Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Pesantren, Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi menyebut ketepatan makhraj, tajwid, dan penghormatan atas ayat-ayat suci sebagai ketentuan dasar dalam membaca Al-Quran. Sementara varian irama lagu dalam membaca Al-Quran sendiri, menurutnya, lebih luas daripada langgam yang sudah populer di kalangan ahli qiro’ah.

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Langgam Al-Quran Bertali Erat dengan Budaya

“Langgam itu soal budaya dan bukan barang haram di dalam Islam,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (19/5) sore.

Lebih lanjut Kiai Masdar mengatakan, salah satu fakta budaya ialah bahasa. Kenapa kalimah Al-Quran hadir dalam bahasa Arab? Karena Allah menghormati budaya Arab. Prinsipnya, bi lisani qoumihim (Menyampaikan dengan bahasa kaum para rasulullah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Adapun kalamullah sendiri itu bi la harfin wa la shoutin (tanpa huruf dan suara), bukan dalam bahasa Arab atau bahasa bangsa apapun. Tetapi ketika berkomunikasi dengan bangsa Arab, tentu saja kemudian wahyu itu hadir dalam bahasa Arab,” terang kiai Masdar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulu kitab-kitab suci pernah berbahasa Ibrani karena yang dikhithabnya komunitas Ibrani, Kiai Masdar menyebut salah satu contoh.

Setiap bahasa itu mengandung sentuhan Ilahi, bukan hanya Arab, Ibrani atau bahasa tertentu. Karena, wa allama adamal asmaa kullaha (Allah mengajari Nabi Adam nama-nama semua benda) ini modal dasar dari bahasa.

Kita menyebut “batu”, “langit”, “bumi”, dan seterusnya, secara lahiriyah memang kreasi budaya. Tetapi di belakang itu, Allah SWT Yang Maha Bicara karena sifat-Nya itu mutakallimun.

Bayangkan kalau wahyu diturunkan di Jawa, untuk nabi Jawa, umat Jawa, tentu hadir dalam bahasa Jawa. Kalau turun di Jepang, tentu wahyu itu berbahasa Jepang, Kiai Masdar menambahkan. Karena normanya itu bi lisani qoumihim, bukan bi lisanil Arab. Jadi, semua bahasa itu baik dan mulia.

“Apalagi hanya soal langgam?” kata Kiai Masdar menanggapi kontroversi pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa di Istana Negara pada Jumat (15/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Daerah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam pidato penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang berjudul Dasar-dasar Pembinaan Hukum Islam dan Penerapannya Menurut Al-Qur’an, Dr AGH M. Sanusi Baco Lc menyampaikan, bahwasanya Al-Qur’an merupakan dasar hukum yang telah disepakati oleh para ulama dan wajib diikuti serta menjadi rujukan dan sumber pembinaan hukum Islam. 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Hukum Islam pada Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (20/12) lalu.

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco: Al-Quran Memahami Kebutuhan Manusia

Menurutnya, Al-Qur’an sebagai sumber hukum di dalamnya terdapat berbagai macam hukum, yakni Hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia sebagai hamba Tuhannya, yang dikenal dengan “ahkamul ibadat”, dan hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan lalu lintas pergaulan dengan sesamanya yang dikenal dengan “ahkamul muamalah”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lalu hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan keamanannya yang dikenal dengan “ahkamul jinayat”, dan hukum yang mengatur dan menata hubungan manusia dengan keluarganya yang dikenal dengan “ahkamul munakahat” atau “ahkamul usrah”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun hukum yang mengatur dan menata hubungan antara orang-orang kaya dengan orang-orang miskin, hubungan antara negara dengan individu, bahkan hubungan antara hak orang-orang miskin yang terdapat pada harta orang-orang kaya, yang dikenal dengan “ahkamul iqtishadiyah”.

Ia menekankan, bahwa bahasa dan metode pembinaan dan penerapan hukum dalam Al-Qur’an menambah pembuktian bahwa Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang sangat memahami kondisi, realitas dan kebutuhan manusia.

Gaya bahasa hukum Al-Qur’an cenderung tampil dengan prinsip-prinsip dasar, tidak tampil secara rinci dan detail. Hal itu membuat Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia tanpa batas ruang dan waktu.

Pesan Hukum yang dibawa oleh Al-Qur’an disampaikan dengan santun, elegan dan diplomatis. Semua itu dipahami dan dirasakan oleh orang yang membacanya dengan Ilmu Bahasa Arab dan Ilmu Balagah yang baik dan benar.

Dari sudut ini dapat dipahami, bahwa Al-Qur’an hadir untuk menggugah kesadaran intelektual manusia yang sangat tinggi dalam memahami realitas hidup manusia termasuk dalam hal pembinaan penerapan hukum Islam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain Hari Raya Idul Fitri, Lebaran Ketupat adalah perayaan yang sangat dinanti setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan. Tradisi Lebaran Ketupat pun masih dirayakan oleh warga pedesaan di Kabupaten Probolinggo.

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Lezatnya Tradisi Saling Berbagi Ketupat H+7 Lebaran

Perayaan Lebaran Ketupat dilakukan pada H+7 Lebaran. Bahkan perayaan Lebaran Ketupat biasanya tidak kalah ramai dengan Idul Fitri hari pertama. Buktinya, masyarakat banyak yang membeli janur dan kulit ketupat.

Hal inilah yang menjadi berkah tersendiri bagi para penjual janur dan kulit ketupat. Seperti yang dirasakan oleh pasangan suami istri Nur dan Romlah, pedagang janur dan kulit ketupat di Pasar Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini dari tadi banyak yang membeli janur. Belinya ada yang sampai 10 ikat. Kalau yang beli kulit ketupat memang jarang,” kata Nur, Selasa (12/7).

Nur yang merupakan warga Desa Leces Kecamatan Leces ini bercerita bahwa di rumahnya Lebaran Ketupat masih dilakukan. Maklum saja, rumahnya berada di tengah-tengah kampung. “Biasanya, tetangga ater-ater (mengirim makanan). Isinya ketupat dan lauk pauknya,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Romlah menambahkan, saat Lebaran lauk yang disajikan biasanya berbahan dasar daging. Seperti opor ayam atau rendang daging. Namun saat Lebaran Ketupat, yang dihidangkan adalah ketupat dengan sayur yang dimasak santan.

“Sayurnya bisa macam-macam. Tiap rumah biasanya beda, tergantung kebiasaannya. Tapi, sayur dimasak santan,” terangnya.

Di keluarga Romlah sendiri, biasanya ketupat lebaran dihidangkan dengan sayur dari rebung, tempe dan tahu yang dimasak santan. Sedangkan lauknya berupa telur rebus dengan sambal petis. “Sama seperti yang lain. Masakan ini tidak dimakan sendiri. Tapi dibagi kepada para tetangga. Ya ater-ater ke tetangga,” tegasnya.

Ibu dua anak ini mengungkapkan untuk memasak ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum Lebaran Ketupat atau H+5 Lebaran. Memasaknya pun masih memakai cara tradisional. “Dimasak pakai tungku bukan gas. Kata orang-orang, ketupat yang dimasak pakai tungku akan lebih awet daripada yang dimasak pakai gas,” jelasnya.

Tapi dengan tungku proses memasak menjadi lebih lama. Yaitu sampai sekitar 10 jam. Karena itu, yang memasak pun harus sabar menunggu ketupat matang. “Baru setelah matang, ketupat diangin-anginkan dengan cara digantung. Ini biar ketupat tidak mudah rusak dan awet,” tambahnya.

Romlah bercerita dengan antusias tentang cara memasak ketupat lebaran. Namun tangannya tetap sibuk membuat kulit ketupat. Hampir setiap tahun membuat ketupat sehingga tidak sulit baginya untuk mengerjakan pembuatan kulit ketupat. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Pesantren, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hasrat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi partai besar di Indonesia yang berbasis NU tak terbendung lagi. Berbagai langkah dilakukan pimpinan PPP agar hajat partai berlambang Ka’bah itu terwujud. Salah satunya dengan merayu bekas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR yang juga Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Rayuan tersebut dilontarkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dalam acara ulang tahun Muslimat NU ke-61 dan GP Ansor ke-73, di alun-alun Kota Jombang, Jawa Timur Ahad (4/3) kemarin. Di hadapan warga Nahdiyin (warga Nahdatul Ulama) tampak Menteri Koperasi dan UKM itu duduk berdampingan dengan Khofifah. Dalam kesempatan itu, SDA mencoba melamar politisi PKB itu untuk masuk ke dalam partainya.

Rayuan tersebut di sambut gelak tawa para hadirin, termasuk anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Saifullah Yusuf yang telah lebih dulu masuk PPP.  SDA mengatakan bahwa hal itu hanya ajakan sebagai kawan lama, karena Khofifah pernah di partainya. “Saya dan Khofifah kawan lama,” katanya singkat.

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Dirayu Gabung ke PPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Dirayu Gabung ke PPP

’’Ansor dan Muslimat harus selalu progresif dalam setiap perjuangannya. Begitu juga untuk urusan politik. Jejak pemuda energik seperti Gus Ipul ini bisa ditiru. Artinya tidak ada salahnya jika afiliasi politik Anda disalurkan lewat PPP,” serunya saat menyampaikan sambutan.

Ajakan mantan Ketua Umum Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang kini menjabat Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) ini disampaikan berkali-kali kepada peserta gerak jalan sehat. Saifullah sendiri hanya tersenyum melihat semangat Suryadharma. “Lha kok jadi acara kampanye, sudah nanti keburu siang. Ayo dimulai acara jalan sehatnya,” celetuk keponakan Gus Dur tersebut memotong pidato Surya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang ikut hadir dalam acara tersebut menilai manuver yang dilakukan pimpinan PPP tersebut sebagai hal biasa. Menurut dia, persoalan politik adalah urusan masing-masing individu, serta tidak bisa dipaksakan.

“Kalau memang acara ini jadi ajang kampanye, ya tidak masalah.Yang jelas, kader NU telah mengerti mana partai yang harus mereka ikuti,” katanya. Dia menampik acara tersebut sebagai upaya untuk menggiring kader Ansor dan Muslimat untuk masuk dalam gerbong PPP. Terkait kehadirannya, Said menolak disebut sebagai dukungan terhadap PPP.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dia mengaku hadir karena murni ingin bersilaturahmi dengan kader-kader NU yang ada di bawah. “Kader NU itu cukup unik. Hampir di semua partai politik banyak massa NU, baik di PKB, PPP, Golkar, atau bahkan PDI Perjuangan. Dan ini tidak perlu dipersoalkan. Sebab, mereka memiliki alasan sendiri-sendiri. Sayyidina Ali dan Muawiyah saat itu juga berbeda. Tapi tidak ada persoalan, to,” ujar Said mencontohkan.

Sementara Khofifah mengaku datang bersama Saifullah dan Suryadharma semata-mata karena alasan organisasi dan pertemanan. Apalagi, acara tersebut merupakan acara Muslimat. ‘’Sudahlah jangan kait-kaitkan kedatangan saya ini dengan urusan politik. Saya ingin konsentrasi ngurusi Muslimat. Jadi jangan dialihkan ke persoalan partai.Terkait kedatangan saya bersama pak Surya, itu karena kami teman sejak lama,” tandasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan musikus Franky Sahilatua yang ikut hadir dalam acara itu. Pencipta lagu-lagu balada yang sebelumnya dekat dengan PKB dan Gus Dur tersebut mengaku sekadar ingin reuni dengan Saifullah, bukan untuk pindah haluan politik

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum mendapat lamaran tersebut, Khofifah sempat mendapat teguran keras dari DPP PKB, bahkan sudah diancam direcall, karena pernah menyatakan tertarik hijrah kembali ke partai berlambang Ka’bah itu. Khofifah tercatat sebagai anggota PPP pada periode 1992 hingga 1998.

Meski begitu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul, yang hadir pada perayaan itu punya pandangan lain, dia merasa yakin jika Khofifah akan menyambut lamaran ketua umumnya dengan bergabung ke PPP.

”Kalau lamaran kaya begini (duduk berdekatan) sudah, tinggal nunggu maharnya saja,” celetuk Gus Ipul yang disambut gelak tawa SDA dan Khofifah. (gp-ansor)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Jakarta,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menceritakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membangun umat Islam yang moderat. Artinya tidak ekstrem ke kanan dan juga tidak terlalu ekstrem ke kiri ataupun tidak radikal dan juga tidak sekuler, tetapi berada di tengah-tengah.

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Maka dari itu, Islam adalah moderat itu sendiri. Karena kalau tidak moderat itu tidak Islam dan itu tidak sesuai dengan amanat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau tidak wasatan (moderat), (maka) tidak sesuai perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Said saat berceramah dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Said menambahkan, dalam sejarahnya ada kelompok-kelompok Muslim yang terlalu liberal dan sekuler seperti Mu’tazilah, tapi mereka tidak bertahan hingga hari ini. Baginya, baik ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri akan bubar dengan sendirinya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wasatan itulah yang paling abadi. Yang langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah,” urainya.

Bagi Kiai Said, ajaran Islam harus disampaikan dan diamalkan dengan cara-cara yang baik dan benar. Jangan sampai mendakwahkan Islam dengan cara-cara yang malah merusak Islam yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Bahtsul Masail, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sertifikat halal sangat penting untuk memperluas jangkauan pemasaran, demikian alasan yang diungkapkan oleh Budi Paramita, pemilik usaha suplemen Vitamor Grape, minuman alami penjaga kesehatan dan keremajaan yang terbuat dari buah anggur segar.?

Kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, yang dihubungi via telepon, Senin (14/4), ia menjelaskan masyarakat mengidentikkan produk dari buah anggur seperti minuman beralkohol anggur atau wine karena berasal dari bahan yang sama, sehingga untuk mengantisipasi keraguan tersebut, ia mencari kepastian dengan sertifikasi halal. Produknya dibuat dari buah anggur segar yang di-blender, disaring dan dipasteurisasi agar bisa tahan lebih lama. Produk ini tanpa dicampur air dan pemanis. Suplemen tersebut dipasarkan di toko-toko khusus yang menjual produk kecantikan dan kesehatan.

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Ia meminta bantuan koleganya, yang kebetulan saat ini menjabat sebagai Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, untuk memproses sertifikasi halal di satu badan halal yang sudah beroperasi dan mapan di Indonesia, tetapi Marsudi juga menawarkan, NU saat ini juga sudah memiliki badan halal tersendiri. Ia memutuskan untuk mendapatkan sertifikat halal dari dua lembaga tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk sertifikat halal di badan halal yang sudah mapan tersebut, ia dikenakan biaya 2.4 juta rupiah dan biaya kunjungan auditor sebesar 300 ribu per kunjungan sehingga total biaya yang dikeluarkan sebesar 3 juta. Sertifikat halal tersebut berlaku selama dua tahun. Proses sertifikasinya memerlukan waktu sekitar tiga bulan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk sertifikasi halal di BHNU, hanya dikenakan biaya 600 ribu dengan lama pemprosesan selama 2 minggu dan masa berlaku untuk tiga tahun. Yang berbeda, sertifikat halal NU harus melakukan uji kandungan alkohol di laboratorium Sucofindo di jl Pasar Minggu Jakarta dengan biaya 800 ribu.?

“Saya senang dengan adanya kerjasama BHNU dan Sucofindo, yang dikenal memiliki laboratorium handal,” terangnya.

Untuk sertifikasi di badan halal yang sudah mapan tersebut, tidak diperlukan pemeriksaan kandungan alkohol. Waktu kunjungan ke tempat produksinya di daerah Jelambar Jakarta Barat, auditor halal lembaga tersebut, seorang dokter, hanya memintanya mendeskripsikan proses produksi dan tidak diminta uji kandungan alkohol.

Dari auditor halal NU yang seorang santri, ia mendapat pengetahuan baru bagaimana melakukan proses produksi secara halal.?

Menurut Budi, keberadaan Badan Halal NU (BHNU) sangat membantu sektor UKM untuk memperoleh sertifikat halal dengan biaya terjangkau.?

Sebelumnya Ketua BHNU Prof Dr Maksum Mahfudh menjelaskan, sesuatu yang dimonopoli tidak baik bagi konsumen, sedangkan keberadaan persaingan akan membuat penyedia layanan berusaha memaksimalkan kebutuhan konsumen. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Des Moines, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, unggul atas saingannya, Hillary Clinton dan John Edwards, menjelang kaukus Iowa, Kamis (03/01). Demikian jajak pendapat oleh Des Moines Register, Senin.



Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Jajak pendapat pada orang- orang yang kemungkinan menghadiri kaukus itu memberikan 32 persen suara kepada Obama dibandingkan 25 persen bagi mantan ibu negara AS itu serta 24 persen bagi mantan nominator wapres Demokrat John Edwards.

Hasil jajak pendapat ini bisa menjadi petunjuk kuat di Iowa, negara bagian yang selama ini terkenal sulit disurvei. Pemilih Iowa juga biasanya menetapkan pilihan belakangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kubu Hillary menolak metodologi jajak pendapat Register itu dengan mengatakan itu terlalu menekankan kemungkinan peran dari pemilih independen dalam kaukus. Juga dikatakan, jajak pendapat itu bertentangan dengan survei lain yang ada.

Seorang jubir Hillary mengatakan jajak pendapat baru itu tidak secara akurat mencerminkan tren yang dilihat kubu Hillary di jajak-jajak pendapat lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para pemilih harus mengerti ini adalah pertarungan yang sangat ketat dan bahwa partisipasi mereka pada malam kaukus akan membuat perbedaan," kata jubir Phil Singer seperti dilansir sumber Kompas.

Des Moines Register mengatakan, naiknya perolehan Obama disebabkan gelombang peserta kaukus yang pertama kali dan mereka yang sebelumnya pemilih independen. Hasil pol memperlihatkan perubahan yang cepat dalam lomba ke Gedung Putih itu. Perolehan Obama naik empat poin dibandingkan jajak pendapat Register yang terakhir pada akhir November, sedangkan perolehan Edwards dan Hillary sama

Sementara Washington Post melaporkan bahwa Hillary dan Obama masing-masing telah mengumpulkan 100 juta dollar AS untuk mendanai kampanye mereka tahun 2007. Untuk pertama kalinya dua bakal calon itu melewati ambang batas itu sebelum berlangsung kaukus.

Di kalangan Partai Republik, jajak pendapat itu memperlihatkan Mike Huckabee, mantan gubernur Arkansas, meraih 32 persen dukungan. Dia unggul atas mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney yang meraih 26 persen dukungan. Senator Arizona John McCain pada posisi ketiga dengan 13 persen, naik 6 poin dari hasil akhir November.

Kubu Edwards mempertanyakan akurasi jajak pendapat itu, dengan alasan dilakukan selama masa liburan Natal. Jajak pendapat juga dilakukan akhir pekan ketika sulit mendapatkan responden yang representatif. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Pesantren, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Niat adalah sesuatu yang sangat pokok dalam pelaksanaan ibadah. Tidak sah ibadah seseorang yang tidak disertai dengan niat. Niat terletak di dalam hati, yang menandakan adanya kesengajaan dalam menunaikan ibadah tertentu.

Para ahli fiqih berpandangan, niat berfungsi setidaknya dalam dua hal. Pertama, untuk membedakan antara aktivitas ibadah dan aktivitas biasa lainnya. Seseorang bisa saja, misalnya, melakukan keramas sebagai kebiasaan, namun ketika ia tidak diniatkan sebagai mandi wajib maka aktivitas keramas tersebut belum bisa menghilangkan hadats besar.

Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Shalat Idul Adha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Shalat Idul Adha

Kedua, niat berfungsi untuk membedakan antara aktivitas ibadah satu dan ibadah lainnya. Misalnya, membedakan antara shalat dhuha dan shalat Idul Adha, shalat Idul Adha dan Idul Fitri, dan seterusnya.

Karena berupa getaran batin, niat tak diwajibkan dilafalkan: cukup apa yang hendak dilakukan “dibunyikan” dalam hati. Namun, melafalkan niat akan membantu hati lebih konsentrasi terhadap niat, terutama bagi orang yang kena penyakit waswas (peragu).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Terkait dengan shalat Idul Adha, contoh lafal niat dalam bahasa Arab adalah berikut ini:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? (?) ? ?

Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

Atau bisa lebih lengkap:

? ? ? ? ? ? ? (?)? ? ?

Ushallî sunnata-li ‘îdil adl-hâ rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ



Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”

Lafal niat dibaca menjelang takbiratul ihram. Lafal niat juga bisa menggunakan bahasa lokal setempat. Sebagai catatan, kedudukan lafal niat hanyalah sekunder alias membantu orang yang hendak melaksanakan shalat agar lebih mantap dan fokus pada niatnya. Sementara yang primer tetaplah getaran batin tentang shalat Idul Adha itu sendiri. Imam Ramli mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Disunnahkan melafalkan niat menjelang takbir (shalat) agar lisan dapat membantu (kekhusyukan) hati, agar terhindar dari gangguan hati dank arena menghindar dari perbedaan pendapat yang mewajibkan melafalkan niat”. (Nihayatul Muhtaj, juz I,: 437)

(Baca juga: Tata Cara Shalat Idul Adha)



Menurut Madzhab Syafi‘î, niat berarti sengaja melakukan sesuatu yang dilaksanakan berbarengan dengan aktivitas pertama saat shalat. Artinya, dalam konteks shalat Idul Adha, jika melafalkan niat dilakukan sebelum takbiratul ihram maka niatnya itu sendiri dilaksanakan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian, Pesantren, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Warga NU dan umat Islam di Tanah Air kembali kehilangan ulama panutannya. Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 KH Ali Mustafa Ya’qub wafat pada Kamis (28/4) pagi ini.

Mantan imam besar Masjid Istiqlal ini diberitakan mengembuskan napas terakir di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, pukul 06.00 WIB. KH Ali Musthofa Ya’qub merupakan pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan., Banten

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Ali Mustafa Yaqub Wafat

Idris Mas’ud , pengurus Lakpesdam PBNU yang juga santri KH Ali Mustafa Ya’qub mengatakan, saat ini jenazah almarhum tengah dimandikan di lingkungan Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan. Rencananya, almarhum akan dishalatkan hari ini, selepas dhuhur, dan dikebumikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia mengatakan, Kiai Mustafa yang tampak tak sadarkan diri dibawa ke Rumah Sakit Hermina sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut Idris, bahkan saat akan menuju rumah sakit Kiai Musthofa diperkirakan sudah meninggal dunia. “Beliau sudah lama sakit, hanya saja beliau jarang mengeluh, dan seperti tidak dirasa,” kata Idris yang sedang ada di lokasi pemandian jenazah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Ali Mustafa Ya’qub yang aktif di Majelis Ulama Indonesia dikenal dengan kepakarannya di bidang ilmu-ilmu keislaman, terutama hadits. Ia banyak melahirkan karya tulis, baik berbahasa Arab maupun Indonesia. (Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, IMNU, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

Berikut ini adalah pokok-pokok pandangan dan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

PBNU mengapresiasi terhadap langkah pemerintah dan DPR yang tengah menyempurnakan UU No. 8/1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Namun, menurut PBNU, masih terdapat pasal-pasal yang harus dirumuskan ulang, bahkan beberapa di antaranya harus dihilangkan.

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

PBNU menghargai rumusan baru tentang penggunaan asas Pancasila, yang mengakomodasi penggunaan ’asas ciri’. Dengan akomodasi itu maka RUU ini tidak terlalu kaku karena pluralitas ideologi, sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, asas ciri tersebut boleh dicantumkan sebagai ciri organisasi yang bersangkutan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, NU memandang a-historis definisi ormas, dalam memberi pengertian ormas dengan cara menggeneralisasi pengertian ormas seperti negara-negara Barat sebagai organisasi ”berbadan hukum” dan ”tidak berbadan hukum” tanpa mendeskripsikan tata nilai dan kesejahteraan serta peran-peran ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan lain-lain dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan demikian perlu dibedakan secara tegas antara Yayasan, Perkumpulan, dan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berurat-akar di dalam sistem/kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Tiga jenis organisasi yang sangat berbeda tersebut harus diatur dalam skema perundang-undangan yang terpisah/berbeda. Tidak perlu mengikuti tradisi Belanda, yang hanya memiliki dua jenis UU, yaitu UU Yayasan dan UU Perkumpulan. Dengan mengancu pada pengalaman kehidupan kemasyarakatan sendiri, maka di negeri ini kita seharusnya berani merumuskan/mengeluaran satu UU yang khusus mengatur kehidupan organisasi kemasyarakatan yang berbeda sama sekali dengan UU Yayasan atau UU Perkumpulan.

Konsekuensinya, pasal-pasal yang mengatur keberadaan LSM asing, lebih-lebih dengan mempersamakannya dengan aturan atau persyaratan yang dikenalkan kepada ormas, harus dikeluarkan dari RUU Ormas ini. Kalaulah entitas seperti LSM asing itu ingin diberi landasan hukum, dipersilahkan diatur dalam UU tersendiri (Bab VII RUU Ormas).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Naskah RUU ini belum melihat sejarah, peran dan kotribusi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Wathan, Alkhairat, Syarikat Islam (SI), Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, dalam proses pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan pembentukan NKRI.

Oleh karena itulah PBNU mengusulkan agar DPR menunda pengesahan RUU ini. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari pengesahan RUU ini. ?

Jakarta, 4 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Habib, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

PMII Jember Galang Dana Bantu Krisis Rohingya

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Perlakuan brutal otoritas militer Myanmar terhadap etnis Rohingya, sungguh menyayat rasa kemanusian. Nasib mereka sangat mengerikan. Betapa tidak, mereka diusir dari Rakhine, tanah airnya sendiri, layaknya hewan. Harus pergi, entah kemana. Atau kalau tidak, harus siap menghadapi penyiksaan, penganiayaan, pelecehan seksual dan sebagainya.

PMII Jember Galang Dana Bantu Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jember Galang Dana Bantu Krisis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jember Galang Dana Bantu Krisis Rohingya

Kenyataan itu menyedot simpati dunia, termasuk Pengurus Cabang (PC) PMII Jember. Simpati tersebut diwujudkan dengan aksi penggalangan dana untuk disumbangkan buat kebutuhan hidup warga Rohingya.

"Yang paling mungkin kita lakukan adalah mensuplay kebutuhan pokok dan obat-obatan yang setiap hari kebutuhan itu terus bertambah," tukas Ketua PC PMII Jember, Adil Satria Putra kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di sela-sela aksi penggalangan dana, Kamis (7/9).

Seperti diketahui, sejak Rabu kemarin hingga Jumat besok, PMII Jember melakukan aksi penarikan dana di delapan titik traffic light. Sumbangan masyarakat yang terkumpul nanti akan diserahkan kepada LAZISNU Jember agar disalurkan melalui PBNU atau jalur resmi lainnya hingga akhirnya sampai kepada warga Rohingya.

Menurut Adil, kasus Rohingya bukanlah dominan konflik agama, khususnya umat Budha dan muslim. Adanya upaya politisasi sentimen agama dalam kasus tersebut, perlu diabaikan untuk menghindari tersulutnya konflik dua agama itu di belahan dunia lain. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebab, apa yang terjadi di Rakhine, bukanlah kebencian mayoritas atas minoritas, melainkan lebih pada kerakusan ekonomi dan politik yang melibatkan otoritas militer dan elite politik Myanmar.

"Untuk itu, untuk soal penghentian kekerasan terhadap etnis Rohingya, kita percayakan saja kepada pemerintah. Sekali lagi, yang bisa kita lakukan adalah menyumbang dana, betapapun kecilnya," pungkas Adil. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Baghdad, Irak, Internet Marketer Nahdlatul Ulama  
Tiga muslim Syiah berjanggut lebat dan berbadan besar memegangi Karrar, sedangkan seorang mantan dokter tentara Irak menyingkap jubah putih anak lelaki usia sembilan tahun yang terus menangis itu.

"Nggak apa-apa. Nanti juga baik. Sayid Muqtada (Sadr) akan datang menjenguk kamu sekarang," bisik Mushtaq Abdulwahid, 27, ke telinga remaja itu.

Di dinding di belakangnya, tergantung poster besar ulama muda karismatis itu dengan jubah hitamnya tengah menatap mereka sambil tersenyum.

Dokter Amir al-Ankabi, 44, mendekati Karrar sambil membawa sepasang penjepit. Dia mulai memeriksanya sementara remaja putra itu menjerit-jerit. Dokter Amir menyatakan dia bisa disunat.

"Penyunatan pertama tidak terlalu bagus, dan beberapa kulit luar masih tersisa di ujungnya," ujar ayah anak lelaki itu Ahmad Abdulkadhim, 33.

Setelah Karrar yang berangsur tenang dibawa keluar, adiknya Hussein, 4, menyusul masuk. Dengan pemotong listrik, proses penyunatan itu hanya berlangsung beberapa detik. Ahmad dengan bersimbah senyum mengangkat Hussein yang masih menangis dan membawanya keluar dari kamar. Penis Hussein yang habis disunat dibiarkan terbuka.

Di luar, anak lelaki itu mendapat hadiah sekantong cokelat yang di dalamnya berisi tulisan Hadiah dari kantor syahid Sadr yang mengacu pada almarhum ayah Sadr, Muhammad Sadiq, seorang ulama yang sangat dihormati yang dibunuh pada 1999.

Di halaman Pusat Kebudayaan Sadr di Al-Amil, kawasan kelas pekerja di barat Baghdad, Sabtu (25/6) itu, sekitar seratusan ibu dan bapak lainnya antre sambil menggendong bayi mereka atau menuntun anak mereka.

Sunatan gratis itu diumumkan lewat pengeras suara di luar pusat kebudayaan tersebut dan spanduk-spanduk dipasang hampir di seluruh distrik tersebut.

"Kampanye ini hanya bisa berlangsung berkat izin Allah karena itu janganlah kita membawa peralatan musik, menembakkan senapan ke udara atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan Islam," demikian bunyi tulisan di spanduk itu.

"Ini seperti pesta perkawinan saya," kata Riad Abboud, 30, sambil menggendong putranya Mustafa, 1, yang juga baru disunat.

Pita warna-warni, bendera Irak dan poster-poster Sadr, ayahnya dan imam-imam suci Syiah memenuhi halaman tersebut. Para keluarga yang antre mengatakan akan mengadakan pesta untuk anak mereka yang baru disunat.

"Ini kami lakukan untuk membantu keluarga-keluarga miskin," ujar Sheikh Mahmud al-Subaih, simpatisan Sadr yang mengawasi program sunatan gratis itu. Ditambahkannya, pusat budaya Sadr juga memberikan pelatihan membaca Alquran, serta budaya, dan etika "untuk menghadang pengaruh penjajah AS".

Program sunatan untuk tujuan politik bukan soal baru di Irak. Pada masa rezim Saddam Hussein, sunatan gratis juga dilakukan di kantor Partai Baath pada 17 dan 30 Juli setiap tahun untuk memperingati berkuasanya rezim tersebut. (AFP/MI/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Kajian, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Minggu, 26 November 2017

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedutaan Besar Damaskus terus melakukan repatriasi warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Tanah Air. Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa pemulangan atau repatriasi ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang masih sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

“Karena kebijakan pemerintah RI untuk menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja untuk sektor perorangan ke seluruh negara di Timur Tengah. Oleh sebab itu bagi oknum yang terus-menerus mengirimkan tenaga kerja wanita Indonesia ke Timur Tengah, khususnya ke Suriah harus ditindak tegas, karena terang-terangan melanggar undang-undang dan perikemanusiaan,” katanya dalam siaran pers, Senin (8/8).

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

KBRI Damaskus: Kirim TKW ke Suriah Langgar Perikemanusiaan

Sementara itu, PF Protkons I, Makhya Suminar mengatakan, Pemerintah telah menutup pengiriman TKI ke Timur Tengah, apalagi ke Suriah yang tengah dilanda konflik. Oleh karena itu, para TKI yang akan pulang diingatkan agar tidak mudah terkena bujuk rayu agen atau sponsor yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi untuk dikirim ke Timur Tengah. Karena pada akhirnya janji manis tersebut hanya akan berakhir pada permasalahan yang berkepanjangan di shelter KBRI Damaskus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin kemarin KBRI Damaskus kembali melakukan repatriasi gelombang ke-277 kepada 25 orang WNI/TKI ke Indonesia secara langsung via Bandara Damascus International Airport. Para TKI yang direpatriasi tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jateng, Jatim, dan NTB yang berhasil dipulangkan setelah segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan diselesaikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf KBRI Damaskus, Henri Toga Sinaga.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berikut daftar nama repatrian:

1. Adelah bt Yakub Sarin, Tangerang;

2. Asirah binti Muksin, Benten;

3. Darminih bt Casban Asmir, Karawang;

4. Enday bt Tarwan Kasan, Karawang;

5. Erna Harja, Sukabumi;

6. Eyeh Bt Tarmidi Marhani, Sukabumi;

7. Ika Mulyati Apud, Cianjur;

8. Iswati bt Usman Abidin, Dompu NTB;

9. Julekha bt Rohadi Kasnadi, Brebes Jateng;

10. Junenah bt Jupri Jahara, Serang;

11. Kasminah binti Sarkim, Tangerang;

12. Komariah bt Mamun Suganda, Karawang;

13. Lilik Tajudin, Majalengka;

14. Lusi Ariyani bt Slamet Eriyanto, Jakarta;

15. Megawati bt Sumardi Hamzah, Dompu NTB

16. Muliati bt Munir Kamal, Lombok Tengah NTB;

17. Nurhayati bt Pua ahmad Ikhsan, Ende NTB;

18. Ropiah bt Amin Kandi, Purwakarta;

19. Sema bt Kusan Sunip, Sumbawa NTB;

20. Sriwahyuni bt Jumantre Misbah, Lombok Timur NTB

21. Sugiatmi bt Sarijan karya, Probolinggo, Jawa Timur;

22. Sulimah binti Madsahri Cilacap;

23. Sunaya Mukasan, Indramayu;

24. Susilawati bt Kaswan Mustopa, Karawang;

25. Tafriyah bt Abdullah Dulsamad, Indramayu.

Dengan pemulangan sebanyak 25 WNI/TKI ini, maka sampai dengan 8 Agustus 2016 masih terdapat 27 WNI/TKI di shelter KBRI Damaskus tengah diperjuangkan hak-haknya dan jumlah yang ditampung di shelter masih terus bertambah setiap harinya. Sejak tahun 2012 silam, KBRI Damaskus telah merepatriasi 12.455 WNI dari Suriah dalam 277 gelombang. Sepanjang tahun 2016 ini, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 204 WNI/TKI dari Suriah yang terbagi dalam 7 gelombang. Sebanyak 59 dari 204 WNI/TKI tersebut diduga kuat merupakan korban perdagangan orang. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 13 November 2017

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terlambat, cacat permanen atau bahkan meninggal dunia dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. 

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Dorong Warga NU Ikuti Pekan Imunisasi Nasional Polio

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama LKNU menghimbau kepada seluruh warga NU yang memiliki balita (usia 0-59 Bulan), untuk mendatangi POS Pekan Imunisasi Nasional Polio (PIN) terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016 agar mendapatkan imunisasi Polio secara gratis. 

"Vaksinasi polio dapat melindung balita dari penyakit yang mengakibatkan cacat fisik atau mental yang sulit disembuhkan," ungkap Hisyam Said Budairy, Ketua Lembaga Kesehatan PBNU.

Indonesia pada tanggal 27 Maret 2014 menerima sertifikat bebas polio dari organisasi kesehatan dunia, WHO. Untuk mendapatkan sertifikasi tersebut, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain pemantauan yang ketat, dan tidak ditemukannya kasus baru polio yang disebabkan virus polio asli dari negara tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Untuk turut mewujudkan dunia bebas polio pada 2020, direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Jane Soepardi mengatakan pemerintah menargetkan minimal 95 persen anak di bawah 5 tahun (0–59 bulan) di seluruh Indonesia mendapat imunisasi polio melalui PIN Polio 2016. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kegiatan imunisasi akan berlangsung pada 8–15 Maret 2016. PIN Polio ini bertujuan memberikan perlindungan optimal dari penyakit polio," ungkapnya.

Berkaitan dengan beredarnya gambar bungkus vaksin polio di media sosial yang bertuliskan "pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi," Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan memastikan PIN Polio 2016 menggunakan vaksin tetes "Oral Polio Vaccine" produksi PT.Biofarma, dan tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.

Pada tahun 2011 lalu, PBNU melalui Lembaga Kesehatan dan Lembaga Bahtsul Masail telah melakukan kajian terhadap vaksin polio produksi Biofarma. Hasil kajian tersebut dikeluarkan dalam keputusan yang menyatakan bahwa Vaksin tetes OPV (Oral Polio Vaksin) yang diproduksi oleh PT.Biofarma hukumnya boleh digunakan untuk imunisasi. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar

Malang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) Bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Malang, Sabtu (10/11) bertepatan dengan peringatan hari pahlawan di SMP Ma’arif 01 Malang memberikan beasiswa “Pelajar Nahdliyyin Prestasi” atau Pensi kepada para pelajar kota Malang yang berprestasi baik dalam akademik maupun non akademik.

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar

“Beasiswa ini, kami berikan kepada mereka pelajar Kota Malang yang memiliki Prestasi, supaya ke depan mereka dapat tambah semangat dan lebih meningkatkan prestasinya baik bidang akademik ataupun non akademik,” tutur Sekretaris PC IPNU Kota Malang

Ia mengemukan hal itu disela-sela kegiatan Layar Kepahlawanan yang bertema “Semangat Hari Pahlawan, Bentuk Karakter Generasi Muda Tangguh”. Layar Kepahlawanan kali ini didesign acaranya dengan Nonton Bareng Film Dokumenter perjuangan para pahlawan dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia dan dialog kepahlawanan bersama Yuanda Kusuma.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada kegiatan tersebut nara sumber mengingatkan, pahlawan adalah mereka yang mau memperjuangkan jiwa, harta dan nyawanya untuk orang lain. Guru juga merupakan pahlawan yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa, karena mereka telah mengorbankan segala jiwa raganya untuk masa depan anak bangsa.

Kegiatan yang diikuti oleh 205 para pelajar SMP Sekota Malang  itu berjalan dengan baik. “Hari pahlawan adalah hari yang sangat Mulia, dan patut kita isi dengan mulia juga, dan kegiatan yang dilakukan IPNU-IPPNU ini mulai dari nonton, dialog bahkan pemberian beasiswa merupakan kegitan yang menggugah semangat baru bagi kami untuk selalu berprestasi,” tutur Lailatus Sa’adah, pengurus IPPNU Kota Malang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Farih

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, News, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 26 Oktober 2017

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

Padangpariaman,? Internet Marketer Nahdlatul Ulama . Akhir-akhir ini isu kekerasan menjadi isu menarik perhatian banyak pihak. Ada yang menyebutnya gerakan radikalisme, fundamentalisme, militanisme, dan ekstrimisme. Tapi semua gerakan ini secara umum muncul bukan dari Tanah Air. Gerakan tersebut lahir dan berkembang dari beberapa negara di Timur Tengah.

Ketua PBNU Prof. Dr. Maidir Harun mengungkapkan hal itu pada Silaturrahim Akbar dan Halaqah Nasional Ulama, Alumni dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Selasa (21/7) di halaman Rusunawa Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan VI Lingkungan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Selain Maidir, tampil juga Ketua Umum MUI Padangpariaman Dr. Zainal Tuanku Mudo. Halaqah Nasional diselenggarakan Alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin berkerja sama Forum Masyarakat Peduli Sumbar.

Menurut Maidir, setidaknya ada tiga faktor lahirnya gerakan radikal yang muncul sejak tahun 1950-an. Pertama, faktor politik. Pandangan politik yang berseberangan membuat tuduhan sesat dan kafir ditimpakan kepada pihak yang tak sepaham dalam politik. Dalam hal ini sasarannya terutama adalah pemerintah yang berkuasa.

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maidir Harun: Ektremisme Muncul Bukan dari Indonesia

"Kedua, faktor ekonomi, Timur Tengah negara kaya minyak. Kuwait, Qatar, Saudi Arab, Irak, Iran dan sebagainya. Namun sumber-sumber minyak itu dikuasai oleh negara asing. Ketiga, sengaja diciptakan suasana konflik. Karena ada Isreal yang ingin Timur Tengah tidak aman. Kalau negara-negara Arab tidak bergejolak, maka Israel tidak akan nyenyak tidur. Israel cemas jika tidak ada konflik di Timur Tengah, negara Arab akan bersatu menghadapinya. Inilah penyebab paham kekerasan," kata guru besar IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Maidir menambahkan, kenapa ISIS tidak bisa dibasmi? Ada yang menganalisis, di belakang ISIS ada Israel. Yang muncul di Timur Tengah tersebut diekspor ke Indonesia. Karena memiliki umat Islam terbanyak. Yang diimpor ke Indonesia adalah paham, pandangan dan aliran keras ini.

"Memang konsep yang disampaikan terkesan bagus. Islam kaffah, Islam sempurna. Ini betul. Tapi jangan disamaratakan. Mereka menginginkan umat Islam seluruh dunia seperti di Arab (Timur Tengah) seluruhnya. Padahal bagaimana hidup Islam di Arab, jangan disamakan dengan di Minangkabau, Indonesia. Maunya kelompok keras itu, Islam kaffah, mulai dari batang, dahan, ranting sama ini. Ini masalah bagi umat Islam Indonesia yang sudah hidup damai, rukun dan saling menghargai sejak lama. Islam kaffah di Indonesia juga yang memakai batik, koko, tidak harus pakai jubah, seperti di Arab," tambah Maidir.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan, mereka menolak paham adanya negara-negara bangsa. "Mereka ekslusif. Selain mereka yang tidak sepaham, dianggap di luar kelompoknya kafir dan boleh diperangi. Pesantren Nurul Yaqin termasuk menyebarkan Islam rahmtan lilalamin. Tidak dengan dengan kekerasan," tuturnya.

Sementara itu, Ketum MUI Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo menyebutkan, organisasi masyarakat (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Perti yang lahir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 1945 tidak menuntut paksa negara Syariat Islam dan tidak melakukan kekerasan. Sampai hari ini tidak pernah membuatkan orang rusuh, cemas, tidak nyaman seperti kelompok radikal tersebut.

"Ormas tersebut memperjuangkan nilai-nilai Islam melalui formal legal secara konstitusi. Ini membuktikan ormas Islam yang besar di Indonesia tersebut Islam kasih sayang, orang menyebarkan kasih sayang. Bukan dengan rasa kebencian, kekerasan antar umat," kata Zainal Tuanku Mudo, mantan Ketua Umum IPNU Sumatera Barat ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 September 2017

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Agama dan Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesepahaman dalam pengembangan ekonomi pesantren dan penggunaan layanan keuangan digital (LKD). Penguatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo di Jakarta, Kamis (26/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Menag, penandatangan NK dengan Gubernur BI juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, serta Raden Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial yang mewakili Menteri Sosial.

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Menag menyambut gembira Penandatangan NK ini, terlebih sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Kemenag dengan Bank Indonesia tentang Pengembangan Kemandirian Ekonomi Lembaga Pondok Pesantren dan Peningkatan Layanan Non Tunai untuk Transaksi Keuangan di Lingkungan Kementerian Agama yang ditandangani pada 5 November 2014 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Surabaya.?

Menurut Menag, NK yang kemudian dikenal dengan nama “Deklarasi Surabaya” itu ? memiliki dua substansi. Pertama, mendorong pondok pesantren sebagai penggerak sekaligus berperan sebagai instrumen sektor riil penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Kedua, peningkatan transaksi keuangan non tunai baik yang menyangkut penyerapan anggaran berbasis APBN maupun transaksi keuangan di sejumlah mitra layanan di bawah binaan Kementerian Agama.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Deklarasi Surabaya akan berakhir pada penghujung 2016 ini. Karenanya, Menag menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial yang merupakan perluasan dari Deklarasi Surabaya dengan menggandeng kementerian-kementerian terkait di dalamnya.

Menag mengaku, setelah penandatanganan Deklarasi Surabaya, terdapat capaian-capaian yang cukup menggembirakan, di antaranya: peningkatan kapabilitas santri sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat dan digitalisasi layanan keuangan. Selain itu, pondok pesantren kini secara bertahap juga telah melebarkan kiprahnya, tidak hanya melahirkan ahli agama Islam, tapi juga penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

“Penggunaan Layanan Keuangan Digital (LKD) pada beberapa pondok pesantren telah memberikan ruang transaksi yang semakin mudah, dekat, dan tidak berbelit-belit,” papar Menag. ? Putera mantan Menag alm. KH Saifuddin Zuhri ini menyatakan bahwa penggunaan LKD merupakan solusi keuangan non tunai yang praktis terutama pada koperasi-koperasi yang ada di dalam pondok pesantren.?

Ke depan, Menag berharap pondok pesantren sebagai pusat kajian keilmuan fiqih muamalah dan ekonomi syariah mendapatkan ruang aplikatif yang lebih luas sehingga ? dapat menyelesaikan problem-problem transaksi ekonomi yang berkembang dewasa ini. Pesantren juga dapat menjadi model pengembangan keuangan syariah di tingkat mikro.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, Menag optimis bahwa tata kelola Kementerian Agama berbasis APBN terutama pada akun bantuan sosial dapat meningkat akuntabilitasnya, karena penyalurannya menggunakan transaksi secara non tunai. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock