Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 05 Maret 2018

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin yang saya hormati,

Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun baik terhadap umat maupun bangsa ini. Namun pada malam hari ini Republika memberikan anugerah kepada saya sebagai salah satu tokoh perubahan 2012. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pemberian anugerah ini, semoga bisa menjadi pemicu bagi saya agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu, masih banyak tokoh yang lebih berhak dan pantas menerima penghargaan ini. Akan tetapi, pertanyaan mendasarnya mungkin bukan terletak pada siapakah yang berhak dianugerahi penghargaan, namun benarkah sudah terjadi perubahan?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini merupakan pertanyaan yang tidak menuntut retorika jawaban, apalagi diuraikan dalam sebuah pidato sambutan. Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan dan keseharian.

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang saya singgahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal "perubahan" tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS Ar Radu 11)

Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah dan firman Allah tadi tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hingga hari ini impian saya adalah menyaksikan Indonesia yang hidup dan menyadari fitrahnya. Indonesia yang dihidupi manusia-manusia unggul yang tahu betul apa arti kerukunan, keutuhan, dan keselamatan bangsa ini. Itu impian saya, saya belum menyaksikannya. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

Islam adalah agama yang membawa rahmat, peradaban, budaya, dan moral. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, memahami Islam sebagai agama kemanusiaan bukanlah perkara mudah, kadang malah dianggap kesesatan. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, agama lebih gampang dianggap sebagai doktrin yang beku dan instan.

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya: 107)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak segenap warga bangsa Indonesia, termasuk saya sendiri di dalamnya, untuk menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada di antara kita. Yakni perbedaan agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah untuk kita, dan oleh karenanya saya berharap perbedaan itu justru bisa menyatukan kita. Perbedaan bukan hanya menyatukan, tapi juga memudahkan terjadinya perubahan.

Demikian yang dapat saya utarakan. Sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas penghargaan Republika yang "menambah beban" ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini punya nilai manfaat dan keberkahan. Amin.

Jakarta, 30 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Makam, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Tegal, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Haul atau peringatan tahunan Ki Ageng Anggawana digelar Ahad (18/11) di Masjid Kasepuhan Ki Ageng Anggawana Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru Kab Tegal telah digelar. Turut hadir dalam kesempatan itu Plt Bupati Tegal Moch Hery Sulistyawan, melalui staf ahli bupati Masykur Sholeh, Camat Dukuhwaru Noor Alini Agustini, dan jajaran Muspika Kecamatan Dukuhwaru. 

Ki Ageng Anggawana merupakan tokoh sentral di daerah Tegal. Penyebaran Islam di tanah Tegal tidak lepas dari perjuangannya liku–liku untuk mengembangkan Islam sangatlah ia rasakan sehingga membuat kelompok–kelompok diskusi dan padepokan–padepokan untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ada.

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Ageng Anggawa, Tokoh di Balik Berdirinya Tegal

Riwayat singkat Ki Ageng Anggawana itu dibacakan oleh KH Maktub Efendi “Kita harus mengambil hikmah,” kata Maktub yang merupakan putra daerah kelahiran Kalisoka yang sekarang berdomisili di Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya Ki Ageng Anggawana sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Tegal. Ia berada di balik semua sisik melik perkembangan Islam di Tegal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Taushiyah dalam kegiatan haul itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tegal, Habib Ali Zainal Abidin. Dalam tausiyahnya dia menuturkan agar tetap berpedoman terhadap ulama, karena satu-satunya pewaris keselamatan dunia akhirat adalah ulama. Al Ulama’u warosatul anbiya ulama adalah pewaris nabi. 

“Kiai itu berkedudukan mulia, maka sudah meninggal pun banyak orang yang berdatangan berziarah,haul ini adalah bentuk kepatuhan menghargai sesepuh yang telahg berjasa besar dalam mengemban amanah,“ tuturnya. 

Lebih lanjut Habib Ali berpesan, hidup tidak harus kaya tetapi harus ada berkah karena kalau sudah berkah maka akan dilapangkan dunia akhiratnya, kuncinya ibadalah untuk mendapatkan itu semua dengan bersyukur. Tetapi tidak cukup dikatakan saja oleh lidah kita perlu tindakan tepat yaitu dengan menjalankan tuntunan Gusti Allah subhanahu wata’ ala . 

“Dadi yen urip pengin selamet dunia akhetrate kudua merek maring ulama aja tinggal maring ulama. jadi kalau mau hidup selamat dunia dan akhirat harus dekat dengan ulama jangan menjauh dari ulama. Insya Allah.” tukasnya. 

Ketua Panitia Torikin mengatakan kegiatan haul ini berkat adanya kerjasama dari berbagai kalangan antara Muspida Kabupaten Tegal dan Muspika Kecamatan Dukuhwaru serta Warga masyarakat.

Kegiatan haul Ki Ageng Anggawana diawali dengan kegiatan Santunan Yatim dan Yatim Piatu dari anak yatim yang berada di desa Kalisoka dan sekitarnya. Sebanyak 100 lebih anak yatim piatu, sebelum acara santunan dimulai, diarak mengelilingi Desa Kalisoka dan sekitarnya.

“Segenap semua pihak kami ucapkan banyak terima kasih,“ pintanya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz TGL 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Nganjuk, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah satu sumbangsih kader muda NU Nganjuk terhadap aksi-aksi dan gerakan-gerakan massif akhir-akhir ini yang mencoba merongrong kedaulatan NKRI baik dari dalam maupun dari luar adalah melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pelajar.?

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Agenda ini dikemas secara menarik dengan sistem Olimpiade 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMA, MA dan SMA se-Karisidenan Kediri serta Seminar Wawasan Kebangsaan pada Ahad, 26 November 2016 di Aula STAI Miftahul Ula Kertosono atas prakarsa kader-kader muda NU dari DPC Gemasaba Nganjuk, DKC CBP IPNU Nganjuk dan BEM STAIM Kertosono Nganjuk.?

Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Lilia Agustini, DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk selaku narasumber.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai SMA, MA dan SMK cukup tinggi.?

Wahyu Irvana selaku Komandan CBP IPNU pada sambutannya menghimbau kepada seluruh peserta acara untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan cinta tanah air, karena sebagai santri NU, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Melalui agenda semacam ini, panitia berharap kaum muda tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok anti-NKRI dan radikal. Acara ditutup dengan pembagian tropi dan hadiah kepada pemenang olimpiade. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 07 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock