi bumi. Dalam bahasa Al-Quran fenomena itu diibaratkan dengan ungkapan “terang bagimu benang putih dari benang hitam”, yaitu peralihan dari gelap malam (hitam) menunju munculnya cahaya (putih). Dalam bahasa fisika hitam bermakna tidak ada cahaya yang dipancarkan, dan putih bermakna ada cahaya yang dipancarkan. Karena sumber cahaya itu dari matahari dan penghamburnya adalah udara, maka cahaya fajar melintang di sepanjang ufuk (horizon, kaki langit). Itu pertanda akhir malam, menjelang matahari terbit. Semakin matahari mendekati ufuk, semakin terang fajar shadiq. Jadi, batasan yang bisa digunakan adalah jarak matahari di bawah ufuk.

Secara astronomi, fajar (morning twilight) dibagi menjadi tiga: fajar astronomi, fajar nautika, dan fajar sipil. Fajar astronomi didefinisikan sebagai akhir malam, ketika cahaya bintang mulai meredup karena mulai munculnya hamburan cahaya matahari. Biasanya didefinisikan berdasarkan kurva cahaya, fajar astronomi ketika matahari berada sekitar 18 derajat di bawah ufuk. Fajar nautika adalah fajar yang menampakkan ufuk bagi para pelaut, pada saat matahari berada sekitar 12 derajat di bawah ufuk. Fajar sipil adalah fajar yang mulai menampakkan benda-benda di sekitar kita, pada saat matahari berada sekitar 6 derajat. Sehingga fajar shadiq bukanlah fajar sipil karena saat fajar sipil sudah cukup terang. Juga bukan fajar nautika karena seusai shalat pun masih gelap. Kalau demikian, fajar shadiq adalah fajar astronomi, saat akhir malam.

Waktu shalat dalam jadwal imsakiyah yang banyak diperselisihkan yang lain yakni awal waktu maghrib karena adakalanya tidak mempertimbangkan ketinggian tempat dimana pelaku puasa berada dan adakalanya mempertimbangkannya. Hal tersebut yang biasanya membedakan hasil perhitungan jadwal imsakiyah yang tersebar di masyarakat.

Perlu Ikhtiyat dalam Memilih Jadwal Imsakiyah

Berkaitan dengan perbedaan yang terjadi dalam proses perhitungan atau pembuatan jadwal imsakiyah, tentunya jangan hanya melihat jadwal imsakiyah yang lebih dahulu dalam awal waktu maghrib dan awal waktu imsak yang terakhir serta tampilan cover jadwal imsakiyah, tapi melihat akurasi jadwal imsakiyah itu yang sesuai dengan daerah dan pedoman syariah.

Untuk menentukan akurasi jadwal imsakiyah bisa dilihat secara sederhana karena kalau dilihat secara mendetail dan terperinci sangatlah sulit. Ada beberapa faktor yang dapat dilihat antara lain: pertama, jadwal imsakiyah menggunakan lintang dan bujur sesuai dengan tempat penyebaran jadwal tersebut yang biasanya menggunakan alat GPS. Kedua, mempertimbangkan tinggi tempat yang biasanya menggunakan altimeter sebagai dasar penentuan awal waktu maghrib maupun terbit, Ketiga, mempertimbangkan ikhtiyat (hati-hati dalam menentukan waktu shalat) karena faktor ini merupakan pertimbangan yang sangat diperhatikan dalam menentukan dalam setiap awal waktu shalat maupun yang lain, dan faktor-faktor lain.

Harapan penulis terhadap masyarakat dalam menggunakan jadwal imsakiyah menggunakan jadwal yang telah mempertimbangkan beberapa faktor di atas agar nilai akurasinya sangat baik. Namun tidak semuanya bisa meneliti jadwal tersebut dari beberapa faktor di atas, untuk penggunaan yang sederhana bisa menggunakan jadwal imsakiyah yang dikeluarkan badan hisab rukyat daerah (BHRD), ormas, perguruan tinggi, atau pesantren yang bisa dipercaya keakurasiannya.

M Agus Yusrun Nafi’, S.Ag, M.Si

Ketua Lajnah Falakiyah NU Kudus dan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Hannan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Internasional, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemuda NU Harus Mampu Kedepankan Uswatun Hasanah

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin menegaskan kepada seluruh pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser bahwa kehadirannya sebagai profil pemuda NU harus mampu memberikan uswatun hasanah dan contoh-contoh positif di tengah kemunduran mental ini.

Hal tersebut disampaikan H Hasan Aminuddin dalam pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Krejengan masa khidmat 2016-2018 di halaman MI Raudlatul Ulum Desa Sumberkatimoho Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo akhir pekan lalu.

Pemuda NU Harus Mampu Kedepankan Uswatun Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda NU Harus Mampu Kedepankan Uswatun Hasanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda NU Harus Mampu Kedepankan Uswatun Hasanah

“Sebagai benteng ulama, GP Ansor dan Banser harus selalu siap berada di barisan terdepan untuk senantiasa mendukung langkah dan gerak perjuangan ulama dalam menegakkan ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Hasan, potret perkembangan zaman saat ini adalah meningkatnya tingkat intelegensia generasi muda bahkan melebihi dari orang tuanya. “Seiring dengan masuknya era globalisasi dengan segenap derasnya pengaruh negatifnya, juga berdampak pada bergesernya adat ketimuran bangsa Indonesia,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa pendidikan akhlak yang kurang memadai di masa pendidikan generasi muda saat ini pun turut menambah penyebab semakin merebaknya kenakalan remaja, pergaulan bebas dan lunturnya norma-norma kesantunan dalam beretika.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Merupakan kewajiban dan tugas guru, ulama’ serta orang tua untuk membentengi putra dan putri kita dari semua pengaruh negatif tersebut melalui pendidikan akhlakul karimah sejak dini,” tegasnya.

Sementara Penasehat PAC GP Ansor Kecamatan Krejengan Muhammad Anshori berharap agar seluruh pemuda Ansor Krejengan bisa menjadi Ansor yang mampu memberikan manfaat dan kebaikan-kebaikan, khususnya dalam bidang sosial kemasyarakatan.

“Serta mampu mengangkat perekonomian rakyat kecil melalui program kerja Ansor seperti pemberdayaan IKM/UKM melalui pelatihan-pelatihan dari berbagai instansi yang merupakan mitra Ansor,” harapnya.

Pelantikan PAC GP Ansor Kecamatan Krejengan ini dihadiri Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq, pengurus MWCNU Kecamatan Krejengan serta segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Krejengan. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, AlaSantri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 18 Desember 2017

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Selama ini perhatian umat Islam tentang awal bulan kalender Islam lebih terfokus pada bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah. Setiap tahun sering dikhawatirkan munculnya perbedaan dalam permulaan Ramadhan dan Idul Fitri. 

Perbedaan ini muncul sebetulnya bukan karena persoalan hisab dan rukyat semata. Tetapi ada persoalan fundamental yang tidak disadari oleh umat Islam, yaitu belum adanya ‘kalender Islam terintegrasi’. Oleh karena itu, perbedaan Lebaran akan senantiasa muncul. Sistem kalender Hijriah mengharuskan adanya kepastian (Muharram sampai Zulhijah) yang dikonstruksi dari hasil pemahaman terhadap nash dan sains dengan pendekatan interdisipliner. 

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Buku ini menjelaskan mengenai penentuan awal bulan pada bulan Qamariah. Terdapat sembilan bab yang memiliki beberapa sub bab. Bab mengenai seluk beluk rukyat dan hisab. Diantaranya: hisab-rukyat menurut fukaha madzhab, ulama kontemporer dan ulama klasik. Buku ini juga membahas mengenai aspek astronomis penentuan awal bulan. Pada bab ini meliputi karakteristik hilal dan fase-fase bulan, data hisab Syawal 1428 H, kelemahan dan kelebihan dari rukyat, kelemahan dan kelebihan dari hisab. Selain itu, buku ini menjelaskan problematika hilal, meliputi terminologi hilal: hilal secara bahasa, hilal berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunnah, hilal secara astronomi dan hilal dalam konteks negara. Hilal dalam konteks negara meliputi di berbagai negara, yaitu hilal Indonesia. Hilal di Indonesia memiliki tiga elemen, hilal NU, hilal Muhammadiyah, dan hilal pemerintah. Selain itu, dijelaskan juga hilal yang terdapat di Mesir, Arab Saudi, dan hilal di Libya. Tidak hanya sekedar menjelaskan teori, buku ini juga menjelaskan konsep dan metode hisab. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, terdapat bab yang membahas mengenai matlak, yaitu: definisi dari matlak, latar belakang munculnya istilah matlak, ukuran dan teritorial matlak, problem dan prospek penerapan matlak, dan matlak di Indonesia.

Pembahasan dalam buku ini berkisar tentang hisab-rukyat yang merupakan persoalan klasik umat Islam di Indonesia dan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pada buku ini penulis tidak menjustifikasi pilihan hisab atau rukyat, karena sejatinya keduanya ibarat dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya tidak bertentangan selama dipahami dan diposisikan secara benar. Rukyat sebagai observasi empirik adalah proses yang telah teruji dan dipraktikkan dari zaman ke zaman dan terbukti melahirkan berbagai teori-teori sains. Sains pun mencakup hisab, dengan tata kerja dan sifatnya terus berkembang dengan temuan-temuan terkininya hingga mencapai ketepatan presisi sehingga tidak mungkin diabaikan begitu saja.

Buku ini ditulis oleh Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar. Ia adalah alumni S-1 jurusan Syariah Universitas Islam Sumatera Utara (lulus tahun 2003), alumni S-2 dan S-3 “Institute of Arab Research and Studies” Cairo, Mesir  (S-2 lulus tahun 2009-, S-3 lulus tahun 2012).   Data buku

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Judul buku : Problematika Penentuan Awal Bulan: Diskursus antara Hisab dan Rukyat

Penulis : Dr. H. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA. 

Penerbit : Madani

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 160 Hlm

ISBN : 978-602-14987-2-9

Peresensi :  Alvi Nurhayati, mahasiswa jurusan sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Blitar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hadroh selama ini merupakan kesenian khas pesantren dan NU. Seni shalawat ini tumbuh kembang sangat baik di wilayah Jawa Timur.?

Untuk mengikat para anggota NU telah membentuk organisasinya yakni Ishari (Ikatan Seni Hadroh Indonesia), termasuk di Kabupaten Blitar. Maka tidak jarang, setiap acara acara NU, hadroh selalu ditampilkan sebagai pemanis acara.?

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadroh Bukan Sekedar Pemanis Acara

Bahkan saat Bupati Blitar dipegang oleh H Imam Muhadi, hadroh sangat diberdayakan. Setiap acara pemerintahan yang sifatnya massal.Pasti hadroh ditampilkan. Bahkan pada acara larung sesaji di Pantai Tambakrejo, hadrah juga mewarnai acara.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Belakangan ini, posisi hadroh mulai berkurang gairah. Akibat hadirnya beberapa kesenian serupa yang terkesan lebih modern. Namun demikian, kalangan pengurus Ishari tidak gentar. Karena, hadroh memiliki pangsa pasar sendiri dan anggotanya.?

“Untuk itu kedepan NU harus memfasilitasi kesenian hadroh ini agar bisa tumbuh kembang dengan baik," ujar H Rohman Salim, salah seorang tokoh hadroh di Kabupaten Blitar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diakui oleh Rahman Salim, di Blitar dua tahun belakangan ini aktifitas hadroh terkesan menurun, karena beberapa sebab. Selain hadirnya kelompok salawat yang terkesan modern. Juga lantaran terjadi perpedaan pendapat ditingkat pengurus ISHARI Blitar.

“Untuk itu senyampang pengurus NU ini masih baru. Maka kedepan kami mohon NU mau peduli dengan ISHARI dan mengembangkannya," pintanya.

KH Masadain Rifai, ketua terpilih NU Kabupaten Blitar, sangat mengapresiasi dengan keinginan anggota ISHARI tersebut. Karena keinginan itu sesuai dengan visi misi program kerja NU Kabupaten Blitar hasil dari Konfercab bulan lalu.?

“Salah satu butir hasil konfercab dari komisi program kerja adalah ? memperjuangkan kebudayaan (baik sebagai khazanah pengetahuan, nilai, makna, norma dan kesenian NU, termasuk ISHARI," tandas Kiai Dain.

Selain itu, lanjut Kiai Dain, NU akan memfasilitasi dan memberi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas berbagai karya seni para seniman ? NU. “Jadi Ishari sudah masuk di dalamnya," tambahnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Lomba, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 09 Desember 2017

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puluhan ulama dan ribuan pelayan tampak terus berdatangan ke Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, Senin pagi, untuk memberi penghormatan terakhir bagi putra pendiri NU Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, yakni KH Yusuf Hasyim (Pak Ud).

KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban) menjadi imam sholat jenazah ke-42 di Masjid Pesantren Tebuireng, Jombang. Ulama lain yang datang bertakziah antara lain KH Nurul Huda Djazuli (Kediri) dan KH Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan, Sidoarjo, dan Ketua Umum PBNU DR HC KHA Hasyim Muzadi yang sudah datang sejak semalam.

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ulama Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pak Ud

Sementara itu, pengasuh utama Pesantren Tebuireng Ir KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) sudah datang ke Jombang pada Minggu (14/1) pukul 00.00 WIB, namun mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kakak Gus Sholah dan juga keponakan Pak Ud tak bisa datang karena sakit.

Dari kalangan pejabat yang melayat antara lain Gubernur Jatim H Imam Utomo pada Minggu (14/1) malam dan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja pada Senin (15/1) pagi.

Sejumlah karangan bunga juga berdatangan, diantaranya dari mantan Presiden HM Soeharto (Pak Harto) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak Ada Pesan Khusus

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah, mengaku tidak ada pesan khusus sebelum KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu (14/1) malam.

"Secara eksplisit tidak ada pesan khusus dari beliau, hanya yang paling saya ingat adalah kata-kata beliau pada bulan Februari 2006 lalu, bahwa dirinya sudah tua dan sudah saatnya menyerahkan kepemimpinan ponpes ini," kata Gus Sholah usai mengikuti prosesi pemakaman Pak Ud di Tebuireng, Jombang, Senin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat itu, Gus Sholah sendiri mengaku kaget dengan pernyataan Pak Ud yang menyerahkan tampuk kepengasuhan Ponpes kepadanya secara tiba-tiba itu. "Saat itu saya tidak banyak diberi kesempatan bertanya karena beliau hanya mengatakan, kamulah yang pantas memegang pondok ini," ujar Gus Sholah menambahkan.

Setelah secara resmi menyerahkan tampuk pengasuh Ponpes Tebuireng kepada Gus Sholah pada bulan Juni 2006, Pak Ud sudah tidak lagi tinggal di kediaman yang berada di sebelah barat pintu gerbang salah satu ponpes tertua di Jatim itu.

Pak Ud memilih tinggal di sebelah selatan Pasar Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang dengan sesekali mengunjungi Ponpes Tebuireng yang sudah lama diasuhnya itu.

Fenomena yang terjadi pada bulan Juni 2006 itu sangat menarik, lantaran sangat jarang seorang pengasuh ponpes salaf menyerahkan tampuk kepemimpinannya kepada anggota keluarganya ketika masih hidup.

Lazim ditemui, pengasuh ponpes salaf akan berganti dengan sendirinya ketika pengasuhnya sudah mangkat. Namun Pak Ud telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada kalangan ulama.

Lebih lanjut, Gus Sholah mengatakan, khusus untuk mengembangkan pengajaran ilmu di bidang agama, sudah banyak tenaga pengajar yang mampu di lingkungan Ponpes Tebuireng.

"Sekarang tinggal kami kembangkan lebih maju lagi dengan mendirikan Ma’had Ali yang merupakan sebuah lembaga pendidikan tinggi di bidang kajian kitab kuning, mulai tahun ini," ujarnya menjelaskan.

Sedang di bidang ilmu umum, Gus Sholah telah menyusun program tahap awal mengenai perbaikan peningkatan kualitas tenaga pengajar, bahkan kalau perlu diberi kesempatan belajar di luar negeri.

Pak Ud meninggal dunia di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Minggu malam dalam usia 78 tahun akibat menderita radang paru-paru. Sehari sebelum meninggal dunia, Pak Ud dibesuk Wapres Jusuf Kalla di Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Sabtu (13/1) sore. (ant/sbh/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

GP Ansor Kawal Kebhinekaan Indonesia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam perjalanan sejarah Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) berdiri di depan dalam menjaga kesatuan Indonesia. Secara konkret, GP Ansor membuktikan komitmennya terhadap kebhinekaan Indonesia.

Demikian disampaikan penyanyi Edo Kondologit saat ditemui Internet Marketer Nahdlatul Ulama usai acara Festival Budaya Pesantren yang menjadi awal peringatan harlah ke-79 GP Ansor di ruang pertemuan Gedung Balai Kartini Kavling 37, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

GP Ansor Kawal Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kawal Kebhinekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kawal Kebhinekaan Indonesia

“Kami dari organisasi Taruna Merah Putih, sudah sering kali menjalin kerja sama dengan GP Ansor. Kami sering berdiskusi terkait kebangsaan, kepemudaan, kebhinekaan, merah putih, keindonesiaan,” kata Edo Kondologit.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya pun, lanjut Edo, datang pada saat harlah GP Ansor tahun lalu di Stadion Manahan Solo. Ideologi kita sama perihal kebangsaan. Kita dan GP Ansor sama menjunjung tinggi kebangsaan yang beragam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kita boleh berbeda secara agama, suku, dan bahasa. Namun kita tidak bisa dipisahkan sebagai anak bangsa Indonesia. Indonesia lah yang mendorong kuat kehadiran saya dalam festival ini. Dengan Indonesia, saya dan GP Ansor sudah seperti saudara, tandas Edo.

Dalam Festival Budaya Pesantren, Edo Kondologit membawakan lagu “Di Bawah Tiang Bendera” karya Franky Sahilatua.

Sedangkan seniman monolog Butet Kertaradjasa dalam pementasannya mengingatkan sedikitnya 1500 kader GP Ansor kepada sosok Riyanto. “Bagi saya, Riyanto itu muslim sejati,” kata Butet di atas panggung disambut tepuk tangan hadirin.

Riyanto merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang meninggal akibat ledakan bom saat menjaga malam Natal di Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur, tahun 2000 silam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haul Embah Maksum Lasem Diperingati dengan Tahlil Kubro

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Haul pendiri Pesantren Al-Hidayat Soditan Lasem Embah Maksum, diperingati warga setempat dengan tahlil kubro di kompleks masjid Jami’ Lasem, Rabu (8/1) sore. Warga biasa memperingati haul salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini setiap tanggal 6 Rabi‘ul Awal yang jatuh pada Rabu (8/1).

Haul Embah Maksum Lasem Diperingati dengan Tahlil Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Embah Maksum Lasem Diperingati dengan Tahlil Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Embah Maksum Lasem Diperingati dengan Tahlil Kubro

“Embah Maksum merupakan pendiri NU selain Embah Hasyim As’ary,” tutur peziarah asal Demak, Sholihin.

Sholihin yang juga alumni pesantren Al-Hidayat menambahkan, Embah Maksum merupakan perintis pondok pesantren yang ada di Lasem. Selain itu, Embah Maksum juga sosok pejuang kemerdekaan Indonesia dan pengobar perang melawan penjajah Belanda.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap tahun Sholihin tak pernah absen dalam haul Embah Maksum kendati sudah tidak bermukim di Rembang. Sejak 1982 hingga 1987, ia selalu aktif berziarah di makam Embah Maksum.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sedangkan pengelola masjid Jami’ Lasem Abdullah mengatakan, para santri Embah Maksum dari berbagai daerah datang untuk berziarah dan mengikuti haul. Biasanya mereka datang tiga hari sebelum puncak haul digelar di kompleks masjid.

Selain Embah Maksum, tokoh pendiri NU yang dimakamkan di kompleks masjid antara lain Embah Baedhowi dan Embah Ahmad Maksum.

Selain tahlil di makbaroh, peringatan haul kali ini diramaikan dengan khitanan massal yang dilaksanakan pada Senin (5/1).

Abdullah berharap, peringatan haul ini dapat menjaga ingatan generasi sekarang atas sejarah perjuangan NU dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 04 Desember 2017

Pagar Nusa Jember Gelar Silaturrahim dan Latgab

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para pesilat Pagar Nusa Jember, terus menunjukkan eksistensinya.  Selain aktif melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap pelajar dan santri organisasi pencak silat NU tersebut bersilaturrahim dan Latihan Gabungan (Latgab) di Mayang. 

Kegiatan Senin (24/3) di rumah Ketua Pagar Nusa H. FB. Zamroni tersebut juga dihadiri Ketua DPW Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur, H. Faidhul Mannan. 

Pagar Nusa Jember Gelar Silaturrahim dan Latgab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jember Gelar Silaturrahim dan Latgab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jember Gelar Silaturrahim dan Latgab

Selain memantau latihan gabungan, H. Faidol juga berkenan mengukuhkan 75 pelatih Pagar Nusa. "Kami berharap agar anggota Pagar Nusa, bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk turut serta dalam menjaga keteritiban dan keamanan, termasuk bekerjasama dengan pihak kepolisian," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan itu, H. Faidhul juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) PSNU Pagar Nusa Jember hasil revisi periode 2012-2017. Di SK tersebut, ketua tetap dipegang oleh H. FB. Zamroni dan sekretaris dijabat oleh H. Ismail Iskandar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut salah seorang pengurus Pagar Nusa Jember, H. Thoif Zamroni, ke depan pihaknya akan lebih giat lagi untuk memperkenalkan Pagar Nusa ke lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren dan sekolah-sekolah di bawah naungan LP. Maarif. 

"Kegiatan pencak silat Pagar Nusa ini, bisa menjadi agenda ekstrakurikuler di pesantren-pesantren. Karena kami dan pesantren itu punya kesamaan visi, yaitu sebagai sokoguru Nahdlatul Ulama," ucap Ketua DPRD Kabupaten Jember itu. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Sholawat, Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Manakah Lebih Utama, Merahasiakan Ibadah atau Menampakkannya?

Salah satu dosa besar adalah perbuatan riya’. Hal ini membuat sebagian orang ingin merahasiakan ibadah-ibadahnya karena takut riya’, tetapi tidak mungkin sebab banyak ibadah tidak bisa dirahasiakan seperti haji, shalat jamaah, menuntut ilmu, jihad di jalan Allah, dan sebagainya. Terkait dengan hal ini seseorang bertanya kepada  Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad, manakah lebih utama merahasiakan ibadah atau menampakkannya?

Ulama asal Hadhramaut Yaman yang masih dzuriah Rasulullah SAW tersebut memberikan jawaban atas pertanyaan di atas sebagaimana termaktub dalam kitab beliau berjudul an-Nafâis al-Uluwiyyah fil Masâil As-Shûfiyyah (Dar Al-Hawi, 1993, hal. 25) sebagai berikut: 

Manakah Lebih Utama, Merahasiakan Ibadah atau Menampakkannya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Manakah Lebih Utama, Merahasiakan Ibadah atau Menampakkannya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Manakah Lebih Utama, Merahasiakan Ibadah atau Menampakkannya?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya: “Ketahuilah menampakkan ibadah adalah lebih utama bagi seseorang yang tidak khawatir akan dihinggapi rasa riya’ di dalam dirinya, terlebih jika orang tersebut mengharapkan perbuatannya dicontoh oleh saudaranya sesama Muslim; sedangkan merahasiakan ibadah lebih utama bagi seseorang yang khawatir akan dihinggapi rasa  riya’ dalam ibadahnya sementara ia tidak ingin amalnya dijadikan contoh. Adapun seseorang yang dapat menghindari riya’ dan ia tidak ingin amalnya dijadikan contoh, atau sebaliknya, maka lebih utama ia merahasiakan ibadahnya.” 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari kutipan di atas dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut: 

Pertama, seseorang yang sudah mampu menguasai keadaan batinnya, seperti mencegah perbuatan riya’, tidak ada persoalan baginya menampakkan ibadah-ibadahnya, terlebih jika ia juga bermaksud melakukan syiar Islam, atau  agar ibadahnya diikuti orang lain. Hal seperti ini masuk akal sebab jika semua orang merahasiakan amal ibadahnya, tentu tidak ada syiar dan juga tidak ada contoh konkrit bagaimana sebuah ibadah diamalkan dengan baik dan benar.  

Kedua, seseorang yang masih dihinggapi rasa riya’ dalam hatinya, sebaiknya merahasiakan atau tidak menampakkan ibadah-ibadahnya, apalagi jika ia memang tidak ingin menjadi contoh karena, misalnya,  menyadari ibadahnya belum bisa ikhlas. Orang seperti ini kalau bersedekah sebaiknya secara rahasia dari pada berisiko dihinggapi rasa riya’. Bagaimanapun riya’ itu sudah pasti berdosa dan akan mengakibatkan ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT.  

Ketiga, seseorang yang telah mampu mengendalikan rasa riya’, tetapi ia sendiri tidak menginginkan dirinya menjadi contoh karena sebab-sebab tertentu seperti takut tidak kuat mendapat pujian dari orang lain, orang seperti ini lebih utama tidak  menampakkan ibadah-ibadahnya. 

Namun demikian orang tersebut sebaiknya secara bertahap belajar melatih diri  kuat menerima pujian dari orang lain sehingga pujian sebesar dan sebanyak apapun tidak mempengaruhi keadaan batinnya, seperti manjadi riya’,  takabur ataupun ujub. Bagaimanapun dalam masyarakat harus ada orang-orang yang bisa dicontoh atau menjadi teladan dalam kebaikan.   

Keempat, seseorang yang masih dihinggapi rasa riya’ tetapi ia menginginkan dirinya dicontoh orang lain dalam ibadahnya, orang seperti ini lebih utama tidak menampakkan ibadah-ibadahnya karena riya’ termasuk dosa besar. Dalam hal ini berlaku prinsip Darul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih (Upaya mencegah madharat harus lebih didahulukan dari pada upaya memperoleh kemanfaatan).

Dari seluruh uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa menampakkan ibadah adalah baik bagi mereka yang memang sudah mampu mengendalikan rasa riya’nya. Orang-orang seperti ini justru lebih utama tidak merahasiakan ibadahnya, apalagi mereka merupakan orang-orang berpengaruh dan menjadi panutan masyarakat.  Sedangkan mereka yang belum  mampu mengendalikan rasa riya’nya, lebih utama tidak menampakkan ibadah-ibadahnya walaupun dengan maksud memberikan contoh dan demi syiar Islam. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ratusan kader dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA-PMII) Cabang Pacitan memenuhi balai pertemuan Baleharjo Pacitan, Jawa Timur. Para Alumni dan kader PMII hadir dalam acara Konsolidasi dan Muscab ke I IKA-PMII dengan tema "Perkokoh Barisan, Persatukan Gerakan Ahlussunnah wal Jamaah," Ahad (14/6).

Konsolidasi dan Muscab ke I IKA-PMII dibuka oleh Kepala Bakesbang Polinmas Pacitan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran kader PMII Pacitan yang turut mengawal jalanya demokrasi di kabupaten pacitan. Ia juga meminta agar IKA-PMII tidak sungkan-sungkan untuk memberikan kritik dan masukan untuk bersama-sama membangun Pacitan kedepan.

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama

Selain itu, Muscab ini diisi dengan Sosialisasi Pilkada oleh KPU Pacitan yang akan digelar serentak pada akhir tahun 2015.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sosialisasi pilkada ini sebagai bentuk andil IKA PMII Pacitan dalam menyukseskan demokrasi," kata Agus Salim Misni, Sekretaris Panitia Muscab.

Sementara itu, dalam Muscab kali ini berhasil memilih Kiai M Zafri Wicaksana sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2015-2020. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nasional, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Kendal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois asal Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantra Pascasarjana STAINU Jakarta, Selasa (24/1) mengatakan bahwa budaya silaturahim dan musyawarah harus ditingkatkan.

Hal ini khususnya harus dilakukan di kalangan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan para ulama agar masyarakat juga tetap tenang di tengah kondisi kebangsaan yang kurang stabil.

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Menurut Mbah Dim, langkah tersebut penting untuk merapatkan barisan, mendekatkan hubungan, dan menyamakan persepsi antar sesama pemuka NU dan ulama yang sedari dulu mempunyai peran sebagai perekat bangsa.

“Yang harus dilakukan adalah musyawarah,” tegas Mbah Dim saat ditanya apa yang harus dilakukan oleh para ulama dan pengurus NU di tengah situasi umat Islam dan problem bangsa yang akhir-akhir ini kerap bergejolak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pesan untuk generasi muda

Salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu juga mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi umat Muslim Nusantara saat ini, termasuk di dalam NU sebagai garda terdepan penjaga keutuhan NKRI.

Dikatakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal ini bahwa kian kemari para ulama khos yang mendekati kriteria kewalian kian berkurang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya berharap kepada generasi muda NU untuk mengikuti jejak lampah para ulama yang ikhlas itu, termasuk melanjutkan lakon dan tradisi riyadhah yang kerap dilakukan oleh para kiai,” harap Mbah Dim.

Para kiai zaman dulu, tambahnya, ketika hendak melakukan sesuatu selalu diawali dengan istikharah, riyadhah atau tirakat, memperbanyak doa dan taqarrub kepada Allah, serta meminta restu para gurunya.

Perilaku tersebut terkait dengan keberkahan dan hadirnya kebaikan secara terus menerus atas apa yang dilakukan kiai. Sehingga tidak heran keberkahan selalu hadir. Hal ini bisa menjadi teladan di kalangan generasi muda untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock