Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri

Mayoritas ulama menyepakati bahwa nilai shalat jama’ah lebih utama dibanding shalat sendirian. Kesimpulan ini diperoleh dari pemahaman terhadap banyak dalil yang terdapat dalam kitab-kitab hadits. Dalam sebuah hadis dikatakan,“Shalat berjama’ah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat,” (HR: Bukhari).

Dilihat dari kebiasaan yang berkembang di masyarakat, shalat jama’ah ditunaikan langsung di awal waktu terutama masyarakat perkotaan. Tetapi sebagian masyarakat pedesaan untuk shalat-shalat tertentu seperti zhuhur dan ashar dikerjakan di pertengahan waktu secara berjamaah. Pasalnya, mereka masih berada di sawah atau kebun saat waktu masuk shalat.

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Niat jadi Imam Meski Shalat Sendiri

Model pengerjaannya juga bermacam-macam. Ada yang mengerjakan langsung secara bersama-bersama. Ada pula yang awalnya shalat sendirian kemudian diikuti oleh beberapa orang yang berniat menjadi makmumnya.

Terkait orang shalat sendiri, seseorang dianjurkan terlebih dahulu untuk berniat menjadi imam jika meyakini akan ada orang datang setelahnya. Bila berniat menjadi imam, ia akan mendapatkan pahala jama’ah sekalipun niat itu dilakukan di pertengahan shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun dia tidak mendapatkan pahala jika tidak berniat menjadi Imam di awal shalat atau di pertengahan. Keterangan ini dikutip dari paparan Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Niat menjadi imam sembahyang berjamaah ketika takbiratul ihram terbilang sah kendati di belakangnya tiada orang satupun yang mengikutinya jika ia yakin setelah itu ada orang yang menjadi makmumnya menurut pendapat yang shahih. Ini diperbolehkan karena ia akan menjadi Imam. Tetapi jika ia tidak berniat sebagai imam, dan tidak mengetahui akan datangnya makmum, lalu datang jamaah, makmumnya tetap mendapatkan pahala, sementara imam tidak memperoleh pahala. Tetapi ia tetap dapat pahala bila ia berniat sebagai imam di pertengahan shalat.”

Kutipan ini menunjukan, alangkah baiknya bagi orang yang shalat sendiri lalu berniat menjadi imam, ketika dia yakin kalau masih ada orang di luar yang akan ikut shalat bersamanya.

Andaikan tidak berniat di awal, ia masih diberikan kesempatan untuk berniat di pertengahan shalat saat ada orang yang bermakmum kepadanya. Apabila seorang imam tidak berniat, makmum tetap mendapatkan pahala. Sementara imamnya tidak memperoleh pahala atas shalat berjamaah itu. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mimisan atau dalam bahasa kedokteran sering dikenal dengan istilah Epistaksis merupakan sebuah kondisi keluarnya darah dari hidung. Hal ini merupakan kondisi yang sering dialami oleh dewasa maupun anak-anak. Mimisan itu sendiri sebenarnya bukan merupakan sebuah penyakit, tetapi merupakan gejala dari sebuah penyakit.

Dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, dr Vanisia Hayu Firdayanti mengemukakan, kumpulan pembuluh darah di dalam hidung yang disebut plexus kiesselbach dan juga arteri ethmoidalis anterior ini rentan pecah terutama jika terjadi sebuah trauma atau jika ada suatu kondisi medis tertentu. Pada umumnya, mimisan ini sering terjadi pada anak-anak karena pembuluh darah pada anak-anak masih tipis dan sensitif.

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

"Penyebab mimisan dapat dibagi menjadi penyebab lokal dan penyebab sistemik. Untuk penyebab lokal misalnya trauma (terjatuh, terpukul, mengorek-ngorek hidung, saat mengeluarkan ingus terlalu kuat, dan sebagainya), adanya benda asing, infeksi pada hidung dan sinus (influenza, sinusitis) serta pengaruh lingkungan (perubahan tekanan mendadak pada penerbang atau penyelam, serta kondisi lingkungan yang sangat dingin). Untuk penyebab sistemik dapat berupa hipertensi/tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah, kelainan darah, maupun penyakit lain seperti demam berdarah dengue," kata dr Vani, Rabu (20/7).

Untuk menegakkan diagnosis, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menjelaskan, ? dapat dilakukan anamnesis/wawancara, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang (laboratorium atau radiologi) jika dibutuhkan. "Pada pemeriksaan fisik perlu diperhatikan apakah kondisi umum sangat lemah atau ada tanda-tanda syok karena perdarahan yang keluar terlalu banyak," ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk pemeriksaan penunjang, sambung Vani, sebaiknya dilakukan jika perdarahan terjadi berulang dan darah yang keluar cukup banyak. Pemeriksaan yang umum dilakukan yaitu pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap, pemeriksaan fungsi hemostatis (pembekuan darah), foto rontgen hidung dan sinus paranasal.

"Penanganan awal dari mimisan yaitu tenangkan penderita terlebih dahulu. Penderita sebaiknya duduk tegak dan menekan cuping hidung selama kurang lebih 5-10 menit untuk menghentikan perdarahan. Selama memencet hidung, sebaiknya penderita bernafas melalui mulut. Kompres dingin pada pangkal hidung dan buang gumpalan darah dari dalam hidung," sarannya.

Pada umumnya, mimisan yang ringan akan berhenti jika dalam waktu 5-10 menit mimisan tidak kunjung berhenti, maka sebaiknya segera menuju pusat layanan kesehatan terdekat. Pemasangan tampon hidung merupakan cara yang umum digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, juga perlu dicari penyakit lain yang mendasari terjadinya mimisan jika memang mimisan sering terjadi berulang kali. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Budaya, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (26/10). Didampingi Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Bupati Aceh Singkil Syafriadi. Menag bertemu sejumlah? tokoh dari majelis-majelis agama untuk mendialogkan persoalan kerukunan antar umat beragama di daerah tersebut.

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Setajam Apa Pun Perbedaan, Masyarakat Indonesia Bersaudara”

Menag Lukman mengingatkan para pemuka agama bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Namun kemajemukan itu telah dirangkai dalam Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun beragam, tapi hakikatnya kita satu juga. Setajam apa pun perbedaan, masyarakat Indonesia diikat dengan persaudaraan.

Sejak dulu, kata Menag, kultur masyarakat Indonesia, baik Aceh, Batak, Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Papua, Maluku, dan lainnya selalu ingin menghindari konflik. “Kita adalah bangsa yang senantiasa berupaya menjaga dan memelihara harmoni,” tegas Menag dalam siaran pers, Selasa (27/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itu, Menag menyayangkan terjadinya pembakaran gereja di Aceh Singkil, Selasa (13/10) oleh kelompok orang yang tak puas dengan kesepakatan pemerintah dan masyarakat terkait penertiban bangunan gereja tak berizin.

Menag berharap semua pihak dapat mengambil hikmah dari kejadian itu dan dapat mencari solusi bersama. Pemerintah pusat, kata Menag, tentu akan mendukung upaya tersebut dengan mengedepankan dialog. Sebab, dialog dapat menjadi sarana untuk saling mengungkapkan keinginan dan jalan mencapai kesepakatan demi kepentingan bersama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menag mengingatkan semua pihak agar menghindari konflik. Sebab, konflik bukan saja berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, daya rusaknya akan terasa hingga generasi mendatang.

"Kita semua tentu tidak ingin dicatat sejarah bahwa pada masa kita hidup telah terjadi konflik akibat gagal merawat keberagaman dan persaudaraan," katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca digelarnya Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta, yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Sumber, pada 26 Desember 2016 lalu, empat ranting baru berhasil dibentuk. Sementara empat lainnya yang vakum berhasil diaktifkan kembali.

Hal tersebut disampaikan Ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Sumber Ilmiana Wulansari kepada NU online pada Selasa (3/1).?

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting-ranting IPNU-IPPNU di Sumber Kembali Aktif dan Terbentuk

Ia menjelaskan, Makesta yang pertama kali digelar sejak ia menjabat sebagai Ketua Anak Cabang, merupakan momentum untuk kembali membangkitkan ranting yang tidak aktif.

Selain itu, menurutnya keberadaan 12 ranting lebih terkoordinir dengan baik dibandingkan sebelum diadakannya makesta. Selain itu, ia mengakui jika kesolitan kader lebih terlihat dibandingkan ssebelum mereka mengikuti masa kesetiaan anggota.

"Setelah diadakannya Makesta, semua ranting yang ada lebih terkoordinir dan lebih solid dari pada sebelumnya. Disamping itu, pada prosesi makesta, membangkitkan semangat kader pelajar NU di Kecamatan Sumber untuk kembali berorganisasi," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya di Kecamatan Sumber terdapat 12 Ranting IPNU-IPPNU, dan 4 diantaranya tidak aktif. Pasca diadakannya Makesta, Pimpinan Anak Cabang berhasil mengaktifkan ranting Desa Krikilan, Sekarsari, dan Kedung Tulup. Selain itu, ranting baru juga berhasil di bentuk di Dusun Nglakeh Desa Logede pada 28 Desember 2016.

Pada 2017 tahun ini, menurut pengakuan Ilmi, para pengurus PAC menyatakan siap membentuk kembali ranting IPNU-IPPNU di Desa Logong dan Kedung Asem.

Ada 150 kader IPNU-IPPNU yang berhasil terrekrut melalui baiat Makesta yang di gelar di gelar di MTs Negri Kecamatan Sumber. Seluruh peserta yang lolos merupakan perwakilan kader pelajar NU yang berasal dari 18 Desa yang ada di Kecamatan Sumber.(Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, Budaya, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat adalah perayaan yang sangat dinanti setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Tradisi Lebaran Ketupat pun masih dirayakan oleh warga pedesaan di Kabupaten Probolinggo.

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Perayaan Lebaran Ketupat dilakukan pada H+7 Lebaran. Bahkan perayaan Lebaran Ketupat biasanya tidak kalah ramai dengan Idul Fitri hari pertama. Buktinya, masyarakat banyak yang membeli janur dan kulit ketupat.

Hal inilah yang menjadi berkah tersendiri bagi para penjual janur dan kulit ketupat. Seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri Nur dan Romlah, pedagang janur dan kulit ketupat di Pasar Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini dari tadi banyak yang membeli janur. Belinya ada yang sampai 10 ikat. Kalau yang beli kulit ketupat memang jarang,” kata Nur, Selasa (12/7).

Nur yang merupakan warga Desa Leces Kecamatan Leces ini bercerita bahwa di rumahnya Lebaran Ketupat masih dilakukan. Maklum saja, rumahnya berada di tengah-tengah kampung. “Biasanya, tetangga ater-ater (mengirim makanan). Isinya ketupat dan lauk pauknya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Romlah menambahkan, saat Lebaran lauk yang disajikan biasanya berbahan dasar daging. Seperti opor ayam atau rendang daging. Namun saat Lebaran Ketupat, yang dihidangkan adalah ketupat dengan sayur yang dimasak santan.

“Sayurnya bisa macam-macam. Tiap rumah biasanya beda, tergantung kebiasaannya. Tapi, sayur dimasak santan,” terangnya.

Di keluarga Romlah sendiri, biasanya ketupat lebaran dihidangkan dengan sayur dari rebung, tempe dan tahu yang dimasak santan. Sedangkan lauknya berupa telur rebus dengan sambal petis. “Sama seperti yang lain. Masakan ini tidak dimakan sendiri. Tapi dibagi kepada para tetangga. Ya ater-ater ke tetangga,” tegasnya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan untuk memasak ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum Lebaran Ketupat atau H+5 Lebaran. Memasaknya pun masih memakai cara tradisional. “Dimasak pakai tungku bukan gas. Kata orang-orang, ketupat yang dimasak pakai tungku akan lebih awet daripada yang dimasak pakai gas,” jelasnya.

Tapi dengan tungku proses memasak menjadi lebih lama. Yaitu sampai sekitar 10 jam. Karena itu, yang memasak pun harus sabar menunggu ketupat matang. “Baru setelah matang, ketupat diangin-anginkan dengan cara digantung. Ini biar ketupat tidak mudah rusak dan awet,” tambahnya.

Romlah bercerita dengan antusias tentang cara memasak ketupat lebaran. Namun tangannya tetap sibuk membuat kulit ketupat. Hampir setiap tahun membuat ketupat sehingga tidak sulit baginya untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Humor Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan bimbingan tes (bimtes) bagi para calon mahasiswa yang hendak belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Mandiri.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 20-23 Juni 2016 ini diikuti sekitar 170 calon mahasiswa baru yang bertempat di Ruang Teater Fakultas Ushuluddin kampus setempat. Syifa, ketua pelaksana bimtes ini mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII kepada calon mahasiswa baru yang ingin masuk perguruan tinggi Islam negeri yang beralamat di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

“Kegiatan yang dilakukan para kader PMII ini merupakan proses bagi para kader kami untuk bisa peduli terhadap sesama. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena panitia kebanyakan semester 2 yang baru setahun mengemban title mahasiswa. Tak disangka mereka benar-benar bertanggung jawab dengan tugas yang mereka emban,” kata Arsyad Prayogi, ketua PMII Komfuspertum.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta bimtes, Alantri Anggara, mengaku sangat senang dengan bimtes ini. Para calon mahasiswa yang masih minim informasi mengenai jalur tes masuk ini merasa terbantu karena sudah diarahkan para panitia bagaimana cara agar bisa lolos tes masuk ini.

“Walaupun kami juga masih harus belajar sendiri di rumah setidaknya kegiatan ini cukup memberikan pengetahuan bagi kami. Terima kasih kepada para panitia yang telah membantu kami,” imbuhnya. (Ulul Alfi Kurniawan/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock