Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo meminta Pemerintah Kota Probolinggo terutama aparat penegak hukumnya bisa menutup hiburan malam. Pasalnya hal tersebut jelas-jelas sangat mengganggu dan merusak moral generasi muda yang notabene adalah calon pemimpin masa depan.

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal dalam Musyawarah Kerja (Musker) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo yang digelar di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo, Sabtu (15/11) malam.

“Hiburan malam ini jelas-jelas sudah mengancam moral dan perilaku generasi muda kita. Apalagi sering kami jumpai anak-anak muda sering nongkrong di depan beberapa hiburan malam. Oleh karena itu, kami meminta PCNU Kota Probolinggo bisa bersinergi dengan aparat keamanan dan mendesak agar hiburan malam ini ditutup,” ungkapnya, Senin (17/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Jalal, tempat hiburan malam tersebut lebih banyak mudharatnya dan tidak ada manfaatnya. Pasalnya secara tidak langsung para kader muda ini juga akan ikut-ikutan gaya hidup yang ada di tempat hiburan malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya di tempat hiburan malam ini disediakan minuman beralkohol. Jika generasi muda sudah dekat dengan maksiat dan minuman tersebut, lalu mau dibawa kemana masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Jalal mengharapkan agar pihak berwenang bisa segera melakukan penanganan serius terhadap beberapa tempat hiburan malam yang sudah sangat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus berupaya agar untuk bersinergi dengan pihak terkait supaya tempat hiburan malam yang ada di Kota Probolinggo segera ditutup. Masa depan generasi muda lebih penting dari segalanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Sejarah, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” sampai saat ini telah ditonton sekitar 25 ribu orang. Menurut sutradara film tersebut, Yuda Kurniawan, jumlah sebanyak itu setelah diputar 42 kali di tempat berbeda mulai pesantren dan kampus.

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

“Ini merupakan pemutaran yang ke-42 sejak diputar perdana tanggal 10 Agustus 2016 menjelang Hari Santri. Hingga kini telah ditonton sekitar 25 ribu orang,” katanya selepas pemutaran film itu di peringatan Hari Lahir (harlah) NU ke-91 di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/1). Film tersebut memungkasi pemutaran dua film pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter dalam rangka Hari Santri tahun lalu.?

Menurut Yuda, film berdurasi 37 menit itu telah diputar di 15 kampus dan 26 pesantren di seluruh pulau Jawa. Ke depan, ia ingin memutar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Bagi komunitas, pesantren atau kampus di daerah tersebut yang ingin memutarnya, bisa menghubungi email yudakurniawan@yahoo.com.?

Film ini, sambungnya, belum dapat dipublish di media sosial seperti YouTube karena lebih mengutamakan pemutaran dan diskusi.?

Di antara apresiasi dikemukakan Rektor IAI Ibrahimy KH Cholilur Rahman. Menurut dia, film itu bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. “Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran Alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya,” ungkapnya selepas menontonnya di auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10/2016).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Film tersebut, lanjutnya, dibikin selama setahun dengan menyambangi sekitar 15 pesantren di pulau Jawa. Beberapa tokoh yang ada dalam film tersebut adalah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU KH Abdul Gaffar Rozin, pengasuh Pesantren Kaliopak KH Jadul Maula, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, dan pengasuh Pesantren Kauman Lassem KH Zaim Ahmad Syakir. (Abdullah Alawi)

Official trailer itu diunggah di YouTube dengan penjelasan berikut:

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah “Pondok Pesantren” nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud. Pondok Pesantren menjadikan adagium “Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik”, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Syariah, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 14 Januari 2018

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, melakukan aksi turun jalan, Rabu (30/3/). Aksi tersebut sebagai tuntutan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari), untuk menuntaskan kasus korupsi di Kota Ledre.

Dengan membawa bendera, serta poster bertulis beberapa tuntutan. Mereka berorasi di tugu Adipura, dengan kawalan puluan personil kepolisian. Ketua PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid meminta untuk mengusut tuntas korupsi di Bojonegoro yang hingga kini belum juga terselesaikan.

"Sampai saat ini banyak sekali kasus-kasus korupsi yang tak kunjung selesai. Bahkan hanya tersimpan sebagai arsip di Kejaksaan Negeri Bojonegoro, setiap tahunnya," jelasnya.

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Dicontohkan, kasus Bimtek DPRD Bojonegoro tahun 2013 yang sampai saat ini belum selesai. Dari seluruh anggota dewan hanya beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal hampir seluruh anggota dewan mengembalikan uang Bimtek ke Kejari, tapi mereka tidak mendapat kasus hukum apapun. Selain itu kasus pupuk (hutang Pemkab), dari putusan MA, Pemkab Bojonegoro harus membayar sebanyak Rp 7 miliar dan akan terus bertambah kalau tidak segera dibayar pihak Pemkab.



Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Sebagai kabupaten yang sedang berkembang dengan sumber daya migas melimpah, Pemkab Bojonegoro melakukan banyak sekali pembangunan kota. "Pembangunan mega proyek Bojonegoro sangat berpotensi untuk menjadi ladang basah korupsi. Ada beberapa kasus yang terdapat dugaan korupsi, tapi belum juga dapat dibuktikan untuk menjadi sebuah kasus," ungkap Syahid.





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan, kasus Tanah Kas Desa (TKD) di Kecamatan Gayam yang sampai saat ini molor dalam penyelesaiannya dan berpotensi ada permainan (korupsi) dalam proses tersebut. Selain itu pembangunan taman di Kecamatan Baureno yang saat ini, tampak belum selesai, namun uang untuk pembangunan taman sudah habis. Termasuk pembangunan mega proyek masjid, gedung pemkab, jembatan kasiman padangan dan juga GOR.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Kejari Bojonegoro), segera menindak semua kasus korupsi. Serta dugaan korupsi dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bojonegoro. ? Selain itu memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku korupsi, sehingga ada efek jera untuk para koruptor," tandas Ahmad Syahid. (M. Yazid/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Banyak sekali kisah-kisah menarik tentang sosok pendiri yang mewarnai sejarah pesantren-pesantren di Indonesia. Salah satunya adalah KH Muhammad Said, pendiri pesantren Gedongan, Cirebon.?

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Said Shalat di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir

Menurut Aghust Muhaimin, pengurus pesantren menceritakan bahwa Mbah Said pernah melakukan shalat padahal kondisi desa sedang mengalami banjir besar. Awalnya seperti biasa, Mbah Said dan para jama’ah melaksanakan shalat di sebuah langgar Gedongan, lalu tiba-tiba hujan besar datang dan menghasilkan banjir yang luar biasa dan membuat para jama’ah yang bermakmum ke Mbah Said terpaksa harus membubarkan diri.

Anehnya Mbah Said tetap meneruskan shalatnya, hingga saat tiba pada rakaat terakhir dan salam, kondisi banjir sudah setinggi pundak Mbah Said, kemudian Mbah Said terheran saat menoleh ke belakang dengan kondisi jamaah yang kosong, tak lama warga kembali untuk menyelamatkan Mbah Said,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Eh, kenapa kalian bubar?” tanya Mbah Said

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kampung kebanjiran Kiai, jadi kami terpaksa bubar untuk menyelamatkan diri, tapi kiai tampak sedang khusyu sekali, kami kesulitan untuk mengingatkan Kiai,” jelas salah satu warga

“Loh, hujannya kapan? Tiba-tiba langsung banjir saja,” tanya Mbah Said terheran-heran.

Aghust Muhaimin menambahkan, cerita tentang kekhusyuan shalat Mbah Sa’id ini merupakan sebagian kecil dari pelbagai kisah yang sampai sekarang masih terasa lekat di hati masyarakat Gedongan. Masih terdapat banyak kisah lain yang sebenarnya mengandung amanat dan pesan yang baik bagi masyarakat dan keluarga besar pesantren.

“Kisah tersebut sudah saya konfirmasikan ke pengasuh pondok, KH Amin Siroj, beliau juga menyebutkan kisah-kisah lain yang juga penting untuk dipelajari pesan dan amanatnya,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut. Kamis (9/5).

Selain tentang kisah kekhusyuan shalat Mbah Said, masyarakat juga mencatat kisah-kisah lain yang juga terbilang menarik, diantaranya adalah kemampuan Mbah Said untuk memberhentikan kereta api jurusan Surabaya-Jakarta yang melintas ke tengah pesantren saat digelarnya pasar santri, serta kisah tentang pembuatan sumur kramat yang dilakukan oleh Mbah Said sendiri di beberapa pesantren, seperti di pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon dan Krapyak, Yogyakarta.

KH Muhammad Said yang telah berjasa mendirikan pesantren Gedongan Cirebon ? pada tahun 1880 ini diperingati haulnya pada hari Sabtu, 11 Mei 2013. (Sobih Adnan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Madiun, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa dan seni al-Banjari Ahbabul Musthofa mengiringi prosesi pelantikan dan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (22/1).

Pentas seni pencak silat menampilkan duel tunggal dan beregu. Jatuh bangun dan adu jurus menambah riuh acara. Suasana kian meriah dengan penampilan para penabuh seni al-Banjari yang dimainkan oleh para remaja dari Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pilangkenceng.

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Kiai Shodiqul Amin selaku ketua terlantik mengajak kepada jajaranya untuk istiqamah dan bersabar dalam berjuang di NU. Sementara terkait program, Kiai Shodiq akan tetap melanjutkan program kepengurusan yang lama, dan merumuskan program-program baru yang lebih baik. “Ke depan, MWC Pilangkenceng akan tetap komitmen dengan perjuangan yang digariskan, serta menyesuaikan dengan situasi yang dianggap perlu,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU KH Ahmad Mizan Basyari yang hadir waktu itu mengingatkan kepada seluruh pengurus agar tetap ikhlas dan tegas dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sekarang ini banyak sekali fitnah kepada NU, percayalah bahwa NU berada di jalan yang benar sesuai tuntunan Nabi, sahabat, tabiin dan ulama Aswaja,” kata Gus Mizan, panggilan akrab pPengasuh Pondok Pesantren Kembangsawit ini.

Pada kesempatan selanjutnya, Rais Syuriyah PCNU KH Mustaqim Basyari juga menekankan akan keberkahan atas berjuang mengurus NU dengan Ikhlas. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono, kepala desa setempat, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pimpinan lembaga dan banom NU. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Sejarah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka antara lain melakukan orasi, aksi turun jalan, dan membentangkan spanduk berisi protes.

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

"Seharusnya pemerintah melihat kondisi rakyat secara cermat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan yang dampaknya akan sangat luas," kata Ipung dari Pengurus Cabang PMII Ciputat yang mengikuti seruan penolakan kenaikan BBM di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarata, Selasa (18/11).

Protes senada juga diungkapkan PC PMII Bojonegoro. Kebijakan Presiden Jokowi dinilai tidak tepat karena ia menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah dunia masih pada kisaran harga $ 80 perbarel. Harga tersebut masih di bawah kisaran asumsi APBN selain lifting minyak juga masih berada di bawah APBN.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bukan mensejahterakan pemerintah tetapi malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara," kata koordinator aksi PC PMII Bojonegoro, Heri Cahyono di Bunderan Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur.

PC PMII Kota Solo juga melakukan aksi penolakan atas kebijakan tersebut bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo (AMS), di antaranya, GMNI, HMI, KAMMI, dan BEM UNS.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PC PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya juga menegaskan, Jokowi telah mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Dari dulu alasan menaikkan harga BBM masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya, defisitnya anggaran itu bukan hanya karena subsidi BBM yang tinggi. Melainkan korupsi besar-besaran yang dilakukan mafia migas,” katanya di Tugu Gladag dan depan Balaikota Solo. (Yazid/Ajie/Owi/Mahbib)

 

Foto: Aksi unjuk rasa PMII Bojonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Sejarah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

Berikut ini adalah pokok-pokok pandangan dan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

PBNU mengapresiasi terhadap langkah pemerintah dan DPR yang tengah menyempurnakan UU No. 8/1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Namun, menurut PBNU, masih terdapat pasal-pasal yang harus dirumuskan ulang, bahkan beberapa di antaranya harus dihilangkan.

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

PBNU menghargai rumusan baru tentang penggunaan asas Pancasila, yang mengakomodasi penggunaan ’asas ciri’. Dengan akomodasi itu maka RUU ini tidak terlalu kaku karena pluralitas ideologi, sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, asas ciri tersebut boleh dicantumkan sebagai ciri organisasi yang bersangkutan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, NU memandang a-historis definisi ormas, dalam memberi pengertian ormas dengan cara menggeneralisasi pengertian ormas seperti negara-negara Barat sebagai organisasi ”berbadan hukum” dan ”tidak berbadan hukum” tanpa mendeskripsikan tata nilai dan kesejahteraan serta peran-peran ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan lain-lain dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan demikian perlu dibedakan secara tegas antara Yayasan, Perkumpulan, dan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berurat-akar di dalam sistem/kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Tiga jenis organisasi yang sangat berbeda tersebut harus diatur dalam skema perundang-undangan yang terpisah/berbeda. Tidak perlu mengikuti tradisi Belanda, yang hanya memiliki dua jenis UU, yaitu UU Yayasan dan UU Perkumpulan. Dengan mengancu pada pengalaman kehidupan kemasyarakatan sendiri, maka di negeri ini kita seharusnya berani merumuskan/mengeluaran satu UU yang khusus mengatur kehidupan organisasi kemasyarakatan yang berbeda sama sekali dengan UU Yayasan atau UU Perkumpulan.

Konsekuensinya, pasal-pasal yang mengatur keberadaan LSM asing, lebih-lebih dengan mempersamakannya dengan aturan atau persyaratan yang dikenalkan kepada ormas, harus dikeluarkan dari RUU Ormas ini. Kalaulah entitas seperti LSM asing itu ingin diberi landasan hukum, dipersilahkan diatur dalam UU tersendiri (Bab VII RUU Ormas).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Naskah RUU ini belum melihat sejarah, peran dan kotribusi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Wathan, Alkhairat, Syarikat Islam (SI), Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, dalam proses pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan pembentukan NKRI.

Oleh karena itulah PBNU mengusulkan agar DPR menunda pengesahan RUU ini. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari pengesahan RUU ini. ?

Jakarta, 4 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Habib, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock