Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Kiai Manan Jelaskan Landasan Program Organisasi dalam 7 Filosofi Doa

Bogor, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU dihadiri oleh Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani. Kiai Abdul Manan menyampaikan pesan khusus kepada para pengurus PP Muslimat di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3).

Kiai Manan Jelaskan Landasan Program Organisasi dalam 7 Filosofi Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manan Jelaskan Landasan Program Organisasi dalam 7 Filosofi Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manan Jelaskan Landasan Program Organisasi dalam 7 Filosofi Doa

Semua keinginan para warga NU dan Muslimat tentu sama. ? Ibu-ibu harus menyesuaikan dengan programnya. “Yang terpenting bagi ibu-ibu Muslimat adalah mendidik anak-anak. Baik buruknya seorang anak itu ditentukan oleh ibunya. Dan menjaga keluarga, sesuai dengan doa keselamatan dunia,” kata Kiai Manan mengawali sambutannya.?

Allahumma Inna Nas-aluka Selamatan Fiddin, bagaimana mendidik anak agar selamat akhlaknya, selamat pikirannya dan selamat amaliyahnya. “Ibu adalah madrasatul ula bagi seorang anak,” tegas Kiai Manan. ?

Wa’afiatan Fil Jazadi, Muslimat harus berupaya menciptakan anak cucunya sehat, jangan sampai gizi buruk melanda anak dan keluarganya. Muslimat memiliki rumah sakit dan poliklinik. Waziyadatan Fil Ilmi, dengan pendidikan Paud, TK dan RA diharapkan Muslimat mampu meningkatkan SDM anak sejak dini, sehingga dewasa nanti SDMnya mampu menerima permasalahan yang datang hingga mampu keluar dengan solusinya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wabarokatan Fir Rizki, pemberdayaan ekonomi begitu penting. Contoh ibu-ibu di Banglades bisa menggerakan ekonomi masyarkat. “Saya kira koperasi An-Nisa lebih baik dari pada koperasi syirkah muawanah, nah ini yang perlu dikembangkan lagi oleh ibu-ibu muslimat,” terangnya.?

NU itu bisa memperkaya orang lain. Contoh pabrik sampoerna bisa laris karena orang NU sering meremehkan uang kecil.?

“NU dan Muslimat harus bisa menjamaahkan uangnya jangan orangnya saja, dari yang kecil pastinya nanti akan menjadi besar,” jelas Kiai Manan dihadapan 380 pimpinan nasional Muslimat NU dari 34 wilayah dan 180 cabang. ?

Wataubatan Qoblal Maut, para ibu harus membimbing dan anak-anaknya dengan pendidikan konseling. Warahmatan Indal Maut, program sosial harus menjadi perhatian. Jangan sampai warga NU yang meninggal dunia menjadi Muhammadiyah lantaran jenazahnya naik mobil ambulan Muhammadiyah. Wamaghfirotan Bada Maut, Bagaimana orang-orang terdahulu bisa didoakan.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Inilah sisi pelayanan kita kepada warga NU, sejak hidup hingga meninggal dunia,” pungkas Kiai Manan. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Di sela kegiatan Kelas Akhir Tahun (KAT), Sabtu-Ahad (24-25/12), sekitar 80 santri Pesantren Al-Muayyad Windan mengggelar kegiatan doa bersama yang bertajuk “Santri Nusantara untuk Palestina Merdeka”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula pondok.

Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi’ menjelaskan kepedulian kaum santri terhadap kemerdekaan Palestina, bahkan sudah ada sejak Indonesia merdeka.

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Windan Kirim Doa untuk Kemerdekaan Palestina

“PBNU sendiri mengeluarkan seruan doa qunut nazilah untuk Palestina pada 12 November 1938. Ini artinya, sudah sangat lama kaum santri diajak untuk peduli Palestina,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

Dalam kegiatan KAT Santri Windan tahun ini, mereka membedah buku yang berjudul Sarung dan Demokrasi: Dari NU Untuk Peradaban Keindonesiaan karya tim LTN PWNU Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada pembukaan acara, Gus Dian memberikan gambaran tentang proses transformasi kaum sarungan dan kaum nahdliyin. Menurutnya, transformasi kaum bersarung berarti perubahan bentuk para santri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan harapan kaum sarungan dapat bertransformasi di segala bidang yaitu, ekonosfer atau lingkungan ekonominya, politosfer atau lingkungan politik, inforfer lingkungan ilmu pengetahuan atau informasi, sosiosfer lingkungan sosial, serta bagaimana hubungan timbal balik dengan manusia,” jelasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan banyaknya pernikahan usia dini, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan anak-anak memiliki hak-hak yang masih perlu diperhatikan, meliputi kesehatan fisik, mental dan reproduksi.

Demikian disampaikannya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (28/4) lalu. Menurut Asrorun Niam, pernikahan tidak sekadar memenuhi kebutuhan seksual, tetapi ada tanggung jawab di dalamnya. Untuk itulah diperlukan usia kecakapan menikah.?

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Asrorun Niam Sholeh Soal Pernikahan Dini

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak didefinisikan sebagai seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.?

Walaupun ? pada Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan mengatur usia minimum anak perempuan untuk menikah ialah 16 tahun, karena masih di bawah 18 tahun, maka ia tetaplah anak yang harus dilindungi oleh keluarganya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu menurut Pasal 26 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dinyatakan, ”Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk: mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak; menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak,” jelas mantan aktivis IPNU ini.

Pernikahan pada usia dini juga akan menyebabkan beberapa dampak, di antaranya dampak buruk pada kesehatan, terhentinya pendidikan, terbatasnya kesempatan ekonomi, terhambatnya perkembangan pribadi anak, tingginya angka perceraian. (Kendi Setiwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Santri, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 19 Januari 2018

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (11/2).

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Quote, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Warga NU dan umat Islam di Tanah Air kembali kehilangan ulama panutannya. Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 KH Ali Mustafa Ya’qub wafat pada Kamis (28/4) pagi ini.

Mantan imam besar Masjid Istiqlal ini diberitakan mengembuskan napas terakir di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, pukul 06.00 WIB. KH Ali Musthofa Ya’qub merupakan pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan., Banten

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat

Idris Mas’ud , pengurus Lakpesdam PBNU yang juga santri KH Ali Mustafa Ya’qub mengatakan, saat ini jenazah almarhum tengah dimandikan di lingkungan Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan. Rencananya, almarhum akan dishalatkan hari ini, selepas dhuhur, dan dikebumikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia mengatakan, Kiai Mustafa yang tampak tak sadarkan diri dibawa ke Rumah Sakit Hermina sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut Idris, bahkan saat akan menuju rumah sakit Kiai Musthofa diperkirakan sudah meninggal dunia. “Beliau sudah lama sakit, hanya saja beliau jarang mengeluh, dan seperti tidak dirasa,” kata Idris yang sedang ada di lokasi pemandian jenazah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Ali Mustafa Ya’qub yang aktif di Majelis Ulama Indonesia dikenal dengan kepakarannya di bidang ilmu-ilmu keislaman, terutama hadits. Ia banyak melahirkan karya tulis, baik berbahasa Arab maupun Indonesia. (Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 04 Januari 2018

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado

Manado, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Nadlatul Ulama (NU), Hasyim Muzadi, akan membahas Komitmen Kebangsaan dan persoalan dihadapi negara saat ini, pada dialog kebangsaan lintas agama di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 25 Juli 2007.

"Muzadi akan menjadi keynote speaker pada dialog kebangsaan bersama anggota DPD-RI, Marhany Pua dan beberapa tokoh agama pada Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) NU Sulut di Manado," kata Ketua Panitia Mukerwil NU, Benny Rhamdani, Selasa di Manado.

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi akan Bahas Komitmen Kebangsaan di Manado

Dialog kebangsaan yang akan melibatkan sejumlah komponen masyarakat itu, lebih ingin mempertegas tentang keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan gerakan separatis, dan penghancuran ideologi bangsa yakni Pancasila.

"Diharapkan dialog itu dapat menghadirkan sumbang saran dan rekomendasi tentang komitmen kebangsaan," kata Rhamdani, yang juga anggota DPRD Sulut.

Sementara, dalam Mukerwil NU yang menghadirkan utusan pengurus tingkat kabupaten dan kota se Sulut itu, akan mengambil sikap tegas terhadap upaya kinerja pemerintah memberantas korupsi dan penegakkan hukum disegala bidang.

Sedangkan persoalan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dibeberapa kabupaten dan kota, NU akan memilih sikap netralitas dan independen, yakni tetap berada pada konteks politik yang memihak seluruh masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"NU tidak akan mengkultuskan pada persoalan lebih mendalam dengan politik. Jika seseorang maju Pilkada itu hak pribadinya," kata Ketua GP Anshor Sulut.

Ketua NU Sulut, Iskandar Gobel mengatakan, Mukerwil dengan menghadirkan Ketua Umum Hasyim Muzadi, guna mempererat tali silahturahmi serta memantapkan roda organisasi antara pusat dan daerah. (ant/ben)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

Prihatin AIDS, IPNU-IPPNU Wonosobo Gelar Aksi Kepedulian

Wonosobo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelajar Nahdlatul Ulama kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah melakukan aksi turun ke jalan. mereka membagikan selebaran perihal HIV/AIDS di alun-alun kabupaten Wonosobo, Ahad (1/12). Aksi mereka bertujuan memberi informasi kepada masyarakat tentang HIV/AIDS.

Mereka menggelar aksi sejak pukul 08.00 pagi. Aksi ini diikuti sedikitnya 20 kader IPNU-IPPNU Wonosobo. Kordinator Pelaksana Arif Syukron mengatakan, aksi itu merupakan wujud kepedulian terhadap masalah HIV/AIDS yang terus berkembang seperti pers rilis yang dikirim CBP IPNU Wonosobo.

Prihatin AIDS, IPNU-IPPNU Wonosobo Gelar Aksi Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin AIDS, IPNU-IPPNU Wonosobo Gelar Aksi Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin AIDS, IPNU-IPPNU Wonosobo Gelar Aksi Kepedulian

“Pelajar NU punya perhatian khusus terhadap masalah HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya,” kata Arif yang juga wakil komandan CBP IPNU Wonosobo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan kader IPNU-IPPNU bisa menjadi pelopor untuk membantu pencegahan HIV/AIDS di Wonosobo. Keikutsertaan dan parsitipasi IPNU-IPPNU untuk menanggulangi penyebarluasan HIV/AIDS sangat dibutuhkan.

Aksi ini ditanggapi dengan baik dari ketua PC IPPNU Wonosobo Amintarsih. Aksi pelajar NU ini diharapkan memiliki dampak nyata terutama bagi kalangan pelajar. Kegiatan ini disudahi dengan pembacaan doa oleh semua peserta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

Banda Aceh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PWNU dan Panitia Konferensi Wilayah XIII NU Provinsi NAD melakukan audiensi dengan Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, Kamis (19/3) lalu, di Banda Aceh. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda Konferwil XIII NU Aceh untuk bersilaturrahmi dengan Gubernur, Wakil Gubernur, Panglima Kodam, dan Kapolda.

Dalam kesempatan itu Ketua PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengingatkan gerakan ISIS yang sudah berkembang dan ini jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Audiensi dengan Pangdam, NU Aceh Ingatkan Radikalisme ISIS

“NKRI merupakan amal jariyah dari para pendahulu. wajib bagi kami dari NU untuk melestarikan dan mengembangkan kejayaanya,” tegas Pimpinan Pondok Pesatren/Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah – Sibreh ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun mengenai gerakan Islam radikal, ia meminta agar semua pihak konsentrasi pada pembekalan pemahaman terhadap semua lapisan masyarakat. Sebab, bibit-bibit munculnya radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam justru datang dari orang-orang yang kurang paham terhadap ajaran agama Islam secara utuh.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, namun pemahaman akan syariatnya nol. Maka inilah yang menjadi penyebab mudah terpengaruhnya sebagian masyarakat terhadap hal-hal negatif," ujarnya.

Disamping itu Asnawi M. Amin, S.Ag, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh dalam kesempatan itu juga menegaskan, kesanggupan NU Aceh untuk membantu pemerintah serta TNI dan POLRI untuk menciptakan suasana damai, mewujudkan keberadaan Islam yang rahmatan lil alamin. "NKRI harga mati bagi kami," ujarnya.

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto mengaku senang NU sudah mengingatkan. “Jadi TNI bisa lebih hati-hati dalam menerima tamu dan undangan yang di tujukan pada TNI dan bisa menjaga lebih aman, tentram dan sejahtera bumi serambi Mekkah ini,” katanya.

Tampak hadir pada acara audiensi diantaranya Wakil Ketua SC yang juga sekaligus wakil sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk Akmal Abzal, S.HI, Sekretaris SC, Aceh Hardono Asnawy, Sekretaris OC, Ismi Amran dan Koordinator di bidang Sekretariatan dan perlengkapan, Indra Kariadi.?

Selain itu, Tgk Faisal secara langsung mengundang Panglima Kodam untuk dapat hadir pada pembukaan Konferwil NU XIII pada tanggal 17-19 April 2015 di Asrama Haji Banda Aceh yang akan di buka langsung oleh Ketua Umum PBNU. "Insya Allah akan di buka langsung oleh Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dan akan menghadirkan sejumlah Tokoh Nasional," tuturnya kepada Pangdam Iskandar Muda. (Indra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh komponen PBNU untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Demikian disampaikan Khofifah saat memberika sambutan pada acara pebukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pesantre Khas Kempek Cirebon (24/7).

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia berada di Jawa Timur sedangkan keduanya di Jawa Tengah. Ia berpendapat, sebagian besar warga miskin ini merupakan warga NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Khofifah menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan sistem pemberian subsidi kepada masyarakat secara tunai, salah satunya dengan aplikasi e-warung. Untuk bantuan beras miskin, sebagian sudah dalam bentuk nontunai. Ke depan seluruh bantuan beras miskin, tidak disalurkan secara tunai sehingga berbagai masalah yang ada saat ini tidak lagi terjadi.

"Nantinya, masyarakat tidak lagi mengeluh soal adanya besar yang mengandung kutu. Mereka bisa membeli sendiri sesuai dengan pilihannya," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menegaskan, Kementerian Sosial merupakan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-warung ini. Karena itu, ia mengajak PBNU untuk menyiapkan diri agar masyarakat siap dengan berb,agai sistem yang sudah nontunai ini.

"Jadi, dakwahnya PBNU bukan lagi dakwah bil lisan atau bil hal, tetapi juga bil IT," tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ada nuansa haru dalam acara Nuzulul Qur’an yang digelar di markas Majelis Ar-Raudhah Dzikir dan Ilmu, Jl Duwetan No. 112, Semanggi, Pasar Kliwon, Kamis (25/7) malam lalu. Tak sedikit dari ratusan jamaah yang hadir, meneteskan air mata. Mereka hanyut saat perenungan dalam rangka pertobatan massal.

Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Noval Pimpin Pertobatan Massal di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Noval Pimpin "Pertobatan Massal" di Solo

Pengasuh Ar-Raudhah, Habib Noval bin Muhammad Al-Alaidrus memimpin langsung acara yang bertema Doa dan Munajat Di Malam Nuzulil Quran. Para jamaah meresapi setiap kata yang diucapkan oleh Habib Noval.

“Meresap sekali renungannya. Sampai saya menitikkan air mata,” kata salah satu jamaah, Andi, kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaah dari Laweyan tersebut merasa betapa nikmatnya mengamini setiap untaian doa yang dituntunkan Habib Noval.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pengajian itu Habib Noval mengajak kepada seluruh jamaah, untuk semakin giat beribadah selama Ramadhan. Ustaz yang produktif dalam menulis ini juga mengingatkan kondisi umat Islam saat ini yang telah banyak mengalami pergeseran akhlak.

Selain itu, dia ingin agar masyarakat muslim Solo pada khususnya, harus bisa shalat. Bahkan cita-citanya itu kelak akan diwujudkan dengan mendirikan kursus Fasolatan di Solo. “Saya mencanangkan di Kota Solo ini tidak ada lagi orang Islam yang tidak bisa Shalat. Semua muslim harus bisa shalat,” tegasnya.

Tidak hanya bisa shalat, tetapi juga mengerti syarat dan rukunnya. “Karena apa, banyak orang yang shalat tapi belum memenuhi syarat dan rukunnya. Nanti, akan dimulai dengan cara berwudhu yang benar,” imbuhnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, AlaSantri, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kebudayaan Islam Nusantara menjadi tema besar perhelatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Senin-Selasa (30-31/1) dengan menampilkan ratusan keris dan puluhan manuskrip kuno di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Menurut Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto, Harlah NU berbasis budaya ini untuk menguatkan kembali warisan Nusantara yang menjadi karakter khas Islam di Indonesia.

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno

“NU terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah arus globalisasi yang terus mengikis sehingga terjadi krisis budaya di masyarakat Indonesia,” ujar Agus Sunyoto saat ditemui Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Senin (30/1) sebelum acara diskusi Harlah NU dimulai.

Pusaka keris, golok, kujang, dan tombak ditampilkan rapi oleh Lesbumi dengan menuliskan identitas dan catatan pusaka-pusaka tersebut sehingga pengunjung dapat langsung mengenali pusaka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Catatan yang ditulis dari pusaka-pusaka tersebut meliputi nama, tempat pembuatan keris, dan kerajaan yang menjadi persebaran keris-keris tersebut.

Tercatat sejumlah kerajaan yang menjadi masa persebaran keris dan pusaka-pusaka tersebut di antaranya Kerajaan Majapahit, Singosari, Mataram, Padjajaran, Demak, dan kerajaan-kerajaan kuno lainnya. Bahkan ada salah satu pusaka yang diproduksi sebelum tahun Masehi.

“Keris-keris ini juga didatangkan dari berbagai daerah seperti Bugis, Madura, Bali, Banjarmasin, Palembang bahkan Malaysia sebagai bagian dari wilayah Nusantara zaman dulu,” ujar Doni Satrio Wibowo, Kolektor Keris yang juga salah satu pengurus Lesbumi PBNU.

Sementara itu, Kitab Manuskrip kuno juga ditampilkan dalam kesempatan tersebut. Tercatat ada 31 naskah kitab tulisan tangan yang dipamerkan sebagai warisan intelektual ulama-ulama zaman dulu. Naskah-naskah tersebut ditulis dalam tulisan Arab, Arab Pegon, Jawa, dan Melayu.



Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nama-nama manuskrip yang ditampilkan antara lain Tarikh Nabi Yusuf tahun 1889 yang ditulis dalam bentuk tembang, Tarikh Nabi Muhammad (tahun tidak tercatat) dalam bahasa Arab Pegon Bahasa Jawa, Serat Mas Buchori tahun 1820 dengan aksara Jawa, Manakib Syekh Abdul Qadir tahun 1925 huruf Arab Pegon Bahasa Jawa, bahkan Kitab Tafsir yang ditulis Tumenggung Puspanegara (Bupati Gresik pertama).

Selain itu ada Naskah Sejarah dan Silsilah Sunan Giri tahun 1283 ditulis dengan Aksara Arab Pegon berbahasa Jawa, Mushaf Al-Qur’an tahun 1825 yang ditulis oleh Kiai Abdullah Kudus, dan beberapa koleksi lainnya, serta sejumlah tokoh wayang kulit.?

Kegiatan Harlah ke-91 NU berlangsung pada 30-31 Januari 2017 di Gedung PBNU Jakarta. Sejumlah tokoh dan budayawan hadir untuk mengisi diskusi seperti Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid, Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Penyair dan Sastrawan Seno Gumira Ajidarma, dan Musisi Noe Letto.

Acara puncak pada 31 Januari 2017 akan diisi pidato kebudayaan oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Taushiyah oleh Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, pembacaan puisi oleh KH D. Zawawi Imron, serta pertunjukkan musik oleh Wali Band, Noe Letto, Hadad Alwi, dan lain-lain.? (Fathoni)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran

Salah satu ciri khas pesantren di Jawa pada umumnya adalah mengaji kitab-kitab berbahasa Arab yang tidak berharakat (kitab gundul). Ada juga yang menyebutkan kitab kuning, karena sebagian besar kitab-kitab klasik itu dicetak dengan kertas berwarna kuning. Kiai menerjemahkan per kata (lafadz) dengan memperhatikan kedudukan masing-masing lafadz dalam susunan kalimat. Santri mengikutinya dengan mencatat terjemahannya di bawah lafadz asal. Dengan model pengajian ini, santri tidak sekadar mengetahui terjemah lafadz, namun juga mengetahui kedudukan masing-masing lafadz baik menurut kaidah nahwu maupun sharaf, sehingga pemahaman mereka atas makna teks menjadi lebih dalam.

Lafadz yang berkedudukan sebagai subyek (mubtada’) pasti disebut terjemahnya adalah utawi, sedangkan yang berkududukan sebagai predikat (khabar) selalu disebut terjemahnya adalah iku. Hal ini berlaku dalam kalimat nominal (jumlah ismiyyah). Jika susunannya adalah kalimat verbal yang terdiri dari (fi’il dan fa’il), maka terjemah lafadz kerja (fiil) pasti akan diikuti keterangan waktu lampau, sekarang atau akan datang (wus, lagi, arep). Jika kedudukan lafadz itu menjadi subyek (fa’il), maka pasti dengan tegas terjemahnya diucapkan dengan ungkapan sapa (jika subyek berakal) atau apa (jika subyek tidak berakal). Ada banyak lagi contoh terjemah yang menujukkan kedudukan lafadz dalam suatu kalimat, misal, ing menujukan obyek, halih menunjukkan hal, apane menunjukkan tamyiz, rupane menunjukkan badal dan masih banyak lagi yang lainnya.?

Model pengajian seperti ini secara sistematis telah melatih santri atau murid menjadi peka terhadap struktur kalimat (tarkib) dan perubahan i’rabnya. Struktur minimal kalimat adalah terdiri dari subyek dan predikat, sedangkan yang lengkap adalah subyek, predikat, obyek dan keterangan. Hal ini juga berlaku pada bahasa Arab. Adapun i’rab adalah perubahan akhir kalimat dalam bahasa Arab karena perbedaan unsur (‘amil) yang memasukinya baik secara tampak lafadznya maupun secara perkiraan. Misalnya lafadz al-kitaab; dalam keadaan tertentu lafadz itu harus dibaca al-kitaabu, al-kitaaba, atau al-kitaabi karena menempati kedudukan yang berbeda. ? ? ? ?

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran

Mungkin karena diidentikkan dengan Al-Quran yang berbahasa Arab, kajian teori gramatika bahasa Arab di pesantren selama ini dipersepsi sebagai sesuatu hampir-hampir sakral. Buktinya tingkat senioritas kompetensi santri seringkali dilekatnya dengan berapa banyak bait-bait nadham kitab Imrithy atau Alfiyah ibn Malik. Tidak semua pesantren menganjurkan atau bahkan mewajibkan santri menghafal Al-Quran, tapi sebaliknya santri terkondisikan untuk menghafal bait-bait nadham dalam kedua kitab itu, padahal ia bukan kitab suci yang membacanya bernilai ibadah (almuta’abbad bi tilaawatihi).

Didorong semangat untuk melestarikan tradisi keilmuan dan pembelajaran di pesantren seperti ini, Muhammad Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang menyusun sebuah buku berbahasa Arab dengan judul, Shafaaul Lisaan Fii I’raabil Quraan. Buku ini memang ditujukan untuk para pemula dalam studi bahasa Al-Quran, khususnya para santri dan mahasiswanya, sehingga hanya berisi analisis irab tiap lafadz dan kalimat ayat-ayat Al-Quran yang terpilih dengan menggunakan metode irab yang telah dikenal di pondok pesantren.?

Penyusun buku ini sepertinya ingin memadukan antara penguasaan gramatika bahasa Arab dan pembelajaran kitab suci Al-Quran, sehingga sikap santri dalam menyakralkan ilmu diarahkan secara tepat pada kitab suci Al-Quran. Kitab Imrithy atau Alfiyah ibn Malik memang penting untuk belajar gramatika bahasa Arab, namun tidak sepatutnya disakralkan melebihi penyakralan terhadap kitab suci Al-Quran.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penyusun buku ini yang juga alumnus MAPK/MAKN Jember menganalisis kandungan i’rab tiga surat Al-Quran pilihan, yaitu: QS. Al-Fatihah, QS. As-Sajadah, dan Al-Insan. Ketiga surat ini sangat populer di pesantren, khususnya di pesantren Gus Awis, karena sering dibaca khususnya dalam shalat Shubuh hari Jumat. Dengan obyek kajian tiga surat al-Quran itu, pembaca buku ini diharapkan memperoleh dua manfaat sekaligus. Manfaat pertama adalah pembaca akan mampu belajar mendalami penarapan ilmu nahwu dan sharaf. Manfaat kedua adalah membaca, belajar dan memahami ayat-ayat dan ? kandungan kitab suci Al-Quran yang secara langsung memiliki nilai ibadah. ? ? ?

Menurut penyusun buku ini ketiga surat Al-Quran tersebut memiliki variasi i’rab yang sangat beraneka macam, sehingga merepresentasikan i’rab yang terkandung dalam seluruh ayat-ayat Al-Quran. Dengan mengkajinya, maka pembaca akan mempu memformulasikan i’rab yang terdapat dalam ayat dan surat yang lain secara mandiri. ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kompetensi menganalisis i’rab suatu kalimat sangat diperlukan dalam kajian tafsir Al-Quran. Ketidaktepatan analisis i’rab bisa mengubah makna secara fatal. Sebagai misal, dalam QS. Fatir ayat 28, seharusnya makna yang tepat adalah hanya saja yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya adalah ulama. Makna ini diperoleh jika lafadz Allah dalam ayat itu dibaca Allaaha. Sebaliknya maknanya bisa berubah sangat fatal, jika lafadz Allah dibaca Allaahu, sehingga terjemahnya menjadi hanya saja Allah takut kepada hamba-hambaNya yang ulama. Lafadznya sama, namun jika dibaca Allaaha atau Allaahu, ternyata maknanya sudah bertentangan 180 derajat. Oleh karena itu ilmu I’rab menjadi salah satu ilmu penting dalam memahami ayat-ayat Al-Quran khususnya.?

Selama ini analisis i’rab seringkali hanya digunakan untuk membedah kalimat bahasa Arab biasa. Melalui bukunya ini dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengajak pembaca untuk langsung menerapkannya dalam analisis ayat-ayat Al-Quran. Ini adalah karya yang patut diapresiasasi karena menjadi sarana mempopulerkannya dalam kajian-kajian bahasa Arab. Santri atau murid tidak sekadar membaca dan menganalisis kalimat bahasa Arab biasa, namun langsung diarahkan kepada analisis bahasa kitab suci Al-Quran yang mengandung berbagai keutamaan yang tidak dijumpai dalam bahasa Arab biasa.

Alhasil, siapa saja yang membaca dan mempelajari kandungan buku ini pasti akan melakukan dua aktifitas mulia sekaligus, yaitu mengaji dan mengkaji ayat-ayat Al-Quran. Pembaca juga akan mendapatkan sisi sakral dan gramatikal di dalam buku ini. Jika penasaran, silakan miliki dan membacanya sendiri untuk membuktikannya. ?

Data Buku

Judul Buku : Shafaaul Lisaan Fii I’raabil Quraan

Penulis ? ? ? ? : Muhammad Afifuddin Dimyathi

Penerbit ? ? ? ? : Lisan Arabi

Alamat ? ? ? ? ? : Sidoarjo, Jawa Timur

Cetakan ? ? ? ? : Pertama : 2016 M / 1437 H ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Halaman : 117 halaman

Peresensi

Nine Adien Maulana, Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Negeri 2 Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 15 November 2017

Kasar Lagi Kaku

Dalam suatu kesempatan, seorang lelaki berkata kepada seorang patih yang terkenal bersifat kasar dan kaku:

“Tuan patih, tuan harus bersyukur. Sebab tuan telah dikaruniai Allah sesuatu yang tak dikaruniakan-Nya kepada Rasulullah sekalipun.”

Kasar Lagi Kaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasar Lagi Kaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasar Lagi Kaku

“Apa itu hai anak goblok? Cepat katakan!” bentak sang patih.

“Begini tuan. Allah berfirman kepada Rasulullah yang artinya, ‘Andaikata kamu berlaku kaku lagi kasar, maka orang-orang akan bubar dari sekitarmu.’ Tetapi tuan tidak. Sebab meskipun tuan berlaku kaku lagi kasar, nyatanya kami tidak bubar dari kanan kiri tuan,” jawab lelaki itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kurang ajar. Kamu menyindir saya ya?” kata sang patih geram. (Red Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

*) Dikutip dari Kasykul, Kumpulan Cerita Lucu, karya KH Bisri Mustafa

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 19 Oktober 2017

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Menjelang Muktamar ke-33 NU, panitia akan menggelar pameran seni rupa bertema Matja: Seni Wali-wali Nusantara. Pameran yang digelar di Jogja National Museum, 27 Juli-30 Juli 2015 tersebut diikuti sekitar 50 perupa.

Panitia pameran, Hasan Basri, mengatakan pameran seni rupa yang pertama kali digelar diikuti perupa Nasirun, D. Zawawi Imron, KH Mustofa Bisri, Ahmad Tohari, Lucia Hartini, Ivan Sagita, Agus Suwage, Stefan Buana, Arahmaiani, S Teddy D, Bunga Jeruk, Jeihan, Tisna Sanjaya, Entang Wiharso, Heri Dono, dan lain-lain.

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Perupa Ikuti Pameran “Matja” NU

Menurut Hasan, di antara tradisi Islam Nusantara adalah menempatkan kesenian pada posisi yang mulia. Kesenian menjadi lambang kematangan rohani manusia. Seni yang bersifat luhur, baik, dan ada rasa keadilannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam konteks ini, kata Hasan, NU yang didirikan para ulama dibawah pimpinan KH Hasyim Asy’ari, tidak sekadar menempatkan kesenian secara fungsional, sebagai alat dakwah. Lebih dari itu, kesenian merupakan tanda dari pencapaian keber-islam-an seseorang atau masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kesenian adalah perlambang kematangan ruhani umat manusia. Semakin rendah selera seni (art taste) sebuah masyarakat menunjukkan rendahnya tingkat spiritualitas masyarakat tersebut,” katanya pada jumpa pers Jogja National Museum, Yogyakarta, Jumat, (24/7). ?

Pandangan semacam ini, lanjut dia, khas pandangan, pedoman, dan keyakinan (i’tiqad) Ahlusunnah Waljama’ah? (ASWAJA) mengenai kesenian.

“Imam Ghazali misalnya dalam magnum opusnya, Ihya’ Ulumuddien, menyebut orang Islam yang tidak bisa menikmati kesenian sebagai kelompok “yang kurang akal” (naaqishul ‘aql). Tatah atau alas dari pencerahan ruhani adalah kesenian, dalam istilah lain hanya kesenian yang mampu menampung bahasa ruhani sehingga sampai pada tataran kemanusiaan,” lanjutnya.

Kurator pameran, A. Anzieb, mengatakan hal itu adalah sebuah upaya kecil untuk menghadirkan kehangatan hubungan antara Islam dan seni. Bahwa, Islam Nusantara yang bersendikan pada kedaulatan, berusaha membuka segala kemungkinan untuk mewujudkan perubahan sosial tanpa memutuskan pertautan dengan masa lalu. Tidak alergi dengan perubahan, tetapi tidak percaya pada impor gagasan dan tindakan dalam mengarungi semua tantangan kehidupan.

Menurut dia, pameran seni rupa “Matja” Seni Wali-wali Nusantara” dihadirkan sebagai ekspresi sekaligus impresi berkesenian yang? terkait? dengan tradisi berkesenian Islam di Nusantara yang menempatkan kesenian sebagai asas kemasyarakatan, di mana seni menyatu dalam ritme hidup keseharian masyarakat Indonesia.

“Dalam Pameran senirupa bertema “Matja” Seni Wali-wali Nusantara” ini, selain menghadirkan hubungan yang hangat antara Islam dan seni, juga merupakan sebuah refleksi kedewasaan masyarakat Islam Nusantara mengaktualisasi diri melalui seni dan budaya yang diilhami dari gerakan asimilasi warisan Wali Songo,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 21 Juli 2017

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

Jakarata, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lebih dari seribu calon pemudik memadati Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta ? Pusat, Senin (6/8). Mereka berbondong mengambil tiket pulang dengan arah tujuan bervariasi di sepanjang Pulau Jawa.

Pengambilan tiket ini merupakan tindak lanjut peserta mudik setelah pengisian formulir pendaftaran yang dibuka sejak Jumat (27/7). Dengan membawa bukti nomer tiket yang telah diterima, mereka akan mendapatkan kursi bus yang akan diberangkatkan pada 12 Agustus 2012 nanti.

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Pemudik Serbu Tiket Mudik Bareng NU

“Mengingat banyaknya peserta, panitia punya kebijakan, penukaran tiket dilakukansecara bertahap. Kita utamakan dari trayek paling jauh terlebih dahulu,” ujar Mujahidin, Kordinator Mudik Bareng NU 1433 H.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Program yang digelar PBNU melalu Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) ini menyediakan 26 bus mudik. Dengan jumlah tersebut, kira-kira 1.400 pemudik akan mendapat kesempatan mudik bareng NU secara gratis.

PP LTMNU telah menyiapkan 99 masjid sebagai posko mudik yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Ini berarti para pemudik berkesempatan mendapatkan sarana istirahat lebih nyaman. Apalagi, selain melepas lelah, mereka yang mayoritas warga Nahdliyin ini dapat melaksanakan sembahyang dengan lebih tenang dan khusuk.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Motto kami adalah mudik nyaman, aman, sampai tujuan,” tandas Mujahidin.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 16 Juli 2017

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten

Batang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Madya (Diklatmad) yang digelar Dewan Komando Cabang Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPPNU Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mendapat berlangsung meriah.

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatamad Korps Pelajar NU Batang Diikuti 10 Kabupaten

Kegiatan yang digelar di lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, ini diikuti 263 peserta dari 15 kecamatan di kabupaten setempat dan 10 kabupaten/kota. Kesepuluh kabupaten/kota ini meliputi Blora, Wonosobo, Magelang, Banjarnegara, Purbalingga, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Dua lembaga semiotonom Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) itu menggelar acara kaderisasi ini selama tiga hari, 18-20 Februari 2015.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peserta Diklatmad juga merupakan perwakilan dari Dewan Komando Anak Cabang (DKAC) CBP dan KPP yang tak lain adalah alumni Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Pertama (Diklatama) yang diselenngarakan pada 2012 lalu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada DKAC CBP-KPP se-Kabupaten Batang serta DKC dari luar daerah yang telah mendelegasikan pesertanya untuk mengikuti acara ini,” ujar Komandan DKC CBP Kabupaten Batang Ahmad Shodiqin.

Satu dari beberapa rangkaian acara tersebut adalah apel akbar peringatan hari lahir IPNU-IPPNU. Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Kabupaten Batang Achmad Yusuf menegaskan, kader-kader yang sekarang mengikuti Diklatmad merupakan mereka yang siap menjadi pemimpin masa depan di semua lini, serta siap menjadi kader yang cinta tanah air dengan menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

Turut hadir dalam acara ini Dewan Komando Nasional (DKN) CBP Asyriqin dan Wasekjen Pimpinan Pusat IPNU Slamet Tuhari Ng. Asyriqin mengaku bangga dan mengapresiasi kerja DKC CBP dan KPP Kabupaten Batang.

“Acara yang diselenggarakan oleh DKC CBP-KPP Kabupaten Batang namun pesertanya justru diikuti? sepuluh? kabupaten/kota dari luar daerah. Ini acara tingkat kabupaten namun rasanya seperti acara tingkat provins saja,” ujarnya. (Yusuf/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren, Meme Islam, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 18 Juli 2016

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus Jamiyyatul Qurro Wal Hufadz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang mengadakan sema’an Al-Quran dengan tokoh masyarakat, santri, kiai, umara di Madrasah Nurul Hidayah Desa Cinulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang, Ahad (6/3). JQHNU Sumedang tengah menggalakan sema’an Al-Quran untuk memperkenalkan diri di tengah masyarakat.

Para peserta yang hadir berjumlah 70 orang yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka semua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sumedang Masyarakatkan Al-Quran ke Desa-desa

Kegiatan tersebut digunakan juga sebagai sarana untuk sosialisasi dan konsolidasi banom JQH. Ketua JQHNU Sumedang Ahmad Jauharudin mengutarakan, "Masih banyak masyarakat di Sumedang yang belum kenal dengan banom JQH. Dengan adanya kegiatan semaan Al-Quran di daerah-daerah seperti ini mudah-mudahan masyarakat jadi mengetahui keberadaan dan fungsi JQHNU".

Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan pembentukan pengurus PAC JQHNU di Kecamatan Cimanggung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Banom JQHNU di Sumedang harus terus berkembang sampai ke tingkat daerah. Pembentukan pengurus PAC JQHNU merupakan bentuk pengembangan organisasi," tegas Jauharudin.

Kegiatan semaan Al-Quran ini diharapkan bisa menarik masyarakat untuk lebih mencintai Al-Quran. Selama ini pengurus JQHNU Sumedang masih terus concern membina para qari/qari’ah dan hafidz/hafidzah yang ada di Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Pondok Pesantren, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock