Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

NU dan Banjir Bengawan Solo

Oleh Achmad Faiz MN Abdalla



Koran Kompas minggu lalu (10/12) memuat opini berjudul Dampak Sosial Banjir Bengawan Solo. Penulisnya, Bagong Suyanto, merupakan dosen Sosiologi Universitas Airlangga Surabaya. Ia meneliti dampak bencana banjir di kalangan masyarakat miskin di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Terutama daerah langganan banjir di Provinsi Jawa Timur, mulai dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik.?

Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa bencana banjir yang melanda daerah-daerah tersebut menyebabkan keluarga miskin gagal panen, kehilangan aset produksi, dan terganggu kehidupannya sehari-hari karena genangan air yang tak kunjung surut. Sawah-sawah mereka hancur, banyak rumah rusak, dan penyakit bermunculan. Akibatnya, para keluarga miskin tersebut mengalami proses pendalaman kemiskinan.

NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banjir Bengawan Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banjir Bengawan Solo

Dari 100 keluarga miskin yang diteliti, sebagian besar rumahnya bisa terendam air 1-2 hari, bahkan sampai berhari-hari. Sebanyak 27 persen mengaku rumahnya terendam hinga lebih dari 10 hari, 10 persen rumahnya terendam 10-12 hari, dan 17 persen terendam 13-15 hari. Selain rumah, sawah dan lahan mereka juga terendam. Sebanyak 24 responden mengaku sawahnya terendam 10-12 hari, bahkan sebanyak 9 persen hingga 13-15 hari. Namun ada 21 persen responden mengaku hanya terendam 1-3 hari.?

Bagi keluarga miskin, dampak yang ditimbulkan pasca banjir bermacam-macam. Namun yang paling terasa adalah pendalaman kemiskinan. Mereka merupakan masyarakat miskin yang kehidupan sehari-harinya sudah menghadapi berbagai kesulitan. Ketika banjir menerjang, aset produksi mereka rusak, pun lahan garapan, bahan baku mereka hilang, ditambah berbagai persoalan lain. Maka, seluruh investasi yang ditanamkan tak membuahkan hasil. Sebaliknya, justru merugi dan utang meningkat.?

Mereka tentu membutuhkan modal untuk memulai usahanya kembali. Dari 100 keluarga miskin yang diwawancarai, hanya 12 persen yang bisa membiayai sendiri kebutuhan modal usahanya. Sebagian besar lainnya menyatakan menggatungkan diri pada bantuan pemerintah ? (18 persen), bantuan dari kerabat (29 persen), atau terpaksa meminjam lembaga kredit formal (20 persen) dan lembaga kredit informal (21 persen).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Memahami Penanggulangan Bencana

Penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan, kegiatan pencegahan, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Hal itu diatur dalam UU No 24 Tahun 2007. Ada tiga tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana, yakni prabencana, saat tanggap darurat, dan pascabencana. Tahap prabencana meliputi pencegahan, pengurangan risiko bencana (mitigasi), termasuk penataan ruang, pengaturan infrastruktur, serta pendidikan dan penyuluhan tentang kebencanaan.?

Sedangkan tahap tanggap darurat meliputi penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, pengerahan logistik, termasuk pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya. Adapun tahap pascabencana meliputi rehabilitasi, rekontruksi, perbaikan lingkungan daerah bencana, pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat, pelayanan kesehatan, pemulihan sosial ekonomi budaya, serta penerapan rancang bangun yang tahan bencana.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Praktiknya, tentu Pemerintah telah berupaya melakukan penanggulangan bencana di daerah terkena banjir tersebut. Namun dalam pengamatan penulis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dievaluasi. Sistem dan pengorganisasian penanggulangan bencana belum benar-benar terpadu. Berdasarkan hasil penelitian di atas, hemat penulis, penanggulangan bencana banjir masih terkesan bersifat a posteriori, yakni terbatas menjangkau tahap tanggap darurat dan pascabencana. Itu pun masih terdapat beberapa catatan, terutama pada tahap pascabencana.

Data Bagong Suyanto menunjukkan bahwa 40 persen keluarga miskin yang diteliti menyatakan kehidupan mereka menjadi lebih buruk pasca bencana banjir. Bagi keluarga miskin yang setiap tahun menjadi langganan korban banjir, belum usai berbenah untuk bangkit kembali dari bencana yang dialami tahun lalu, mereka sudah kembali tertimpa bencana. Artinya, penanganan masyarakat korban bencana belum maksimal dilakukan.

Peran Masyarakat, Peran NU

Penting dipahami bersama, upaya penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab Pemerintah semata. Dalam UU No 27 Tahun 2014, salah satu asas penanggulangan bencana ialah kebersamaan. Hal itu dipertegas dalam Pasal 26 dan 27 yang mengatur mengenai hak dan kewajiban masyarakat. Selama ini, upaya penanggulangan bencana minim mendapat dukungan dan peran masyarakat karena adanya anggapan bahwa penanggulangan bencana adalah wujud dari salah satu fungsi pemerintah dalam perlindungan masyarakat.

Daerah aliran sungai Bengawan Solo yang terkena banjir tersebut dapat diasumsikan merupakan basis-basis warga NU. Bahkan di sana, terdapat beberapa pondok pesantren NU yang sangat terkenal, seperti Langitan (Tuban), Qomarudin (Gresik), Ihyaul Ulum (Gresik), dan Al Karimi Tebuwung (Gresik). Juga, banyak madrasah NU berdiri tidak jauh dari aliran sungai tersebut. Terlebih, pihak yang sangat dirugikan ialah para petani dan keluarga miskin. Karena itu secara sosiologis, NU punya tanggung jawab untuk mengisi dan menguatkan peran masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana tersebut.?

Dengan demikian, dibutuhkan penanganan terpadu untuk mengatasi persoalan banjir tersebut. Ada dua hal yang harus dimengerti dari kata terpadu tersebut. Pertama, penanggulangan banjir haruslah bersifat menyeluruh, dimulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Semua penanganan dalam kesemua tahap tersebut harus tepat guna dan hasil guna. Nyatanya, setiap tahun banjir selalu datang dan membawa berbagai persoalan yang sama, terutama bagi masyarakat miskin.?

Sebagai catatan, bencana datang selain karena faktor iklim, juga faktor antropogenik. Ulah manusia juga menjadi pemicu bencana di tanah air. Karena itu, pengurangan risiko atau bahkan pencegahan bencana juga bergantung pada manusia. Dapat dimengerti, bahwa penanggulangan bencana tidak boleh sekedar bersifat a posteriori, yakni bertindak ketika banjir datang dan sesudahnya. Padahal jelas-jelas banjir datang setiap tahun. Pendekatan a priori juga harus diperhatikan, melalui perencanaan pembangunan, penataan ruang, pengaturan pembangunan, pencegahan dan pengurangan resiko.?

Kedua, penanggulangan bencana hendaknya tidak dipahami semata fungi Pemerintah. Prinsip kebersamaan jelas merupakan salah satu prinsip penanggulangan bencana. Hal itu harus dipahami bersama. Peran dan dukungan masyarakat dapat dilibatkan sejak fase prabencana sampai pascabencana. Dalam hal ini, NU misal, dapat mendorong pemerintah untuk memperhatikan perencanaan pembangunan yang terpadu, atau upaya-upaya lain pada fase pencegahan dan mitigasi.

Selain itu, ialah peran NU pada tahap pascabencana. Pada tahap inilah, bila mengacu pada hasil penelitian di atas, memerlukan perhatian lebih. Dukungan dari berbagai pihak selama ini masih didominasi bantuan logistik dan kebutuhan dasar, atau upaya lainnya di lingkup tanggap darurat. Seharusnya tidak berhenti di situ. Para korban, terutama keluarga miskin, memerlukan bangkit dan dipulihkan keadaan ekonomi, sosial, dan psikologinya pasca bencana. Masalah pendalaman kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan yang rusak harus diperhatikan secara serius. NU harus bersinergi dengan pemerintah dan unsur masyarakat lain untuk mengatasi hal itu. Dengan begitu, penanggulangan bencana mencapai sasaran yang diharapkan.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung mempresentasikan “Kopi Mangrove Segara” sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat pesisir pantai Sine, Tulungagung, di Amerika. Kopi Mangrove Segara merupakan hasil kerja sama PAC IPNU-IPPNU Kalidawir dengan NGOs Redirect Indonesia dan Leshutama. Konsep yang diusung dalam bisnis ini adalah social entrepreneurship melalui program pemberdayaan.

Ikbar Al Asyari dari IPNU Tulungagung meraih beasiswa YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha (UNO) dan berdialog dengan Presiden Obama.

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) adalah program yang digagas Presiden Barrack Obama untuk memfasilitasi pemuda ASEAN belajar di universitas ternama di Amerika. Tema program yang ditentukan yaitu civic engagement, environmental studies, dan social-economic development. Peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan social project berupa dana hibah dari State Department of United State.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha berlangsung intensif selama 5 minggu dari 24 September – 29 Oktober 2016. Saat ini Ikbar mengikuti program YSEALI yang memasuki minggu ketiga.

“Saya bersyukur diapresiasi oleh pemerintah Amerika sehingga saya bisa menjadi salah satu yang berangkat ke Amerika mengingat ketatnya persaingan dan pendaftar dari Indonesia yang mencapai ribuan orang,” Ikbar bercerita melalui surat elektronik pada Selasa (12/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selama program berlangsung, Ikbar ikut kuliah intensif bersama ahli di bidang civic engagementdi UNO, coaching-mentoring, study visit ke beberapa organisasi di Amerika tentang civic engagement di Omaha, Nebraska, Iowa, South Dakota, Portland, dan Oregon. Program akan berakhir di Washington DC untuk presentasi final social project yang diusulkan dan dilaksanakannya penjurian untuk kelayakan pendanaan.

Ketua Umum PAC IPNU Kalidawir Adib Hasani mengaku senang rekannya membawa nama Indonesia melalui program tersebut. Dengan demikian, Kopi Mangrove Segara berpeluang untuk didanai dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar negeri.

Harapannya, kata dia, program ini mampu memberikan manfaat untuk berkembangnya Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi yang akhirnya akan memberikan manfaat pada masyarakat pesisir Pantai Sine. (Irwanto Marhaenis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ubudiyah, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution





Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)
Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu masih menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

?

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

?

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

?

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

?

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

?

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Islam Nusantara Center (INC) kembali membuka kajian rutinnya setelah libur lebaran. Kajian kali ini dibuka dengan kajian Tafsir Khazanah Nusantara seri kedua. INC mengundang Islah Gusmian sebagai narasumber pada kajian yang digelar usai Jumatan, Jumat (21/7/2017), itu.

Dari sekian banyak ulasan tentang Dinamika Tafsir Al-Quran Pesantren, ada satu hal menarik tentang tafsir yang ditulis oleh KH Misbah Mustofa. Dosen IAIN Surakarta itu mengungkapkan, bahwa Kiai Misbah pernah menulis dua kitab tafsir, yakni Al-Iklil dan Taj al-Muslimin.

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Tidak banyak yang tahu mengapa adik KH Bisri Mustofa itu menulis dua kitab tentang tafsir. Saat kitab tersebut naik cetak, ada bagian yang dihilangkan oleh penerbit tanpa memberitahukan lebih dulu ke penulis.

“Di dalam Al-Iklil, ada bagian yang dibuang pencetak tanpa konfirmasi terhadap Mbah Misbah terkait pembuangan itu,” ujarnya pada peserta kajian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu saja Mbah Misbah tidak suka atas tindakan penerbit tersebut. Atas dasar ketidaksukaannya, akhirnya, ia meresponsnya dengan menulis kitab tafsir lagi. Kitab empat jilid itu berjudul Taj al-Muslimin. Kiai Misbah mencetak sendiri agar tidak mengalami kejadian serupa.

“Inilah alasan mengapa Mbah Misbah menulis dua kitab tafsir,” kata Islah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penasaran, saat bertemu Gus Nafis, putra Mbah Misbah, Islah menanyakan perihal alasan pemotongan penerbit atas kitab Al-Iklil tersebut. Konon, menurut penuturan Gus Nafis, abahnya itu mengritik HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bagian yang dibuang tersebut.

“Ternyata beliau ini ngritik HAMKA di bagian itu,” katanya mengutip penuturan Gus Nafis, putra Mbah Misbah.

Sayangnya, alumni Pondok Pesantren Kajen itu tidak menemukan apa yang sebenarnya Mbah Misbah kritik terhadap HAMKA. Konon, penerbitnya penggemar HAMKA sehingga melihat tulisan Mbah Misbah itu tidak nyaman. Oleh karena itu, penerbit terpaksa membuang bagian tersebut. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Bercerita tentang sosok Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus), semua kalangan  tentu sudah tidak asing lagi. Namun di balik ketokohannya yang supel, mudah bergaul dengan siapa saja, Gus Mus mempunyai cerita unik.

Dalam acara selametan 70 tahun Gus Mus sabtu (6/9), pengunjung dikenalkan biografi pengasuh pesantren Raudhatut Thalibin Leteh Rembang melalui pemutaran film pendek berjudul Gus Mus Gus Mu.

Film itu menceritakan kisah perjalanan kiai yang budayawan ini mulai anak-anak hingga pada usianya yang ke-70. Ketika sampai pada perjalanan Gus Mus jatuh cinta, tidak banyak yang menduga dan mengundang tawa hadirin.

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Mus Jatuh Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Mus Jatuh Cinta

Hj Siti Fatma, istri Gus Mus dalam film tersebut mengungkapkan sikap Gus Mus yang terkadang nakal pada masa mudanya. Ternyata,  kisah cintanya Gus Mus kepada Hj Fatma sudah dikatakan sejak masih anak-anak.

 "Saya dulu itu sampai gemes ,masak saya kelas lima SD sudah dibilangin Gus Mus, besok kamu jadi istriku," tutur Hj Siti Fatma dalam film tersebut.

Sontak saja, cerita Hj. Siti Fatma tersebut disambut geerr dan tepuk tangan hadirin yang memenuhi gedung universitas PGRI Semarang. Gus Mus dan istrinya yang duduk berdampingan bersama Gubernur Ganjar Pranowo pun terlihat ikut ketawa. (Qomarul Adib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Niat adalah sesuatu yang sangat pokok dalam pelaksanaan ibadah. Tidak sah ibadah seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat terletak di dalam hati, yang menandakan adanya kesengajaan dalam menunaikan ibadah tertentu.

Para ahli fiqih berpandangan, niat berfungsi setidaknya dalam dua hal. Pertama, untuk membedakan antara aktivitas ibadah dan aktivitas biasa lainnya. Seseorang bisa saja, misalnya, melakukan keramas sebagai kebiasaan, namun ketika ia tidak diniatkan sebagai mandi wajib maka aktivitas keramas tersebut belum bisa menghilangkan hadats besar.

Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Kedua, niat berfungsi untuk membedakan antara aktivitas ibadah satu dan ibadah lainnya. Misalnya, membedakan antara shalat dhuha dan shalat Idul Adha, shalat Idul Adha dan Idul Fitri, dan seterusnya.

Karena berupa getaran batin, niat tak diwajibkan dilafalkan: cukup apa yang hendak dilakukan “dibunyikan” dalam hati. Namun, melafalkan niat akan membantu hati lebih konsentrasi terhadap niat, terutama bagi orang yang kena penyakit waswas (peragu).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Terkait dengan shalat Idul Adha, contoh lafal niat dalam bahasa Arab adalah berikut ini:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? (?) ? ?

Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

Atau bisa lebih lengkap:

? ? ? ? ? ? ? (?)? ? ?

Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Lafal niat dibaca menjelang takbiratul ihram. Lafal niat juga bisa menggunakan bahasa lokal setempat. Sebagai catatan, kedudukan lafal niat hanyalah sekunder alias membantu orang yang hendak melaksanakan shalat agar lebih mantap dan fokus pada niatnya. Sementara yang primer tetaplah getaran batin tentang shalat Idul Adha itu sendiri. Imam Ramli mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I,: 437)

(Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha)



Menurut Madzhab Syafi‘î, niat berarti sengaja melakukan sesuatu yang dilaksanakan berbarengan dengan aktivitas pertama saat shalat. Artinya, dalam konteks shalat Idul Adha, jika melafalkan niat dilakukan sebelum takbiratul ihram maka niatnya itu sendiri dilaksanakan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian, Pesantren, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock