Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

Hampir setiap malam kami mengadakan dakwah jika tidak ada sidang parlemen. Diam di Ibu Kota Jakarta dengan macam-macam tugas tanpa memiliki mobil memang susah juga. Harus mempunyai mobil walau tua sekalipun.

Suatu hari Idham Chalid datang ke parlemen dengan mobilnya merk “Human” berwarna hijau tua. Tentu saja mobil bekas. Ia membisikkan padaku bahwa ia membawa mobil, sambil menunjuk ke arah mobil kecil yang diparkir di bawah pohon beringin di depan gedung parlemen.

Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

“Dapat dari mana?” tanyaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ada kiriman uang dari Kalimantan. Saya beli mobil seharga Rp 18.000,” jawabnya.

“Kok mahal begitu?” tanggapanku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apa mahal! Lihat dulu barangnya. Mesinnnya masih tokcer,” jawabnya.

Kiai Ilyas keluar dari sidang parlemen dengan A Achsien. Aku beri tahukan kepadanya bahwa Idham Chalid membawa mobil “baru”. Ia kepingin juga mencoba hendak menebeng sampai ke rumahnya. A Achsien sudah mempunyai mobil sendiri.

Idham Chalid duduk di kursi kemudi. Ia hendak mengemudikan sendiri. Batinku bertanya, “Kapan belajar mengemudi?”

Karena percaya bahwa Idham Chalid sudah pandai mengemudi mobil, aku diam saja.

Mobil keluar dari halaman parlemen menuju arah jalan Pejambon. Jalannya mobil tidak lurus, tidak stabil. Pedal rem sering diinjak tiba-tiba, lalu tancap gas tak kepalang tanggung.

Kiai Ilyas melirik padaku. Dalam hatinya, barangkali mengatakan, “Kok begini nyetirnya?” Tapi aku tak membalas lirikannya. Aku cuma diam saja. Sejak tadi aku membaca-baca shalawat. Benar juga, nyaris menyenggol pengendara sepeda di dekat Stasiun Gambir. Kiai Ilyas teriak keras!

“Ya akhi, kalau ada orang jual rokok di depan itu, berhenti!” seru Kiai Ilyas ditujukan kepada Idham Chalid.

Di depan penjual rokok, Idham Chalid menghentikan mobilnya. Agak keterusan. Kiai Ilyas turun dari mobil. Aku kira ia akan membeli rokok, kiranya ia terus berjalan di atas trotoar.

“Mengapa? Hayo naiklah!” ajakku kepadanya.

“Terima Kasih! Jalan kaki lebih aman ...!” sambil mempercepat jalannya menuju arah prapatan.

“Penakut!” teriak Idham Chalid.

Aku pindah tempat di sampingnya. Mesin lalu dihidupkan. Mobil mulai jalan lagi. Sepanjang jalan aku biarkan ia mengemudikan mobilnya sekehendak hatinyalah. Aku diam saja, memperbanyak membaca shalawat.

Alhamdulillah, Tuhan Maha Besar! Akhirnya, sampai juga ke tempat tujuan dengan selamat, walaupun tidak begitu sehat.? Kepalaku pening!? (KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-Orang Pesantren)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Nasional, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai media komunikasi dan pangkalan informasi serta pusat data administrasi keorganisasian, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuat website atai situs resmi pelajar NU Rembang.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses terciptanya website baru. Pihaknya berharap dengan adanya website baru ini dapat menjadi pusat data.

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Humam lebih lanjut menjelaskan, nantinya website ini akan menjadi media komunikasi antarkader, sehingga informasi yang ada di setiap wilayah kerja akan dihimpun dalam website tersebut. "Data apapun terkait organisasi harus masuk di website kita," terang Humam.

Ini merupakan inisiatif yang cukup baik untuk mengantisipasi jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah PAC ke PC. Nantinya setelah terciptanya website baru, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) akan dibuatkan sub-domain dari website utama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap nantinya setiap Anak Cabang akan ada admin yang mengelola website dari masing-masing PAC, tentunya harus ada pelatihan terlebih dahulu," pungkasnya, Selasa (16/2/2016) sore disela-sela rapat persiapan acara Harlah IPNU/IPPNU.

Diketahui bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Rembang saat ini membawahi 9 PAC, meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Gunem, Sedan, Rembang Kota, Pamotan, Bulu, Sale, dan Sulang. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sejak terjadinya peristiwa pengeboman terhadap gedung WTC pada 11 September 2001 lalu, genderang tuduhan teroris yang dilontarkan kepada kaum muslimin pun terus meningkat, hal ini mengundang respon penolakan terhadap Amerika dan sekutunya. Tak heran aksi-aksi radikalisme dan tindakan kekerasan pun dapat kita temui dengan mudah di kalangan masyarakat kita. 

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme

Merespon kondisi yang demikian buruk itu, Pimpinan Wilayah IPNU DKI Jakarta mengadakan Konsolidasi Organisasi dan Workshop Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar di Hotel Maharani yang dilaksanakan pada 17-18 November 2012.  

Dalam beberapa penelitian, ditemukan fakta bahwa aksi gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama melakukan penetrasi ke level sekolahan. Siswa-siswi yang masih sangat awam soal pemahaman agama dan secara psikologis tengah mencari identitas diri ini menjadi lahan yang diincar pendukung ideologi radikalisme. Targetnya bahkan menguasai organisasi-organisasi siswa intra sekolah atau bagian rohani Islam. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hery Susanto, Ketua PW IPNU DKI Jakarta berpendapat, jaringan ini telah mengakar  dan menyebar di pelbagai sekolah, sehingga perlu dikaji dan direspon secara serius, baik oleh pihak sekolah, pemerintah maupun pihak orang tua. Tetapi yang lebih harus diwaspadai adalah ketika ada penyebar ideology radikal yang memanfaatkan simbol, sentiment dan baju Islam untuk melakukan brain wash kepada mereka yang masih pemula belajar agama untuk tujuan yang justeru merusak agama dan menimbulkan konflik.

Workshop yang diikuti oleh seluruh Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta serta pengurus OSIS dan Rohis sekolah tersebut, diharapkan dapat dengan tepat disampaikan kepada para siswa untuk terus membangun pemahaman bahwa radikalisme, ekstrimisme dan terorisme merupakan masalah dan ancaman serius bagi keamanan, kehidupan sosial dan kehidupan keagamaan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, kegiatan workshop ini juga diharapkan dapat memelihara dan memperkuat cara pandang keagamaan yang moderat, inclusive dan toleran di kalangan remaja dan pemuda untuk mengcounter penyebaran pemahaman radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Juga membangun dan memelihara kerjasama yang berkelanjutan diantara kalangan remaja dan pemuda khususnya dalam upaya nyata mengcounter penyebaran pemahaman radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.

Kita prihatin dengan begitu banyak pemuda saat ini yang gamang dalam kehidupannya karena factor komunikasi antara anggota keluarga yang ada, perkembangan Jakarta yang begitu pesat mempengaruhi pola hidup bagaimana kita komunikasi dengan keluarga. Ini fenomena yang ada yang harus kita sikapi bersama dan kita harus mengetahui secara utuh pola hidup kita. 

Pada kesempatan yang sama intelektual muda NU, KH. Kholil Nafis berkomentar, kalau berbicara terorisme tidak mungkin masuk ke IPNU karena sejak kecil anak-anak kita sudah diajarkan agama sedangkan yang menjadi sasaran empuk mereka adalah anak remaja yang baru mengenal agama. 

“Pemuda akan menjadi potensi ketika ada isinya tapi akan menjadi malapetaka ketika terjadi kekosongan dalam sisi kwalitas. Harus ada terobosan baru pemuda yang menjadi penggerak, sekarang IPNU posisinya ke depan harus dievaluasi mau apa, jangan hanya menjadi pengikut tetapi harus jadi pemimpin yang bisa dijadikan barometer” tegas Kiai Kholil

Dam upaya menangkal virus radikalisme, Kyai Kholil berpandangan bahwa pendidikan keluarga dan peran orangtua yang paling penting. Sesibuk apapun orangtua, jangan sampai lupakan keluarga, karena keluarga berperan penting untuk menangkal terorisme dan radikalisme ditingkatan remaja. Para orangtua harus melakukan dialog, komunikasi efektif, dan diskusi tentang bahaya laten terorisme dan radikalisme.

Selain lingkungan keluarga, yang berperan penting untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme adalah lingkungan masyarakat sekitar, seperti memberdayakan lembaga RT/RW. Dengan ini, maka potensi remaja bisa tersalurkan, dan generasi muda tidak terjebak pada paham terorisme dan radikalisme. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zakaria

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat kabupaten dan desa diJepara, Jawa Tengah dalam bentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder terkait tingkat kabupaten dan desa. 

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, Selasa-Jumat (8-11/8) diawali dengan workshop yang diikuti oleh stakeholder tingkat kabupaten, ditindaklanjuti dengan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa. 

Rangkaian kegiatan tersebut akan menghasilkan dokumen Standar Operational Procedure (SOP) Peringatan Dini di Kabupaten Jepara. Sementara di tingkat desa, sistem peringatan dini desa. Selain itu, di sini juga dihasilkan peta dan jalur evakuasi untuk Desa Sowan Kidul, Desa Welahan, dan Desa Ketilengsingolelo yang merupakan pilot project dari Program Slogan-Steady yang sedang dilaksanakan oleh LPBI NU di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut,Iis Widya Harmoko (Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jawa Tengah) serta Subiyakto (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah) sebagai narasumber.Secara keseluruhan, proses Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini ini dipandu oleh Didik Mulyono sebagai fasilitator.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Kabupaten Jepara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Agus Hariyanto selaku Kepala Bidang I BPBD Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwalangkah langkah LPBINU Jepara sangat tepat dengan melakukan kerjasama dengan BPBD dan DFAT untuk meminimalisir risiko bencana. Prinsip Sistem Peringatan dini adalah menyebarkan Informasi dengan cepat dan tepat yang menggunakan alat atau media kemudian diinformasikan kepada masyarakat yang berada di daerah berisiko. 

Hal tersebut diharapkan dapat diterima masyarakat dengan jelas sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri sehingga mengurangi risiko terjadinya korban jiwa. Hal tersebut merupakan antisipasi jika terjadi bencana.

Selain itu diharapkan peserta workshop dapat memperhatikan dan mengikuti dengan baik sehingga mampu berjalan dengan lancar dan nantinya mampu menjadi pelopor dalam sistem peringatan dini dilingkungannyadan untuk masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Jepara, Mustakim Umar menyampaikan bahwa Jepara memiliki 32 garis pantai, walaupun keadaan tersebut dikategorikan wilayah aman dan ramah, tentunya perlu disiapkan diwaspadai dengan menyiapkan kapasitas sumberdaya yang ada. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sesuai perkembangan zaman tentunya keadaan alam selalu berubah ubah sehingga perlu diantisipasi, karena bencana alam, baik gempa, longsor dan lainnya tidak lepas dari pola dan perilaku oleh manusia itu sendiri sehingga perlu menjaga lingkungan bersama agar selalu aman dan nyaman,” ujar Mustakim.

Deputi Program Manager Slogan-Steady LPBINU, Rurid Rudianto mengatakan bahwa dalam kegiatan ini LPBINU hanya sebagai mediator karena yang berperan penting adalah BPBD. 

Memasang alat peringatan dini harus menggunakan sistem yang familiar di masyarakat atau dikenali oleh masyarakat. Ada 4 (empat) hal pokok dalam membuat sistem peringatan dini, yaitu sumber informasi yang valid, pengambilan keputusan, cara penyebaran informasi, dan kemampuan response. 

Seluruh instansi terkait sampai masyarakat harus mengetahui dan siap ketika ada peringatan dini, sehingga jika terjadi suatu kedaruratan mampu melakukan tindakan secara mandiri seperti evakuasi mandiri, penyelamatan diri sehingga meminimalisir terjadinya korban.

Lebih lanjut Rurid Rudianto berharap, seluruh masyarakat desa/wilayah desa yang berada pada titik rawan bencana memiliki sistem peringatan dini sehingga mampu mengurangi dampak terjadinya kerusakan material sampai korban jiwa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Kudus,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lazisnu Kabupaten Kudus mengadakan santunan untuk yatim piatu, fakir miskin, merbot masjid, pemberian modal usaha bagi janda miskin melalui program "NU Berbagai".

Santunan kerja sama GP Ansor, LAZISNU dan Bank BNI Kudus tersebut akan berlangsung pada tanggal 26-29 Ramadhan atau (1-4/7) di kantor PCNU Kabupaten Kudus dan di masing-masing Ranting NU.

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Jika tahun lalu dana sumbangan dari dermawan dan muzakki terkumpul sejumlah Rp 172.770.000,- maka tahun ini LAZISNU Kudus menganggarkan Rp 869.150.000,-.

"Adapun rencananya rincian jumlah penerima anggaran tersebut yakni 3.971 yatama yang berasal dari madrasah dan Ranting se-Kabupaten Kudus berupa uang atau bingkisan alat sekolah, santunan 1.360 fakir miskin, 550 merbot dan 45 janda miskin," jelas Syaroni Suyanto, Ketua LAZISNU Kudus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Meski rencana baru akan dilaksanakan pada bulan Juli, tapi pada acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PC GP Ansor, Sabtu malam lalu (25/6) telah diawali dengan santunan 253 yatama se-Kecamatan Kaliwungu.

Kecamatan Kaliwungu sendiri selama ini telah digadang sebagai kecamatan percontohan program LAZISNU di antara sembilan kecamatan di Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, AlaSantri, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gerhana bulan total pada Rabu (8/10) mulai pukul 17.25 dan berakhir pada 20.33. Di Masjid Iqomah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung digelar shalat Khusufil Qomar sesudah melaksanakan Shalat Maghrib.

Menurut DKM Masjid Iqomah, gerhana bulan ialah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Karena itu kejadian luar biasa, umat Islam perlu bermuhasabah terhadap diri. "Gerhana bulan adalah semacam keagungan Allah. Untuk mengagungkan kekuasaan Allah, memperbanyak zikir," ujar dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Dia mengatakan bahwa memperbanyak istighfar di saat gerhana bulan adalah sebagai permohonan ampun kepada Allah sehingga pada saat itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti bencana alam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Istighfar gunanya adalah doa mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, tidak pula terjadi hal bencana yang luar biasa. Memohon ampun pada Allah agar tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rais Syuriyah Majellis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamata Panyileukan ini juga menjelaskan pentingnya bersedekah saat gerhana untuk membersihkan diri. Logikanya ketika memohon ampun kepada Allah, pasti penyelesaiannya dengan aspek sosial. "Ketika kita berbuat kesalahan pada saat menunaikan haji, maka diselesaikan dengan aspek sosial, seperti melakukan dam," jelasnya.

Tetapi berbeda, lanjutnya, ketika kita mempunyai kesalahan kepada manusia, tidak mungkin meminta maaf langsung kepada Allah sebab perlu meminta maaf terlebih dahulu kepada orang tersebut. "Kalau kesalahan kepada manusia harus diselesaikan kepada manusia. Kalau kesalahan kepada Allah diselesaikan dengan bersedekah," pungkasnya. (Bakti Habibie Yasin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Makam, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock