Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keberhasilan Persib Bandung merebut Piala Presiden membawa dampak positif terhadap tim-tim sepak bola di wilayah Jawa Barat. Terbukti, tiga tim ponpes dari Jabar berhasil lolos ke babak perempat final Liga Santri Nusantara (LSN) setalah menyingkirkan lawan-lawannya di lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis-Jumat (29-30/10). Mereka adalah PP Darunnajah Cikajang Garut, PP Alfiyah Purwakarta, dan Daarul Maarif Indramayu.

Tim PP Darunnajah Cikajang Garut unggul tipis 1-0 atas perwakilan Lombok, ? PP Bayyinul Ulum. Darul Maarif Indramayu berhasil mendepak Nurul Huda Lampung 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Sementara PP Alfiyah Purwakarta berhasil mengalahkan klub PP Al Mujaddadiyah dengan skor 2-1.

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Jabar Dominasi Babak Delapan Besar Liga Santri Nusantara

Koordinator wilayah Jabar, Tabroni, mengaku bangga dan senang melihat capaian para wakil Jabar di ajang sepak bola khusus santri berusia di bawah 17 tahun tersebut. Dengan capaian ini, dia yakin wakil Jabar bisa melaju mulus sampai ke babak empat besar.?

"Tim-tim ini memang melakukan persiapan dengan matang. Mereka menggelar uji coba, menggelar latihan rutin di tengah kegiatan sekolah dan mengaji yang padat. mereka luar biasa," ucapnya.

Tabroni mengakui, target utama tim Jabar mengikuti LSN 2015 ini bukan sekedar empat besar, tapi juga untuk bisa menjadi juara. Bahkan, lanjut dia, bukan tak mungkin bisa tercipta All Jabar Final jika tim-tim Jabar konsisten menghadapi tipikal lawan yang berbeda-beda.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Husni Mubarak, panitia babak 16 besar LSN 2015 mengaku terkejut dengan performa tim-tim Jabar yang mampu tampil impresif dan menghasilkan prestasi untuk daerah mereka. Dia mengucapkan selamat karena menurutnya, tim-tim ini memang telah menunjukkan performa yang apik sepanjang penyisihan sampai akhirnya lolos ke Jakarta untuk babak 16 besar.

"Selamat kepada Jabar. semoga kualitas LSN bisa terus terjaga dan semakin seru di babak berikutnya," ucapnya.

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nahdlatul, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

Kuningan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Santri bak pohon pisang. Seberapa pun ditebang, ia akan selalu tumbuh dengan tunas-tunas yang baru, menabur kebaikan dan terus-menerus melakukan ikhtiar merupakan identitas seorang santri.

RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU: Kita Penganut Islam Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU: Kita Penganut Islam Santai

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) KH Masrur Ainun Najih saat temu alumni Buntet Pesantren di Hotel Ayong, Linggarjati, Kabupaten Kuningan, pada Ahad, (31/12) malam.

"Saya mengapresiasi teman-teman panitia atas terselenggaranya kegiatan ini di malam pergantian tahun. Ini bagian dari kecenderungan kita untuk terus mengenal masa lalu dan tidak ingin ketinggalan zaman. Inilah santri zaman now; khotmil Quran, Tahlilan, dan Marhabanan di hotel, bukan di pondok. Artinya, kita sedang menyelaraskan modernitas dengan tradisi yang selama ini dipertahankan," ucap Kiai Masrur, saat memberikan sambutan sebagai Ketua Umum PP Ikatan Keluarga Alumni Buntet (Iklab).

Di lain tempat, ia mengungkapkan bahwa keberadaan santri dan para kiai dari kalangan NU sangat diharapkan turun langsung ke kampung-kampung. Sebab, di televisi sudah didominasi ustadz atau penceramah yang berseberangan dengan NU. Dalam hal itu, ia berpikir, barangkali memang sudah digariskan Allah.

"Kalau di televisi sudah tidak memungkinkan untuk mendominasi, maka tugas kiai dan santri NU adalah menjangkau orang-orang yang ada di akar rumput. Ini sudah dijatah oleh Allah. Bagian kita bukan di televisi, tetapi langsung tatap muka dan bersentuhan dengan audiens," kata Pemilik Warung Cobiniki, Ceger, Jakarta Timur, itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Orang-orang di kota, lanjut KH Masrur, biar menjadi urusan ustadz di televisi. Sementara orang yang ada di kampung, yang jauh dari televisi, mesti dirangkul agar bisa beragama dengan santai. Tidak marah dan tidak mudah menilai orang lain keluar dari jalan Allah.

"Kita ini penganut Islam santai. Tidak terlalu serius, juga tidak terlalu bercanda. Banyak ngguyon, tetapi ada isinya. Santai saja," tutupnya. (Aru Lego Triono/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai media komunikasi dan pangkalan informasi serta pusat data administrasi keorganisasian, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuat website atai situs resmi pelajar NU Rembang.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses terciptanya website baru. Pihaknya berharap dengan adanya website baru ini dapat menjadi pusat data.

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Humam lebih lanjut menjelaskan, nantinya website ini akan menjadi media komunikasi antarkader, sehingga informasi yang ada di setiap wilayah kerja akan dihimpun dalam website tersebut. "Data apapun terkait organisasi harus masuk di website kita," terang Humam.

Ini merupakan inisiatif yang cukup baik untuk mengantisipasi jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah PAC ke PC. Nantinya setelah terciptanya website baru, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) akan dibuatkan sub-domain dari website utama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap nantinya setiap Anak Cabang akan ada admin yang mengelola website dari masing-masing PAC, tentunya harus ada pelatihan terlebih dahulu," pungkasnya, Selasa (16/2/2016) sore disela-sela rapat persiapan acara Harlah IPNU/IPPNU.

Diketahui bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Rembang saat ini membawahi 9 PAC, meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Gunem, Sedan, Rembang Kota, Pamotan, Bulu, Sale, dan Sulang. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Di sela kegiatan Kelas Akhir Tahun (KAT), Sabtu-Ahad (24-25/12), sekitar 80 santri Pesantren Al-Muayyad Windan mengggelar kegiatan doa bersama yang bertajuk “Santri Nusantara untuk Palestina Merdeka”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pondok.

Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi’ menjelaskan kepedulian kaum santri terhadap kemerdekaan Palestina, bahkan sudah ada sejak Indonesia merdeka.

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

“PBNU sendiri mengeluarkan seruan doa qunut nazilah untuk Palestina pada 12 November 1938. Ini artinya, sudah sangat lama kaum santri diajak untuk peduli Palestina,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

Dalam kegiatan KAT Santri Windan tahun ini, mereka membedah buku yang berjudul Sarung dan Demokrasi: Dari NU Untuk Peradaban Keindonesiaan karya tim LTN PWNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada pembukaan acara, Gus Dian memberikan gambaran tentang proses transformasi kaum sarungan dan kaum nahdliyin. Menurutnya, transformasi kaum bersarung berarti perubahan bentuk para santri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan harapan kaum sarungan dapat bertransformasi di segala bidang yaitu, ekonosfer atau lingkungan ekonominya, politosfer atau lingkungan politik, inforfer lingkungan ilmu pengetahuan atau informasi, sosiosfer lingkungan sosial, serta bagaimana hubungan timbal balik dengan manusia,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Islam Nusantara Center (INC) kembali membuka kajian rutinnya setelah libur lebaran. Kajian kali ini dibuka dengan kajian Tafsir Khazanah Nusantara seri kedua. INC mengundang Islah Gusmian sebagai narasumber pada kajian yang digelar usai Jumatan, Jumat (21/7/2017), itu.

Dari sekian banyak ulasan tentang Dinamika Tafsir Al-Quran Pesantren, ada satu hal menarik tentang tafsir yang ditulis oleh KH Misbah Mustofa. Dosen IAIN Surakarta itu mengungkapkan, bahwa Kiai Misbah pernah menulis dua kitab tafsir, yakni Al-Iklil dan Taj al-Muslimin.

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Misbah Mustofa Terbitkan Dua Tafsir Al-Quran

Tidak banyak yang tahu mengapa adik KH Bisri Mustofa itu menulis dua kitab tentang tafsir. Saat kitab tersebut naik cetak, ada bagian yang dihilangkan oleh penerbit tanpa memberitahukan lebih dulu ke penulis.

“Di dalam Al-Iklil, ada bagian yang dibuang pencetak tanpa konfirmasi terhadap Mbah Misbah terkait pembuangan itu,” ujarnya pada peserta kajian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu saja Mbah Misbah tidak suka atas tindakan penerbit tersebut. Atas dasar ketidaksukaannya, akhirnya, ia meresponsnya dengan menulis kitab tafsir lagi. Kitab empat jilid itu berjudul Taj al-Muslimin. Kiai Misbah mencetak sendiri agar tidak mengalami kejadian serupa.

“Inilah alasan mengapa Mbah Misbah menulis dua kitab tafsir,” kata Islah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penasaran, saat bertemu Gus Nafis, putra Mbah Misbah, Islah menanyakan perihal alasan pemotongan penerbit atas kitab Al-Iklil tersebut. Konon, menurut penuturan Gus Nafis, abahnya itu mengritik HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bagian yang dibuang tersebut.

“Ternyata beliau ini ngritik HAMKA di bagian itu,” katanya mengutip penuturan Gus Nafis, putra Mbah Misbah.

Sayangnya, alumni Pondok Pesantren Kajen itu tidak menemukan apa yang sebenarnya Mbah Misbah kritik terhadap HAMKA. Konon, penerbitnya penggemar HAMKA sehingga melihat tulisan Mbah Misbah itu tidak nyaman. Oleh karena itu, penerbit terpaksa membuang bagian tersebut. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-IX mantan Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta KHR. Abdurrohim bin Abi Hasan, di Gandekan, Jebres, Solo, belum lama ini (18/2). Dalam acara tersebut dibacakan riwayat hidup tokoh yang akrab disapa Mbah Durohim tersebut.

Dijelaskan, sejak usia 5 tahun, Kiai Abdurrohim kecil telah ditinggal wafat kedua orang tuanya. “Simbah Kiai Abdurrohim sejak umur 5 tahun sudah yatim piatu, kemudian diasuh oleh Pakdhe dan Budhenya,” terang salah satu cucu Kiai Abdurrohim, Gus Ahmad Zawawi Suryo Buwono.

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Abdurrohim bin Abi Hasan, Pribadi Zuhud dan Cinta Ilmu

Kemudian setelah nyantri di berbagai pesantren, ia diangkat menjadi salah satu modin atau ulama Keraton Surakarta sehingga kelak di depan namanya tersemat gelar Raden.

Salah satu sifatnya yang paling dikenang yakni gemar akan mencari ilmu, yang ia contohkan. “Beliau lebih mengutamakan membeli kitab yang isinya ilmu daripada membeli pakaian, meskipun pakaiannya sudah tidak layak pakai,” lanjut Gus Ahmad.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mbah Abdurrohim juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Hidup dengan penuh kesederhanaan. Bahkan, ia pernah ditawari anaknya untuk dibelikan rumah, malah ditolak. Pada akhir hayatnya, ia hanya meninggalkan 2 almari besar, yang berisi kitab-kitab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai seorang ulama dan juga kemudian mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kota Surakarta, Mbah Abdurrohim, dikenal sebagai ahli ilmu fiqih. “Setiap ada permasalahan yang berkaitan dengan syariat, selalu dijawab dengan ucapan: menurut Imam mazhab empat itu begini..,” ungkap Gus Zawawi.

Di akhir hidupnya, tercatat KH Raden Abdurrohim mengemban amanah sebagai Mustasyar PCNU Kota Surakarta. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pertandingan, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (11/2).

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Quote, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Halaqoh, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Pada tahun 2008, UNESCO mengakui keris sebagai warisan budaya dunia yang harus dilestarikan untuk kategori tak benda, Intangible Cultural Heritage (ICH).?

Koordinator Divisi Sastra, Folklor, Permainan Dedaktik Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, Donny Satryowibowo, keris tidak hanya dilihat dari segi wujudnya sebagai senjata. Namun, dalam proses penempaannya memerlukan teknik-teknik khusus serta sarat nilai yang mengandung unsur-unsur budaya. Termasuk estetika dan filosofis.?

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejeniusan Empu, Penempaan Keris Padukan Fisika dan Kimia

Menurutnya, penempaan keris oleh para empu sejak zaman dulu menggunakan teknik metalurgi yang melibatkan ilmu fisika-kimia.?

"Keris ini kan ada proses teknik metalurgi. Kaitannya dengan ilmu fisika dan kimia. Jadi bagaimana cara pengolahannya itu masuk ilmu fisika. Dan apa bahan-bahannya itu masuk ilmu kimia," ujar Donny yang ditemui pada Silaturahim Kebudayaan yang digelar Lesbumi di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (28/7). ?

Keris sebagai tosan aji, yaitu besi yang dimuliakan, memiliki sisi estetika yang menawan. Berbeda dengan senjata logam lain seperti pedang samurai yang berbentuk lurus dan mengkilap, keris relatif berukuran lebih pendek, ada yang bilahnya berkelok-kelok seperti naga, serta dihiasi beragam motif yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan tampilan keris tampak indah dan berkarakter.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Donny menuturkan bahwa leluhur bangsa Indonesia telah berhasil membuat keris dengan cara yang pintar. Proses pembuatan keris tidak hanya berakhir ketika logam besi selesai ditempa. Namun, melalui proses finishing dengan melapisi permukaan keris menggunakan warangan.?

"Keris terdiri dari tiga macam logam, yaitu baja, besi, dan pamor. Nah, kemudian oleh leluhur kita, mereka mempunyai cara pengolahan kimia untuk coating atau membuat layer dengan cara diwarangi atau dijamasi. Jamas ini Bahasa Jawa yang artinya keramas. Keris ini dijamasi dengan warangan yang dicampur dengan asam sitrat atau air jeruk nipis," ujar Donny yang juga pendiri komunitas Jayakarta -komunitas yang aktif melakukan kegiatan untuk melestarikan tosan aji. ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Warangan terbuat dari batu tambang yang kebanyakan didatangkan dari Cina atau Mongol, dan mengandung senyawa arsenik yang bersifat racun. Inilah yang membuat keris memiliki efek mematikan paling kuat apabila mengenai darah manusia.?

"Ketika terkena darah, arsenik yang terdapat pada bilah keris akan berpindah ke darah sehingga darah menjadi menggumpal. Tapi kalau hanya menyentuh saja tidak apa-apa. Jadi, sudah sepintar itu leluhur kita untuk urusan kimia-fisika," terang pria yang mengaku memiliki banyak koleksi keris itu.?

Warangan yang digunakan untuk melapisi keris, tidak hanya berfungsi untuk menyematkan racun. Menurut Donny, pengaplikasian warangan juga untuk memunculkan nilai estetika pada keris.?

"Dengan diberi warangan tadi itu akan muncul nilai keindahan berupa tiga warna pada keris. Baja menjadi warna keabu-abuan, kehijauan atau kebiruan, besi menjadi hitam legam, sedangkan pamor tetap berwarna putih metalik seperti warna sendok makan," terang Donny.?

Pada acara Silaturahim Kebudayaan itu, digelar juga pameran keris koleksi komunitas Jayakarta. Menurut Donny, yang juga menjadi panitia, maksud diadakannya pameran keris tersebut adalah untuk memulangkan kembali kesadaran masyarakat tentang keIndonesiaan dan kenusantaraan. "Jangan sampai orang luar negeri yang justru lebih peduli pada budaya kita, dibanding kita sendiri," ujar pria yang mengajar kesenian di Institut Kesenian Jakarta itu. (Alika Rukhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Quote, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo tiap sebulan sekali menggelar kegiatan istighotsah di tiap-tiap ranting secara bergantian.



Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Serap Aspirasi Nahdliyin Melalui Istighotsah

Kegiatan tersebut digelar sebagai sarana untuk menyerap aspirasi warga Nahdliyin yang berada di tingkat ranting.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tongas Abdul Hamid kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (29/1). Menurutnya, kegiatan istighotsah ini bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi NU Ahlussunnah wal Jamaah dan mendoakan masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya setelah melakukan istighotsah, kami melakukan diskusi dengan seluruh pengurus ranting untuk menyerap aspirasi warga Nahdliyin di masing-masing ranting. Kesulitan-kesulitan yang disampaikan warga Nahdliyin selanjutnya kami bicarakan bersama untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Hamid, istighotsah diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak karunia dengan harapan bisa terus diberikan keselamatan, kesehatan dan kelancaran rizki yang halal.

“Istighotsah ini merupakan salah satu tradisi NU. Oleh karena itu saya berpesan kepada segenap masyarakat agar tidak meninggalkan tradisi-tradisi yang ada serta tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh para ulama-ulama NU,” jelasnya.

Kesempatan berkumpul bersama tersebut juga digunakan oleh pengurus MWCNU Kecamatan Tongas untuk mensosialisasikan program Kartu Tanda Anggota Nahdltul Ulama (Kartanu) kepada segenap warga Nahdliyin termasuk manfaat dari keberadaan Kartanu tersebut.

“Kami berharap agar warga Nahdliyin yang ada di Kecamatan Tongas pada khususnya dan seluruh warga Nahdliyin pada umumnya untuk terus memasyarakatkan tradisi-tradisi NU. Sehingga nantinya bisa diteruskan oleh generasi-generasi muda NU yang akan datang sebagai pemegang estafet kepemimpinan di organisasi NU,” harapnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 23 Desember 2017

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Quote, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati karena mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.

"Kisah para wali, orang saleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al-Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1).

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Habib Umar menjelaskan, dibalik kisah para orang saleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik, bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang saleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Allah SWT? dalam kitab suci Al-Qur’an,? menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal itu tak lain agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabiannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Nabi Muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan maulid dan shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang saleh dan para ulama sebab mereka pasti bersambung dengan Rasulullah Muhammad SAW," pungkasnya.

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun.

Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al Hafidz.. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Quote, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

SMK Ini Gratiskan Siswa yang Lancar Baca Al-Qur’an

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ini bukan sembarang sekolah gratis. Selama ini sekolah gratis terkesan dipandang sebelah mata. Tidak laku, kualitas meragukan dan cap negatif lainnya sering kali dialamatkan ke sekolah gratis. Tapi beda dengan SMP dan SMK Islam Butanul Ulum (IBU). Dua sekolah milik Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum (YPIBU) ini menjadi rebutan calon peserta didik. Sarana prasarananya cukup lengkap, mulai dari laboratorium bahasa hingga bus antar-jemput siswa.

Itulah sebabnya, peminat SMP dan SMK IBU selalu membludak. Namun karena keterbatasan gedung, maka jauh-jauh hari pendaftaran peserta didik baru dinyatakan ditutup. “Kami terpaksa membatasi murid baru. Untuk murid baru SMK, jumlahnya sudah 21 kelas. Sedangkan SMP IBU, hanya 6 kelas murid baru,” ujar Ketua YPIBU, Muhammad Hafidi kepda Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jember, Selasa (21/7).

SMK Ini Gratiskan Siswa yang Lancar Baca Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ini Gratiskan Siswa yang Lancar Baca Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ini Gratiskan Siswa yang Lancar Baca Al-Qur’an

Walaupun demikian, Hafidi masih membuka pintu bagi anak yatim dan fuqara yang mau menimba ilmu di SMP atau SMK IBU. Syaratnya, mereka mendapat rekomendasi dari pengurus NU setempat. Langkah ini ditempuh, katanya, karena sejak awal pendirian lembaga formal di lingkungan YPIBU adalah untuk membantu anak-anak NU, khususnya yang kurang mampu. “Kalau anak yatim dan fuqara, saya tidak bisa menolak walaupun sejak jauh-jauh hari pendaftaran murid baru sudah ditutup,” kata mantan Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk meyeleksi calon peserta didik baru yang bejibun, pihak sekolah menerapkan tes masuk dengan membaca Al-Qur’an. Untuk bisa menjadi peserta didik di? sekolah itu, mereka dites membaca Al-Qur’an. Panitia penerimaan peserta didik baru memang membentuk tim penguji baca Al-Qur’an. “Kalau ngajinya bagus, tajwidnya juga lumayan, ya lolos,” lanjut Hafidi.

Nuansa NU memang sangat kental dalam proses belajar mengajar di dua lembaga yang terletak di Dusun Rowo, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember Jawa Timur itu. Misalnya, sebelum pelajaran dimulai saat semua siswa sudah siap di dalam kelas, dilakukan pembacaan surat Yasin bersama-sama yang dipandu siswa senior dengan menggunakan pengeras suara. Kemudian, saat Dzuhur tiba, semua peserta didik diwajibkan shalat berjamaah di masjid sekolah. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi

Mataram, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/11).

Dalam kesempatan itu, hadir Pimpinan Pesantren Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid; Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017; H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram.

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahyar Abduh Buka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi

Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara, Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu selama rangkaian kegiatannya di Mataram.

Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini, Ahyar menegaskan, Pemkot Mataram telah menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran yang cukup besar, Ahyar menegaskan hal itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini.

Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram tentu akan membawa keberkahan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya.

Ia menegaskan, ulama dan kiai-kiai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya.

Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional. Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram.

Karenanya, ketika menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi. Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, adalah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerah-daerah lain di NTB.

Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB.

“Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu sebagai pencerminan tema besar, Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat.

“Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegasnya.

Marinah juga menyerukan kepDari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Meme Islam, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Desember 2017

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Muktamar ke-33 NU di Jombang yang bakal digelar 1-5 Agustus 2015 mendapat perhatian berbagai kalangan. Tak ketinggalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Organisasi profesi wartawan ini menyatakan kesiapannya turut menyukseskan perhelatan akbar NU itu.

"Sebagai organisasi profesi, PWI Jombang khususnya akan ikut mensyukseskan kegiatan Muktamar NU yang ada di Jombang. Kita sudah komunikasikan dengan panitia daerah dalam hal ini Gus Ipul," ujar Yusuf Wibisono, Ketua PWI Jombang, Rabu (8/7), usai koordinasi dengan seluruh anggota di Grama Media Jl KH Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengatakan, menyongsong penyelenggaraan forum Musyawarah tertinggi NU tersebut, pihaknya mengadakan kegiatan “Bakti PWI untuk Muktamar ke-33 NU”. Salah satunya adalah memberikan informasi dan publikasi bagi masyarakat terkait agenda NU di kota santri.

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar

"Di samping memang sudah tugasnya mempublikasikan informasi, teman teman wartawan juga akan mendirikan posko untuk pekerja pers yang melakukan peliputan di arena Muktamar NU," imbunya seraya mengatakan, Jombang merupakan kota kelahiran tokoh tokoh besar pendiri NU seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri dan juga Gus Dur.

Posko wartaman Muktamar NU ini, tambah Yusuf, akan menempati gedung Media Center di Jalan KH Wahid Hasyim yang merupakan kantor PWI Jombang. ? "Kebetulan gedung PWI ini lokasinya sangat dekat dengan lokasi utama yakni yang ada di alun alun Jombang, hanya sekitar 300 meteran. Temen-temen media yang melakukan peliputan baik dari media nasional maupun internasional bisa ngepos di sini, dan akan akan disediakan tenda, serta fasilitas pendukung seperti jaringan internet yang memadai untuk memudahkan mereka bekerja,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, masih menurut Yusuf, Kantor PWI Jombang dikatakannya bisa digunakan untuk beristirahat bagi? para awak media. "Insyaallah juga akan disediakan ruangan tempat tidur dan kamar mandi, termasuk kopi biar temen-temen bekerja bisa nyaman," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Purworejo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Musisi besar Indonesia, Addie MS, hadir dan menjadi konduktor dalam resepsi upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan Pondok Pesantren Ash-Shidiqqiyah, Jakarta, Ahad (22/10). 

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Konduktor Hari Santri, Addie MS: Pengalaman Tak Terlupakan

Dalam acara itu, musisi kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1959 ini menjadi konduktor atau dirigen para santri dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yalal Wathon dan Rayuan Pulau kelapa. Kehadirannya di acara ini atas undangan resmi dari pihak penyelenggara.

"Terima kasih kpd Gus Mahrus, Kiai muda brilian pengasuh pondok pesantren yang telah mengundangku. Suatu kehormatan," tulisnya dalam akun instagramnya: @addiems999.

Bagi suami dari penyanyi Memes dan ayah dari Kevin Aprilio dan Tristan Juliano, berada ditengah-tengah santri Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH Noer Muhammad Iskandar ini merupakan pengalamam yang tak terlupakan. 

"Terima kasih kepada @chicohakim yang memberi masukan berharga sehingga aku bisa memperoleh pengalaman tak terlupakan bersama seluruh santri dan sesepuhnya di sini," tulisnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berdasarkan data dari Wikipedia Indonesia, Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang lebih dikenal dengan Addie MS adalah salah satu dari pendiri Twilite Orchestra dan sampai sekarang masih memegang tampuk konduktor orkestra. Selain seorang konduktor, Addie juga dikenal sebagai pianis, pencipta lagu, komponis, arranger, dan sekaligus produser musik.

Pada tahun 1998, Addie bersama Youk Tanzil dan Victorian Philharmonic Orchestra membuat album rekaman Simfoni Negeriku di Australia, di mana untuk pertama kalinya lagu-lagu nasional dan perjuangan Indonesia diaransemen secara simfonik dan direkam dalam format CD dan kaset. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Gelar Safari Jumat, PCNU Kota Kraksaan Sapa Warga NU

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Sarana untuk memperkokoh aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di kalangan warga NU bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya melalui Safari Jum’at yang dilakukan secara istiqamah oleh PCNU Kota Kraksaan ke tiap-tiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) secara bergantian.

Safari Jum’at yang diikuti oleh warga NU di masing-masing MWCNU ini dihadiri oleh Mustasyar, Katib Syuriyah, Rais Syuriyah, dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan. Tidak ketinggalan pula para pengurus lembaga dan badan otomom (banom) PCNU Kota Kraksaan.

Gelar Safari Jumat, PCNU Kota Kraksaan Sapa Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Safari Jumat, PCNU Kota Kraksaan Sapa Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Safari Jumat, PCNU Kota Kraksaan Sapa Warga NU

Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi mengatakan, Safari Jum’at ini digelar dengan tujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh pemahaman aqidah Aswaja di kalangan warga NU.

“Setiap Jum’at, pengurus PCNU Kota Kraksaan biasanya melakukan Safari Jum’at di 5 hingga 7 masjid di setiap MWCNU. Agenda utamanya adalah menyapa warga NU sebagai upaya penguatan aqidah Aswaja,” katanya, Ahad (13/3).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fauzan menegaskan bahwa Safari Jum’at ini merupakan salah satu media untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus untuk memberikan contoh langsung dalam menjalankan ibadah, khususnya Shalat Jum’at.

“Saat ini sudah bukan zamannya lagi memberikan wacana dan teori. Sebab yang dibutuhkan masyarakat adalah bukti nyata dan keteladan seorang pemimpin agar dapat diikuti oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Fauzan, usai melakukan Safari Jum’at para pengurus PCNU Kota Kraksaan selanjutnya berkumpul di Kantor MWCNU untuk membahas persoalan yang dihadapi oleh warga NU di setiap masjid yang dikunjungi.

“Hasil dari serap aspirasi lewat Safari Jum’at ini nantinya kami bahas dalam agenda rapat kerja pengurus di Kantor PCNU Kota Kraksaan. Hal-hal yang memang sifatnya urgen nantinya kami jadikan sebagai program prioritas sambil dipadukan dengan program kerja PCNU Kota Kraksaan yang sudah di bahas dalam Musker (Musyawarah Kerja, Red),” terangnya.

Melalui Safari Jum’at ini jelas Fauzan, nantinya para pengurus di tingkat cabang bisa melihat langsung kondisi masyarakat di bawah sehingga bisa menyusun program kerja yang strategis sesuai dengan harapan masyarakat. “Tekad kami ingin memberikan manfaat kepada masyarakat sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 21 November 2017

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Depok, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati pada setiap 22 Oktober disambut dengan meriah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Depok menyemarakkan HSN  dengan beragam kegiatan yang melibatkan santri, pimpinan pesantren, kiai, tokoh masyarakat, dan masyarakat pada umumnya.

"Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan peluncuran di Masjid Kubah Emas, Sabtu 7 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB. Acara diisi dengan pembacaan Qasidah Burdah yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Depok KH Junaidi HMS. Selanjutnya akan digelar pembukaan rangkaian peringatan Hari Santri yang melibatkan hampir seluruh pondok pesantren se-Kota Depok," ujar Ketua PCNU Kota Depok KH Raden Salamun Adiningrat di kantornya, Kali Mulya, Cilodong, Jumat (6/10).

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Ia berharap kepada seluruh warga NU agar  berbondong-bondong memadati Masjid Kubah Emas lengkap dengan segala atribut ke-NUan yang dimiliki. Acara ini akan dihadiri beberapa pengurus harian PBNU, dan pengurus harian, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Depok.

"Kepada seluruh santri, warga NU dan masyarakat Depok, kami harap kehadirannya untuk memeriahkan HSN," paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PCNU Kota Depok telah menyiapkan serangkaian kegiatan baik berbagai lomba untuk santri, zikir, semaan dan khataman Al-Quran, shalawat Nariyah, kirab, dan apel kebangsaan.

Saat ditanya apakah di acara pembukaan dan peluncuran nanti akan dihadiri pihak Pemkot Depok, ia menjawab belum ada informasi dari tim panitia terkait kepastian keterlibatan Pemkot Depok dalam peringatan hari santri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Intinya kami mengajak seluruh komponen masyarakat dan koordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan peringatan hari santri," tegasnya.

Pihaknya telah menyiapkan beragam kegiatan, yaitu lomba bagi santri yang bertempat di sejumlah titik pesantren, dzikir, khataman Al-Quran, Sholawat Nariyah, kirab dan apel kebangsaan.

Sebagaimana diketahui Peringatan Hari Santri ditetapkan Pemerintah Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Tidak hanya diperingati oleh santri di Kota Depok, tapi juga dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Tahun lalu Pemkot Depok tidak menyelenggarakan dan lebih memilih pada Gebyar Muharram yang diselingi acara dangdut. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Dalam rangka mencetak kader yang handal serta berbekal kecakapan dalam berorganisasi, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor dan Pimpinan Anaak Cabang Fatayat Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah akan segera melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD).

Ketua PAC Ansor Sedan Muhammad Nur Muchroz mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya awal proses kaderisasi para kader muda NU, khususnya di Kecamatan Sedan.

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Fatayat Sedan Undang 100 Muda-Mudi Ikuti PKD

"Ini sebagai upaya pengenalan Ansor dan Fatayat kepada muda-mudi NU. Sekaligus sebagai reformulasi gerakan Ansor atau Fatayat dalam mengakses isu-isu global keagamaan. Serta sebagai pembekalan awal proses regenerasi," terang Muchroz kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (24/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan bertema "Urgensi Kaderisasi sebagai Upaya Awal Proses Regenerasi" tersebut mengundang 100 kader muda-mudi NU yang nantinya akan menjadi peserta dalam pelatihan ini.

"Kami merencakan dari 100 peserta tersebut, terdiri dari 50 kader Ansor dan 50 kader Fatayat. Seluruh kader tersebut merupakan perwakilan atau delegasi dari seluruh ranting Ansor dan Fatayat se-Kecamatan Sedan," ujar salah satu dosen STAI Al-Kamal Rembang tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hajatan ini rencananya akan dilaksanakan pada awal September di Aula Komisariat MA YSPIS Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock