Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

NU dan Banjir Bengawan Solo

Oleh Achmad Faiz MN Abdalla



Koran Kompas minggu lalu (10/12) memuat opini berjudul Dampak Sosial Banjir Bengawan Solo. Penulisnya, Bagong Suyanto, merupakan dosen Sosiologi Universitas Airlangga Surabaya. Ia meneliti dampak bencana banjir di kalangan masyarakat miskin di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Terutama daerah langganan banjir di Provinsi Jawa Timur, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.?

Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa bencana banjir yang melanda daerah-daerah tersebut menyebabkan keluarga miskin gagal panen, kehilangan aset produksi, dan terganggu kehidupannya sehari-hari karena genangan air yang tak kunjung surut. Sawah-sawah mereka hancur, banyak rumah rusak, dan penyakit bermunculan. Akibatnya, para keluarga miskin tersebut mengalami proses pendalaman kemiskinan.

NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banjir Bengawan Solo

Dari 100 keluarga miskin yang diteliti, sebagian besar rumahnya bisa terendam air 1-2 hari, bahkan sampai berhari-hari. Sebanyak 27 persen mengaku rumahnya terendam hinga lebih dari 10 hari, 10 persen rumahnya terendam 10-12 hari, dan 17 persen terendam 13-15 hari. Selain rumah, sawah dan lahan mereka juga terendam. Sebanyak 24 responden mengaku sawahnya terendam 10-12 hari, bahkan sebanyak 9 persen hingga 13-15 hari. Namun ada 21 persen responden mengaku hanya terendam 1-3 hari.?

Bagi keluarga miskin, dampak yang ditimbulkan pasca banjir bermacam-macam. Namun yang paling terasa adalah pendalaman kemiskinan. Mereka merupakan masyarakat miskin yang kehidupan sehari-harinya sudah menghadapi berbagai kesulitan. Ketika banjir menerjang, aset produksi mereka rusak, pun lahan garapan, bahan baku mereka hilang, ditambah berbagai persoalan lain. Maka, seluruh investasi yang ditanamkan tak membuahkan hasil. Sebaliknya, justru merugi dan utang meningkat.?

Mereka tentu membutuhkan modal untuk memulai usahanya kembali. Dari 100 keluarga miskin yang diwawancarai, hanya 12 persen yang bisa membiayai sendiri kebutuhan modal usahanya. Sebagian besar lainnya menyatakan menggatungkan diri pada bantuan pemerintah ? (18 persen), bantuan dari kerabat (29 persen), atau terpaksa meminjam lembaga kredit formal (20 persen) dan lembaga kredit informal (21 persen).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Memahami Penanggulangan Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan, kegiatan pencegahan, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Hal itu diatur dalam UU No 24 Tahun 2007. Ada tiga tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana, yakni prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana. Tahap prabencana meliputi pencegahan, pengurangan risiko bencana (mitigasi), termasuk penataan ruang, pengaturan infrastruktur, serta pendidikan dan penyuluhan tentang kebencanaan.?

Sedangkan tahap tanggap darurat meliputi penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, pengerahan logistik, termasuk pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya. Adapun tahap pascabencana meliputi rehabilitasi, rekontruksi, perbaikan lingkungan daerah bencana, pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat, pelayanan kesehatan, pemulihan sosial ekonomi budaya, serta penerapan rancang bangun yang tahan bencana.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Praktiknya, tentu Pemerintah telah berupaya melakukan penanggulangan bencana di daerah terkena banjir tersebut. Namun dalam pengamatan penulis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dievaluasi. Sistem dan pengorganisasian penanggulangan bencana belum benar-benar terpadu. Berdasarkan hasil penelitian di atas, hemat penulis, penanggulangan bencana banjir masih terkesan bersifat a posteriori, yakni terbatas menjangkau tahap tanggap darurat dan pascabencana. Itu pun masih terdapat beberapa catatan, terutama pada tahap pascabencana.

Data Bagong Suyanto menunjukkan bahwa 40 persen keluarga miskin yang diteliti menyatakan kehidupan mereka menjadi lebih buruk pasca bencana banjir. Bagi keluarga miskin yang setiap tahun menjadi langganan korban banjir, belum usai berbenah untuk bangkit kembali dari bencana yang dialami tahun lalu, mereka sudah kembali tertimpa bencana. Artinya, penanganan masyarakat korban bencana belum maksimal dilakukan.

Peran Masyarakat, Peran NU

Penting dipahami bersama, upaya penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab Pemerintah semata. Dalam UU No 27 Tahun 2014, salah satu asas penanggulangan bencana ialah kebersamaan. Hal itu dipertegas dalam Pasal 26 dan 27 yang mengatur mengenai hak dan kewajiban masyarakat. Selama ini, upaya penanggulangan bencana minim mendapat dukungan dan peran masyarakat karena adanya anggapan bahwa penanggulangan bencana adalah wujud dari salah satu fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat.

Daerah aliran sungai Bengawan Solo yang terkena banjir tersebut dapat diasumsikan merupakan basis-basis warga NU. Bahkan di sana, terdapat beberapa pondok pesantren NU yang sangat terkenal, seperti Langitan (Tuban), Qomarudin (Gresik), Ihyaul Ulum (Gresik), dan Al Karimi Tebuwung (Gresik). Juga, banyak madrasah NU berdiri tidak jauh dari aliran sungai tersebut. Terlebih, pihak yang sangat dirugikan ialah para petani dan keluarga miskin. Karena itu secara sosiologis, NU punya tanggung jawab untuk mengisi dan menguatkan peran masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana tersebut.?

Dengan demikian, dibutuhkan penanganan terpadu untuk mengatasi persoalan banjir tersebut. Ada dua hal yang harus dimengerti dari kata terpadu tersebut. Pertama, penanggulangan banjir haruslah bersifat menyeluruh, dimulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Semua penanganan dalam kesemua tahap tersebut harus tepat guna dan hasil guna. Nyatanya, setiap tahun banjir selalu datang dan membawa berbagai persoalan yang sama, terutama bagi masyarakat miskin.?

Sebagai catatan, bencana datang selain karena faktor iklim, juga faktor antropogenik. Ulah manusia juga menjadi pemicu bencana di tanah air. Karena itu, pengurangan risiko atau bahkan pencegahan bencana juga bergantung pada manusia. Dapat dimengerti, bahwa penanggulangan bencana tidak boleh sekedar bersifat a posteriori, yakni bertindak ketika banjir datang dan sesudahnya. Padahal jelas-jelas banjir datang setiap tahun. Pendekatan a priori juga harus diperhatikan, melalui perencanaan pembangunan, penataan ruang, pengaturan pembangunan, pencegahan dan pengurangan resiko.?

Kedua, penanggulangan bencana hendaknya tidak dipahami semata fungi Pemerintah. Prinsip kebersamaan jelas merupakan salah satu prinsip penanggulangan bencana. Hal itu harus dipahami bersama. Peran dan dukungan masyarakat dapat dilibatkan sejak fase prabencana sampai pascabencana. Dalam hal ini, NU misal, dapat mendorong pemerintah untuk memperhatikan perencanaan pembangunan yang terpadu, atau upaya-upaya lain pada fase pencegahan dan mitigasi.

Selain itu, ialah peran NU pada tahap pascabencana. Pada tahap inilah, bila mengacu pada hasil penelitian di atas, memerlukan perhatian lebih. Dukungan dari berbagai pihak selama ini masih didominasi bantuan logistik dan kebutuhan dasar, atau upaya lainnya di lingkup tanggap darurat. Seharusnya tidak berhenti di situ. Para korban, terutama keluarga miskin, memerlukan bangkit dan dipulihkan keadaan ekonomi, sosial, dan psikologinya pasca bencana. Masalah pendalaman kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan yang rusak harus diperhatikan secara serius. NU harus bersinergi dengan pemerintah dan unsur masyarakat lain untuk mengatasi hal itu. Dengan begitu, penanggulangan bencana mencapai sasaran yang diharapkan.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung mempresentasikan “Kopi Mangrove Segara” sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat pesisir pantai Sine, Tulungagung, di Amerika. Kopi Mangrove Segara merupakan hasil kerja sama PAC IPNU-IPPNU Kalidawir dengan NGOs Redirect Indonesia dan Leshutama. Konsep yang diusung dalam bisnis ini adalah social entrepreneurship melalui program pemberdayaan.

Ikbar Al Asyari dari IPNU Tulungagung meraih beasiswa YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha (UNO) dan berdialog dengan Presiden Obama.

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) adalah program yang digagas Presiden Barrack Obama untuk memfasilitasi pemuda ASEAN belajar di universitas ternama di Amerika. Tema program yang ditentukan yaitu civic engagement, environmental studies, dan social-economic development. Peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan social project berupa dana hibah dari State Department of United State.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha berlangsung intensif selama 5 minggu dari 24 September – 29 Oktober 2016. Saat ini Ikbar mengikuti program YSEALI yang memasuki minggu ketiga.

“Saya bersyukur diapresiasi oleh pemerintah Amerika sehingga saya bisa menjadi salah satu yang berangkat ke Amerika mengingat ketatnya persaingan dan pendaftar dari Indonesia yang mencapai ribuan orang,” Ikbar bercerita melalui surat elektronik pada Selasa (12/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selama program berlangsung, Ikbar ikut kuliah intensif bersama ahli di bidang civic engagementdi UNO, coaching-mentoring, study visit ke beberapa organisasi di Amerika tentang civic engagement di Omaha, Nebraska, Iowa, South Dakota, Portland, dan Oregon. Program akan berakhir di Washington DC untuk presentasi final social project yang diusulkan dan dilaksanakannya penjurian untuk kelayakan pendanaan.

Ketua Umum PAC IPNU Kalidawir Adib Hasani mengaku senang rekannya membawa nama Indonesia melalui program tersebut. Dengan demikian, Kopi Mangrove Segara berpeluang untuk didanai dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar negeri.

Harapannya, kata dia, program ini mampu memberikan manfaat untuk berkembangnya Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi yang akhirnya akan memberikan manfaat pada masyarakat pesisir Pantai Sine. (Irwanto Marhaenis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ubudiyah, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution





Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)
Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu masih menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

?

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

?

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

?

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

?

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

?

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Islam Nusantara Center (INC) kembali membuka kajian rutinnya setelah libur lebaran. Kajian kali ini dibuka dengan kajian Tafsir Khazanah Nusantara seri kedua. INC mengundang Islah Gusmian sebagai narasumber pada kajian yang digelar usai Jumatan, Jumat (21/7/2017), itu.

Dari sekian banyak ulasan tentang Dinamika Tafsir Al-Quran Pesantren, ada satu hal menarik tentang tafsir yang ditulis oleh KH Misbah Mustofa. Dosen IAIN Surakarta itu mengungkapkan, bahwa Kiai Misbah pernah menulis dua kitab tafsir, yakni Al-Iklil dan Taj al-Muslimin.

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Tidak banyak yang tahu mengapa adik KH Bisri Mustofa itu menulis dua kitab tentang tafsir. Saat kitab tersebut naik cetak, ada bagian yang dihilangkan oleh penerbit tanpa memberitahukan lebih dulu ke penulis.

“Di dalam Al-Iklil, ada bagian yang dibuang pencetak tanpa konfirmasi terhadap Mbah Misbah terkait pembuangan itu,” ujarnya pada peserta kajian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu saja Mbah Misbah tidak suka atas tindakan penerbit tersebut. Atas dasar ketidaksukaannya, akhirnya, ia meresponsnya dengan menulis kitab tafsir lagi. Kitab empat jilid itu berjudul Taj al-Muslimin. Kiai Misbah mencetak sendiri agar tidak mengalami kejadian serupa.

“Inilah alasan mengapa Mbah Misbah menulis dua kitab tafsir,” kata Islah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penasaran, saat bertemu Gus Nafis, putra Mbah Misbah, Islah menanyakan perihal alasan pemotongan penerbit atas kitab Al-Iklil tersebut. Konon, menurut penuturan Gus Nafis, abahnya itu mengritik HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bagian yang dibuang tersebut.

“Ternyata beliau ini ngritik HAMKA di bagian itu,” katanya mengutip penuturan Gus Nafis, putra Mbah Misbah.

Sayangnya, alumni Pondok Pesantren Kajen itu tidak menemukan apa yang sebenarnya Mbah Misbah kritik terhadap HAMKA. Konon, penerbitnya penggemar HAMKA sehingga melihat tulisan Mbah Misbah itu tidak nyaman. Oleh karena itu, penerbit terpaksa membuang bagian tersebut. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Bercerita tentang sosok Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), semua kalangan  tentu sudah tidak asing lagi. Namun di balik ketokohannya yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja, Gus Mus mempunyai cerita unik.

Dalam acara selametan 70 tahun Gus Mus sabtu (6/9), pengunjung dikenalkan biografi pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang melalui pemutaran film pendek berjudul Gus Mus Gus Mu.

Film itu menceritakan kisah perjalanan kiai yang budayawan ini mulai anak-anak hingga pada usianya yang ke-70. Ketika sampai pada perjalanan Gus Mus jatuh cinta, tidak banyak yang menduga dan mengundang tawa hadirin.

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Hj Siti Fatma, istri Gus Mus dalam film tersebut mengungkapkan sikap Gus Mus yang terkadang nakal pada masa mudanya. Ternyata,  kisah cintanya Gus Mus kepada Hj Fatma sudah dikatakan sejak masih anak-anak.

 "Saya dulu itu sampai gemes ,masak saya kelas lima SD sudah dibilangin Gus Mus, besok kamu jadi istriku," tutur Hj Siti Fatma dalam film tersebut.

Sontak saja, cerita Hj. Siti Fatma tersebut disambut geerr dan tepuk tangan hadirin yang memenuhi gedung universitas PGRI Semarang. Gus Mus dan istrinya yang duduk berdampingan bersama Gubernur Ganjar Pranowo pun terlihat ikut ketawa. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Niat adalah sesuatu yang sangat pokok dalam pelaksanaan ibadah. Tidak sah ibadah seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat terletak di dalam hati, yang menandakan adanya kesengajaan dalam menunaikan ibadah tertentu.

Para ahli fiqih berpandangan, niat berfungsi setidaknya dalam dua hal. Pertama, untuk membedakan antara aktivitas ibadah dan aktivitas biasa lainnya. Seseorang bisa saja, misalnya, melakukan keramas sebagai kebiasaan, namun ketika ia tidak diniatkan sebagai mandi wajib maka aktivitas keramas tersebut belum bisa menghilangkan hadats besar.

Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Kedua, niat berfungsi untuk membedakan antara aktivitas ibadah satu dan ibadah lainnya. Misalnya, membedakan antara shalat dhuha dan shalat Idul Adha, shalat Idul Adha dan Idul Fitri, dan seterusnya.

Karena berupa getaran batin, niat tak diwajibkan dilafalkan: cukup apa yang hendak dilakukan “dibunyikan” dalam hati. Namun, melafalkan niat akan membantu hati lebih konsentrasi terhadap niat, terutama bagi orang yang kena penyakit waswas (peragu).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Terkait dengan shalat Idul Adha, contoh lafal niat dalam bahasa Arab adalah berikut ini:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? (?) ? ?

Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

Atau bisa lebih lengkap:

? ? ? ? ? ? ? (?)? ? ?

Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Lafal niat dibaca menjelang takbiratul ihram. Lafal niat juga bisa menggunakan bahasa lokal setempat. Sebagai catatan, kedudukan lafal niat hanyalah sekunder alias membantu orang yang hendak melaksanakan shalat agar lebih mantap dan fokus pada niatnya. Sementara yang primer tetaplah getaran batin tentang shalat Idul Adha itu sendiri. Imam Ramli mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I,: 437)

(Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha)



Menurut Madzhab Syafi‘î, niat berarti sengaja melakukan sesuatu yang dilaksanakan berbarengan dengan aktivitas pertama saat shalat. Artinya, dalam konteks shalat Idul Adha, jika melafalkan niat dilakukan sebelum takbiratul ihram maka niatnya itu sendiri dilaksanakan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian, Pesantren, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2014 yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Pengurus Wilayah Ma’arif DIY mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Seminar yang dilaksanakan di Aula PW NU Jl. MT Haryono 40/42 Yogyakarta, Sabtu (3/4) pukul 09:30 ini diikuti antusias para Kepala Sekolah dan Guru Ma’arif se-DIY.

“Kualitas pendidikan ada dua. Pertama, kepemimpinan atau kepala sekolah. Kedua adalah guru. Kepala sekolah adalah kunci. Oleh karenanya, cari kepala sekolah yang baik” ungkap Rochmat Wahab, Ketua Tanfidiyah PW NU DIY.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga menjelaskan bahwa kita jangan berpikir 5 atau 10 tahun ke depan. Tapi berpikirlan untuk 100 tahun mendatang. “Mulai saat ini kita bangun pondasinya. Bangunlah pendidikan di kampung sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud RI, Ainun Na’im, selaku narasumber seminar mengatakan, guru harus mendidik dengan baik. Harus mendidik kreatif, berpengetahuan dan berketerampilan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan apa yang diajarkan agama kita, yang ini juga merupakan pesan dan pernyataan tokoh filosofi dunia yang sering dikutip bapak Wapres. Pernyataannya itu adalah bangsa yang sukses itu adalah bangsa yang bisa menyiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik dari pada generasi yang sekarang.

“Nah siapa yang menyiapkan generasi mendatang, kita-kita inilah yang mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi lebih baik dari kita. Bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang lebih baik. satu cara yang paling penting adalah pendidikan. pendidikan adalah cara yang paling penting,” katanya.

Menurut dia, tidak ada yang tidak setuju, bahwa pendidikan penting. Pendidikan adalah sampel yang strategis. Sehingga ini universal dan berlaku di mana-mana. “Kalau kita melihat kemajuan bangsa dapat dilihat dari pendidikan,” ungkap Ainun Na’im. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Halaqoh, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain)

Pandangan mata mengandung hakikat. Pandangan mata dapat berdampak buruk pada kesehatan seseorang terutama anak-anak. Karenanya Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat dan hasut.

Di samping pandangan jahat penuh kedengkian, pandangan takjub dan senang meluap-luap tanpa dibarengi dzikrullah juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap objeknya. Pernah dikisahkan sebanyak 70.000 penduduk meninggal dunia seketika setelah salah seorang nabi di masa dahulu yang melewati negeri mereka memandang takjub akan padat penduduk dan makmurnya mereka.

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain) (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain) (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain)

Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut untuk melindungi anak-anak dari semua pengaruh tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.

Artinya, “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

Doa ini diangkat oleh Imam Nawawi dalam karyany Al-Adzkar. Di dalam karyanya itu, ia menyebutkan sejumlah hadits yang berkenaan dengan sejumlah gangguan yang dapat menyebabkan mudarat pada anak-anak. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memandang takjub pada anak-anak sebaiknya dibarengi dengan doa keberkahan untuk mereka. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Purwakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikam Asalafiyah, Desa Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/2).

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Kepada sekitar 16.000 jamaah yang hadir, Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj berpesan, pengamalan agama tidak cukup hanya dilakukan dengan memakai simbol-simbol yang diyakini atau dikaitkan dengan agama.?

“Lebih baik pakai batik dan celana panjang tapi berilmu daripada pake gamis bercelana agak tinggi dan berjenggot tapi tidak berilmu,” kata Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, beragama harus disertai dengan ilmunya. Jadi proses penempaan diri dengan berbagai disiplin ilmu agama yang telah digariskan para ulama tetap harus dilakukan dan tidak terbatas waktu dan usia.

Kang Said menyesalkan sikap sebagian kelompok yang gemar mengkampanyekan semboyan “Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits” tetapi tidak pernah mau belajar berbagai disiplin keilmuan yang terkait dengan cara bagaimana memahami dan mengamalkan dua sumber utama ajaran Islam tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Akibatnya mereka menjadi kelompok fundamentalis yang gemar menuding bid’ah atau sesat terhadap berbagai tradisi keagamaan yang tidak secara jelas dan persis disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.?

Misalnya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi, bershalawat, atau membaca kisah-kisah teladan nabi melalui syair-syair indah yang ditulis oleh para ulama, seperti dalam kitab Al-Barzanji. Kang Said menjelaskan, memuji-muji nabi melalui syair itu merupakan sunnah taqririyah, atau perilaku sahabat yang diketahui dan dibenarkan oleh Nabi.

“Yang mengatakan Maulid Nabi bid’ah, Barzanji ? bid’ah silakan belajar ke pesantren atau datang kepada saya, nanti saya jelaskan,” kata Kang Said yang hadir didampingi Sekjen Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU KH Nurul Yaqin Ishaq.

Peringatan Maulid Nabi Pesantren Al-Hikam Asalafiyah itu dihadiri sejumlah tokoh Nu setempat, antara lain KH Hasan Syueb (Musytayar), KH. Adang Badruddin (Rais), KH. John Dien (Katib), H. Nashir Saady (Ketua Tanfidziyah), Bahir Muhlis (Sekretaris), H. Sona M (Ket. LPNU), Ramlan Maulana (ISNU), Anwar Nasihin (GP. Ansor), KH Alam, KH M. Tajudin, dan Ust. Syarif.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mustiko DP

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Khutbah, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Marah merupakan tabi’at yang tidak bisa hilang dalam diri manusia. Ia seakan-akan sudah manunggaling dengan jiwa manusia. Siapapun sebenarnya memiliki potensi marah. Walaupun marah tidak bisa dilenyapkan dari tubuh manusia ia mesti selalu dikontrol dan dikendalikan.

Kepada manusia, Allah SWT mengaruniai akal yang berfungsi untuk menuntun amarah. Bila ada manusia yang tidak mampu mengontrol amarahnya, berarti ia belum mampu mengoptimalkan kinerja akalnya.

Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Banyak literatur keislaman menyebutkan bahwa mengendalikan amarah terbilang perbuatan yang mulia. Namun, fakta di lapangan sangat sedikit sekali orang yang mampu menerapkan ajaran ini secara total. Memang rasanya tidak mudah menahan amarah ketika ada orang zhalim dan menyakiti kita apalagi perbuatan itu dilakukan berulang-ulang kali.

Sebab itu Imam al-Ghazali membuat bahasan khusus tentang bahaya amarah dan kiat menghilangkannya dalam Ihya Ulumiddin. Bahasan ini kemudian disarikan oleh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dalam Mau’idzatul Mu’minin. Al-Qasimi menyebutkan dalam kitab ini bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meredam amarah ialah sebagai berikut,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Di antara cara menghilangkan marah ialah membayangkan buruknya rupa orang yang sedang marah sembari membayangkan bentuk wajah orang lain ketika marah. Jeleknya wajah orang yang sedang marah itu ditanamkan dalam hati dan jika diperhatikan wajahnya hampir serupa dengan binantang buas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara orang yang sabar diberi petunjuk, dan mampu menahan amarah. Rupanya disamakan dengan para nabi, wali, ulama, dan orang-orang bijak. Ia diberi pilihan apakah mau disamakan dengan binatang buas atau manusia yang paling jelek, atau dengan ulama dan para nabi. Tujuan penyamaan ini adalah agar hati mereka cenderung untuk mengikuti nabi, wali, dan para ulama selama akal sehat masih ada dalam dirinya.

Kutipan ini sekaligus sindiran dan solusi bagi orang yang suka marah. Wajahya disamakan dengan binatang buas. Sedangkan orang yang pandai menahannya diumpakan karakternya dengan para nabi dan wali.

Bagi orang yang berakal tentu ungkapan ini akan membuat mereka berubah. Sebab pada dasarnya tidak ada manusia yang mau disamakan dengan binatang. Berdasarkan penjelasan ini dapat dipahami bahwa Islam identik dengan keramahan, bukan kemarahan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Padangpariaman, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten  Padang Pariaman Dr Zainal Tuanku Mudo, SAg, Mag, mengatakan, ibadah kurban merupakan salah satu ibadah untuk  menyempurnakan nilai-nilai  kemanusiaan. Karena dengan berkurban, dapat mengembalikan umat manusia menjadi hamba yang bertauhid.

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Sempurnakan Nilai-nilai Kemanusiaan

Zainal mengatakan hal itu ketika bertindak sebagai Khatib Shalat Idul Adha 1436 H/2015, di halaman Kantor Bupati Padangpariaman, Paritmalintang, Kamis (24/9).

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Propinsi Sumatera Barat ini menyebutkan, tujuan dari ibadah kurban untuk meningkatkan kebersamaan, karena di dalam pelaksanakan kurban, ada berbagi dengan sesama umat yang dirasakan  dengan penuh keindahan dan berkah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Zainal, berawal dari mimpi Nabi Ibrahim Alaihi Salam, yang disuruh untuk menyembilih anak, oleh Sang Khaliq, menyembelih anaknya Nabi Ismail, karena Ibrahim yakin, bahwa yang menyuruh itu Allah swt, dia tidak ragu-ragu untuk melaksanakannya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman, Drs H Ali Mukhni dalam sambutannya menuturkan, Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi umat muslim sedunia karena dilaksanakannya dua ibadah agung yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kedua ibadah itu disebut dalam  Al-Quran sebagai salah satu dari syiar-syiar agama Isalam  yang harus dihormati dan diangungkan oleh hamba-hambanya," ucapnya 

Ali Mukhni menambahkan,  Idul Adha banyak mengandung hikmah bagi kehidupan manusia sekarang dan masa depan (now and future). Salah satunya, aspek kesepakatan antara Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid” karangan ulama besar hadits dunia Islam sekaligus “musnid al-dunyâ” pada zamannya, yaitu Syekh Muhammad Yâsîn ibn ‘Îsâ al-Fâdanî al-Makkî (dikenal dengan Syekh Yasin Padang, 1335-1410 H/ 1917-1990 M).

Syekh Yasin Padang lahir, besar, berkarir, dan wafat di Makkah, dari kedua orang tua yang berasal dari Nusantara, tepatnya dari Padang, Sumatera Barat. Syekh Yasin Padang berkebangsaan Saudi Arabia. Ayahnya, Tuan Isa bin Udik, adalah generasi pertama yang hijrah dari Padang ke Makkah pada akhir abad ke-19 M.

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Syekh Yasin Padang dikenal sebagai ulama besar dunia Islam dalam bidang hadits dan asânid (sanad) pada paruh kedua abad ke-20 M. Beliau mengajar di Masjidil Haram dan menjadi salah satu pemuka ulama terbesar di sana, sekaligus mengampu Madrasah Dâr al-‘Ulûm al-Dîniyyah, sebuah institusi pendidikan keilmuan agama Islam terkemuka di Makkah.

Ada banyak julukan kemuliaan yang disematkan kepadanya, seperti Ilmud Dîn (pelita ilmu pengetahuan agama), al-muhaddits (guru besar hadits), al-‘allâmah (seorang yang kapasitas keilmuannya di atas rata-rata), musnidud dunyâ (mata rantai periwayatan hadits pada zamannya), dan lain-lain. Karena itu, tidaklah mengherankan jika murid-murid Syekh Yasin Padang adalah para ulama sentral dari berbagai pelosok dunia Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Yasin Padang terhitung sebagai ulama besar terakhir asal Nusantara yang berkarir di Haramain, karena setelah kewafatan beliau (1990 M), belum muncul lagi sosok ulama besar dari Nusantara yang karirnya cemerlang di Tanah Suci.

(Baca juga: Cara Syekh Yasin al-Fadani Mengader Kiai Sahal Mahfudh)



Karya pemikirannya lahir lebih dari seratus buah, kesemuanya ditulis dalam bahasa Arab dan mengkaji pelbagai bidang keilmuan Islam, mulai dari ilmu tauhid (teoilogi Islam), fikih (yurisprudensi Islam), ushul fikih (filsafat yurisprudensi Islam), balaghah (retorika), manthiq (logika), hadits, dan utamanya dalam bidang ilmu transmisi intelektual atau ilmu sanad (‘ilm al-asânid wa al-tsabat wa al-ijâzah). Dalam rentang sejarah keilmuan Islam selama kurun waktu 14 abad ini, bisa dikatakan Syekh Yasin Padang adalah orang pertama yang menghimpun karangan ilmu sanad ulama-ulama Islam sepanjang zaman dan dari pelbagai pelosok dunia. Karena ini pulalah, beliau dijuluki “musnid al-dunyâ”.

Salah satu karya terpenting Syekh Yasin Padang dalam bidang “ilmu sanad” ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid”. Kitab ini menghimpun kumpulan sanad ulama-ulama Nusantara. Dalam konteks kajian sejarah peradaban dan keilmuan Islam Nusantara, tentu kitab ini memiliki kedudukan yang sangat penting dan istimewa, karena dalam kitab inilah jejaring dan genealogi intelektual para ulama Nusantara dapat terlacak dan terbaca dengan sangat jelas dan runut.

Saya mendapatkan naskah kitab ini dari sahabat saya, al-Fadhil Nanal Ainal Fauz, kiyai muda yang aktif mengkurasi karya-karya ulama Nusantara dan mendigitalisasinya, sekaligus salah satu pendiri Komunitas dan Yayasan Turats Ulama Nusantara di tahun 2016 lalu. Naskah tersebut bertebal 152 halaman dengan format cetak batu (litografi).

Tidak ada kolofon yang menginformasikan kapan kitab ini secara pasti ditulis. Naskah “al-‘Iqd al-Farîd” yang saya dapatkan adalah naskah versi cetakan “Dâr al-Saqqâf” Surabaya (Jawa Timur), dengan titimangsa cetak bulan Rajab tahun 1401 Hijri (Mei 1981 Masehi). Besar kemungkinan kitab ini ditulis pada tahun yang sama dengan tahun percetakannya. Tertulis pada halaman akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? 1401 ? // ? ? ? // ? ? ? ? ?// ?.?. 127// ? – ?

(Telah selesai dengan memuji kepada Allah, pada bulan Rajab tahun 1401 Hijri, mencetak kitab ini, pada percetakan Dâr al-Saqqâf, po box 127 Surabaya, Indonesia).

Pada halaman kedua naskah ini, didapati tulisan tangan Syekh Yasin Padang dalam bahasa Arab bercorak Riq’î, menyatakan jika beliau telah meriwayatkan dan menghijazahkan (melisensikan) kitab ini kepada al-Mukarram KH. Sahal Mahfuzh (Kajen, Pati, w. 2014), mantan ketua umum MUI dan Rois ‘Am PBNU. Tertulis di sana;

?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. 18/ 12/ 1401.

(Aku telah memgijazahkan semua kandungan risalah ini yang bernama “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” dan semua kitab-kitab yang diriwayatkan olehku, kepada saudaraku di jalan Allah, seorang Ustadz Muda, Sahal Mahfuzh dari Kajen Pati. Aku berwasiat kepadanya dan kepada diriku agar senantiasa bertakwa dalam keadaan ramai dan sepi, dan aku berharap darinya agar tidak melupakanku dalam doa-doa kebaikannya, dalam khalwat dan jalwatnya. Telah mengatakan dan menulis akan hal ini dengan tangannya sendiri, pelayan kecil atas hadits dan ilmu sanad, seseorang yang mengharapkan ampunan tuhannya, ‘Ilmuddîn, Abû al-Faidh, Muhamamd Yâsîn ibn Muhammad ‘Îsâ al-Fâdânî al-Makkî. Tertanggal 18/12 [?]/ 1401 Hijri).

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” ini menghimpun sanad keilmuan ulama-ualam Nusantara. Pada halaman 4 (empat), bab sanad kitab-kitab hadits, entri sanad kitab hadits “Shahîh Bukhârî” (al-Jâmi’ al-Shahîh), didapati sanad keilmuan yang diriwayatkan oleh Syekh Yasin Padang dari jalur sanad ulama-ulama Nusantara sebagai berikut;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Warta, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Jawa Tengah menyerahkan donasi sebesar 50 juta untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang diderita Dai Bahtiar, putra almarhum Ketua PCNU Sukoharjo H. Nagib Sutarno di kediaman Dai, di Polokarto Sukoharjo, Kamis (5/1).

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Dai Bahtiar, menderita sakit setelah ia mengalami kecelakaan saat hendak berangkat ke pesantren. Kecelakaan tersebut membuat kakinya cidera dan akhirnya setelah beberapa kali dioperasi terpaksa dilakukan amputasi.

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)
NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari Ketua PWNU Jateng KH Abu Hapsin dan Sekretaris KH M Arja Imroni, Ketua LAZISNU Jateng, Muh Mahsun. Turut hadir pula Rais Syuriah PCNU Sukoharjo KH Abdullah Faishol.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua LAZISNU Jateng Muh Mahsun, berharap bantuan ini dapat meringankan biaya pengobatan yang menelan biaya cukup banyak. "Semoga kepedulian warga Nahdliyyin dan donatur lainnya dapat meringankan beban keluarga. Amin," ujar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU Jateng, Zainuddin Zein menambahkan bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari program NUCARE-LAZISNU Jateng. "Insyaallah kita teruskan sampai Pebruari, semoga dana yang terkumpul nanti juga bisa untuk membeli kaki palsu," ungkapnya.

Perwakilan dari pihak yang menerima bantuan tersebut, berterimakasih atas donasi yang diberikan dari para donatur. Kami sampaikan terima kasih, mohon ada pendampingan dan bimbingan dari keluarga besar NU, terang Istri Alm. H Nagib, Hj. Siti Zumrotun. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas keagamaan di Mesir menilai acara reality show tari perut yang didesain seperti X Factor sebagai "cabul" dan menyerukan agar dihentikan dari penayangan.?

Dar Al Ifta-, lembaga yang memiliki otoritas untuk membuat fatwa di Mesir mengatakan bahwa program tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari "kampanye untuk menghancurkan sistem moral rakyat Mesir yang beragama," sebagaimana dilansir oleh ahram online.

Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Larang Reality Show Tari Perut (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Larang Reality Show Tari Perut

Program ini hanya melayani "ekstrimis yang bisa menggunakan [program] tersebut untuk memperkuat gagasan bahwa masyarakat menentang agama," katanya dalam sebuah pernyataan di situs resminya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemerintah baru-baru ini meluncurkan kampanye melawan ateisme sementara di sisi lain secara paralel melakukan tindakan keras terhadap Islam yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin yang dilarang.?

Mesir akan melalui "tahap kritis" yang mengharuskan masyarakat berkonsentrasi pada "tantangan besar" seperti pembangunan, buta huruf, kesehatan dan terorisme, kata lembaga keagamaan tersebut.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

The Belly Dancer adalah kompetisi yang pertama kali digelar di televisi Mesir. Di antara presenternya adalah penari terkenal Dina.?

Program ini mulai ditayangkan pada saluran Al-Qahira wal Nas Ahad ini dan disiarkan tiga hari dalam seminggu.?

Pada hari Selasa, saluran TV tersebut mengeluarkan pernyataan akan menunda episode mendatang setelah 11 personel keamanan tewas dalam serangan bersenjata di Sinai Utara.?

Selain itu mereka juga akan menambahkan garis hitam ke layar TV sebagai bagian dari tiga hari berkabung.?

Sebelumnya dalam iklan yang ditayangkan oleh TV tersebut, dinyatakan bahwa pemenang akan mendapatkan gelar penari perut terbaik sedunia. (mukafi niam) foto:the dubai safari

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Daerah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari pengurus baru PBNU periode 2015-2020 yang melaporkan pelaksanaan muktamar ke-33 di Jombang pada 1-5 Agustus 2015. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dengan Kabinet Kerja-nya siap untuk menjalin kerjasama dengan PBNU untuk menjalankan sejumlah program kemasyarakatan.

Andi Najmi, wakil sekjen PBNU yang turut dalam pertemuan tersebut menyatakan, Presiden akan memerintahkan para menteri untuk segera menjalin program kerjasama dengan PBNU.?

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

“Presiden juga minta agar warga NU tetap tenang dalam menghadapi dampak krisis global. Meskipun ada masalah, beliau menjamin harga BBM dan harga sembako tidak akan naik,” kata Anji Najmi di gedung, Kamis.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden yang telah mendukung dan membuka muktamar NU.

“Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Presiden yang telah mensupport sehingga muktamar berjalan dengan baik, kata Kiai Said, Kamis (27/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga melaporkan sejumlah materi yang dibahas di muktamar, seperti permasalahan agama yang dibahas dalam beberapa forum bahtsul masail, isu-isu terkini dan rekomendasi.?

Hadir mewakili PBNU KH Ma’ruf Amin (rais aam), KH Miftahul Akhyar (wakil rais aam), KH Yahya Cholil Tsaquf (katib aam), KH Masdar F Mas’udi (rais syuriyah), sementara dari jajaran syuriyah KH Said Aqil Siroj (ketua umum), H Slamet Effendy Yusuf (wakil ketua umum), H Helmy Faishal Zaini (sekretaris jenderal), H Saifullah Yusuf (ketua), dan H Andi Najmi Fuadi sedangkan presiden didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Staff Khusus Presiden Bidang Komunikasi Teten Masduki. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ulama, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mengimbau warga NU untuk memanfaatkan teknologi informasi bagi kepentingan NU baik keorganisasian maupun kewargaan NU. Dengan itu, NU dan warganya diharapkan menjadi lebih solid.

Demikian dikatakan Kiai Hasyim di hadapan ratusan hadirin dalam peresmian kerja sama pelatihan informasi dan teknologi antara PCNU kota Surakarta dan PT Telkom di Hotel Lampion, Solo, Senin (17/3).

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Informasi Harus Solidkan Warga NU

Seiring peningkatan penggunaan teknologi informasi di kalangan warga NU, “Gerakan NU bisa lebih cepat dan terkoordinir,” kata Kiai Hasyim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Disaksikan ratusan orang, kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara kedua pihak. Tampak hadir dalam peresmian ini KH Hasyim dan Komisaris Utama Telkom Indonesia Jusman Syafii Djamal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pascaperesmian, pelatihan internet gratis dan bersertifikat untuk warga NU akan dimulai. Menurut Manager CS Telkom Area Solo Raharjo, pelatihan tersebut akan dilaksanakan di Kantor PCNU Solo, Jawa Tengah. “Peserta nantinya akan dikelompokkan menjadi 3 kelas,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Presiden Joko Widodo berbicara tentang era persaingan di depan para santri Pondok Pesantren Al Mizan yang merupakan penerus bangsa agar bisa menghadapi kompetisi dengan negara lain.?

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri

"Saya ingin sedikit titip pada anak-anak semuanya (para santri), era sekarang era persaingan, era kompetisi, semuanya agar belajar dengan sebaik-baiknya, bekerja keras," kata Presiden saat melakukan silahturahmi dengan para pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Presiden, para santri tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga belajar berbagai ilmu untuk mempersiapkan diri untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Baik secara individu maupun sebagai warga negara," kata Jokowi.

Untuk itu, lanjut Presiden, para santri harus memiliki optimisme dan percaya diri karena masa depan bangsa ada di tangan para generasi mudanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para santri jangan lupa ngaji, apalagi salat, juga harus belajar sebaik-baiknya," tambah Presiden Jokowi.

Acara silahturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren ini merupakan salah satu kegiatan Presiden dalam melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon.

Presiden seharusnya juga akan melakukan silahturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Buntet di Kabupaten Cirebon, namun kejadian bom yang mengguncang di Jalan Thamrin Jakarta Pusat menyebabkan acara tersebut dibatalkan. (Antara/Mukafi Niam). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) resmi menutup perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11) di Asrama haji Pondok Gede Jakarta. Memberikan sambutan setelah Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, JK memberikan ucapan selamat kepada Khofifah sekaligus bangga dengan kiprah Muslimat NU selama.

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

JK menilai, problem bangsa ini bukan hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga keadilan sosial. Upaya ini menurutnya telah dilakukan oleh Muslimat NU sehingga peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini mempunyai peran strategis.

“Sesuai dengan semangat Islam Nusantara, kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun seiring sehingga mewujudkan kedamaian,” ujar JK kepada sekitar 2200 kader Muslimat NU yang mengikuti sesi penutupan.

Pria asal Makassar ini menjabarkan, kedamaian hidup berbangsa dan bernegara akan damai jika kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud. Menurutnya, Muslimat NU telah melakukan segala upaya untuk mewujudkan tujuan itu melalui berbagai bidang yang telah didirikan dan bekerja nyata.

JK juga memberikan harapan menjelang seabad Muslimat NU. Dia menginginkan kepada Muslimat agar mewujudkan berbagai capaian dan hasil untuk terus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selamat kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dipilih secara aklamasi, berarti dia dicintai anggota dan kadernya,” tutur JK sebelum menutup sambutannya.

JK bersama KH Ma’ruf Amin, dan Khofifah resmi menutup kegiatan Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 itu dengan menabuh rebana diiringi shalawat Nabi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).?

Hadir dalam penutupan Kongres Muslimat NU ini Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Founder Mustika Ratu Moeryati Soodibyo, KH Ahmad Bagja, dan para pejabat eselon 1 kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Olahraga, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock