Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Guna mempererat sinergitas gerak, sejumlah badan otonom di lingkup wilayah NU Boyolali menggelar kegiatan Diklat Terpadu pada Ahad lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Gejugan, Tanjung Klego tersebut diikuti 4 banom, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Salah satu perwakilan Banom, GP Ansor, yang kebetulan menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) GP Ansor, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, mendukung penuh kegiatan ini.

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

“Kegiatan bersama ini sebagai wujud persatuan antar banom NU. Sebagai anak-anak NU, sudah selayaknya saling bersinergi dalam mengawal kaderisasi Nahdlatul Ulama,” papar Ketua PAC GP Ansor Klego Boyolali Alim Bandowi.

Sementara itu, menurut ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrohim, sinergitas ini diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah pengkaderan semata.

“Kader IPNU dididik dan dipersiapkan untuk menjadi kader Ansor, IPPNU untuk Fatayat, CBP untuk Banser dan KPP untuk Fatser. Sudah semestinya komunikasi tersebut dibangun sejak awal agar komitmen tetap terjaga,” papar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktiknya, beberapa rangkaian kegiatan bahkan dijadikan satu forum. Selain PKD dan Diklatsar Diklatama yang diselenggakan GP Ansor, juga diselenggarakan Diklatama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU, dan Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 09 Februari 2018

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

Lumajang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Keluarga Santri Lumajang (IKSAL) bersama MWCNU Pronojiwo membuka diskusi bertema “Antara Tradisi dan Dalil” di auditorium MI Nurul Islam, Sumberurip, Lumajang, Ahad (10/8). Forum diskusi ini menghadirkan pengurus PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin sebagai narasumber.

Ketua IKSAL Yusroful Kholili mengatakan, seminar ini merupakan serangkaian usaha untuk memberikan penjelasan secara argumentatif atas amaliyah NU yang sudah mentradisi. “Forum ini penting dalam rangka memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tradisi NU yang selama ini diamalkan berlandaskan dalil.”

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

IKSAL merupakan organisasi daerah di pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua MWCNU Pronojiwo Ustadz Ali Ridlo Saleh menilai penting forum ilmiah seperti ini.

“Amaliyah-amaliyah yang dilakukan selama ini bukan berangkat dari ruang kosong, yang bisa semerta-merta diklaim bid’ah,” kata Ustadz Ali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nilai-nilai NU yang terkait dengan amal ibadah dan sikap politiknya, kata Kiai Ma’ruf Khozin, telah teruji secara syar’i. NU dalam hal politik menolak tegas setiap kelompok yang berbuat bughot, makar.

“NU untuk itu secara nyata mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Kiai Ma’ruf. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 02 Februari 2018

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Forum Alumni Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Pamekasan dari setiap tingkatan merapatkan barisan, Ahad (25/10). Mereka menggelar tahlilan yang menjadi kebiasaan warga NU.

Kegiatan rutin bulanan tersebut juga dikemas dengan baca surat Yasin dan kajian kitab kuning. Tempatnya secara bergantian di rumah-rumah senior IPNU Pamekasan.

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni IPNU Pamekasan Rapatkan Barisan lewat Tahlilan

"Sekarang bertempat di rumah rekan daerah Sampang. Selanjutnya bulan depan pindah ke rumah rekan yg lain. Yang sempat hadir saat ini hampir mencapai 30 orang," terang Ahmad Faisol, salah satu alumni PC IPNU Pamekasan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di bulan November mendatang, terang mantan Ketua PAC IPNU Kadur itu, lokasinya di rumah rekan Abd Hadi Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

"Kami memandang kegiatan ini sangat bagus sekali. Paling tidak ia bisa membawa 3 manfaat yang sangat penting, yaitu silaturahim, menuntut ilmu, dan serap aspirasi alumni," kata Faisol. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas

Melakukan ibadah haji bisa juga disebut tindakan bertamu, yakni bertamu ke rumah Allah atau yang dalam bahasa Arab disebut “baitullah”. Tahapan awal dalam melakukan ibadah haji adalah menjalankan ihram, dengan wujud niat dan memakai pakaian ihram. Pakaian ihram identik dengan warna putih serta tidak berjahit sehingga bisa dikatakan tak lebih berupa lembaran kain yang dililitkan ke tubuh.

Ibn Abbas, salah satu sahabat yang dijuluki “lautan ilmu”, serta sosok yang dapat dikatakan mengenal Nabi Muhammad dengan baik, memiliki “renungan” tersendiri perihal pakaian ihram. Imam Abu Bakr al-Bakri dalam Hasyiyah I’anatut Thalibin mengutip dari ar-Raudl al-Faiq, mengungkapkan bahwa suatu kali Ibn Abbas pernah ditanya perihal hikmah dari beberapa “perilaku” dalam ibadah haji.

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan Penting Pakaian Ihram Menurut Ibnu Abbas

Beliau lalu menyatakan “Tidak ada sedikitpun dari beberapa perilaku haji serta yang berkaitan dengannya, kecuali di dalamnya ada hikmah mendalam, nikmat yang lengkap serta cerita, sesuatu dan rahasia yang tiap mulut akan kesulitan dalam menjelaskannya”. Lalu Ibn Abbas? mengungkapkan tiga hal berkaitan pakaian ihram:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pertama, kebiasaan manusia apabila mendatangi manusia lain maka akan memakai pakaian paling membanggakan. Dengan adanya keharusan ihram memakai kain putih tidak berjahit yang bertolak belakang dengan kebiasaan manusia tersebut, Allah seakan ingin memberi tahu bahwa tujuan untuk mendatangi tempat Allah berbeda dengan mendatangi tempat makhluk.

Hal ini bila dijabarkan lebih lanjut, kesadaran kita untuk mendatangi Allah haruslah berbeda dengan mendatangi manusia maupun makhluk secara umum. Allah adalah sang khaliq (pencipta), sedang selain-Nya adalah makhluk (ciptaan).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Perbedaan posisi keduanya mengharuskan perbedaan perilaku di hadapan keduanya. Memakai pakaian yang bagus di hadapan manusia lain bisa jadi untuk menjaga wibawa atau memperoleh kenyamanan orang yang melihat. Sebab manusia adalah makhluk dengan ikatan-ikatan benda duniawi pada dirinya.

Allah berbeda dengan manusia. Allah maha pencipta yang niscaya lebih kaya dari ciptaannya. “Nilai lebih” yang Allah pinta dari manusia adalah ketaqwaan yang sulit untuk dicerna dengan mata kepala.

Kedua, agar si hamba menyadari dengan menanggalkan segala sesuatu tatkala ihram, ia menanggalkan diri dari harta benda duniawi. Layaknya bayi yang keluar dari rahim ibunya tanpa memakai sehelaipun pakaian.

Hal ini menyiratkan bahwa memakai pakaian ihram adalah bentuk prilaku pemakainya dalam melepas hal-hal berbau duniawi. Di tubuhnya tidak ada sesuatu kecuali hal-hal yang digunakan untuk menutup aurat.

Ketiga, keadaan ihram menyerupai keadaan saat hadir di tempat dimana kelak kita dihisab oleh Allah di tempat tersebut.? Allah berfirman dalam surah an-Nisa’ ayat 40:

? ? ? ? ? ?

Artinya:? “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,”

Dan dalam surah al-An’am ayat 94 Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:? “Dan Sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu kami ciptakan pada mulanya,”

Ketiga “renungan” Ibn Abbas tersebut memberi tahu pada kita bahwa dalam ihram yang merupakan permulaan haji, perlu ada kesadaran tersendiri bahwa pelakunya diajak melewati saat-saat menanggalkan diri dari hal-hal berbau duniawi meski masih hidup di dunia. Meski hal itu bertolak belakang dengan fitrah manusia yang tidak bisa hidup tanpa harta benda duniawi, tapi bukan berarti membuat kita merelakan kesadaran kita juga direbut olehnya. Wallahu a’lam bis shawab. (Mohammad Nasef/Islami.co)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

Bondowoso, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gerakan Pemuda Ansor dalam upaya menertibkan administrasi dan menata system pengaderan melakukan akreditasi kelembagaan mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang, hingga anak ranting.

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

1-23 September, Masa Akreditasi Anak Cabang Ansor Se-Bondowoso

Untuk proses ini, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kebupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengingatkan seluruh anak cabang atau kepengurusan di tingkat kecamatan untuk mempersiapkan diri menyongsong giliran akreditasi pada September ini.

“Adanya akreditasi tentu menjadi sebuah motivasi bagi kita selaku kader Gerakan Pemuda Ansor,” kata Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil pada rapat pleno yang diikuti ketua dan sekeretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Se-Kabupaten Bondowoso di Desa Wisata Organik, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Ahad (14/8) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Proses akreditasi akan dilakukan langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur. Muzammil memaparkan rincian jadwal turba (turun ke bawah) dalam akreditasi kali ini ini. Secara berurutan, akderitasi akan dilakukan tiap hari dari tanggal 1-23 September.

PAC GP Ansor Kecamatan Bondowoso mendapat giliran pertama kali kunjungan akreditasi (1 September), disusul Tenggarang, Wonosari, Botolinggo, Cermee, Klabang, Pejaten, Tapen, Pujer, Sempol, Sukosari, Sumber Wringin, Tolgosari, Grujugan, Jambesari, dan Maesan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada tanggal 17 September, kunjungan berlanjut ke PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, kemudian hari berikutnya ke Binakal, Curahdami, Pakem, Taman? Krocok, Tegalampel, dan terakhir pada 23 September di Kecamatan Wringin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus harian PC GP Ansor Bondowoso, Satkorcab Banser Bondowoso, dan segenap PC Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Kotamobagu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ratusan kader Ansor se-Sulawesi Utara resmi dibaiat Pimpinan Pusat GP Ansor tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (12/12) dini hari.

"Sengaja kita melakukan baiat kader bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar apa yang menjadi komitmen kita bisa didengar langsung Rasulullah SAW," kata Khairul Anwar, salah satu Instruktur dari PP GP Ansor, beberapa saat sebelum prosesi baiat dilaksanakan.

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Menurut Wakil Sekjen PP GP Ansor itu, yang namanya baiat harus dilakukan secara khusyuk sebagaimana juga melakukan shalat.

"Karena itu, para peserta diwajibkan berwudlu sebelum dibaiat. Ini dilakukan untuk menjaga agar para peserta tetap dalam keadaan suci saat mengucap kata-kata sumpah dan janji."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagaimana diketahui, prasyarat untuk menjadi anggota dan kader Ansor sebelum dibaiat, para peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Pelatihan Dasar (Dillatsar) Banser se-Sulut diwajibkan mengikuti pembekalan dari para Instruktur Nasional yang juga pengurus PP GP Ansor. Mereka adalah Benny Rhamdani (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor), Faisal Attamimi (Wakil Ketua), Saleh Ramli (Wakil Ketua/Korwil Sulut), M. Aziz Hakim (Wakil Sekjen), Khairul Anwar (Wakil Sekjen), dan Herry dari Satkornas Banser.

Selama lima hari itu para instruksi lebih memberikan penguatan dan pemahaman ideologi serta paham yang dianut GP Ansor, organisasi pemuda dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan dalam beberapa materi instruktur juga sempat memberikan pengetahuan kepada para peserta soal bagaimana menghadapi situasi kenegaraan dan politik yang serba gaduh saat ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut mereka, kelahiran Gerakan Pemuda Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

"Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol," kata Aziz Hakim.

Nama Ansor, lanjut Aziz, merupakan saran dari KH Abdul Wahab Chasbullah, ulama besar, pahlawan nasional, sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. "Dalam sejarahnya, pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang. Setelah revolusi fisik (1945-1949) usai, tokoh Ansor yang saat itu bernama ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, mengemukakan ide mengaktifkan kembali ANO atau Ansor. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu. Maka pada 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)."

Pelaksanaan pembekalan tingkat Sulawesi Utara tersebut dilakukan di eks Kampus STIE Widya Dharma Kotamobagu, sejak Kamis hingga Ahad (08-11/12/16). Dan, untuk tidak tercampur baur, Instruktur membagi tiga kelas sekaligus pada pembekalan tersebut, yakni kelas PKD, Diklatsar Banser dan kelas PKL.

Peserta sendiri, baik PKD, PKL dan Banser terdiri dari para pemuda dengan berbagai latar belakang profesi maupun pekerjaan, seperti anggota DPRD, Komisioner KPU Kabupaten/Kota, ASN, Pendamping Desa, Jurnalis, dan bahkan beberapa mantan aktivis mahasiswa seperti PMII.

? "Di antara peserta ada Eka Korompot (Kepala Dinas Perhubungan Bolmong), Fadly (Wakil Ketua DPRD Bolmong Selatan), Jusran D. Mokolanot dan Dani I. Mokoginta (Anggota DPRD Kotamobagu), Komisioner KPU diantaranya; Asep Sabar (Kotamobagu), Rully Halaa (Bolmong), Mirwan Noe (Sitaro), Awaludin Umbola (Bolmong Timur)," ujar Supardi Bado, Ketua Panitia kegiatan, saat dikonfirmasi media ini, sambil menambahkan bahwa yang pasti, semua peserta sudah mengikuti kegiatan dan tahapannya dengan baik.

"Yang patut diacungi jempol, para peserta rela meninggalkan pekerjaan dan kantornya demi membesarkan Ansor di Sulut. Mudah-mudahan Ansor di daerah ini bisa terus eksis," pungkas Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulut yang juga Ketua Komisi I DPRD Bolmong, didampingi Ismail Maga, Sekretaris PW GP Ansor Sulut.

Saat baiat, para peserta diwajibkan melakukan ritual berjalan di atas bara api yang menyala. "Ini bukan unjuk pamer kebal terhadap api, tapi lebih kepada komitmen, bahwa apapun yang berlawanan dengan prinsip ASWAJA yang dianut oleh Ansor, akan dihadapi. Karena itu menjadi Ansor harus total dan tidak boleh setengah-setengah," kata Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, yang menyaksikan langsung jalannya prosesi baiat kader Ansor. (Asep Sabar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kusdi, seorang tukang cukur memiliki cara lain membahagiakan anak yatim. Warga asal dukuh Babalan, Undaan, Kudus ini secara khusus membebaskan ongkos pangkas rambut bagi anak yatim yang datang ke kedainya.

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangkas Rambut Gratis bagi Yatim di Pasar Babalan

Menurut Kusdi, bebas ongkos bagi anak yatim ini merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya dalam membahagiakan mereka."Siapapun yang potong rambut ke sini, hanya bilang dirinya anak yatim, kami gratiskan tidak usah membayar. Mungkin ini yang bisa saya berikan untuk membahagiakan mereka,"ujar Kusdi sambil mengharap keberkahan pada usahanya.

Kusdi mengaku terinspirasi dari juragan tukang cukur Somat di mana dirinya magang sebelum membuka usaha sendiri. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saat ikut bang Somat, anak yatim yang datang dibebaskan ongkosnya dan ternyata bisa sukses. Hal ini yang saya terapkan pada usaha kami ini," imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kusdi mulai membuka kedai pangkas rambutnya baru satu tahun, Juni 2013. Ia mematok ongkos Rp 5.000 per orang. Meskipun di Pasar Babalan banyak tukang cukur lainnya, ia setiap harinya mengaku tidak pernah sepi melayani paling sedikit 20 orang.

"Alhamdulillah mas, selalu ramai antara 20-30 orang yang potong rambut ke sini. Waktu ramai, biasanya di malam hari," tutur Kusdi yang sebelumnya menjadi buruh.

Kusdi ke depan bermaksud mengembangkan usaha di kampung halamannya. "Doakan saja semua tetap sukses dan lancar. Insya Allah, tetap memberikan gratisan kepada anak yatim selamanya," pungkasnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, Daerah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock