Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menjelang musim ujian akhir semester gasal tahun pelajaran 2016-2017, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mengadaan kejuaraan. Ratusan peserta semangat dalam ajang kejuaraan bertema "Berlatih, Bertanding, Berprestasi Serta Junjung Tinggi Nilai-nilai Sportivitas" tersebut.

Sebanyak 170 peserta pelajar dari 50 sekolah tingkat dasar hingga menengah mengikuti Kejuaraan Cabang Pagar Nusa Ke-2 Kabupaten Kudus pada Kamis (24/11) di Gedung JHK Kecamatan Kaliwungu, Jalan arah Kudus-Jepara.

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Menurut Noor Ahsan, Sekretaris Panitia, peserta bukan hanya dari sekolah yang bernaung di Lembaga Pendidikan Maarif NU Kudus saja. "Terdapat peserta delegasi dari sekolah non-Maarif, yakni SMK Grafika dan SMK PGRI. Secara keseluruhan jumlah peserta tingkat menengah atas yakni 70, menengah pertama sama 70 peserta, dan sisanya peserta dari sekolah tingkat dasar," kata pemuda yang akrab disapa Kang Ahsan ini.

Setiap peserta merupakan alumni dari ujian sabuk yang belum lama dilaksanakan, pada tanggal 27-28 bulan Oktober kemarin di MTs NU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus. Maka jika di rata-rata mereka adalah pemakai sabuk putih, sebab sebelumnya telah ujian kenaikan tingkat dari sabuk polos ke sabuk putih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Babak penyisihan digelar pada Kamis siang (24/11), malam harinya babak semi final dan Jumat pagi (25/11) dilaksanakan babak final. Juara umum akan maju di Kejuaraan Daerah Jawa Tengah, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 23-27 bulan depan di Bale Kambang Nalumsari Jepara.

Meski kepengurusan Pagar Nusa Kabupaten Kudus sendiri masih baru, namun rasa optimis tersirat pada setiap kegiatannya. "Selama dua bulan saja, PSNU Pagar Nusa melakoni tiga even besar sekaligus, yaitu ujian sabuk bulan jelang akhir Oktober, Pelantikan 13 November, hingga Kejurcab ini," ungkap pemuda kelahiran 1996 lulusan MA NU Maarif Kudus tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kang Ahsan yang telah memakai sabuk hijau ini berharap agar semua pengurus baru bisa menjaga kekompakan dalam satu tujuan, memajukan Pagar Nusa Kabupaten Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Habib, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa berharap aktivitas Koperasi Muslimat NU Inkopan meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Inkopan diminta kesiapannya untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

“Koperasi Muslimat NU harus bisa memodali masyarakat yang ingin mengawali usahanya,” kata Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Koperasi Muslimat NU Jadi Modal Kesejahteraan Rakyat

Kongres Muslimat NU pada 1979, lanjut Hj Khofifah, sudah mengingatkan kita untuk mengadakan koperasi. Saya sendiri sejak akhir 1990-an keliling Indonesia untuk menyadarkan pengurus Muslimat NU akan pentingnya koperasi.

“Koperasi ini dapat menyelamatkan mereka yang membutuhkan modal dari jeratan rentenir. Mereka yang ingin membeli bibit dan pupuk. Mereka yang ingin melaut dan mencari ikan dengan membutuhkan solar dan cadangan makanan yang memadai. Kita mesti membebaskan mereka dari jeratan rentenir melalui koperasi,” tegas Hj Khofifah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, Al-Quran sudah menjelaskan bahwa riba adalah haram, zina haram, dan judi haram. Tetapi bagaimana kita bisa menyelematkan umat dari yang haram? Masalah ini membutuhkan penanganan khusus, rancangan matang sistematis, dan gerakan ekonomi terorganisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia mengakui bahwa sebuah gerakan ekonomi misalnya tidak harus dikaitkan dengan Muslimat NU.

“Secara individu kalau bisnis jalan, maka ia akan menyejahterakan umat. Ustadzah dan Muslimat NU tidak perlu meminta sekian persen. Cukup jadi amal jariyah Muslimat NU,” kata Khofifah saat mendorong pemasaran produk Susu Kambing Kurma Madu Indonesia (SKKMI) yang akan meluncur bulan depan di pasaran.

“Saya minta tim ini mengikhlaskan produk. Jangan sampai, belum apa-apa organisasi sudah memberatkan. Kita berharap individu kelak berkontribusi buat organisasi. Organisasi cukup memediasi dan memfasilitasi jamaah,” tutup Hj Khofifah yang kini diamanahi sebagai Menteri Sosial RI. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Assalamu alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama yang terhormat. Dalam diskusi kecil, menurut teman saya cara yang paling benar ketika bangkit dari sujud dalam shalat adalah dengan cara mengepalkan tangan. Berarti praktik shalat yang selama ini kita jalani di mana setiap bangkit dari sujud tidak mengepalkan tangan tetapi menghamparkan telapak tangan dianggap kurang benar.

Bagaimana pandangan pak ustadz dalam masalah ini, mohon penjelasannya? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Taufik/Bogor)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Jawaban

Assalamu alaikum wr. wb.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sepanjang kami ketahui dalam soal ini adalah bahwa disunahkan bagi orang yang shalat ketika bangun atau bangkit dari sujud atau duduk untuk bertumpu di atas kedua tangannya.

Alasan yang bisa dikemukan dalam hal ini adalah bahwa hal tersebut mengacu kepada praktik Rasulullah SAW itu sendiri. Di samping alasan lain adalah lebih merupakan sebagai simbol ketawadlu’an (asybah lit tawadhu’) dan lebih dapat membantu orang yang shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sunah untuk bertopang kepada kedua tangannya ketika bangun dari sujud dan duduk karena hal tersebut lebih tampak sebagai simbol ketawadlu’an, lebih bisa membantu orang yang shalat, dan karena telah dipraktikan oleh Rasulullah SAW sebagaimana ditetapkan dalam hadits sahih,” (Lihat Muhammad Khathib asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz I, halaman 182).

Jika bertumpu di atas kedua tangan adalah praktik yang dilakukan Rasulullah SAW, pertanyaannya bagaimana caranya? Menurut Muhammad Khathib asy-Syarbini, baik orang kuat maupun yang lemah caranya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jari di atas tanah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sedang cara bertumpunya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jarinya di atas tanah baik orang yang kuat maupun yang lemah,” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Sedang kalangan yang berpendapat bahwa orang yang shalat ketika bangkit dari sujud dengan cara mengepalkan tangannya didasarkan salah satu hadits berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketika Rasulullah SAW bangkit dalam shalatnya Beliau meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang adonan roti meletakan tangannya (al-‘ajin).”

Tetapi persoalannya menurut para ulama, hadits ini bukan masuk kategori hadits sahih sehingga tidak bisa dijadikan dasar. Meskipun hadits ini jika dianggap sahih, makna kata al-‘ajin bukan dalam pengertian tukang roti yang membuat adonan roti, tetapi maknanya adalah orang yang tua renta (asy-syaikh al-kabir).

Sehingga makna hadits tersebut adalah Rasulullah SAW ketika berdiri dalam shalat dengan bertumpu dengan kedua telapak tanggannya sebagaimana bertumpunya orang yang tua renta. Bukan diartikan mengepalkan kedua tangannya sebagaimana tukang pembuat adonan roti.

Sebab, praktik yang dilakukan Rasulullah SAW itu sendiri ketika bangkit dari sujud tidak mengepalkan tanggannya, tetapi dengan menjadikan kedua telapak tanggan dan telapak jari-jarinya di atas tanah, sebagaimana yang dijelaskan di atas mengetahui tata-caranya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun hadits yang terdapat dalam kitab al-Wasith dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw ketika berdiri dalam shalat meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang pembuat adonan roti, bukan termasuk hadits sahih. Dan jika hadits ini sahih maka mesti ditafsirkan dengan penafsiran di atas (menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari di atas tanah), dan yang dimaksud dengan al-‘ajin adalah orang yang tua renta bukan tukang pembuat adonan roti (‘ajin al-‘ajn),” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan dalam masalah ini menimbulkan konflik dan saling menyalahkan satu sama lain. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, AlaSantri, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang bernama kecil Ahmad Muhtadi dilahirkan di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari pasangan KH Abuya Dimyathi Bin KH M. Amin Al-Bantany dan Nyai Hj. Asma Binti KH ‘Abdul Halim Al-Makky pada 26 Desember 1953 M / 28 Jumadal Ula 1374 H.

Pendidikan agama awal diperolehnya waktu masih sekolah di SR Tanagara dari ibundanya, karena ayahandanya Abuya Dimyathi Amin pada waktu itu masih Siyahah (berkelana) di Pondok Pondok Pesantren di Nusantara sekaligus bersilaturrahim, bertabarruk dan tholab pada para ulama sepuh kala itu.

Setelah tamat SR pada tahun 1965 M ia diajak oleh ayahandanya untuk ikut Siyahah sambil terus menerus digembleng pendidikan agama dalam pengembaraan selama 10 tahun, dan pada tahun 1975 M. Ia mengikuti Ayahandanya Iqomah di Kampung Cidahu Desa Tanagara Kec. Cadasari Kab. Pandeglang Banten sambil merintis Pondok Pesantren.

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mufti Syafi’iyyah Nasionalis dari Banten

Meski telah memimpin pesantren, bukan berarti ia berhenti digembleng oleh ayahandanya, karena ia masih terus menerus dihujani lautan ilmu oleh ayahandanya sampai akhir hayat ayahandanya pada 3 Oktober 2003 M / 7 Sya’ban 1424 H. Walhasil ia badzlul wus’i, mengerahkan seluruh kemampuannya didalam mendalami ilmu agama selama 38 tahun, dan ia berhasil mengkhatamkan banyak Kitab ulama salaf dari berbagai fan (cabang) sampai berulang ulang dan dikaji dengan sistem pendidikan pesantren salaf huruf demi huruf.

Dari fan ilmu tafsir, ia mengkhatamkan Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabary (Tafsir terbesar) dan Tafsir Ibnu Katsir. Dari fan Qiroah ia tidak cuma ahli dalam Qiroah Sab’ah tapi juga ahli dalam Qiroah ‘Asyaroh disamping juga Hafidz Al-Quran. Dari fan Ilmu Al-Quran Beliau mengkhatamkan Al-Burhan, Al-Itqon dan lain-lain. Dari fan hadits ia mengkhatamkan Kutub As-Sittah, dari fan fiqih ia sampai mengkhatamkan Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Asnal Matholib, dan dari fan-fan lainnya yang ada 14 Fan.

Tidaklah berlebihan kalau ia disebut dengan Mufti Asy-Syafi’iyyah karena sudah mengkhatamkan dan menguasai 4 Kitab pedoman Mutaakhkhirin As-Syafi’iyyah (Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Asnal Matholib) dan Kitab Raudlatut Tholibin (Pegangan Para Mufti), dan disebut dengan Al-Mutafannin (Orang yang menguasai berbagai Fan Ilmu Agama), dan disebut dengan Al-Musnid karena sudah disahkan untuk mengijazahkan Kitab Sanad Kifayatul Mustafid karangan Syaikh Mahfudz At-Tarmasy, dan disebut dengan Al-Mursyid karena ia juga menguasai 14 fan Thariqah dan menjadi Mursyid Thariqah Asy-Syadziliyyah, dan disebut dengan Syaikhul Masyasikh (Kyainya Para Kyai) karena di setiap hari terutama hari Sabtu, Ahad dan Senin di Majlis Ta’lim ia berkumpul para kiai alim ulama seantero Banten untuk menyerap ilmu agama tingkat tinggi yang ia ajarkan meneruskan Majlis Ta’lim yang diasuh oleh ayahandanya, dan pada saat ini ia membaca dan mengajarkan Kitab Raudlatut Tholibin, Mughnil Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Al-Ihkam Fi Ushulil Ahkam, Al-Ghunyah Li Tholibi Thariqil Haq, Ihya Ulumiddin, Shohih Muslim, An-Nasyr Fi Qiroatil ‘Asyr dll. Dan yang sangat jarang dimiliki oleh orang lain adalah ketajaman Bashirah/Mata Bathin Beliau, karena Beliau adalah seorang Ulama yang ahli tirakat, bahkan semenjak umur 18 tahun sampai sekarang Beliau masih menjalani Shaumuddahri/puasa setiap hari bertahun tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu fatwanya yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang ulama nasionalis adalah fatwanya tentang Pancasila, HTI dan Ormas sejenisnya berikut ini:

Dengan ini saya Abuya Muhtadi Dimyathi (Ketua/Imam M3CB) berfatwa bahwa Pancasila adalah :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya : Dasar Negara yang bersifat global mencakup keseluruhan komponen bangsa yang dirumuskan dan disahkan oleh tokoh-tokoh sebelum kita untuk kemashlahatan seluruh rakyat NKRI dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam Agama, ras dan suku.

dan juga saya berfatwa bahwa :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Artinya : HTI Hizbut Tahrir Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya yang sejalan dengan HTI tiada lain kecuali kaum muslimin yang menetap di negara kita Indonesia yang punya dasar Pancasila dan misi kaum muslimin tersebut adalah menghilangkan Pancasila, mereka juga menghina dan meremehkan tokoh-tokoh perumus dan pengesah Pancasila dan menganggap bahwa tokoh-tokoh perumus Pancasila adalah taghut. Perbuatan seperti itu adalah salah-satu macam? pemberontakan terhadap Negara, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka HTI dan ormas-ormas Islam yang sejalan dengan HTI itu hukumnya harom dalam beberapa masalah/situasi dan kondisi.

Demikianlah sekilas biografi KH Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany yang penulis ketahui langsung dari beliau aqwaalan wa ahwaalan, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin.

M. Hubab Nafi’ Nu’man, Santri Abuya Muhtadi, Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak NU

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Internasional, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Fragmen, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

Berikut ini adalah pokok-pokok pandangan dan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

PBNU mengapresiasi terhadap langkah pemerintah dan DPR yang tengah menyempurnakan UU No. 8/1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Namun, menurut PBNU, masih terdapat pasal-pasal yang harus dirumuskan ulang, bahkan beberapa di antaranya harus dihilangkan.

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

PBNU menghargai rumusan baru tentang penggunaan asas Pancasila, yang mengakomodasi penggunaan ’asas ciri’. Dengan akomodasi itu maka RUU ini tidak terlalu kaku karena pluralitas ideologi, sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, asas ciri tersebut boleh dicantumkan sebagai ciri organisasi yang bersangkutan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, NU memandang a-historis definisi ormas, dalam memberi pengertian ormas dengan cara menggeneralisasi pengertian ormas seperti negara-negara Barat sebagai organisasi ”berbadan hukum” dan ”tidak berbadan hukum” tanpa mendeskripsikan tata nilai dan kesejahteraan serta peran-peran ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan lain-lain dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan demikian perlu dibedakan secara tegas antara Yayasan, Perkumpulan, dan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berurat-akar di dalam sistem/kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Tiga jenis organisasi yang sangat berbeda tersebut harus diatur dalam skema perundang-undangan yang terpisah/berbeda. Tidak perlu mengikuti tradisi Belanda, yang hanya memiliki dua jenis UU, yaitu UU Yayasan dan UU Perkumpulan. Dengan mengancu pada pengalaman kehidupan kemasyarakatan sendiri, maka di negeri ini kita seharusnya berani merumuskan/mengeluaran satu UU yang khusus mengatur kehidupan organisasi kemasyarakatan yang berbeda sama sekali dengan UU Yayasan atau UU Perkumpulan.

Konsekuensinya, pasal-pasal yang mengatur keberadaan LSM asing, lebih-lebih dengan mempersamakannya dengan aturan atau persyaratan yang dikenalkan kepada ormas, harus dikeluarkan dari RUU Ormas ini. Kalaulah entitas seperti LSM asing itu ingin diberi landasan hukum, dipersilahkan diatur dalam UU tersendiri (Bab VII RUU Ormas).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Naskah RUU ini belum melihat sejarah, peran dan kotribusi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Wathan, Alkhairat, Syarikat Islam (SI), Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, dalam proses pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan pembentukan NKRI.

Oleh karena itulah PBNU mengusulkan agar DPR menunda pengesahan RUU ini. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari pengesahan RUU ini. ?

Jakarta, 4 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Habib, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peresmian kantor NU Sulawesi Selatan, Rabu (22/8) di halaman kantor Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 berlangsung semarak. Kedatangan rombongan Gubernur Sulsel, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansyah, disambut pagelaran musik merching band yang berasal dari pesantren binaan NU di Sulsel.

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)
Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak (Sumber Gambar : Nu Online)

Peresmian Kantor Baru NU Sulsel Semarak

Tak berhenti disitu rombongan yang juga diarak dengan Tari Paduppa, dalam tradisi Bugis-Makassar. Tari Paduppa ini sebagai tari-tarian untuk menjemput para bangsawan. Terlihat juga dalam rombongan, Wakil Gubernur Agus Arifin Numang yang juga Mustasyar NU.

Dalam sambutan Ketua Panitia Pembangunan dan Peresmian Kantor NU Sulsel, Andi Majdah M Zain yang juga Rektor Universitas Islam Makassar mengatakan, kantor NU Sulsel ini mulai dibangun pada pertengahan Juli 2013. Pembangunan telah memakan biaya sekitar Rp 7,5 milyar yang berasal dari Pemprov 1 milyar, hamba Allah masing-masing 2 orang Rp 1,5 milyar dan 1 milyar yang tidak disebutkan namanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kemudian sebagai komitmen Universitas Islam Makassar sebagai Kampus milik NU memberikan urungan atau patungan 1 milyar dan selebihnya urungan dari pengurus, dosen-dosen UIM, pengusaha NU dan warga Nahdliyin.

“Kantor NU Sulsel ini setidaknya masih membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 milyar untuk pembelian alat kelengkapan kantor, namun sengaja diresmikan untuk menggerakkan hati warga Nahdliyin untuk menyumbang,” imbuh Iskandar Idy dalam sambutannya disambut tertawa oleh ribuan Nahdliyin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya,? pembangunan kantor NU Sulsel ini, semoga mampu menjadi pusat untuk membangkitkan proses-proses berdakwah semua komponen NU di sulawesi selatan, yang sebelumnya lembaga/lajnah dan banom memiliki sekretariat yang berbeda.

Ketua Umum PP Muslimat NU mengapresiasi selesainya dibangun kantor NU ini. Dikatakan, sekarang yang perlu diperhatikan bagaimana NU Sulsel dapat memfungsikan kantor yang berlantai 5 ini sebagai pusat kaderisasi dan dakwah untuk menyebarkan nilai-niai aswaja di tengah masyarakat.

Tak lupa pula PP Muslimat NU juga urungan untuk menutupi kekurangan pembangunan Kantor NU Sulsel ini sebanyak 100 juta.

Dalam ceramah Kiai Said Aqil Siroj menyinggung mengenai amalan-amalan NU Sulsel yang banyak dianggap bidah seperti memuji Nabi, burdah, barazanji, tawassul dan lain sebagainya.

Disisi lain Kang Said menyampaikan wawasan kebangsaan NU, menurutnya di negara Indonesia, tak hanya ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Islam yang dibutuhkan, tetapi ukhuwah wathaniyyah atau persaudaraan sesama warga bangsa sangat dibutuhkan.

“Mengapa timur tengah saat ini sering bergejolak, karena di dalamnya tidak ada kesepakatan bagaimana menjaga keutuhan bangsa atau ukhuwah wathaniyah. Nah, NU jauh hari sudah mengamalkan dan menfatwakan Ukhuwah Islamiyah harus paralel dengan ukhuwah wathaniyah,” katanya.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, mengapresiasi atas selesainya pembangunan Kantor NU Sulsel ini. SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel ini berharap NU Sulsel dapat berjalan bersama-sama dengan Pemrov untuk melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan dan dakwah.

“Komitmen pemerintah tak diragukan lagi, saya bersama Pak Agus Wagub Sulsel sangat memperhatikan Ormas NU di Sulsel,” katanya disambut tempukan tangan dari warga Nahdliyin yang hadir.

Setelah itu Gubernur dan Kiai Said Aqil Siroj bersama-sama menanda tangani prasasti dan pengguntingan pita didampingi Rais Syuriyah NU Sulsel Gurutta Sanusi Baco, Wakik Gubernur, Ketua Umum PP Muslimat NU, Iskandar Idy, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Katib Syuriyah Kiai Ruslan, dan Arfin Hamid.

Acara Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor NU Sulsel. Kemeriahan peresmian kantor NU Sulsel ini, dihadiri mantan-mantan Ketua PWNU Sulsel, Para Mustasyar, Ketua Lembaga/Lajnah, Badan Otonom, PCNU Se Sulsel dan Ribuan Nahdliyin memadati peresmian ini. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Bahtsul Masail, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 09 Januari 2018

Jangan Salah, Banser Itu Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Kepala Satuan Koordinasi Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (28/11) menegaskan, Banser merupakan pesantren sehingga tidak layak bagi kader berpikiran sempit tentang organisasi itu.

Jangan Salah, Banser Itu Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Salah, Banser Itu Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Salah, Banser Itu Pesantren

"Kalau kiai mengantar ilmu pada santri, mengelola pesantren. Maka yakinkan juga bahwa Banser adalah pesantren kedisplinan diri, pesantren bela negara, pesantren penjaga Pancasila, pesantren untuk mendulang dan menebar amaliah Nahdlatul Ulama dalam kerangka Aswaja," kata dia.

Ia menambahkan, Banser ialah kader inti Gerakan Pemuda Ansor. Tentu dalam harakah atau gerakan menjadi berbeda dengan kader yang tidak inti.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sungguh sangat beruntung bagi Banser disebut sebagai sebagai kader inti. Jadi sesuaikan perilaku di lapangan. Kalau remeh-temeh, tingkat pengabdian rendah, apa pantas disebut kader inti?" kata dia lagi di Markas Komando Satkornas Banser.

Kader inti jika dikirim komandannya, baik pimpinan Ansor atau komandan Banser atas persetujuan Ansor untuk menjadi instruktur, menurut dia, tidak boleh menolak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Seperti ? itu konsekuensi menjadi kader penggerak, tidak boleh diam, harus jadi penggerak, disiplin dan bertanggungjawab. Banser ialah pengembang program-program sosial Ansor. Apa yang Ansor perintahkan, laksanakan. Apa yang Ansor putuskan, ? Banser harus melaksanakan dan mengawal, bukan sebaliknya," kata dia mengingatkan.

Kasatkornas Banser itu menambahkan, menjadi Banser harus berusaha memantaskan, mematutkan diri dengan apa yang dilakukan kiai-kiai Nahdlatul Ulama.

"Baru setelah kita memantapkan niatan itu, terus dan teruslah beribadah kepada Allah," demikian Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Ini 9 Alasan Kuliah di STAINU Temanggung

Temanggung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Kuliah di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), baik itu STAINU, STKIP NU, STKIP Maarif NU, INISNU, maupun UNU, UMNU dan lainnya, memiliki kelebihan daripada di Perguruan Tinggi (PT) lain.

Ini 9 Alasan Kuliah di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 9 Alasan Kuliah di STAINU Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 9 Alasan Kuliah di STAINU Temanggung

Pembantu Ketua II Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung Ana Shofiyatul Azizah mengatakan, ada beberapa kelebihan sarjana lulusan PTNU. Sedikitnya, ada 9 alasan, pelajar lulusan SMA, SMK, MA dan lainnya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung.

Pertama, mendapatkan porsi terbanyak dari serangkaian yang ada dalam masyarakat, baik secara struktural maupun kultural. Kedua, lulusan PTNU lebih banyak memberikan ilmu agama daripada lulusan kampus lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Salah satunya ya STAINU Temanggung sebagai satu-satunya kampus di Kabupaten Temanggung yang memberikan bekal mahasiswa dan mahasiswinya untuk siap melayani, mengabdi dalam kegiatan di masyarakat," jelasnya, di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (6/10). 

Ketiga, menurut Ana, ada kelebihan lain yaitu dibekali kemampuan Baca Tulian Quran (BTQ), tahlil, perawatan jenazah, retorika dakwah dari semester 1-7. Keempat, mahasiswa juga dibekali kemampuan berbahasa asing, baik Arab maupun Inggris.

"Itu semua menjadi syarat untuk terjun ke masyarakat lewat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui pembekalan materi-materi itu, diharapkan mahasiswa dapat tampil dalam semua kegiatan yang ada di dalam masyarakat," beber dia.

Ia berharap, warga Temanggung, Magelang, Salatiga, Wonosobo, Kabupaten Semarang dan sekitarnya bisa melanjutkan perkuliahan di STAINU Temanggung. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alasan kelima, saat ini sudah dibuka beberapa prodi baru selain Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ahwal Al-syahsiyyah (AS). Namun juga sudah ada Ekonomi Syariah (ES), Pendididikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). 

Selain itu, ada alasan keenam, yaitu STAINU Temanggung lokasinya juga dekat dengan pusat kota, terminal. Ketujuh, STAINU Temanggung memiliki lab, lokasi perkuliahan representatif, juga asrama mahasiswa. Selanjutnya, kedelapan, STAINU Temanggung juga memiliki perpustakaan, mushala, kantin dan lainnya. 

Kesembilan, STAINU Temanggung juga memiliki tenaga pengajar minimal S2 lulusan dalam dan luar negeri dan sebagian juga sudah doktor (S3) dan banyak yang sedang menempuh program doktor. Banyak lagi yang bisa didapatkan mahasiswa jika kuliah di STAINU Temanggung. Namun intinya, sarjana yang kuliah di PTNU jelas berbeda dengan di PT lain. 

Lebih lanjut Ana mengatakan, perkembangan roda zaman yang cepat ini, manusia dituntut untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. 

"Saat ini tidak cukup sampai jenjang SMA atau sederajat saja. Kuliah sampai S1 sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, di kota maupun di desa semuanya sama," katanya. 

Hal itu, menurut Ana, tentu bukan tanpa alasan, karena tingkat kompetensi dalam dunia kerja memang menuntut skill, sertifikat atau ijazah yang wajib dimiliki semua orang. Namun, ada pula tugas lain bagi seorang sarjana selain berkecimpung di dunia kerja. 

"Tidak bisa dipungkiri, sarjana pasti akan diminta kontribusinya dalam kegiatan sosial masyarakat. Mulai dari kegiatan Karang Taruna, madrasah diniyah, TPQ, bahkan takmir masjid, PKK, adanya tahlilan, upacara kelahiran dan kematian di warga. Itu semua merupakan bagian dari kegiatan masyarakat kita yang membutuhkan peran sarjana," bebernya. (Ham/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, AlaSantri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Sukoharjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Jawa Tengah menyerahkan donasi sebesar 50 juta untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang diderita Dai Bahtiar, putra almarhum Ketua PCNU Sukoharjo H. Nagib Sutarno di kediaman Dai, di Polokarto Sukoharjo, Kamis (5/1).

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Dai Bahtiar, menderita sakit setelah ia mengalami kecelakaan saat hendak berangkat ke pesantren. Kecelakaan tersebut membuat kakinya cidera dan akhirnya setelah beberapa kali dioperasi terpaksa dilakukan amputasi.

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)
NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari Ketua PWNU Jateng KH Abu Hapsin dan Sekretaris KH M Arja Imroni, Ketua LAZISNU Jateng, Muh Mahsun. Turut hadir pula Rais Syuriah PCNU Sukoharjo KH Abdullah Faishol.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua LAZISNU Jateng Muh Mahsun, berharap bantuan ini dapat meringankan biaya pengobatan yang menelan biaya cukup banyak. "Semoga kepedulian warga Nahdliyyin dan donatur lainnya dapat meringankan beban keluarga. Amin," ujar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU Jateng, Zainuddin Zein menambahkan bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari program NUCARE-LAZISNU Jateng. "Insyaallah kita teruskan sampai Pebruari, semoga dana yang terkumpul nanti juga bisa untuk membeli kaki palsu," ungkapnya.

Perwakilan dari pihak yang menerima bantuan tersebut, berterimakasih atas donasi yang diberikan dari para donatur. Kami sampaikan terima kasih, mohon ada pendampingan dan bimbingan dari keluarga besar NU, terang Istri Alm. H Nagib, Hj. Siti Zumrotun. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita

Oleh Muhammad Ishom



Banyak orang memandang sebelah mata terhadap keranjang sampah. Mereka berpikir keranjang sampah adalah tempat kotor karena fungsinya sebagai penampung sampah. Memang benar demikian. Tetapi persoalannya di balik image negatif itu, keranjang sampah sebenarnya bisa bercerita tentang kita. 

Cobalah luangkan waktu sejenak untuk mencoba melihat apa saja yang ada dalam keranjang sampah kita. Keragaman dan volume sampah serta berbagai merek produk di dalamnya bisa bercerita tentang tingkat kemakmuran, gaya hidup dan status sosial kita. Jadi keranjang sampah memiliki fungsi lain yang bisa mencerminkan hal-hal pribadi tentang kita. 

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampah dan Cerita Kemapanan Ekonomi Kita

Keragaman sampah bisa bercerita bahwa kita memiliki banyak pilihan terkait apa yang kita konsumsi. Jika sampah tetangga sebelah kita tidak seaneka ragam sampah kita, itu bisa berarti mungkin mereka tidak memiliki banyak pilihan karena terbatasnya budget. Jadi beragamnya sampah bisa menunjukkan budget kita untuk konsumsi sehari-hari cukup longgar. 

Jika memang demikian maka secara ekonomi mungkin kita lebih makmur daripada tetangga sebelah kita. Atau, kitalah yang kurang bisa menahan nafsu untuk menuruti keinginan perut sehingga apa saja masuk ke dalamnya. Ini artinya jangan-jangan kita termasuk abdul buthun, yakni manusia penghamba perut. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Manusia seperti itu sudah pasti akan memproduksi sampah dalam jumlah yang lebih besar daripada mereka yang lebih suka berpuasa dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi volume sampah yang tinggi bisa jadi menujukkan bahwa kita memiliki gaya hidup konsumtif. Orang konsumtif sudah pasti memproduksi sampah dengan volume lebih tinggi daripada mereka yang bisa menahan diri dari gaya hidup konsumtif. . 

Gaya hidup kita sesungguhnya tidak hanya tercermin dalam volume sampah yang tinggi, tetapi juga dalam merek-merek produk yang tertera dalam barang-barang yang telah menjadi sampah. Kaleng atau botol minuman dengan merek tertentu yang dibeli dari pusat-pusat perbelanjaan seperti mall tentu lebih bergengsi daripada wadah minuman tanpa merek seperti kantong plastik untuk es teh yang dibeli dari warung makan PKL pinggir jalan. 

Ketika sampah-sampah kita banyak terdiri dari barang-barang bermerek dengan keragaman dan volume yang tinggi, dari situlah sebenarnya bisa dibaca hal-hal tentang diri kita sebagaimana telah diuraikan di atas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, sadarkah kita semakin tinggi tingkat kemakmuran kita, kita bisa semakin konsumtif. Itu artinya semakin banyak kita memproduksi sampah. Semakin banyak sampah kita produksi, samakin tinggi tingkat pencemaran terhadap lingkungan. Semakin kita konsumtif, semakin tinggi tingkat eksploitasi terhadap bumi dan isinya.

Ingatlah Tuhan telah berfirman, kerusakan di bumi disebabkan oleh ulah manusia sendiri sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ruum, ayat 41:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)."

Maka keserderhanaan hidup sebagimana telah dicontohkan Rasulullah SAW dengan banyak berpuasa, makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, sesungguhnya merupakan hal yang sangat terpuji karena itu berarti bersikap tidak konsumtif dan karenanya tidak banyak memproduksi sampah. Ini berarti bersikap lebih ramah terhadap lingkungan. Sikap ini semakin relevan dengan tuntutan zaman sekarang di mana telah ada kesadaran bersama untuk berikhtiar menjaga bumi dari pencemaran dan eksploitasi yang membabi buta. 

Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Tegal, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 04 Desember 2017

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan Student Mobility Program (SM-PRO) Tahun 2015. Sebanyak 27 mahasiswa terbaik sudah terpilih dan akan diberangkatkan ke Australia pada Kamis (17/12).

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin meminta ? peserta SM-PRO 2015 dapat menjadi agen yang mengabarkan potensi Islam Indonesia ke Australia dan negara manapun di dunia.?

“Student Mobility Program ini dapat menjadi saluran penting bagi aktivitas kemahasiswaan yang positif di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” tegas Dirjen saat bertemu peserta Predeparture Orientation ? SM-PRO 2015 yang dilaksanakan Subdit Kelembagaan Direktorat Diktis, di Denpasar, Rabu (16/12) sebagaimana dikutip dari klaman kemenag.go.id.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam arahannya Guru Besar hadits UIN Alaudddin Makassar itu kembali menekankan pentingnya Islam Indonesia sebagai kiblat kajian Islam dunia. Menurutnya, ada banyak alasan kenapa dunia harus belajar Islam ke Indonesia. Pertama, Indonesia adalah the most moslem countries in the world. Kedua, Islam Indonesia dikenal moderat dan demokratis, damai, dan menghargai perbedaan (diversity).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Islam dan demokrasi bertemu, compatible,” terangnya.?

“Ketiga, Indonesia memiliki modal sosial-kultural yang banyak, antara lain lembaga pendidikan Islam yang jenis dan jumlahnya terbanyak di dunia,” tambahnya bersemangat.

Kamaruddin Amin mengapresiasi pelaksanaan SM-PRO dan menilai program rintisan ini penting untuk dilanjutkan sebagai salah satu program unggulan Ditjen Pendis. ? Direktorat Diktis telah melakukan seleksi yang sangat ketat terhadap 2000 lebih calon pendaftar SM-PRO 2015. Dari jumlah tersebut, setelah dilakukan wawancara kemampuan bahasa dan akademik, diperoleh 27 mahasiswa terbaik yang hari ini ikut Predeparture.?

Menurut Mastuki, penanggung jawab kegiatan sekaligus Kasubdit Kelembagaan Diktis, 27 orang mahasiswa S1 ini akan mengikuti student camp and leadership training serta cultural benchmark di Perth, Australia selama 8 hari.

“Ada yang menarik bahwa peserta SMPRO 2015 ini adalah mahasiswa S1 dari perguruan tinggi Islam dengan jurusan/prodi yang beragam. Ada yang jurusan tafsir/hadits, tarbiyah, dakwah, hubungan internasional, dan pendidikan Bahasa Inggris. Artinya, kemampuan Bahasa Inggris dan akademik merata di seluruh program studi dan jurusan di PTKI. Apalagi di antara peserta ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz, pinter bahasa Arab, dan talenta lainnya,” papar Mastuki di sela-sela Predeparture yang dilaksanakan di Hotel Eden Kuta Bali.

Peserta yang mengikuti SM-PRO 2015 berasal dari berbagai PTKI negeri dan swasta. Tersebar dari Aceh, Makassar, Watampone, Bandung, Medan, Palembang, Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang dan Semarang. Mereka take off ke Perth kamis sore, (16/12) dan langsung menuju Curtin University untuk mengikuti berbagai kegiatan sampai 23 Desember 2015. Pendamping kegiatan ini dihandle oleh Jarot Wahyudi (UIN Jogja) dan Yeni Ratnayuningsih (UIN Jakarta). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Budaya, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Diskursus penentuan awal bulan komariah khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah telah lama dikenal bahkan dialami oleh masyarakat Islam Indonesia. Akibatnya hingga sekarang masih saja sering terjadi perbedaan dalam penetapannya. Tidak heran banyak kalangan menilai bahwa perbedaan ini adakalanya berhubungan dengan banyak hal mulai dari perbedaan dalam penafsiran hadist hingga persoalan sosial politik.?

Tidak dapat dipungkiri, sebenarnya akar dari perbedaan penetapan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah muncul dari pemahaman hadis Nabi Shumu li ru’yatihi wa afthiru liru’yatihi fain ghumma alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman (berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat tanggal, bila kamu tertutup oleh mendung maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari). Lafadz liru’yatihi yang artinya karena melihat bulan, NU memahami bahwa penentuan awal bulan komariah dilakukan berdasarkan metode rukyat (melihat bulan) secara langsung. Sehingga, sering kita sebut madzhab rukyat, sedangkan Muhammadiyah memahami lafadz liru’yatihi dimaknai bahwa kata melihat maksudnya dapat dilakukan secara perhitungan atau kita kenal juga dengan madzhab hisab.

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Menurut data historis, meskipun Muhammadiyah menggunakan hisab namun dalam realitasnya tidak menolak rukyat. Begitu juga NU dan madzab rukyat lainya, walaupun dalam praktiknya memprioritaskan rukyat akan tetapi tidak mengesampingkan hisab. Artinya, pada mulanya perbedaan metodologi antara Muhammadiyah dan NU dalam menetapkan awal bulan komariah tidak menimbulkan konflik. Hal ini bisa dimengerti karena keputusan-keputusan yang dibuat keduanya bersifat elegan. Bahkan Muhammadiyah dalam setiap keputusannya tentang awal Ramadhan dan Syawal selalu menyertai kalimat “apabila rukyat mendahului hisab maka rukyatlah yang dipakai.”

Buku Kalender Hijriyah Universal ini mengkaji tentang sistem yang ada dalam kalender hijriyah universal dan prospek keberlakuannya di Indonesia. Sehingga ? perbedaan tidak lagi muncul dalam menetapkan awal bulan. Dalam pemaparannya buku yang awalnya merupakan hasil disertasi di IAIN Walisongo ini menjadikan teori tentang keberlakuan dan kemapanan sebuah kalender, yakni pertama adanya otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya, kedua, adanya kriteria yang bersifat konsisten yang disepakati, ketiga, adanya batasan wilayah keberlakuan sebagai pisau analisisnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Secara terperinci penulis memaparkan bahwa pertama, waktu magrib atau waktu terbenamnya matahari adalah waktu yang digunakan oleh kalender hijriyah universal sebagai permulaan hari dalam kalender hijriyah. Sedangkan tempat dimulainya hari adalah tempat yang hilal mungkin dilihat pertama kali saat sebuah hari dimulai. Mengenai konsep pergantian bulan, kalender hijriyah universal menjadikan imkanurrukyah, dengan kriteria visibilitas hilal Odeh, sebagai metode untuk menentukan pergantian bulan komariah, kedua, Kalender hijriyah universal dengan konsep dua zonanya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Belum tersosialisasikannya pemikiran tentang kalender internasional dan terlalu luasnya wilayah yang belum imkanurrukyah untuk dipaksa masuk ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah dalam konsep dua zona adalah diantara sebabnya. Oleh karena itu salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerapkan kriteria visibilitas hilal yang ada dalam kalender hijriyah universal dan menjadikan garis tanggal hijriyah yang dibentuk oleh kriteria visibilitas hilal dalam kalender tersebut dibelokkan sesuai batas politis negara untuk mempersempit pemaksaan masuknya wilayah yang belum imkanurrukyah ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah. Oleh karena itu, penyatuan yang dapat diusahakan untuk saat ini adalah penyatuan kalender hijriyah secara nasional.( hal VII ).

Kehadiran buku ini mengupas secara gamblang menyoal penyatuan kalender universal dan merangsang perbincangan yang positif ke depan. Tidak hanya itu semoga semua usaha penulis dapat menyatukan penetapan awal bulan komariah yang sering terjadi di Indonesia. sehingga Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, dapat dijalankan secara serempak demi tercapainya kebersamaan dalam beribadah.

Judul buku : Kalender Hijriyah Universal, (Kajian Atas sistem dan Prospeknya di Indonesia )?

Penulis : Muh. Nashirudin

Penerbit: EL-WAFA

Cetakan: April, 2013

Tebal: 244 halaman

ISBN: 978-602-7969-01-8

Harga: Rp 50.000,-

Peresensi: M Hanifan Muslimin, alumnus Pondok pesantren Tebuireng Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 08 November 2017

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

Kiai Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah pernah berkisah tentang orang Kristen yang heran atas perilaku umat Islam ketika beribadah. “Gimana orang Islam ini. Wong ibadah kok sandalnya sering hilang?!”

Ledekkan ini dibalas santai Kiai Hasyim. “Ya mesti saja hilang, lha wong sandalnya enggak dipakai. Nah, sampean kan sepatunya dipakai pas di gereja.”

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

“Jadi yang hilang bukan sepatunya tapi sepeda motornya,” tambah Kiai Hasyim disambut tawa hadirin. ? (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 07 November 2017

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren

Bantul, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Komunitas Matapena sukses melaksanakan “Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) ke-11” di Pondok Pesantren Al-Mahalli Wonokromo Bantul, Yogyakarta, 27-29 Desember 2013.

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Yogyakarta Hadirkan Para Sastrawan Pesantren

LSdP ke-11 menghadirkan penulis dan sastrawan senior Indonesia seperti Ahmad Tohari dan Joni Ariadinata, serta penulis generasi baru dari kalangan pesantren seperti Isma Kazee, Mahbub Djamaluddin, Zaki Zarung, dan Pijer Sri Laswiji.

Kegiatan ini diikuti 60 peserta dari beberapa pesantren di Jawa, seperti Pesantren Darul Amanah Kendal Jawa Tengah dan Pesantren Al-Mizan Majalengka Jawa Barat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahmad Tohari dalam sesi “Ayo Menulis” menegaskan, dibutuhkan ketelatenan dan keuletan dalam proses menjadi penulis. Kegiatan menulis tak akan bisa menghasilkan jika dilakukan dengan otak kosong. Oleh karena itu, seorang penulis harus juga banyak membaca.

Penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini menggarisbawahi, selain shalat dan syariat juga memerintahkan membaca. Pernyataan “iqra” (bacalah!) dalam al-Qur’an justru turun sebelum ayat-ayat yang lain. “Majunya sebuah Negara ikut ditentukan oleh tingginya minat baca warga negaranya,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Aguk Irawan, penulis novel Sang Penakluk Badai, yang juga ikut meramaikan LSdP ke-11 ini mengatakan, menulis dan bersastra adalah tradisi asli pesantren yang penting untuk digerakkan kembali sebagaimana telah dimulai oleh Komunitas Matapena.

Para peserta dibimbing untuk mengeksplorasi segenap potensi mereka untuk melahirkan sebuah karya tulisan. Acara penutupan LSdP ke-11 dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh penyair Evi Idawati dan kader IPNU Yogyakarta.

Selain itu, Sanggar Lincak dari UGM, Tari Jaipong dari Fakultas Adab UIN Yogyakarta, serta pentas lakon cerpen oleh peserta juga ikut meramaikan suasana. Usai penutupan, peserta, fasilitator dan panitia berdiri melingkar untuk berbagi kesan dan pengalaman.

“Acaranya seru. Di luar dugaan saya yang semula beranggapan hanya akan diikuti oleh peserta dari Yogyakarta. Tapi, ternyata pesertanya beragam, sesuai dengan tema yang diusung,” tutur salah seorang peserta dari Wonokromo dengan ekspresi bahagia. (Nor Ismah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Pendidikan, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 06 November 2017

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pegurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pemudik dapat bersikap bijak saat berada ke kampung halaman. Kebudayaan di kota urban belum tentu sesuai dengan norma kehidupan di pedesaan.

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

“Akhlak harus tetap dijaga,” imbau Kang Said saat melepas sekurangnya 1.500 peserta ‘Mudik Bareng NU 1433 H’ dari DKI Jakarta dan sekitarnya, Ahad (12/8), di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Terdapat 29 bus mengantar pulang para pemudik ke berbagai daerah di sepanjang  Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, Bojonegoro, Jombang, Mediun, Solo, Yogyakarta, Tegal, dan lain-lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masa yang cukup lama sebagai perantau, lanjutnya, tak lantas membolehkan seseorang menerapkan begitu saja gaya hidup yang ada di kota. Sebaliknya, masyarakat seyogianya cerdas mengambil hikmah dari perbandingan antara kehidupan kota dan kehidupan desa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Kiai asal Cirebon ini, mudik adalah ajang silaturahmi, menyambung ikatan persaudaraan bersama orang-orang di kampung halaman. “Mudik harus diniati silaturahim, menyambung persaudaraan, bukan pamer jaket, pamer kemeja, pamer HP, atau lainnya,” tegasnya.

Kang Said dalam kesempatan itu tampak sangat gembira dapat meringankan beban para pemudik. Program mudik gratis ini adalah kali kedua yang diselenggarakan PBNU melalui PP LTMNU bersama Bank Mandiri. Jika tahun lalu PBNU memberangkatkan 22 bus, maka kali ini 29 bus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Makam, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember menyantuni 120 anak yatim di tengah-tengah perayaan tahun baru 1439 Hijriyah di masjid Raudhotul Muchlisin, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad (8/9). Total santunan itu mencapai Rp 35 juta.

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Santuni Ratusan Yatim

Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni mengajak banom NU yang lain semisal Fatayat, IPNU, IPPNU dan sebagainya untuk bergandengan tangan dalam menggarap program-program kemanusiaan. 

Sebab, dengan sinergi tersebut, kerja-kerja kemausiaan semakin ringan terasa dan jangkauannya pun tambah luas. 

"Mari kita bergandengan tangan untuk memerangi kemiskinan, ketidakberdayaan dan sebagainya, termasuk dalam menyantuni anak yatim," tukasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Muqid Arif menyatakan bangga dengan kiprah Muslimat NU Jember selama ini. 

Menurutnya, kerja-kerja sosial Muslimat NU Jember telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

"Terus terang, saya bangga pada Muslimat yang kegiatannya banyak membantu pemerintah," pungkasnya di hadapan 2000-an hadirin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 05 November 2017

Ini Ngabuburit ala Pelajar NU Balen

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebagai generasi penerus bangsa, terutama warga Nahdliyin. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jawa Timur mengadakan pelatihan jurnalistik di aula lantai 2 MWC NU Balen, Sabtu (2/6) sembari ngabuburit menunggu berbuka puasa.

"Selain belajar jurnalistik, terkait teknik dan penulisan berita. Kegiatan ini juga ngabuburit saat ramadan," kata ketua PAC IPNU Balen, M. Irzami.

Ini Ngabuburit ala Pelajar NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Ngabuburit ala Pelajar NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Ngabuburit ala Pelajar NU Balen

Sebab belajar menulis akan mengasah keterampilan dan pola pikir anggota IPNU-IPPNU Balen. Sehingga pasca berproses di IPNU-IPPNU dapat mengembangkan apa yang didapatnya di organisasi, termasuk ilmu menulis, manajemen, kepemimpinan, keterampilan dan yang lainnya. "Sambil menunggu berbuka puasa, ada ilmu baru bagi pengurus IPNU-IPPNU di balen," terang Irzami disela-sela acara.

Ditambahkan, untuk itu para pengurus mengundang pemateri wartawan blokBojonegoro media dan Internet Marketer Nahdlatul Ulama, M. Yazid. Serta Abdul Ghoni Asror yang juga dosen IKIP PGRI dan Usman Roin yang menjadi guru ekskul Jurnalistik di Semarang. "Para pemateri ini alumni PAC IPNU balen," imbuhnya.

Salah seorang pemateri, Usman Roim menyampaikan kiat-kiat menulis dan memotivasi para peserta pelatihan jurnalistik. Pasalnya menulis sangat penting, terlebih sebagai pelajar maupun mahasiswa akan dituntut menulis.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Menulis dapat diasah terus menerus. Karena menulis berita atau yang lain tidak bisa sekali-dua kalisaja, tetapi akan lebih terampil jika dilakukan terus," terang Usman yang juga guru Jurnalistik di Semarang itu.

Usman sapaan akrabnya juga manerangkan, bagaimana menulis berita, opini dan karya ilmiah lainnya. "Mungkin sekarang belum bisa dirasakan hasilnya menulis. Tapi nanti dikemudian hari akan ada manfaatnya," imbuhnya.

Dosen IKIP PGRI, Abdul Ghoni Asror yang hadir sebagai pemateri menerangkan Bahasa Indonesia yang benar. Pasalnya menurut Ghoni, ada wartawan yang menulis berita tidak sesuai kaidah jurnalistik, sehingga membuat salah pemahaman masyarakat.

"Seorang penulis harus paham Bahasa Indonesia dan kata-kata baku yang mudah dimengerti. Serta menempatkan diksi yang benar, sesuai kondisi dan berita yang ditulisnya," terang Ghoni sapaan akrabnya yang juga dosen Bahasa Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, M. Yazid memaparkan terkait penggalian data, tugas jurnalis dan teknik penulisan berita. Sebab sebelum menjadi wartawan harus memahami penulisan berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

"Karena fungsi pers selain sebagai informasi, juga mendidik, menghibur dan menjadi kontrol sosial. Sehingga pers yang sehat harus dipahami," tuturnya.

Setelah pelatihan jurnalistik, dilanjutkan searing bersama serta pembentukan keredaksian untuk mengelola website yang sudah ada dan buletin yang akan diterbitkan.

Alumni IPNU Balen, Muhtarul Anam mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan pengurus IPNU-IPPNU Balen. Seluruh alumni mengharapkan ada identitas keahlian yang dimiliki kader IPNU-IPPNU di Kecamatan. "Di IPNU-IPPNU ajang berproses semuanya. Tidak hanya istighosah dan mengaji, tetapi ada kemampuan lain yang dapat dipelajari," pungkas guru MI di Desa Suwaloh Kecamatan Balen itu. (M. Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, Anti Hoax, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 01 November 2017

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tujuh organisasi kemanusiaan utama menyebut krisis di Suriah sebagai krisis kemanusiaan terbesar sepanjang masa.

Ketujuh organisasi kemanusiaan itu antara lain meliputi Amnesty International, Human Rights Watch dan Oxfam seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Alami Krisis Kemanusiaan Terbesar Sepanjang Masa

Mereka mengatakan setelah berkecamuk perang selama tiga tahun, situasi di Suriah tidak dapat diuraikan di dunia yang beradab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membela rakyat Suriah yang mengalami krisis kemanusiaan terbesar di masa sekarang," kata koalisi tujuh organisasi.

Seruan itu disampaikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bertepatan dengan konferensi perdamaian Suriah di Montreux, kota lain di Swiss pada Rabu (22/01).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Konferensi perdamaian Suriah dibuka oleh Sekretaris Jendral Ban Ki-moon. Ia menyerukan perlunya membangun dialog yang mengarah ke solusi politik.

Perdebatan

Menurut koalisi tujuh organisasi, separuh jumlah penduduk Suriah tergantung pada bantuan kemanusiaan setelah terjadi perang sipil selama hampir tiga tahun.

Di daerah-daerah tertentu, penyakit dan kelaparan sangat mudah ditemukan.

Sementara konferensi perdamaian di Montreux diwarnai perdebatan pedas antara wakil-wakil pemerintah Suriah dan kubu oposisi.

Pemimpin oposisi Ahmed Jarba menuduh Presiden Bashar Al-Assad melakukan tindak kejahatan perang dan menyatakan Assad tidak boleh memegang peran politik apa pun di masa depan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi sebagai para pengkhianat dan agen asing.

Muallem menegaskan Presiden Assad tidak akan tunduk memenuhi tuntutan pihak luar untuk mundur. (mukafi niam)

ilustrasi: blouinnews

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sholawat, Daerah, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 16 Oktober 2017

LPM Pesantren UII Selenggarakan Diskusi Publik Hukum

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selain sebagai materi pada penyusunan hukum nasional di Indonesia, keberadaan Hukum Islam juga menjadi inspirator dan dinamisator dalam pengembangan hukum nasional di Indonesia.

LPM Pesantren UII Selenggarakan Diskusi Publik Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
LPM Pesantren UII Selenggarakan Diskusi Publik Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

LPM Pesantren UII Selenggarakan Diskusi Publik Hukum

Demikian disampaikan Drs. H. Ahmad Adib, SH. M.H, Hakim Pengadilan Agama (PA) Yogyakarta pada diskusi publik yang digelar Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Pondok Pesantren UII Yogyakarta, belum lama ini.

“Sistem hukum yang mewarnai hukum nasional kita selama ini pada dasarnya terbentuk atau dipengaruhi oleh tiga pilar subsistem hukum yaitu sistem hukum barat, hukum adaptif dan sistem hukum Islam, dimana masing-masing menjadi subsistem hukum dalam sistem hukum Indonesia,” jelas Hakim PA kelahiran Kebumen 53 silam itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diskusi publik yang digelar perdana oleh LPM Pondok Pesantren UII itu mengangkat tema "Gagasan Kewenangan Pengadilan Agama dalam Mengadili Perkara Jinayat".

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Hasan Al Antor, Direktur LPM Pondok Pesantren UII, tema tersebut dipilih karena hukum Islam memiliki prospek dan potensi yang sangat besar dalam pembangunan hukum nasional di negeri ini.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, diskusi publik LPM Pondok Pesantren UII ini rencananya akan digelar rutin tiap akhir bulan pada hari Jumat malam atau Sabtu malam.

"Diskusi publik ini memang perdana pasca launchingnya LPM Pondok Pesantren UII. Kedepan, rencanya akan kami adakan rutin tiap Jumat malam atau Sabtu malam tiap akhir bulan dengan tema-tema yang tentu lebih aktual lagi," ungkapnya.

Selain menghadirkan Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta, pada diskusi perdana tersebut LPM Pondok Pesantren UII juga menghadirkan Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) UII, Abdul Jamil, SH., M.H, sebagai panelis kedua, Pengasuh Pondok Pesantren UII, KH. Mohammad Roy, MA, dan Ketua Organisasi Santri Pondok Pesantren UII Putra (OSPP), Ahmad Muflihin. 

Sementara, Jamil mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh memberlakukan hukum yang bertentangan dengan hukum agama yang dipeluk oleh Indonesia. 

“Negara ini punya enam agama yang disahkan. Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan Konghucu. Jadi konsekuensinya adalah negara harus menyediakan fasilitas hukum agama yang dipeluk oleh masing-masing bangsa Indonesia, sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan penyelenggaraan negara,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, dosen tetap Fakultas Hukum UII itu juga mengatakan, peluang bagi masa depan peradilan agama dalam menangani perkara jinayah memang sangat terbuka lebar. Pasalnya, banyak aturan hukum Islam yang telah disahkan menjadi hukum nasional.

"Seperti yang sudah dijelaskan oleh Pak Adib tadi, bahwa Islam ini satu-satunya agama yang memiliki sistem hukum dibanding agama-agama yang lain. Jadi peluangnya lebih besar, apalagi telah banyak aturan hukum Islam yang telah disahkan menjadi hukum nasional,” jelas direktur LKBH yang menekui keahlian bidang Hukum Islam & Advokat itu.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor :Nur Haris

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock