Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Senandung Lirih Sebuah Doa

Oleh: M Arif Rahman Hakim

Kiai Karim terdiam setelah mendengar cerita orang-orang yang datang ke rumahnya malam itu. Sebagai orang yang dituakan, dia selalu menjadi rujukan untuk dimintai pendapat jika ada suatu persoalan di desanya. Sebenarnya, ulama yang bernama lengkap Abdullah Karim ini, belumlah terlalu tua. Hanya saja, posisinya sebagai kiai menjadikan orang-orang menaruh hormat kepadanya.

“Bagaimana, Kiai, pendapatnya?” tanya seorang tamunya menyadarkan kiai muda itu dari lamunannya. “Masalah ini harus segera diambil keputusan karena waktu pelaksanaan haul  massal tinggal beberapa hari lagi, Kiai” kata seseorang yang lain.

Senandung Lirih Sebuah Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Senandung Lirih Sebuah Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Senandung Lirih Sebuah Doa

“Aku tahu. Tapi aku tidak bisa memutuskan sesuatu, apalagi menyangkut masalah pelik seperti ini, secara tergesa-gesa,” jawab Kiai Karim dengan tenang. “Beri aku waktu barang tiga hari untuk memutuskan masalah tersebut” lanjut Kiai Karim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Aku minta masalah ini jangan sampai mengganggu persiapan acara haul massal. Ingat, acara ini sudah menjadi tradisi desa kita ini. Aku tidak ingin hanya karena persoalan ini terjadi perpecahan di antara warga desa,” tegas Kiai Karim saat mengantarkan para tamunya di depan pintu rumahnya.***Desa Kemrajen, tempat Kiai Karim mengamalkan ilmu yang telah didapatkannya selama sepuluh tahun mondok  di berbagai pesantren, merupakan sebuah desa kecil yang tenang. Hampir tidak pernah terjadi konflik di desa itu bahkan saat pemilihan kepala desa sekalipun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap tahun tepatnya sehari sebelum bulan Ramadhan, warga Desa Kemrajen selalu melaksanakan tradisi turun-temurun sejak para pendiri desa membangun desa tersebut, yaitu haul massal. Tradisi mengirimkan doa untuk seluruh warga desa yang telah meninggal dunia yang dilaksanakan di kompleks pemakaman desa.

Setiap warga yang memiliki sanak-saudara yang telah meninggal dunia akan mendaftarkan nama sanak-saudaranya yang akan dikirimi doa kepada panitia yang dibentuk oleh pemerintah desa. Biasanya untuk setiap arwah yang akan dikirimi doa, warga dimintai sedekah seribu rupiah. Uang hasil sedekah itu akan digunakan untuk kegiatan keagamaan desa.

Tahun kemarin terkumpul uang lima juta rupiah. Itu pun setelah dipotong untuk keperluan pelaksanaan acara tersebut. Sebab, satu kepala keluarga bisa mengirimkan doa untuk sepuluh anggota keluarganya yang telah meninggal bahkan lebih. Padahal di Desa Kemrajen ada sekitar dua ratusan kepala keluarga.

Kiai Karim selalu menjadi pemimpin acara tersebut sehingga secara tidak langsung dia ikut bertanggung jawab atas kesuksesan acara tersebut. Oleh karena itu, begitu mendengar kabar dari panitia bahwa Parman ingin mendaftarkan kedua orangtuanya untuk didoakan pada acara haul massal tahun ini, hati kiai yang telah ditinggal mati bapaknya ketika berusia lima tahun dihadapkan pada sebuah dilema.

***

Parman adalah anak tunggal dari Kardiman dan Surati. Semua warga desa mengenal siapa Kardiman dan Surati? Oleh sebab itulah, hampir sebagian besar warga desa menolak keinginan Parman untuk mengirimkan doa kepada kedua orangtuanya itu saat acara haul massal.

Kardiman dan Surati adalah suami-istri yang bergelut dengan dunia seni semasa hidupnya. Kardiman dikenal sebagai pemain ketoprak yang wasis  memerankan lakon apa saja. Sedangkan istrinya kondang dengan suara merdunya ketika melantunkan tembang-tembang mocopat  mengiringi pementasan ketoprak Kardiman.

Suatu malam tidak lama setelah terjadinya ‘geger Lubang Buaya’ di Jakarta, Kardiman dan Surati ditangkap dan ‘dimassa’ oleh sekelompok orang berbadan tegap dibantu oleh beberapa pemuda desa di balai desa. 

Menurut kabar, grup ketoprak Kardiman dan Surati sering mementaskan lakon yang menghasut masyarakat untuk merampas tanah, tidak percaya kepada Tuhan, dan ‘berontak’ kepada pemerintah.

Parman yang waktu itu belum genap berusia lima tahun kemudian dirawat oleh seorang pamannya yang tinggal di kota lain. Sejak saat itu, dia belum pernah menengok desa tempat kelahirannya itu meskipun dalam hati kecilnya kerinduan akan kenangan masa kecilnya selalu mengundangnya untuk kembali ke desa tersebut.

Menjelang Ramadhan tahun ini, Parman tiba-tiba muncul di balai desa untuk mendaftarkan nama kedua orangtuanya untuk didoakan pada acara haul massal. Kedatangannya menimbulkan kegemparan di desa yang selama ini tenteram.

***

“Man, aku memahami keinginanmu untuk mendoakan kedua orangtuamu” ucap Kiai Karim yang sengaja menemui Parman di rumah salah seorang kerabatnya di desa sebelah. Di sanalah Parman menginap selama menunggu acara haul massal digelar di desanya. “Itu sebuah keinginan yang mulia bahkan sangat dianjurkan oleh agama untuk mendoakan orangtua kita yang sudah meninggal,” lanjut Kiai Karim.

Meskipun tidak pernah bertemu Kiai Karim sejak peristiwa yang menghilangkan kedua orangtuanya malam itu, Parman langsung bisa menangkap pancaran sinar kewibawaan dari wajah Kiai Karim sehingga dia langsung menaruh hormat kepadanya.

“Terima kasih jika Pak Kiai memahami niat baik saya tersebut,” jawab Parman. “Namun saya yakin Pak Kiai juga tahu bahwa niat baik saya itu telah disalahartikan oleh masyarakat desa kita,” lanjutnya. “Mereka menganggap saya ingin mengungkit-ungkit kembali cerita gelap masa lalu desa kita”.

“Benar, Man. Aku bisa menangkap kekhawatiran dan kegemparan warga sejak mengetahui bahwa kau ingin mengirimkan doa untuk orangtuamu pada acara haul massal di desa kita” sahut Kiai Karim. “Tapi aku juga berharap kamu mau memahami kekhawatiran masyarakat desa karena bagaimanapun apa yang menimpa kedua orang tuamu itu memang adalah bagian terkelam dalam sejarah desa kita yang sudah sekian lama tidak ada yang berani mengusiknya lagi.”

Parman menghela napas panjang sambil menatap wajah teduh Kiai Karim. Ada kebimbangan terpancar dari kedua matanya. Dan, Parman yakin kebimbangan itu bermuara pada masalah dirinya.

“Baiklah, Kiai. Sekarang saya serahkan sepenuhnya keputusan apakah niat baik itu bisa terwujud atau tidak kepada Kiai,” kata Parman akhirnya. “Saya yakin Kiai bisa menentukan jalan terbaik untuk semuanya.”

“Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepadaku untuk memutuskan masalah ini. Tapi aku sendiri tidak yakin apakah keputusan itu bisa memuaskan semua pihak. Kita lihat saja nanti,” ucap Kiai Karim saat bersalaman dengan Parman untuk berpamitan. Kabut kebimbangan terlihat semakin tebal di mata Kiai Karim ketika bersitatap dengan Parman.  

***

Ketika melangkah keluar dari masjid seusai mengimami shalat Isya, dua malam sebelum haul massal diselenggarakan, Kiai Karim didekati dua orang panitia haul massal yang kelihatannya sengaja menunggui Kiai Karim selesai sembahyang.

“Assalaamu ‘alaikum, Kiai.”

“Wa’alaikum salam.”

“Bagaimana Kiai sudah ada keputusan soal si Parman itu?” tanya salah seorang panitia yang bertubuh lebih besar dan tua.

“Oh soal itu. Rencananya setelah ini aku memang mau mampir ke rumah Pak Lurah untuk membicarakan hal itu,” jawab Kiai Karim.

“Kalau begitu, mari kita sama-sama ke rumah Pak Lurah saja sekarang, Kiai. Kebetulan kami juga akan melaporkan persiapan acara haul missal,” kata panitia yang lebih muda.

Kedua orang itu mengiringi langkah Kiai Karim menuju rumah Pak Lurah yang berada di depan balai desa, tidak jauh dari masjid. Mereka berdua tidak mengetahui bahwa dalam benak Kiai Karim sejatinya belum menemukan keputusan untuk masalah itu.

Belum jenak Kiai Karim duduk, Pak Lurah langsung menanyakan keputusan tentang masalah Parman kepada Kiai Karim. Kiai yang merasa baru kali ini dihadapkan pada persoalan yang membuatnya serba-dilematis itu berusaha mengurangi kebimbangan hatinya dengan menyeruput kopi panas yang disuguhkan di depannya.

Kecamuk argumentasi berperang dalam benaknya. Sebagai orang yang telah menimba ilmu keagamaan dari beberapa kiai besar di pesantren yang didiaminya, Kiai Karim ingat betul sebuah hadits  Nabi yang menyatakan bahwa salah satu amal manusia yang tidak akan terputus pahalanya meskipun telah meninggal dunia adalah doa yang dikirimkan oleh anak keturunannya yang masih hidup.

Saat ini, ada seorang anak manusia yang bernama Parman ingin menunjukkan rasa baktinya kepada orang tua yang meskipun singkat pernah mencurahkan kasih sayang mereka kepadanya. “Apakah hal itu salah?” tanyanya dalam batin.

Namun di sisi lain, Kiai Karim paham benar bahwa peristiwa 42 tahun silam itu merupakan kisah paling mengenaskan dalam sejarah panjang Desa Kemrajen. Sebuah kisah yang ditulis dengan darah tetangga mereka sendiri. Sebuah kisah yang selama puluhan tahun telah tersimpan rapat dalam jeruji ingatan warga Desa Kemrajen.

Bagi Kiai Karim yang lahir setelah peristiwa itu, penyebabnya tidaklah terlalu jelas. Ada yang mengatakan bahwa orang tua Parman dianggap terlibat dalam peristiwa penculikan para jenderal di Jakarta. Ada pula yang mengatakan bahwa sebenarnya mereka dibunuh hanya karena fitnah dan dendam seseorang yang tidak senang kepada Kardiman yang berhasil menyunting Surati yang dikenal sebagai kembang Desa Kemrajen saat itu.

Deheman Pak Lurah membuyarkan renungan Kiai Karim. “Jadi bagaimana Kiai?” tanya Pak Lurah lagi. “Kami menunggu fatwa Kiai.”

“Baiklah kalau begitu. Tapi aku tidak akan mengatakan keputusanku kepada kalian malam ini. Pada saat haul massal kalian akan mengetahui keputusanku.”“Kami percaya keputusan Kiai tidak akan bertentangan dengan keinginan sebagian besar warga desa kita,” kata Pak Lurah menutup perbincangan pada malam yang semakin larut dan bertambah dingin itu.***Hari yang ditunggu pun tiba. Semua warga berkumpul di pemakaman desa. Bahkan warga yang merantau di luar kota pun menyempatkan diri untuk pulang kampung mengikuti haul massal. 

Sehari sebelumnya, para pemuda bekerja bakti membersihkan pemakaman sehingga pada hari ini komplek makam yang sebelumnya terlihat tidak terurus menjadi lebih bersih. Tenda besar terpasang di dekat cungkup makam para pendiri desa. Di sinilah pusat acara haul massal dilangsungkan.

Parade pidato para pejabat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa menjadi acara awal sebelum acara inti dimulai. Kiai Karim sengaja tidak duduk di deretan depan bersama para pejabat karena ingin mengetahui apakah Parman datang pada pagi hari itu. Dilihatnya seluruh penjuru makam itu, namun tak tampak Parman di antara ratusan warga yang hadir.

Separuh bagian benaknya bersyukur Parman tidak datang pada acara tersebut karena kehadirannya pasti akan mengundang emosi dan kemarahan warga yang lain. Namun separuh bagian hatinya yang lain menangis karena pada hari ini seorang anak manusia tidak bisa mewujudkan niat sucinya mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya bersama warga yang lain hanya karena prasangka masa lalu dan stigma yang dibangun untuk melanggengkan sebuah kuasa.

“Pak Kiai, acara inti akan segera dimulai,” tegur seorang pemuda yang berdiri di dekatnya.

Acara inti haul massal adalah pembacaan tahlil  bersama dan diakhiri dengan doa untuk para arwah yang dipimpin Kiai Karim. Sebelum doa dibacakan, biasanya secara bergantian panitia akan membacakan nama-nama orang yang pada hari itu akan dikirimi doa oleh keluarganya.

Di antara ratusan nama dalam daftar panjang itu, tidak tertulis nama Kardiman dan Surati!

***

Menjelang tengah malam saat semua warga desa kelelahan setelah seharian mengikuti acara haul massal, terlihat dua sosok berjalan perlahan mendekati komplek pemakaman desa.

Dua orang itu berjalan menuju ke dua buah makam yang terletak di pojok areal pemakaman itu, terpisah dengan makam-makam yang lain. Kedua makam itu terlihat sangat tidak terurus. Tumbuhan liar menutupi kedua makam tersebut. Hanya dua patok kayu keropos yang masih tersisa sebagai penanda.

“Man, di sinilah bapak dan ibumu dimakamkan. Mari kita doakan bersama!”

“Baik, Kiai!”

M. ARIF RAHMAN HAKIM, mantan Ketua PC. IPNU Kabupaten Batang, Jawa Tengah

 

Haul (Arab) : peringatan hari kematian seseorang. Biasanya diadakan untuk memperingati hari kematian seorang ulama/kiai besar. Tetapi di beberapa daerah di Jawa, tradisi haul massal dilaksanakan oleh warga masyarakat biasa. Waktu pelaksanaannya bervariasi tetapi sebagian dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan.

Mondok (Jawa) : tinggal untuk mempelajari ilmu agama Islam di sebuah pesantren.  

Wasis (Jawa) : pantas ; cocok ; pas 

Mocopat (Jawa) : sejenis lagu-lagu daerah khas Jawa Tengah dan Yogyakarta.  

Hadits (Arab) : semua perkataan, perbuatan, dan harapan Nabi Muhammad SAW. Hadits menjadi salah satu sumber utama hukum Islam di samping Al Quran, Ijma’ dan Qiyas.   

Tahlil (Arab) : pembacaan surat-surat Al Quran untuk mendoakan orang yang sudah meninggal dunia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Februari 2018

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Himpunan Mahasiswa Matematika atau Himatika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang kembali menyelenggarakan kompetisi matematika tingkat provinsi. Kegiatan kali ini untuk tingkat MA dan SMA, dari sebelumnya yakni MTs dan SMP. 

Pada sambutan pembukaan, Prof Dr KH Ahmad Zahro menyampaikan bahwa Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) terbilang sangat kreatif. “Walaupun kecil, tapi bisa membuktikan dengan kegiatan yang sangat bermutu, salah satunya adalah Program Kreatifitas Mahasiswa atau PKM,” kata Rektor Unipdu tersebut, Ahad (28/1).

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah MA dan SMA se-Jatim Ikuti Olimpiade Matematika di Unipdu

Selanjutnya Profesor Zahro, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Fakultas MIPA selalu mendapatkan hibah penelitian PKM yang diselenggarakan Ristek Dikti. “Ke depan, Fakultas Matematika Unipdu diharap tambah berkembang dan menjadi pioner di lingkungan kampus bahkan dalam kancah nasional,” kata guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Dyah Novita Larasati selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Himatika Unipdu tidak semata menjadi kewajiban memajukan organisasi internal kampus. “Tetapi juga sebagai tanggung jawab mahasiswa dalam menjunjung tinggi almamater yaitu mengembangkan Unipdu menjadi kampus go to internasional,” tandasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 60 peserta dari 30 sekolah di berbagai kota se-Jatim seperti Sidoarjo, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Jombang, hingga kota-kota di Madura. Selama olimpiade berlangsung, juga diisi lomba swafoto antar sekolah. (Ibnu Nawawi

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Syahdan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, beberapa sisa pasukannya menyebar ke berbagai penjuru. Diantaranya ada yang mengungsi ke wilayah Holing (Bahasa Cina), dalam bahasa jawa disebut Keling-Kalong. Ratusan pasukan tersebut dipimpin oleh Ki Ageng Gombol.

“Mbah Gombol, nama aslinya KH Hambali,” terang Riza Baihaqi, salah satu warga setempat, Sabtu lalu (6/7).

Di papan besar yang dipasang di dekat makam, tertulis bahwa Mbah Gombol berasal dari Bagelan Purworejo. Dia adalah penasehat Pangeran Diponegoro dan ahli strategi perang gerilya. Bersama ratusan pasukannya ia berjuang melawan Belanda.

Ki Ageng Gombol yang dikejar oleh pasukan Kompeni Belanda, akhirnya sampai di wilayah Holing. Di tempat itu, mereka kemudian membuka sebuah padepokan. Daerah yang sebagian besar masih berupa rawa-rawa seluas + 2 hektar  itu kemudian dikeringkan.

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Selang beberapa bulan kemudian, tanah yang sudah kering dapat digunakan untuk membangun rumah dan berladang. Kemudian oleh Ki Ageng Gombol, tempat yang semula bernama Penatus itu diganti dengan nama Pekajangan, dinamakan seperti itu karena di daerah tersebut banyak ditumbuhi Pohon Kajang. Daerah ini sampai sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni, Kab. Pekalongan.

Padepokan itu kemudian digunakan untuk tempat ibadah lima waktu dan ilmu kaweruh (santapan rohani) yang dipimpin oleh beberapa orang guru ngaji. Diantaranya ada yang dikenal dengan nama Raden Sitojoyo (Sutojoyo), Raden Gondang Winangun dan juga Raden Suryo Mentaram. Begitu pula dengan kesenian wayang kulit yang juga di uri-uri, juga ilmu silat dan ilmu kanuragan.

Tahun 1840 Masehi bulan Dzulhijah, Ki Ageng Gombol wafat. Beliau dimakamkan di dekat padepokan. Makamnya sempat terlupakan, karena seiring bergantinya generasi. Namun, setahun silam makam tersebut ditemukan kembali oleh tim dari Pesantren Nurul Huda Sragen. Makamnya kemudian dipindahkan di dekat makam lama, bersama dua pengikutnya, yakni Kiai Ageng Basyari (Mbah Sor Pring) dan Raden Mas Suryomentaram.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Setiap malam Jum’at Kliwon, biasanya di makam diadakan pengajian dan banyak peziarah datang” ungkap Baihaqi, yang mengaku masih termasuk keturunan Mbah Gombol itu. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, Pahlawan, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selain menyelenggarakan program mudik gratis setiap tahun, Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) NU juga mendirikan posko mudik berbasis masjid. Jumlah posko mudik yang didirikan NU ada 27 titik dari Merak di Banten hingga Ketapang di Banywangi.

Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen menjelaskan bahwa NU berkomitmen melayani warga NU yang hendak pulang kampung saat momen Lebaran tiba. Tindak lanjut dari program mudik bareng, NU juga telah menyiapkan posko mudik berbasis masjid.

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Siapkan 27 Titik Posko Mudik Berbasis Masjid, Ini Keistimewaannya

“Melalui masjid, NU menyapa umat. Masjid sangat strategis untuk melayani para pemudik. Selain untuk beribadah, juga bisa diberdayakan untuk kebutuhan istirahat dan mandi,” ujar Ibnu, Jumat (17/6) di Jakarta.

Fungsi tersebut menurutnya, merupakan keistimewaan tersendiri yang tidak didapatkan di posko mudik biasa. Adapun petugas yang nanti melayani di posko yaitu para kader NU yang selama ini aktif menjadi muharrik (penggerak) masjid.

Dalam mudik gratis bareng NU di tahun 2016, Ibnu menerangkan bahwa pemeberangkatan mudik serentak akan dilaksanakan pada 2 Juli 2016 di Gedung PBNU. Sebelumnya, pendaftaran mudik dilaksanakan pada 18 Juni 2016, kemudian penukaran tiket akan dilaksanakan pada 25 Juni 2016 mendatang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Setiap tahun, warga NU cukup antusias dengan program mudik bareng yang dilaksanakan NU ini. Mereka juga kerap antri tiket dari pagi hingga malam hari hanya demi bisa ikut mudik bareng NU yang selama ini melayani dengan baik melalui kendaraan bus yang sangat memadai. Selain itu, NU juga menyediakan menu berbuka puasa untuk para peserta mudik agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Aswaja, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

HIPSI Buka Pendaftaran dan Berbagi Souvenir

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Perhelatan Konferensi Wlayah Nahdlatul Ulama yang segera berlangsung mendapatkan apresiasi dari sejumlah kalangan, termasuk HIPSI. Bahkan, sejumlah tali asih disiapkan bagi mereka yang tergerak menjadi anggota baru.

HIPSI Buka Pendaftaran dan Berbagi Souvenir (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Buka Pendaftaran dan Berbagi Souvenir (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Buka Pendaftaran dan Berbagi Souvenir

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI), Mochammad Ghozali kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama (30/5). ?

“HIPSI terpanggil untuk turut meramaikan even akbar NU Jatim ini terutama untuk mengingatkan kembali semangat Nahdlatut Tujjar yang pernah didengungkan KH Abdul Wahab Chasbullah kepada nahdliyin,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itu, untuk kegiatan Konferwil ini HIPSI mengambil dua stand di dalam arena maupun di luar.?

“Untuk stand di dalam, mendisplay sejumlah produk unggulan hasil usaha dari sejumlah pengurus dan anggota HIPSI di sejumlah daerah,” tandasnya. Sedangkan untuk stand di luar arena Konferwil berupa produk kuliner.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami mendisplay sejumlah produk hasil karya anak-anak muda NU di bidang software IT, kerajinan mendong, produk olahan nugget, bakso, coffee shop, snack dan sejenisnya,” ungkapnya. ?

Sejumlah produk ini adalah hasil karya para santri secara mandiri. “Sebagian lagi ada yang berpartner dengan pengusaha muslim di Gresik untuk produk frozen food dan ikan laut,” lanjutnya.

Di stand yang ada nantinya juga sebagai ajang mempromosikan kiprah sejumlah pengurus yang telah memiliki usaha membanggakan. Para pengunjung dapat mendengarkan kisah sukses dari HIPSI Jember yang sudah memiliki lebih dari 500.000 populasi ayam potong.?

“Kami juga sedang mengembangkan produk turunan yang memiliki nilai tambah seperti aneka macam nugget ayam, resoles, siomay dan sejenisnya,” terangnya.

Tidak hanya ingin memamerkan sejumlah keberhasilan dan kiprah para pengusaha santri, di stand juga menjadi media untuk menampung para pengusaha baru yang ingin bergabung dengan HIPSI.?

“Kami sediakan sekitar tiga ratus kaos dan souvenir dari salah satu sponsor kepada para kiai, santri dan warga NU yang berkenan untuk mendaftar sebagai anggota baru,” katanya berpromosi.

Banyaknya pengunjung di even ini menjadi salah satu media efektif dalam upaya memperkenalkan organisasi yang berkeinginan untuk menciptakan jutaan pengusaha santri ? di tanah air ini. Sebuah kesempatan langka dan sayang kalau dilewatkan.? ?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

Serang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang NU Kota Serang, Banten menggelar dialog kebangsaan di aula Pondok Pesantren Salafi Al-Fathaniyah Komplek Tembong Cipocok Jaya, Serang, Banten, pada Ahad pagi, (16/12).

?

Menurut pembawa acara dialog tersebut, Tubagus Qurtubi, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Shalawat Badar oleh Ustad Jamalulail dari MWC NU Kasemen. Kemudian menyanyikan Indonesia Raya dengan dirigen Li Nasiha dari IPPNU Kota Serang.

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

?

Kemudian sambutan Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Sarkowi. Ia berkata, melalui acara ini diharapkan semua warga Nahdliyin dan masyarakat umum bisa menyerap manfaat dari kegiatan NU Kota Serang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Dialog dimoderatori Rangga Galura menghadirkan narasumber dari PBNU yaitu Wakil Ketua Umum, H As’ad Said Ali. Narasumber lain yaitu Pembina Majelis Pesentren Salafy Banten KH Obing Surohman, dan Rais Syuriyah NU Kota Serang KH Ariman Anwar.

Dialog tersebut dihadiri banom, lajnah dan lembaga NU Serang, di antaranya JQH, RMI, IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor. Juga para alim ulama dan pengasuh pesantren NU se-Kota Serang.? ? Selain itu, menurut Tubagus Qurtubi, hadir pula waga NU dari Kasemen 50 orang, Taktakan 40 orang, Curug 30 oran, Walantaka 20 orang, Cipocokjaya 30 orang, dan Serang 15 orang.?

Redaktur: Mukafi Niam

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan bimbingan tes (bimtes) bagi para calon mahasiswa yang hendak belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Mandiri.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 20-23 Juni 2016 ini diikuti sekitar 170 calon mahasiswa baru yang bertempat di Ruang Teater Fakultas Ushuluddin kampus setempat. Syifa, ketua pelaksana bimtes ini mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII kepada calon mahasiswa baru yang ingin masuk perguruan tinggi Islam negeri yang beralamat di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

“Kegiatan yang dilakukan para kader PMII ini merupakan proses bagi para kader kami untuk bisa peduli terhadap sesama. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena panitia kebanyakan semester 2 yang baru setahun mengemban title mahasiswa. Tak disangka mereka benar-benar bertanggung jawab dengan tugas yang mereka emban,” kata Arsyad Prayogi, ketua PMII Komfuspertum.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Salah satu peserta bimtes, Alantri Anggara, mengaku sangat senang dengan bimtes ini. Para calon mahasiswa yang masih minim informasi mengenai jalur tes masuk ini merasa terbantu karena sudah diarahkan para panitia bagaimana cara agar bisa lolos tes masuk ini.

“Walaupun kami juga masih harus belajar sendiri di rumah setidaknya kegiatan ini cukup memberikan pengetahuan bagi kami. Terima kasih kepada para panitia yang telah membantu kami,” imbuhnya. (Ulul Alfi Kurniawan/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Bencana banjir yang melanda Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, dan tanah longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang, mengetuk hati PWNU Jawa Timur untuk menerjunkan para relawan ke lokasi bencana.

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Darurat Bencana, PWNU Jatim Terjunkan Relawan

PWNU Jatim dan berbagai lembaga NU, seperti PW Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) SER (Social Emergency Renspons) NU Jatim yang bekerjasama dengan YPM (Yayasan Pendidikan Ma’arif) Sepanjang, Taman, Sidoarjo didampingi Luthfi Prasetiyo dari PC Lakpesdam NU dan Widy Taurus PC LPBI NU Jombang mengirimkan bantuan.

Bantuan yang dikirim berupa beberapa kebutuhan pokok dan didistribusikan langsung ke lokasi pada Kamis (29/1) lalu. “Keberangkatan pengiriman bantuan ke daerah yang ditimpa bencana alam tersebut diikuti oleh beberapa relawan NU,” kata Ketua SER NU Jatim Hasan Muhdlor kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (1/2).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rombongan tim tanggap bencana dari Surabaya (PW LPBI SER-NU dan YPM Sepanjang) bertemu dan berkoordinasi dengan rombongan tim dari Jombang (Lakpesdam dan LPBI-NU Jombang) di Balai Pengobatan NU Sayid Abdurahman di sebelah barat Alun-alun Mojoagung.

Setelah berkoordinasi, rombongan dipisah menjadi dua tim. Tim pertama menuju Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, dan tim kedua menuju Dusun Pekunden, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Tim ini kemudian menuju Dusun Tempel, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung,” tandas Muhdhor. Setelah itu, rombongan tim kedua menuju Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng.

Cak Muhdhor, sapaan akrabnya menandaskan bahwa bantuan bencana alam yang dikumpulkan dari warga Nahdliyin tersebut sebagai wujud kepedulian NU terhadap korban yang saat ini mengalami musibah. “Semoga bantuan yang kita kirim dapat membantu meringankan beban yang dialami korban bencana”, tandasnya.

Selama bencana masih terjadi, tim gabungan akan terus berada di lokasi dalam upaya melakukan evakuasi korban serta mendistribusikan bantuan. “Kami juga melakukan perbaikan dan pembersihan lokasi banjir dan tanah longsor serta merawat sejumlah korban,” ungkapnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Kotamobagu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Ratusan kader Ansor se-Sulawesi Utara resmi dibaiat Pimpinan Pusat GP Ansor tepat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (12/12) dini hari.

"Sengaja kita melakukan baiat kader bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar apa yang menjadi komitmen kita bisa didengar langsung Rasulullah SAW," kata Khairul Anwar, salah satu Instruktur dari PP GP Ansor, beberapa saat sebelum prosesi baiat dilaksanakan.

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin “Didengar” Rasulullah, Ansor Sulut Dibaiat di Hari Maulid Nabi

Menurut Wakil Sekjen PP GP Ansor itu, yang namanya baiat harus dilakukan secara khusyuk sebagaimana juga melakukan shalat.

"Karena itu, para peserta diwajibkan berwudlu sebelum dibaiat. Ini dilakukan untuk menjaga agar para peserta tetap dalam keadaan suci saat mengucap kata-kata sumpah dan janji."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagaimana diketahui, prasyarat untuk menjadi anggota dan kader Ansor sebelum dibaiat, para peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan Pelatihan Dasar (Dillatsar) Banser se-Sulut diwajibkan mengikuti pembekalan dari para Instruktur Nasional yang juga pengurus PP GP Ansor. Mereka adalah Benny Rhamdani (Wakil Ketua Umum PP GP Ansor), Faisal Attamimi (Wakil Ketua), Saleh Ramli (Wakil Ketua/Korwil Sulut), M. Aziz Hakim (Wakil Sekjen), Khairul Anwar (Wakil Sekjen), dan Herry dari Satkornas Banser.

Selama lima hari itu para instruksi lebih memberikan penguatan dan pemahaman ideologi serta paham yang dianut GP Ansor, organisasi pemuda dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan dalam beberapa materi instruktur juga sempat memberikan pengetahuan kepada para peserta soal bagaimana menghadapi situasi kenegaraan dan politik yang serba gaduh saat ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut mereka, kelahiran Gerakan Pemuda Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

"Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol," kata Aziz Hakim.

Nama Ansor, lanjut Aziz, merupakan saran dari KH Abdul Wahab Chasbullah, ulama besar, pahlawan nasional, sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. "Dalam sejarahnya, pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang. Setelah revolusi fisik (1945-1949) usai, tokoh Ansor yang saat itu bernama ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, mengemukakan ide mengaktifkan kembali ANO atau Ansor. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu. Maka pada 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)."

Pelaksanaan pembekalan tingkat Sulawesi Utara tersebut dilakukan di eks Kampus STIE Widya Dharma Kotamobagu, sejak Kamis hingga Ahad (08-11/12/16). Dan, untuk tidak tercampur baur, Instruktur membagi tiga kelas sekaligus pada pembekalan tersebut, yakni kelas PKD, Diklatsar Banser dan kelas PKL.

Peserta sendiri, baik PKD, PKL dan Banser terdiri dari para pemuda dengan berbagai latar belakang profesi maupun pekerjaan, seperti anggota DPRD, Komisioner KPU Kabupaten/Kota, ASN, Pendamping Desa, Jurnalis, dan bahkan beberapa mantan aktivis mahasiswa seperti PMII.

? "Di antara peserta ada Eka Korompot (Kepala Dinas Perhubungan Bolmong), Fadly (Wakil Ketua DPRD Bolmong Selatan), Jusran D. Mokolanot dan Dani I. Mokoginta (Anggota DPRD Kotamobagu), Komisioner KPU diantaranya; Asep Sabar (Kotamobagu), Rully Halaa (Bolmong), Mirwan Noe (Sitaro), Awaludin Umbola (Bolmong Timur)," ujar Supardi Bado, Ketua Panitia kegiatan, saat dikonfirmasi media ini, sambil menambahkan bahwa yang pasti, semua peserta sudah mengikuti kegiatan dan tahapannya dengan baik.

"Yang patut diacungi jempol, para peserta rela meninggalkan pekerjaan dan kantornya demi membesarkan Ansor di Sulut. Mudah-mudahan Ansor di daerah ini bisa terus eksis," pungkas Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulut yang juga Ketua Komisi I DPRD Bolmong, didampingi Ismail Maga, Sekretaris PW GP Ansor Sulut.

Saat baiat, para peserta diwajibkan melakukan ritual berjalan di atas bara api yang menyala. "Ini bukan unjuk pamer kebal terhadap api, tapi lebih kepada komitmen, bahwa apapun yang berlawanan dengan prinsip ASWAJA yang dianut oleh Ansor, akan dihadapi. Karena itu menjadi Ansor harus total dan tidak boleh setengah-setengah," kata Yusra Alhabsyi, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Utara, yang menyaksikan langsung jalannya prosesi baiat kader Ansor. (Asep Sabar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU akan menggelar acara Halaqoh Nasional Majelis Alumni IPNU yang akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 6-7 Juni 2015 bertempat di Hotel Alana Surabaya, Jawa Timur.

Acara ini diadakan dalam rangka menghasilkan rekomendasi Majelis Alumni IPNU untuk disuarakan pada Muktamar NU Tahun 2015 yang akan dihelat di Jombang pada bulan Agustus nanti.?

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni IPNU akan Adakan Halaqoh Nasional Pra-Muktamar

Tema acara ini adalah ‘Penguatan Kepemimpinan Ulama dalam Organisasi Ulama’. beberapa hal yang akan dibahas dalam Acara ini diantaranya tentang penguatan supremasi Syuriyah dalam tubuh NU dan juga meneguhkan format ideal hubungan Tanfidziyah dan Syuriyah dalam NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain itu tentu saja para Alumni akan membahas tentang kondisi IPNU hari ini dan proyeksi IPNU di masa depan terutama dalam hal menguatkan peran dan posisi IPNU sebagai garda depan kaderisasi pelajar NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU Dr H Hilmi Muhammadiyah mengatakan, bahwa Muktamar besok merupakan momentum untuk menentukan kepemimpinan NU mendatang.?

“Alumni-Alumni IPNU merupakan para kader yang matang dan siap mengisi kepemimpinan NU saat ini, karena sejak menjadi kader, IPNU kita siapkan untuk melanjutkan regenerasi NU dimasa yg akan dating,” jelasnya.

Acara ini akan dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para tokoh yang akan menjadi keynote speaker dalam acara ini gabungan dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah diantaranya KH Mustofa Bisri, KH Hasyim Muzadi, KH Maruf Amin, KH Solahudin Wahid, KH Asad Said Ali, Prof M Nuh, Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul serta akan dihadiri oleh para alumni IPNU dari seluruh Indonesia. (M Said/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 Desember 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka syukuran hari lahir ke-87 NU, PCNU Kabupaten Sumedang pada Kamis (31/1) melaksanakan kegiatan sima’an Al-Qur’an 30 juz dan pembacaan manaqib. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat.

Sima’an Al-Qur’an dimulai pada hari Rabu malam (30/1) ba’da isya dan selesai hari Kamis sore menjelang magrib. Para membaca Al-Qur’an merupakan pengurus Pimpinan Cabang Jam’iyyah Qurra wal Huffadz (JQH) Kabupaten Sumedang. Kamis malamnya ba’da magrib membaca do’a khotmil qur’an dan ba’da isya ada kegiatan tahlil, baca berjanji (dibaan) dan pembacaan Manaqib. Kegiatan tahlil, baca berjanji dan manaqib ini dipimpin oleh para pengurus Jam’yyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyyah (Jatman) Kabupaten Sumedang. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan banom, lembaga dan lajnah yang ada di bawah PCNU Kabupaten Sumedang serta para jama’ah Nahdliyin.?

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Laksanakan Sima’an Al-Qur’an dan Manaqib

Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, H Sa’dulloh dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sima’an Al-Qur’an dan Manaqib ini harus dijadikan agenda bulanan para pengurus PC JQH dan PC Jatman Kabupaten Sumedang. ? Ia juga menegaskan bahwa JQH dan Jatman merupakan ruhnya Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kedua banom NU tersebut harus tetap tegak dan istiqomah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pimpinan Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sekaligus merupakan pengurus PWNU Propinsi Jawa Barat, KH Mohammad Aliyuddin sangan menyambut baik kegiatan ini. ? Malahan ia menawarkan diri siap menjadi tuan rumah kegiatan-kegiatan seperti ini atau kegiatan-kegiatan NU yang lainnya.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ayi Abdul Kohar

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Kajian, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kendati sudah berkali-kali terjadi, namun ricuh saat pembagian zakat kembali terulang. Baru-baru ini kericuhan terjadi di Makassar, saat seorang pengusaha membayar zakat secara massal dalam bentuk uang Rp. 50.000-an. Untuk itu, pembayaran zakat melalui badan atau lembaga zakat lebih membawa maslahat tanpa mengurangi substansi.

Katib Syuriyah NU Jember M N Harisudin menganjurkan sebaiknya para pengusaha menyalurkan zakat melalui amil zakat yang resmi mendapat pengakuan dari pemerintah.

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil

Pertama, di amil zakat resmi, zakat bisa tersalur tepat sasaran. Kedua, pada amil zakat resmi, kwitansi pembayaran zakat bisa menjadi pengurang pajak penghasilan sebagaimana disebut dalam UU Pengelolaan Zakat nomor 23 Tahun 2011,” kata Harisudin di Kantor PCNU Jember, Sabtu (4/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alumnus doktoral IAIN Sunan Ampel Surabaya di bidang Fiqih-Ushul Fiqih ini menambahkan bahwa penyaluran zakat melalui amil juga tepat guna karena amil zakat tidak hanya memberi zakat secara konsumtif, namun juga produktif.

“Pasalnya, amil zakat berusaha menjadikan mustahiq sebagai muzakki suatu saat nanti,” kata penulis Kitab Fiqhuz Zakat li Taqwiyat Iqtishadil Umah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kalaupun pengusaha ngotot ingin menyalurkan langsung kepada mustahiq zakat, ia menyarankan agar penyaluran zakat harus diatur sebaik-baiknya agar lebih memanusiakan dan juga memartabatkan mustahiq (penerima) zakat.

“Jangan sampai mustahiq zakat itu berdesak-desakan, berhimpitan, saling injak, dan bahkan menimbulkan korban meninggal dunia,” kata pengasuh pesantren Darul Hikam, Mangli, Kaliwates Jember ini.

Memang utamanya penyaluran zakat ditampilkan di depan publik. Tetapi mengejar keutamaan tidak boleh melalaikan kewajiban, yaitu memelihara jiwa, tandas aktivis NU yang juga Wakil Ketua Alumni Ma’had Aly Situbondo. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 07 Oktober 2017

Rukyat itu Ilmiah

Semarang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rukyat dalam pengertian pengamatan terhadap benda-benda langit, termasuk bulan (hilal) sudah ribuan tahun dilakukan. Hasil pengamatan demi pengamatan dicatat dan dirumuskan dalam bentuk ilmu yang kemudian melahirkan ilmu astronomi dan ilmu hisab (practical astronomy).

“Jadi ilmu hisab berasal dari pengamatan, penelitian dan observasi atau rukyat. Dengan demikian rukyat itu ilmiah dalam perspektif ilmu pengetahuan,” kata Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Ma’ruf Amin kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di sela-sela acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Nasional Pelaksana Rukyat NU di komplek Masjid Agung Semarang Jawa Tengah, Senin (18/12).

Beberapa pengamat berkomentar bahwa rukyat bil fi’li (pengamatan bulan secara langsung) untuk menentukan awal bulan Hijriyah tidak diperlukan lagi diperlukan karena sudah ada berbagai perhitungan pergerakan benda langit langit yang semakin akurat. Menurut, Kiai Ma’ruf Amin, fakta itu tidak akan menghilangkan fungsi pengamatan benda-benda langit karena kemungkinan penemuan fakta baru akan terus terbuka.

Rukyat itu Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyat itu Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyat itu Ilmiah

“Yang palig penting memang ini adalah perintah dari Nabi Muhammad SAW. Ada unsur Ibadahnya. Jadi Nahdlatul Ulama akan terus melaksanakan rukyat ini sebagai penentu utama penentuan awal Syawal,” kata Kiai Ma’ruf Amin.

Buku Pedoman

Untuk melakukan rukyatul hilal para pengamat dipandu dan dibantu oleh disiplin ilmu hisab sehingga posisi dan kedudukan hilal bisa dengan mudah. Beberapa benda langit mirip bulan yang kemungkinan akan mengganggu pengamatan dapat segera dibedakan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama pada 1993 telah menerbitkan buku pedoman pelaksanaan hisab dan rukyat di lingkungan Nahdliyyin yang merupakan hasil kesepakatan para ahli falak dan astronomi di lingkungan NU. Beberapa kitab dengan metodenya yang berbeda-beda telah? diserasikan untuk memperoleh tingkat akurasi yang lebih memadai kemudian distandarkan.

Kasus perbedaan penentuan awal syawal 1427 H kemarin antara PBNU dan PWNU Jawa Timur dipastikan karena PWNU Jawa Timur memasalahkan kembali metode hisab penyerasian dan kembali menggunakan beberapa kitab pedoman lama. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Habib, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 September 2017

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kementerian Agama dan Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesepahaman dalam pengembangan ekonomi pesantren dan penggunaan layanan keuangan digital (LKD). Penguatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo di Jakarta, Kamis (26/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Menag, penandatangan NK dengan Gubernur BI juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, serta Raden Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial yang mewakili Menteri Sosial.

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Menag menyambut gembira Penandatangan NK ini, terlebih sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Kemenag dengan Bank Indonesia tentang Pengembangan Kemandirian Ekonomi Lembaga Pondok Pesantren dan Peningkatan Layanan Non Tunai untuk Transaksi Keuangan di Lingkungan Kementerian Agama yang ditandangani pada 5 November 2014 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Surabaya.?

Menurut Menag, NK yang kemudian dikenal dengan nama “Deklarasi Surabaya” itu ? memiliki dua substansi. Pertama, mendorong pondok pesantren sebagai penggerak sekaligus berperan sebagai instrumen sektor riil penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Kedua, peningkatan transaksi keuangan non tunai baik yang menyangkut penyerapan anggaran berbasis APBN maupun transaksi keuangan di sejumlah mitra layanan di bawah binaan Kementerian Agama.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Deklarasi Surabaya akan berakhir pada penghujung 2016 ini. Karenanya, Menag menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial yang merupakan perluasan dari Deklarasi Surabaya dengan menggandeng kementerian-kementerian terkait di dalamnya.

Menag mengaku, setelah penandatanganan Deklarasi Surabaya, terdapat capaian-capaian yang cukup menggembirakan, di antaranya: peningkatan kapabilitas santri sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat dan digitalisasi layanan keuangan. Selain itu, pondok pesantren kini secara bertahap juga telah melebarkan kiprahnya, tidak hanya melahirkan ahli agama Islam, tapi juga penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

“Penggunaan Layanan Keuangan Digital (LKD) pada beberapa pondok pesantren telah memberikan ruang transaksi yang semakin mudah, dekat, dan tidak berbelit-belit,” papar Menag. ? Putera mantan Menag alm. KH Saifuddin Zuhri ini menyatakan bahwa penggunaan LKD merupakan solusi keuangan non tunai yang praktis terutama pada koperasi-koperasi yang ada di dalam pondok pesantren.?

Ke depan, Menag berharap pondok pesantren sebagai pusat kajian keilmuan fiqih muamalah dan ekonomi syariah mendapatkan ruang aplikatif yang lebih luas sehingga ? dapat menyelesaikan problem-problem transaksi ekonomi yang berkembang dewasa ini. Pesantren juga dapat menjadi model pengembangan keuangan syariah di tingkat mikro.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, Menag optimis bahwa tata kelola Kementerian Agama berbasis APBN terutama pada akun bantuan sosial dapat meningkat akuntabilitasnya, karena penyalurannya menggunakan transaksi secara non tunai. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 September 2017

500 Kader Muda NU Ajibarang Baca Ikrar Kesetiaan NKRI

Banyumas, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Sebanyak lima ratus kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU, dan IPPNU se-Kecamatan Ajibarang Kabupaten menggelar apel bersama di halaman Pendopo Kecamatan Ajibarang Senin (24/4). Mereka bersama-sama mengucapkan sumpah janji setia mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembacaan sumpah janji setia ini dilakukan saat acara apel kesetiaan NKRI yang digelar untuk memperingati harlah (hari lahir) GP Ansor Ke-83 dan Fatayat NU Ke-67.

500 Kader Muda NU Ajibarang Baca Ikrar Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Kader Muda NU Ajibarang Baca Ikrar Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Kader Muda NU Ajibarang Baca Ikrar Kesetiaan NKRI

Ketua panita kegiatan Muslikhudin mengatakan, awalnya ide acara ini muncul dari kawula muda NU yang merasa perlu untuk membentengi kader-kader muda dari paham radilaklisme atau sejenisnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Radikalisme sangat bahaya, bukan bagi negara tetapi bagi dirinya sendiri juga sangat bahaya. Oleh karena itu, kita harus bentengi diri kita, kader-kader muda NU khususnya dari radikalisme," kata Muslih saat memberikan sambutan.

Inspektur apel kesetiaan NKRI ini Camat Ajibarang Eko Heru Surono mengapresiasi kegiatan seperti ini. "Sepertinya hanya NU yang bisa buat kegiatan seperti ini," kata Eko.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain membaca ikrar kesetiaan NKRI, diadakan juga diskusi tentang penguatan Aswaja dan menangkal radikalisme dengan pembicara Siti Mukaromah dari Pimpinan Pusat (PP) Fatayat dan Dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Lutfi Makhasin. (Kifayatul Ahyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nahdlatul, RMI NU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 18 Juli 2017

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Buleleng, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Bali memastikan akan menggelar Apel Kebangsaan pada Ahad (14/5) mendatang. Pelaksanaan apel ini dipastikan setelah pengurus harian GP Ansor Bali melakukan audiensi ke Mapolda Bali, Senin (8/5).

Pengurus GP Ansor Bali langsung diterima oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Dalam pertemuan ini Kapolda Bali menyetujui agenda pengumpulan kader Ansor Banser seluruh Bali yang akan dilaksanakan di Lapangan Lumintang Denpasar.

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bali Gelar Apel Kebangsaan Akhir Pekan

Ketua GP Ansor Bali Amron Sudarmanto mengatakan, apel kebangsaan ini sudah melalui prosedur pemberitahuan kepada kepolisian. Bahkan, sebagaimana hasil audiensi, Polda Bali akan memerintahkan Polres di kabupaten-kabupaten yang jauh dari Denpasar untuk membantu kendaraan pengangkut anggota Banser menuju Denpasar.

"Oleh karenanya, kami berharap ketua-ketua cabang GP Ansor berkoordinasi dengan pihak Polres terkait teknis pemberangkatannya," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Amron, pengurus harian cabang GP Ansor harus sudah mendata kader Ansor atau Banser yang ada di wilayahnya masing-masing dalam keikutsertaanya pada apel di Denpasar nanti.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk kepesertaan apel, Amron menargetkan 1000 kader Ansor Banser seluruh Bali, ditambah dengan delegasi banom-banom NU lainnya baik di tingkat wilayah maupun cabang. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Nahdlatul, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Mei 2017

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Belum genap sebulan dideklarasikan, Gusdurian Madura melakukan aksi damai, Senin (22/4). Aksi berisi seruan moral dan kontrak politik demi masa depan Kabupaten Pamekasan tersebut dilangsungkan di area monumen Arek Lancor. Setelah itu, diteruskan istighotsah di Makam Pahlawan di Jalan Panglegur Pamekasan.

Dilengkapi dengan sound system, para pemuda pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut, menarik perhatian para pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya. Diiringi dengan shalawat nabi, aktivis Gusdurian menegaskan terkait kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah dalam pendampingan keberagamaan. Kesiapan itu, juga menyangkut sosialisasi pendidikan agama di sekolah dan peningkatan pendidikan melalui kajian-kajian ilmiah.

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Gusdurian Madura Dengungkan Seruan Moral

“Aksi ini merupakan murni seruan moral untuk pemerintah baru di Kabupaten Pamekasan yang dilantik hari ini. Kami menghadirkan 3 hal yang diharapkan pemerintah bisa mengamininya. Pertama, meminta pemerintah menciptakan keberagamaan dan toleransi demi terciptanya sikap saling menghargai antar kelompok agama dan aliran. Tujuan besarnya, ialah terteguhkannya tujuan stabilitas nasional,” terang Ketua Umum Gusdurian Madura, Fudholi Nur, M.Fil.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, tambahnya, mengadakan pendampingan di kalangan pemuda, siswa, dan masyarakat terkait pendidikan keagamaan, dan sosialisasi nilai-nilai keislaman demi terwujudnya visi misi Kabupaten Pamekasan yang kental keberagamaannya dan perbaikan moral masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dan yang ketiga, ialah ketertiban tempat-tempat yang sering dijadikan sarang maksiat dan mengadakan pembinaan agar terwujud masyarakat yang agamis, dinamis dan humanis,” tukasnya.

Pantauan Internet Marketer Nahdlatul Ulama, aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 itu berakhir saat azan Zuhur berkumandang. Tak hanya berorasi, mereka juga menggelar istighotsah di Makam Pahlawan Pamekasan. Tujuannya tiada lain untuk mengenang dan mengingat peran serta para pejuang negeri ini.

Massa Gusdurian tampak khusu’. Tak hanya mereka yang melakukan istighasah. Para polisi yang mengawal aksi tersebut, turut serta melakukan istighasah. Usai istighotsah, mereka mengakhiri aksi dengan kembali ke sekretariat Gusdurian Madura di Jalan Kemuning Pamekasan.

Alhamdulillah, aksi yang kami lakukan sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. Tidak ada kendala di lapangan. Pak polisi mendampingi kami sedari awal. Bahkan, juga ikut istighotsah,” ungkap Moh Anas Farhan, Ketua Gusdurian Pamekasan.

Sementara itu, di luar aksi Gusdurian Madura, tersebar isu miring. Aktivis Gusdurian Madura dikabarkan bentrok dengan para aktivis pro Anas Urbaningrum yang hadir ke Pamekasan. Padahal, kejadian tersebut tidak menimpa aktivis Gusdurian. Melainkan, terjadi pada para aktivis yang sedang melakukan aksi bersamaan.

Mereka adalah aktivis Kesatuan Aksi Lintas Masyarakat (KALAM), Gerakan Pemuda Ronggo Sukowati (GPRS), Stuan Aksi Mahasiwa Revolusi (SAMAR), dan Barisan Mahasiswa Merdeka (BMM). Mereka tergabung dalam Masyarakat Pamekasan Menggugat (MPM). Sebagaimana namanya, MPM menggugat kehadiran Anas dan Soekarwo ke Pamekasan.

Gugatan mereka ialah terkait status tersangka Anas dalam kasus Hambalang. Oleh KPK, Anas sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Karenanya, kami tak sudi kesucian Kabupaten Pamekasan ini diinjak oleh Anas yang jelas-jelas koruptor,” tekan korlap aksi, Zaini Wer Wer.

Dikatakan oleh Wer Wer, Anas Urbaningrum merupakan sosok pemuda cerdas yang tidak pantas diteladani. Menurutnya, perilaku koruptif yang melekat dalam dirinya menunjukkan kejelakan yang patut disayangkan.

“Kami sebagai masyarakat Pamekasan sangat tidak terima dengan kehadiran Anas dan Soekarwo. Kami sangat alergi terhadap koruptor dan pengkhianat bangsa ini. Anas terjerat kasus korupsi Hambalang, dan Soekarwo pengkhianat karena mengabaikan pembangunan di Madura,” tekan korlap lainnya, Moh Elman dengan suara bergetar.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Pemurnian Aqidah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Januari 2016

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/7) sore membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis kepada pengendara sekaligus pemudik yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan. Kegiatan yang melibatkan segenap elemen masyarakat ini dipusatkan di sisi selatan alun-alun Kota Kraksaan.

Pembagian sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00.

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik mengatakan, pembagian takjil gratis ini merupakan salah satu visi dari GP Ansor Kota Kraksaan sendiri untuk menegakkan ajaran agama Islam yaitu berbagi kepada sesama.

“Bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor kepada sesama umat Islam sehingga kalau adzan Maghrib dalam perjalanan, takjil ini bisa untuk membatalkan puasanya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari pantauan Internet Marketer Nahdlatul Ulama di lokasi, sebanyak 500 paket takjil gratis tersebut ludes dibagikan kepada pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu 20 menit.

“Semoga pembagian takjil gratis ini bisa memberikan manfaat kepada sesama yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk sekedar membatalkan puasa tatkala adzan Maghrib dalam perjalanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 05 Desember 2015

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan kesediaannya untuk hadir dan membuka kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama, yang diagendakan digelar September mendatang.

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

SBY akan Buka Munas dan Konbes Alim Ulama NU

"Tadi saya sampaikan, yang dulu-dulu Munas Konbes NU yang hadir adalah Wakil Presiden. Tapi tadi saya juga menyampaikan kali ini jika berkenan Presiden yang hadir, dan Alhamdulillah beliau bersedia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, usai bertemu dengan SBY di Istana Negara, Selasa kemarin (29/5).

Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya, menemui SBY di Istana Negara dengan didampingi oleh Sekjen PBNU H. Marsudi Syuhud dan Ketua Panitia Munas dan Konbes Alim Ulama H. Dedi Wahidi. Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Said menjelaskan, tema Munas kali ini yaitu Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU Menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.

?

Di kesempatan yang sama PBNU juga menyampaikan akan digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) NU di Pontianak pada tanggal 3 Juli mendatang yang rencananya akan dibuka Wakil Presiden RI ? Boediono.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Olahraga, Kajian, Kajian Sunnah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock