Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setelah melakukan penerimaan dosen, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar bersiap-siap membuka pendaftaran mahasiswa. Sebagai langkah awal, pihak UNU Kalbar mengadakan kunjungan sosialisasi ke Kemenag Kalbar untuk diteruskan ke madrasah-madrasah aliyah.

"Kita baru saja diterima oleh Kepala Kanwil Kemenag Syahrul Yadi. Kita mengharapkan UNU Kalbar bisa tersosialisasi lewat jaringan madrasah aliyah di bawah naungan Kemenag Kalbar," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo usai pertemuan di Kantor Kemenag Kalbar, Kamis (12/3).

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kalbar Mulai Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

UNU Kalbar berencana membuka pendaftaran perdana mahasiswa baru pada awal April. Menjelang pembukaan itu, pihak UNU Kalbar akan melakukan sosialisasi dulu. “Sasaran utamanya Kemenag dan Dinas Pendidikan. Karena dua lembaga itu memiliki jaringan sekolah tingkat atas atau sederajat," papar dosen FKIP Untan ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Syahrul Yadi menyambut baik kehadiran UNU. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan membantu sosialisasi UNU ke seluruh madrasah di Kalbar.

"Setelah sosialisasi ke Kemenag, kita juga berencana audiensi ke Kepala Dinas Pendidikan Kalbar. Cuma, jadwalnya belum ditentukan. Setelah itu, ke lembaga lain dan ke sekolah-sekolah tingkat atas," kata Ketua ISNU Kalbar ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Agung didampingi Pembantu Rektor (Purek) II Dr Andi Usman, Purek III Dr Rahmat Syahputra, Dekan Fakultas Teknik Dr Muhammad Rifat, dan Kepala Biro Administrasi Umum Keuangan dan Kemahasiswaan Rosadi Jamani.

Sementara Rosadi menambahkan, sosialisasi yang terjadwal pada 20 Maret ini akan berlangsung di SMA 2 Sungai Raya.

"Dalam waktu dekat ini, kita berusaha mencari waktu yang pas untuk kesediaan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar menerima audiensi pengurus UNU. Mudah-mudahan Pak Kadis punya waktu untuk menerima sosialisasi pengurus UNU," harap Rosadi. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Panitia lokal muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum (PPBU), mengundang lebih dari 20 Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) untuk hadir dalam acara “Forum Diskusi dan Reuni PCINU Internasional” yang rencananya akan ditempatkan di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

Acara forum diskusi ini akan berjalan di sela-sela muktamar ke-33 NU berlangsung, yakni tanggal 1, 2, 4, dan 5 Agustus 2016. Target acara ini adalah mempertemukan kaum nahdliyin yang berada di luar negeri, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna.

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum PCINU Bakal Warnai Muktamar ke-33 NU

“Tanggal 3 Agustus sengaja dikosongkan karena pada tanggal tersebut di masing-masing pesantren dipakai sidang komisi. Jadi Pondok Pesantren Tambak Beras sepakat mengosongkan semua kegiatan muktamar pada tanggal tersebut, dan mengharuskan semua untuk fokus ke sidang komisi,” kata ketua panitia Latif Malik kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (28/7).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini akan diisi dengan diskusi berbagai tema penting, seperti krisis Timur Tengah dan materi muktamar ke-33 NU. “Forum ini akan dibuat santai, mengingat peserta muktamirin dalam forum muktamar biasanya sudah jenuh dengan materi utama muktamar, jadi yang kita tekankan adalah mempererat silaturrahim antar PCINU,” kata pria yang akrab disapa Gus Latif ini.

Dalam forum di atas, panitia akan memberikan berbagai fasilitas untuk peserta, di antaranya adalah 12 kamar penginapan, terdiri dari 8 putra dan 4 putri. Selain itu, peserta juga akan mendapat kartu identitas peserta dan kartu parkir, serta konsumsi tentu saja. Tamu yang diundang dari luar daerah ini juga dapat meminta panitia untuk menjemput mereka di lokasi terdekat, seperti bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk konfirmasi kehadiran dan informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi M. Najih Arromadloni sebagai pelaksana, di nomor ponsel 081938299525. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, AlaNu, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 15 Februari 2018

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengundang beberapa tokoh nasionalis untuk mendiskusikan persoalan-persoalan mendasar seputar amandemen Undang Undang Dasar 1945 yang telah dilakukan empat kali. Sebagai institusi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yang punya andil besar dalam mendirikan bangsa ini, PBNU ingin memberikan masukan-masukan dengan terlebih dahulu menyaring beberapa pokok pikiran dari para ahli.

“Pada diskusi ini posisi PBNU bukan untuk bicara tapi untuk mendengar, mencermati buah fikiran dan mutiara-mutiara pendapat dari para bapak-bapak yang sangat kita hormati. Alhamdulillah semua datang ke sini,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat memberikan kata pengantar diskusi di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7).

Para tokoh nasionalis yang hadir antara lain Try Sutrisno, Kwik Kian Gie, dan Tyasno Sudarto, dan Muji Sutrisno. Sebagai pembanding diskusi Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Yudi Latif, Budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan Putro. Diskusi dipandu oleh Enceng Sobirin Nadj.

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Undang Para Tokoh Nasionalis, Kaji Amandemen UUD 1945

Diskusi bertajuk “Amandemen UUD 45 dalam Dimensi Sosial, Ekonomi Politik” itu merupakan diskusi kedua yang diselenggarakan oleh PBNU. Sebelumnya, PBNU mengundang pakar hukum tata negara Ryaas Rasyid dan beberapa pelaku amandemen antara lain Ali Maskur Moesa dari Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Lukman Hakim Saifuddin dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan untuk membicarakan legalitas serta dimensi hukum dan politik amandemen UUD 1945.

Undang undang hasil amandemen dinilai banyak kalangan justru mendatangkan banyak persoalan. Belakangan muncul keinginan untuk melakukan amandemen untuk kelima kalinya. Menurut Hasyim Muzadi, PBNU ingin mendapatkan masukan-masukan yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek dalam amandemen itu, berikut berbagai konsekuensinya. “Harapannya kita kita dapat berbuat lebih banyak untuk bangsa,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Try Sutrisno menyatakan, amandemen UUD 1945 justru akan memunculkan masalah besar jika tidak hati-hati. Menurutnya, amandemen yang telah dilakukan empat kali itu tidak dilandasi oleh “naskah akademik” yang jelas dan tidak mengarah pada pencapaian cita-cita bangsa sebagaimana termakstub dalam pembukaan UUD 1945.

“Tidak ada salahnya, apabila kita perbaiki yang kurang lengkap. Saya berpendapat, lebih tepat jika saya pilih kaji ulang secara jujur dan bertanggung jawab,” kata mantan wakil presiden itu.

Ketidakjelasan dalam naskah amandemen itu juga ditemukan oleh Kwik Kian Gie. Menurut mantan Menko Ekuin di zaman Gus Dur dan Megawati itu, penambahan ayat dalam pasal 33 UUD 1945 berkaitan dengan sistem perekonomian Indonesia tidak disertai alasan apa pun. “Yang jelas sekarang ini kita mengarah pada ekonomi liberal. Dampaknya kemiskinan meningkat, kekayaan menumpuk pada beberapa orang,” katanya.

Mantan KSAD Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menyatakan, kesimpangsiuran nasib bangsa Indonesia pasca reformasi disebabkan karena ulah para pemimpin yang tidak merawat warisan bangsa dengan benar, termasuk dengan mengamandemen UUD 1945 itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya tak akan uraikan lagi apa yang jadi kesusahan, kekrisisan dan malapetaka, karena kita sudah tahu, karena kita tidak lagi bersyukur nikmat terbesar, yaitu nikmat kemerdekaan dengan segala ugorampenya, kelengkapannya, yaitu UUD 45 yang notabene adalah rahmat dari Allah,” katanya sembari mengutip puisi Jendral Besar Sudirman tentang kedaulatan negara dan kemandirian bangsa.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, AlaNu, Sholawat Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mimisan atau dalam bahasa kedokteran sering dikenal dengan istilah Epistaksis merupakan sebuah kondisi keluarnya darah dari hidung. Hal ini merupakan kondisi yang sering dialami oleh dewasa maupun anak-anak. Mimisan itu sendiri sebenarnya bukan merupakan sebuah penyakit, tetapi merupakan gejala dari sebuah penyakit.

Dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, dr Vanisia Hayu Firdayanti mengemukakan, kumpulan pembuluh darah di dalam hidung yang disebut plexus kiesselbach dan juga arteri ethmoidalis anterior ini rentan pecah terutama jika terjadi sebuah trauma atau jika ada suatu kondisi medis tertentu. Pada umumnya, mimisan ini sering terjadi pada anak-anak karena pembuluh darah pada anak-anak masih tipis dan sensitif.

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Mimisan dan Cara Penanganannya

"Penyebab mimisan dapat dibagi menjadi penyebab lokal dan penyebab sistemik. Untuk penyebab lokal misalnya trauma (terjatuh, terpukul, mengorek-ngorek hidung, saat mengeluarkan ingus terlalu kuat, dan sebagainya), adanya benda asing, infeksi pada hidung dan sinus (influenza, sinusitis) serta pengaruh lingkungan (perubahan tekanan mendadak pada penerbang atau penyelam, serta kondisi lingkungan yang sangat dingin). Untuk penyebab sistemik dapat berupa hipertensi/tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah, kelainan darah, maupun penyakit lain seperti demam berdarah dengue," kata dr Vani, Rabu (20/7).

Untuk menegakkan diagnosis, dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menjelaskan, ? dapat dilakukan anamnesis/wawancara, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang (laboratorium atau radiologi) jika dibutuhkan. "Pada pemeriksaan fisik perlu diperhatikan apakah kondisi umum sangat lemah atau ada tanda-tanda syok karena perdarahan yang keluar terlalu banyak," ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk pemeriksaan penunjang, sambung Vani, sebaiknya dilakukan jika perdarahan terjadi berulang dan darah yang keluar cukup banyak. Pemeriksaan yang umum dilakukan yaitu pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap, pemeriksaan fungsi hemostatis (pembekuan darah), foto rontgen hidung dan sinus paranasal.

"Penanganan awal dari mimisan yaitu tenangkan penderita terlebih dahulu. Penderita sebaiknya duduk tegak dan menekan cuping hidung selama kurang lebih 5-10 menit untuk menghentikan perdarahan. Selama memencet hidung, sebaiknya penderita bernafas melalui mulut. Kompres dingin pada pangkal hidung dan buang gumpalan darah dari dalam hidung," sarannya.

Pada umumnya, mimisan yang ringan akan berhenti jika dalam waktu 5-10 menit mimisan tidak kunjung berhenti, maka sebaiknya segera menuju pusat layanan kesehatan terdekat. Pemasangan tampon hidung merupakan cara yang umum digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, juga perlu dicari penyakit lain yang mendasari terjadinya mimisan jika memang mimisan sering terjadi berulang kali. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Budaya, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 12 Februari 2018

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr M Maksum Machfoedz menekankan perlunya dialog antarkelompok internal sebuah agama dalam upaya-upaya toleransi. Menurutnya, dialog-dialog internal sangat dibutuhkan untuk menyamakan persepsi antarkelompok dalam sebuah agama.

“Dialog antarkelompok internal sebuah agama ini yang cukup sulit. Tetapi dialog seperti ini cukup efektif seperti yang pernah dilakukan PBNU dengan mempertemukan sejumlah kelompok Muslim di Afghanistan yang saling bertenangan,” kata Prof Maksum saat membuka seminar perdana Otokritik Indonesia perihal toleransi yang diselenggarakan Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Jumat (16/12) siang.

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum Tegaskan Perlunya Dialog Antarkelompok Internal Agama

Dialog antarumat beragama memang penting. Tetapi mempertemukan kelompok-kelompok internal sebuah agama merupakan sebuah upaya yang tidak kalah penting, tambah Prof Maksum.

Ia meyakini bahwa dialog internal sangat penting mengingat setiap agama memiliki kelompok-kelompok ekstremnya sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Hampir setiap agama ada kelompok radikalnya. Ini sebuah fakta,” kata Prof Maksum. (Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, AlaSantri, Cerita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Salah satu upaya STAINU Jakarta dan UNU Indonesia dalam mengisi syi’ar Muktamar Ke-33 NU adalah dengan membuat rangkaian kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya Pameran Pendidiakan. Kegiatan ini bertempat di stan Panitia Muktamar No 17-18 yang berhadapan dengan Masjid Agung Jombang mulai tanggal 31 Juli 2015 lalu sampai 5 Agustus 2015.

Pameran pendidikan ini diisi dengan sosialisasi kelembagaan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia di Jakarta dengan membagikan brosur, PIN, pemutaran profil STAINU Jakarta dan UNU Indonesia,"papar Aris Adi Leksono, Pembantu Ketua Bidang Kerjasama STAINU Jakarta.

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta dan UNU Indonesia Adakan Pameran Pendidikan di Arena Muktamar

Selain itu, tambahnya, pemutaran film dan diskusi film, penjualan Buku-buku karya dosen STAINU Jakarta, terutama Buku tentang Islam Nusantara, serta penjualan souvenir NU, T-Shirt NU, dan banyak karya mahasiswa STAINU lainnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lebih jauh, Aris menjelaskan, Stan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sejak dibuka mulai hari Jum’at 31 Juli 2015 sudah ramai pengunjung, terutama para remaja-remaja yang ingin berkuliah di STAINU Jakarta dan UNU Indonesia. Sampai hari ke-3 muktamar lebih dari 5000 pengunjug sudah datang ke stan.

Bagian dari upaya mengenalkan dan membangun perguruan tinggi yang dimilki oleh Nahdlatul Ulama, STAINU Jakarta dan UNU Indonesia akan memulai tahun ajaran baru pada bulan Agustus 2015 dengan berbagai pilihan program studi diantaranya; Pendidikan Agama Islam, Perbankan Syari’ah, Hukum , Psikologi, PAUD, Tekhnik Industri, Agroindustri, Teknik Elektro, Teknik Komputer, Sosiologi, dan lain sebagainya. (Red: Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 07 Januari 2018

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk kali kesekian, pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Kabupaten Pamekasan melangsungkan pertemuan, Jumat (15/11). Acara tersebut berlangsung di kediaman KH Moh Waqid Abdullah, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu,  Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Alumni Pesantren Tak Terbantahkan

Pertemuan ini dihadiri para pengurus IAA Pamekasan, para kiai muda pondok pesantren Annuqayah, serta alumni Annuqayah yang tersebar di Kecamatan Pademawu, Galis, Tlanakan, dan Kota Pamekasan. Mereka tampak semangat untuk terus menghidupkan nuansa keagamaan dan keilmuan yang bersumber dari pondok pesantren Annuqayah.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan betapa peran alumni pesantren tidak terbantahkan. Di pelosok desa maupun perkotaan, kontribusi santri didikan pondok pesantren dinilai sangat terasa. Dan hal itu diyakini masih terus berlangsung di tengah gempuran kehidupan era globalisasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal demikian diamini oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren Annuqayah Kiai Mohammad Naqib Hasan yang hadir saat itu. Kiai Naqib Hasan menuturkan, perkembangan Annuqayah yang paling penting adalah di bidang pendidikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Karenanya, kami berharap semangat doa dan dukungan alumni dalam berperan di bidang pendidikan di masyarakat,” tandasnya.

Organisasi alumni Annuqayah dalam setahun terakhir berusaha terus diaktifkan. Beberapa kantong alumni sudah mempunyai kegiatan rutin yang aktif sejak lama, seperti di Kabupaten Jember dan sekitarnya, namun belum berjejaring secara rapi dengan yang lain. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

Oleh Muhammad Bakhru Thohir

“Walaupun Gus Dur selalu merayakan hari ulang tahunnya pada tanggal 4 Agustus, namun tampaknya teman-teman dan keluarganya yang menghadiri pesta perayaan hari ulang tahunnya di Istana Bogor pada hari Jum’at 4 Agustus 2000 tak sadar bahwa sebenarnya hari lahir Gus Dur bukanlah tanggal itu. Sebagaimana juga dengan banyak aspek dalam hidupnya dan juga pribadinya, ada banyak hal yang tidak seperti apa yang terlihat. Gus Dur memang dilahirkan pada hari keempat bulan kedelapan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tanggal itu adalah menurut kalender Islam, yakni bahwa Gus Dur dilahirkan pada bulan Sya’ban, bulan kedelapan dalam penanggalan Islam. Sebenarnya, tanggal 4 Sya’ban 1940 adalah tanggal 7 September. Gus Dur dilahirkan di Denanyar, dekat kota Jombang, Jawa Timur, di rumah pesantren milik kakek dari pihak ibunya, Kiai Bisri Syansuri.”

Ini adalah paragraf pertama dari buku The Authorized Biography of ABDURRAHMAN WAHID karya Greg Barton. Kok saat saya membaca paragraf pertama buku ini sudah tergambar bahwa sosok Gus Dur adalah seseorang yang tidak kedonyan. Berbeda sekali dengan kita, yang mana kita sering kali bukan hanya terpaut tapi masuk dan tak mau lepas dari perihal keduniawian. Saat ini status sosial amatlah dianggap penting, jumlah follower dan likers di media sosial menjadi barometer kita dianggap sebagai manusia atau tidak.

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Cinta Seorang Tabi’in

?

Dan menyoal ulang tahun, kita sangat berharap bahwa “semua orang tau tanggal ulang tahun kita dan semuanya mengirim doa, tak penting doa dalam gelap, dikirim saja doa itu melalui pesan, ucapan atau perayaan berupa kejutan padaku. Itu lebih penting dan ngena dari pada doa dalam gelap”. Berbeda sekali dengan Gus Dur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya tidak pernah berkenalan dengan Gus Dur, karena sejak saya lahir sudah berada dalam lembaga Gus Dur. Gus Dur bagi saya sama halnya seperti Islam dan NU. Dalam tahapan hidup saya, tak pernah saya memilih untuk beribadah dan mengenal Tuhan melalui cara dan jalan apa. Karena sejak lahir saya ‘telah’ di dalam Islam, NU dan Gus Dur. Sejak kecil saya sudah melaksanakan ritual sholat, puasa dan zakat. Soal syahadat jangan ditanya, itu sudah masuk materi saat masih TK. Sholatku juga mengunakan usholli, kunut dan ada wirid setelahnya, persis seperti yang diucapkan Habib Syech dalam setiap acara solawatan “sholat usholli, kunut dan wirid adalah ibadahnya NU”.?

Pun demikian dengan Gus Dur, saya tidak pernah melalui tahapan kenalan, karena seluruh isi rumah saya mengidolakannya. Bahkan Bapak pernah bilang “kalau dulu Gus Dur mengizinkan warga NU dari Jawa Timur dan Jawa Tengah menyerbu Jakarta saat Gus Dur dimakzulkan, saya akan ke Jakarta” ucap Bapak saat saya beranjak remaja. Cukup bisa diakui kan, kalau saya sudah terlahir di lingkunagn pendukung Gus Dur.

Mungkin jalan hidup saya kurang menarik menurut sebagian teman-teman, karena saya ber-Islam, ber-NU dan ber-Gus Dur secara diturunkan bukan memilih. Saya pun bersepakat dengan anda-anda semua yang mengangap hidup saya tak menarik. Setidaknya alasan utama kenapa saya menganggap hidup saya kurang menarik adalah terlalu homogennya lingkungan masa kecil saya. Saya hampir tak pernah mengenal orang dengan KTP selain Islam sebelum bergabung dengan Jaringan Gusdurian Malang –ini juga alasan kenapa saya bergabung dengan Gusdurian- bahkan saya jarang berinteraksi dengan orang selain NU, meskipun saya mengenal orang-orang selain NU, tapi saya tidak pernah punya urusan yang membuat saya harus berinteraksi. Dan untuk Gus Dur, desaku cukup minim nafas diskusi, meskipun saya tahu bahwa di desa ada perkumpulan pendukung Amin Rais, Megawati dan Akbar Tanjung, tapi para simpatisan ini tak pernah semeja untuk duduk berdiskusi bersama.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saya bukanlah sahabat Gus Dur, alias yang pernah bertemu langsung dengan beliau. Saya adalah ‘tabi’in’ Gus Dur, karena saya hanya bertemu sabahat-sahabat beliau. Setidaknya sampai umurku yang sudah masuk 23 tahun saat ini, pernah mendengar kisah Gus Dur lansung dari putri sulung beliau Alissa Wahid dan sedikit membaca buku-buku tentang beliau yang ditulis para sahabat.

Kemudian, saya bertemu dengan pemikiran Gus Dur itu seperti saya bertemu dengan komunis. Untuk anak yang lahir di periode sebelum ‘98 hampir pasti menghirup ajaran bahwa komunis adalah sama dengan atheis, bahwa pemikiran ini masuk ketubuh tanpa di pilah –tepatnya tak bisa dipilah, sehingga harus dihirup- seperti okigen yang tak pernah kita memilih akan menghirup oksigen hasil fotosintesis dari pohon apa. Seperti itulah pemikiran Gus Dur yang diam-diam masuk dan menyusupi rongga-rongga otakku.

?

Dia masuk dan memberitahu bahwa Gus Dur adalah seorang yang humanis, pemberani dan pembela wong tertindas. Namun perbedaan antara pemikiran Gus Dur dan komunis adalah saat saya tumbuh dan sedikit-sedikit baca buku mulai berkesimpunan bahwa ‘O... komunis itu seperti ini toh, ternyata diartikan sempit hanya sebagai atheis itu karena ini toh dan untuk kepentingan ini toh, berbeda dengan pemikiran Gus Dur yang masuk ke otakku saat kecil, Gus Dur tak berbeda setelah saya baca-baca dan mendengar cerita-cerita tentang beliau. Gus Dur tetap seorang masterpiece jokedan berkepribadian simpel sekaligus kompleks.

Ini juga yang dikisahkan bapak Qurais Sihab saat peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, beliau menjelaskan bahwa Gus Dur adalah orang yang simpel dalam satu sisi dan pada waktu yang sama adalah orang yang sangat rumit. Gus Dur juga orang yang sangat realistis sekaligus orang yang percaya supra natural, dan seterusnya dan seterusnya. Seperti itu cara Pak Qurais mengenang Gus Dur, dan kita tahu banyak sekali cara untuk mengenang dan meneladani beliau. Banyak kata serta perilaku beliau yang tiba-tiba sangat relevan saat ini meskipun dulu saat beliau masih ada sering disebut kontroversial.

Gus Dur sudah lebih dekat dengan tuhan sejak Desember 2009. Tanggal 4 bulan 8 ini banyak santri-santri beliau yang akan merayakan hari ulang tahun Gus Dur yang ke 77. Tapi mengenang dan hanya meratapi Gus Dur dengan sendu sedih ,menurutku, bukanlah ciri murid-murid Gus Dur.Ciri murid-murid Gus Dur adalah siapa yang mempersiapkan dirinya untuk menjadi pemimpin bangsa, seorang humanis dan pembela hak manusia yang tertindas selanjutnya.

?

Dan pada akhirnya. Gus, kapan pun engkau dilahirkan. Selamat ulang tahun Gus. Terimakasih telah menjadi guru di Negeri ini. Negeri ini berterimakasih atas segala pikiran sampai tindakanmu. Maafkan kami yang lamban memahami apa maksudmu dulu, sehingga cacian yang muncul dari mulut kami. Tugas kami saat ini adalah melanjutkan dan terus melestarikan pikiran serta perjuanganmu. Pinjami kami keberanian dan semangatmu agar kami tetap kuat menghadapi negeri yang sudah banyak melahirkan mafia ini gus. Gus kami rindu. Selamat ulang tahun.

Penulis adalah Gusdurian asal Malang, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Santri, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 09 Desember 2017

Ironis, Kongres PMII Kembali Tertunda

Jambi, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kongres PMII XVIII kembali molor tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Kongres yang telah dibuka di Gelanggang Olah Raga (GOR), Kota Baru Jambi Jumat (30/5) lalu hingga Selasa malam belum juga dimulai persidangan.

Padahal, jika berjalan dengan normal sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia Kongres,. Senin kemarin seharusnya sudah dimulai sidang pleno pertama yang membahas tentang pembahasaan tata tertib persidangan.

Ironis, Kongres PMII Kembali Tertunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ironis, Kongres PMII Kembali Tertunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ironis, Kongres PMII Kembali Tertunda

Sesuai jadwal, Kongres PB PMII ini digelar dari Senin (30/5) hingga Jumat (5/6). Apabila kemoloran ini berlanjut maka bisa dipastikan Kongres akan molor selama 2 sampai 3 hari.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kemoloran seperti ini tidak bisa dibiarkan, kemoloran jadwal seperti yang terjadi seperti sekarang harus kita hentikan," kata Alfi salah satu peserta kongres, Selasa (3/6).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alfi menjelaskan, seperti layaknya acara Kongres yang terjadi, kemoloran menjadi sebuah hal yang biasa. Tapi, sengaja memperlambat jalannya Kongres adalah tindakan yang tidak etik. Menurutnya, memperlambat Kongres dengan maksud tertentu adalah tindakan yang tidak menunjukkan insan organisatoris.

Dia menceritakan, Selasa Siang, ratusan peserta melakukan aksi protes yang ditujukan kepada panitia. Diantara yang melakukan aksi protes adalah cabang dari Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Makasar dan beberapa perwakilan cabang PMII dari seluruh nusantara.

Kekesalan beberapa cabang itu berujung melakukan protes tersebut, bermula pada tindakan beberapa peserta yang sengaja tidak mau melakukan registrasi yang disinyalir sengaja memolorkan jadwal. Panitia pun mengaku kewalahan.

Rencananya, jika administrasi peserta sudah selesai malam ini. Maka dijadwalkan sidang perdana akan dimulai pukul 21.00 WIB. (Nasrul Fani/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama IMNU, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Presiden Joko Widodo berbicara tentang era persaingan di depan para santri Pondok Pesantren Al Mizan yang merupakan penerus bangsa agar bisa menghadapi kompetisi dengan negara lain.?

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Bicara Era Persaingan di Depan Para Santri

"Saya ingin sedikit titip pada anak-anak semuanya (para santri), era sekarang era persaingan, era kompetisi, semuanya agar belajar dengan sebaik-baiknya, bekerja keras," kata Presiden saat melakukan silahturahmi dengan para pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Presiden, para santri tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga belajar berbagai ilmu untuk mempersiapkan diri untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Baik secara individu maupun sebagai warga negara," kata Jokowi.

Untuk itu, lanjut Presiden, para santri harus memiliki optimisme dan percaya diri karena masa depan bangsa ada di tangan para generasi mudanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para santri jangan lupa ngaji, apalagi salat, juga harus belajar sebaik-baiknya," tambah Presiden Jokowi.

Acara silahturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren ini merupakan salah satu kegiatan Presiden dalam melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon.

Presiden seharusnya juga akan melakukan silahturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Buntet di Kabupaten Cirebon, namun kejadian bom yang mengguncang di Jalan Thamrin Jakarta Pusat menyebabkan acara tersebut dibatalkan. (Antara/Mukafi Niam). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Meski sempat mati suri, Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Kudus kembali menggeliat bangkit. Dengan mengambil momen Peringatan Haul Ke-6 Gus Dur, Lesbumi mengadakan gebyar seni budaya di Kompleks Kampoen Festival Bambu Wulung, Desa Ngembal Rejo, Kudus, Sabtu (30/1).

Menurut Ketua Lesbumi Kudus H Aris Junaidi, kegiatan ini merupakan awal kebangkitan lembaga ini. Pada tahun 70-an, Lesbumi Kudus mengalami kejayaan dengan menggerakan seni drama yang mengisahkan cerita-cerita bernuansa islami. Namun karena waktu itu tidak ada regenerasi, keberadaanya sempat mengalami kevakuman.

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kudus Gerakkan Tradisi Kesenian Islami

"Menyadari pentingnya keberadaan Lesbumi, kita bangkitkan kembali untuk menggerakkan tradisi seni budaya Islam dan membangkitkan kelompok-kelompok seni di kampung seperti terbang papat," katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Sebagai lembaga kesenian budaya di bawah Nahdlatul Ulama, Lesbumi akan menyuarakan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di bumi Nusantara melalui kreativitas seni dan budaya. Apalagi bangsa ini sedang dalam kondisi serba darurat mulai darurat narkoba, radikalisme hingga darurat teroris.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Makanya, Lesbumi akan memberikan sentuhan-sentuhan lewat pementasan sehingga masyarakat tercerahkan terhadap pemahaman Islam rahmatan lilalamin," imbuhnya.

Terkait momen peringatan Haul Gus Dur, ia menjelaskan guna mengenang dan meneladani kepribadian Presiden Ke-4 RI. "Gus Dur itu selalu menyuarakan Islam rahmatan lilalamin, karenanya kita harus meneladani perilaku sehari-hari," tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan Gebyar Seni Budaya berlangsung selama dua hari mulai Sabtu-Ahad (30-31/1). Sabtu kemarin, diadakan lomba-lomba rebana, lomba teater dan lomba melukis Gus Dur. Kemudian, Ahad malam ini puncak acara peringatan haul Gus Dur yang menghadirkan putri bungsu Gus Dur Inayah Wahid, KH Yusuf Chudlori, dan Bintang Aksi Yunior Binta Athivata.

Acara ini sekaligus menjadi pengukuhan dan pelantikan pengurus Lesbumi Kudus.(Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 12 November 2017

Tradisikan Menulis, Santri Qothrotul Falah Lebak Luncurkan Dua Buku

Lebak, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Lebak, Banten meluncurkan dua buku karya mereka berjudul “Renungan Santri II: Intelektualitas, Integritas dan Moralitas Remaja” dan “Lazuardi Kata”.

Tradisikan Menulis, Santri Qothrotul Falah Lebak Luncurkan Dua Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisikan Menulis, Santri Qothrotul Falah Lebak Luncurkan Dua Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisikan Menulis, Santri Qothrotul Falah Lebak Luncurkan Dua Buku

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Buku pertama berisi kumpulan artikel santri-santri yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com). Isinya tentang amatan mereka perihal problematika yang terjadi di sekitarnya, baik soal intelektualitas, tanggung jawab, akhlak, dan sebagainya. Karya ini ditulis serius layaknya makalah mahasiswa di dunia kampus.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya yakin, dunia tidak membutuhkan pesantren yang besar dan santri yang banyak, melainkan pesantren yang berkualitas dan santri yang cerdas. Untuk mengguncang dunia, Bung Karno hanya butuh 10 pemuda yang berkualitas. insyaallah melalui dunia literasi, kami tengah membina pemuda-pemuda yang menjadi harapan dunia,” ujar Nurul H. Maarif, pembimbing utama penerbitan karya ini.

Nurul menambahkan, buku Renungan Santri II adalah kelanjutan dari Renungan Santri I yang diluncurkan pada 2014. Sedangkan buku Lazuardi Kata merupakan kumpulan cerpen santri tentang berbagai hal. Termasuk dua cerpen karya Nilna D. Hanifa, 9 tahun, siswi Kelas IV Pondok Pesantren Multazam Lebak.?

“Kumpulan cerpen ini dibina oleh Jack Alawi, ‘santri’ Gola Gong di Rumah Dunia Serang Banten. Karenanya ucapan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan untuk mereka,” ujarnya.

Dua karya buku tersebut diluncurkan bersamaan dengan Wisuda Angkatan Ke-17 Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak pada akhir pekan lalu (22/5) di kompleks pesantren setempat. Selain keluarga besar Pesantren, tampak hadir anggota DPR RI Vivi Sumantri Jayabaya, Ketua KPID Provinsi Banten Ade Bujhaerimi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi, anggota DPRD Kabupaten Lebak Acep Dimyati, dan Camat Cikulur Sehabudin.

Merespon peluncuran ini, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali menunjukkan kegembiraannya. Bahkan jauh-jauh hari ia senantiasa bertanya, buku apa yang akan diluncurkan pada wisuda tahun ini.?

“Alhamdulillah, sudah empat tahun berturut-turut anak-anak kami me-launching karyanya. Insyaallah, pesantren kami yang kecil ini akan memberikan banyak manfaat bagi dunia melalui karya-karya seperti ini,” ujar Kiai Ibing, sapaan akrabnya, saat memberikan komentar di sela-sela acara peluncuran itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak ini berharap, kegiatan literasi inilah yang akan mewarnai pesantren yang dipimpinnya. “Pesantren yang mengedepankan marchingband, drumband, karate, sangat banyak. Tapi yang mendahulukan kegiatan tulis-menulis tidak banyak. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi ciri khas pesantren ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak Wawan Ruswandi optimis, Pesantren Qothrotul Falah akan berkembang kian maju. “Saya yakin, melihat sumber daya manusia yang ada dan kegiatan-kegiatan yang ditawarkan oleh pesantren, kelak pesantren ini akan menjadi besar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wawan Ruswandi M.Si., dalam orasinya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 11 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, AlaNu, Olahraga Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 10 November 2017

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Direktur The Wahid Institute mengoreksi berita di media yang seolah-olah ia hanya mendukung pengosongan kolom agama di KTP. Menurut salah satu sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU ini, ia justru mendukung pula pilihan untuk mengisi kolom agama bagi para pemeluknya sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

"Di sini ada dua solusi. Pertama, komunitas agama dan kepercayaan di luar enam agama bisa mengosongkan. Kedua, mereka juga bisa mengisi agama dan kepercayaan mereka," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (9/11).

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Tawarkan Dua Solusi soal Kolom Agama di KTP

Selama ini masih ada komunitas dan kelompok di luar enam agama yang dipaksa memilih satu di antara enam agama dan tidak bisa mengosongkan kolom agama. Padahal itu bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2006 dan direvisi menjadi UU Nomor  24 Tahun 2013 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pasal 64 ayat (2) UU Nomor 24  Tahun 2013 disebutkan, "Keterangan tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Untuk mengatasi masalah diskriminasi dan pemenuhan yang adil terhadap warga negara itu Yenny meminta negara mengakomodasi warga di luar enam agama yang diakui untuk bisa mencantumkan agama dan keyakinan mereka dalam KTP, bukan hanya tanda strip (-). Misalnya untuk komunitas Sunda Wiwitan, Kaharingan, dan Parmalim, atau agama-agama lain di luar yang enam.

"Itu bentuk perlindungan dan pemenuhan keadilan oleh negara," ujar putri kedua mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Di beberapa tempat seperti Bekasi dan Meneges, Jawa Tengah, ada penganut agama lokal yang bisa mencantumkan  identitas "kepercayaan" di KTP mereka. "Itu bisa jadi contoh bahwa ternyata bisa mengisi kata selain  tanda strip," imbuhnya.

Pengosongan dan pengisian kolom agama dalam KTP di luar agama yang enam sejauh ini dinilai Yenny pilihan yang lebih bijak. "Yang enam dilindungi, di luar mereka juga dijamin," kata mantan jurnalis The Sydney Morning Herald dan The Age Australia itu. lagi.

Dengan begitu setiap warga negara merasa tidak khawatir kehilangan identitas keagamaan mereka. Yang terpenting, tambahnya, justru memastikan bagaimana pelayanan pemerintah di pusat dan lokal tidak diskriminatif dan merugikan hak-hak dasar lain untuk mereka yang di luar yang enam. "Apalagi kita setuju bahwa negara ini tidak mengenai istilah agama resmi dan tidak resmi," pungkasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Kiai, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 September 2017

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Satu lagi warga negara Indonesia memperoleh penghargaan bergengsi di luar negeri. Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Arif Zahmari diangkat sebagai Tokoh Dunia Yale 2010. Zamhari adalah salah satu dari 15 Tokoh Dunia Yale untuk tahun 2010 ini. Ke-15 orang tersebut terpilih dari 1.500 orang peserta yang diseleksi.

Program Tokoh Dunia Yale diselenggarakan oleh Universitas Yale, New Haven, Amerika Serikat (AS), sebagai upaya pengembangan kemimpinan global. Program tersebut berlangsung setiap tahun sejak 2002 dan telah mengangkat 155 tokoh dari 74 negara.

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010 (Sumber Gambar : Nu Online)
Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010 (Sumber Gambar : Nu Online)

Arif Zamhari 1 dari 15 Tokoh Dunia versi Yale 2010

Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menyediakan pelatihan lanjutan bagi para calon pemimpin dari berbagai bidang dan negara, menghubungkan jaringan kerja pemimpin dunia untuk Yale, dan memperluas pemahaman internasional di antara komunitas Yale.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dosen Teologi dan Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga mengajar di Institut Islam Negeri di Surabaya serta UIN Malang itu, adalah Tokoh Dunia Yale kedua dari Indonesia. Tokoh Indonesia Kamala Chandrakirana, mantan Ketua Komisi Nasional tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, telah ikut program ini pada 2003.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengumuman Tokoh Dunia Yale tahun 2010 dilakukan oleh Rektor Universitas Yale Richard C Levin. Zamhari dinilai sebagai aktivis yang telah menunjang Islam moderat dan progresif. Ketua Tanfidziah PCI NU Australia dan New Zeland tahun 2007 itu juga dianggap berkomitmen menjalankan masyarakat beradab dalam menghadapi terorisme dan mendukung toleransi melalui dialog dan pendidikan.

"Dia sangat konsen pada wacana dialog antar-iman dan ikut serta dalam diplomasi Track II lewat kepemimpinan Forum ICIS (International Conference of Islamic Scholars)," tulis sebuah rilis yang diterima redaksi, Sabtu (26/6).Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, AlaNu, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 15 September 2017

Sarung Ansor Bakal Diluncurkan di Konferwil GP Ansor Jateng

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan utusan dari 35 Cabang dan 409 Anak Cabang Ansor se-Jawa Tengah akan turut serta dalam meramaikan jalannya Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor yang digelar di Kajen, Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

Sarung Ansor Bakal Diluncurkan di Konferwil GP Ansor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Ansor Bakal Diluncurkan di Konferwil GP Ansor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Ansor Bakal Diluncurkan di Konferwil GP Ansor Jateng

Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan Azmi Fahmi yang ditunjuk sebagai tuan rumah menerangkan, pada momen Konferwil akan dimeriahkan dengan peluncuran sarung Ansor.

"Insyaallah pada acara pembukaan akan dimeriahkan dengan penampilan marching band, sedangkan untuk penutupan akan ada peluncuran sarung Ansor," terang Azmi, Jumat (10/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan Azmi, beberapa kebutuhan terkait Konferwil Ansor seperti akomodasi peserta, perlengkapan, hingga acara penunjang seperti bazar dan petugas pengisi acara pembukaan, telah dipersiapkan secara matang.

"Selaku tuan rumah yang berketempatan kegiatan tingkat wilayah, Ansor Kabupaten Pekalongan telah melakukan persiapan yang terbaik, termasuk keamanan dari Banser," ujar Azmi.

Pada kesempatan Konferwil ini, para peserta juga akan memilih ketua baru, yang akan menjadi nakhoda Ansor Jateng untuk beberapa tahun ke depa. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Santri, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 September 2017

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Habib Novel bin Muhammad Alaidrus secara resmi menyatakan masuk anggota Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh majelis Ar-Raudah ini juga mengajak jamaah turut serta masuk jam’iyah yang didirikan para ulama di Surabaya tahun1926 tersebut.

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel: Malam Ini, Saya Resmi Jadi Anggota NU

“Malam ini saya resmi menjadi anggota NU. Saya mengajak seluruh jamaah untuk masuk menjadi anggota NU,” kata Habib Novel saat didaulat sebagai pembicara pada acara ‘Ansor Bersolawat’ yang diselenggarakan di depan kantor PCNU Surakarta, Selasa malam (23/4).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Novel juga mewanti-wanti warga Nahdliyyin agar jangan mau bila digiring ke ranah politik, “Acara Rijalul Ansor untuk majelis ta’lim, dzikir dan sholawat, bukan untuk menggiring ke partai politik tertentu,“ tegas Habib, yang juga penasihat GP Ansor Solo ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengaruh Habib yang produktif menulis ini, bagi warga Solo dan sekitar, cukup besar. Terbukti di setiap majelis yang diadakan di Markas Ar-Raudah, dipadati ribuan jamaah. Pengaruhnya ini diharapkan nantinya akan bagus bagi perkembangan NU di Solo dan sekitar.

Apa yang diungkapkan Habib Novel terkait menggiring NU ke politik, diamini Ketua GP Ansor Solo, M Anwar, “Khittah harus dijaga betul. Jangan sampai terbawa ke politik,” tuturnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-79 di Solo ini mengusung tema Perkuat Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin. Beberapa hari sebelumnya juga diadakan berbagai rangkaian kegiatan guna menyambut momentum harlah ini.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, AlaNu Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 September 2017

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengadilan tertinggi Malaysia menolak gugatan atas pelarangan penggunaan kata "Allah" yang merujuk ke Tuhan bagi umat Kristen.

Gugatan itu dilayangkan oleh Gereja Katolik yang selama ini paling keras bersuara mengenai larangan penggunaan kata "Allah". Demikian dilansir oleh situs BBC Indonesia.

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengadilan Federal Malaysia Tolak Gugatan kata “Allah”

Tetapi, Pengadilan Federal mengatakan pelarangan yang menguatkan putusan Pengadilan Rendah pada 2013 lalu merupakan keputusan yang benar.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kasus mengenai penggunaan kata "Allah" bermula ketika Kementerian Dalam Negeri Malaysia melarang surat kabar Katolik berbahasa Melayu, The Herald, menggunakan kata "Allah" yang merujuk Tuhan pada 2007 silam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada 2009, Pengadilan Tinggi memutuskan umat Kristen dan Katolik berhak menggunakan kata tersebut tatkala merujuk Tuhan.

Namun, pada 2013, Pengadilan Rendah mengubah putusan tersebut sehingga umat Kristen dan Katolik kembali tidak diperbolehkan menggunakan kata "Allah".

Kontroversi

Kasus yang kontroversial ini sempat memicu debat dan juga serangan terhadap masjid dan gereja.

Umat Kristen berpendapat mereka dapat menggunakan kata "Allah" dalam bahasa Melayu yang diambil dari bahasa Arab untuk menyebut Tuhan. Pelarangan justru melanggar hak mereka.

Namun, otoritas Malaysia mengatakan jika kata Allah digunakan oleh umat Kristen, umat muslim akan bingung dan menyebabkan sejumlah orang pindah menjadi pemeluk Kristen.

Umat muslim di Malaysia merupakan mayoritas, mencapai dua pertiga dari seluruh populasi negara tersebut. Meski demikian, komunitas Hindu dan Kristen cukup besar. (mukafi niam) 

foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Bahtsul Masail, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 17 Agustus 2017

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Banyuwangi, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Blimbingsari mengadakan pelatihan ruqyah aswaja di MTs Sunan Ampel, Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Ahad (30/4) pagi.

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Blimbingsari Adakan Pelatihan Ruqyah Aswaja

Pelatihan ini dihadiri oleh ratusan Nahdliyin yang berada di beberapa kabupaten di antaranya Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Sidoarjo. Selain itu turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Blimbingsari Taufik Ismail beserta jajarannya, Kepala sekolah MTs Sunan Ampel Lutfi Hidayat beserta jajarannya, dan pembina jamiyah ruqyah aswaja yang juga sebagai pemateri dalam pelatihan ini Ust Allama Alaudin.

Lutfi Hidayat atau sering ? disapa Lutfi menjelaskan, pelatihan ini digunakan sebagai wadah edukasi bagi masyarakat Nahdliyin mengenai teknis ruqyah.

"Karena hakikinya Allah SWT menjadikan Al-Quran sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Selama pelatihan peserta diberikan panduan awal untuk menjadi praktisi ruqyah sekaligus juga bisa dijadikan bekal meruqyah orang lain, keluarga, sanak family atau masyarakat luas," jelas Lutfi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Lutfi ? menambahkan, langkah ini juga sebagai wujud dakwah kepada Allah SWT atas landasan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Karena selama pelatihan ini seluruh peserta akan diajarkan metode tasykhis atau diagnosa kepada pasien, tehnik menetralisir rumah (tempat angker), teknik membuat air ruqyah, detoksifikasi, dan tahsinat," tutup Lutfi.

Senada dengan hal itu, Taufik Ismail menambahkan, selepas pelatihan akan dibentuk formatur kepengurusan Jamaah Ruqyah Aswaja (JRA) di tingkat kabupaten.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bertekad selepas ini, saya adakan pelatihan-pelatihan ruqyah aswaja secara massif bagi warga Nahdliyin supaya seluruh warga NU tahu, bahwa NU memiliki pelatihan ruqyah ? tersendiri. Pasalnya sejauh ini, kalangan lain telah memakai jalan dakwah tambahan dengan ruqyah, selain mempengaruhi ideologi-ideologi radikal dan terorisme. Saya tidak ingin hal itu kecolongan bahkan terjadi kembali," jelas ketua Tanfidz yang pebisnis kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama.

Adanya komunikasi dan sekaligus kerja sama oleh pengurus Jamaah Ruqyah Aswaja ? dengan ? Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi sangat dibutuhkan, imbuh Taufik.

"Metode ini sangat ampuh, karena pengurus cabang memiliki wewenang untuk menginstruksikan kepada seluruh kepengurusan dan anggota Nahdliyin mulai tingkat kecamatan sampai ke tingkat desa. Karena saya ? mengakui instruksi dari pengurus cabang merupakan terobosan langkah lebih kuat guna menggerakkan keterlibatan masyarakat untuk pelatihan ruqyah aswaja ini," pungkas Taufik. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, Habib, Santri Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 09 Agustus 2017

Warga Tasikmalaya Tolak Full Day School

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?



Warga di Tasikmalaya menolak pemberlakuan Full Day School (FDS). Pada Sabtu (12/8) sekitar 1000 orang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Nahdlatul Ulama (NU), Jalan Dr. Sukarjo Kota Tasikmalaya, sejak pukul 8.00 WIB hingga tengah hari.?

Para santri, pimpinan pondok pesantren, serta beberapa ormas Islam tampak mengikuti aksi tersebut. Antara lain; Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU), Perkumpulan Guru Madrasah (PGM), Gerakan Pemuda Ansor, IPNU, IPPNU, Lesbumi, Forum Pondok Pesantren (FPP), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta ormas-ormas lainnya, termasuk ? Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Imamal Muttaqin Generation ? (IMG).?

Warga Tasikmalaya Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Tasikmalaya Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Tasikmalaya Tolak Full Day School

Mereka melakukan orasi serta menandatangi selembar kain yang menyatakan penolakan terhadap FDS yang sempat diwacanakan oleh Mendikbud berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. ?

Alasan penolakan tersebut, karena FDS dapat mengancam keberlangsungan Madrasah Diniyah. Demikian dikatakan Enceng Rahman, salah satu peserta aksi.

“Dengan adanya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini jelas akan mengancam keberadaan pendidikan Madrasah Diniyah, kalau sekolah terus kapan ngajinya,” ujar pengurus IMNU itu ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Senin (14/8).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Achdiat Siswandi, menyatakan bahwa hingga hari itu tidak ada edaran kepada sekolah-sekolah yang mengharuskan pelaksanaan FDS.?

Enceng Rahman menambahkan, kepada masyarakat yang ingin menolak FDS, dapat berkontribusi melalui media sosial dengan menggunakan tagar #JihadTolakFDS dan #TolakFullDaySchool. (Alika Rukhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama AlaNu, AlaSantri, Quote Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock