Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

Hampir setiap malam kami mengadakan dakwah jika tidak ada sidang parlemen. Diam di Ibu Kota Jakarta dengan macam-macam tugas tanpa memiliki mobil memang susah juga. Harus mempunyai mobil walau tua sekalipun.

Suatu hari Idham Chalid datang ke parlemen dengan mobilnya merk “Human” berwarna hijau tua. Tentu saja mobil bekas. Ia membisikkan padaku bahwa ia membawa mobil, sambil menunjuk ke arah mobil kecil yang diparkir di bawah pohon beringin di depan gedung parlemen.

Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

“Dapat dari mana?” tanyaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ada kiriman uang dari Kalimantan. Saya beli mobil seharga Rp 18.000,” jawabnya.

“Kok mahal begitu?” tanggapanku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apa mahal! Lihat dulu barangnya. Mesinnnya masih tokcer,” jawabnya.

Kiai Ilyas keluar dari sidang parlemen dengan A Achsien. Aku beri tahukan kepadanya bahwa Idham Chalid membawa mobil “baru”. Ia kepingin juga mencoba hendak menebeng sampai ke rumahnya. A Achsien sudah mempunyai mobil sendiri.

Idham Chalid duduk di kursi kemudi. Ia hendak mengemudikan sendiri. Batinku bertanya, “Kapan belajar mengemudi?”

Karena percaya bahwa Idham Chalid sudah pandai mengemudi mobil, aku diam saja.

Mobil keluar dari halaman parlemen menuju arah jalan Pejambon. Jalannya mobil tidak lurus, tidak stabil. Pedal rem sering diinjak tiba-tiba, lalu tancap gas tak kepalang tanggung.

Kiai Ilyas melirik padaku. Dalam hatinya, barangkali mengatakan, “Kok begini nyetirnya?” Tapi aku tak membalas lirikannya. Aku cuma diam saja. Sejak tadi aku membaca-baca shalawat. Benar juga, nyaris menyenggol pengendara sepeda di dekat Stasiun Gambir. Kiai Ilyas teriak keras!

“Ya akhi, kalau ada orang jual rokok di depan itu, berhenti!” seru Kiai Ilyas ditujukan kepada Idham Chalid.

Di depan penjual rokok, Idham Chalid menghentikan mobilnya. Agak keterusan. Kiai Ilyas turun dari mobil. Aku kira ia akan membeli rokok, kiranya ia terus berjalan di atas trotoar.

“Mengapa? Hayo naiklah!” ajakku kepadanya.

“Terima Kasih! Jalan kaki lebih aman ...!” sambil mempercepat jalannya menuju arah prapatan.

“Penakut!” teriak Idham Chalid.

Aku pindah tempat di sampingnya. Mesin lalu dihidupkan. Mobil mulai jalan lagi. Sepanjang jalan aku biarkan ia mengemudikan mobilnya sekehendak hatinyalah. Aku diam saja, memperbanyak membaca shalawat.

Alhamdulillah, Tuhan Maha Besar! Akhirnya, sampai juga ke tempat tujuan dengan selamat, walaupun tidak begitu sehat.? Kepalaku pening!? (KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-Orang Pesantren)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Nasional, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai media komunikasi dan pangkalan informasi serta pusat data administrasi keorganisasian, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuat website atai situs resmi pelajar NU Rembang.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses terciptanya website baru. Pihaknya berharap dengan adanya website baru ini dapat menjadi pusat data.

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Bangun Website sebagai Pusat Informasi dan Data

Humam lebih lanjut menjelaskan, nantinya website ini akan menjadi media komunikasi antarkader, sehingga informasi yang ada di setiap wilayah kerja akan dihimpun dalam website tersebut. "Data apapun terkait organisasi harus masuk di website kita," terang Humam.

Ini merupakan inisiatif yang cukup baik untuk mengantisipasi jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah PAC ke PC. Nantinya setelah terciptanya website baru, setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) akan dibuatkan sub-domain dari website utama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap nantinya setiap Anak Cabang akan ada admin yang mengelola website dari masing-masing PAC, tentunya harus ada pelatihan terlebih dahulu," pungkasnya, Selasa (16/2/2016) sore disela-sela rapat persiapan acara Harlah IPNU/IPPNU.

Diketahui bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Rembang saat ini membawahi 9 PAC, meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Gunem, Sedan, Rembang Kota, Pamotan, Bulu, Sale, dan Sulang. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 11 Februari 2018

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sejak terjadinya peristiwa pengeboman terhadap gedung WTC pada 11 September 2001 lalu, genderang tuduhan teroris yang dilontarkan kepada kaum muslimin pun terus meningkat, hal ini mengundang respon penolakan terhadap Amerika dan sekutunya. Tak heran aksi-aksi radikalisme dan tindakan kekerasan pun dapat kita temui dengan mudah di kalangan masyarakat kita. 

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU DKI Adakan Workshop Anti Radikalisme

Merespon kondisi yang demikian buruk itu, Pimpinan Wilayah IPNU DKI Jakarta mengadakan Konsolidasi Organisasi dan Workshop Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar di Hotel Maharani yang dilaksanakan pada 17-18 November 2012.  

Dalam beberapa penelitian, ditemukan fakta bahwa aksi gerakan dan jaringan radikalisme Islam telah lama melakukan penetrasi ke level sekolahan. Siswa-siswi yang masih sangat awam soal pemahaman agama dan secara psikologis tengah mencari identitas diri ini menjadi lahan yang diincar pendukung ideologi radikalisme. Targetnya bahkan menguasai organisasi-organisasi siswa intra sekolah atau bagian rohani Islam. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hery Susanto, Ketua PW IPNU DKI Jakarta berpendapat, jaringan ini telah mengakar  dan menyebar di pelbagai sekolah, sehingga perlu dikaji dan direspon secara serius, baik oleh pihak sekolah, pemerintah maupun pihak orang tua. Tetapi yang lebih harus diwaspadai adalah ketika ada penyebar ideology radikal yang memanfaatkan simbol, sentiment dan baju Islam untuk melakukan brain wash kepada mereka yang masih pemula belajar agama untuk tujuan yang justeru merusak agama dan menimbulkan konflik.

Workshop yang diikuti oleh seluruh Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah IPNU DKI Jakarta serta pengurus OSIS dan Rohis sekolah tersebut, diharapkan dapat dengan tepat disampaikan kepada para siswa untuk terus membangun pemahaman bahwa radikalisme, ekstrimisme dan terorisme merupakan masalah dan ancaman serius bagi keamanan, kehidupan sosial dan kehidupan keagamaan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu, kegiatan workshop ini juga diharapkan dapat memelihara dan memperkuat cara pandang keagamaan yang moderat, inclusive dan toleran di kalangan remaja dan pemuda untuk mengcounter penyebaran pemahaman radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Juga membangun dan memelihara kerjasama yang berkelanjutan diantara kalangan remaja dan pemuda khususnya dalam upaya nyata mengcounter penyebaran pemahaman radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.

Kita prihatin dengan begitu banyak pemuda saat ini yang gamang dalam kehidupannya karena factor komunikasi antara anggota keluarga yang ada, perkembangan Jakarta yang begitu pesat mempengaruhi pola hidup bagaimana kita komunikasi dengan keluarga. Ini fenomena yang ada yang harus kita sikapi bersama dan kita harus mengetahui secara utuh pola hidup kita. 

Pada kesempatan yang sama intelektual muda NU, KH. Kholil Nafis berkomentar, kalau berbicara terorisme tidak mungkin masuk ke IPNU karena sejak kecil anak-anak kita sudah diajarkan agama sedangkan yang menjadi sasaran empuk mereka adalah anak remaja yang baru mengenal agama. 

“Pemuda akan menjadi potensi ketika ada isinya tapi akan menjadi malapetaka ketika terjadi kekosongan dalam sisi kwalitas. Harus ada terobosan baru pemuda yang menjadi penggerak, sekarang IPNU posisinya ke depan harus dievaluasi mau apa, jangan hanya menjadi pengikut tetapi harus jadi pemimpin yang bisa dijadikan barometer” tegas Kiai Kholil

Dam upaya menangkal virus radikalisme, Kyai Kholil berpandangan bahwa pendidikan keluarga dan peran orangtua yang paling penting. Sesibuk apapun orangtua, jangan sampai lupakan keluarga, karena keluarga berperan penting untuk menangkal terorisme dan radikalisme ditingkatan remaja. Para orangtua harus melakukan dialog, komunikasi efektif, dan diskusi tentang bahaya laten terorisme dan radikalisme.

Selain lingkungan keluarga, yang berperan penting untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme adalah lingkungan masyarakat sekitar, seperti memberdayakan lembaga RT/RW. Dengan ini, maka potensi remaja bisa tersalurkan, dan generasi muda tidak terjebak pada paham terorisme dan radikalisme. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zakaria

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memfasilitasi penyusunan sistem peringatan dini tingkat kabupaten dan desa diJepara, Jawa Tengah dalam bentuk workshop dan FGD yang diikuti oleh stakeholder terkait tingkat kabupaten dan desa. 

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Fasilitasi Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Jepara

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, Selasa-Jumat (8-11/8) diawali dengan workshop yang diikuti oleh stakeholder tingkat kabupaten, ditindaklanjuti dengan FGD yang diikuti oleh stakeholder tingkat desa. 

Rangkaian kegiatan tersebut akan menghasilkan dokumen Standar Operational Procedure (SOP) Peringatan Dini di Kabupaten Jepara. Sementara di tingkat desa, sistem peringatan dini desa. Selain itu, di sini juga dihasilkan peta dan jalur evakuasi untuk Desa Sowan Kidul, Desa Welahan, dan Desa Ketilengsingolelo yang merupakan pilot project dari Program Slogan-Steady yang sedang dilaksanakan oleh LPBI NU di Kabupaten Jepara Jawa Tengah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut,Iis Widya Harmoko (Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Jawa Tengah) serta Subiyakto (Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah) sebagai narasumber.Secara keseluruhan, proses Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini ini dipandu oleh Didik Mulyono sebagai fasilitator.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Workshop Penyusunan Sistem Peringatan Dini di Kabupaten Jepara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Agus Hariyanto selaku Kepala Bidang I BPBD Provinsi Jawa Tengah. 

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwalangkah langkah LPBINU Jepara sangat tepat dengan melakukan kerjasama dengan BPBD dan DFAT untuk meminimalisir risiko bencana. Prinsip Sistem Peringatan dini adalah menyebarkan Informasi dengan cepat dan tepat yang menggunakan alat atau media kemudian diinformasikan kepada masyarakat yang berada di daerah berisiko. 

Hal tersebut diharapkan dapat diterima masyarakat dengan jelas sehingga masyarakat mampu menyelamatkan diri secara mandiri sehingga mengurangi risiko terjadinya korban jiwa. Hal tersebut merupakan antisipasi jika terjadi bencana.

Selain itu diharapkan peserta workshop dapat memperhatikan dan mengikuti dengan baik sehingga mampu berjalan dengan lancar dan nantinya mampu menjadi pelopor dalam sistem peringatan dini dilingkungannyadan untuk masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Jepara, Mustakim Umar menyampaikan bahwa Jepara memiliki 32 garis pantai, walaupun keadaan tersebut dikategorikan wilayah aman dan ramah, tentunya perlu disiapkan diwaspadai dengan menyiapkan kapasitas sumberdaya yang ada. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sesuai perkembangan zaman tentunya keadaan alam selalu berubah ubah sehingga perlu diantisipasi, karena bencana alam, baik gempa, longsor dan lainnya tidak lepas dari pola dan perilaku oleh manusia itu sendiri sehingga perlu menjaga lingkungan bersama agar selalu aman dan nyaman,” ujar Mustakim.

Deputi Program Manager Slogan-Steady LPBINU, Rurid Rudianto mengatakan bahwa dalam kegiatan ini LPBINU hanya sebagai mediator karena yang berperan penting adalah BPBD. 

Memasang alat peringatan dini harus menggunakan sistem yang familiar di masyarakat atau dikenali oleh masyarakat. Ada 4 (empat) hal pokok dalam membuat sistem peringatan dini, yaitu sumber informasi yang valid, pengambilan keputusan, cara penyebaran informasi, dan kemampuan response. 

Seluruh instansi terkait sampai masyarakat harus mengetahui dan siap ketika ada peringatan dini, sehingga jika terjadi suatu kedaruratan mampu melakukan tindakan secara mandiri seperti evakuasi mandiri, penyelamatan diri sehingga meminimalisir terjadinya korban.

Lebih lanjut Rurid Rudianto berharap, seluruh masyarakat desa/wilayah desa yang berada pada titik rawan bencana memiliki sistem peringatan dini sehingga mampu mengurangi dampak terjadinya kerusakan material sampai korban jiwa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Kudus,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lazisnu Kabupaten Kudus mengadakan santunan untuk yatim piatu, fakir miskin, merbot masjid, pemberian modal usaha bagi janda miskin melalui program "NU Berbagai".

Santunan kerja sama GP Ansor, LAZISNU dan Bank BNI Kudus tersebut akan berlangsung pada tanggal 26-29 Ramadhan atau (1-4/7) di kantor PCNU Kabupaten Kudus dan di masing-masing Ranting NU.

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Santuni Ribuan Dhuafa

Jika tahun lalu dana sumbangan dari dermawan dan muzakki terkumpul sejumlah Rp 172.770.000,- maka tahun ini LAZISNU Kudus menganggarkan Rp 869.150.000,-.

"Adapun rencananya rincian jumlah penerima anggaran tersebut yakni 3.971 yatama yang berasal dari madrasah dan Ranting se-Kabupaten Kudus berupa uang atau bingkisan alat sekolah, santunan 1.360 fakir miskin, 550 merbot dan 45 janda miskin," jelas Syaroni Suyanto, Ketua LAZISNU Kudus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Meski rencana baru akan dilaksanakan pada bulan Juli, tapi pada acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PC GP Ansor, Sabtu malam lalu (25/6) telah diawali dengan santunan 253 yatama se-Kecamatan Kaliwungu.

Kecamatan Kaliwungu sendiri selama ini telah digadang sebagai kecamatan percontohan program LAZISNU di antara sembilan kecamatan di Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, AlaSantri, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gerhana bulan total pada Rabu (8/10) mulai pukul 17.25 dan berakhir pada 20.33. Di Masjid Iqomah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung digelar shalat Khusufil Qomar sesudah melaksanakan Shalat Maghrib.

Menurut DKM Masjid Iqomah, gerhana bulan ialah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Karena itu kejadian luar biasa, umat Islam perlu bermuhasabah terhadap diri. "Gerhana bulan adalah semacam keagungan Allah. Untuk mengagungkan kekuasaan Allah, memperbanyak zikir," ujar dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Dia mengatakan bahwa memperbanyak istighfar di saat gerhana bulan adalah sebagai permohonan ampun kepada Allah sehingga pada saat itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti bencana alam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Istighfar gunanya adalah doa mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, tidak pula terjadi hal bencana yang luar biasa. Memohon ampun pada Allah agar tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rais Syuriyah Majellis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamata Panyileukan ini juga menjelaskan pentingnya bersedekah saat gerhana untuk membersihkan diri. Logikanya ketika memohon ampun kepada Allah, pasti penyelesaiannya dengan aspek sosial. "Ketika kita berbuat kesalahan pada saat menunaikan haji, maka diselesaikan dengan aspek sosial, seperti melakukan dam," jelasnya.

Tetapi berbeda, lanjutnya, ketika kita mempunyai kesalahan kepada manusia, tidak mungkin meminta maaf langsung kepada Allah sebab perlu meminta maaf terlebih dahulu kepada orang tersebut. "Kalau kesalahan kepada manusia harus diselesaikan kepada manusia. Kalau kesalahan kepada Allah diselesaikan dengan bersedekah," pungkasnya. (Bakti Habibie Yasin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Makam, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 01 Januari 2018

LDNU Ponorogo Adakan Pembekalan kepada Dai Muda

? Ponorogo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menggelar Pelatihan Dai-Daiah Muda di MA Al-Islah Bungkal Ponorogo, Ahad (28/8) lalu. Pelatihan ini merupakan sektor ke-3, meliputi Sekawedanan Jebeng (Bungkal, Ngrayun, Slahung dan Balong) Sekitar 200 peserta ikut dalam kegiatan pelatihan ini.

Dalam keterangannya, Sekretaris LDNU Ponorogo H Zaenal Abidin menyampaikan, tujuan pelatihan ini membentuk dai muda di tingkat desa. Para Dai-Daiah dibekali ilmu keaswajaan dan amaliyah NU serta strategi dalam berdakwah guna membentengi warga NU dari paham radikal.

LDNU Ponorogo Adakan Pembekalan kepada Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Ponorogo Adakan Pembekalan kepada Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Ponorogo Adakan Pembekalan kepada Dai Muda

Pelatihan ini dibuka oleh Kementrian Agama Ponorogo seksi Kasi Bimas Islam Muhammad Tohari. Dia memberikan apresiasi kepada LDNU Ponorogo yang telah memberikan wawasan keagamaan kepada calon Dai-Daiah muda Ponorogo sebagai penerus perjuangan para ulama.

Hadir dalam kegiatan ini, KH Muh. Muhsin (Rais PCNU Ponorogo), H.Lutfi Hadi Aminudin (Sekretaris PCNU Ponorogo), dan para Pengurus MWCNU Se-Kawedanan Jebeng (Bungkal, Ngrayun, Balong, Slahung). (Asrovi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 29 Desember 2017

Menaker: Industri Perikanan Harus Lindungi dan Sejahterakan Nelayan

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sektor perikanan dan kemaritiman Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun potensi tersebut harus dikelola secara baik agar hasilnya maksimal. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menyadari hal tersebut. Untuk itu, perlu dibangun sistem industri perikanan yang mampu menghasilkan produk berkualitas secara masif dan mampu menyejahterakan nelayan. 

Menaker: Industri Perikanan Harus Lindungi dan Sejahterakan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker: Industri Perikanan Harus Lindungi dan Sejahterakan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker: Industri Perikanan Harus Lindungi dan Sejahterakan Nelayan

"Perkembangan perikanan kita sangat pesat tapi kita masih tertinggal dari negara lain. Kuncinya ada di sumber daya manusia. Mereka harus memiliki daya saing dan diberikan perlindungan. Kita harus memiliki industri perikanan yang bisa menghasilkan produk berkualitas dan banyak. Jika bicara soal kualitas dan kuantitas maka proses distribusinya harus cepat dan harga terjangkau," kata Hanif di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (11/11/2017).

Hanif mencontohkan, di Maluku potensi ikannya besar. Begitu juga di Raja Ampat. Namun, penduduk di sana memperoleh ikan dengan cara yang masih tradisional seperti menggunakan tombak. 

"Kita ingin industri kelautan kompetitif sehingga pendapatan nelayan bisa membaik. Namun, untuk menjadikan perikanan sebagai industri yang kompetitif tentu tidak bisa menangkap ikan hanya dengan tombak. Perlu teknologi," tutur Hanif. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hanif menambahkan, industri perikanan juga harus bisa menyejahterakan nelayan. Pasalnya selama ini meski hasil laut Indonesia sangat melimpah, akan tetapi nelayan masih hidup dalam kemiskinan. 

"Kita jangan hanya memikirkan ketersediaan ikan nasional. Tapi pikirkan juga nasib nelayan. Kalau tidak ketimpangan ekonomi akan semakin besar," ujar Hanif. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hanif juga menyoroti banyaknya nelayan yang belum mendapatkan jaminan sosial. Padahal pemerintah telah memiliki skema jaminan sosial untuk masyarakat melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. 

"Perlindungan nelayan kita penting karena pekerjaan mereka berisiko tinggi. Saya ingin teman-teman alumni perikanan UNDIP bisa mendorong isu perlindungan ini. Banyak dari nelayan kita belum menjadi peserta BPJS," ungkap Hanif. 

Selain itu, Hanif menambahkan, diperlukan adanya standar kompetensi di bidang perikanan. Dunia pendidikan juga harus menyesuaikan kurikulum agar lulusannya bisa sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 

"Kita juga harus mendorong sertifikasi profesi dalam perikanan. Kita sudah punya instrumen untuk memberikan perlindungan kepada mereka. Kita harus menyesuaikan input pendidikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan waktu," kata Hanif. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Duta Masjarakat

Duta Masjarakat adalah koran milik Partai Nahdlatul Ulama. Koran ini digagas oleh KH A. Wahid Hasjim, setelah NU keluar dari Masjumi dan menjadi partai politik sendiri.?

Seperti koran pada zamannya, Duta Masjarakat diterbitkan untuk kepentingan menyebarkan gagasan-gagasan dan aspirasi partai menjelang Pemilu 1955. Nama Duta Masyarakat (DM) menjadi satu-satunya yang telah dipilih dalam rapat PBNU waktu itu.?

Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Duta Masjarakat

DM awalnya bermodalkan sebuah percetakan tua milik PBNU di Jalan Sasak 23 Surabaya dan gedungnya yang terletak di Senayan Jakarta. Karena percetakan ini tidak memadai, dibelilah percetakan baru dengan cara kredit. Percetakan di Senayan ini berada di bawah Yayasan Mu’awanah, nama yang digunakan Wahid Hasjim untuk mengenang jasa-jasa KH Mahfudz Siddiq, ketua PBNU yang pada akhir hidupnya dikenal sebagai perintis gerakan Mu’awanah (tolong menolong). Dengan modal Yayasan Mu’awanah, A.A. Achsien, Zainul Arifin, dan Jamaluddin Malik mendirikan PT Timbul yang menerbitkan harian DM bekerjasama dengan N.V. Pertjetakan.?

DM diluncurkan pertama kali tanggal 2 Januari 1954. Adapun tujuan diterbitkannya harian ini menurut surat edaran yang ditujukan kepada Pengurus Cabang NU se-Indonesia adalah:?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“...sebagai terompet dan alat penghubung diantara kita sehingga kita dapat gambaran yang terang terhadap berbagai persoalan yang timbul dalam berbagai lapangan dan dapat dipegang pula sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi persoalan seperti saat ini...”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

DM berkantor di Menteng Raya, Jakarta, Tromol Pos 166. Berhaluan Islam dan mengantongi izin terbit tanggal 31 Oktober 1958 No. 81/109/PPDSIDR/958 beserta SIPK 1602/A/1575. Asa Bafagih duduk sebagai Pemimpin Redaksi dibantu A. Zakaria, dan A. Hasan Sutardjo, M. Djunaidi, Dachlan Rasjidi, dan Husin Bafagih sebagai Staf Redaksi.?

Asa Bafagih adalah jurnalis berpangalaman, yang bersama rekannya Adam Malik dan Suadi Tasrif berperan menyiarkan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 ke seluruh negeri melalui kantor berita Domei milik Jepang, tempat mereka bekerja sebelumnya. Asa yang banyak berkelana ke luar negeri ini adalah sosok di balik Induk Karangan, tajuk DM yang berfungsi sebagai penyampai pokok pikiran dan sikap harian terhadap segala peristiwa yang terjadi dan dimuat dalam beritanya.

Belakangan susunan dewan redaksi ini berubah menjadi Haji Achmad Sjalela, Chamid Widjaya, dan S.W. Subroto, Sementara penanggung jawabnya Aminuddin Aziz. Saifuddin Zuhri mengetuai dewan redaksi yang beranggotakan Mahbub Djunaidi dan Aminiddun Aziz.?

Saifuddin Zuhri, yang kemudian menjadi menteri agama, adalah organisatoris yang ulung dan kiai yang penulis. Di tangannya DM menjadi lebih profesional dan benar-benar menjadi lidah partai.?

Penerusnya, Mahbub Djunaidi adalah kolomnis dan sastrawan yang cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, DM menjadi koran yang elegan dan berwibawa. Ia, sebagaimana NU, adalah pendukung tulus Soekarno, tetapi pada saat yang sama tidak kehilangan kritisisme terhadap kepemimpinan ‘demokrasi terpimpin’ yang dijalankan pemimpin besar tersebut. Prinsip keseimbangan dalam berpolitik yang dijalankan NU dan juga menjadi semboyan DM, dijalankan dengan lincah dan hebat. ?

DM memiliki semboyan “Menggalang Kerjasama Islam-Nasional.” Semboyan ini mewakili keinginan partai untuk menghapuskan atau setidaknya menengahi kontestasi politik yang keras antara, baik aliran kiri maupun aliran kanan, golongan sipil maupun militer. Semboyan DM tersebut tidak terlepas dari kecenderungan politik nasional yang sangat sektarian saat itu.?

Di samping berisi berita untuk dan tentang partai, DM juga mencoba untuk mengetengahkan berita yang murni informasi kepada pembacanya. Hal ini mengingat pembacanya yang terdiri dari berbagai kalangan, di samping anggota partai sendiri. ? Mereka adalah pemimpin-pemimpin partai, para menteri, perwakilan negara asing, perwakilan partai di luar negeri, pihak tentara, polisi, jawatan-jawatan, dan lain-lain dalam masyarakat.

Perbandingan jumlah pelanggan DM antara yang berada di dalam dan luar kota adalah sebesar 59% dan 41%. Angka ini relatif berimbang jika dibandingkan dengan prosentase penyebaran surat kabar yang lain. Posisi ini hanya bisa dicapai oleh surat kabar berhaluan sosialis seperti Pedoman, Keng Po dan liberal seperti Merdeka, Times of Indonesia, Indonesian Observer serta Bintang Timur yang juga mempunyai massa pembaca yang berimbang dengan prosentase yang tidak terpaut jauh. Abadi yang merupakan surat kabar berhaluan agama dengan tiras terbesar, justru lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat luar kota.

Dalam pembiayaannya, di samping subsidi harga kertas koran dari pemerintah, DM juga mendapat sokongan dari partai hingga kurang lebih 50%. Selain itu, DM berupaya mendapatkan pemasukan dari iklan. Salah satu pemasok iklan terbesar adalah Presdir DM sendiri yaitu Jamaluddin Malik, salah seorang dari sedikit konglomerat Indonesia pada masa itu. Usahanya meliputi impor dan distribusi perfilman yang mempunyai cabang di Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda dan merupakan pemasok suku cadang elektronik seperti motor, generator diesel, alat-alat pertanian, serta mengekspor hasil bumi seperti kopi, teh, karet, dan lain sebagainya. Di samping itu, dia juga mempunyai kontak dagang dengan luar negeri seperti Inggris, Jepang, dan Filipina. Selain itu, ada pula perusahaan keturunan Tionghoa yang memasang iklan pada edisi awal DM seperti Oey Gwan Tjiang Trading Company Limited.

Otoritas PBNU terhadap DM memang dominan, karena media ini merupakan suara partai. Tak heran jika segala tindakan yang diambil DM senantiasa berkaitan dengan kebijakan partai. DM juga mempunyai legalitas untuk mencari pola distribusi melalui kekuatan partai seperti dengan surat-surat instruksi.

Keterkaitan yang kental ini juga bisa dilihat dari jabatan redaksional yang memenuhi struktur pengelola DM. Orang-orang seperti Saifuddin Zuhri, A.A. Achsien, A. Syaichu merupakan orang-orang yang aktif di partai NU sekaligus menjabat sebagai Dewan Redaksi DM. Kalaupun tidak secara langsung terlibat dalam struktur, paling tidak orang tersebut dikenal dekat dengan sumber-sumber paling berkompeten di lingkungan NU.?

Dalam situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu era itu, adalah biasa surat kabar menghentikan penerbitannya, untuk kemudian terbit lagi setelah segala sesuatunya dianggap memungkinkan. DM pada masa-masa sesudah pemilu senantiasa melalui fase-fase pasang surut.

Kesulitan yang dialami DM, menurut PBNU, di samping faktor ekstern juga berpangkal dari faktor intern. Harian yang banyak dibaca kalangan luar NU, termasuk politisi negeri ini ternyata kurang mendapat perhatian dari warganya sendiri. PBNU telah beberapa kali mengeluarkan instruksi, namun pelanggan dari kalangan partai NU sendiri masih belum bisa mencapai 50% dari jumlah total pelanggan secara keseluruhan. Alasan yang sering dikemukakan antara lain DM kurang pedas, terlalu dingin, dan sebagainya.

Menjawab kritik warga ini, PBNU memberi alasan bahwa tulisan DM yang kurang pedas itu memang sejalan dengan garis kebijaksanaan NU yang senantiasa menggunakan politik “billatie hiya achsan”, dengan tetap teguh memegang prinsip akhlaqul karimah. DM sengaja tidak menggunakan cara-cara yang main hantam untuk menarik simpati dari kalangan luar NU. Dengan simbolik, PBNU melalui surat yang ditandatangani KH Idham Khalid sebagai ketua umum dan H. Saifuddin Zuhri sebagai sekjen mengatakan:

...Ingatlah bahwa tujuan membidik dengan peluru, ialah agar supaya mengenai sasarannya dengan tepat, sekalipun letusan peluru tidak berbunyi sama sekali! Kami bukanlah orang yang memuaskan hatinya sendiri karena letusan peluru itu sangat nyaring sekedar nyaring, tetapi tidak mengenai sasarannya, apalagi yang meledak sebelum dibidikkan dan berakibat mengenai diri kita sendiri...!

Untuk masalah keterlambatan edisi seperti dikeluhkan warga, PBNU mengembalikan persoalan pada esensi sebuah koran partai. Koran partai sebagai konsumsi warga, tidak harus dicari semata-mata dari sisi aktualnya, tapi yang paling utama adalah mengerti sikap dan perasaan yang hidup di kalangan partai, seperti tersirat pada pemberitaan dan uraian tajuk-tajuknya.

Di akhir pemerintahan Orde Lama, DM masih bisa eksis di saat media massa lain banyak tumbang karena pembredelan. Pada masa transisi antara Orde Lama dan Orde Baru, DM juga banyak dimanfaatkan oleh para budayawan Manikebu ketika berkonfrontasi dengan kalangan PKI dan Lekra. Meskipun pada akhirnya DM bisa meraih posisi prestisius sebagai satu dari sedikit media partai peninggalan Orde Lama yang masih hidup, harian ini tak bisa meloloskan diri dari restriksi negara. Setelah memberitakan hasil pemungutan suara pada Pemilu 1971 dari hasil investigasi di TPS-TPS (Tempat Pemungutan Suara), DM harus mulai mewaspadai hidupnya. Angka yang diperoleh di TPS dan sumber resmi yang dikeluarkan pemerintah dimuat dalam DM.?

Tentu saja ini menimbulkan situasi yang kontroversial, karena angka hasil investigasi dan sumber resmi pemerintah tidak sama. Menurut Anshari Sjams, Pemimpin Redaksi terakhir DM menggantikan Mahbub Junaidi, kolomnis yang juga anggota DPR, pangkal persoalan inilah yang akhirnya membuat DM dibredel. Edisi terakhir DM yang berhasil ditemukan di perpustakaan Nasional bertanggal 30 Oktober 1971. (HAIRUS SALIM HS)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, H Rumadi Ahmad menjelaskan tentang hate speech dan unsur-unsurnya.

Menurut Rumadi, kata hate yang berarti rasa benci itu terkait dengan emosi yang kuat di dalam seseorang baik penghinaan, permusuhan, atau kebencian terhadap seseorang atau kelompok yang dijadikan target karena mereka memiliki karakterisktik tertentu yang yang tidak disukai orang itu.

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Jelaskan Hate Speech dan Unsur-Unsurnya

Demikian dikatakan Rumadi pada Focus Discussion Group (FGD) yang diselenggarakan Panitia Komisi Bahtsul Masail Qonuniyah Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) tentang Ujaran Kebencian dalam Berdakwah di lantai lima, gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

Sementara speech sendiri, katanya melanjutkan, terkait dengan ekspresi, yakni ekspresi berpendapat atau mengemukakan ide menggunakan beberapa medium, baik pidato, video, poster atau yang lain. 

“Jadi hate speech bisa disalurkan dengan menggunakan berbagai macam medium yang di situ ada emosi kebenciannya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia pun mengemukakan lima unsur yang terdapat pada hate speech atau siar kebencian.

Pertama, ada niat. Menurut Rumadi, untuk melakukan siar kebencian itu pasti seseorang sudah punya niat untuk melakuka permusuhan atau membenci kepada orang atau kelompok yang dibencinya.

Kedua, ada orang atau kelompok yang menjadi target kebenciannya. Dikatakan hate speech, katanya,baik dilakukan individu atau kelompok, baik basisnya karena ras, agama atau orientasi seksual tertentu jika ada targetnya.

Ketiga, bentuk ekspresi kebencian dan permusuhan yang dilakukan melalui berbagai medium. Keempat, menyebarkan , mengajak atau mempromosikan kebencian kepada orang atau kelompok lain karena alasan-alasan tertentu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Jadi disitu ada upaya dakwah, ada upaya untuk mnegajak supaya memusushi orang (atau kelompok) tertentu,” katanya.

Kelima, menghasut kekerasan, diskriminasi, atau permusuhan terhadap seseorang individu atau kelompok. Keenam, tindakan yang dilakukan itu potensial (bahkan nyata-nyata) menimbulkan dampak berupa adanya permusuhan, bahkan tindak kekerasan kepada pihak lain yang menjadi sasaran kebencian.

Selain Rumadi, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Abdul Moqsith Ghozali, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Kepolisian Republik Indonesia (RI) Kombes Fadil Imron.

Hadir pula pada kegiatan yang dimoderaotri Mahbub Maafi ini, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) periode 2010-2020 KH Zaky Mubarok, Sekretaris LBM NU Sarmidi Hasni, Alissa Wahid, Katib Syuriah KH Mujib Qulyubi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pemurnian Aqidah, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Baghdad, Irak, Internet Marketer Nahdlatul Ulama  
Tiga muslim Syiah berjanggut lebat dan berbadan besar memegangi Karrar, sedangkan seorang mantan dokter tentara Irak menyingkap jubah putih anak lelaki usia sembilan tahun yang terus menangis itu.

"Nggak apa-apa. Nanti juga baik. Sayid Muqtada (Sadr) akan datang menjenguk kamu sekarang," bisik Mushtaq Abdulwahid, 27, ke telinga remaja itu.

Di dinding di belakangnya, tergantung poster besar ulama muda karismatis itu dengan jubah hitamnya tengah menatap mereka sambil tersenyum.

Dokter Amir al-Ankabi, 44, mendekati Karrar sambil membawa sepasang penjepit. Dia mulai memeriksanya sementara remaja putra itu menjerit-jerit. Dokter Amir menyatakan dia bisa disunat.

"Penyunatan pertama tidak terlalu bagus, dan beberapa kulit luar masih tersisa di ujungnya," ujar ayah anak lelaki itu Ahmad Abdulkadhim, 33.

Setelah Karrar yang berangsur tenang dibawa keluar, adiknya Hussein, 4, menyusul masuk. Dengan pemotong listrik, proses penyunatan itu hanya berlangsung beberapa detik. Ahmad dengan bersimbah senyum mengangkat Hussein yang masih menangis dan membawanya keluar dari kamar. Penis Hussein yang habis disunat dibiarkan terbuka.

Di luar, anak lelaki itu mendapat hadiah sekantong cokelat yang di dalamnya berisi tulisan Hadiah dari kantor syahid Sadr yang mengacu pada almarhum ayah Sadr, Muhammad Sadiq, seorang ulama yang sangat dihormati yang dibunuh pada 1999.

Di halaman Pusat Kebudayaan Sadr di Al-Amil, kawasan kelas pekerja di barat Baghdad, Sabtu (25/6) itu, sekitar seratusan ibu dan bapak lainnya antre sambil menggendong bayi mereka atau menuntun anak mereka.

Sunatan gratis itu diumumkan lewat pengeras suara di luar pusat kebudayaan tersebut dan spanduk-spanduk dipasang hampir di seluruh distrik tersebut.

"Kampanye ini hanya bisa berlangsung berkat izin Allah karena itu janganlah kita membawa peralatan musik, menembakkan senapan ke udara atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan Islam," demikian bunyi tulisan di spanduk itu.

"Ini seperti pesta perkawinan saya," kata Riad Abboud, 30, sambil menggendong putranya Mustafa, 1, yang juga baru disunat.

Pita warna-warni, bendera Irak dan poster-poster Sadr, ayahnya dan imam-imam suci Syiah memenuhi halaman tersebut. Para keluarga yang antre mengatakan akan mengadakan pesta untuk anak mereka yang baru disunat.

"Ini kami lakukan untuk membantu keluarga-keluarga miskin," ujar Sheikh Mahmud al-Subaih, simpatisan Sadr yang mengawasi program sunatan gratis itu. Ditambahkannya, pusat budaya Sadr juga memberikan pelatihan membaca Alquran, serta budaya, dan etika "untuk menghadang pengaruh penjajah AS".

Program sunatan untuk tujuan politik bukan soal baru di Irak. Pada masa rezim Saddam Hussein, sunatan gratis juga dilakukan di kantor Partai Baath pada 17 dan 30 Juli setiap tahun untuk memperingati berkuasanya rezim tersebut. (AFP/MI/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Kajian, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Baghdad pun Menggelar Sunatan Massal

Rabu, 13 Desember 2017

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran

Salah satu ciri khas pesantren di Jawa pada umumnya adalah mengaji kitab-kitab berbahasa Arab yang tidak berharakat (kitab gundul). Ada juga yang menyebutkan kitab kuning, karena sebagian besar kitab-kitab klasik itu dicetak dengan kertas berwarna kuning. Kiai menerjemahkan per kata (lafadz) dengan memperhatikan kedudukan masing-masing lafadz dalam susunan kalimat. Santri mengikutinya dengan mencatat terjemahannya di bawah lafadz asal. Dengan model pengajian ini, santri tidak sekadar mengetahui terjemah lafadz, namun juga mengetahui kedudukan masing-masing lafadz baik menurut kaidah nahwu maupun sharaf, sehingga pemahaman mereka atas makna teks menjadi lebih dalam.

Lafadz yang berkedudukan sebagai subyek (mubtada’) pasti disebut terjemahnya adalah utawi, sedangkan yang berkududukan sebagai predikat (khabar) selalu disebut terjemahnya adalah iku. Hal ini berlaku dalam kalimat nominal (jumlah ismiyyah). Jika susunannya adalah kalimat verbal yang terdiri dari (fi’il dan fa’il), maka terjemah lafadz kerja (fiil) pasti akan diikuti keterangan waktu lampau, sekarang atau akan datang (wus, lagi, arep). Jika kedudukan lafadz itu menjadi subyek (fa’il), maka pasti dengan tegas terjemahnya diucapkan dengan ungkapan sapa (jika subyek berakal) atau apa (jika subyek tidak berakal). Ada banyak lagi contoh terjemah yang menujukkan kedudukan lafadz dalam suatu kalimat, misal, ing menujukan obyek, halih menunjukkan hal, apane menunjukkan tamyiz, rupane menunjukkan badal dan masih banyak lagi yang lainnya.?

Model pengajian seperti ini secara sistematis telah melatih santri atau murid menjadi peka terhadap struktur kalimat (tarkib) dan perubahan i’rabnya. Struktur minimal kalimat adalah terdiri dari subyek dan predikat, sedangkan yang lengkap adalah subyek, predikat, obyek dan keterangan. Hal ini juga berlaku pada bahasa Arab. Adapun i’rab adalah perubahan akhir kalimat dalam bahasa Arab karena perbedaan unsur (‘amil) yang memasukinya baik secara tampak lafadznya maupun secara perkiraan. Misalnya lafadz al-kitaab; dalam keadaan tertentu lafadz itu harus dibaca al-kitaabu, al-kitaaba, atau al-kitaabi karena menempati kedudukan yang berbeda. ? ? ? ?

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bedah I’rab Ayat-ayat Al-Quran

Mungkin karena diidentikkan dengan Al-Quran yang berbahasa Arab, kajian teori gramatika bahasa Arab di pesantren selama ini dipersepsi sebagai sesuatu hampir-hampir sakral. Buktinya tingkat senioritas kompetensi santri seringkali dilekatnya dengan berapa banyak bait-bait nadham kitab Imrithy atau Alfiyah ibn Malik. Tidak semua pesantren menganjurkan atau bahkan mewajibkan santri menghafal Al-Quran, tapi sebaliknya santri terkondisikan untuk menghafal bait-bait nadham dalam kedua kitab itu, padahal ia bukan kitab suci yang membacanya bernilai ibadah (almuta’abbad bi tilaawatihi).

Didorong semangat untuk melestarikan tradisi keilmuan dan pembelajaran di pesantren seperti ini, Muhammad Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang menyusun sebuah buku berbahasa Arab dengan judul, Shafaaul Lisaan Fii I’raabil Quraan. Buku ini memang ditujukan untuk para pemula dalam studi bahasa Al-Quran, khususnya para santri dan mahasiswanya, sehingga hanya berisi analisis irab tiap lafadz dan kalimat ayat-ayat Al-Quran yang terpilih dengan menggunakan metode irab yang telah dikenal di pondok pesantren.?

Penyusun buku ini sepertinya ingin memadukan antara penguasaan gramatika bahasa Arab dan pembelajaran kitab suci Al-Quran, sehingga sikap santri dalam menyakralkan ilmu diarahkan secara tepat pada kitab suci Al-Quran. Kitab Imrithy atau Alfiyah ibn Malik memang penting untuk belajar gramatika bahasa Arab, namun tidak sepatutnya disakralkan melebihi penyakralan terhadap kitab suci Al-Quran.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penyusun buku ini yang juga alumnus MAPK/MAKN Jember menganalisis kandungan i’rab tiga surat Al-Quran pilihan, yaitu: QS. Al-Fatihah, QS. As-Sajadah, dan Al-Insan. Ketiga surat ini sangat populer di pesantren, khususnya di pesantren Gus Awis, karena sering dibaca khususnya dalam shalat Shubuh hari Jumat. Dengan obyek kajian tiga surat al-Quran itu, pembaca buku ini diharapkan memperoleh dua manfaat sekaligus. Manfaat pertama adalah pembaca akan mampu belajar mendalami penarapan ilmu nahwu dan sharaf. Manfaat kedua adalah membaca, belajar dan memahami ayat-ayat dan ? kandungan kitab suci Al-Quran yang secara langsung memiliki nilai ibadah. ? ? ?

Menurut penyusun buku ini ketiga surat Al-Quran tersebut memiliki variasi i’rab yang sangat beraneka macam, sehingga merepresentasikan i’rab yang terkandung dalam seluruh ayat-ayat Al-Quran. Dengan mengkajinya, maka pembaca akan mempu memformulasikan i’rab yang terdapat dalam ayat dan surat yang lain secara mandiri. ? ? ?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kompetensi menganalisis i’rab suatu kalimat sangat diperlukan dalam kajian tafsir Al-Quran. Ketidaktepatan analisis i’rab bisa mengubah makna secara fatal. Sebagai misal, dalam QS. Fatir ayat 28, seharusnya makna yang tepat adalah hanya saja yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya adalah ulama. Makna ini diperoleh jika lafadz Allah dalam ayat itu dibaca Allaaha. Sebaliknya maknanya bisa berubah sangat fatal, jika lafadz Allah dibaca Allaahu, sehingga terjemahnya menjadi hanya saja Allah takut kepada hamba-hambaNya yang ulama. Lafadznya sama, namun jika dibaca Allaaha atau Allaahu, ternyata maknanya sudah bertentangan 180 derajat. Oleh karena itu ilmu I’rab menjadi salah satu ilmu penting dalam memahami ayat-ayat Al-Quran khususnya.?

Selama ini analisis i’rab seringkali hanya digunakan untuk membedah kalimat bahasa Arab biasa. Melalui bukunya ini dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengajak pembaca untuk langsung menerapkannya dalam analisis ayat-ayat Al-Quran. Ini adalah karya yang patut diapresiasasi karena menjadi sarana mempopulerkannya dalam kajian-kajian bahasa Arab. Santri atau murid tidak sekadar membaca dan menganalisis kalimat bahasa Arab biasa, namun langsung diarahkan kepada analisis bahasa kitab suci Al-Quran yang mengandung berbagai keutamaan yang tidak dijumpai dalam bahasa Arab biasa.

Alhasil, siapa saja yang membaca dan mempelajari kandungan buku ini pasti akan melakukan dua aktifitas mulia sekaligus, yaitu mengaji dan mengkaji ayat-ayat Al-Quran. Pembaca juga akan mendapatkan sisi sakral dan gramatikal di dalam buku ini. Jika penasaran, silakan miliki dan membacanya sendiri untuk membuktikannya. ?

Data Buku

Judul Buku : Shafaaul Lisaan Fii I’raabil Quraan

Penulis ? ? ? ? : Muhammad Afifuddin Dimyathi

Penerbit ? ? ? ? : Lisan Arabi

Alamat ? ? ? ? ? : Sidoarjo, Jawa Timur

Cetakan ? ? ? ? : Pertama : 2016 M / 1437 H ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Halaman : 117 halaman

Peresensi

Nine Adien Maulana, Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Negeri 2 Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

NU Sragen Dukung Renovasi Masjid Kauman

Sragen,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rencana Pemerintah Kabupaten Sragen untuk merenovasi Masjid Kauman, mendapat apresiasi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.?

Pembangunan masjid tersebut telah diputuskan pada rapat paripurna tentang APBD 2014, yang akan mendapat bantuan sebesar Rp 2 miliar.

NU Sragen Dukung Renovasi Masjid Kauman (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sragen Dukung Renovasi Masjid Kauman (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sragen Dukung Renovasi Masjid Kauman

NU Sragen, yang selama ini ikut mengawal kebijakan tersebut, mengungkapkan dukungannya melalui Wakil Ketua PCNU Sragen, Muh. Fadlan.?

“Kami memberikan apresiasi dan menyambut positif. Lebih dari itu, kami berharap masjid tersebut betul-betul membawa kemaslahatan bagi umat dan segenap masyarakat di Sragen,” katanya, Jumat (20/12).

Fadlan menjelaskan, Masjid Kauman memiliki sejarah terkait perkembangan dakwah dan peradaban Islam di Bumi Sukowati. “Selain itu, masjid ini meruapakan masjid tertua yang sudah seharusnya mendapat perhatian,” paparnya.

Meskipun demikian, NU Sragen berharap dalam proses pembangunan nantinya tetap melibatkan para kiai dan ulama. “Boleh direnovasi, tapi jangan sampai mengubah seluruh bentuk aslinya. Karena itu, saran dan pertimbangan para ulama dan kiai di Sragen tetap diperlukan,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Yang tidak kalah penting, keberadaan masjid harus menjadi salah satu pusat pembinaan umat dan penyemaian kajian keislaman dan kebangsaan, sebagaimana harapan para ulama pendahulu,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

PERNYATAAN PERS

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Pendidikan, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Desember 2017

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Muktamar ke-33 NU di Jombang yang bakal digelar 1-5 Agustus 2015 mendapat perhatian berbagai kalangan. Tak ketinggalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Organisasi profesi wartawan ini menyatakan kesiapannya turut menyukseskan perhelatan akbar NU itu.

"Sebagai organisasi profesi, PWI Jombang khususnya akan ikut mensyukseskan kegiatan Muktamar NU yang ada di Jombang. Kita sudah komunikasikan dengan panitia daerah dalam hal ini Gus Ipul," ujar Yusuf Wibisono, Ketua PWI Jombang, Rabu (8/7), usai koordinasi dengan seluruh anggota di Grama Media Jl KH Wahid Hasyim, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengatakan, menyongsong penyelenggaraan forum Musyawarah tertinggi NU tersebut, pihaknya mengadakan kegiatan “Bakti PWI untuk Muktamar ke-33 NU”. Salah satunya adalah memberikan informasi dan publikasi bagi masyarakat terkait agenda NU di kota santri.

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWI Jombang Sediakan Posko untuk Wartawan Muktamar

"Di samping memang sudah tugasnya mempublikasikan informasi, teman teman wartawan juga akan mendirikan posko untuk pekerja pers yang melakukan peliputan di arena Muktamar NU," imbunya seraya mengatakan, Jombang merupakan kota kelahiran tokoh tokoh besar pendiri NU seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah dan KH Bisri Syansuri dan juga Gus Dur.

Posko wartaman Muktamar NU ini, tambah Yusuf, akan menempati gedung Media Center di Jalan KH Wahid Hasyim yang merupakan kantor PWI Jombang. ? "Kebetulan gedung PWI ini lokasinya sangat dekat dengan lokasi utama yakni yang ada di alun alun Jombang, hanya sekitar 300 meteran. Temen-temen media yang melakukan peliputan baik dari media nasional maupun internasional bisa ngepos di sini, dan akan akan disediakan tenda, serta fasilitas pendukung seperti jaringan internet yang memadai untuk memudahkan mereka bekerja,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, masih menurut Yusuf, Kantor PWI Jombang dikatakannya bisa digunakan untuk beristirahat bagi? para awak media. "Insyaallah juga akan disediakan ruangan tempat tidur dan kamar mandi, termasuk kopi biar temen-temen bekerja bisa nyaman," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Perilaku dan tindakan ekstrem atas nama agama kerap menjadi stigma bagi masyarakat dunia (baca: Barat) untuk menjustifikasi bahwa Islam adalah agama teroris. Brand ini bukan tanpa alasan karena yang seringkali melakukan teror mematikan dengan menggunakan bom, dan lain-lain tidak lain adalah seorang Muslim.

Tentu tindakan tersebut hanya dilakukan oknum, baik dalam bentuk kelompok, organisasi, maupun individu. Namun, sebagian orang Barat nampaknya memmukul rata (generalisir) untuk menjustifikasi orang Islam sehingga mereka pun terkadang mengalami diskriminasi di negara-negara Barat atas perbuatan segelintir oknum yang nyata-nyata membuat wajah Islam tidak baik di mata dunia.

Pada prinsipnya, kelompok-kelompok ekstrem (tatharruf) kerap menggunakan ayat-ayat pedang (qital) untuk melegitimasi aksi kejinya atas nama jihad menegakkan agama Allah, perjuangan mendirikan negara Islam, dan sejumlah argumentasi utopia lainnya.?

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Kelompok paling nyata yang sering mempropagandakan kekejaman teror atas nama agama adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan mendeligitimasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Kajian serius tentang ISIS yang keliru dan melenceng dalam menggunakan Hadits dikupas secara mendalam oleh M. Najih Arromadloni dalam bukunya, Bid’ah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits.

Awalnya buku ini merupakan penelitian Tesisnya yang berhasil ia pertahankan di depan para penguji di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Buku setebal 202 halaman ini juga bukan hanya mengkaji penistaan ISIS terhadap hadits, tetapi juga berupaya mengenalkan lebih jauh tentang ISIS kepada para pembaca. Seperti apa sepak terjang ISIS semenjak dideklarasikan pada tahun 2014 lalu, namun jauh sebelum itu, yakni ketika veteran perang Afghanistan mulai menciptakan embriologinya di tahun 1990-an.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pandangan penulis buku, ISIS sebagaimana organisasi radikal lain yang berlabel agama tidak lebih dari sekadar organisasi politik yang menggunakan dan menyajikan ayat-ayat pedang dengan dalih menegakkan agama Allah untuk tujuan pendirian Daulah Islamiyah. Gerakan ini secara berkelindan membuat ISIS sering memahami hadits secara politis atau dengan kata lain melakukan politisasi hadits.

Buku ini juga menerangkan secara jelas mana hadits-hadits yang sering terpolitisir oleh paham ekstrem-radikal Abu Bakar Al-Baghdadi dan kroni-kroni kejinya di ISIS. Mereka bukan hanya melenceng jauh dari konteks diturunkannya nash, tetapi juga tidak mampu memahami bahwa keberadaan Al-Qur’an maupun Hadits tidak berdiri sendiri melainkan saling bertautan. Tautan antara ayat satu dengan yang lain dan hadits satu dengan hadits lain mewujudkan pemahaman agama secara mendalam, tidak dangkal dan radikal seperti tampak dalam nalar kelompok ISIS.

Salah satu yang disebut dalam buku ini mengenai ISIS adalah merupakan kelompok takfiri radikal. Artinya mereka tidak hanya mudah mengafirkan dengan hadits-hadits yang dieksploitir secara politis, tetapi juga berlaku brutal dengan cara kekerasan, merampas, hingga membunuh orang lain yang dianggap kufur oleh mereka. Bahkan sampai menghalalkan seorang perempuan untuk dijadikan budak seks dan dijual bebas.

Di era teknologi informasi yang terbuka bebas dan serba cepat, ISIS memanfaatkan betul kecanggihan tersebut, utamanya melalui media sosial. Tercatat pada tahun 2014 lalu, mereka menciptakan sekitar 50.000 akun lebih di media sosial untuk melakukan propaganda radikalnya. Nampaknya, mereka sengaja menciptakan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat dunia lewat aksi kejinya seperti memberondong dengan tembakan kepada sejumlah orang secara hidup-hidup, membakar, hingga menggorok secara tidak berperikemanusiaan dan diunggah di media sosial? You Tube.?

Lebih keji lagi, korban mereka tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari agama dan kelompok-kelompok lain seperti Yahudi, Kristen, Katolik, Sunni, Syiah, dan kelompok serta suku-suku lainnya. Artinya, keberadaan mereka seperti tanda-tanda akhir zaman dengan hadirnya fitnah kubro (fitnah besar untuk seluruh manusia), seseorang atau sekelompok orang yang tidak sepaham dan tidak mau mengikuti ISIS, maka jaminannya adalah nyawa yang siap melayang dengan cara keji. Wallahu a’lam bisshowab.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam buku tersebut juga dijelaskan, pada awal April 2014 lalu, salah seorang juru bicara ISIS Abu Muhammad al-‘Adnani menyatakan, Nabi Muhammad adalah seorang yang diutus untuk mengemban pedang sebagai Rahmat bagi alam semesta. (Halaman 18)

Ia mendasarkan pendapatnya itu pada sebuah hadits berikut: Nabi SAW bersabda, “Aku diutus dengan pedang, menjelang datangnya hari kiamat, sampai Allah disembah secara esa bayang-bayang busurku dan akan ditimpakkan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyalahi aturanku, dan barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari mereka.” (HR Ahmad dalam al-Musnad dari Ibnu Umar dan dijadikan Shahid oleh al-Bukhori)

Hadits di atas bukan hanya dieksploitir untuk melegalkan aksi keji mereka, tetapi mereka juga tidak berupaya memahami konteks diturunkannya (asbabul wurud) hadits tersebut. Di titik ini, ISIS atau kelompok ekstrem sejenis hanya menghadirkan ayat-ayat pedang atau perang, padahal ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang menyatakan bahwa Islam adalah agama kedamaian, rahmat, dan toleran tidak kalah banyaknya. Lantas, mengapa mereka hanya memilih ayat-ayat perang dalam memanifestasikan keagamaan mereka?

Sebetulnya ISIS merupakan salah satu kelompok yang mewujudkan ekstrem radikalnya melalui tindakan langsung secara keji yang berawal dari radikalisme. Jika digambarkan secara jelas, radikalisme bisa dibagi menjadi tiga, bertindak secara radikal (melakukan teror), radikalisme pemikiran, dan radikalisme secara pemahaman. Konteks Indonesia sendiri, saat ini eskalasi penguatan radikalisme ada pada aspek pemikiran dan pemahaman. Yang jelas, muara dari semua itu adalah tindakan teror.

Kajian holistik yang dilakukan oleh penulis buku ini membawa pembaca untuk menyelami ISIS hingga ke akar-akarnya. Pembaca dapat memahami ISIS secara historis, geneologis, dan ideologis. Tokoh-tokoh utama beserta jaringan organisasinya juga dapat pembaca temukan di dalam buku yang banyak menghadirkan rujukan kitab-kitab secara otoritatif ini.

Kajian buku yang mendasarkan diri dari Majalah Dabiq yang disebarluaskan ISIS di internet ini, penulis buku berupaya menganalisis penistaan Hadits yang dilakukan oleh ISIS tentang khilafah, jihad, hijrah, Iman, dan al-Malahim. Review buku secara singkat ini tentu belum menghadirkan semua informasi dan gagasan penulis buku secara utuh sehingga pembaca dapat memahami lebih jauh lagi dengan membaca bukunya secara langsung. Selamat membaca!

Identitas buku:

Judul Buku: Bidah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Penulis : M. Najih Arromadloni

Tebal: 202 halaman

Cetakan : Pertama, Maret 2017

Penerbit : Daulat Press Jakarta

ISBN : 9786021813157

Peresensi: Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Lomba, Kyai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan di era globalisasi dan teknologi persaingan antar negara sangat ketat, dan bila tidak berani meloncat, Indonesia akan tertinggal.

Hal itu disampaikan Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman, di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis, (4/5) pagi.

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

“Saat ini bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, juga bukan yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Siapa dan negara mana pun,” papar Joko Widoddo.

Ia menegaskan loncatan bagi Indonesia bisa saja terjadi. “Itu tergantung niat atau tidak niat, mau atau tidak mau. Bukan masalah pintar atau tidak pintar,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jokowi mengungkapkan pemerintah melakukan berbagai terobosan untuk membangkitkan potensi kelautan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

“Infrastruktur maritim, tol laut, pembangunan pelabuhan Indonesia mampu menurunkan harga-harga logistik di Indonesia bagian timur. Bila trayek dan rute semakin banyak, tentu akan lebih baik,” kata Joko Widodo.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Potensi ekonomi kelautan Indonesia mencapai 1,33 tiliun dolar. Angka itu senilai 19.000 triliun rupiah. “Tapi kalau pengelolaannya hanya itu saja, rutinitas monoton, tidak ada terobosan jangan harap potensi itu bisa didapatkan,” Jokowi mengingatkan.

Menurutnya bila dari potensi di atas dapat tercapai sepuluh persen saja sudah termasuk bagus. Beberapa langkah dapat terus dilakukan dalam mewujudkan potensi tersebut. Di antaranya pemanfaatan budidaya aqua kultur.?

“Kita harus ajari nelayan kita untuk tahu potensi yang ada agar nilai tambah dari barang yang ada bisa puluhan kali dari yang kita lakukan saat ini,” lanjutnya.

Ia mendorong agar riset dan pengembangan teknologi tak terkecuali di bidang kelautan terus dilakukan. “Jangan terlalu linear dan monoton. Padahal dunia berubah begitu cepat," tegas Jokowi.

Teknologi harus kita kejar tanpa itu sulit mengejar ketertinggalan kejar dengan negara lain,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Sejarah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Presiden RI meminta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) berperan aktif dalam menangkal radikalisme dalam beragama di kalangan pelajar. Wapres menegaskan dukungannya kepada IPNU agar terus memperjuangkan moderasi di kalangan pelajar dan menolak berbagai bentuk ekstrimisme dalam beragama.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPNU Ahmad Syauqi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Kamis (29/7). Rombongan PP IPNU diterima di Istana Wapres pada Rabu (28/7) kemarin.

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Minta IPNU Tolak Radikalisme Pelajar

“Kami menyampaikan berbagai isu strategis dalam bidang pendidikan dan berbagai persoalan yang dihadapi oleh pelajar,” kata Syauqi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa materi tersebut akan dibawa pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I IPNU pada 29 Juli-1 Agustus 2010 mendatang di Pontianak, Kalimantan Barat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Syauqi, ada tiga hal pokok yang disampaikan PP IPNU kepada Wapres. Pertama, munculnya tantangan baru yang menginfiltrasi dunia pendidikan nasional yaitu suburnya nilai radikalisasi agama melalui institusi intra sekolah berkedok ”Rohis” (Rohaniawan Islam).

“Organisasi underbow OSIS di wilayah kajian keagamaan tersebut, kini menjadi ruang potensial bagi suburnya penanaman nilai-nilai Islam garis keras, dengan pemahaman kaku. Pemahaman kaku dan parsial terhadap nilai keagamaan itu, pada gilirannya dapat mengancam pondasi nasionalisme dan kontraproduktif dengan semangat kebhinekaan,” katanya.

Selain soal radikalisme PP IPNU juga menyampaikan keresahan pelajar mengenai beredarnya video mesum pasangan artis terkenal di Tanah Air. PP IPNU menyampaikan, video-video tak senonoh itu telah banyak beredar di kalangan para pelajar dan generasi muda yang bisa disaksikan via internet dan ponsel.

Kepada Wapres PP IPNU juga meminta pemerintah mengoptimalisasi anggaran berbasis kebutuhan pelajar. Selama ini, dari akumulasi kuota anggaran pendidikan 20% lebih banyak dihabiskan untuk alokasi biaya rutin. “Hal itu mengakibatkan besarnya alokasi dana pendidikan tidak berbanding lurus dengan kualitas SDM pelajar,” kata Syauqi. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 21 November 2017

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Yogyakarta mengajak masyarakat setempat melakukan aksi donor darah dan tes infeksi virus human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Kegiatan sosial ini dilaksanakan Sabtu (30/11) bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember kemarin.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Aksi Donor Darah

Aksi donor darah dipusatkan  di Jalan Gedong Kuning, Kota Yogyakarta, tepatnya di kompleks Masjid Al-Huda. Panitia berhasil mengumpulkan sedikitnya 10 kantong darah dari pendonor. Selanjutnya, darah akan dikirim ke Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta untuk disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia Afif Rizqon Haqqi, aksi ini merupakan wujud kepedulian  PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta kepada masyarakat, khususnya di kalangan pelajar Kota Yogyakarta.

“Kita bisa secara implisit mensosialisasikan tentang bahaya dan cara penanggulangan HIV/AIDS,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sesuai dengan tema “Jogjaku Kota Budaya: Terbebas dari HIV/AIDS”, malam harinya aksi ini ditutup pagelaran wayang kulit Ki Eko Suryo, Kepala Pariwisata dan Budaya Kota Yogyakarta. (Ayik-lq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Fragmen, News, Pendidikan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock