Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan pelajar dan santri Majalengka mendukung eksekusi mati terpidana narkoba Bali Nine segera dilakukan. Dukungan digelar dalam bentuk aksi tanda tangan petisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo oleh pelajar dan santri Al-Mizan Ciborelang dalam acara karnaval yang bertajuk “Perdamaian untuk Bangsa” di Alun-alun Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (07/03).

Menurut Kordinator acara, Ade Duryawan, aksi ini adalah salah satu wujud kepedulian terhadap generasi bangsa yang? saat ini terancam masa depannya oleh Narkoba. “Saat ini ada sekitar 4,1 juta lebih pengguna narkoba di Indonesia. Kami mendukung eksekusi mati, sebab narkoba betul-betul telah menghancurkan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Ade di sela-sela acara.

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

KH Maman Imanulhaq, anggota DPR RI, yang turut menginisiasi kegiatan menegaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu , menurut Maman, selain tindakan tegas bagi bandar dan pengedar, hal penting lainnya adalah upaya pencegahan yang dilakukan secara masif oleh berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maman menyebutkan, sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman akan bahaya narkoba, termasuk lewat pendidikan di sekolah dan rumah. Ia yakin kedua tempat ini bisa menjadi benteng yang kuat bagi pencegahan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Anak-anak kita mesti dijaga baik-baik, karena mereka itu aset bangsa. Jangan sampai bangsa ini hancur gara-gara generasi penerusnya pecandu narkoba,” jelas anggota DPR RI Komisi VIII itu.

Iring-iringan karnaval yang melibatkan 41 SD/MI se-Majalengka tersebut tampak mengular sejauh 1 kilometer dan sempat memacetkan arus lalu lintas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pawai yang bertolak dari alun-alun Kecamatan Jatiwangi? dan berakhir di kompleks Pesantren Al-Mizan.

Sambil membawa berbagai macam poster dan mengenakan beragam atribut, sepanjang jalan peserta pawai meneriakkan yel-yel antinarkoba, antikorupsi, anti-free sex, antikekerasan anak, serta yel-yel dukungan mereka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Karnaval merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Al-Mizan ke-14 yang rutin digelar oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka. Selain karnaval, dalam rangka memeriahkan festival itu digelar juga kegiatan lain yang melibatkan partisipasi anak-anak, antara lain pameran pendidikan dan kreativitas anak, pagelaran seni budaya lokal, dan kompetisi futsal dan bola volley antar SD/MI se Majalengka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Subang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Gerakan takfiri yang menuduh bahwa selain kelompoknya adalah kafir dinilai sebagai gerakan yang tidak murni gerakan agama tetapi ditunggangi gerakan politik. Dalam gerakan takfiri itu terdapat muatan politik yang ingin merebut kekuasaan yang sah.

"Ternyata gerakan takfiri ini ujung-ujungnya hormat bendera haram, pemerintah itu thaghut, Pancasila thaghut, tentara dan polisi thagut dan seterusnya sehingga pemerintahan yang ada sekarang harus digulingkan," kata Ketua MWCNU Cipeundeuy Kabupaten Subang KH Asep Zarkasih dalam pengajian walimatul arsy di Subang. Sabtu (16/9) malam.

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Propaganda Kelompok Takfiri Jelas Gerakan Politik, Bukan Gerakan Agama

Ditambahkan, jika takfiri ini murni gerakan agama tentu saja akan mengusung nilai-nilai akhlak karena akhlak merupakan bagian penting yang tidak bisa lepas dari ajaran agama Islam. Dalam kisah Nabi Muhammad pun sudah banyak diceritakan tentang keluhuran akhlak Rasulullah dalam berdakwah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, kata dia, ajaran Islam yang cocok diterapkan di bumi Nusantara adalah ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah (aswaja) karena ajaran Aswaja telah terbukti berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, adat dan suku bangsa dan bahasa.

"Organisasi yang membentengi ajaran Ahlussunah wal Jamaah di Indonesia adalah NU," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia melanjutkan, dalam berdakwah NU selalu mengedepankan akhlakul karimah sehingga NU bisa berdampingan dengan siapa pun dan kelompok mana pun termasuk dengan kelompok takfiri. Hanya saja kelompok ini selalu menganggap dan menuduh kafir kepada ajaran dan amaliah NU sehingga tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada NU tersebut perlu diluruskan dan diklarifikasi. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan kawan-kawan akan menggelar Doa Untuk Palestina, malam pembacaan puisi-puisi Palestina di Graha Bakti Budaya, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Kamis (24/8) malam. Tetapi beberapa hari sebelum acara dimulai, kursi penonton sudah habis dipesan di panitia penyelenggara.

“810 kursi habis,” kata Achmad Solechan, tim panitia penyelenggara, kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (22/8) sore.

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes

Menurut Solechan, panitia akan tetap memfasilitasi warga yang ingin mengunjungi pertunjukan malam puisi ini. Panitia akan berupaya agar pertunjukan di dalam ruangan tetap dapat disaksikan oleh mereka yang tidak kebagian kursi di dalam ruangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tetapi kita menyediakan di area pelataran teras Graha Bhakti Budaya, layar proyektor yang bisa dinikmati penonton di luar. Jadi setiap yang datang tetap bisa mengikuti acara berlangsung,” kata Solechan.

Pertunjukan malam pembacaan puisi-puisi untuk Palestina ini didorong oleh keprihatinan Gus Mus dan kawan-kawannya atas nasib kemanusiaan warga Palestina yang teraniaya oleh Israel.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mendengar berita-berita memilukan tentang Palestina dan saudara-saudara kita bangsa Palestina yang terus dizalimi penjajah Israel, justru di saat kita sendiri sedang dalam suasana merayakan kemerdekaan kita, aku dan kawan-kawan tergerak untuk menyelenggarakan lagi ‘Malam Palestina sebagai ungkapan rasa keprihatinan dan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang tak kunjung merdeka itu,” kata Gus Mus dalam laman facebook-nya.

Mereka yang rencananya akan hadir adalah Gus Mus, Abdul Hadi WM, Sutarji Colzoum Bahri, KH M Quraish Shihab, Acep Zamzam Nur, Renny Djajusman, Fatin Hamamah, D Zawawi Imron, Butet Kertaredjasa, Slamet Rahardjo, Mahfud MD, Joko Pinurbo, Sosiawan Leak, Inayah Wahid, Najwa Shihab, Ratih Sanggarwati, Ulil Abshar Abdalla, Taufiq Ismail, Jamal D Rahman dan Anis Sholeh Basyin.

Acara yang diselenggarakan oleh Gus Mus dan kawan-kawan ini terbuka untuk umum dan gratis. Di acara ini nanti akan digelar perbincangan puisi-puisi Timur Tengah dan dimeriahkan oleh grup Laela Majnun dari Semarang.

Acara seperti ini, kata Solechan, bukan untuk kali pertama diadakan. Pada tahun 1982 acara malam Palestina pernah digelar. Gus Dur yang waktu itu menjadi Ketua DKJ meminta Gus Mus membaca puisi-puisi Arab. Di tahun itu pula Gus Mus pertama kali tampil membaca puisi di publik. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Fragmen, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Oleh KH Abd Nashir Fattah



Ketertarikan lelaki kepada wanita itu sudah tercipta dan terbentuk semenjak manusia itu masih berada di Surga. Saat itu, Allah SWT menempatkan abul basyar, Adam ‘alaihissalâm di Surga. Dia sendirian. Dia berjalan ke sana kemari tanpa ada yang menemani. Akhirnya dia tertidur. Pada saat dia tidur, Allah SWT menciptakan Hawa dari tulung rusuk pendek Adam sebelah kiri. Ketika terbangun dari tidurnya, dia melihat di sampingnya ada seorang wanita. Dia tertarik (dan hendak menyentuhnya). Kemudian Malaikat menegurnya: "Wahai Adam, tidak boleh (engkau menyentuhnya), sebelum engkau menyerahkan maharnya terlebih dahulu."

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Adam ‘alaihissalâm bertanya: "Apa maharnya?" Malaikat menjawab: "(Maharnya adalah) membaca shalawat kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam sebanyak tiga atau dua puluh kali."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Allah Swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaannya kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.S. al Imran: 14)

Dalam kehidupan di dunia ini, manusia dihiasi dengan beraneka macam perhiasan, kenikmatan dan segala hal yang diingini, disenangi, dan dicintai. Namun yang pertama kali disebutkan oleh Allah subhanahu wata‘âlâ berkaitan dengan perhiasan ini adalah "wanita", hal ini dikarenakan fitnah (ujian, red) yang ditimbulkannya lebih berat dan dahsyat dibandingkan yang lainnya.

Baginda Rasul Saw bersabda:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?» [? ? ? ? ?1 ?120

"Tidak aku tinggalkan atas umatku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi lelaki selain wanita.”

Meskipun demikian, jika seorang lelaki menikahi wanita dengan tujuan agar dirinya terhindar dari perbuatan zina dan bermaksud untuk mempunyai banyak keturunan, maka hal yang demikian ini adalah dianjurkan, disunnatkan bahkan bisa jadi wajib hukumnya, sebagaimana banyak hadits yang menunjukkan, menjelaskan, dan menganjurkan hal tersebut.

Abdullah Ibnu Masud Ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda kepada kami:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»[? ? ? ?: ?7 ?3? ? ? ?: ?2 ?1082

"Wahai anak-anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu berkeluarga hendaknya dia nikah, karena nikah itu dapat menundukkan (memejamkan) mata dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu nikah, hendaknya dia berpuasa, sebab puasa itu dapat mengendalikannya.”

Anas Ibnu Malik RA berkata: Rasulullah memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? [? ? ? "? ?"? ?7 ?131

"Nikahilah perempuan yang penyanyang dan subur, sebab aku akan berbangga dengan jumlah kalian yang banyak, di hadapan para Nabi besuk pada hari kiamat.”

Allah SWT menetapkan dan memberlakukan Syariat Islam itu pasti sejalan dengan fithrah manusia. Manusia mempunyai fithrah mencintai dan dicintai oleh lawan jenisnya. Untuk menyalurkannya, Allah SWT mensyariatkan pernikahan.

Dengan cinta kasih, pernikahan menjadi lebih indah, tenteram dan memberikan rasa tenang bagi keduanya. Apalagi cinta yang mendalam merupakan salah satu kekuatan yang bisa melanggengkan hubungan (mu’asyarah) antara seorang lelaki dengan wanita dalam mengarungi kehidupannya berumah tangga.

Seorang mukmin, baik lelaki maupun wanita, sesempurna dan setinggi apa pun ke imanannya, setinggi apa pun tingkat keshalehannya, dia tetaplah manusia biasa. Sifat-sifat kemanusiaanya tetap melekat kepadanya. Dia bisa memiliki cinta kasih yang mendalam dan tulus. Dia bisa memiliki rasa rindu yang sangat akan hadirnya seorang pendamping hidup yang dicintai dan mencintainya sepenuh hati. Dia bisa mempunyai keinginan untuk mendapatkan pendamping yang saling memahami dan mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena itu, seorang lelaki shalih dan wanita shalihah tidak akan sembarangan dalam memilih pendamping hidupnya, meski mengatasnamakan "cinta" yang fithri. Sebab di atas "cinta" yang fitri, masih ada cinta yang lebih tinggi dan agung yang patut dijadikan pertimbangan utama, yaitu cinta kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya.

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan mendorong seseorang untuk menyandarkan segala pilihan calon pendampingnya diatas ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah pilihan untuk menentukan lelaki atau wanita yang mana, yang bagaimana dan yang seperti apa yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Semuanya akan dia sandarkan kepada ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak cukup dengan hanya didasarkan pada, atau bermodal "cinta" yang sifatnya fitri.

"Cinta" itu bisa datang dan pergi, kepada siapa saja, dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja, karena memang "cinta" itu adalah milik Allah SWT. Karenanya, baginda Rasulullah SAW berdoa:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

"Ya Allah, inilah qasmi (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau siksa aku dalam hal-hal yang tidak aku miliki.”

Dalam riwayat yang lain:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

"Ya Allah, inilah qismah-ku (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau cela aku dalam hal-hal yang Engkau miliki dan (hal-hal yang) tidak aku miliki.”

Yang dimaksud dengan "Dalam hal-hal yang tidak aku miliki" adalah "cinta dan kecenderungan yang lebih kepada salah satu istri-istri Rasulullah SAW", demikian kata Imam as Suyuthi. Wallahu alam bisshawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCNU Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

Way Kanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Way Kanan Lampung mendukung seruan GP Ansor mengenai pengembalian donasi waralaba ke daerah. Sejalan dengan itu himpunan pengusaha ini juga mendukung rencana Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menghentikan sementara izin penambahan perusahaan retail di daerah tersebut.

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Himpunan Pengusaha Muda Way Kanan Dukung Penghentian Izin Penambahan Waralaba

"Kami sepakat dengan Ansor yang mengharapkan donasi waralaba bisa dikembalikan ke daerah. Beberapa waktu lalu kami ikut serta Bupati Adipati mengunjungi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Instruksi bupati jelas, penambahan waralaba belum boleh dilakukan," ujar Sekretaris BPC Hipmi Way Kanan Markus Tri Cahyono di Blambangan Umpu, Ahad (20/3).

Hal tersebut, demikian Markus menambahkan, menunjukkan adanya koneksi pemikiran dan harapan antara pemerintah dan masyarakat. "Langkah bupati tepat guna menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dan itu merupakan sesuatu yang hebat, sesuatu yang kami harapkan. Perusahaan waralaba harus melirik potensi industri rumah tangga, industri kecil menengah, tidak boleh abai seperti selama ini. Adakah produk masyarakat ikut dipasarkan oleh waralaba-waralaba di sini?" ujar Markus lagi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Dewan Pembina GP Ansor Yozi Rizal mengaku gerah terhadap keberadaan waralaba yang beberapa tahun berdiri tetapi dinilai sejumlah pihak belum memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.

"Di mana ada perusahaan, di situ mereka harus memberi manfaat. Kalau waralaba tidak memberi kemanfaatan bagi masyarakat dan daerah lebih baik ditutup saja. Jika tidak ada organisasi kepemudaan lain yang mempersoalkan itu, Ansor yang akan terus mempersoalkan kemaslahatan waralaba di Way Kanan," kata mantan Wakil Ketua DPRD Way Kanan yang saat ini menjadi legislator Provinsi Lampung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagaimana penggunaan uang donasi dari sisa pembelian masyarakat di waralaba-waralaba di Way Kanan hingga saat ini dinilai sejumlah masyarakat belum jelas. "Donasi tersebut digunakan untuk apa, disalurkan ke mana, bagaimana penyalurannya, untuk siapa, dan di mana patut dipertanyakan," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto.

Berdasarkan informasi sejumlah pekerja waralaba, donasi itu tersalur ke pusat waralaba perdagangan retail itu terlebih dahulu. "Karena ketidakjelasan tersebut, kita berhak bertanya. Tetapi akan lebih tepat kalau donasi yang dihimpun waralaba dari masyarakat Way Kanan disalurkan kembali ke daerah yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2013 masih mempunyai 32.791 KK miskin. Waralaba tidak akan pailit karena itu, toh donasi masyarakat Way Kanan dikembalikan lagi ke Way Kanan," pungkas penggiat Gusdurian Lampung itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo tiap sebulan sekali menggelar kegiatan istighotsah di tiap-tiap ranting secara bergantian.



Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah

Kegiatan tersebut digelar sebagai sarana untuk menyerap aspirasi warga Nahdliyin yang berada di tingkat ranting.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tongas Abdul Hamid kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (29/1). Menurutnya, kegiatan istighotsah ini bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi NU Ahlussunnah wal Jamaah dan mendoakan masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya setelah melakukan istighotsah, kami melakukan diskusi dengan seluruh pengurus ranting untuk menyerap aspirasi warga Nahdliyin di masing-masing ranting. Kesulitan-kesulitan yang disampaikan warga Nahdliyin selanjutnya kami bicarakan bersama untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Hamid, istighotsah diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak karunia dengan harapan bisa terus diberikan keselamatan, kesehatan dan kelancaran rizki yang halal.

“Istighotsah ini merupakan salah satu tradisi NU. Oleh karena itu saya berpesan kepada segenap masyarakat agar tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang ada serta tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh para ulama-ulama NU,” jelasnya.

Kesempatan berkumpul bersama tersebut juga digunakan oleh pengurus MWCNU Kecamatan Tongas untuk mensosialisasikan program Kartu Tanda Anggota Nahdltul Ulama (Kartanu) kepada segenap warga Nahdliyin termasuk manfaat dari keberadaan Kartanu tersebut.

“Kami berharap agar warga Nahdliyin yang ada di Kecamatan Tongas pada khususnya dan seluruh warga Nahdliyin pada umumnya untuk terus memasyarakatkan tradisi-tradisi NU. Sehingga nantinya bisa diteruskan oleh generasi-generasi muda NU yang akan datang sebagai pemegang estafet kepemimpinan di organisasi NU,” harapnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock