Rabu, 21 Maret 2018

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Jelang bergulirnya Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di Region Jateng II (Soloraya dan Kedu), panitia pelaksana ? gencar mengadakan sosialiasasi dan promosi dengan menggandeng sejumlah media massa. Salah satunya dilakukan dengan mengisi salah satu program di RRI Solo, Sabtu (26/8).

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Melalui siaran radio tersebut, dihadiri perwakilan dari panitia LSN 2017 di Region Jateng II yakni Koordinator ? Ali Sutopo dan Ketua Panpel Anis Mudzakir.

Dijelaskan Anis, siaran di RRI ini menjadi bagian dari roadshow untuk mengenalkan kegiatan Liga Santri Nusantara ke masyarakat secara luas.

“Harapannya agar semarak dan gaung LSN 2017 bisa lebih luas sampai ke masyarakat, sehingga mereka berduyun-duyun ke stadion untuk menyaksikan laga sepakbola para santri,” papar dia.

Lebih lanjut dikatakan Anis, pihaknya juga melibatkan bantuan dari media lokal dan nasional untuk membantu menyiarkan hasil pertandingan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Masyarakat yang tidak bisa menyaksikan langsung, dapat mengikuti perkembangan LSN Region Jateng II dari media cetak maupun media daring,” jelasnya.

Pertandingan perdana LSN 2017 di Region Jateng II ini, rencananya bakal dihelat, Kamis (7/9) mendatang, di Stadion Kotta Barat Solo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Maret 2018

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Pertandingan, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 09 Maret 2018

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Guna mempererat sinergitas gerak, sejumlah badan otonom di lingkup wilayah NU Boyolali menggelar kegiatan Diklat Terpadu pada Ahad lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Gejugan, Tanjung Klego tersebut diikuti 4 banom, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Salah satu perwakilan Banom, GP Ansor, yang kebetulan menggelar Pendidikan Kader Dasar (PKD) GP Ansor, Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, mendukung penuh kegiatan ini.

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengkaderan Terpadu, Banom NU Boyolali Diharapkan Makin Solid

“Kegiatan bersama ini sebagai wujud persatuan antar banom NU. Sebagai anak-anak NU, sudah selayaknya saling bersinergi dalam mengawal kaderisasi Nahdlatul Ulama,” papar Ketua PAC GP Ansor Klego Boyolali Alim Bandowi.

Sementara itu, menurut ketua PC IPNU Boyolali Khamidurrohim, sinergitas ini diharapkan tidak hanya berjalan di wilayah pengkaderan semata.

“Kader IPNU dididik dan dipersiapkan untuk menjadi kader Ansor, IPPNU untuk Fatayat, CBP untuk Banser dan KPP untuk Fatser. Sudah semestinya komunikasi tersebut dibangun sejak awal agar komitmen tetap terjaga,” papar dia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktiknya, beberapa rangkaian kegiatan bahkan dijadikan satu forum. Selain PKD dan Diklatsar Diklatama yang diselenggakan GP Ansor, juga diselenggarakan Diklatama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU-IPPNU, dan Latihan Kader Dasar (LKD) Fatayat NU. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nusantara, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keistimewaan Ali bin Abi Thalib dalam Sabda Nabi

Alkisah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ?

Keistimewaan Ali bin Abi Thalib dalam Sabda Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Keistimewaan Ali bin Abi Thalib dalam Sabda Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Keistimewaan Ali bin Abi Thalib dalam Sabda Nabi

"Aku adalah pintunya ilmu, dan Ali adalah kuncinya".

Ya, sahabat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah menantu Baginda Nabi. Dikisahkan, Nabi merupakan pintu ilmu yang sangat luas. Ia sebagai bekal dunia akhirat sebagaimana pernah disabdakan, kunci ilmu dimiliki oleh sahabat Ali. Hati mana yang tak penasaran mendengar sabda Rasul tersebut.

Pun dengan gerombolan orang-orang Khawarij. Mereka gusar tiada tara tatkala mendengar kabar hadits ini. Kemudian mendorong mereka berniat menguji kebenaran hadis kepada Rasulullah secara langsung. Dikumpulkanlah tujuh orang dari golongan mereka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Jika Ali sebagai kunci ilmu, maka ketika kita beri pertanyaan yang sama tentu jawabannya juga sama". Salah seorang dari mereka mengawali pembicaraan. "Ya, benar kamu. Tidak mungkin seseorang yang dianggap kuncinya ilmu akan menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Jika memang benar ia kuncinya ilmu" yang lain menimpali.

Disusunlah strategi, rencana matang disusun, "mari kita uji dengan memberikan pertanyaan yang sama, namun dari orang yang berbeda-beda," usul salah seorang dari ketujuh khawarij tersebut dan mereka berakhir pada kata sepakat. Pertanyaan yang akan diajukan,? antara ilmu dan harta, manakah yang lebih utama??

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setelah mereka memberikan pertanyaan yang sama. Mereka mendapat jawaban yang sama pula. Antara ilmu dan harta, yang lebih utama adalah ilmu. "Tapi tunggu dulu, apakah Ali juga memberikan alasan tentang jawabannya?" tanya salah seorang dari mereka. "ya, benar" timpal mereka bersama-sama. "Apa itu?".?

"Kalau ilmu menjagamu. Namun, harta, engkau yang harus menjaganya," orang pertama dari kelompok khawarij menyampaikan alasan yang dikemukakan sahabat Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah. "Jika ilmu adalah warisan nabi, harta adalah warisan Qorun yang terkutuk". Orang kedua menambahi kemudia "ilmu jika ditasarufkan, akan bertambah. Sedang harta, jika ditasarufkan akan berkurang," tambah orang ketiga menyampaikan kutipan argumentasi yang ia terima.?

Mereka mulai heran akan jawaban yang berbeda-beda. "Andai kau memilih ilmu, kau akan mendapat julukan yang baik, namun jika harta, julukan buruk yang kau dapat," demikian orang keempat menjelaskan. Mereka semakin ragu akan alasan yang berbeda-beda.?

"Ilmu itu menerangi hati, sedangkan harta mengeraskan hati," "Ilmu jika dibiarkan tidak apa-apa, namun harta jika dibiarkan akan rusak", "ilmu ketika di hari kiamat akan menolongmu, namun harta akan menjadi penyebab lamanya hisab di hari kiamat." Demikian mereka bergantian menyampaikan.?

Sejenak, mereka tertegun akan alasan yang berbeda-beda. Bagaimana mungkin, pertanyaan yang diberikan kepada orang satu, menghasilkan jawaban yang memiliki alasan-alasan tersendiri.?

Namun, dengan cepat mereka tersadar akan keutamaan ilmu yang dimiliki sahabat Ali bin Abi Thalib. Alasan demi alasan yang diutarakan sahabat Ali bin Abi Thalib berbeda, namun antara satu dan lainnya saling menguatkan, antara ilmu dan harta lebih utama ilmu.? Subhanallahil adzim wa shodaqo rasuluhu nabiyyul karim.

(Ulin Nuha Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Maret 2018

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (16/9) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Makam, Internasional, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 05 Maret 2018

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin yang saya hormati,

Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun baik terhadap umat maupun bangsa ini. Namun pada malam hari ini Republika memberikan anugerah kepada saya sebagai salah satu tokoh perubahan 2012. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pemberian anugerah ini, semoga bisa menjadi pemicu bagi saya agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu, masih banyak tokoh yang lebih berhak dan pantas menerima penghargaan ini. Akan tetapi, pertanyaan mendasarnya mungkin bukan terletak pada siapakah yang berhak dianugerahi penghargaan, namun benarkah sudah terjadi perubahan?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini merupakan pertanyaan yang tidak menuntut retorika jawaban, apalagi diuraikan dalam sebuah pidato sambutan. Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan dan keseharian.

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang saya singgahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal "perubahan" tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS Ar Radu 11)

Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah dan firman Allah tadi tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hingga hari ini impian saya adalah menyaksikan Indonesia yang hidup dan menyadari fitrahnya. Indonesia yang dihidupi manusia-manusia unggul yang tahu betul apa arti kerukunan, keutuhan, dan keselamatan bangsa ini. Itu impian saya, saya belum menyaksikannya. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

Islam adalah agama yang membawa rahmat, peradaban, budaya, dan moral. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, memahami Islam sebagai agama kemanusiaan bukanlah perkara mudah, kadang malah dianggap kesesatan. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, agama lebih gampang dianggap sebagai doktrin yang beku dan instan.

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya: 107)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak segenap warga bangsa Indonesia, termasuk saya sendiri di dalamnya, untuk menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada di antara kita. Yakni perbedaan agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah untuk kita, dan oleh karenanya saya berharap perbedaan itu justru bisa menyatukan kita. Perbedaan bukan hanya menyatukan, tapi juga memudahkan terjadinya perubahan.

Demikian yang dapat saya utarakan. Sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas penghargaan Republika yang "menambah beban" ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini punya nilai manfaat dan keberkahan. Amin.

Jakarta, 30 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Maret 2018

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

.
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Embah Guru yang Ajar Santri Malaysia dan Singapura Diperingati

Ratusan orang memadati kompleks Perguruan Islam Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Jawa Timur, Kamis (21/11) malam. Mereka memeringati haul ke-79 KH Dimyathi Abdulloh yang akrab disapa Embah Guru. Embah Guru yang semasa menjadi pengasuh pondok, pernah mengajar santri asal Malaysia dan Singapura.

Haul ini dihadiri para pengasuh, masyarakat, alumni dan seluruh santri Pondok Tremas. Para alumni datang dari berbagai daerah. Acara diawali dengan sambutan terima kasih keluarga pengasuh pesantren.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain haul Embah Guru, mereka juga memeringati haul ke-19 KH Harist Dimyathi seperti pers rilis yang dikirim Zainal Faizin.

Peringatan haul diisi tahlilan bersama yang dipimpin seorang ustadz sepuh Pondok Tremas KH Rotal Amin. Namun sebelum itu semua, mereka beramai-ramai menggelar semaan Al-Qur’an dan ziarah ke makam para syekh di Maqbaroh Gunung Lembu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haul yang digelar rutin setiap tahun bertujuan mengenang kiprah, perjuangan, dan meneladani  Embah Guru dan KH Harist Dimyathi dalam mendidik para santri.

Embah Guru merupakan pengasuh periode ke-3 Pondok Tremas. Embah Guru bukan lain ialah adik dari ulama yang masyhur di bidang keilmuan, Syekh Mahfud Tremas. Embah Guru ialah kiai alim dan tawadu yang sangat tinggi.

Murid-murid Embah Guru banyak kelak menjadi ulama dan tokoh-tokoh berpengaruh. Mereka antara lain KH Ali Maksum Krapyak, KH Hamid Pasuruan, KH Muntaha Kalibeber, KH Muslih Mranggen Demak, Jendral Sarbini, dan tokoh lainya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) giliran diselenggarakan di Jombang Jawa Timur selama tiga hari, Jum’at-Ahad (6-8/3). Pembukaan Jum’at sore kemarin dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan dan para instruktur kaderisasi dari PBNU Jakarta.

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Instruktur PBNU, Pendidikan Kader Penggerak NU Dilaksanakan di Jombang

Lokasi PKPNU sengaja dipilih agak jauh dari pusat kota Jombang, yakni Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung.

PKPNU di Jombang kali ini tidak hanya diikuti para kader dari kabupaten Jombang. Peserta juga datang dari perwakilan kader beberapa cabang NU seperti Batu, Lamongan, Kediri, dan Nganjuk.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sengaja kita mengundang dari beberapa cabang NU untuk menjadi peserta, karena semua materi dan tim pelatih langsung dari PBNU," kata Sholahul Am Notobuwono, ketua pelaksana PKPNU Jombang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Jakarta, H As’ad Said Ali datang bersama para instruktur kaderisasi dari PBNU diantaranya Abdul Mun’im DZ yang juga wakil sekjen PBNU asal Jombang, Enceng Shobirin Najd dan Adnan Anwar.

Hadir dalam pembukaan PKPNU Jombang KH Masduqi Abdurrahman Al Hafidz, KH Hasib Abdul Wahab Chasbullah, KH Wazir Aly, Munif Kusnan Wakil ketua PCNU Jombang, serta KH Salmanuddin dan para pengasuh Pesantren Babus Salam lainnya.

"Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan serius pelatihan kader ini, karena moment ini jarang ada. Ke depan para kader bisa menjadi penggerak NU dimasing masing daerahnya," pinta Munif Kusnan mewakili Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik yang hadir di hari ketiga mengatakan, PKPNU di tingkat pusat telah dilaksanakan sebanyak 12 kali di Pusdiklat NU Rengasdengklok Karawang dan diikuti sekitar 270 kader NU dari berbagai daerah di Indonesia. PKPNU juga telah bergulir di sejumlah daerah sebanyak 60 kali yang diikuti 2000-an kader NU.

Ditambahkan Masyhuri Malik, selain PKPNU bagian lain dari kaderisasi PBNU adalah Forum Strategis NU (Forgisnu) yang telah beberapa kali diselenggarkan di Rengasdengklok. Jika PKPNU melibatkan para pengurus dan calon pengurus NU, Forgisnu merupakan forum komunikasi antar kader NU yang telah aktif di luar, baik di dunia profesi dan bidang keahlian, bisnis, birokrasi, maupun akademisi. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Maret 2018

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setelah melakukan penerimaan dosen, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar bersiap-siap membuka pendaftaran mahasiswa. Sebagai langkah awal, pihak UNU Kalbar mengadakan kunjungan sosialisasi ke Kemenag Kalbar untuk diteruskan ke madrasah-madrasah aliyah.

"Kita baru saja diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Syahrul Yadi. Kita mengharapkan UNU Kalbar bisa tersosialisasi lewat jaringan madrasah aliyah di bawah naungan Kemenag Kalbar," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo usai pertemuan di Kantor Kemenag Kalbar, Kamis (12/3).

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

UNU Kalbar berencana membuka pendaftaran perdana mahasiswa baru pada awal April. Menjelang pembukaan itu, pihak UNU Kalbar akan melakukan sosialisasi dulu. “Sasaran utamanya Kemenag dan Dinas Pendidikan. Karena dua lembaga itu memiliki jaringan sekolah tingkat atas atau sederajat," papar dosen FKIP Untan ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Syahrul Yadi menyambut baik kehadiran UNU. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu sosialisasi UNU ke seluruh madrasah di Kalbar.

"Setelah sosialisasi ke Kemenag, kita juga berencana audiensi ke Kepala Dinas Pendidikan Kalbar. Cuma, jadwalnya belum ditentukan. Setelah itu, ke lembaga lain dan ke sekolah-sekolah tingkat atas," kata Ketua ISNU Kalbar ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agung didampingi Pembantu Rektor (Purek) II Dr Andi Usman, Purek III Dr Rahmat Syahputra, Dekan Fakultas Teknik Dr Muhammad Rifat, dan Kepala Biro Administrasi Umum Keuangan dan Kemahasiswaan Rosadi Jamani.

Sementara Rosadi menambahkan, sosialisasi yang terjadwal pada 20 Maret ini akan berlangsung di SMA 2 Sungai Raya.

"Dalam waktu dekat ini, kita berusaha mencari waktu yang pas untuk kesediaan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar menerima audiensi pengurus UNU. Mudah-mudahan Pak Kadis punya waktu untuk menerima sosialisasi pengurus UNU," harap Rosadi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Februari 2018

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji

Saya berkesempatan menghadiri acara muwaddaah (perpisahan) haji di kediaman sekretaris GP Ansor Cabang Purworejo. Sambil iseng browsing, saya kaget ada artikel yang menyebutkan bahwa ritual ini adalah bentuk kemungkaran, tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW. Saya langsung berkesimpulan bahwa si penulis tak menetahui substansi dan cara pengambilan hukum (ushul fiqh) dalam Islam.

Sebagaimana kita maklumi bersama, umat ekspresi keislaman umat Islam Nusantara telah mentradisi dan membudaya. Ini bisa kita lihat dari berbagai acara pra-kelahiran sampai pasca-kematian seorang Muslim. Ini tentu menguntungkan dakwah Islam, dan membuat agama semakin hidup dan menggema di tengah masyarakat tanpa perlu paksaan. Inilah salahsatu manifestasi Islam Nusantara yang dikembangkan oleh Walisongo.

Dalam muwaddaah haji atau terkadang disebut walimatus safar, ratusan orang berkumpul dalam satu majelis.

Pertama, ritual ini sudah merupakan bentuk silaturrahmi yang direkomendasikan oleh baginda Nabi.

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Keutamaan Muwaddaah Haji

Kedua, dalam acara muwaddaah haji dibacakan kisah Nabi (Albarjanzi) serta bershalawat kepada sang nabi akhir zaman. Jelas sudah perintah Allah SWT untuk bershalawat, dan bahkan Allah sendiri senantiasa bershalawat.

"Innallaha wa malaikatahu yusholluna alan nabi. Ya ayyuhalladziina amanu shollu alaihi wa salamu taslima. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (memuji dan berdoa) kepada Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam denganpenghormatan kepadanya." (Al-Ahzab: 56).

Bahkan, kata "yushalluna" dalam ayat tersebut berbentut fiil mudlari yang berarti senantiasa. Artinya, Allah dan malaikatnya tidak hanya membaca shalawat, namun senantiasa membaca shalawat. Subhanallah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketiga, ada bacaan dzikir tahlil menyebut asma Allah yang agung. Sudah jelas dalam al-Quran, bahwa Allah berfirman yang kurang lebih artinya, "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku," (Al-Baqarah: 152)

Selain itu, dalam muwaddaah haji sang tuan rumah juga memberi berkat, nasi serta kelengkapan lauk pauk, snack dan minumannya. Ini merupakan manifestasi rasa syukur shahibul hajat dan sedekah kepada tetangga dan handai taulan.

Terakhir, ada pengajian dari kyai atau muballigh yang membahas wacana dan doktrin Islam. Pengajian ini merupakan bukti bahwa kyai ikut berperan dalam charracter building, membangun karakter dan akhlak masyarakat. Dalam acara walimatus safar ini, biasanya yang punya hajat minta didoakan hadirin agar selamat dalam perjalanan, sukses dalam melaksanakan rukun haji dan menjadi haji yang mabrur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Di sisi lain, tanggapan dari pemerintah desa atau tokoh masyarakat meminta didoakan di depan baitullah, serta kirim salam kepada rasulullah. Bukankah ini hal yang luar biasa?

Jadi intinya, acara muwaddaah atau walimatus safar haji ini adalah baik dan secara prinsip dianjurkan agama. Orang yang menyatakan bahwa acara ini kufur adalah mengingkari doktrin Islam dan tak mengerti substansi ajaran, hanya melihat sisi legal-formalnya saja.

Di banyak desa, haji menjadi suatu perjalanan yang mulia, meski di sebagian kecil kalangan tertentu menjadi suatu tahap untuk meningkatkan kelas sosial. Seperti yang terjadi di dusun Gintungan ini, dari 3.500 penduduk, hanya 6 orang yang mendapat panggilan Allah untuk berziarah kubur dan napak tilas kepada Khalilullah Ibrahim A.S.

Semoga kita semua kelak mendapat kesempatan pergi haji, melengkapi rukun Islam, meniti jalan Ilahi. Amin Allahumma Amin.

 

Ahmad Naufa, Wakil Sekretaris PC GP Ansor Purworejo, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 27 Februari 2018

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kongres XIV Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU),? Kamis (13/7), pukul 05.15, diakhiri dengan? menyanyikan Mars IPPNU mengiringi ketukan palu peresmian Wafa Patria Ummah sebagai Ketua Umum IPPNU periode 2006-2009.

Wafa, kader asal Jombang, Jawa Timur, mengantongi 165 suara dari dari total suara wilayah dan cabang IPPNU seluruh Indonesia, mengalahkan Lia Suci Mulyawati dari Banten yang hanya memperoleh 100 suara.

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Wafa Patria Ketua Umum IPPNU Baru

"Kami menyerahkan cinderamata ini kepada ketua baru IPPNU dengan harapan semua yang telah dikatakan tentang kaderisasi dan konsolidasi di daerah-daerah tidak hanya janji yang muluk-muluk," kata salah seorang delegasi dari Papua usai peresmian sambil menyerahkan barang antik khas Papua. Ketua umum terpilih selanjutnya melengkapi kepengurusan pusat IPPNU yang baru dengan didampingi oleh mantan ketua umum? dan tujuh orang dari unsur pengurus wilayah berdasarkan waktu, yakni 2 untuk Indonesia bagian timur (WIT), 2 untuk Indonesia tengah (WITA) dan 3 untuk Indonesia barat (WIB).

Sebelumnya, di hadapan para peserta konggres dari 26 propinsi dan 240 cabang seluruh Indonesia, Wafa berjanji akan menjadikan kaderisasi sebagai? program utama yang akan direalisasikan pada tahun pertama kepengurusannya.

"Nanti saya akan road show ke daerah-daerah untuk memantau perkembangan IPPNU di sana. Saat ini kita memang mengalami krisis kader," kata Wafa pada saat menyampaikan orasinya sebelum pemilihan.

Dikatakanya, saat ini bermunculan berbagai? organisasi kepemudaan? yang? telah menunjukkan kiprahnya masing-masing dan hampir menggelamkan IPPNU dari dunia peran. Hal itu memicu IPPNU untuk semakin serius dalam menjalankan roda keorganisasiiannya. "Agar kita lebih percaya diri berhadapan dengan yang lain," kata Wafa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lia Suci Mulyawati, calon ketua umum yang lain, menyatakan, IPPNU perlu mengembalikan kepercayaan publik terhadap berbagai aktivitas organisi pelajar. Dikatakannya masyarakat saat ini tidak begitu antusias dan cenderung psimistik terhadap aktivitas berbagai organisai kepemudaan.

"Kita sekarang perlu realistis dan rasional, apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Kita tidak hanya butuh wacana dan konsep," kata Lia berorasi sebelum pemilihan. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dulag, Suara Bedug dari Sunda

Tetabuhan dengan alat musik bedug dan beberapa kohkol (kentungan atau tongtong) yang biasa berada di samping masjid. Ngadulag artinya menabuh bedug dengan irama dulag. 

Uniknya, ngadulag tidak memiliki aturan khusus dalam menabuhnya. Tapi setiap penabuh berusaha menampilkan irama seenak dan seunik mungkin. Dalam pendengaran orang Sunda, secara umum, dulag berbunyi dulugdugdag.  

Dulag, Suara Bedug dari Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Dulag, Suara Bedug dari Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Dulag, Suara Bedug dari Sunda

Dulag hanya diperbolehkan saat bulan puasa. Biasanya ditabuh selepas tarawih dan saat membangunkan orang sahur. Dulag dilakukan semalam suntuk saat malam takbiran Lebaran Idul Fitri atau Idul Adha. Tidak hanya di masjid, kadang ngadulag dilakukan sambil mengarak bedug di jalanan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai penghias lebaran, dulag jadi istilah yang disandingkan dengan pakaian baru dibeli. Misalnya sarung dulag, atau peci dulag. Artinya sarung dan peci yang baru dibeli. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan demikian, dulag mengacu kepada keramaian. Ada peribahasa Sunda berbunyi “jauh ka bedug anggang ka dulag”. Artinya, tempat yang jauh dari bedug dan dulag yang mengisyaratkan kesepian. 

Di daerah Banten, ada tradisi ngadu dulag, yaitu pertandingan memukul bedug antarkampung selepas lebaran. Yang paling tahan lama ngadulag dianggap sebagai pemenang. 

Di wilayah Sukabumi ada Soldug, artinya solawat bedug. Irama dulag diiringi nyanyian solawat Nabi. Biasanya dipertunjukkan saat samenan (imtihan, atau kenaikan kelas) sekolah agama (madrasah diniyah). (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 26 Februari 2018

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mahbub Djunaidi yang dikenal sebagai sang “Pendekar Pena” adalah sosok yang dengan apiknya mampu meracik sesendok teh kritik, sejumput teori, dan diaduk dengan dua ratus mili liter humor sampai rata.

“Sehingga masyarakat dengan susahnya untuk bosan dengan gagasan-gagasan Mahbub,” papar Dimas Suro Aji pada acara Diskusi dan Bedah Film Dokumenter, yang diselenggarakan LSO Jurnalistik PMII Komisariat Kentingan Surakarta, di Taman Cerdas Jebres, Selasa (10/10).

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gagasan Mahbub Djunaidi Tak Pernah Membosankan

Ditambahkan pegiat sastra Solo itu, sosok Mahbub juga mampu menhadirkan kritik, akan tetapi dengan bahasa yang jenaka.

Sementara itu, pembicara lainnya Joko Priyono mengajak para kader PMII untuk ikut meneladani perjuangan Mahbub.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Perjalanan hidupnya penuh dengan pelajaran dan teladan untuk kemudian menjadi tugas kita sebagai kader PMII untui mengistiqamahkan nilai-nilai PMII yang telah dimulai oleh Mahbub Djunaidi," tutur Joko.

Selain kegiatan pemutaran film dokumenter Mahbub, selama hampir dua pekan (10-28/10), untuk memperingati Haul Mahbub Djunaidi ke-22 ini juga bakal dihelat sejumlah kegiatan.

“Ada lomba essai, resensi dan puisi. Kemudian pelatihan jurnalistik dan desain, dan puncaknya diskusi bertajuk “Jejak Mahbub Djunaidi di Kota Solo,” terang ketua panitia kegiatan, Elvin. (Ninda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Hikmah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau Pemerintah Daerah Banten, sebagai daerah provinsi yang masih muda, untuk menjaga aset Banten dari investor asing. Banten merupakan satu dari daerah industri potensial di Indonesia.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PBNU dalam sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten di jalan raya Jakarta, Kemang, Kota Serang, Rabu (30/1) Sore.

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Jaga Aset Banten dari Investor Asing

Di hadapan sedikitnya 4000 warga NU Banten, Kang Said menyatakan, penjagaan aset bukan berarti menutup diri dari para pemodal asing. Dia menegaskan, penerimaan para investor harus ditimbang dengan matang. Jajaran PWNU dan banom NU Banten terlihat duduk di barisan depan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jangan sampai para investor asing itu mengeruk kekayaan Banten habis-habisan karena ketidakcermatan,” tegas Kang Said di hadapan hadirin, termasuk Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten.

Nahdlatul Ulama mengajarkan keterbukaan dengan siapa saja. Tetapi, keterbukaan tidak bersifat mutlak. Keterbukaan termasuk bagi pemodal asing, harus dibatasi oleh kemaslahatan khususnya bagi masyarakat Banten, tambah Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Kang Said, Daerah Banten memiliki kekayaan alam dan sumber perekonomian yang luar biasa. Sejumlah aset disebutkan seperti Lapangan Udara Internasional Sukarno-Hatta, Pelabuhan Merak, industri baja di Cilegon, dan ratusan pabrik pada sejumlah titik kawasan industri Banten.

Kalau kontrak perjanjian dengan investor asing lebih menguntungkan mereka, maka kesalahan tersebut akan mencelakai warga Banten. Padahal, mayoritas warganya adalah nahdliyin. Dan, Nahdliyin Banten akan bernasib seperti warga Papua di wilayah Freeport atau warga Kalimantan di sekitar korporasi Newmont, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Madrasah dahulu dianggap sebagai pendidikan kelas dua, tetapi pandangan tersebut kini pelan-pelan mulai berubah. Untuk bisa masuk madrasah unggulan, calon siswa harus bersaing ketat. Menjadi siswa madrasah kini membanggakan, selain prestasi akademik, mereka juga memiliki karakter yang kuat. Berbagai kompetisi juga menunjukkan, siswa madrasah ternyata hebat-hebat.

Untuk meningkatkan kualitas madrasah, kini Direktorat Madrasah di Kementerian Agama RI mendesain sejumlah kompetisi yang bisa menjadi ajang bagi para siswa madrasah untuk menguji kemampuannya dalam persaingan dengan madrasah lain dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat nasional.

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menuturkan, Direktorat Madrasah memiliki ajang kompetisi berupa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan setiap tahun dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menjelaskan, awalnya siswa madrasah bisa berkompetisi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), tetapi sering mengalami hambatan, baik by design atau karena kecelakaan. Terakhir kasus di Jawa Tengah ketika siswa madrasah, meskipun juara di tingkat kabupaten tidak diizinkan mengikuti level yang lebih tinggi gara-gara alasan juknis. Kasus ini kemudian ramai di media. Akhirnya dibolehkan ikut seleksi di level lebih tinggi. Pejabat dinas setempat seringkali menganggap siswa madrasah diurusi Kemenag yang kebijakannya tersentralisasi, sedangkan dinas pendidikan sudah terdesentralisasi sehingga mengikuti otonomi daerah. Hal ini akhirnya membuat Direktorat Madrasah memutuskan membuat ajang kompetisi sendiri. 

Ternyata kompetisi yang mulai digelar tahun 2013 ini mendapat respon luar biasa. “Dan yang membuat saya trenyuh, anak madrasah dari seluruh negeri kumpul. Bukan semata-mata hanya bertanding merebut gelar juara. Mereka bisa mempromosikan budaya mereka, yang dari Papua dan dari daerah lain,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keberadaan kompetisi ini membuat madrasah swasta, yang dulu hampir tidak mungkin ikut OSN, kini kembali bersemangat. Ia mengamati, dari perolehan medali di Malang tahun 2013 lalu, yang mendominasi adalah Jawa Timur dan Jawa, sesuatu yang wajar karena 60 persen madrasah ada di Jawa. Tetapi dalam KSM di Makassar (2014) dan di Palembang (2015) yang menjadi juara sudah mulai menyebar.

“Mereka tidak mungkin tanpa persiapan. Madrasah swasta dengan dana seadanya, ada yang menggunakan dan BOS, ada yang menggunakan iuran, mereka betul-betul menyiapkan diri agar lolos di kabupaten kota, lolos di propinsi dan kemudian mewakili propinsinya,” paparnya. 

Nur Kholis menambahkan, prestasi siswa madrasah bahkan unggul dan mendominasi dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja I(LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2015, suatu fenomena mengejutkan yang tak diduga sebelumnya. 

Ia sebenarnya tak heran atas prestasi siswa madrasah ini karena sebelumnya pada 2013, sudah dilaunching Program Madrasah Riset Nasional di Lombok. 

“Dampaknya, ada geliat untuk melakukan riset,” tandasnya.

Untuk mendorong tradisi  riset, Direktorat Madrasah juga mempromosikan kesuksesan sekolah yang berhasil melakukan riset seperti MTsN 2 Kediri yang memiliki 8 hasil riset yang dipatenkan sama Kementerian Hukum dan HAM. Tentu menjadi sebuah kebanggaan, siswa tsanawiyah sudah mampu melakukan riset yang hasilnya dipatenkan.

Ia lalu mengajak kepala sekolah yang berhasil itu untuk menyampaikan kisah suksesnya ke sekolah lain. Hal ini merupakan apresiasi bagi kepala sekolah dan timnya, sekaligus mendorong sekolah lain untuk ikut berprestasi karena mereka akan tertantang untuk bisa meraih kesuksesan yang sama. Ini berbeda jika yang menjadi narasumber dari LIPI atau perguruan tinggi.

Upaya lain yang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan siswa madrasah adalah pemberian beasiswa S1 ke Jepang. Saat ini ada 20 orang alumni Insan Cendikia Serpong yang mendapat beasiswa studi ke Jepang, sementara Kemenag hanya menanggung biaya hidupnya saja.

“Engatase, anak alumni madrasah. Mungkin kalau 10 tahun yang lalu tidak mungkin. Kemudian bisa S1, gratis di Jepang. Lha yang kayak gini harus saya tonjolkan,” tandasnya. 

Yang menjadi harapannya saat ini adalah peningkatan apresiasi negara terhadap guru-guru madrasah yang berprestasi. Mereka sudah membaktikan hidupnya untuk dunia pendidikan dan jika ada apresiasi, semakin banyak orang yang memiliki semangat untuk mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wacana penerapan Full Day Scholl oleh Kementerian Pendidikan menuai dukungan dan penolakan. Kebijakan itu mendapat reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisatoris, aktivis, dan dosen.

"Kami patuh aturan Menteri Pendidikan, asalkan Pak Menteri juga mengabulkan permintaan kami sebagai rakyat juga pelaku di lapangan," kata Ahmad Karomi, Dosen Staiba Purwoasri, Kediri saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama via WhatsApp.

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jalan Tengah Alternatif Bagi Konsep Full Day School

Semua sarana dan prasarana sekolah harus ditingkatkan serta ditangani langsung oleh kemendikbud. Sebab selama 8 jam di sekolah, titik kejenuhan pasti muncul. "Jadi, seluruh sekolah harus ada tempat refreshing atau pelatihan keterampilan," tegas Sekretaris LTN PWNU Jatim ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masalah kesejahteraan pengajar dan peserta didik harus diperhatikan oleh pemerintah. Ini sangat krusial, sebab gaji pengajar, apalagi bertugas mencetak anak bangsa haruslah ditingkatkan.

Karomi menengaskan, pemerintah harus memasukkan ajaran nilai atau etika dalam Full Day School yang terintegrasi dengan pesantren.

Para peserta didik tidak hanya diajarkan teks dan statistik angka selama delapan jam. "Tetapi juga ada pendidikan akhlaq yang bisa didapatkan dari pesantren," lanjut alumni Ploso Kediri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, konsep Full Day School dibentuk dan harus ditangani oleh tokoh pesantren. "Kalau ini diterapkan, maka Mendikbud membentuk terobosan ‘penyatuan’ program Kemendikbud dengan lembaga tertua di Nusantara," lanjutnya.

"Permohonan kami untuk Mendikbud sangat simpel. Kami tunggu pengabulannya, bukan pengibulannya. Jangan hanya buat aturan temporal tanpa kejelasan serta tanpa perhatian penuh dari ulu sampai ilir," pungkasnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 25 Februari 2018

Pesan Persatuan Bangsa KH Hasyim Asyari

Oleh M. Rikza Chamami

Prof Abdurrahman Masud dalam disertasinya The Pesantren Architects and Their Socio-Religious Teaching menjelaskan bahwa KH Hasyim Asyari (1871-19476) merupakan kiai pergerakan.

Pesan Persatuan Bangsa KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Persatuan Bangsa KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Persatuan Bangsa KH Hasyim Asyari

Kharisma Mbah Hasyim sudah banyak dirasakan masyarakat. Ia merupakan pemimpin yang sangat dekat semua kalangan karena skill dan kepemimpinannya yang sangat khas nusantara. 

Kedalaman ilmu pengetahuan yang didapatkan dari Timur Tengah dipadu dengan ilmu Jawa khas Walisongo. Pernik-pernik pemikirannya pun terejawantahkan dalam dunia pesantren dan organisasi para kiai, yaitu Nahdlatul Ulama (NU).

Pesan-pesan Mbah Hasyim dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sangat jelas. Bahwa Indonesia akan memiliki kekuatan besar jika warganya bersatu dan kompak melawan penjajah. Maka fatwa resolusi jihad yang dikomando olehnya menjadi modal kemerdekaan sejati Indonesia.

Tepat pada Senin Pahing, 17 September 1945/9 Syawal 1364, Mbah Hasyim mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini semakin nyata bahwa komitmen kebangsaan Mbah Hasyim sangat tinggi--dimana ketika Presiden meminta fatwa, maka langsung direspon dengan sigap. Di sisi lain yang perlu dilihat adalah fatwa tersebut berisi pesan persatuan bangsa.

Lawan yang dihadapi oleh Indonesia saat itu jelas para penjajah. Maka seluruh komponen bangsa harus bersatu padu, tanpa melihat latar belakang agama, suku dan lainnya. Karena Mbah Hasyim berada pada zona pemimpin bangsa, fatwa itu dikeluarkan dan menjadikan semangat melawan penjajah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih ada dua pesan lagi yang perlu dihayati dalam menjaga persatuan bangsa. Apa itu? Bahwa sepeninggal para penjajah itu, Indonesia masih memiliki tantangan lain, yakni wahabi.

Sangat tegas dituliskan dalam kitab karya Mbah Hasyim, Risalah Ahlussunnah wal Jamaah fi Haditsil Mauta wa Asyratis Saah wa Bayani Mafhumis Sunnah wal Bidah bahwa Jawa (Indonesia) menghadapi tantangan gelombang wahabi pada 1330 H (1909). 

Wahabi merupakan firqah yang bertentangan dengan ulama salaf yang menganut pendapat Muhammad bin Abdul Wahab Annajdi, Ahmad Ibnu Taimiyyah, Ibnu Al-Qayyim, Ibnu Abdi Al-Hadi, Syaikh Muhammad Abduh, dan Syaikh Rasyid Ridla. Mereka misalnya melarang ziarah kubur dan tahlil. 

Keberadaan wahabi dan pengikutnya kata Mbah Hasyim menyitir pendapat Syekh Muhammad Bakhit Al-Hanafi dalam Kitab Tathhirul Fuad Min Danasil Itiqad bahwa wahabi menjadi wabah yang berbahaya sejak dulu sampai sekarang. Keberadaan mereka selalu menjadi kelompok sempalan yang melukai kaum muslimin dan harus diamputasi.

Nampaknya dua pesan Mbah Hasyim ini perlu menjadi renungan kita bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyambut hari lahir ke-92 NU.

Pertama, bangsa yang sudah merdeka perlu dijaga dengan baik dan semua harus sigap jika suatu saat ada musuh yang datang merusak NKRI.

Kedua, bahaya gerakan yang mengatasnamakan Islam namun berniat merusak NKRI perlu kita waspadai bersama. Sebab Indonesia selalu banyak dilirik oleh dunia karena memiliki kekuatan SDM dan SDA yang sangat luar biasa.

NU perlu menjadi kekuatan bangsa yang dapat merangkul dan dirangkul semua pihak dalam rangka menebarkan Islam ahlussunnah wal jamaah yang sesuai syariat Islam dan menanamkan cinta tanah air hingga hari kiamat. 

Penulis adalah Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC GP Ansor Sumedang, Jawa Barat ikut serta melakukan evakuasi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumedang, Rabu (21/9) malam. Musibah Longsor terjadi di beberapa daerah seperti Pasir Ucing, Dusun Singkup, Dusun Ciherang, Dusun Anjung samping Hotel Anjung, dan menelan korban jiwa, 3 orang tewas di Dusun Cimareme Kelurahan Pasanggrahan, Sumedang.

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sementara itu, musibah banjir terjadi di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air 50 cm, Regol ketinggian air 160 cm, dan Pangjeleran dengan ketinggian air 70 cm.

Musibah tersebut menyebabkan kemacetan dibeberapa titik, diantaranya kemacetan di Pasir Ucing, Ciherang, dan Cadaspangeran. Sementara kerugian materi menurut BPBD Sumedang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Posko Relawan Bencana BAGANA yang disediakan yaitu di PCNU Sumedang, Dusun Singkup, Ciherang, dan posko tambahan di PAC GP Ansor Wado.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Banser Satkoryon Wado mengerahkan 12 pasukannya ikut membantu penyisiran korban di Hilir sungai Cimanuk, mengevakuasi korban jiwa yang terbawa arus banjir di Garut. Hal dijelaskan oleh Ahmad Habibadin Ketua PAC Wado saat dihubungi via telepon.

"Melihat kondisi tanah yang masih bergetar ditakutkan ada longsor susulan, dari tiap posko Banser secara bergiliran piket, termasuk semua Banser yang kemarin baru mengikuti Diklatsar,” tutur Hendra Hidayat, Sekretaris GP Ansor Sumedang.

Banser mendistribusikan sejumlah logistik dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana di dua titik pengungsian, di Singkup dan Tajimalela. “Mudah mudahan korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah longsor dan banjir ini,” tambahnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 23 Februari 2018

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Momentum tahun baru Islam 1438 hijriah bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Dua momentum bersejarah yang bersamaan ini sesungguhnya mempunyai pesan yang positif bagi bangsa Indonesia yang notabene mayoritas muslim. Pesannya adalah bahwa makna Pancasila bukan hanya sebagai minhajul fikr (cara berpikir) tapi? minhajul amal (cara bertindak).

Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember Ustadz Moch. Eksan saat merayakan tahun baru Islam 1438 Hijriah bersama santri dan warga NU sekitar di rumahnya, kompleks Pesantren Nuris 2, Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Ahad malam (1/10).

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriah, Pindah dari Kerangka Pikir ke Kerangka Kerja

Menurut Ustadz? Eksan, dengan hadirnya tahun baru hijriah yang bersamaan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, maka seharusnya bangsa Indonesia terlecut untuk hijrah dari Pancasila sebagai kerangka berfikir menuju Pancasila sebagai landasan tingkah laku sehari-hari.

“Jadi saatnya sekarang kita membumikan Pancasila, diikhtiarkan dalam perbuatan nyata sehari-hari,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan bahwa peritiwa hijrah Nabi Muhammad SAW perlu dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan kenabian. Namun yang jauh lebih penting adalah bahwa peristiwa tersebut harus memberi semangat pada umat Islam untuk pindah dari perbuatan atau tingkah laku yang tak terpuji menuju perbuatan yang terpuji.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Intinya adalah menuju kehidupan yang lebih baik. Baik dari sisi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadian sosial. Sila-sila Pancasila sebenarnya sudah cukup mewakili nilai Islam, dan di situlah makna hijrah perlu direalisasikan,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock