Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai ajang konsolidasi dengan kepengurusan NU di bawahnya. Pengurus Harian NU DKI Jakarta menemui pengurus Majelis Wakil Cabang NU se-Jakarta Selatan di Kantor Sekretariat PCNU Jakarta Selatan di Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/6) malam.

Kunjungan silaturahmi dan konsolidasi ini diawali dengan khataman Al-Quran dan sembahyang tarawih berjamaah. Forum ini diisi dengan tanya jawab terkait ke-NU-an dan permasalahan ibu kota Jakarta antara pengurus MWCNU dan PWNU DKI Jakarta.

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PWNU DKI Kunjungi MWCNU Se-Jakarta Selatan

“Semoga pertemuan silaturahmi ini menguatkan nahdliyin di Ibu Kota Jakarta,” kata Ketua Panitia Safari Ramadhan Ustadz H Munahar Mukhtar mengawali sambutannya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi mengapresiasi gerakan tangkas pengurus harian NU DKI Jakarta. Menurutnya, tidak lama setelah konferensi wilayah NU pengurus baru harian NU DKI Jakarta segera melangsungkan pelantikan untuk kemudian terus menyapa cabang dan majelis wakil cabang NU di Jakarta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Insya Allah Jakarta adem kalau pengurus NU dan nahdliyin bergerak menjalankan amanah organisasi dan menghidupkan tradisi Aswaja NU. Semoga gerakan NU Jakarta ini menjadi etalase kepengurusan NU se-Indonesia,” kata Kiai Abdurrazak.

Sebelum menyapa pengurus MWCNU se-Jakarta Selatan, H Saefullah mendata kehadiran pengurus satu per satu MWCNU. Menurutnya, Jakarta ini penuh dengan masalah.

Pengurus NU di Jakarta, menurutnya, harus kerja keras untuk membenahi Jakarta dan nahdliyin. Kiprah NU dalam pergerakan dan mengisi kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan. Kini kita mesti meningkatkan pengabdian kita untuk khususnya Jakarta menjadi lebih baik.

“Kalau Pemda DKI Jakarta punya APBD, NU ini seperti kata Ketua PBNU KH Imam Aziz tidak memiliki APBN dan APBD. Tetapi berkah perjuangan para ulama kita, NU harus terus bergerak dari mana rezekinya,” kata H Saefullah disambut gelak tawa hadirin.

Menurutnya, NU sudah terbukti menerima Pancasila dan UUD 1945. Hal ini terbukti dari komitmen NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan ideal dan konstitusional di Indonesia. NU dalam acara formalnya selalu membawakan lagu Indonesia Raya.

Sebelum ditutup dengan doa khatmil Quran oleh KH Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta Dr H Saefullah menyerahkan secara simbolis wakaf Al-Quran pribadinya kepada Ketua PCNU Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi. Sebelum bubar, para hadirin membaca doa kaffaratul majlis yang dipimpin Rais Syuriyah NU Jakarta Selatan KH Lukman Hakim. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Makam, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr M Maksum Machfoedz menekankan perlunya dialog antarkelompok internal sebuah agama dalam upaya-upaya toleransi. Menurutnya, dialog-dialog internal sangat dibutuhkan untuk menyamakan persepsi antarkelompok dalam sebuah agama.

“Dialog antarkelompok internal sebuah agama ini yang cukup sulit. Tetapi dialog seperti ini cukup efektif seperti yang pernah dilakukan PBNU dengan mempertemukan sejumlah kelompok Muslim di Afghanistan yang saling bertenangan,” kata Prof Maksum saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama

Dialog antarumat beragama memang penting. Tetapi mempertemukan kelompok-kelompok internal sebuah agama merupakan sebuah upaya yang tidak kalah penting, tambah Prof Maksum.

Ia meyakini bahwa dialog internal sangat penting mengingat setiap agama memiliki kelompok-kelompok ekstremnya sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Hampir setiap agama ada kelompok radikalnya. Ini sebuah fakta,” kata Prof Maksum. (Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, AlaSantri, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali, Sungai Cisanggarung, dan Sungai Babakan yang melanda Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Kamis (16/2) telah merendam belasan desa di 4 Kecamatan.

Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) turut serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir berupa 150 paket cleaning kits yang berisi wiper, keset lantai, sabun colek, dan ember plastik.

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Menurut Tim Tanggap Darurat PP LPBINU, Asbit Panatagara, pemberian bantuan ini didasarkan pada tinjauan kebutuhan yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat LPBINU selama di lokasi bencana. Bantuan disalurkan di Desa Limbangan Kulon, Wangandalem, Pemaron Kecamatan Brebes, Selasa (21).

Menurut pantauannya, hingga hari ini, korban banjir yang melanda Brebes dalam beberapa hari ini mulai surut dengan debit air di sungai Pemali yang mulai turun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sebagian warga yang mengungsi di Gelanggang Olahraga Brebes sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. Warga mulai membersihkan rumah. Mereka menjemur perabotan yang basah karena terendam air. Tumpukan lumpur sisa banjir masih berserakan di jalan-jalan kampong” jelas Asbit.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PP LPBINU Muhamad Ali Yusuf mengajak semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat di Brebes, khususnya di daerah terdampak banjir untuk melakukan kajian risiko bencana agar didapatkan gambaran menyeluruh dan terukur tentang ancaman, dampak, risiko, dan juga kapasitas yang dimiliki oleh para pihak di daerah tersebut.

Hasil kajian risiko bencana itu nantinya dapat dijadikan acuan semua pihak dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan mengintegrasikannya dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Dengan begitu, Ali Yusuf berharap ke depan rencana dan tindakan konkret untuk penanggulangan bencana banjir dapat segera dirumuskan agar kejadian yang sangat merugikan itu tidak terulang lagi di masa mendatang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Aswaja, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di tengah maraknya ujaran kebencian dan berita hoaks di media yang dapat memecah belah keutuhan NKRI, para penggerak Gusdurian terus berusaha menebar perdamaian. Jumat malam (03/11), ratusan pemuda yang tergabung dalam komunitas Gusdurian Semarang, Gusdurian Malang, Sabda Perubahan, dan Gubuk Tulis menyelenggarakan

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra Purnama, Cara Gusdurian Semarang Sebar Pesan Damai

Sastra Purnama





Sastra Purnama adalah  acara seni dan sastra yang diselenggarakan di setiap malam bulan purnama. Mengangkat tema Harmoni Cinta dalam Bhinneka, Sastra Purnama kali ini juga disambut antusias oleh berbagai komunitas di Semarang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara diisi dengan pembacaan puisi, orasi Media Damai, orasi cinta oleh salah satu penggerak Gusdurian Semarang. Acara juga menampilkan musik-musik akustik dan performance art dari berbagai kalangan, baik dari tokoh agama, perwakilan komunitas dan individu. Sebelum penutup, dengan Al Muiz Liddinillah selaku pendiri komunitas Gubuk Tulis membacakan doa literasi dengan khidmad.

Dalam orasi media damai disebutkan, menurut Kominfo ada 800ribu situs penyebar hoaks di Indonesia saat ini di tengah rendahnya budaya minat baca masyarakat, tidak heran apabila sebaran hoaks semakin tidak terbendung. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Para pemuda harus lebih giat lagi menjadi aktifis literasi baik di dunia nyata ataupun di dunia maya, intinya bagaimana masyarakat dapat terbantu memiliki bahan bacaan yang baik, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu dan berita hoaks,” kata Muhammad Yasin dalam orasinya. 

Abdul Ghofar, Koordinator Gusdurian Semarang mengatakan  perbedaan adalah sesuatu yang indah, seperti pelangi yang terdiri  dari beragam warna. Dengan adanya Sastra Purnama ini, harapannya Indonesia pada umumnya dan Semarang khususnya mampu menjaga  dan merawat kerukunan antar sesama manusia.  

“Kemanusiaan adalah titik temu diantara  keberbedaan kita. Inilah harmoni cinta yang muncul ditengah kemajemukan latar belakang agama,  ras,  suku diantara kita," kata Abdul Ghofar.

Acara yang berlangsung di Pelataran Gereja Katolik Santa Theresia Bongsari Semarang ini ditutup dengan menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh seluruh tamu yang hadir dengan dipandu Romo Didik, Pastor Kepala Paroki. (Nabila/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Ahlussunnah, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Opick, salah seorang musisi dan pelantun lagu religi Indonesia, mengaku tidak terima dengan sikap sejumlah orang yang menuduh pesantren secara negatif. Menurut dia, tudingan itu harus kritisi karena buktinya pesantren berperan banyak untuk negeri.

”Saya pikir kultur di pesantren luar biasa. Dari sini lahir orang-orang yang luar biasa,” ujarnya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama usai mengisi ”Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2012” yang digelar harian Republika di Jakarta, Selasa (30/4) malam.

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

Artis bernama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus ini mencontohkan keberhasilan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) naik sebagai presiden. Opick mengatakan, fakta ini secara konkret menunjukkan bahwa pesantren di kalangan Nahdliyin terbukti juga mampu memegang jabatan-jabatan penting di Indonesia.

Opick menekankan pentingnya mengubah stigma pesantren, khususnya oleh masyarakat perkotaan. Ia juga menyesali, terbitnya sejumlah tayangan film yang mendeskripsikan pesantren secara keliru.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Aduh, beberapa film tentang pesantren yang menggambarkan bahwa pesantren itu sarang teroris, pesantren anti-sastra, anti-modern, ah itu saya sangat tidak setuju. Sakit hati saya,” keluhnya.

Sebaliknya, sambung Opick, pesantren pada kenyataannya justru mencetak sejumlah tokoh berdedikasi yang banyak menciptakan perubahan bagi republik ini. ”Kita lihat banyak sekali orang-orang besar lahir dari pesantren,” pungkasnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gerhana bulan total pada Rabu (8/10) mulai pukul 17.25 dan berakhir pada 20.33. Di Masjid Iqomah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung digelar shalat Khusufil Qomar sesudah melaksanakan Shalat Maghrib.

Menurut DKM Masjid Iqomah, gerhana bulan ialah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Karena itu kejadian luar biasa, umat Islam perlu bermuhasabah terhadap diri. "Gerhana bulan adalah semacam keagungan Allah. Untuk mengagungkan kekuasaan Allah, memperbanyak zikir," ujar dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Dia mengatakan bahwa memperbanyak istighfar di saat gerhana bulan adalah sebagai permohonan ampun kepada Allah sehingga pada saat itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti bencana alam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Istighfar gunanya adalah doa mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, tidak pula terjadi hal bencana yang luar biasa. Memohon ampun pada Allah agar tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rais Syuriyah Majellis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamata Panyileukan ini juga menjelaskan pentingnya bersedekah saat gerhana untuk membersihkan diri. Logikanya ketika memohon ampun kepada Allah, pasti penyelesaiannya dengan aspek sosial. "Ketika kita berbuat kesalahan pada saat menunaikan haji, maka diselesaikan dengan aspek sosial, seperti melakukan dam," jelasnya.

Tetapi berbeda, lanjutnya, ketika kita mempunyai kesalahan kepada manusia, tidak mungkin meminta maaf langsung kepada Allah sebab perlu meminta maaf terlebih dahulu kepada orang tersebut. "Kalau kesalahan kepada manusia harus diselesaikan kepada manusia. Kalau kesalahan kepada Allah diselesaikan dengan bersedekah," pungkasnya. (Bakti Habibie Yasin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan kawan-kawan akan menggelar Doa Untuk Palestina, malam pembacaan puisi-puisi Palestina di Graha Bakti Budaya, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Kamis (24/8) malam. Tetapi beberapa hari sebelum acara dimulai, kursi penonton sudah habis dipesan di panitia penyelenggara.

“810 kursi habis,” kata Achmad Solechan, tim panitia penyelenggara, kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (22/8) sore.

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)
Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes (Sumber Gambar : Nu Online)

Acara Masih Besok, Kursi Pertunjukan Malam Pembacaan Puisi Palestina Ludes

Menurut Solechan, panitia akan tetap memfasilitasi warga yang ingin mengunjungi pertunjukan malam puisi ini. Panitia akan berupaya agar pertunjukan di dalam ruangan tetap dapat disaksikan oleh mereka yang tidak kebagian kursi di dalam ruangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tetapi kita menyediakan di area pelataran teras Graha Bhakti Budaya, layar proyektor yang bisa dinikmati penonton di luar. Jadi setiap yang datang tetap bisa mengikuti acara berlangsung,” kata Solechan.

Pertunjukan malam pembacaan puisi-puisi untuk Palestina ini didorong oleh keprihatinan Gus Mus dan kawan-kawannya atas nasib kemanusiaan warga Palestina yang teraniaya oleh Israel.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Mendengar berita-berita memilukan tentang Palestina dan saudara-saudara kita bangsa Palestina yang terus dizalimi penjajah Israel, justru di saat kita sendiri sedang dalam suasana merayakan kemerdekaan kita, aku dan kawan-kawan tergerak untuk menyelenggarakan lagi ‘Malam Palestina sebagai ungkapan rasa keprihatinan dan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang tak kunjung merdeka itu,” kata Gus Mus dalam laman facebook-nya.

Mereka yang rencananya akan hadir adalah Gus Mus, Abdul Hadi WM, Sutarji Colzoum Bahri, KH M Quraish Shihab, Acep Zamzam Nur, Renny Djajusman, Fatin Hamamah, D Zawawi Imron, Butet Kertaredjasa, Slamet Rahardjo, Mahfud MD, Joko Pinurbo, Sosiawan Leak, Inayah Wahid, Najwa Shihab, Ratih Sanggarwati, Ulil Abshar Abdalla, Taufiq Ismail, Jamal D Rahman dan Anis Sholeh Basyin.

Acara yang diselenggarakan oleh Gus Mus dan kawan-kawan ini terbuka untuk umum dan gratis. Di acara ini nanti akan digelar perbincangan puisi-puisi Timur Tengah dan dimeriahkan oleh grup Laela Majnun dari Semarang.

Acara seperti ini, kata Solechan, bukan untuk kali pertama diadakan. Pada tahun 1982 acara malam Palestina pernah digelar. Gus Dur yang waktu itu menjadi Ketua DKJ meminta Gus Mus membaca puisi-puisi Arab. Di tahun itu pula Gus Mus pertama kali tampil membaca puisi di publik. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Kuala Lumpur, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) International Islamic University Malaysia (IIUM) kini sudah berubah nama menjadi KMNU Malaysia. Hal tersebut dilatari makin banyaknya mahasiswa di luar kampus IIUM yang ingin bergabung di KMNU.

Muhammad Robi Ulfi Zaini Tohir, ketua KMNU IIUM demisioner mengungkapkan, karena atmosfer pelajar Indonesia di setiap perguruan tinggi di Malaysia berbeda dari Indonesia, terobosan ini perlu dicanangkan guna mempermudah ruang gerak. Dengan mengubah status KMNU IIUM menjadi KMNU Malaysia, katanya, jaringan mahasiswa kader NU di Malaysia akan semakin luas.

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU IIUM Meluas Jadi KMNU Malaysia

Perbahan nama diputuskan dalam Musyawarah Besar Ke-2 KMNU IIUM pada 2 April kemarin di ADM TR 13, Gedung utama IRK, kampus IIUM, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam forum permusyawaratan tertinggi KMNU setempat ini , hadir para anggota KMNU IIUM dan kader NU dari perguruan tinggi lainnya di Malaysia, seperti Sayyidina Ustman ELqusyairi selaku perwakilan dari Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM), Broto Wiguna (Universitas Kebangsaan Malaysia), dan turut bergabung pula Mahfudz Arifin, perwakilan dari Universitas Terbuka (UT).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya berharap acara Mubes ke-2 kali ini membuahkan sebuah terobosan baru untuk kemajuan KMNU di Malaysia? pada periode mendatang”, ungkap Ali Wafa, selaku ketua sidang di forum yang juga menjadi ajang pergantian pengurus ini.

Dalam sesi pembacaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan KMNU IIUM periode 2015-2016, para peserta Mubes menerima dan mengapresiasi dengan baik kinerja pengurus selama ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah serangkaian agenda mubes usai, dan keputusan perubahan status disetujui oleh forum, acara berlanjut dengan pemilihan ketua. Sesuai hasil musyawarah mufakat, forum menetapkan Nur Alfin Mubarok ketua pertama KMNU Malaysia periode 2016-2017.

“Harapan kami, perubahan status menjadi KMNU Malaysia ini akan menciptakan perpaduan yang akan mewarnai kepengurusan KMNU periode kali ini,” tegas Alfin, mantan koordinator Publikasi dan Dokumentasi KMNU IIUM periode 2015-2016.

Broto Wiguna, mahasiswa dari Universitas Kebangsaan Malaysia mengaku sangat senang bisa ikut bergabung dalam satu wadah bersama kader-kader NU. “Kami siap berkomitmen untuk memajukan KMNU bersama di Malaysia," ujarnya. (Ali-Rofik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Makam, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Purwakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikam Asalafiyah, Desa Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/2).

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Kepada sekitar 16.000 jamaah yang hadir, Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj berpesan, pengamalan agama tidak cukup hanya dilakukan dengan memakai simbol-simbol yang diyakini atau dikaitkan dengan agama.?

“Lebih baik pakai batik dan celana panjang tapi berilmu daripada pake gamis bercelana agak tinggi dan berjenggot tapi tidak berilmu,” kata Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, beragama harus disertai dengan ilmunya. Jadi proses penempaan diri dengan berbagai disiplin ilmu agama yang telah digariskan para ulama tetap harus dilakukan dan tidak terbatas waktu dan usia.

Kang Said menyesalkan sikap sebagian kelompok yang gemar mengkampanyekan semboyan “Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits” tetapi tidak pernah mau belajar berbagai disiplin keilmuan yang terkait dengan cara bagaimana memahami dan mengamalkan dua sumber utama ajaran Islam tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Akibatnya mereka menjadi kelompok fundamentalis yang gemar menuding bid’ah atau sesat terhadap berbagai tradisi keagamaan yang tidak secara jelas dan persis disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.?

Misalnya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi, bershalawat, atau membaca kisah-kisah teladan nabi melalui syair-syair indah yang ditulis oleh para ulama, seperti dalam kitab Al-Barzanji. Kang Said menjelaskan, memuji-muji nabi melalui syair itu merupakan sunnah taqririyah, atau perilaku sahabat yang diketahui dan dibenarkan oleh Nabi.

“Yang mengatakan Maulid Nabi bid’ah, Barzanji ? bid’ah silakan belajar ke pesantren atau datang kepada saya, nanti saya jelaskan,” kata Kang Said yang hadir didampingi Sekjen Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU KH Nurul Yaqin Ishaq.

Peringatan Maulid Nabi Pesantren Al-Hikam Asalafiyah itu dihadiri sejumlah tokoh Nu setempat, antara lain KH Hasan Syueb (Musytayar), KH. Adang Badruddin (Rais), KH. John Dien (Katib), H. Nashir Saady (Ketua Tanfidziyah), Bahir Muhlis (Sekretaris), H. Sona M (Ket. LPNU), Ramlan Maulana (ISNU), Anwar Nasihin (GP. Ansor), KH Alam, KH M. Tajudin, dan Ust. Syarif.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mustiko DP

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Khutbah, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Duta Masjarakat

Duta Masjarakat adalah koran milik Partai Nahdlatul Ulama. Koran ini digagas oleh KH A. Wahid Hasjim, setelah NU keluar dari Masjumi dan menjadi partai politik sendiri.?

Seperti koran pada zamannya, Duta Masjarakat diterbitkan untuk kepentingan menyebarkan gagasan-gagasan dan aspirasi partai menjelang Pemilu 1955. Nama Duta Masyarakat (DM) menjadi satu-satunya yang telah dipilih dalam rapat PBNU waktu itu.?

Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Duta Masjarakat

DM awalnya bermodalkan sebuah percetakan tua milik PBNU di Jalan Sasak 23 Surabaya dan gedungnya yang terletak di Senayan Jakarta. Karena percetakan ini tidak memadai, dibelilah percetakan baru dengan cara kredit. Percetakan di Senayan ini berada di bawah Yayasan Mu’awanah, nama yang digunakan Wahid Hasjim untuk mengenang jasa-jasa KH Mahfudz Siddiq, ketua PBNU yang pada akhir hidupnya dikenal sebagai perintis gerakan Mu’awanah (tolong menolong). Dengan modal Yayasan Mu’awanah, A.A. Achsien, Zainul Arifin, dan Jamaluddin Malik mendirikan PT Timbul yang menerbitkan harian DM bekerjasama dengan N.V. Pertjetakan.?

DM diluncurkan pertama kali tanggal 2 Januari 1954. Adapun tujuan diterbitkannya harian ini menurut surat edaran yang ditujukan kepada Pengurus Cabang NU se-Indonesia adalah:?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“...sebagai terompet dan alat penghubung diantara kita sehingga kita dapat gambaran yang terang terhadap berbagai persoalan yang timbul dalam berbagai lapangan dan dapat dipegang pula sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi persoalan seperti saat ini...”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

DM berkantor di Menteng Raya, Jakarta, Tromol Pos 166. Berhaluan Islam dan mengantongi izin terbit tanggal 31 Oktober 1958 No. 81/109/PPDSIDR/958 beserta SIPK 1602/A/1575. Asa Bafagih duduk sebagai Pemimpin Redaksi dibantu A. Zakaria, dan A. Hasan Sutardjo, M. Djunaidi, Dachlan Rasjidi, dan Husin Bafagih sebagai Staf Redaksi.?

Asa Bafagih adalah jurnalis berpangalaman, yang bersama rekannya Adam Malik dan Suadi Tasrif berperan menyiarkan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 ke seluruh negeri melalui kantor berita Domei milik Jepang, tempat mereka bekerja sebelumnya. Asa yang banyak berkelana ke luar negeri ini adalah sosok di balik Induk Karangan, tajuk DM yang berfungsi sebagai penyampai pokok pikiran dan sikap harian terhadap segala peristiwa yang terjadi dan dimuat dalam beritanya.

Belakangan susunan dewan redaksi ini berubah menjadi Haji Achmad Sjalela, Chamid Widjaya, dan S.W. Subroto, Sementara penanggung jawabnya Aminuddin Aziz. Saifuddin Zuhri mengetuai dewan redaksi yang beranggotakan Mahbub Djunaidi dan Aminiddun Aziz.?

Saifuddin Zuhri, yang kemudian menjadi menteri agama, adalah organisatoris yang ulung dan kiai yang penulis. Di tangannya DM menjadi lebih profesional dan benar-benar menjadi lidah partai.?

Penerusnya, Mahbub Djunaidi adalah kolomnis dan sastrawan yang cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, DM menjadi koran yang elegan dan berwibawa. Ia, sebagaimana NU, adalah pendukung tulus Soekarno, tetapi pada saat yang sama tidak kehilangan kritisisme terhadap kepemimpinan ‘demokrasi terpimpin’ yang dijalankan pemimpin besar tersebut. Prinsip keseimbangan dalam berpolitik yang dijalankan NU dan juga menjadi semboyan DM, dijalankan dengan lincah dan hebat. ?

DM memiliki semboyan “Menggalang Kerjasama Islam-Nasional.” Semboyan ini mewakili keinginan partai untuk menghapuskan atau setidaknya menengahi kontestasi politik yang keras antara, baik aliran kiri maupun aliran kanan, golongan sipil maupun militer. Semboyan DM tersebut tidak terlepas dari kecenderungan politik nasional yang sangat sektarian saat itu.?

Di samping berisi berita untuk dan tentang partai, DM juga mencoba untuk mengetengahkan berita yang murni informasi kepada pembacanya. Hal ini mengingat pembacanya yang terdiri dari berbagai kalangan, di samping anggota partai sendiri. ? Mereka adalah pemimpin-pemimpin partai, para menteri, perwakilan negara asing, perwakilan partai di luar negeri, pihak tentara, polisi, jawatan-jawatan, dan lain-lain dalam masyarakat.

Perbandingan jumlah pelanggan DM antara yang berada di dalam dan luar kota adalah sebesar 59% dan 41%. Angka ini relatif berimbang jika dibandingkan dengan prosentase penyebaran surat kabar yang lain. Posisi ini hanya bisa dicapai oleh surat kabar berhaluan sosialis seperti Pedoman, Keng Po dan liberal seperti Merdeka, Times of Indonesia, Indonesian Observer serta Bintang Timur yang juga mempunyai massa pembaca yang berimbang dengan prosentase yang tidak terpaut jauh. Abadi yang merupakan surat kabar berhaluan agama dengan tiras terbesar, justru lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat luar kota.

Dalam pembiayaannya, di samping subsidi harga kertas koran dari pemerintah, DM juga mendapat sokongan dari partai hingga kurang lebih 50%. Selain itu, DM berupaya mendapatkan pemasukan dari iklan. Salah satu pemasok iklan terbesar adalah Presdir DM sendiri yaitu Jamaluddin Malik, salah seorang dari sedikit konglomerat Indonesia pada masa itu. Usahanya meliputi impor dan distribusi perfilman yang mempunyai cabang di Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda dan merupakan pemasok suku cadang elektronik seperti motor, generator diesel, alat-alat pertanian, serta mengekspor hasil bumi seperti kopi, teh, karet, dan lain sebagainya. Di samping itu, dia juga mempunyai kontak dagang dengan luar negeri seperti Inggris, Jepang, dan Filipina. Selain itu, ada pula perusahaan keturunan Tionghoa yang memasang iklan pada edisi awal DM seperti Oey Gwan Tjiang Trading Company Limited.

Otoritas PBNU terhadap DM memang dominan, karena media ini merupakan suara partai. Tak heran jika segala tindakan yang diambil DM senantiasa berkaitan dengan kebijakan partai. DM juga mempunyai legalitas untuk mencari pola distribusi melalui kekuatan partai seperti dengan surat-surat instruksi.

Keterkaitan yang kental ini juga bisa dilihat dari jabatan redaksional yang memenuhi struktur pengelola DM. Orang-orang seperti Saifuddin Zuhri, A.A. Achsien, A. Syaichu merupakan orang-orang yang aktif di partai NU sekaligus menjabat sebagai Dewan Redaksi DM. Kalaupun tidak secara langsung terlibat dalam struktur, paling tidak orang tersebut dikenal dekat dengan sumber-sumber paling berkompeten di lingkungan NU.?

Dalam situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu era itu, adalah biasa surat kabar menghentikan penerbitannya, untuk kemudian terbit lagi setelah segala sesuatunya dianggap memungkinkan. DM pada masa-masa sesudah pemilu senantiasa melalui fase-fase pasang surut.

Kesulitan yang dialami DM, menurut PBNU, di samping faktor ekstern juga berpangkal dari faktor intern. Harian yang banyak dibaca kalangan luar NU, termasuk politisi negeri ini ternyata kurang mendapat perhatian dari warganya sendiri. PBNU telah beberapa kali mengeluarkan instruksi, namun pelanggan dari kalangan partai NU sendiri masih belum bisa mencapai 50% dari jumlah total pelanggan secara keseluruhan. Alasan yang sering dikemukakan antara lain DM kurang pedas, terlalu dingin, dan sebagainya.

Menjawab kritik warga ini, PBNU memberi alasan bahwa tulisan DM yang kurang pedas itu memang sejalan dengan garis kebijaksanaan NU yang senantiasa menggunakan politik “billatie hiya achsan”, dengan tetap teguh memegang prinsip akhlaqul karimah. DM sengaja tidak menggunakan cara-cara yang main hantam untuk menarik simpati dari kalangan luar NU. Dengan simbolik, PBNU melalui surat yang ditandatangani KH Idham Khalid sebagai ketua umum dan H. Saifuddin Zuhri sebagai sekjen mengatakan:

...Ingatlah bahwa tujuan membidik dengan peluru, ialah agar supaya mengenai sasarannya dengan tepat, sekalipun letusan peluru tidak berbunyi sama sekali! Kami bukanlah orang yang memuaskan hatinya sendiri karena letusan peluru itu sangat nyaring sekedar nyaring, tetapi tidak mengenai sasarannya, apalagi yang meledak sebelum dibidikkan dan berakibat mengenai diri kita sendiri...!

Untuk masalah keterlambatan edisi seperti dikeluhkan warga, PBNU mengembalikan persoalan pada esensi sebuah koran partai. Koran partai sebagai konsumsi warga, tidak harus dicari semata-mata dari sisi aktualnya, tapi yang paling utama adalah mengerti sikap dan perasaan yang hidup di kalangan partai, seperti tersirat pada pemberitaan dan uraian tajuk-tajuknya.

Di akhir pemerintahan Orde Lama, DM masih bisa eksis di saat media massa lain banyak tumbang karena pembredelan. Pada masa transisi antara Orde Lama dan Orde Baru, DM juga banyak dimanfaatkan oleh para budayawan Manikebu ketika berkonfrontasi dengan kalangan PKI dan Lekra. Meskipun pada akhirnya DM bisa meraih posisi prestisius sebagai satu dari sedikit media partai peninggalan Orde Lama yang masih hidup, harian ini tak bisa meloloskan diri dari restriksi negara. Setelah memberitakan hasil pemungutan suara pada Pemilu 1971 dari hasil investigasi di TPS-TPS (Tempat Pemungutan Suara), DM harus mulai mewaspadai hidupnya. Angka yang diperoleh di TPS dan sumber resmi yang dikeluarkan pemerintah dimuat dalam DM.?

Tentu saja ini menimbulkan situasi yang kontroversial, karena angka hasil investigasi dan sumber resmi pemerintah tidak sama. Menurut Anshari Sjams, Pemimpin Redaksi terakhir DM menggantikan Mahbub Junaidi, kolomnis yang juga anggota DPR, pangkal persoalan inilah yang akhirnya membuat DM dibredel. Edisi terakhir DM yang berhasil ditemukan di perpustakaan Nasional bertanggal 30 Oktober 1971. (HAIRUS SALIM HS)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

Bondowoso, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui wakil bupati setempat,H Salwa Arifin, mengucapkan selamat hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (NU). Ia memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mewujudkan kehiudupan yang harmonis di masyarakat. Menurutnya, kiprah ini tak bisa disepelekan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/4) sore.

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

“Saya harus ucapkan terimakasih kepada NU," ucapnya di alua pendopo kantor Bupati Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Baginya, peran NU terbesar adalah mempu menciptakan ketenteraman baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

PCNU Kabupaten Bondowoso memperingati harlah kali ini dengan Taushiyah Khusus Penguatan Kelembagaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua, rais, seketaris, bendahara dari tingkatan Ranting, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan lembaga serta badan otonom NU se-kabupaten Bondowoso.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan harlah ke-94 PCNU Bondowoso dimulai sejak keikutsertaannya dalam acara Istighotsah Kubro yang dihelat PWNU Jawa Timur di Sidoarjo. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Meme Islam, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 18 Desember 2017

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Selama ini perhatian umat Islam tentang awal bulan kalender Islam lebih terfokus pada bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijah. Setiap tahun sering dikhawatirkan munculnya perbedaan dalam permulaan Ramadhan dan Idul Fitri. 

Perbedaan ini muncul sebetulnya bukan karena persoalan hisab dan rukyat semata. Tetapi ada persoalan fundamental yang tidak disadari oleh umat Islam, yaitu belum adanya ‘kalender Islam terintegrasi’. Oleh karena itu, perbedaan Lebaran akan senantiasa muncul. Sistem kalender Hijriah mengharuskan adanya kepastian (Muharram sampai Zulhijah) yang dikonstruksi dari hasil pemahaman terhadap nash dan sains dengan pendekatan interdisipliner. 

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwujudan Kalender Islam Terintegrasi melalui Hisab-Rukyat

Buku ini menjelaskan mengenai penentuan awal bulan pada bulan Qamariah. Terdapat sembilan bab yang memiliki beberapa sub bab. Bab mengenai seluk beluk rukyat dan hisab. Diantaranya: hisab-rukyat menurut fukaha madzhab, ulama kontemporer dan ulama klasik. Buku ini juga membahas mengenai aspek astronomis penentuan awal bulan. Pada bab ini meliputi karakteristik hilal dan fase-fase bulan, data hisab Syawal 1428 H, kelemahan dan kelebihan dari rukyat, kelemahan dan kelebihan dari hisab. Selain itu, buku ini menjelaskan problematika hilal, meliputi terminologi hilal: hilal secara bahasa, hilal berdasarkan Al-Qur’an dan as-sunnah, hilal secara astronomi dan hilal dalam konteks negara. Hilal dalam konteks negara meliputi di berbagai negara, yaitu hilal Indonesia. Hilal di Indonesia memiliki tiga elemen, hilal NU, hilal Muhammadiyah, dan hilal pemerintah. Selain itu, dijelaskan juga hilal yang terdapat di Mesir, Arab Saudi, dan hilal di Libya. Tidak hanya sekedar menjelaskan teori, buku ini juga menjelaskan konsep dan metode hisab. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, terdapat bab yang membahas mengenai matlak, yaitu: definisi dari matlak, latar belakang munculnya istilah matlak, ukuran dan teritorial matlak, problem dan prospek penerapan matlak, dan matlak di Indonesia.

Pembahasan dalam buku ini berkisar tentang hisab-rukyat yang merupakan persoalan klasik umat Islam di Indonesia dan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pada buku ini penulis tidak menjustifikasi pilihan hisab atau rukyat, karena sejatinya keduanya ibarat dua sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya tidak bertentangan selama dipahami dan diposisikan secara benar. Rukyat sebagai observasi empirik adalah proses yang telah teruji dan dipraktikkan dari zaman ke zaman dan terbukti melahirkan berbagai teori-teori sains. Sains pun mencakup hisab, dengan tata kerja dan sifatnya terus berkembang dengan temuan-temuan terkininya hingga mencapai ketepatan presisi sehingga tidak mungkin diabaikan begitu saja.

Buku ini ditulis oleh Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar. Ia adalah alumni S-1 jurusan Syariah Universitas Islam Sumatera Utara (lulus tahun 2003), alumni S-2 dan S-3 “Institute of Arab Research and Studies” Cairo, Mesir  (S-2 lulus tahun 2009-, S-3 lulus tahun 2012).   Data buku

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Judul buku : Problematika Penentuan Awal Bulan: Diskursus antara Hisab dan Rukyat

Penulis : Dr. H. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA. 

Penerbit : Madani

Tahun Terbit : 2014

Jumlah Halaman : 160 Hlm

ISBN : 978-602-14987-2-9

Peresensi :  Alvi Nurhayati, mahasiswa jurusan sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Bandar Lampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Provinsi Lampung akan menggelar berbagai macam kegiatan yang salah satunya ditujukan untuk menumbuhkan kembali nasionalisme dan patriotisme para santri.

Menurut Ketua Peringatan HSN 2017 RMI Provinsi Lampung, Abdul Aziz kegiatan tersebut berupa Ziarah makam pahlawan yang akan dilaksanakan 1 hari sebelum puncak Hari Santri Nasional.

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Lampung Gelar Ziarah dan Napak Tilas Hari Santri

Aziz menambahkan bahwa setelah Kegiatan Ziarah pada tanggal 21 Oktober 2017 siang, pada malam harinya akan dilaksanakan  agenda Gebyar Kreasi Santri yang dirangkai dengan Bedah Buku Napak Tilas Jejak Islam Lampung di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung.

"Kita berharap dengan diadakan acara peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Lampung ini dapat mengembalikan semangat juang Santri dan lembaga pesantren di Indonesia, khususnya di provinsi Lampung untuk mensyiarkan islam rahmatal lil alamin dan semangat NKRI," jelasnya, Rabu (11/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain kegiatan Ziarah dan Napak Tilas, Panitia juga sudah mempersiapkan rangkaian kegiatan lainnya dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan perlombaan santri yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandarlampung selama 5 hari mulai 17 sampai dengan 21 Oktober 2017.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bersamaan dengan acara tersebut juga akan dilaksanakan pembacaan 1 miliar sholawat nariyah yang dilaksanakan di seluruh pondok pesantren se-provinsi Lampung," tambahnya.

Adapun acara puncak HSN 2017 RMI Provinsi Lampung adalah pada tanggal 22 Oktober dengan menggelar kegiatan Jalan Sehat Santri Sarungan (JSSS), Upacara Hari Santri, dan Panggung Shalawat. 

"Acara tersebut akan dipusatkan di Lapangan Korpri Gubernur, Teluk Bentung, Bandar Lampung," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 01 Desember 2017

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.



Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Cerita, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo mengajarkan anak didik akan pentingnya menjaga kebersamaan antar umat beragama, khususnya di daerah Bojonegoro. Siswa-siswi madrasah itu diajak mengunjungi kantor Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu siang (25/9).

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Ajarkan Pentingnya Kebersamaan dalam Beragama

Sekitar pukul 10.00 WIB anak-anak usia 8-9 tahun tiba di kantor FKUB di jalan Trunojoyo No 7 Bojonegoro. Mereka disambut Hasan Bisri yang siang itu mengenakan batik khas Jonegoroan. Dengan ramah ia mempersilakan anak-anak tersebut memasuki ruang tamu kantor yang berada diselatan alun-alun tersebut.

Tatanan kursi yang berderet rapi dalam aula kantor FKUB tersebut “diserbu” anak-anak mungil dengan ceria. Mereka antusias menerima pemaparan dan penjelasan pentingnya kerukunan dalam beragama di kota ledre ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Susanti, salah satu staff FKUB/Paguyuban Umat beragama (PUB) mewakili agama Kristen mengenalkan kebersamaan dan menjaga kemajemukan umat beragama di Indonesia. Menurut dia, mengajarkan kerukunan kepada anak-anak usia dini sangat penting. 

Karena, kata dia, merekalah calon-calon penerus dan penentu bangsa Ini, khusunya masa depan Bojonegoro. Selain itu, setiap orang yang beragama tidak seharusnya saling ejek-menghina satu sama lain karena dari sanalah muncul bibit perpecahan dalam kerukunan beragama 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Siapapun orangnya, berapapun umurnya hendaknya paham betul akan arti kebersamaan dalam beragama sehingga tercipta kerukunan dalam bermasyarakat,” timpal kak Doni perwakilan pemuda dari PUB.

Dengan mengunjungi kantor FKUB Bojonegoro banyak hal baru yang bisa didapat dan dijadikan sebagai referensi anak-anak didik dalam pembelajaran. Pembelajaran yang tidak mungkin didapat hanya melalui penjelasan/praktik dikelas. 

Setelah mendapatkan pemaparan dan banyak penjelasan dari staf-staf FKUB, anak-anak didik MINU yang siang itu mengenakan seragam Batik Maarif bisa mengerti akan pentingnya menjaga kebersamaan dan menghargai teman/orang lain. 

“Ternyata hadist Nabi benar lho yang menganjurkan kita saling menghormati umat lain sebagaimana dijelaskan oleh bapak-bapak tadi!” tutur Wanda yang siang itu paling antusias dengan tidak henti-hentinya mengacungkan tangan ketika ada sesion tanya jawab.

Di sela-sela kunjungan tersebut, dilakukan penyerahan cinderamata dari pihak MINU kepada para staff FKUB.”Ini merupakan pengikat dari kami bahwa kami juga bangga memiliki para pejuang kebersamaan yang sudah memparkan banyak hal kepada anak-anak calon penerus masa depan bangsa ini,” kata Muarifah, guru pendamping.

Kegiatan tersebut adalah rangkaian kunjungan studi karya MINU Sumberrejo. Kegiatan Ini diawali dari kantor Pos Indonesia, PMI, FKUB dan diakhri di gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat daerah Bojonegoro). (Ahsanul Amilin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Cerita, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat?

Selain puasa dan shalat tarawih, Ramadhan juga identik dengan zakat. Pada bulan yang penuh berkah ini Allah SWT mewajibkan zakat kepada hamba-Nya. Ibnu ‘Abbas mengatakan, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang puasa dari kesia-siaan dan kekejian dan sebagai rejeki bagi orang miskin. Siapa yang membayarkannya sebelum shalat (Idhul Fitri) diterima zakatnya. Adapun yang membayarnya setelah shalat, maka status pemberiannya dianggap seperti sedekah biasa, (HR Ibnu Majah).

Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa orang berpuasa dan sekaligus momen untuk berbagi kepada orang miskin. Jangan sampai pada hari kebahagiaan itu, masih ditemukan orang miskin yang kelaparan dan meminta-minta. Maka dari itu, zakat mesti dibayarkan sebelum shalat ‘idhul fitrah. Dalam surat At-Taubah ayat 60 disebutkan, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat. Mereka adalah orang fakir, miskin, pengurus zakat, muallaf, orang yang memerdekan budak, orang berutang, fi sabilillah, dan ibnu sabil.

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bolehkah Memberi Zakat kepada Pemalas Shalat?

Banyak yang bertanya, bagaimana jika orang yang berhak menerima zakat tersebut malas dan suka meninggalkan shalat? Apakah orang tersebut masih berhak menerima zakat? Pertanyaan serupa juga pernah diajukan kepada Imam An-Nawawi. Dalam kitabnya Fatawa An-Nawawi ia menjelaskan sebagai berikut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, “Bila seseorang sudah baligh dan tidak mengerjakan shalat, kemudian kondisi ini terus berlanjut sampai penyerahan zakat, maka tidak boleh memberikan zakat kepadanya. Ia termasuk kategori orang yang hartanya ditahan (dikontrol), karena masih bodoh (belum pandai memanfaatkan hartanya) dan tidak diperbolehkan memegang uang sendiri. Namun diperbolehkan memberikan zakat kepada walinya dan memegang pemberian zakat tersebut.

Lain halnya dengan orang baligh, berakal, dan sudah shalat, kemudian tiba-tiba tidak mengerjakan shalat dan qadhi tidak menahan hartanya, maka diperbolehkan membayar zakat kepada golongan ini. Ia juga berhak untuk memegang uangnya sendiri dan seluruh bentuk tasharruf-nya (tindakan ekonomi) sah.”

Menurut An-Nawawi, terdapat dua kategori orang yang tidak shalat. Pertama, orang yang tidak mengerjakan shalat karena akalnya belum terlalu matang (safih) dan belum mampu membelajakan hartanya seperti manusia dewasa pada umumnya; kedua orang yang meninggalkan shalat karena malas, namun akalnya sudah matang dan mampu membelanjakan hartanya secara mandiri dan tidak mubadzir.

Untuk tipikal pertama tidak dibolehkan memberikan zakat kepadanya, karena dia tidak mampu menggunakan harta secara baik. Kalaupun tetap berkeinginan untuk berzakat kepadanya, serahkan kepada walinya atau orang yang mengontrol hartanya. Statusnya disamakan dengan anak kecil dan orang gila. Sementara tipikal kedua diperbolehkan memberikan zakat kepadanya, sebab dia sudah mampu mandiri menggunakan harta.

Berdasarkan penjelasan ini, yang menjadi perhatian utama pada saat membayar zakat ialah sejauh mana mustahiq mampu dan mandiri menggunakan harta yang diberikan. Kalau bisa, pastikan bahwa zakat yang diberikan digunakan sebaik-baiknya dan tidak diboroskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 13 November 2017

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



KH Said Agil Husin Al Munawar memimpin shalat atas jenazah KH Hasyim Muzadi di Masjid Al-Hikam, Depok, Jawa Barat pada Kamis sore (16/3). Para pelayat antusias mengikuti shalat tersebut sehingga masjid tidak muat.?

Oleh karena itu, sempat ada usulan dari para pelayat untuk melakukan shalat jenazah dua kali. Namun, karena waktu telah sore, keluarga memutuskan satu kali shalat jenazah. Para pelayat yang tidak mendapat tempat di masjid, melakukan shalat jenazah di halaman masjid. Mereka berjajar membentuk barisan rapi.

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi Dimakamkan Secara Militer Dipimpin Wapres

Jenazah kemudian dibawa ke lokasi makam yang dipilih Kiai Hasyim semasa hidup, yaitu dekat Pesantren Al-Qur’an di Kompleks Pesantren Al-Hikam. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer yang dipimpin Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.?

Beberapa tokoh terlihat mengikuti prosesi tersebut di antaranya Ketua MPR RI H. Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Sosial Hj. Khofifah Indar Parawans, Ketua BNP2TKI H. Nusron Wahid.?

Wartawan dan para fotografer mengabadikan suasana tersebut. Di antara fotografer ada yang naik ke atap bus mengabadikan prosesi itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Prosesi pemakaman diliputi suasana agak mendung, tetapi tidak hujan. Sempat gerimis turun, sehingga udara cukup lembab, tapi kemudian berhenti lagi. Angin bertiup semilir mengipasi keringat para pelayat. (Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Cerita, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 04 November 2017

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ahad, (31/1) merupakan hari bersejarah bagi Nahdliyyin di Nusantara. Hal itu bertepatan dengan 90 tahun kelahiran Nahdlatul Ulama. Tepatnya di Jalan Bubutan VI/2, Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 silam. Di tempat inil pula PBNU berkantor untuk pertama kali.

Beragam cara dilakukan Nahdliyyin dalam menyambut hari lahir ke-90 dari jam’iyyah ini. Begitu pula dengan yang dilakukan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember ITS Surabaya.

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Napak Tilas ke Kantor PBNU Pertama di Harlah Ke-90 NU

Dalam menyambut harlah ini, PMII ITS yang dikomandani Muhammad Iqbal El-Ghiffary ini melakukan napak tilas dan Istighotsah di kantor PBNU pertama yang saat ini menjadi gedung PCNU Surabaya itu. Dipimpin langsung oleh sahabat Iqbal, Istighotsah berlangsung khusyuk dan khidmat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Alhamdulillah, telah terlaksana agenda napak tilas dan doa bersama sahabat PMII ITS. Semoga dengan dengan napak tilas ini, sahabat-sahabat bisa menghayati perjuangan serta mendoakan para masyayikh NU, dan tetap membawa semangat Sepuluh Nopember di setiap geraknya. Tentunya ini menjadi sebuah bentuk perwujudan kami untuk tetap berada di barisan para ulama,” ujarnya.

Di akhir kegiatan ini, mahasiswa Teknik Geomatika ITS angkatan 2012 ini juga berharap Nahdlatul Ulama bisa tetap menjadi perekat bagi warga seluruh element bangsa di Indonesia. “Selain itu, besar harapannya NU tetap dapat menjadi pengayom bagi semua elemen golongan dan tentunya bisa tetap menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara,” tuturnya. (Ahmad Hanan/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Cerita, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock