Selasa, 05 Desember 2017

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kendati sudah berkali-kali terjadi, namun ricuh saat pembagian zakat kembali terulang. Baru-baru ini kericuhan terjadi di Makassar, saat seorang pengusaha membayar zakat secara massal dalam bentuk uang Rp. 50.000-an. Untuk itu, pembayaran zakat melalui badan atau lembaga zakat lebih membawa maslahat tanpa mengurangi substansi.

Katib Syuriyah NU Jember M N Harisudin menganjurkan sebaiknya para pengusaha menyalurkan zakat melalui amil zakat yang resmi mendapat pengakuan dari pemerintah.

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Korban, Pengusaha Sebaiknya Bayar Zakat Lewat Badan Amil

Pertama, di amil zakat resmi, zakat bisa tersalur tepat sasaran. Kedua, pada amil zakat resmi, kwitansi pembayaran zakat bisa menjadi pengurang pajak penghasilan sebagaimana disebut dalam UU Pengelolaan Zakat nomor 23 Tahun 2011,” kata Harisudin di Kantor PCNU Jember, Sabtu (4/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alumnus doktoral IAIN Sunan Ampel Surabaya di bidang Fiqih-Ushul Fiqih ini menambahkan bahwa penyaluran zakat melalui amil juga tepat guna karena amil zakat tidak hanya memberi zakat secara konsumtif, namun juga produktif.

“Pasalnya, amil zakat berusaha menjadikan mustahiq sebagai muzakki suatu saat nanti,” kata penulis Kitab Fiqhuz Zakat li Taqwiyat Iqtishadil Umah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kalaupun pengusaha ngotot ingin menyalurkan langsung kepada mustahiq zakat, ia menyarankan agar penyaluran zakat harus diatur sebaik-baiknya agar lebih memanusiakan dan juga memartabatkan mustahiq (penerima) zakat.

“Jangan sampai mustahiq zakat itu berdesak-desakan, berhimpitan, saling injak, dan bahkan menimbulkan korban meninggal dunia,” kata pengasuh pesantren Darul Hikam, Mangli, Kaliwates Jember ini.

Memang utamanya penyaluran zakat ditampilkan di depan publik. Tetapi mengejar keutamaan tidak boleh melalaikan kewajiban, yaitu memelihara jiwa, tandas aktivis NU yang juga Wakil Ketua Alumni Ma’had Aly Situbondo. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kami ada untuk indonesia, Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock