Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

PBNU Rekomendasikan Terbentuknya Wadah bagi Disabilitas

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Salah satu rekomendasi Munas dan Konbes NU di Lombok, Nusa Tenggara Barat mendatang adalah terbentuknya wadah untuk para penderita disabilitas.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Sarasehan Pesantren Inklusi di Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10). 

PBNU Rekomendasikan Terbentuknya Wadah bagi Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Rekomendasikan Terbentuknya Wadah bagi Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Rekomendasikan Terbentuknya Wadah bagi Disabilitas

“Nahdlatul Ulama dalam waktu dekat akan mempelopori masjid dan pesantren yang ramah disabilitas,” kata Kiai Said. 

Ia menambahkan disabilitas bukanlah kekurangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Bahkan Gus Dur pun membuktikan bisa menjadi Presiden RI ke 4,” ungkap Kiai Said.

Oleh karenanya NU akan mengawal regulasi tentang disabilitas. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai media komunikasi dan pangkalan informasi serta pusat data administrasi keorganisasian, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuat website atai situs resmi pelajar NU Rembang.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses terciptanya website baru. Pihaknya berharap dengan adanya website baru ini dapat menjadi pusat data.

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Humam lebih lanjut menjelaskan, nantinya website ini akan menjadi media komunikasi antarkader, sehingga informasi yang ada di setiap wilayah kerja akan dihimpun dalam website tersebut. "Data apapun terkait organisasi harus masuk di website kita," terang Humam.

Ini merupakan inisiatif yang cukup baik untuk mengantisipasi jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah PAC ke PC. Nantinya setelah terciptanya website baru, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) akan dibuatkan sub-domain dari website utama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap nantinya setiap Anak Cabang akan ada admin yang mengelola website dari masing-masing PAC, tentunya harus ada pelatihan terlebih dahulu," pungkasnya, Selasa (16/2/2016) sore disela-sela rapat persiapan acara Harlah IPNU/IPPNU.

Diketahui bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Rembang saat ini membawahi 9 PAC, meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Gunem, Sedan, Rembang Kota, Pamotan, Bulu, Sale, dan Sulang. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 Desember 2017

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang telah dibaringkan di dalam kubur dan para pengantar telah meninggalkannya, maka dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir, segera mendatangi dan menanyakan tentang tiga hal pokok, yakni: siapa tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya. Hadits tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Dalam beberapa riwayat dikatakan ketiga pertanyaan pokok tersebut diikuti dengan tiga pertanyaan berikutnya sehingga berjumlah enam pertanyaan sebagai berikut:

1. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?

2. Ma dinuka? Apa agamamu?

3. Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?

4. Ma kitabuka? Apa kitabmu?

5. Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?

6. Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Keenam pertanyaan di atas tampak sepele untuk dijawab. Namun, sebenarnya tidak demikian sebab semua bergantung pada amal masing-masing semasa hidupnya. Ketika seseorang sudah dibaringkan di dalam kubur, ia sendirian tanpa seorang pun menemani; sementara malaikat menyapa dengan garang sambil menarik orang itu agar berposisi duduk. Kedua malaikat kemudian mengajukan keenam pertanyaan sebagaimana di atas. Mereka yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, terlebih yang suka shalat berjamaah di masjid, sesungguhnya mereka telah memegang kunci sukses menjawab keenam pertanyaan itu.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Kalau kita camkan definsi shalat, yakni serangkaian kegiatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, maka kita dapati kata pertama yang wajib kita ucapkan dalam shalat adalah ?, yakni dalam takbiratul ihram: ? ?. Jika dalam sehari semalam kita melakukan shalat fardhu lima waktu, maka kita akan menyebut ? dalam takbiratul ihram sebanyak lima kali. Jika takibiratul ihram ditambah dengan takbir-takbir yang lain seperti takbir sebelum ruku’, sebelum sujud, dan sebagainya, maka dalam sehari semalam kita menyebut ? sebanyak 68 kali. Itu belum termasuk yang kita sebut dalam shalat-shalat sunnah. Singkatnya orang yang taat menjalankan perintah shalat akan sangat terbiasa mengucapkan ?.

Kaitannya dengan pertanyaan pertama di atas, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, kemudian di dalam kubur ditanya: ? ? (siapa Tuhanmu) maka dengan mudah ia dapat menjawab: ? ? (Allah Tuhanku) karena ia terbiasa menyebut ? setidaknya 68 kali dalam sehari semalam. Bayangkan mereka yang malas shalat, apalagi tak pernah shalat sama sekali. Tentu mereka akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan ini.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kedua, yakni ? ? (apa agamamu) seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, ketika di dalam kuburnya ditanya: ? ? - apa agamamu –? maka dengan mudah ia dapat menjawab:? ? (Islam agamaku) karena dalam konteks sekarang hanya Islam satu-satunya agama yang memerintahkan melaksanakan shalat.

Agama-agama sebelumnya pada zamannya juga memerintahkan umatnya melaksanakan shalat bahkan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak dari pada Islam. Agama-agama itu hingga sekarang masih ada, namun inti ajarannya tidak lagi menekankan iman tauhid dengan hanya menyembah Allah SWT sebagaimana Islam. Maka bisa dimengerti agama-agama itu tidak lagi menyerukan umatnya melakukan shalat. Shalat telah identik dengan Islam karena sekali lagi dalam konteks sekarang Islam satu-satunya agama yang memerintahkan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan ketiga, yakni ? ? (siapa Nabimu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dengan lancar dapat menjawab pertanyaan itu karena di dalam shalat lima waktu setidaknya kita menyebut nama ? sebanyak 10 kali dalam sehari semalam, yakni dalam bacaan tahiyat atau tasyahud akhir yang berbunyi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

dan dalam bacaan shalawat

? ? ? ?

Jumlah itu belum termasuk yang dibaca dalam tasyahud awal dan bacaan shalawat dalam rakaat kedua dalam shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ yang jumlahnya 15 sehingga seluruhnya berjumlah 25. Oleh karena itu, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksnakan shalat akan dengan mudah menjawab pertanyaan: ? ? (siapa nabimu), yakni dengan jawaban: ? ? (nabiku Muhammad SAW) karena setiap hari selalu menyebut nama ?.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keempat, yakni ? ? - Apa kitabmu, seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? – Kitabku Al-Qur’an, karena di dalam shalat terdapat rukun yang mengharuskan orang shalat membaca surah pertama dalam Al-Qur’an yakni Surah Al-Fatihah. Seseorang yang melakukan shalat tanpa membaca surah ini dalam setiap rakaat, shalatnya tidak sah, kecuali bagi makmum masbuq yang di rakaat pertama tak selesai membacanya karena waktu tak mencukupi.

Selain surah Al-Fatihah, orang shalat juga membaca surah-surah lainnya di dalam Al-Qur’an yang dibaca sebagai bacaan sunnah. Surah-surah yang hukumnya sunnah ini dibaca setelah surah Al-Fatihah. Dengan dibacanya surah-surah dalam Al-Qur’an dalam shalat, maka dalam sehari semalam setidaknya orang membaca surah-surah Al-Qur’an sebanyak 27 kali. Dengan kata lain untuk menyebut ? sebagai sebagai kitab suci tidak sulit bagi mereka yang senantiasa melaksanakan shalat.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah…

Terhadap pertanyaan kelima, yakni ? ? (di mana kiblatmu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: ? ? (Ka’bah kiblatku) karena orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, akan menghadap ke arah Ka’bah sebanyak 5 kali sehari. Jika ditambah dengan shalat-shalat sunnah, tentu frekuensinya lebih tinggi lagi.

Kebiasan setiap hari menghadap kiblat berupa Ka’bah ini tentu akan memudahkan menjawab pertanyaan kelima di atas. Apalagi di dalam niat shalat terdapat kata “kiblat” yang maksudnya adalah Ka’bah. Niat itu misalnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Aku berniat melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat dengan menghadap Kiblat karena Allah SWT.

Dalam bacaan niat di atas secara eksplisit terdapat kata ?. Kata-kata kiblat ini tentu akan selalu mengingatkan Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah. Orang Islam yang taat kepada Allah senantiasa akan menghadap ke arah Ka’bah sedikitnya 5 kali dalam sehari. Artinya bagi orang yang senantiasa melaksanakn shalat untuk menyebut nama Ka’bah tidak sulit.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Terhadap pertanyaan keenam, yakni ? ? (siapa saudara-saudaramu), seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat dengan berjamaah di masjid, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang tepat, yakni ? ? ? (kaum muslimin dan muslimat saudara-saudaraku).

Jawaban dari pertanyaan keenam ini memang memiliki keterkaitan langsung dengan masjid karena tempat suci ini merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan jamaah shalat. Seseorang yang membiasakan diri dengan shalat berjamaah di masjid, tentu akan ingat saudara-saudara seiman yang berjamaah shalat bersamanya walaupun mungkin tidak tahu nama mereka satu per satu. Tidak mungkin atau sangat kecil kemungkinannya orang-orang non-muslim melakukan shalat, apalagi di masjid.

Sidang Jum’ah Rahimakumullah,

Dari uraian di atas dapat kita lihat dengan jelas ada hubungan erat antara shalat, masjid dan kelancaran menjawab 6 pertanyaan di dalam kubur yang meliputi: siapa tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu, apa kitabmu, dimana kiblatmu, dan siapa saudara-saudaramu. Orang-orang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, apalagi dengan berjamaah di masjid, sudah pasti tidak akan mengalami kesulitan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Kesuksesan menjawab semua pertanyaan itu menjadi penentu kesuksesan-kesuksesan berikutnya apakah seseorang akan masuk ke surga atau ke neraka. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senatiasa sukses dalam menghadapi semua pertanyaan di alam kubur. Amin ya rabbal alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pertandingan, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 23 Desember 2017

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Deklarator Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda mengatakan bahwa menghadapi persoalan yang tengah terjadi di masyarakat tidak bisa diselesaikan secara hitam putih. Melainkan dengan menempatkan persoalan itu secara kontekstual. Salah satunya dengan berorganisasi.

"Organisasi merupakan wadah untuk bergaul. Tanpa organisasi, orang akan cenderung kaku dan hitam putih. Organisasi PMII merupakan salah satu wadah yang luwes dalam menghadapi persoalan," kata Kiai Huda saat orasi budaya pada acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo di halaman Dispora Sidoarjo, Jumat (1/1) malam.

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

Kiai Nuril berharap kepada seluruh kader PMII Sidoarjo di dalam mengambil langkah gerak, untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Annahdliyah serta nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, untuk memajukan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan kehidupan dan menempatkan agama sebagai pondasinya. "Agar pembangunan bisa berjalan sesuai harapan, maka ilmu pengetahuan harus didasari dengan agama," tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo yang bertajuk "PMII Berbudi, Berdaya dan Berbudaya" ini diharapkan agar kader dan para aktivis PMII cabang Sidoarjo tetap berada pada jalurnya serta mampu berkomitmen pada PMII.

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Sidoarjo M Zainal Abidin mengapresiasi kinerja Gigin Anggi Zuarinsa selama dirinya memimpin PMII Sidoarjo dari tahun 2014 hingga 2015 ini.

Acara yang dihadiri Deklarator PMII KH Nuril Huda, Ketua Mabincab Sidoarjo M Zainal Abidin, seluruh pengurus PK PMII se-Sidoarjo itu berjalan penuh khidmat. Seluruh keterampilan dan seni budaya juga ditampilkan oleh setiap PK PMII Sidoarjo seperti pencak silat, teater dan lain sebagainya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Meme Islam, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura

KH Hasyim Muzadi termasuk di antara kiai-kiai NU yang punya selera humor tinggi. Humor Kiai Hasyim berserakan kepada orang-orang yang pernah dekat dengannya. Staf Khusus Menteri Sosial RI Mas’ud Said termasuk orang yang terkesan dengan humor Kiai Hasyim.

Menurut Mas’ud Said, saat Kiai Hasyim menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim pernah diundang oleh kiai dari Madura.

Orang Madura, katanya, kalau menyambut kiai besar apalagi Ketua Umum PBNU, sudah pasti penghormatannya luar biasa. Semua mobil yang bagus datang, makanan yang enak dihidangkan.

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi, Kolesterol dan Kiai Madura

“Mari Kiai Hasyim ini udang, mari Kiai Hasyim ini kepiting yang enak ini,” kata Kiai Madura mengajak Kiai Hasyim untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.

“Pak Haji, gak boleh saya makan gini-gini karena kolesterol,” kata Kiai Hasyim menolak dengan diikuti penjelasan kesehatannya. Tapi kiai Madura itu tidak putus asa agar Kiai Hasyim tetap memakannya.?

Ia berujar kepada Kiai Hasyim, “Jangan dimakan kolesterolnya kiai, dagingnya saja (yang dimakan),” timpal si kiai asal Madura itu dengan logat khas Maduranya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kisah ini diceritakan Prof Mas’ud Said saat menghadiri 40 hari Almaghfurlah KH Hasyim Muzadi di Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat, Ahad (23/4). (Husni Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 08 Desember 2017

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Angin puting beliung yang menyambar 80 rumah ,tepatnya di Dusun Sumber Miri, Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/10) lalu memantik banyak pihak untuk meringankan beban para korban.

Kali ini upaya untuk menggalang bantuan kemanusiaan terlihat dari kalangan pelajar NU setempat. Mereka turun ke jalan sembari membawa kotak kardus yang bertuliskan "bantuan untuk korban puting beliung Kecamatan Gudo" dan tersebar di beberapa titik yang dianggap ramai dilewati pengendara.?

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Aksi Galang Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Hanifuddin, salah seorang Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gudo saat ditemui di jalan utara Kebon Rojo Jombang mengaku, dirinya juga merasa terpanggil untuk ikut andil membantu para korban setelah mengetahui keberadaan para korban hingga saat ini masih membutuhkan bantuan.

"Kami dan teman-teman menggalang bantuan semacam ini di tiga tempat Mas, dua diantaranya di jalan alun-alun Jombang dan di jalan dekat Keplaksari (Kebon Ratu)," katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Ahad (9/10) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia mengungkapkan, setelah dirinya mengunjungi keberadaan korban dan kondisi rumah korban sebelumnya, bantuan yang paling dibutuhkan adalah peralatan rumah.?

"Kalau makanan sih tidak begitu Mas, yang paling tampak kebutuhannya sekarang perabot-perabot rumah," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan demikian, semua dana hasil keringat karena panas matahari di jalanan itu akan dikumpulkan, kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan yang dianggap sesuai dengan kebutuhan hingga kini.?

"Kami akan survei lagi ke sana, agar uang ini tepat guna," ucap dia sambil mengusap keringat di lehernya. ?

Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, 7 rumah rusak parah, 26 rumah mengalami kerusakan sedang dan 47 rumah rusak ringan. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Lomba, AlaSantri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bila kita berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 154, Jakarta, tiap Rabu pada minggu keempat saban bulan, ratusan warga akan terlihat sedang duduk bersila di Masjid An-Nahdlah begitu sembahyang jamaah isya’ usai.

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Tahun Warga Gelar Istighotsah di Kantor PBNU

Mereka yang sibuk merapalkan doa-doa, shalawat, dan ayat-ayat al-Qur’an itu datang dari daerah Jakarta dan sekitarnya. Sebagian merupakan jamaah dari majelis taklim tertentu, ada yang dari pesantren, serta banyak pula warga umum yang memang senang mengikuti majelis dzikir dan pengajian.

Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) memang memfasiltiasi kegiatan bertajuk “Istighotsah dan Pengajian Bulanan” ini sebagai forum silaturahim, penguatan rohani, juga sarana menimba ilmu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas istighotsah, jamaah akan menyimak sekaligus bisa berdiskusi dengan para mubaligh yang dihadirkan. Beberapa ulama luar negeri pernah duduk lesehan bersama Nahdliyin dalam forum ini, di antaranya Syaikh Muhammad Utsman asal Palestina dan Syekh Khalil ad-Dabbagh dari Lebanon.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut salah satu pengurus Pengurus Pusat LDNU, Bukhori Muslim, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak sepuluh tahun silam. “Sudah ada sejak era Gus Dur. Persisnya saat kepemimpinan Kiai Nuril Huda (mantan Ketua PP LDNU),” ungkapnya usai acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan, Rabu (25/3) malam.

Tiap istighotsah, lanjut Bukhori, masjid PBNU selalu penuh jamaah hingga meluber ke halaman. “Banyak kiai dan habaib datang turut menyemarakkan kegiatan bulanan itu,” ujarnya.

Selain segenap pengurus LDNU, hadir pula dalam acara Rabu tadi malam pengasuh Pondok Pesantren al-Mishbah Jakarta, KH Misbahul Munir. Dalam ceramahnya, Kiai Misbah menjelaskan tentang keutamaan berdoa dan dzikir bersama.

“Dalam kitab al-Tibyan, diceritakan ada sekelompok orang berdoa kemudian ada yang mengamini, itu sangat dianjurkan. Yustahabbu khudhuru majlisi khatmil Quran,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Kiai Misbah, Rasulullah SAW justru mengimbau orang-orang yang haid untuk turut serta dalam majlis itu, untuk mengharapkan berkah doa dari kaum muslimin. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock