Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak harlah ke-88 NU oleh PCNU kabupaten Cirebon yang semula dijadwalkan jatuh pada Ahad (16/3), dimajukan menjadi Sabtu (15/3). Pemindahan jadwal acara ini dilakukan karena  mempertimbangkan ketertiban umum mengingat hari yang dijadwalkan jatuh pada hari pertama kampanye.

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari

“NU biasa mengalah seperti ini demi menjaga kondusifitas dan keamanan di tengah masyarakat,” kata Rais Syuriyah PCNU Cirebon KH Usamah Mansur di hadapan sedikitnya 1000 warga NU yang mamadati area acara puncak harlah ke-88 NU di halaman Kantor PCNU Cirebon, Sumber, Cirebon, Sabtu (15/3) malam.

Acara ‘NU Bersholawat’ yang rencananya menghadirkan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf di stadion Ranggajati Cirebon, diurungkan. Karena, kegiatan kemasyaratan yang melibatkan masa besar selama masa kampanye di lapangan terbuka, tidak diperkenankan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Puncak acara ditutup dengan ceramah ke-NUan yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Sebelum ceramah, jajaran PCNU Cirebon membagikan hadiah kepada sejumlah pemenang perlombaan yang dilangsungkan sepekan sebelum puncak harlah. Perlombaan itu meliputi penulisan ilmiah ke-NUan, cerdas cermat, genjring, dan mewarnai logo NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Usai ceramah, warga NU disuguhkan pementasan grup wayang cepak dari Jamblang. Pementasan ini mengusung cerita masuknya Islam ke tanah Cirebon. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Pusat Fatayat NU menggelar Seminar “Kajian Perkawinan Anak dan Upaya Penanggulangannya” di Hotel Bintang Griya Wisata Jakarta, Rabu (22/2).

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak

Seminar tersebut dilatarbelakangi oleh temuan masih tingginya angka pernikahan anak di Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012 menyebutkan jumlah perempuan yang menikah di usia 10-15 tahun mencapai angka 11,13 persen, sedangkan perempuan usia 16-18 tahun menikah sebanyak 32,10 persen (BPS, 2013).?

Artinya, perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia sampai dengan 18 tahun di Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 43,23 persen atau hampir separoh dari jumlah perkawinan yang terjadi.?

Angka tersebut sekaligus menyebabkan Indonesia, pada tahun 2012 di wilayah ASEAN, menjadi negara dengan jumlah perkawinan anak tertinggi kedua setelah Kamboja (BKKBN, 2012).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menyatakan Fatayat NU sangat mendorong dan berupaya keras untuk terus memberikan advokasi guna mengurangi praktik pernikahan di bawah umur untuk lebih menciptakan kemaslahatan.

“Upaya hukum yang dilakukan sejumlah LSM dengan melakukan pengujian yudisial (judicial review) pada Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Namun, kita perlu tetap mengkaji kembali kebijakan UU perkawinan tersebut,” terang Anggia.

Pihaknya berharap semua tokoh masyarakat dapat terlibat dan proaktif dalam mempersiapkan generasi, keluarga, dan bangsa yang maslahat.

Seminar yang terselenggarara atas kerjasama PP Fatayat NU dengan Ford Foundation tersebut, juga menyajikan sejumlah pemaparan hasil penelitian Fatayat NU tentang adanya perkawinan anak di berbagai daerah di Indonesia.?

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PP Fatayat NU, yang juga ketua dalam tim penelitian tersebut, Iklilah Muzayyanah DF, mengungkapkan penelitian menggunakan perspektif perempuan dan menjadikan pengalaman perempuan sebagai sumber data utama.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Penelitian dilakukan di 6 daerah di Indonesia, dan ditemukan adanya berbagai problem relasi gender dan persoalan kesehatan reproduksi pada anak perempuan yang menikah di usia anak.” tuturnya.?

Selain itu, seminar juga memaparkan hasil penelitian Puslitbang Kementerian Agama RI tentang perkawinan anak di 7 wilayah di Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Bidang pada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI, Kustini. Sementara pembicara lainnya adalah Maria Ulfah Anshor dari KPAI; dan Ida Rosyidah peneliti di Pusat Riset Gender Universitas Indonesia.

Seminar diikuti 100 peserta berasal dari sejumlah organisasi masyarakat berbasis Islam di Indonesia, Pengurus Fatayat NU di tingkat Pusat, Koordinator Wilayah se-Indonesia, 5 pengurus wilayah, Pengurus Cabang se-Jabodetabek, serta pengelola PIKER dan LKP3A Fatayat NU dari 10 kabupaten/kota di 5 provinsi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 09 Februari 2018

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

Lumajang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Keluarga Santri Lumajang (IKSAL) bersama MWCNU Pronojiwo membuka diskusi bertema “Antara Tradisi dan Dalil” di auditorium MI Nurul Islam, Sumberurip, Lumajang, Ahad (10/8). Forum diskusi ini menghadirkan pengurus PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin sebagai narasumber.

Ketua IKSAL Yusroful Kholili mengatakan, seminar ini merupakan serangkaian usaha untuk memberikan penjelasan secara argumentatif atas amaliyah NU yang sudah mentradisi. “Forum ini penting dalam rangka memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tradisi NU yang selama ini diamalkan berlandaskan dalil.”

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

IKSAL merupakan organisasi daerah di pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua MWCNU Pronojiwo Ustadz Ali Ridlo Saleh menilai penting forum ilmiah seperti ini.

“Amaliyah-amaliyah yang dilakukan selama ini bukan berangkat dari ruang kosong, yang bisa semerta-merta diklaim bid’ah,” kata Ustadz Ali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nilai-nilai NU yang terkait dengan amal ibadah dan sikap politiknya, kata Kiai Ma’ruf Khozin, telah teruji secara syar’i. NU dalam hal politik menolak tegas setiap kelompok yang berbuat bughot, makar.

“NU untuk itu secara nyata mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Kiai Ma’ruf. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung mempresentasikan “Kopi Mangrove Segara” sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat pesisir pantai Sine, Tulungagung, di Amerika. Kopi Mangrove Segara merupakan hasil kerja sama PAC IPNU-IPPNU Kalidawir dengan NGOs Redirect Indonesia dan Leshutama. Konsep yang diusung dalam bisnis ini adalah social entrepreneurship melalui program pemberdayaan.

Ikbar Al Asyari dari IPNU Tulungagung meraih beasiswa YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha (UNO) dan berdialog dengan Presiden Obama.

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) adalah program yang digagas Presiden Barrack Obama untuk memfasilitasi pemuda ASEAN belajar di universitas ternama di Amerika. Tema program yang ditentukan yaitu civic engagement, environmental studies, dan social-economic development. Peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan social project berupa dana hibah dari State Department of United State.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha berlangsung intensif selama 5 minggu dari 24 September – 29 Oktober 2016. Saat ini Ikbar mengikuti program YSEALI yang memasuki minggu ketiga.

“Saya bersyukur diapresiasi oleh pemerintah Amerika sehingga saya bisa menjadi salah satu yang berangkat ke Amerika mengingat ketatnya persaingan dan pendaftar dari Indonesia yang mencapai ribuan orang,” Ikbar bercerita melalui surat elektronik pada Selasa (12/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selama program berlangsung, Ikbar ikut kuliah intensif bersama ahli di bidang civic engagementdi UNO, coaching-mentoring, study visit ke beberapa organisasi di Amerika tentang civic engagement di Omaha, Nebraska, Iowa, South Dakota, Portland, dan Oregon. Program akan berakhir di Washington DC untuk presentasi final social project yang diusulkan dan dilaksanakannya penjurian untuk kelayakan pendanaan.

Ketua Umum PAC IPNU Kalidawir Adib Hasani mengaku senang rekannya membawa nama Indonesia melalui program tersebut. Dengan demikian, Kopi Mangrove Segara berpeluang untuk didanai dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar negeri.

Harapannya, kata dia, program ini mampu memberikan manfaat untuk berkembangnya Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi yang akhirnya akan memberikan manfaat pada masyarakat pesisir Pantai Sine. (Irwanto Marhaenis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ubudiyah, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca reformasi dan amandemen UUD 1945, pengertian negara mulai berbelok. Tujuan negara yang semestinya memberi kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat seperti diamanatkan konstitusi berangsur lenyap.

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Pandangan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Arief Mudatsir Mandan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 IKA-PMII bertema "Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geolpolitik Dunia” di Jakarta, Senin (1/7) sore.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Arief mengatakan, pembelokan tersebut menuju pengertian hanya tanggung jawab secara prosedural dalam segenap tatakrama formalitas politik kekuasaan, seperti pemilu, pembatasan masa jabatan kekuasaan, keberadaan lembaga-lembaga negara, dan seterusnya.

”Negara secara perlahan bergerak kepada penghilangan kemaslahatan rakyat, jaminan keamanan, pemenuhan kebutuhan rakyat secara fisik dan batin, dan individual maupun kolektif,” tuturnya.

Menurut Arief, kedaulatan perekonomian nasional yang terliberalisasi dengan dipersilakannya kekuatan luar telah mengeksploitasi ekonomi Indonesia serta mendorong hancurnya sendi-sendi jati diri bangsa dan kemandirian sebagai sebuah negara.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Jika negara abai dan dalam menjalankan peran tidak berfungsi, maka rakyat wajib memberikan petisi, memberikan koreksi, guna mengembalikan kedaulatan agar tetap di tangannya,” tegasnya.

Ia berharap, Munas ke-5 IKA-PMII yang baru akan berakhir pada Rabu ini tidak hanya menghasilkan pemimpin baru yang lebih baik tapi juga menyumbangkan gagasan dan kiprah bagi perbaikan bangsa dan negara secara keseluruhan.

”Sebagai bagian terpenting dari ujung tombak NU, kader PMII dan alumninya memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia kembali ke khittahnya, mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat sepenuhnya,” jelas Arief.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Ahlussunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Assalamu alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama yang terhormat. Dalam diskusi kecil, menurut teman saya cara yang paling benar ketika bangkit dari sujud dalam shalat adalah dengan cara mengepalkan tangan. Berarti praktik shalat yang selama ini kita jalani di mana setiap bangkit dari sujud tidak mengepalkan tangan tetapi menghamparkan telapak tangan dianggap kurang benar.

Bagaimana pandangan pak ustadz dalam masalah ini, mohon penjelasannya? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Taufik/Bogor)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Jawaban

Assalamu alaikum wr. wb.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sepanjang kami ketahui dalam soal ini adalah bahwa disunahkan bagi orang yang shalat ketika bangun atau bangkit dari sujud atau duduk untuk bertumpu di atas kedua tangannya.

Alasan yang bisa dikemukan dalam hal ini adalah bahwa hal tersebut mengacu kepada praktik Rasulullah SAW itu sendiri. Di samping alasan lain adalah lebih merupakan sebagai simbol ketawadlu’an (asybah lit tawadhu’) dan lebih dapat membantu orang yang shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sunah untuk bertopang kepada kedua tangannya ketika bangun dari sujud dan duduk karena hal tersebut lebih tampak sebagai simbol ketawadlu’an, lebih bisa membantu orang yang shalat, dan karena telah dipraktikan oleh Rasulullah SAW sebagaimana ditetapkan dalam hadits sahih,” (Lihat Muhammad Khathib asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz I, halaman 182).

Jika bertumpu di atas kedua tangan adalah praktik yang dilakukan Rasulullah SAW, pertanyaannya bagaimana caranya? Menurut Muhammad Khathib asy-Syarbini, baik orang kuat maupun yang lemah caranya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jari di atas tanah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sedang cara bertumpunya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jarinya di atas tanah baik orang yang kuat maupun yang lemah,” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Sedang kalangan yang berpendapat bahwa orang yang shalat ketika bangkit dari sujud dengan cara mengepalkan tangannya didasarkan salah satu hadits berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketika Rasulullah SAW bangkit dalam shalatnya Beliau meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang adonan roti meletakan tangannya (al-‘ajin).”

Tetapi persoalannya menurut para ulama, hadits ini bukan masuk kategori hadits sahih sehingga tidak bisa dijadikan dasar. Meskipun hadits ini jika dianggap sahih, makna kata al-‘ajin bukan dalam pengertian tukang roti yang membuat adonan roti, tetapi maknanya adalah orang yang tua renta (asy-syaikh al-kabir).

Sehingga makna hadits tersebut adalah Rasulullah SAW ketika berdiri dalam shalat dengan bertumpu dengan kedua telapak tanggannya sebagaimana bertumpunya orang yang tua renta. Bukan diartikan mengepalkan kedua tangannya sebagaimana tukang pembuat adonan roti.

Sebab, praktik yang dilakukan Rasulullah SAW itu sendiri ketika bangkit dari sujud tidak mengepalkan tanggannya, tetapi dengan menjadikan kedua telapak tanggan dan telapak jari-jarinya di atas tanah, sebagaimana yang dijelaskan di atas mengetahui tata-caranya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun hadits yang terdapat dalam kitab al-Wasith dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw ketika berdiri dalam shalat meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang pembuat adonan roti, bukan termasuk hadits sahih. Dan jika hadits ini sahih maka mesti ditafsirkan dengan penafsiran di atas (menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari di atas tanah), dan yang dimaksud dengan al-‘ajin adalah orang yang tua renta bukan tukang pembuat adonan roti (‘ajin al-‘ajn),” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan dalam masalah ini menimbulkan konflik dan saling menyalahkan satu sama lain. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, AlaSantri, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Jombang dari beberapa kecamatan memenuhi aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk belajar menentukan arah kiblat dan waktu shalat, Ahad (7/2) pagi. Pendidikan hisab dan rukyat yang diadakan oleh IPNU dan IPPNU Jombang ini didampingi oleh KH Ma’muri dan Lutfi Fuadi, pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang.

Pada pertemuan ini dua narasumber itu membahas pengertian, hukum, dan sejumlah cara menentukan arah kiblat shalat secara keseluruhan bagi umat Islam.

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Di depan para peserta pelatihan, Kiai Ma’muri menjelaskan bahwa kiblat menurut bahasa yang menukil dari kamus Al-Munawir berasal dari kata “al-qiblatu” yang memiliki arti hadapan atau kiblat.

“Maksudnya adalah menghadap ke kiblat. Secara terminelogi arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah dengan tempat kota yang bersangkutan,” kata Kiai Ma’muri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktik, menghadap kiblat dalam shalat bagi umat Islam adalah salah satu syarat sahnya shalat sebagaimana dalil-dalil syar’i yang ada. Demikian juga sejumlah ulama fiqih memaparkan hukum yang sama tentang menghadap arah kiblat.

“Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat adalah salah satu syarat sahnya shalat,” paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagi orang-orang Mekah dan sekitarnya, lanjut Kiai Ma’muri, perintah itu tidak jadi persoalan karena dengan mudah mereka melaksanakan perintah itu. Tetapi bagi orang yang jauh dari Mekah tentunya timbul permasalahan sendiri. “Terlepas dari perbedaan para ulama tentang cukup menghadap arah menurut yang diyakini saja sekali pun kenyataannya salah,” lanjutnya.

Menurutnya, penentuan arah kiblat khususnya orang Islam yang jauh dari Mekah memerlukan alat ukur agar dipastikan tepat dalam menghadap arah kiblat.

“Arah kiblat yang berada di kota Mekah yang dijadikan kiblat dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi. Penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola (Spherical Triganametri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub utara dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator,” ujarnya.

Ketua IPPNU Jombang Qurrotul Aini berharap kegiatan ini berlanjut tindakan ke depannya supaya nilai kemanfaatan yang diperoleh oleh setiap peserta dapat diterapkan di lembaga IPNU-IPPNU dan lingkungan masyarakat.

“Semoga agenda ini ada tindak lanjutnya. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan dan memiliki nilai manfaat di IPNU-IPPNU lebih-lebih di lingkungan masyarakatnya masing-masing,” harap Aini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock