Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Dulag, Suara Bedug dari Sunda

Tetabuhan dengan alat musik bedug dan beberapa kohkol (kentungan atau tongtong) yang biasa berada di samping masjid. Ngadulag artinya menabuh bedug dengan irama dulag. 

Uniknya, ngadulag tidak memiliki aturan khusus dalam menabuhnya. Tapi setiap penabuh berusaha menampilkan irama seenak dan seunik mungkin. Dalam pendengaran orang Sunda, secara umum, dulag berbunyi dulugdugdag.  

Dulag, Suara Bedug dari Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Dulag, Suara Bedug dari Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Dulag, Suara Bedug dari Sunda

Dulag hanya diperbolehkan saat bulan puasa. Biasanya ditabuh selepas tarawih dan saat membangunkan orang sahur. Dulag dilakukan semalam suntuk saat malam takbiran Lebaran Idul Fitri atau Idul Adha. Tidak hanya di masjid, kadang ngadulag dilakukan sambil mengarak bedug di jalanan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai penghias lebaran, dulag jadi istilah yang disandingkan dengan pakaian baru dibeli. Misalnya sarung dulag, atau peci dulag. Artinya sarung dan peci yang baru dibeli. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan demikian, dulag mengacu kepada keramaian. Ada peribahasa Sunda berbunyi “jauh ka bedug anggang ka dulag”. Artinya, tempat yang jauh dari bedug dan dulag yang mengisyaratkan kesepian. 

Di daerah Banten, ada tradisi ngadu dulag, yaitu pertandingan memukul bedug antarkampung selepas lebaran. Yang paling tahan lama ngadulag dianggap sebagai pemenang. 

Di wilayah Sukabumi ada Soldug, artinya solawat bedug. Irama dulag diiringi nyanyian solawat Nabi. Biasanya dipertunjukkan saat samenan (imtihan, atau kenaikan kelas) sekolah agama (madrasah diniyah). (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 07 Februari 2018

Muslimah Pimpin Fatayat NU Sukoharjo

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Guru SD Angkasa Karatasura Muslimah diamanahkan menakhodai Fatayat NU Sukoharjo. Muslimah terpilih dalam konferensi di Madin NU Tunggulsari Kartasura Sukoharjo, Ahad (25/1) sebagai Ketua Fatayat NU Sukoharjo untuk masa bakti 2015-2020.

Muslimah Pimpin Fatayat NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimah Pimpin Fatayat NU Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimah Pimpin Fatayat NU Sukoharjo

Fatayat NU Sukoharjo memiliki potensi untuk menjadi organisasi besar di Sukoharjo. "NU dan Muslimat NU di Sukoharjo cukup berpengaruh. Nah sekarang saatnya Fatayat NU bisa berkibar di bumi Sukoharjo Makmur," kata Muslimah kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Ahad (25/1).

Untuk menindaklanjuti hasil-hasil Konfercab, segera merapat kembali menyusun susunan kepengurusan. "Usai konfercab kita akan koordinasi lagi," kata Muslimah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fatayat NU Sukoharjo akan segera menggelar Raker. Pembenahan ke dalam dan mencoba membangun jaringan dengan kelompok strategis baik di Sukoharjo maupun pada level nasional. "Saya mendapat amanah untuk membenahi Fatayat. Insya Allah sekuat tenaga saya tercurah untuk Fatayat," tegasnya.

Konfercab dibuka oleh pengurus Fatayat NU Jateng Hj Tazkiyatun Muttmainnah didampingi Ketua PCNU Sukoharjo H M Nagib Sutarno. (Cecep Choirul Sholeh/Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Guna turut meramaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, serta memperingati 50 tahun Korp PMII Putri (Kopri), Komunitas Sepertiga Malam yang dipimpin Budi Syahbudin bekerjasama dengan Kopri PKC PMII NTB akan menggelanggelar Kala Santri Berpuisi, Jumat 24 November 2017.

Acara akan diihadiri oleh sahabat-sahabat lintas generasi yang hadir di arena Munas. Acara diagendakan dimulai pukul 19.30 WITA di halaman Pondok Putri 1, Pesantren Nurul Islam, Jl. Swa Sembada, Sekarbella Mataram.

"Acara sengaja digelar di Sekarbella, karena pondok pesantren itu dipimpin oleh Hajjah Wartiah yang merupakan alumni Kopri militan dan telah berhidmat di PMII sejak 30 tahun lalu." ujar Ketua Panitia acara Budi Syabudin. Jumat (24/11) pagi.

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Para senior PMII dari berbagai kota yang tengah berada di arena Munas Kota Matraman, NTB. Mereka juga akan dipersilakan meramaikan malam puisi tersebut.

Dihubungi Kamis (23/11) malam, Hj Wartiah mengungkapkan sangat antusias dan merespons positif.

"Saya siap (membantu) menyukseskan acara tersebut dengan maksimal," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain baca puisi, acara juga akan dihangatkan dengan persembahan Tari Saman dan Marawis dari Pesantren Putri Nurul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semua persiapan sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran semua sahabat saja," kata Lia Purnamasari, Ketua Kopri NTB. (Red;Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Opick, salah seorang musisi dan pelantun lagu religi Indonesia, mengaku tidak terima dengan sikap sejumlah orang yang menuduh pesantren secara negatif. Menurut dia, tudingan itu harus kritisi karena buktinya pesantren berperan banyak untuk negeri.

”Saya pikir kultur di pesantren luar biasa. Dari sini lahir orang-orang yang luar biasa,” ujarnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama usai mengisi ”Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2012” yang digelar harian Republika di Jakarta, Selasa (30/4) malam.

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

Artis bernama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus ini mencontohkan keberhasilan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) naik sebagai presiden. Opick mengatakan, fakta ini secara konkret menunjukkan bahwa pesantren di kalangan Nahdliyin terbukti juga mampu memegang jabatan-jabatan penting di Indonesia.

Opick menekankan pentingnya mengubah stigma pesantren, khususnya oleh masyarakat perkotaan. Ia juga menyesali, terbitnya sejumlah tayangan film yang mendeskripsikan pesantren secara keliru.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Aduh, beberapa film tentang pesantren yang menggambarkan bahwa pesantren itu sarang teroris, pesantren anti-sastra, anti-modern, ah itu saya sangat tidak setuju. Sakit hati saya,” keluhnya.

Sebaliknya, sambung Opick, pesantren pada kenyataannya justru mencetak sejumlah tokoh berdedikasi yang banyak menciptakan perubahan bagi republik ini. ”Kita lihat banyak sekali orang-orang besar lahir dari pesantren,” pungkasnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU kecamatan Rembang kota kabupaten Rembang menggelar seminar kebangsaan di Gedung Darul Khadlonah, Rembang, Sabtu (17/10) siang. sebanyak 150 anggota Muslimat datang dari 34 ranting Muslimat NU di kecamatan Rembang dan 9 PAC Muslimat.

Mantan Ketua Muslimat NU Rembang Hj Mahmudah Masykuri menyampaikan, seminar dilakukan sebagai upaya PAC Muslimat NU Rembang dalam memperkuat pengetahuan empat pilar kebangsaan NKRI yang kini kian terkikis oleh beberapa faktor.

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Muslimat NU Rembang Ngaji 4 Pilar Kebangsaan

"Kami sengaja mengadakan kegiatan seminar empat pilar kebangsaan untuk menguatkan pengetahuan kader Muslimat NU, serta memberikan pengetahuan mengenai perundang-undangan serta tata kelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahmudah berpendapat, sebagai warga Nahdlatul Ulama sebagai garda terdepan untuk mengawal empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, serta UUD 45 sangat wajib memiliki pengetahuan luas mengenai empat pilar kebangsaan.

"Jika NU yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam mengawal empat pilar kebangsaan, maka kita sebagai pengurus Muslimat NU juga membantu langkah NU, dengan cara paham empat pilar kebangsaan serta tatakelola pemerintahan.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muslimat NU Rembang menggandeng pihak DPD RI. Pertemuan ini disertai dengan penyerahan bantuan kepada sejumlah pesantren di kabupaten Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Santri, Daerah, Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Sunnah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock