Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Guna turut meramaikan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, serta memperingati 50 tahun Korp PMII Putri (Kopri), Komunitas Sepertiga Malam yang dipimpin Budi Syahbudin bekerjasama dengan Kopri PKC PMII NTB akan menggelanggelar Kala Santri Berpuisi, Jumat 24 November 2017.

Acara akan diihadiri oleh sahabat-sahabat lintas generasi yang hadir di arena Munas. Acara diagendakan dimulai pukul 19.30 WITA di halaman Pondok Putri 1, Pesantren Nurul Islam, Jl. Swa Sembada, Sekarbella Mataram.

"Acara sengaja digelar di Sekarbella, karena pondok pesantren itu dipimpin oleh Hajjah Wartiah yang merupakan alumni Kopri militan dan telah berhidmat di PMII sejak 30 tahun lalu." ujar Ketua Panitia acara Budi Syabudin. Jumat (24/11) pagi.

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Malam Baca Puisi Kopri PMII di Arena Munas NU 2017

Para senior PMII dari berbagai kota yang tengah berada di arena Munas Kota Matraman, NTB. Mereka juga akan dipersilakan meramaikan malam puisi tersebut.

Dihubungi Kamis (23/11) malam, Hj Wartiah mengungkapkan sangat antusias dan merespons positif.

"Saya siap (membantu) menyukseskan acara tersebut dengan maksimal," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain baca puisi, acara juga akan dihangatkan dengan persembahan Tari Saman dan Marawis dari Pesantren Putri Nurul Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semua persiapan sudah siap. Tinggal menunggu kehadiran semua sahabat saja," kata Lia Purnamasari, Ketua Kopri NTB. (Red;Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution





Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)
Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution (Sumber Gambar : Nu Online)

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu masih menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution

Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.

?

Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).

?

Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.

?

Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.

?

Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.

?

“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka antara lain melakukan orasi, aksi turun jalan, dan membentangkan spanduk berisi protes.

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

"Seharusnya pemerintah melihat kondisi rakyat secara cermat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan yang dampaknya akan sangat luas," kata Ipung dari Pengurus Cabang PMII Ciputat yang mengikuti seruan penolakan kenaikan BBM di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarata, Selasa (18/11).

Protes senada juga diungkapkan PC PMII Bojonegoro. Kebijakan Presiden Jokowi dinilai tidak tepat karena ia menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah dunia masih pada kisaran harga $ 80 perbarel. Harga tersebut masih di bawah kisaran asumsi APBN selain lifting minyak juga masih berada di bawah APBN.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bukan mensejahterakan pemerintah tetapi malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara," kata koordinator aksi PC PMII Bojonegoro, Heri Cahyono di Bunderan Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur.

PC PMII Kota Solo juga melakukan aksi penolakan atas kebijakan tersebut bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo (AMS), di antaranya, GMNI, HMI, KAMMI, dan BEM UNS.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PC PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya juga menegaskan, Jokowi telah mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Dari dulu alasan menaikkan harga BBM masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya, defisitnya anggaran itu bukan hanya karena subsidi BBM yang tinggi. Melainkan korupsi besar-besaran yang dilakukan mafia migas,” katanya di Tugu Gladag dan depan Balaikota Solo. (Yazid/Ajie/Owi/Mahbib)

 

Foto: Aksi unjuk rasa PMII Bojonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Sejarah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk kali kesekian, pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kabupaten Pamekasan melangsungkan pertemuan, Jumat (15/11). Acara tersebut berlangsung di kediaman KH Moh Waqid Abdullah, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu,  Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pertemuan ini dihadiri para pengurus IAA Pamekasan, para kiai muda pondok pesantren Annuqayah, serta alumni Annuqayah yang tersebar di Kecamatan Pademawu, Galis, Tlanakan, dan Kota Pamekasan. Mereka tampak semangat untuk terus menghidupkan nuansa keagamaan dan keilmuan yang bersumber dari pondok pesantren Annuqayah.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan betapa peran alumni pesantren tidak terbantahkan. Di pelosok desa maupun perkotaan, kontribusi santri didikan pondok pesantren dinilai sangat terasa. Dan hal itu diyakini masih terus berlangsung di tengah gempuran kehidupan era globalisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal demikian diamini oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren Annuqayah Kiai Mohammad Naqib Hasan yang hadir saat itu. Kiai Naqib Hasan menuturkan, perkembangan Annuqayah yang paling penting adalah di bidang pendidikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karenanya, kami berharap semangat doa dan dukungan alumni dalam berperan di bidang pendidikan di masyarakat,” tandasnya.

Organisasi alumni Annuqayah dalam setahun terakhir berusaha terus diaktifkan. Beberapa kantong alumni sudah mempunyai kegiatan rutin yang aktif sejak lama, seperti di Kabupaten Jember dan sekitarnya, namun belum berjejaring secara rapi dengan yang lain. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Satkorcab Banser Tulungagung membaca Yasin dan Tahlil sebagai peringatan 3 hari wafatnya mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dan juga Wakil Ketua Umum PBNU KH Slamet Efendi Yusuf pada Sabtu pukul 20.00 WIB (5/12).

Kegiatan yang diikuti 99 personel Banser yang berakaian santri tersebut berlangsung di Markas Satkorcab Banser Jl dr Sutomo Tulungagung Jawa Timur.

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tulungagung Baca Yasin dan Tahlil untuk Waketum PBNU

Menurut kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Tulungagung Yoyok Mubarok kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendoakan agar almmarhum husnul khotimah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Yoyok mengatakan, almarhum adalah sosok yang harus dikenang ketokohannya untuk dijadikan teladan bagi anggota Banser, terutama dalam menata organisasi di bawah naungan payung besar NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Juga, mesti diteladani kepiawaiannya dalam bidang politik. “Bagaimana piawainya dia membawa diri masuk ke dunia politik, yang waktu itu tdk lazim dilakukan oleh kader NU masuk ke partai yang bukan didirikan NU,” jelasnya.  

Pillihan almarhum tentu saja tidak terlepas dari pujian dan kritikan, tapi dia tetap menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. “Dan kenyataannya bisa diterima di semua pihak,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

Banda Aceh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PWNU dan Panitia Konferensi Wilayah XIII NU Provinsi NAD melakukan audiensi dengan Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kamis (19/3) lalu, di Banda Aceh. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Konferwil XIII NU Aceh untuk bersilaturrahmi dengan Gubernur, Wakil Gubernur, Panglima Kodam, dan Kapolda.

Dalam kesempatan itu Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengingatkan gerakan ISIS yang sudah berkembang dan ini jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

“NKRI merupakan amal jariyah dari para pendahulu. wajib bagi kami dari NU untuk melestarikan dan mengembangkan kejayaanya,” tegas Pimpinan Pondok Pesatren/Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah – Sibreh ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun mengenai gerakan Islam radikal, ia meminta agar semua pihak konsentrasi pada pembekalan pemahaman terhadap semua lapisan masyarakat. Sebab, bibit-bibit munculnya radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam justru datang dari orang-orang yang kurang paham terhadap ajaran agama Islam secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, namun pemahaman akan syariatnya nol. Maka inilah yang menjadi penyebab mudah terpengaruhnya sebagian masyarakat terhadap hal-hal negatif," ujarnya.

Disamping itu Asnawi M. Amin, S.Ag, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh dalam kesempatan itu juga menegaskan, kesanggupan NU Aceh untuk membantu pemerintah serta TNI dan POLRI untuk menciptakan suasana damai, mewujudkan keberadaan Islam yang rahmatan lil alamin. "NKRI harga mati bagi kami," ujarnya.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto mengaku senang NU sudah mengingatkan. “Jadi TNI bisa lebih hati-hati dalam menerima tamu dan undangan yang di tujukan pada TNI dan bisa menjaga lebih aman, tentram dan sejahtera bumi serambi Mekkah ini,” katanya.

Tampak hadir pada acara audiensi diantaranya Wakil Ketua SC yang juga sekaligus wakil sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk Akmal Abzal, S.HI, Sekretaris SC, Aceh Hardono Asnawy, Sekretaris OC, Ismi Amran dan Koordinator di bidang Sekretariatan dan perlengkapan, Indra Kariadi.?

Selain itu, Tgk Faisal secara langsung mengundang Panglima Kodam untuk dapat hadir pada pembukaan Konferwil NU XIII pada tanggal 17-19 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh yang akan di buka langsung oleh Ketua Umum PBNU. "Insya Allah akan di buka langsung oleh Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dan akan menghadirkan sejumlah Tokoh Nasional," tuturnya kepada Pangdam Iskandar Muda. (Indra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) kembali akan menggelar kegiatan bertaraf internasional. Kegiatan yang akan diselenggarakan pekan depan (27-29 Juli) di Kota Pekalongan diikuti oleh delegasi ulama dari 40 negara.Kegiatan serupa pernah dilakukan oleh Jatman pada bulan Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan dihadiri 9 ulama asal Timur Tengah dan beberapa mufti besar asal Amerika dengan agenda bahasan masalah "bela negara".

Panitia kegiatan, KH Mirza Hasbullah menjelaskan, Konferensi Ulama Internasional ini akan mengambil tema pentingnya bela negara merupakan kelanjutan kegiatan yang sama yang pernah digelar ada Januari 2016 kemarin di Kota Pekalongan.

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Kembali Akan Gelar Konferensi Internasional Bela Negara

“Ini rangkaian kelanjutan dari Konferensi Ulama Internasional yang digelar pada bulan Januari lalu. Kemenhan memberikan respon bagus terhadap kegiatan tersebut sehingga ingin agar konferensi ulama bertemakan bela negara kembali digelar,” tuturnya.

Dikatakan, para pembicara yang terdiri dari para ulama tarekat dari dalam dan luar negeri, serta sejumlah tokoh di Indonesia diharapkan akan hadir dalam event tersebut. Sampai kemarin sudah ada lebih dari 60 ulama Internasional mengkonfirmasi akan hadir dalam konferensi internasional ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa Pembicara dalam Konferensi Ulama Internasional antara lain Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Rais Aam JATMAN), Menteri Pertahanan RI Jendral Purn Ryamizard Ryacudu, Syaikh Dr. Muhammad Adnan Al-Afyuni (Mufti Damaskus, Syiria), Syaikh Dr Adam Syahiduf (Chechnya), Syaikh Prof Dr Utsman Asy-Syibli (Amerika Serikat), serta KH Dr Muhammad Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat).

Melalui konferensi tersebut, lanjut Mirza, para ulama ingin menegaskan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Islam bukanlah teroris maupun tempat aktivitas ekstrimisme dan radikalisme.Bela negara dengan tarekat merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Dua hal tersebut akhirnya melahirkan konsep bahwa setiap anak bangsa memiliki kewajiban mencintai tanah air secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Fokus pembahasannya tentang bela negara. Nantinya diharapkan, konsep bela negara di Indonesia akan menjadi contoh oleh negara-negara lain,” ungkapnya, kemarin (22/7).

Disampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai pada hari Senin (25/7) pagi, berupa pawai bela negara dan kirab merah putih dengan titik start Stadion Hoegeng dan finish di depan Gedung Kanzus Sholawat di Jalan Dr Wahidin, Kota Pekalongan. “Pada hari Selasa 26 Juli, para tamu undangan, para ulama dari luar daerah dan luar negeri mulai berdatangan,” ungkapnya.

Selanjutnya pada Rabu (27/7) diadakan acara pembukaan konferensi, secara resmi mulai pukul 09.30 hingga 11.30 Wib. Pembukaan rencananya digelar di halaman Gedung HA Djunaid Convention Center, di Kompleks Ponpes Modern Alquran Buaran, Kota Pekalongan.

Lalu pada hari Kamis (28/7) atau hari kedua pembukaan konferensi, ada kegiatan di Hotel Santika Pekalongan diikuti 300 ulama, serta pertemuan ulama ada di Gedung HA Djunaid diikuti 1.000 ulama domestik dan sebagian dari luar negeri.

“Pada hari Kamis (28/7) di Gedung HA Djunaid itu akan diikuti sekitar 1.200 ulama. Sedangkan di Hotel Santika akan ada konferensi yang diikuti sekitar 300 ulama thariqah dari luar negeri dan dalam negeri. Yang dari luar negeri ada sekitar 50, sedangkan dari dalam negeri ada sekitar 250 ulama,” bebernya.

Lalu rangkaian kegiatan akan ditutup pada hari Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat. Penutupan diisi dengan pengajian thariqah dipimpin Rais Aam Jatman, Habib M Lutfi bin Ali bin Yahya. (abdul muiz/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Kiai, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock