Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mahbub Djunaidi yang dikenal sebagai sang “Pendekar Pena” adalah sosok yang dengan apiknya mampu meracik sesendok teh kritik, sejumput teori, dan diaduk dengan dua ratus mili liter humor sampai rata.

“Sehingga masyarakat dengan susahnya untuk bosan dengan gagasan-gagasan Mahbub,” papar Dimas Suro Aji pada acara Diskusi dan Bedah Film Dokumenter, yang diselenggarakan LSO Jurnalistik PMII Komisariat Kentingan Surakarta, di Taman Cerdas Jebres, Selasa (10/10).

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Ditambahkan pegiat sastra Solo itu, sosok Mahbub juga mampu menhadirkan kritik, akan tetapi dengan bahasa yang jenaka.

Sementara itu, pembicara lainnya Joko Priyono mengajak para kader PMII untuk ikut meneladani perjuangan Mahbub.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Perjalanan hidupnya penuh dengan pelajaran dan teladan untuk kemudian menjadi tugas kita sebagai kader PMII untui mengistiqamahkan nilai-nilai PMII yang telah dimulai oleh Mahbub Djunaidi," tutur Joko.

Selain kegiatan pemutaran film dokumenter Mahbub, selama hampir dua pekan (10-28/10), untuk memperingati Haul Mahbub Djunaidi ke-22 ini juga bakal dihelat sejumlah kegiatan.

“Ada lomba essai, resensi dan puisi. Kemudian pelatihan jurnalistik dan desain, dan puncaknya diskusi bertajuk “Jejak Mahbub Djunaidi di Kota Solo,” terang ketua panitia kegiatan, Elvin. (Ninda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Hikmah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mimisan atau dalam bahasa kedokteran sering dikenal dengan istilah Epistaksis merupakan sebuah kondisi keluarnya darah dari hidung. Hal ini merupakan kondisi yang sering dialami oleh dewasa maupun anak-anak. Mimisan itu sendiri sebenarnya bukan merupakan sebuah penyakit, tetapi merupakan gejala dari sebuah penyakit.

Dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, dr Vanisia Hayu Firdayanti mengemukakan, kumpulan pembuluh darah di dalam hidung yang disebut plexus kiesselbach dan juga arteri ethmoidalis anterior ini rentan pecah terutama jika terjadi sebuah trauma atau jika ada suatu kondisi medis tertentu. Pada umumnya, mimisan ini sering terjadi pada anak-anak karena pembuluh darah pada anak-anak masih tipis dan sensitif.

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

"Penyebab mimisan dapat dibagi menjadi penyebab lokal dan penyebab sistemik. Untuk penyebab lokal misalnya trauma (terjatuh, terpukul, mengorek-ngorek hidung, saat mengeluarkan ingus terlalu kuat, dan sebagainya), adanya benda asing, infeksi pada hidung dan sinus (influenza, sinusitis) serta pengaruh lingkungan (perubahan tekanan mendadak pada penerbang atau penyelam, serta kondisi lingkungan yang sangat dingin). Untuk penyebab sistemik dapat berupa hipertensi/tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah, kelainan darah, maupun penyakit lain seperti demam berdarah dengue," kata dr Vani, Rabu (20/7).

Untuk menegakkan diagnosis, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menjelaskan, ? dapat dilakukan anamnesis/wawancara, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang (laboratorium atau radiologi) jika dibutuhkan. "Pada pemeriksaan fisik perlu diperhatikan apakah kondisi umum sangat lemah atau ada tanda-tanda syok karena perdarahan yang keluar terlalu banyak," ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk pemeriksaan penunjang, sambung Vani, sebaiknya dilakukan jika perdarahan terjadi berulang dan darah yang keluar cukup banyak. Pemeriksaan yang umum dilakukan yaitu pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap, pemeriksaan fungsi hemostatis (pembekuan darah), foto rontgen hidung dan sinus paranasal.

"Penanganan awal dari mimisan yaitu tenangkan penderita terlebih dahulu. Penderita sebaiknya duduk tegak dan menekan cuping hidung selama kurang lebih 5-10 menit untuk menghentikan perdarahan. Selama memencet hidung, sebaiknya penderita bernafas melalui mulut. Kompres dingin pada pangkal hidung dan buang gumpalan darah dari dalam hidung," sarannya.

Pada umumnya, mimisan yang ringan akan berhenti jika dalam waktu 5-10 menit mimisan tidak kunjung berhenti, maka sebaiknya segera menuju pusat layanan kesehatan terdekat. Pemasangan tampon hidung merupakan cara yang umum digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, juga perlu dicari penyakit lain yang mendasari terjadinya mimisan jika memang mimisan sering terjadi berulang kali. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Budaya, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua PCNU Brebes KH Athoillah menyampaikan tentang pentingnya dua amanat yang telah diembankan kepada NU yang artinya berlaku juga untuk seluruh lembaga dan badan otonom NU, yaitu amanat diniyah (keagamaan) dan amanat wathaniyah (kebangsaan).

Demikian disampaikan Kiai Athoillah pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XI IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes di SMK/MTs Al-Ikhlas Limbangan, Losari, Brebes, Rabu (12/7).

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Dua amanah ini, kata Atho, dijalankan dengan tawasut artinya moderat pada posisi di tengah-tengah dan toleran. Dalam menjaga Islam yang mulia harus pula dengan kemuliaan. “Komitemen NU, yakni satu tekad, satu langkah untuk mempertahankan Islam dan negara,” kata Kiai Atho.

Ia mengingatkan, kebencian yang terlalu memuncak mendorong kelompok wahabi untuk melenyapkan NU antara tahun 2025 hingga 2030.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tantangan ini, lanjutnya, justru menjadikan NU makin kuat apalagi sekarang sudah mendapat dukungan penuh dari tentara, polisi, dan negara. “Pendidikan kader penggerak NU di Kabupaten Brebes juga sudah digelar 6 angkatan, dan pengkaderan lainnya banom NU yang tiada henti menjadi kekuatan tersendiri,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo yang hadir pada pembukaan konferensi ini mengharapkan kelahiran kader yang mumpuni dan memberkahi. Jadikan forum konfercab sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan SDM dalam mengawal NKRI.

Era sekarang, kata Narjo, organisasi pemuda tengah dihadapkan pada tantangan perubahan sosial. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas dan kualitas yang memadai sehingga tidak tertinggal dan ditinggal oleh anggotanya.

Narjo juga meminta IPNU-IPPNU untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Terutama dalam penanganan dekadensi moral, merebaknya pornografi, narkoba, dan tindak negatif lainnya. “Pemkab memandang IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang berakhlakul karimah sehingga mampu membentengi berbagai kegiatan negatif,” tandasnya.

Ketua Panitia Konferensi Abdul Azis menjelaskan, konferensi ini diikuti 750 peserta utusan dari 297 desa/kelurahan di 17 PAC se-Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali, Sungai Cisanggarung, dan Sungai Babakan yang melanda Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Kamis (16/2) telah merendam belasan desa di 4 Kecamatan.

Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) turut serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir berupa 150 paket cleaning kits yang berisi wiper, keset lantai, sabun colek, dan ember plastik.

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Menurut Tim Tanggap Darurat PP LPBINU, Asbit Panatagara, pemberian bantuan ini didasarkan pada tinjauan kebutuhan yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat LPBINU selama di lokasi bencana. Bantuan disalurkan di Desa Limbangan Kulon, Wangandalem, Pemaron Kecamatan Brebes, Selasa (21).

Menurut pantauannya, hingga hari ini, korban banjir yang melanda Brebes dalam beberapa hari ini mulai surut dengan debit air di sungai Pemali yang mulai turun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sebagian warga yang mengungsi di Gelanggang Olahraga Brebes sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. Warga mulai membersihkan rumah. Mereka menjemur perabotan yang basah karena terendam air. Tumpukan lumpur sisa banjir masih berserakan di jalan-jalan kampong” jelas Asbit.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PP LPBINU Muhamad Ali Yusuf mengajak semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat di Brebes, khususnya di daerah terdampak banjir untuk melakukan kajian risiko bencana agar didapatkan gambaran menyeluruh dan terukur tentang ancaman, dampak, risiko, dan juga kapasitas yang dimiliki oleh para pihak di daerah tersebut.

Hasil kajian risiko bencana itu nantinya dapat dijadikan acuan semua pihak dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan mengintegrasikannya dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Dengan begitu, Ali Yusuf berharap ke depan rencana dan tindakan konkret untuk penanggulangan bencana banjir dapat segera dirumuskan agar kejadian yang sangat merugikan itu tidak terulang lagi di masa mendatang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Aswaja, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing

Alkisah, suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab berkeliling meninjau wilayah perkampungannya. Di tengah perjalanan, Umar melihat seorang budak kecil yang sedang menggembala puluhan kambing.

Dalam benaknya, Umar ingin menguji kepintaran budak kecil si penggembala kambing tersebut. Umar lalu mendekati budak itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli sebuah kambing yang digembala si bocah.

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing

“Nak, kambingmu saya beli satu boleh?” tanya Umar mengawali perbincangannya.

“Saya ini budak, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing milik majikan saya tuan,”jawab si penggembala dengan kejujurannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Meski milik majikanmu, kalau saya beli satu nanti kamu laporan kepada majikan bahwa kambing yang kamu gembala dimakan macan satu ekor,” timpal Umar menguji dengan pura-pura mengajari sikap berbohong.

Dalam pikiran umar, si budak ini pasti akan melepaskan satu ekor untuk dijual kepadanya. Namun tak diduga si Budak kecil ini memberikan jawaban lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya tidak mau melakukan itu tuan, karena semuanya nanti bisa kelihatan. Meski juragan (pemilikkambing) tidak tahu tetapi Allah akan mengerti dan mengetahui yang saya lakukan,” jawab si budak tegas.

Mendengar jawaban itu, Sayyidina Umar seketika menangis seraya menepuk-nepuk bangga di pundak punggung si budak. Dari peristiwa ini, Sayyidina Umar mendapat ilmu dari bocah penggembala.

Hikmah kisah ini adalah bahwa Allah itu Maha Tahu. Jadi manusia berbuat apapun meskipun tidak diketahui siapapun namun Allah tetap akan mengerti. Maka berbuatlah yang baik-baik supaya dicatat dan mendapat balasan kebaikan dari Allah di hari akhir kelak. (Qomarul Adib)

* Kisah ini disampaikan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi yang menerangkan surat Al-Hadid dalam pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Ahad (21/7).

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Hadits, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan intelektual muslim di bidang hadits. Sebagai pakar hadits tidak mengherankan bila ia selalu merujukkan pendapatnya dari kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw. Sehingga banyak pihak yang menilai jika pemikiran beliau cenderung pakem dan kaku dalam berislam.

Kiai Ali Mustafa Ya’qub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi, Prof Dr Syeikh MM Azami.

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Meskipun keilmuannya sudah tidak diragukan, dan usianya yang relatif tidak muda namun ia tetap merasa haus untuk menambah pundi-pundi pengetahuan, khususnya dalam khazanah keislaman. 

Pada bulan Ramadhan tahun 2005, KH Mustafa Ya’qub ikut pengajian kitab bersama para santri Pesantren Ciganjur di Masjid Al Munawwaroh, Ciganjur Jakarta Selatan. Saat itu kitab yang dibaca di hadapan KH Abdurramah Wahid (Gus Dur) adalah Bughyah Al-Mustarsidin karya Al-Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur, ulama yang diberi julukan sebagai `Allaamah Hadhramaut, Faqih Hadhramaut, Rais Hadhramaut, Abu Tarim dan beragam gelar kemuliaan dan penghormatan.

Dalam video yang diunggah Mustiko Dwipoyono di youtube dengan judul (lihat: Ngaji Gus Dur, KH Ali Musthafa Yaqub baca Kitab) tampak Beliau duduk di samping Gus Dur. Membaca setiap kalimat dan melengkapinya dengan makna yang terkandung di dalamnya. Usai baca beliau dengan khusuk dan seksama mendengarkan setiap penjelasan dari Gus Dur. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Gus Dur itu adalah guru kami. Kami menjadi murid beliau sejak tahun 1971. Kami belajar Bahasa Arab dan mengaji kitab Qatr al-Nada dari beliau," kata Kiai Mustafa Yaqub saat memberi kesan terhadap Gus Dur.

"Itulah hubungan kami dengan Gus Dur yang beliau sebut sebagai adik dalam pemikiran, yaitu pemikiran ilmu hadits, bukan pemikiran yang lain,” lanjutnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Ali Mustafa Yaqub, sosok ahli hadits telah kembali ke Haribaan Ilahi pada Kamis (28/4) pagi. Semoga segala amal dan sumbangsih pemikirannya untuk peradaban Islam mendapat balasan dari Allah Swt. (Zunus)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa perguruan tinggi Islam mempunyai mandat dari negara untuk melaksanakan tugas yang di share sama dengan perguruan tinggi lain di bawah Kemenag. Hal ini adalah untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Perlu diketahui bersama bahwa perguruan tinggi Indonesia masih di bawah Malaysia, Thailand dan Filipina. 75 persen anak Indonesia tidak mempunyai kesempatan belajar di perguruan tinggi. Maka ini merupakan salah satu amanah yang diberikan kepada perguruan tinggi untuk mencetak masa depan Indonesia. Indonesia memiliki potensi, mereka (generasi bangsa) yang akan menentukan Indonesia ke depan," kata Kamarudin disela-sela acara rapat terbuka senat IAI Al-Khoziny dalam rangka wisuda sarjana dan pasca sarjana di gedung DBL Surabaya, Ahad (16/10).

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa

Selain melaksanakan, perguruan tinggi juga harus mempertahankan, menjaga dan merawat Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang paling plural. Indonesia memiliki perbedaan budaya, suku dan bahasa. Indonesia memiliki kualitas yang paling besar.

"Indonesia yang sesungguhnya memiliki potensi konflik yang begitu dahsyat karena perbedaan tadi. Tugas kita adalah merawat Indonesia yang keras dan plural menjadi Indonesia tetap damai dan tentram untuk masa yang akan datang," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, Islam Indonesia adalah Islam demokratis. Indonesia adalah negara yang sangat damai padahal mempunyai potensi konflik yang paling besar. Indonesia berhasil merawat Islam yang sangat besar. Hal itu yang harus dirawat, dipertahankan dan dijaga oleh generasi bangsa. Nilai ke-Islaman menjadi pengawalan, bagaimana pengetahuan yang dimiliki dapat di transportasi menjadi sikap dan perilaku akhlak yang dimiliki.

"Tugas di atas bila dilakukan akan menjadi manusia sempurna. Dan ini harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi karena sebagai sebuah lembaga mendapatkan amanah dari Allah dan negara untuk terus menjaga sikap dan perilaku generasi anak bangsa. Sarjana yang tawadhu, itulah yang diharapkan dari sarjana Islam," tutupnya.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran Sidoarjo, KH Asep Syarifuddin Chalim mengatakan, jangan menjadi wisuda wan dan wisuda wati yang mudah puas. Kiai Asep berharap, para mahasiswa IAI Al-Khoziny bisa melanjutkan S2.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Ketika kuliah di pasca sarjana S2 Al-Khoziny. Seorang pemuda harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Bagi mereka yang menuntut ilmu akan ditempatkan di tempat yang paling mulia dan mudah-mudahan syafaat itu diberikan kepada mahasiswa yang wisuda tahun ini," harap Ketua Pergunu Pusat itu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Tokoh, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock