Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama, kami mendengar shalat utaqa, shalat sunah di bulan Syawwal. Yang saya tanyakan adalah tatacara shalat utaqa dan keutamaannya? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Karim/Bogor)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Utaqa, Shalat Sunah Hajat di Bulan Syawwal

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Di bulan Syawwal kita mengenal puasa sunah enam hari. Selain itu, kita juga mengenal shalat sunah sebanyak delapan rakaat yang kemudian disebut dengan nama shalat utaqa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembaca yang budiman, shalat sunah utaqa ini mudah diamalkan. Shalat ini berjumlah delapan rakaat. Pada setiap rakaat kita membaca surat Al-Fatihah. Setelah Al-Fatihah, kita membaca 15 kali Surat Al-Ikhlash. Selesai shalat delapan rakaat, kita membaca tasbih sebanyak 70 kali dan shalawat sebanyak 70 kali. Setelah itu kita berdoa sebagaimana doa usai shalat pada lazimnya.

Shalat sunah utaqa ini dapat dikerjakan siang atau malam. Shalat ini dapat dikerjakan dengan empat atau dua salam. Shalat sunah ini juga dapat diamalkan pada tanggal berapa saja di bulan Syawwal karena tidak ada ketentuan perihal tanggal pelaksanaannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Shalat ini dinamai shalat utaqa (shalat pembebasan) karena Allah SWT akan membebaskan orang yang mengamalkan shalat sunah ini dari impitan utang dan Allah akan memenuhi hajat mereka. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mencantumkan hadits berikut ini perihal keutamaan shalat utaqa.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah alirkan mata air hikmah di hatinya; Allah gerakkan lisannya untuk mengucapkan kalimat-kalimat mengandung hikmah; dan Allah perlihatkan kepadanya penyakit sekaligus obat dunia. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini sebagaimana aku tunjukkan, melainkan Allah mengampuninya setiap kali ia mengangkat kepalanya dari sujud. Kalaupun ia meninggal, maka kematiannya dinilai sebagai syahid yang membawa ampunan Ilahi. Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini di perjalanan, melainkan Allah mudahkan perjalanan berangkat hingga pulang ke tempat yang dituju. Kalaupun ia tengah menanggung utang, niscaya Allah akan menutup utangnya. Kalaupun ia sedang berhajat, niscaya Allah luluskan hajatnya.

Demi Allah, Tuhan yang mengutusku dengan haq, tiada seorang hamba yang mengerjakan shalat ini, melainkan Allah berikan kepadanya sebuah makhrafah untuk setiap huruf dan setiap ayat yang dibacanya.’ Sahabat bertanya, ‘Apa itu makhrafah ya Rasul?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Makhrafah adalah sebuah taman di surga dimana seorang berkuda yang berjalan di bawah naungan salah satu pohon di dalamnya selama seratus tahun tidak juga mencapai tepi naungan itu,’” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqqi Azza wa Jalla, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan pertama, 1997 M/1417, juz II, halaman 249).

Pada bulan Syawwal ini kita tidak hanya dianjurkan berpuasa sunah sebanyak enam hari. Kita juga dianjurkan untuk mengamalkan shalat sunah utaqa ini di bulan Syawwal. Baiknya kita tidak melewatkan puasa dan shalat sunah Syawwal ini mengingat keutamaan keduanya yang luar biasa.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, RMI NU, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 18 Februari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 16 Februari 2018

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menjelang musim ujian akhir semester gasal tahun pelajaran 2016-2017, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa mengadaan kejuaraan. Ratusan peserta semangat dalam ajang kejuaraan bertema "Berlatih, Bertanding, Berprestasi Serta Junjung Tinggi Nilai-nilai Sportivitas" tersebut.

Sebanyak 170 peserta pelajar dari 50 sekolah tingkat dasar hingga menengah mengikuti Kejuaraan Cabang Pagar Nusa Ke-2 Kabupaten Kudus pada Kamis (24/11) di Gedung JHK Kecamatan Kaliwungu, Jalan arah Kudus-Jepara.

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

170 Pelajar Ikuti Kejurcab Pagar Nusa Kabupaten Kudus

Menurut Noor Ahsan, Sekretaris Panitia, peserta bukan hanya dari sekolah yang bernaung di Lembaga Pendidikan Maarif NU Kudus saja. "Terdapat peserta delegasi dari sekolah non-Maarif, yakni SMK Grafika dan SMK PGRI. Secara keseluruhan jumlah peserta tingkat menengah atas yakni 70, menengah pertama sama 70 peserta, dan sisanya peserta dari sekolah tingkat dasar," kata pemuda yang akrab disapa Kang Ahsan ini.

Setiap peserta merupakan alumni dari ujian sabuk yang belum lama dilaksanakan, pada tanggal 27-28 bulan Oktober kemarin di MTs NU Hasyim Asyari 2 Karangmalang Gebog Kudus. Maka jika di rata-rata mereka adalah pemakai sabuk putih, sebab sebelumnya telah ujian kenaikan tingkat dari sabuk polos ke sabuk putih.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Babak penyisihan digelar pada Kamis siang (24/11), malam harinya babak semi final dan Jumat pagi (25/11) dilaksanakan babak final. Juara umum akan maju di Kejuaraan Daerah Jawa Tengah, yang direncanakan akan digelar pada tanggal 23-27 bulan depan di Bale Kambang Nalumsari Jepara.

Meski kepengurusan Pagar Nusa Kabupaten Kudus sendiri masih baru, namun rasa optimis tersirat pada setiap kegiatannya. "Selama dua bulan saja, PSNU Pagar Nusa melakoni tiga even besar sekaligus, yaitu ujian sabuk bulan jelang akhir Oktober, Pelantikan 13 November, hingga Kejurcab ini," ungkap pemuda kelahiran 1996 lulusan MA NU Maarif Kudus tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kang Ahsan yang telah memakai sabuk hijau ini berharap agar semua pengurus baru bisa menjaga kekompakan dalam satu tujuan, memajukan Pagar Nusa Kabupaten Kudus. (Istahiyyah/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama RMI NU, Habib, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Himpunan Mahasiswa Matematika atau Himatika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang kembali menyelenggarakan kompetisi matematika tingkat provinsi. Kegiatan kali ini untuk tingkat MA dan SMA, dari sebelumnya yakni MTs dan SMP. 

Pada sambutan pembukaan, Prof Dr KH Ahmad Zahro menyampaikan bahwa Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) terbilang sangat kreatif. “Walaupun kecil, tapi bisa membuktikan dengan kegiatan yang sangat bermutu, salah satunya adalah Program Kreatifitas Mahasiswa atau PKM,” kata Rektor Unipdu tersebut, Ahad (28/1).

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Selanjutnya Profesor Zahro, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Fakultas MIPA selalu mendapatkan hibah penelitian PKM yang diselenggarakan Ristek Dikti. “Ke depan, Fakultas Matematika Unipdu diharap tambah berkembang dan menjadi pioner di lingkungan kampus bahkan dalam kancah nasional,” kata guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Dyah Novita Larasati selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Himatika Unipdu tidak semata menjadi kewajiban memajukan organisasi internal kampus. “Tetapi juga sebagai tanggung jawab mahasiswa dalam menjunjung tinggi almamater yaitu mengembangkan Unipdu menjadi kampus go to internasional,” tandasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 60 peserta dari 30 sekolah di berbagai kota se-Jatim seperti Sidoarjo, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Jombang, hingga kota-kota di Madura. Selama olimpiade berlangsung, juga diisi lomba swafoto antar sekolah. (Ibnu Nawawi

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua PCNU Brebes KH Athoillah menyampaikan tentang pentingnya dua amanat yang telah diembankan kepada NU yang artinya berlaku juga untuk seluruh lembaga dan badan otonom NU, yaitu amanat diniyah (keagamaan) dan amanat wathaniyah (kebangsaan).

Demikian disampaikan Kiai Athoillah pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XI IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes di SMK/MTs Al-Ikhlas Limbangan, Losari, Brebes, Rabu (12/7).

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Brebes Ingatkan Pelajar NU pada Amanah Keagamaan dan Kebangsaan

Dua amanah ini, kata Atho, dijalankan dengan tawasut artinya moderat pada posisi di tengah-tengah dan toleran. Dalam menjaga Islam yang mulia harus pula dengan kemuliaan. “Komitemen NU, yakni satu tekad, satu langkah untuk mempertahankan Islam dan negara,” kata Kiai Atho.

Ia mengingatkan, kebencian yang terlalu memuncak mendorong kelompok wahabi untuk melenyapkan NU antara tahun 2025 hingga 2030.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tantangan ini, lanjutnya, justru menjadikan NU makin kuat apalagi sekarang sudah mendapat dukungan penuh dari tentara, polisi, dan negara. “Pendidikan kader penggerak NU di Kabupaten Brebes juga sudah digelar 6 angkatan, dan pengkaderan lainnya banom NU yang tiada henti menjadi kekuatan tersendiri,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo yang hadir pada pembukaan konferensi ini mengharapkan kelahiran kader yang mumpuni dan memberkahi. Jadikan forum konfercab sebagai ajang silaturahmi dan peningkatan SDM dalam mengawal NKRI.

Era sekarang, kata Narjo, organisasi pemuda tengah dihadapkan pada tantangan perubahan sosial. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas dan kualitas yang memadai sehingga tidak tertinggal dan ditinggal oleh anggotanya.

Narjo juga meminta IPNU-IPPNU untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Terutama dalam penanganan dekadensi moral, merebaknya pornografi, narkoba, dan tindak negatif lainnya. “Pemkab memandang IPNU-IPPNU menjadi organisasi yang berakhlakul karimah sehingga mampu membentengi berbagai kegiatan negatif,” tandasnya.

Ketua Panitia Konferensi Abdul Azis menjelaskan, konferensi ini diikuti 750 peserta utusan dari 297 desa/kelurahan di 17 PAC se-Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 30 Januari 2018

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Gaza, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pembentukan pemerintahan nasional bersatu di Palestina masih tersendat-sendat. Pertemuan antara Presiden Mahmud Abbas dengan Perdana Menteri Ismail Haniyah untuk membahas susunan pemerintahan koalisi di Gaza, sejak Ahad (4/3) malam hingga dinihari, tidak menghasilkan kemajuan yang berarti.

Kedua pemimpin Palestina itu menyelesaikan pertemuan mereka lewat tengah malam, tanpa memberikan komentar pada para wartawan yang sudah menunggu. Juru bicara kabinet Hamas, Ghazi Hamad hanya mengatakan, pembahasan belum selesai dan masih akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka berharap sudah bisa mengumumkan pemerintahan koalisi di akhir tenggat waktu yang diberikan pada Haniyah, yang akan berakhir dua minggu lagi," kata Hamad.

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertemuan Hamas-Fatah Belum Ada Kemajuan

Pertemuan antara Abbas dan Haniyah di Gaza berlangsung selama tiga jam. Sebelum pertemuan, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh mengatakan, tugas untuk menentukan posisi-posisi dalam pemerintahan koalisi yang dibebankan pada Haniyah, harus selesai dalam satu minggu ini.

"Pemerintahan berjalan dengan baik. Tidak ada masalah serius dalam konsultasi itu," tukas Rudeineh.

Abbas dan Haniyah rencananya akan melanjutkan pertemuan di Gaza sampai hari Selasa besok untuk membahas sejumlah persoalan yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak. Salah satunya adalah penentuan orang yang akan menjabat sebagai menteri dalam negeri. Hamas sudah mengajukan dua calon untuk posisi itu, tapi keduanya ditolak oleh Abbas. Posisi menteri dalam negeri adalah salah satu posisi strategis dalam kabinet, karena menteri dalam negerilah yang akan memegang kontrol seluruh aparat keamanan di Palestina.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haniyah dan Abbas juga belum sepakat tentang siapa yang akan memegang jabatan deputi perdana menteri. Tapi tampaknya, posisi itu masih akan dipegang oleh Salam Fayyad karena dianggap cukup moderat dan diharapkan bisa membantu melonggarkan embargo finansial negara-negara Barat terhadap pemerintahan Hamas di Palestina.

Penunjukkan Ziad Abu Amar sebagai Menteri Luar Negeri, juga masih menjadi perdebatan antara Hamas dan Fatah. Hamas menginginkan penunjukkan Amar adalah bagian penunjukkan menteri-menteri dari kalangan independen, sementara Fatah menginginkan sebaliknya. (era/rif)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Budaya, Humor Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Purwakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikam Asalafiyah, Desa Cipulus, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/2).

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Lebih Baik Batik daripada Gamis

Kepada sekitar 16.000 jamaah yang hadir, Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj berpesan, pengamalan agama tidak cukup hanya dilakukan dengan memakai simbol-simbol yang diyakini atau dikaitkan dengan agama.?

“Lebih baik pakai batik dan celana panjang tapi berilmu daripada pake gamis bercelana agak tinggi dan berjenggot tapi tidak berilmu,” kata Kang Said.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, beragama harus disertai dengan ilmunya. Jadi proses penempaan diri dengan berbagai disiplin ilmu agama yang telah digariskan para ulama tetap harus dilakukan dan tidak terbatas waktu dan usia.

Kang Said menyesalkan sikap sebagian kelompok yang gemar mengkampanyekan semboyan “Kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits” tetapi tidak pernah mau belajar berbagai disiplin keilmuan yang terkait dengan cara bagaimana memahami dan mengamalkan dua sumber utama ajaran Islam tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Akibatnya mereka menjadi kelompok fundamentalis yang gemar menuding bid’ah atau sesat terhadap berbagai tradisi keagamaan yang tidak secara jelas dan persis disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits.?

Misalnya menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi, bershalawat, atau membaca kisah-kisah teladan nabi melalui syair-syair indah yang ditulis oleh para ulama, seperti dalam kitab Al-Barzanji. Kang Said menjelaskan, memuji-muji nabi melalui syair itu merupakan sunnah taqririyah, atau perilaku sahabat yang diketahui dan dibenarkan oleh Nabi.

“Yang mengatakan Maulid Nabi bid’ah, Barzanji ? bid’ah silakan belajar ke pesantren atau datang kepada saya, nanti saya jelaskan,” kata Kang Said yang hadir didampingi Sekjen Pengurus Pusat Lembaga Dakwah NU KH Nurul Yaqin Ishaq.

Peringatan Maulid Nabi Pesantren Al-Hikam Asalafiyah itu dihadiri sejumlah tokoh Nu setempat, antara lain KH Hasan Syueb (Musytayar), KH. Adang Badruddin (Rais), KH. John Dien (Katib), H. Nashir Saady (Ketua Tanfidziyah), Bahir Muhlis (Sekretaris), H. Sona M (Ket. LPNU), Ramlan Maulana (ISNU), Anwar Nasihin (GP. Ansor), KH Alam, KH M. Tajudin, dan Ust. Syarif.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mustiko DP

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Khutbah, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh komponen PBNU untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Demikian disampaikan Khofifah saat memberika sambutan pada acara pebukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pesantre Khas Kempek Cirebon (24/7).

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Ajak NU Entaskan Kemiskinan dengan Teknologi Informasi

Menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menjelaskan, kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia berada di Jawa Timur sedangkan keduanya di Jawa Tengah. Ia berpendapat, sebagian besar warga miskin ini merupakan warga NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Khofifah menjelaskan, saat ini pemerintah sedang mengembangkan sistem pemberian subsidi kepada masyarakat secara tunai, salah satunya dengan aplikasi e-warung. Untuk bantuan beras miskin, sebagian sudah dalam bentuk nontunai. Ke depan seluruh bantuan beras miskin, tidak disalurkan secara tunai sehingga berbagai masalah yang ada saat ini tidak lagi terjadi.

"Nantinya, masyarakat tidak lagi mengeluh soal adanya besar yang mengandung kutu. Mereka bisa membeli sendiri sesuai dengan pilihannya," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menegaskan, Kementerian Sosial merupakan pihak yang terlibat dalam proses pembuatan e-warung ini. Karena itu, ia mengajak PBNU untuk menyiapkan diri agar masyarakat siap dengan berb,agai sistem yang sudah nontunai ini.

"Jadi, dakwahnya PBNU bukan lagi dakwah bil lisan atau bil hal, tetapi juga bil IT," tandasnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Habib Umar Muthohar dari Semarang, Jawa Tengah menuturkan, membaca kisah para ulama dapat mencerahkan hati karena mengandung keteladanan yang dapat memberikan semangat dalam kehidupan.

"Kisah para wali, orang saleh, dan para ulama akan menjadi tentara untuk membuka hati kita," kata Habib Umar dalam Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani di Pesantren Salafiyah Al-Falah Karangrejo, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Jumat malam (22/1).

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Nabi Muhammad Diceritakan Kisah Orang Saleh Terdahulu?

Habib Umar menjelaskan, dibalik kisah para orang saleh dan ulama terdapat hikmah yang dapat dipetik, bermanfaat sebagai obat bagi hati yang gundah, sumber keceriaan, dan penyejuk jiwa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bila kita malas beribadah, bacalah kisah orang saleh ahli ibadah, bila kita malas bekerja, bacalah kisah orang hebat yang sukses. Karena itu semua dapat menggugah jiwa kita," kata Habib memberi semangat.

Allah SWT? dalam kitab suci Al-Qur’an,? menceritakan kepada Nabi muhammad SAW tentang kisah-kisah para nabi terdahulu yang dikenal gigih berjuang dalam menjalankan perintah Allah SWT. Hal itu tak lain agar nabi muhammad semakin mantap dalam mengemban risalah kenabiannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Nabi Muhammad saja yang merupakan kekasih Allah masih diceritakan tentang kisah pendahulunya. Apalagi kita yang hanya umatnya," jelasnya.

Membaca dan mempelajari perjalanan hidup Nabi melalui pembacaan maulid dan shalawat merupakan pintu berkah menuju kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada sejauh mana ia mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad SAW.

"Ingin bahagia, pelajari dan ikuti jejak orang saleh dan para ulama sebab mereka pasti bersambung dengan Rasulullah Muhammad SAW," pungkasnya.

Peringatan Maulidurrosul dan Haul Syaikh Abdul Qodir Al Jilani diisi dengan Tahtimul Quran, pembacaan tahlil dan Manaqib serta pembacaan Shalawat bersama Grup Ahbabul Mustofa, Madiun.

Selain dihadiri ribuan warga nahdliyin Pacitan, acara juga dihadiri oleh para kiai seperti, KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Mahmud dan Kiai Muhammad Aminudin, Kiai Sardi dan Kiai Rizal Al Hafidz.. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Quote, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gemuruh suara rebana yang ditabuh oleh sekurangnya seribu orang, menghentakkan suasana di serambi Masjid Agung Surakarta, Ahad (18/5). Irama tabuhan rebana tersebut mengiringi bacaan shalawat yang dilantunkan jamaah lainnya.

Panitia kegiatan yang bertajuk “Tabligh Akbar Tabuh 1000 Rebana” Seto Setiawan, menerangkan, setidaknya ada ribuan peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ribuan peserta tersebut tergabung dalam 70 grup yang terdaftar, di luar itu mungkin masih lebih banyak lagi jumlahnya," terangnya.

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Rencana Bentuk Paguyuban Hadrah di Solo

Seto menambahkan, setelah kegiatan ini, rencananya akan dilanjutkan dengan pembentukan paguyuban hadrah se-Soloraya. “Sebetulnya sudah digagas sejak lama, nantinya akan kami beri nama Paguyuban Hadrah Indonesia Raya,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta penabuh rebana, Miftahul Huda, menuturkan ia bersama 12 rekannya dari Majelis Aswaja Siwal Baki menyambut baik ide ini. “Kita menyambut baik gagasan ini. Selain itu, kita juga berharap untuk depan diselenggarakan lagi kegiatan tabuh 100 rebana,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kegiatan ini, di akhir acara para jamaah mendengarkan tausiyah dari Pengasuh Majelis Ar-raudhah Solo, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Humor Islam, Budaya, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Desember 2017

Warga NU Maroko Meriahkan 1000 Hari Gus Dur

Kenitera, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komunitas Warga Nahdliyyin Maroko yang tergabung dalam Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko turut memeriahkan peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurraham Wahid (Gus dur). 

Warga NU Maroko Meriahkan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Maroko Meriahkan 1000 Hari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Maroko Meriahkan 1000 Hari Gus Dur

Acara ini berlangsung selama kurang lebih sehari penuh (29/9) yang bertempat di wisma mahasiswa STAINU kelas internasional di kota Kenitera-Maroko. 

Peringatan ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Maroko, KH. Tosari Wijaya yang didampingi Sekprinya H Husnul Amal Mas’ud yang juga sebagai Dewan Mustasyar PCINU Maroko, Pejabat KBRI Rabat dan Mahasiswa Indonesia di Maroko yang terdiri dari berbagai kota di Maroko.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Turut hadir juga dalam acara ini dosen tetap di program studi Aqidah dan Filsafat dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, DrH Zuhri Amin yang sedang mengadakan Penelitian tenntang Filsafat Ibnu Hazm di Maroko. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rangkaian acara peringatan ini dimulai sejak sore hari hingga tengah malam, dimulai dengan Diskusi  ilmiah dengan tema “Mengkaji Pluralitas Pemikiran Gus Dur" dengan pembicara Zuhri Amin yang dipandu langsung oleh Sekjen PCINU Maroko, Rifqi Maula.

Diskusi berlangsung mulai ba’da Ashar hingga masuk sholat Maghrib. Setelah sholat Maghrib kemudian dilanjutkan dengan Tahlilan, pembacaan Maulid Diba’i dan tausiyah Dubes RI dalam mengenang sosok Gus Dur. 

Setelah selesai ramah tamah dan kenduri (makan malam bersama), acara ini dilanjutkan dengan diskusi mengenai Proyek Penulisan Biografi Gus Dur dengan Bahasa Arab yang akan dipasarkan ke Masyarakat Maroko. Mengingat NU di Maroko sudah mulai dikenal dan diminati ulama dan tokoh masyarakat Maroko. Acara ini berakhir hingga pukul 01.00 malam.

Dalam tausiyahnya, Dubes RI Tosari Wijaya menceritakan, “Gus dur itu pernah tinggal di maroko selama tiga bulan bukan untuk kuliah, melainkan hanya untuk melahap buku-buku karangan ulama terkenal Maroko. Beliau  sempat mengatakan kalau seandainya saya tidak membaca buku “Al-Akhlaq” karangan Ibnu Rusyd dari Aritoteles ini maka saya akan menjadi Teroris”. 

Menurutnya, sikap toleransi luar biasa yang tertanam pada diri Gus dur itu sangat dipengaruhi oleh isi buku ini. Bahkan sampai Gus dur berpesan kepada beliau yang ketika itu akan ditugaskan untuk menjadi Dubes RI Untuk Maroko, “Mas Tosari, sampeyan harus mengunjungi perpustakaan di Fes dan sampaikan salam terima kasih saya ke pengurusnya,” ujarnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muannif Ridwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Warga di sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen, Jawa Tengah, menolak eksploitasi atas batuan karst di Gombong Selatan oleh PT Semen Gembong karena dinilai menusak lingkungan.

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Tolak Penambangan Semen di Gembong Selatan

Ketua Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) Simtilar mengatakan, menghidupkan investasi daerah tak harus dengan semata-mata mengeksploitasi sumber daya alam, yang pada gilirannya mengorbankan kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Setelah perubahan regulasi yang mengatur Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gombong Selatan (Kepmen ESDM), peluang untuk mengubah kawasan lindung eco-karst menjadi kawasan budidaya tambang kian terbuka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami melihat adanya indikasi manipulasi dalam penetapan KBAK yang baru. Terlebih dalam perubahan ini tak dilampiri detail peta batas-batas dan koordinat yang menjelaskan mana kawasan lindung dan mana kawasan budidaya,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (10/2).

Menurutnya, modus mengubah regulasi perlindungan KBAK yang tak partisipatif dan cenderung tertutup dari kajian kritis masyarakat luas, juga tak bisa diletakkan di atas isu otonomi daerah ataupun pertumbuhan iklim investasi daerah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Simtilar menambahkan, serbuan kapital di sektor pertambangan semen yang mengincar berbagai daerah seperti Ajibarang, Wonogiri, Blora, Rembang, Pati, Gombong, semua bukan kepentingan masyarakat luas.

“Tapi lebih merupakan kepentingan pemodal yang hanya mengenal hukum akumulasi dan laba profit semata. Sedangkan kepentingan masyarakat luas akan bumi, air, udara dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya malah dikesampingkan,” ujanya.

Akan tetapi, imbuhnya, Pemkab Kebumen melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu telah mengumumkan permohonan izin lingkungan PT Semen Gombong melalui surat No. 503/03/P-IL/II/2016; dan membantu proses terbitnya izin operasionalisasi kegiatan tambang semen.

“Pemkab Kebumen tak perlu “pasang badan” membela tambang semen ataupun terbitkan izin lingkungan tambang semen di Gombong Selatan,” katanya.

Aksi Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) digelar di desa-desa seputar Kawasan Bentang Alam Karst Gombong Selatan, Rabu (10/2), antara lain di Desa Sikayu, Karangsari, Ragadana, Banyumudal, Nagaraji. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Pengajian NU Mampu Galang Dana Spontan Hingga 30 Juta

Brebes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengajian rutin keliling MWC NU Ketanggungan Brebes, Jawa Tengah berhasil menghimpun dana umat secara spontan sebanyak Rp. 30.974.200. Dana tersebut, dipergunakan untuk kegiatan NU dan badan otonom serta operasional MWC NU Ketanggungan.

Pengajian NU Mampu Galang Dana Spontan Hingga 30 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian NU Mampu Galang Dana Spontan Hingga 30 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian NU Mampu Galang Dana Spontan Hingga 30 Juta

demikian disamapaikan Sekjen MWC NU Ketanggungan KH Fadholi HM disela Tabligh Akbar di halaman Masjid Baiturrohim Desa Sindangjaya, Ketanggungan, Ahad (5/2).

Fadholi menjelaskan, pengajian rutin keliling setiap Ahad Legi sudah berlangsung 2 tahun dan di ranting Sindangjaya ini merupakan putaran ke 20. “Alhamdulillah yang mencapai puluhan ribu Nahdliyin sehingga bisa mengumpulkan jariyah sampai Rp 30 juta lebih,” tuturnya.

Dia bangga dengan semangat Nahdliyin yang terus menerus menghadiri pengajian tanpa di suruh ataupun dibiayai. Tampak membludak kehadiran Mereka, terbukti masjid yang besar tidak cukup menampung jamaah hingga kehalaman dan jalan-jalan seputar masjid.?

Bahkan mobil pengunjung terparkir hingga Dusun Bantarsari-Cikeusal Kidul yang jaraknya sekitar 3 kilometer.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengajian diawali pembacaan Manaqib Kubro Syech Abdul Qodir Jaelani yang dipimpin Pengasuh Ponpes Az-Ziyadah Ketanggungan Kyai Abdullah faqieh.

Ketua PC NU Brebes KH Athoilah Syatori dalam sambutannya mengaku bangga melihat ghirah warga NU di Kecamatan Ketanggungan bisa kompak. Athoillah juga berharap agar kegiatan ini terus berlanjut jangan sampai berhenti dijalan. Karena pada hakekatnya, kegiatan NU berada di ranting-ranting hingga anak ranting. “Kalau masih kokoh seperti ini, Insya Allah NU tak tertandingi,” ungkapnya.?

Pengasuh Ponpes Miftahussalam Banyumas Al Habib Muhammad Bin Jafar al Habsy dalam tausiyahnya beliau menghimbau agar para pengurus NU jangan pernah lelah ngopeni NU. Karena NU adalah benteng Islam Ahlusunah Wal Jamaah. Di Indonesia, NU juga merupakan Pilar utama penopang NKRI. “Kalau NU hancur, Aswaja hancur maka NKRI pun akan hancur,” kata Habib Muhammad dengan semangat berapi-api.

Untuk itu, lanjutnya, agar NU tidak rapuh dia menghimbau pentingnya penguatan pengkaderan di NU. Pengkaderan di IPNU-IPPNU, ? Ansor, Banser, Fatayat NU harus terus digalakan demi berlangsungnya estafet kepemimpinan NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beliau juga merasa terharu dan bangga melihat Banser di Ketanggungan begitu banyak dan kompak. “Saya dulu Pengurus Ansor, pernah jadi pengurus PAC, PC Ansor Banser dan sekarang di MWC NU,” ungkap Habib menerangkan.

Dia suka di NU karena tidak gila jabatan. Menurutnya, hanya di NU orang yang mau menerima turun Jabatan bahkan kadang tidak mau duduk dikepengurusan. Yang semua duduk di Pimpinan ? Cabang bisa turun jadi pengurus di tingkat kecamatan, di PAC atau MWC.?

Kalau sudah menduduki jabatan Camat atau Kepala Dinas, saya yakin tidak mau turun jabatan karena berimplikasi pada turunnya penghasilan. “Kalau di NU gak ada gajinya, maka enjoy aja,” kata Habib disambut tertawa hadirin.

Mau jadi jabatan apa pun di NU, kata Habib tidak masalah. Yang terpenting adalah bisa ngurusi lan Ngopeni NU apa tidak? (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Meme Islam, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 24 November 2017

LKK DIY: Keluarga Maslahah Kunci Berantas Korupsi

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Nasikh Ridwan mengatakan keluarga yang kuat menjadi indikasi negara yang kuat. Begitu juga sebaliknya.

LKK DIY: Keluarga Maslahah Kunci Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKK DIY: Keluarga Maslahah Kunci Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKK DIY: Keluarga Maslahah Kunci Berantas Korupsi

Menurut dia, keluarga maslahah sangat penting. Dengan semangat maslahah, maka keluarga bisa menjadi basis utama sejak dini untuk memberantas korupsi yang makin menggurita di negeri tercinta ini.

Bagi Nasikh di arena penutupan EXPO KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi Universitas Gajah ada (UGM) Yogyakarta pada (11/12).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada kesempatan itu LKK turut berpartisipasi. "Brosur LKK dan stiker keluarga anti-korupsi yang kita sediakan habis, ludes. Pengunjung stand PWNU DIY yang mencapai seribu tiap harinya sangat tertarik dengan konsep keluarga maslahah dari NU," tegasnya.

Ia menambahkan, konsep keluarga maslahah harus selalu digaungkan. Momentum Expo KPK dijadikan LKK sebagai kampanye keluarga maslahah sebagai bagian sangat penting dalam pencegahan korupsi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, Ahmad Ghozi, Sekretaris LKK PWNU DIY, menjelaskan bahwa partisipasi LKK menjadi bukti kuat semangat dan gerakan NU dalam memberantas korupsi sejak dini dan dari akar-akarnya.

"Akar korupsi itu dari pendidikan di keluarga. Kalau semangat antikorupsi sudah hadir sejak dini di keluarga, maka akan lahir generasi masa depan yang gemilang untuk Indonesia," tegas Ghozi yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DI Yogyakarta. (madun/abdullah alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Fatayat NU Way Kanan Sosialisasikan Bahaya Seks Bebas kepada Pelajar

Way Kanan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Way Kanan Lampung Sosialisasikan bahaya seks bebas di SMK 1 Pakuan Ratu, Sabtu (5/3) lalu.

Fatayat NU Way Kanan Sosialisasikan Bahaya Seks Bebas kepada Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Way Kanan Sosialisasikan Bahaya Seks Bebas kepada Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Way Kanan Sosialisasikan Bahaya Seks Bebas kepada Pelajar

Upaya sosialisasi bahaya perilaku menyimpang khususnya pergaulan bebas yang mengarah ke sex bebas melalui pendidikan ini, digagas Fatayat NU Kabupaten Way Kanan dengan mengusung program kegiatan bertajuk ‘Fatayat Goes To School’ dengan penyuluhan yang menyenangkan bagi siswa menengah atas di Kabupaten Way Kanan.

"Kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap pergaulan anak-anak yang saat ini cenderung bergaul terlampau bebas, sehingga banyak anak-anak mengalami dampak buruk baik psikologi maupun perkembangan anak tersebut,” ujar Rosmalia Resma Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Way Kanan di Blambangan Umpu, Senin (7/3).

Bahkan, lanjutnya, pelajar rentan mengalami kekerasan, khususnya terhadap anak perempuan. Ini jelas berakibat fatal bagi generasi yang akan datang, bahkan agama pun jelas melarang pergaulan yang kebablasan.

PC Fatayat Way Kanan yang merupakan organisasi perempuan muda NU merasa ikut memberikan kepedulian melalui pendidikan sosial terhadap pelajar dengan memberikan penyuluhan yang menyenangkan pada sekolah-sekolah di tingkat SMA atau sederajat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Ini bentuk kepedulian sosial Fatayat dan merupakan program kerja pengurusan kami dengan Fatayat Goes To School akan memberikan dampak yang baik dan selalu waspada akan prilaku yang menyimpang,” demikian Rosmalia Resma. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Khutbah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 18 November 2017

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdurrazak Alwi menyemangati peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan aktivis GP Ansor Kebayoran Lama Jumat-Ahad (20-22/10). Ia meminta peserta PKD GP Ansor Kebayoran Lama untuk memantapkan niat dalam mengikuti rangkaian kaderisasi hingga selesai.

“Peserta tidak boleh ragu atau setengah-setengah. Panitia harus menyeleksi ulang peserta apakah serius menjadi kader muda NU,” kata Kiai Abdurrazak dalam sambutan pembukaan PKD GP Ansor Kebayoran Lama di Masjid Dakwatul Islamiyah, Pondok Pinang Timur, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama, Ketua PCNU Jaksel Minta Panitia Seleksi Ulang Peserta

Menurutnya, kader muda NU harus memiliki loyalitas yang tinggi terhadap NU dan kepatuhan pada putusan organisasi GP Ansor.

“Panitia siap screening ulang peserta? Peserta PKD sisa lima orang tidak masalah, yang penting mereka adalah kader muda NU yang benar-benar kader,” kata Kiai Razak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pembukaan PKD GP Ansor Kebayoran Lama ini dihadiri oleh pengurus harian PCNU Jakarta Selatan, Kapolsek Kebayoran Lama, Danramil Kebayoran Lama, utusan Camat Kebayoran Lama, utusan Lurah Pondok Pinang, dan tokoh masyarakat setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan ini saya buka PKD GP Ansor Kebayoran Lama. Selamat mengikuti rangkaian kaderisasi hingga selesai,” kata Kiai Razak.

PKD GP Ansor Kebayoran Lama berlangsung di Madrasah Ibtdaiyah Al-Fauzain, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Khutbah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 September 2017

PCNU Sumedang Gelar Puncak Harlah NU

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumedang pada hari Sabtu (7/5) menyelenggarakan puncak Harlah ke-93 NU di Aula IPP Pemda Sumedang. Kegiatan dimulai dengan karnaval pelajar NU yang diikuti oleh empat ribu pelajar. Adapun rute karnaval dimulai di Kantor PCNU Sumedang dan berakhir di Aula IPP Pemda Sumedang.

PCNU Sumedang Gelar Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Gelar Puncak Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Gelar Puncak Harlah NU

Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh mengatakan bahwa NU lahir pada bulan Januari yang bertepatan dengan bulan Rajab. Untuk memperingati harlah NU ini, PCNU Sumedang melaksanakan serangkaian kegiatan yang dimulai pada Januari dan berakhir hari ini bulan Rajab. Makanya kegiatan hari ini disebut puncak harlah NU.

Semua badan otonom NU, lembaga NU, dan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Sumedang dari bulan Januari diwajibkan membuat kegiatan. Dan Alhamdulillah kegiatan rangkaian ini berjalan lancar dan terlaksana. Sengaja rangkaian kegiatan harlah NU ini dibuat panjang supaya keberadaan NU di daerah semakin kuat, terang Sadulloh.

Ia menegaskan, saat ini ada beberapa ormas yang tidak suka dengan NU. Bahkan ormas tersebut cenderung tidak suka apabila Pancasila menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menyikapi ini semua, PCNU Sumedang dengan tegas menolak ormas yang anti-Pancasila tersebut.

Hal ini terpampang jelas dalam spanduk atau alat peraga yang terpasang disekitar area aula IPP Pemda Sumedang tempat puncak Harlah NU berlangsung. Malahan dalam sambutannya Sadulloh dengan tegas dan lantang mengatakan, NU Sumedang menolak ormas anti-NKRI. Malahan ia menugaskan secara khusus kepada Banser yang ada di Sumedang untuk selalu waspada bila ormas-ormas tersebut berbuat makar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kemerdekaan NKRI salah satunya merupakan buah dari pada perjuangan kiai-kiai NU beserta para santrinya. Jadi kalau saat ini ada orang yang berani mengusik NKRI, berarti orang tersebut suul adab terhadap kiai. Dan kita selaku warga NU tidak akan tinggal diam. NKRI harga mati,” papar Sadulloh.

Tausyiah diniyah atau mauidoh hasanah dalam harlah NU tersebut disampaikan oleh KH Abas Bili Yahsi dari Buntet Cirebon. Kiai Abbas menyampaikan materi tentang asal usul/asbabul nuzul kegiatan yang suka dilakukan oleh warga NU. Seperti kegiatan haulan, walimah, tahlilan, yasinan, dan lain sebagainya. Banyak sekarang yang mengatakan bahwa kegiatan seperti itu bidah. Padahal kegiatan tersebut sumbernya jelas dari Al-Quran dan Hadits, papar Kiai Abas. (Ayi Abdul Kohar/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Halaqoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 24 September 2017

Menpora: Potensi Santri di Bidang Olahraga Mesti Didorong

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, Jawa Tengah, belum lama ini (14/4), mengungkapkan harapannya akan potensi para santri, khususnya di bidang olahraga.

Pria yang pernah menjadi santri di Pesantren Al-Kholiliyah An-Nuroniyah Demangan Bangkalan itu juga menyampaikan pemikirannya tentang masa depan Liga Santri Nasional (LSN), sebuah kompetisi sepak bola yang diikuti tim dari pesantren se-Indonesia, agar dapat terus berjalan dalam jangka waktu yang lama. Berikut wawancara Miftahul Abrori dan Ajie Najmuddin dari Internet Marketer Nahdlatul Ulama:



Menpora: Potensi Santri di Bidang Olahraga Mesti Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora: Potensi Santri di Bidang Olahraga Mesti Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora: Potensi Santri di Bidang Olahraga Mesti Didorong



Pak Menteri ke sini (Al-Muayyad,red) dalam rangka apa?

Pertama saya ingin sowan Kiai Rozaq (pengasuh pondok,red). Beliau guru kita. Beliau yang terus menasihati santri untuk terus beramal baik di tengah masyarakat. Saya ingin sowan, ngalap berkah, sekaligus minta nasihat dan doa dari beliau, agar tugas saya di pemerintahan, tugas Mas Hanif (Menteri Ketenagakerjaan,red) selaku alumni Al-Muayyad mendapatkan kemudahan dan kemurahan dari Allah SWT. Disamping saya juga ingin memotivasi santri. Bahwa santri tidak boleh minder, tidak boleh berkecil hati, tapi harus menjadi yang terbaik. Karena di sini dididik kedisiplinan, ketaatan, ilmu, ibadah, sampai akhlakul karimah dan interaksi yang terus-menerus antara santri dan kiai.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kultur NU dan juga santri yang melekat pada Anda, apakah berpengaruh ketika menjadi seorang pejabat?

Saya masih berpegang teguh pada salah satu doktrin Al-Mawardi. Bahwa siapa pun, pasti suatu saat akan mendorong semua kebijakannya, dan berusaha membentuk karakter atau mentalnya itu sesuai dengan apa yang pernah ia terima dalam pendidikan, dari keluarga, masyarakat, dan tradisinya. Itu juga yang memberikan semangat kepada saya, bahwa potensi pesantren, potensi Nahdliyin, potensi umat Islam harus diberi tempat yang baik. Tidak lagi berlaku diskriminatif pada bidang tertentu, apalagi bidang olahraga. Karena olahraga itu sesungguhnya berlaku universal, berlaku kepada siapa pun, termasuk berlaku untuk pondok pesantren. Makanya saya dorong. Salah satu program saya, Liga Santri, menurut saya ini wadah yang bagus untuk melihat potensi santri di bidang sepakbola. Belum di bidang yang lain. Kalau di bidang yang lain mungkin masih banyak lagi.

Terkait LSN, bisa dijelaskan secara singkat, konsepnya mulai tahun 2016 hingga tahun yang akan datang?





Tahun 2016, LSN dikelola sepenuhnya oleh RMI PBNU, sebagai tindak lanjut antara PBNU dan Kemenpora. Kita berharap, ke depan ini bisa dikelola lebih baik, lebih profesional, dan lebih memungkinkan bagi keterlibatan pihak swasta ataupun sponsor. Tidak hanya bergantung pada APBN. Karena kalau hanya bergantung pada APBN, maka harus betul-betul diikuti secara detail sesuai dengan prosedur negara. Tetapi kalau memberi ruang yang luas kepada swasta sponsor, ini tidak hanya menjadi lembaga operator sepak bola musiman ketika Menporanya saya. Tapi sepanjang masa. Ini harus menjadi operator sepakbola, khusus untuk para santri.





Seandainya menterinya bukan Anda, apakah LSN tetap lanjut?





Saya berharap ini dilanjutkan selama-lamanya karena pesantren tumbuh berkembang sejak dahulu sampai selamanya





Ada jebolan LSN yang dipanggil pelatih timnas Indra Sjafri, apa ini juga menunjukkan santri memiliki potensi untuk masuk dalam timnas?

Saya sangat yakin itu, dan dipastikan dengan rekrutmen mantan pemain liga santri di U-19 dan semoga di masa mendatang lebih banyak lagi. Tidak hanya sepakbola, tapi juga cabang olahraga lain. Karenanya saya mendorong, harus ada pekan olahraga yang dikelola NU atau pesantren, khusus untuk itu, untuk melihat talenta luar biasa yang dimiliki santri. Tapi di sisi lain, harus ada yang bertanggungjawab menyiapkan infrastruktur keolahragaan di pondok pesantren.





Terkait pesantren dan keberagaman. Bagaimana pendapat anda tentang tugas santri dalam menjaga keragaman?

Tugas santri adalah menjaga Indonesia yang ada hari ini, tetap menjadi Indonesia. Tidak boleh digeser-geser dan tidak boleh digoyang, karena ini takdir yang harus kita rawat. Merawat itu harus dikaitkan dengan budaya yang kita miliki. Begitu pula cara santri dalam melakukan dakwah. Lakukan seperti yang nabi lakukan. Berikan kesan aman, damai, tentram dan antikekerasan. Baik dalam konteks praktik maupun dalam konteks orasi.

Tidak boleh menjelek-jelekan apalagi memfitnah, tapi mengajak kepada umat ini untuk yakin kepada pilihannya. Di situlah fungsi dogma yang selalu diajarkan para alim ulama: akhlakul karimah.





Apa pesan anda untuk santri di Indonesia dan khususnya Al-Muayyad?

Teruslah belajar yang baik, mengaji Al-Quran. Yakinlah bahwa masa depan ini milik kita dan yakinlah bahwa kita ashabul haq, kita yang akan menggerakkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat nantinya!

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 September 2017

Santri Bergiat sejak dalam Kondisi Kantuk

Depok, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Suara air berjatuhan sudah ramai sejak jam tiga dini hari. Para santri berderet, mengantre di depan pintu kamar mandi dan pancuran air wudhu. Rutinitas hari itu akan dimulai dengan sembahyang tahajud.

Santri Bergiat sejak dalam Kondisi Kantuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bergiat sejak dalam Kondisi Kantuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Bergiat sejak dalam Kondisi Kantuk

Pagi itu, Fitria Novianti (17) menunaikan kewajibannya sebagai koordinator bidang ubudiyah Organisasi Pondok Pesantren Terpadu al-Awwabin (OPPTA). Ia menghampiri setiap kamar putri, memastikan semua rekannya dalam keadaan bangun.

Fitria mengaku bersemangat menjalankan tugasnya. Meski kadang merasa jengkel menghadapi beberapa santriwati yang kurang mengindahkan disiplin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sebel juga sih kalau ada yang nggak mau bangun. Bilangnya, nanti-nanti. Padahal jaras (bel) sudah dibunyikan,” tuturnya, Selasa (23/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pondok Pesantren Terpadu al-Awwabin Putri Bedahan, Sawangan, Depok, selalu mengawali kegiatan rutinnya dengan qiyamul lail (ibadah tengah malam). Tahajud bersambung wirid baru berhenti ketika adzan shubuh dikumandangkan. Para santri pun bersiap sembahyang shubuh secara berjamaah.

Pengajian kitab kuning baru digelar setelah hafalan Al-Qur’an atau qaidah nahwiyah dilantunkan. Sang pengasuh, Abuya KH Abdurrahman Nawi, juga memiliki jadwal khusus pada pengajian pagi ini.

Pesantren al-Awwabin Putri mengkaji beberapa kitab, mulai dari gramatika Arab, hadits, tafsir, fiqih, ushul fiqih, ilmu mantiq, akhlak, hingga tauhid. Di luar jam pagi, pengajian juga dilaksanakan usai sembahyang ashar dan isya’. Bakda maghrib, para santri biasanya membaca ratib, tahlil, atau maulid.

Sabila Faiziah (14) mengatakan bahagia dapat belajar di pesantren ini. Kegiatan yang padat tak membuat semangatnya surut. Sejak awal, nyantri sudah menjadi tekad dan pilihannya pribadi, bukan dorongan orang lain.

“Pengen ndalemin ilmu agama, pengen mandiri. Soalnya di luar pergaulannya udah nggak bener,” ujarnya.

Apalagi, selain ngaji, pesantren terkemuka di Kota Depok ini juga membuka sekolah formal untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dari pukul 7 sampai 12.30 santri mengikuti tak hanya materi agama, tapi juga mata pelajaran umum.

Kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepalang-merahan, olahraga, seni drumben, dan penguasaan komputer turut melengkapi kepadatan jadwal santri. Secara umum, siang merupakan waktu istirahat bagi rutinitas ini.

Sebagai pengurus, Fitria memang dituntut tegas menghadapi santri malas. Namun, sebagai santri ia tak dapat menyembunyikan empatinya. Dengan rutinitas yang super padat, menjadi maklum jika beberapa santri ogah-ogahan beranjak dari tempat tidur.

“Mungkin karena kecapekan. Karena malamnya padat kegiatan, belajar, ngobrol, dan lain-lain. Tapi mereka tetap shalat jamaah kok, meskipun telat,” tandasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Tokoh, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 01 September 2017

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa haul dilakukan untuk memperingati wafatnya seorang figur tokoh agama yang sangat dihormati dan istiqomah dalam menjalankan ibadah di semasa hidupnya.

Hal tersebut disampaikan oleh H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan haul almarhum H Soebchan Mawardi, orang tua Ketua PC LTMNU Kota Kraksaan H. Didik Abdul Rohim di Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Jumat (10/3) sore.

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Pembelajaran Menghargai Jasa Orang Tua

"Peringatan haul adalah pembelajaran bagi kita semua khususnya warga NU untuk menghargai jasa-jasa orang tua kita. Ketika mereka sudah wafat, kita sebagai seorang anak adalah wajib untuk senantiasa mendoakannya," katanya.

Menurut Hasan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturrahim antar keluarga, kerabat dan tetangga. "Sehingga akan membawa dampak yang baik dalam peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah dalam rangka meneladani amal sholeh dari almarhum," pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili beserta segenap pengurus PCNU Kota Kraksaan, Habib Hasyim bin Husein dari Kelurahan Patokan Kota Kraksaan serta segenap warga RW 06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Khutbah, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock