Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak acara penyelenggaraan Global Peace Festival yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10)  dihadiri oleh ribuan massa yang terdiri dari para santri, pelajar dan mahasiswa.



Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Massa Hadiri Puncak Acara

Secara bersama-sama mereka menyerukan tentang pentingnya perdamaian yang belakangan ini terus menghadapi tantangan.

Beberapa perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam acara ini diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Guna Darma, UIN Jakarta, Universitas Kristen Indonesia, Presiden University, London School, Budi Luhur dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seluruh badan otonom juga mengerahkan anggotanya untuk memeriahkan acara ini seperti IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, Pagar Nusa, Ansor NU dan lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini dimeriahkan dengan sejumlah pentas seni yang mewakili tradisi di Indonesia, seperti tari saman, barongsai, Soreang yang merupakan tradisi masyarakat lereng Merbabu, lagu-lagu daerah dan lainnya. Turut pula ditampilkan hadrah yang sudah akrab bagi warga NU. Marching band siswa Maarif NU Blitar yang telah menjadi juara tingkat internasional juga unjuk kebolehan.

Audiens juga dihibur dengan pentas seni dari para artis terkenal seperti Harvey Malaiholo, Mike Mohede serta Maudi Wilhemina. Para penonton yang sebagian besar masih berusia muda menantikan aksi dari penyanyi Rossa, Evelyn Young, Sarwana serta Slank menutup acara. Tak ketinggalan Slanker dengan setia mengikuti kemana pujaan mereka beraksi.

Pada kesempatan tersebut program power of rupiah yang merupakan upaya mengumpulkan dana melalui koin-koin untuk membantu kelompok tidak mampu, yang telah berjalan sekitar sebulan ini diserahkan kepada panitia yang selanjutnya akan dikelola oleh PBNU untuk kelompok masyarakat miskin dan anak tak mampu sekolah.

Program ini bertemakan aksi kecil harapan besar, tidak bermaksud untuk mengumpulkan milyaran rupiah, tetapi lebih pada upaya memberdayakan masyarakat untuk membantu orang lain.

Hadir pada acara tersebut KH Said Aqil Siradj, pendiri Global Peace Foundation Hung Jim Moon, Ketua MK Mahfud MD, Menakertrans Muhaimin Iskandar, sekitar seratus peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara serta para tokoh lintas agama. (mkf) Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Internasional, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PT Alfaria Sumber Trijaya (Alfamart) menyerahkan uang donasi pelanggan selama bulan September 2017 kepada NU Care-LAZISNU, Selasa (31/10). Penyerahan secara simbolis berlangsung di Gedung PBNU Jakarta Pusat, disaksikan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Alfamart Serahkan Donasi Pelanggan Melalui NU Care-LAZISNU

Kiai Said mengatakan, NU tidak antikonglomerat. 

“Kita senang (dengan adanya) konglomerat yang bisa menyejahterakan dan menyamaratakan (kesejahteraan) masyarakat,” kata Kiai Said.

Kiai Said mengapresiasi kerja sama yang dilakukan NU Care-LAZISNU dengan Alfamat yang berjalan sejak beberapa bulan ini. Ia menegaskan, bantuan melalui LAZISNU akan bermanfaat bagi kepentingan banyak umat. 

Direktur Corporate Affair PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin menyampaikan  dana yang diserahkan pada hari ini adalah sebesar Rp820.280.968. Ia meminta dana tersebut dimanfaatkan semuanya oleh NU Care-LAZISNU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, jika dimaksimalkan dalam pengenalan kepada setiap pelanggan, jumlah donasi bisa mencapai 2 miliar setiap bulan.

 

“Tetapi kasir Alfamart tidak menawarkan pelanggan supaya mendonasikan uang kembalian. Niat berdonasi hanya ditampilkan di layar yang dapat dipilih oleh pelanggan,” kata Solohin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, layar tersebut juga dipantau oleh CCTV sehingga setiap donatur yang menyalurkan sedekah akan terekam. 

“Ini bisa menjadi bukti kalau ada pihak yang meminta buktinya,” tambahnya.

Terkait dengan penyaluran melalui NU Care-LAZISNU, Solihin meminta uang sedekah titipan konsumen tersebut semuanya diserahkan kepada NU Care-LAZISNU.

“Ini akan bermanfaat  besar buat Alfamart, LAZISNU, dan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kerja sama dengan NU Care-LAZISNU membantu ketransparanan dan semakin mewujudkan kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU.

Solohin menyampaikan kerja sama pengumpulan donasi juga akan dilakukan selama November dan Desember 2017. Sebelumnya pada bulan Mei, telah dilakukan kerja sama serupa. Oleh karena itu, dalam tahun 2017, terdapat empat kali kerja sama penyaluran donasi pelanggan Alfamart melalui NU Care-LAZISNU.

“Ini sejarah, dalam satu tahun LAZISNU mendapat empat periode (bulan) penyaluran donasi pelanggan Alfamart,” tandasnya.

Alfamart Tawarkan Kerjasama Laboratorium Enterpreneur di Sekolah-sekolah NU

Pada kesempatan tersebut hadir Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda beserta jajarannya; Waketum PBNU H Maksum Mahfoedz; Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra;  Ketua LP Maarif NU Arifin Junaidi; Ketua PBNU Syahrizal Syarif; Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan PBNU  H Mardini. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Internasional, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 12 Januari 2018

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Oleh: Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi

Muncul pada hari-hari ini di Timur Tengah sejumlah gerakan berturut-turut dimulai dari Tunisia yang menyebabkan jatuhnya sang presiden, lalu di Mesir dan tumbangnya presiden, kemudian terjadi di Yaman yang memakan waktu lama sehingga menyebabkan intervensi negara-negara kerjasama teluk, dan kemudian disepakati pengunduran diri presiden dan kekuasaan dilanjutkan oleh Presiden al Hadi. 

Di Libya, yang kasusnya juga berlarut-larut, dan saat itu menjadi bahan ejekan dan hasutan dari Presiden Muammar Gaddafi serta intervensi dari Barat dan Qatar dan negara-negara lain, dan gerakan itu menjalar ke tempat lain sampai ke Syria apa yang mereka sebut dengan Musim Semi Arab (Arab Spring), lalu Gaddafi pun terbunuh. Namun hal ini tidaklah mengakhiri masalah bahkan menjadi lebih buruk dan terus memburuk meninggalkan banyak orang mati dan pengungsi, ditambah lagi kehancuran massal dan tersebarnya rasa kebencian.

Dari hal di atas kita mencatat dua hal: Hal pertama menyangkut peran media, terutama sekali stasiun televisi Al-Jazeera dan al Arabiyyah, di mana peran mereka tidak terbatas pada penyebaran fakta-fakta apa yang terjadi, bahkan beralih perannya untuk mengarahkan dan menciptakan peristiwa, dan mengharuskan stasiun televisi dan saluran-saluran yang mengikutinya untuk menguasai seni berbohong, berlebihan dalam menyampaikan serta fabrikasi berita. 

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kewajiban Ulama dan Fitnah Dunia Islam

Dan peran dua saluran televisi berubah menjadi industri berita. Yang membuat orang Arab dan mereka yang mengikuti saluran ini terpengaruh terhadap apa yang disampaikan oleh saluran-saluran itu. Tampaknya pihak-pihak yang dimaksud telah mempercayakan kepada dua saluran ini untuk memimpin gerakan tersebut atas nama media tertentu.

Hal kedua adalah bahwa sebahagian tokoh-tokoh agama sebelumnya telah banyak disorot dan diberi posisi istimewa, ditambah pula orang-orang yang menempuh cara ini dari para sheikh/tetua (saya tidak mengatakan ilmuwan) berkontribusi dalam mempengaruhi publik dan mengarahkan peristiwa-peristiwa tersebut. Bahkan salah satu dari mereka meneriakkan hasutan untuk membunuhnya; dan mengeluarkan fatwa untuk membunuh orang lain. Apa yang terjadi sebagai akibat dari itu?

Para Pemberontak itu tidak mencapai tujuan mereka, akan tetapi mereka yang telah merancang hal tersebut telah mendapatkan sebagian target yang mereka tuju. Yaitu terjadinya kekacauan di wilayah ini dan menjadi rebutan dan santapan lezat mereka yang  rakus dan tamak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya berdiri disini bukan untuk menceritakan tragedi yang menyedihkan/memilukan. Saya hanya ingin -melalui keterangan ini- menjelaskan tanggungjawab seorang ‘Aalim yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan sikapnya terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Terutama sekali ketika ia melihat pertumpahan darah dan kerusakan yang luas, dan perpindahan jutaan orang dari rumah dan desa mereka, serta mereka kehilangan tempat tinggal, makanan, minuman dan pakaian. Lalu dirampas rasa aman dari mereka. Ditambah lagi penistaan kehormatan dan harga diri serta eksploitasi kebutuhan oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak memeiliki hati nurani dan bersukacita dalam kubangan fitnah ini.

Sungguh, beberapa tokoh ilmu kebanggaan umat telah jatuh ke dalam fitnah ini, menjadi penyebab banyak masyarakat tersesat jalan. Dan mereka ikut menjadi sebab terjadinya kekacauan ini yang mereka sebut sebagai jihad, padahal mereka adalah korban yang disebabkan kesesatan dan ketertipuan mereka sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agar mereka bisa menempuh cara tersebut, mereka melandaskannya kepada beberapa hal. Pertama, mengkafirkan orang-orang yang berbeda (pendapat) dengan mereka, sebagaimana kaum khawarij mengkafirkan orang banyak dan menghalalkan darah mereka.

Kedua, menghembuskan problem pemilahan sectarian, yang juga berakhir dengan pengkafiran sekte yang berbeda. Kemudian seruan untuk memerangi mereka yang akan mengakibatkan perang saudara yang memanas.

Ketiga, dalam rangka untuk mencari jalan pintas dan mencari sutradara pertikaian ini, mereka menuduh para ulama yang konsisten (istiqomah) dengan berbagai macam tuduhan keji agar umat hilang kepercayaan. Dan mereka tidak ragu-ragu untuk memfitnah mereka dengan banyak kebohongan, dan mengejek mereka sebagai bentuk penghancuran karakter dan figur yang bisa mengembalikan situasi kepada takarannya dan dapat mengklarifikasi fakta. 

Hal ini sengaja dibuat agar umat kehilangan kepercayaan terhadap ulamanya dan hilang pula sopan santun terhadap para pemimpin dan orang-orang sholeh. Menjadikan mereka semakin jauh dari sisi kebenaran ditengah-tengah badai perbedaan yang menghantam. Bahkan, mereka ikut menghasut untuk membunuh para ulama tersebut.

Peran institusi dan ilmuwan di tengah perselisihan

Jika sebahagian ilmuwan kebanggaan merupakan bagian dari provokator dan promotor yang telah menyesatkan banyak masyarakat, maka para ulama yang mukhlishin yang harus meluruskan, dan menjaga agar tidak terjadi pertumpahan darah, dan mengawal rambu-rambu kebenaran.

Saya ingin katakan: seluruh Ulama memiliki tanggung jawab menjelaskan dan memunculkan kebenaran, dan memberikan nasehat kepada umat serta menjelaskan hukum serta sikap yang benar terhadap setiap peristiwa dan kejadian. Dan jangan ragu untuk memikul tanggung jawab ini, karena ancaman terhadap kehancuran bangsa dan membuat agama yang benar ini menjadi jelek dan terdistorsi merupakan hal yang sudah dirancang oleh musuh-musuh Islam, dan mereka memperalat para ilmuwan untuk mencapai tujuannya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran: (Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan para pemimpin di antara kalian. Dan jika kalian berselisih paham akan suatu hal, maka kembalikanlah (merujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya, jika Anda beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu (adalah) lebih baik dan sebaik-baik tempat kembali) An-Nisa: 59 , yakni Allah Taala telah memerintahkan kita -ketika terjadi perbedaan- untuk kembali kepada apa yang telah dijelaskan di dalam Qur’an dan Nabi Muhammad SAW yang mulia dalam sunnahnya. Dan Dia Allah tidak pernah menyerahkan (penyelesaiannya) kepada hawa nafsu dan fanatisme buta.

Sesungguhnya Fenomena yang disebut (Arab Spring/Musim Semi Arab) tidak lain hanyalah membuka jalan bagi munculnya kelompok-kelompok radikal yang menebar teror pembunuhan dan perusakan atas nama Islam.

Oleh karena itu, pengakuan beberapa pihak yang mengatakan bahwa mereka berjuang memerangi kelompok-kelompok teroris, bagi saya merupakan sikap bersikeras untuk tetap pada kesalahan pertama, dengan cara menyulut api fitnah dan memancing kekacauan, sebagai bentuk pelaksanaan langkah-langkah Free Masonry Internasional/Global, yang disebut oleh Rice dengan ‘kekacauan kreatif’.

Situasi ini mengharuskan para ilmuwan untuk melakukan peran dan tanggungjawab yang telah dipercayakan Allah Taala kepada mereka, baik dari sisi amar ma’ruf nahyi munkar, atau dari sisi dakwah kepada Allah dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang baik, atau dari sisi menjelaskan kebenaran dan menghapus kebingungan/kecauan pikiran yang menimpa pikiran orang-orang yang mengetahuinya.

Sungguh diamnya seorang ‘Aalim atas apa yang terjadi merupakan suatu kekurangan dan menyembunyikan kebenaran, dan merupakan salah satu sebab terus berlakunya kebathilan. Dan hal itu tidak pantas terjadi kecuali jika seseorang itu takut untuk melawan kebathilan. Atau barangkali dia termasuk orang-orang yang disifati oleh Allah SWT dalam firman-Nya: {dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata} al-Hajj: 11. 

Dan selayaknyalah seorang ‘Aalim memiliki sifat sebagaimana firman-Nya: (... dan akan Allah datangkan kaum yang Dia cinta mereka dan mereka juga mencintai-NYA. Mereka lemah lembut terhadap orang mukmin dan keras terhadap orang kafir. Mereka berjuang di jalan Allah dan tidak takut siapa pun yang mencela mereka. Demikian itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang IA kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui} al-Maaidah: 54.

Seorang ‘Aalim harus cemburu jika hilang rambu-rambu kebenaran dan khawatir jika umat tersesat. takut jika terjadi perselisihan dan konsekuensinya ... dari pertumpahan darah, kehancuran, dan perpindahan. Bukan ini yang telah terjadi?

Ini merupakan perbuatan dari sekelompok pemilik ilmu serta para ilmuwan yang rela menjadi alat menebar fitnah dan menjadi pengawalnya karena rakus dengan godaan keserakahan atau dengki pada orang-orang yang melihat mereka sebagai pesaing bagi mereka atau iri atas apa yang mereka dapatkan dari penerimaan di seluruh bumi.

Sesungguhnya hal yang lebih berbahaya dan lebih mengkhawatirkan lagi yaitu merajalelanya hawa nafsu pribadi di tengah-tengah masyarakat. Ini terkait dengan masa depan bangsa dan pernyataan kebenaran yang telah ternoda oleh gerakan-gerakan ini ...Ini juga terkait dengan kewajiban untuk menjelaskan dan tidak menyembunyikan kebenaran. 

Bukan kah Allah telah berfiman dalam kitab-Nya: dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima) Ali Imran: 187. Dan bukan kah Allah telah mengingatkan para ulama tentang menyembunyikan kebenaran dengan firman-Nya: ((Sesungguhnya orang-orang yang Menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilanati Allah dan dilanati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melanati)) al-Baqarah: 159.

Penulis adalah Ketua Persatuan Ulama Suriah, Dekan Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Putra Sayyid Muhammad Said Ramadhan al-Buthi.

*) Makalah ini disampaikan dalam Seminar Internasional ‘Peran Ulama dalam Meredam Krisis Politik dan Ideologi di Timur Tengah’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Suriah Indonesia (Al-Syami), Kamis (10/3/2016) di Gedung Pascasarjana UI Salemba Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Kajian, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Pada tahun 2008, UNESCO mengakui keris sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan untuk kategori tak benda, Intangible Cultural Heritage (ICH).?

Koordinator Divisi Sastra, Folklor, Permainan Dedaktik Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, Donny Satryowibowo, keris tidak hanya dilihat dari segi wujudnya sebagai senjata. Namun, dalam proses penempaannya memerlukan teknik-teknik khusus serta sarat nilai yang mengandung unsur-unsur budaya. Termasuk estetika dan filosofis.?

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Menurutnya, penempaan keris oleh para empu sejak zaman dulu menggunakan teknik metalurgi yang melibatkan ilmu fisika-kimia.?

"Keris ini kan ada proses teknik metalurgi. Kaitannya dengan ilmu fisika dan kimia. Jadi bagaimana cara pengolahannya itu masuk ilmu fisika. Dan apa bahan-bahannya itu masuk ilmu kimia," ujar Donny yang ditemui pada Silaturahim Kebudayaan yang digelar Lesbumi di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7). ?

Keris sebagai tosan aji, yaitu besi yang dimuliakan, memiliki sisi estetika yang menawan. Berbeda dengan senjata logam lain seperti pedang samurai yang berbentuk lurus dan mengkilap, keris relatif berukuran lebih pendek, ada yang bilahnya berkelok-kelok seperti naga, serta dihiasi beragam motif yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan tampilan keris tampak indah dan berkarakter.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Donny menuturkan bahwa leluhur bangsa Indonesia telah berhasil membuat keris dengan cara yang pintar. Proses pembuatan keris tidak hanya berakhir ketika logam besi selesai ditempa. Namun, melalui proses finishing dengan melapisi permukaan keris menggunakan warangan.?

"Keris terdiri dari tiga macam logam, yaitu baja, besi, dan pamor. Nah, kemudian oleh leluhur kita, mereka mempunyai cara pengolahan kimia untuk coating atau membuat layer dengan cara diwarangi atau dijamasi. Jamas ini Bahasa Jawa yang artinya keramas. Keris ini dijamasi dengan warangan yang dicampur dengan asam sitrat atau air jeruk nipis," ujar Donny yang juga pendiri komunitas Jayakarta -komunitas yang aktif melakukan kegiatan untuk melestarikan tosan aji. ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Warangan terbuat dari batu tambang yang kebanyakan didatangkan dari Cina atau Mongol, dan mengandung senyawa arsenik yang bersifat racun. Inilah yang membuat keris memiliki efek mematikan paling kuat apabila mengenai darah manusia.?

"Ketika terkena darah, arsenik yang terdapat pada bilah keris akan berpindah ke darah sehingga darah menjadi menggumpal. Tapi kalau hanya menyentuh saja tidak apa-apa. Jadi, sudah sepintar itu leluhur kita untuk urusan kimia-fisika," terang pria yang mengaku memiliki banyak koleksi keris itu.?

Warangan yang digunakan untuk melapisi keris, tidak hanya berfungsi untuk menyematkan racun. Menurut Donny, pengaplikasian warangan juga untuk memunculkan nilai estetika pada keris.?

"Dengan diberi warangan tadi itu akan muncul nilai keindahan berupa tiga warna pada keris. Baja menjadi warna keabu-abuan, kehijauan atau kebiruan, besi menjadi hitam legam, sedangkan pamor tetap berwarna putih metalik seperti warna sendok makan," terang Donny.?

Pada acara Silaturahim Kebudayaan itu, digelar juga pameran keris koleksi komunitas Jayakarta. Menurut Donny, yang juga menjadi panitia, maksud diadakannya pameran keris tersebut adalah untuk memulangkan kembali kesadaran masyarakat tentang keIndonesiaan dan kenusantaraan. "Jangan sampai orang luar negeri yang justru lebih peduli pada budaya kita, dibanding kita sendiri," ujar pria yang mengajar kesenian di Institut Kesenian Jakarta itu. (Alika Rukhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Quote, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 Desember 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Cikarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Boleh jadi Ahad, 19 Februari 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama di Kawasan Perumahan Lippo Cikarang khususnya Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Lippo Cikarang.

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gema Maulid Fatayat NU di Perumahan Lippo Cikarang

Hari yang monumental karena pada hari itu segenap punggawa PAC Fatayat NU Lippo Cikarang menyelenggarakan peringatan Maulid Akbar Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW.

“Ini merupakan peringatan Maulid pertama di masjid kami, sangat bersejarah bagi kami tentunya,” ujar ustadzah Anna Widhiharto selaku Ketua PAC Fatayat NU Lippo Cikarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai tepat Pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 700-an jema’ah yang mayoritas terdiri dari jama’ah ibu-ibu Fatayat NU. Gema Sholawat Al-Barzanji mengalun dengan indahnya di bawakan oleh para santri dari Pondok Pesantren Ashshiddiqiyyah 3 Karawang asuhan KH Hasanuri Hidayatullah.

Taushiyah pertama disampaikan oleh Habib Alwi Ba’alawi pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi merupakan bukti cinta kita kapada Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW. Menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian kita dengan mencontoh akhlak mulia Kanjeng Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sang Habib menyampaikan taushiyahnya dengan begitu bersemangat sehingga mampu menyalakan api semangat segenap hadirin untuk tetap beristiqomah dalam bingkai ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

Taushiyah yang kedua disampaikan oleh H Muhammad Cholil Nafis, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU. Dalam taushiyahnya ia mengatakan bahwa dalam berdakwah esensinya tidak boleh berubah, namun demikian metodenya boleh disesuaikan dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah peringatan maulid yang masih dipersoalkan oleh sebagian kecil warga muslim yang cenderung ekstrim.

Sang Kiai mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan ketidakpahaman mereka dalam memaknai maulid itu sendiri.

Tepat pukul 11.45 acara dilanjutkan dengan dialog interaktif tentang ke-NU-an. Sejumlah hadirin menjawab dengan antusias terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara. Sejumlah buku-buku terbitan pesantren diberikan secara gratis di sesi ke-NU-an tersebut.

Sejumlah buku-buku tersebut diantaranya adalah terbitan dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, keluaran dari Pondok Pesantren Langitan Tuban, dan banyak lagi yang lainnya.

Lippo Cikarang bersholawat diantara rinai-rinai hujan yang membasuh bumi Allah sedari subuh. Untaian hikmah maulid merasuk dalam hati dan terasa sejuk, sesejuk buliran embun fajar pagi. Wahai Kanjeng Nabi SAW, kami rindu padamu.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Anti Hoax, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 12 Desember 2017

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah seorang ulama asal Mekah Arab Saudi Dr Syaikh Muhammad Ismail berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) sore. Bersama rombongan, Syaikh Muhammad membahas masa depan lembaga pendidikan NU di Mekah.

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Mekkah Bantu Lembaga Pendidikan NU di Arab

Hadir dalam kesempatan ini Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, Wasekjen PBNU yang membidangi pendidikan Masduki Baidlawi dan Hanif Saha Ghofur, serta Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi dan segenap pengurus pusat LP Ma’arif NU.

Syaikh Muhammad menegaskan, kunjungannya untuk kepentingan pendidikan, bukan politik. ”Kalaupun saya nanti ke pesantren-pesantren maka itu silaturahim biasa, menyangkut pendidikan, akhlak, dan cara-cara berdakwah yang baik,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masduki menjelaskan, tahun 2000 lalu dia bersama KH Hasyim Muzadi, KH Abdullah Faqih, dan sejumlah kiai lainnya datang ke pesantren Syaikh Muhammad dan mendirikan madrasah NU di Mekah. Kini sekolah swasta untuk tingkat TK hingga SMA ini mengalami sedikit hambatan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Sekarang pemerintah Arab Saudi sedang menerapkan persyaratan yang sangat ketat, menyangkut keamanan, pelayanan publik, perizinan, dan lain-lain. Kehadiran Syaikh di sini dalam rangka ingin membantu kami mengatasi masalah ini,” katanya.

Masduki menambahkan, di sana status madrasah di bawah pengelolaan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Arab Saudi itu disarankan KBRI menjadi sekolah negeri. Namun, PCINU setempat mengajukan syarat akan tetap mempertahankan karakter dan sejarah ke-NU-an lembaga pendidikan ini.

”Jika tidak, mereka tidak setuju, dan mau dikelola sendiri oleh PCINU. Untuk bantuan kan sudah menjadi kewajiban negara (Arab) kepada pendidikan dasar. Meski swasta NU tetap menuntut untuk mendapatkan hak-haknya karena tak ada perbedaan antara negeri dan swasta,” paparnya.

Kepada Syaikh Muhammad, Marsudi menjelaskan profil singkat NU dan lembaga pendidikannya, termasuk pesantren. Menurut dia, lembaga pendidikan NU di Indonesia sangat besar dan semuanya turut serta mengembangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock