Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2018

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Jelang bergulirnya Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 di Region Jateng II (Soloraya dan Kedu), panitia pelaksana ? gencar mengadakan sosialiasasi dan promosi dengan menggandeng sejumlah media massa. Salah satunya dilakukan dengan mengisi salah satu program di RRI Solo, Sabtu (26/8).

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)
Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio (Sumber Gambar : Nu Online)

Region Jateng II Promosikan Liga Santri Nusantara Lewat Radio

Melalui siaran radio tersebut, dihadiri perwakilan dari panitia LSN 2017 di Region Jateng II yakni Koordinator ? Ali Sutopo dan Ketua Panpel Anis Mudzakir.

Dijelaskan Anis, siaran di RRI ini menjadi bagian dari roadshow untuk mengenalkan kegiatan Liga Santri Nusantara ke masyarakat secara luas.

“Harapannya agar semarak dan gaung LSN 2017 bisa lebih luas sampai ke masyarakat, sehingga mereka berduyun-duyun ke stadion untuk menyaksikan laga sepakbola para santri,” papar dia.

Lebih lanjut dikatakan Anis, pihaknya juga melibatkan bantuan dari media lokal dan nasional untuk membantu menyiarkan hasil pertandingan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Masyarakat yang tidak bisa menyaksikan langsung, dapat mengikuti perkembangan LSN Region Jateng II dari media cetak maupun media daring,” jelasnya.

Pertandingan perdana LSN 2017 di Region Jateng II ini, rencananya bakal dihelat, Kamis (7/9) mendatang, di Stadion Kotta Barat Solo. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 13 Maret 2018

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sidoarjo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama,?

Sebanyak 35 kader penggerak Nahdatul Ulama yang berasal dari Majlis Wakil Cabang (MWCNU), Lembaga dan Banom mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang diselenggarakan PCNU Sidoarjo . Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji sejak Jumat 28 Februari hingga Minggu 2 Maret hari ini.?

Menurut Panitia Pelaksana, Aris Karomay, acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PBNU KH. Dr. As’ad Ali itu bertujuan membekali kader NU dengan berbagai wawasan ke-Aswajaan dan ideologi gerakan.?

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan tersebut peserta punya bekal untuk menggerakkan organisasi di lingkungannya sesuai dengan Khittoh NU,” ujar Gus Aris.

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi, 35 Peserta Ikuti PKPNU

Sebelumnya, ? panitia melakukan seleksi terhadap 49 peserta yang terdaftar melalui Test Screening secara tertulis dan interview. Alasan panitia melakukan seleksi tersebut karena banyak peserta yang berminat mengikuti pelatihan, disamping itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta PKPNU mengetahui dan memahami tentang organisasi NU.

Dikatakan, panitia sengaja memilih tempat di Ponpes Panji (sebutan lain Ponpes Al-Hamdaniyah) karena mempunyai nilai sejarah besar bagi NU sebagai tempat Rois Akbar NU KH. Hasyim Asya’ri menimba ilmu agama. Bahkan di tempat tersebut masih terdapat kamar Mbah Hasyim yang masih dirawat oleh para santri secara turun temurun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Mudah-mudahan dari tempat ini (ponpes red;), akan melahirkan kader-kader penggerak NU yang mempunyai semangat seperti Mbah Hasyim," tambah Gus Aris.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU, Dr. Asad Ali berharap kepada para kader NU untuk serius belajar dan menambah pengetahuan. "Kader NU diharapkan bisa menguasai semua bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi, agar cita-cita besar NU dapat tercapai," jelasnya. [Aw Avendi Anwar/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Pertandingan, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 26 Februari 2018

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Madrasah dahulu dianggap sebagai pendidikan kelas dua, tetapi pandangan tersebut kini pelan-pelan mulai berubah. Untuk bisa masuk madrasah unggulan, calon siswa harus bersaing ketat. Menjadi siswa madrasah kini membanggakan, selain prestasi akademik, mereka juga memiliki karakter yang kuat. Berbagai kompetisi juga menunjukkan, siswa madrasah ternyata hebat-hebat.

Untuk meningkatkan kualitas madrasah, kini Direktorat Madrasah di Kementerian Agama RI mendesain sejumlah kompetisi yang bisa menjadi ajang bagi para siswa madrasah untuk menguji kemampuannya dalam persaingan dengan madrasah lain dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan tingkat nasional.

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Prestasi, Madrasah Disediakan Berbagai Ajang Kompetisi

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menuturkan, Direktorat Madrasah memiliki ajang kompetisi berupa Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diselenggarakan setiap tahun dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menjelaskan, awalnya siswa madrasah bisa berkompetisi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN), tetapi sering mengalami hambatan, baik by design atau karena kecelakaan. Terakhir kasus di Jawa Tengah ketika siswa madrasah, meskipun juara di tingkat kabupaten tidak diizinkan mengikuti level yang lebih tinggi gara-gara alasan juknis. Kasus ini kemudian ramai di media. Akhirnya dibolehkan ikut seleksi di level lebih tinggi. Pejabat dinas setempat seringkali menganggap siswa madrasah diurusi Kemenag yang kebijakannya tersentralisasi, sedangkan dinas pendidikan sudah terdesentralisasi sehingga mengikuti otonomi daerah. Hal ini akhirnya membuat Direktorat Madrasah memutuskan membuat ajang kompetisi sendiri. 

Ternyata kompetisi yang mulai digelar tahun 2013 ini mendapat respon luar biasa. “Dan yang membuat saya trenyuh, anak madrasah dari seluruh negeri kumpul. Bukan semata-mata hanya bertanding merebut gelar juara. Mereka bisa mempromosikan budaya mereka, yang dari Papua dan dari daerah lain,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Keberadaan kompetisi ini membuat madrasah swasta, yang dulu hampir tidak mungkin ikut OSN, kini kembali bersemangat. Ia mengamati, dari perolehan medali di Malang tahun 2013 lalu, yang mendominasi adalah Jawa Timur dan Jawa, sesuatu yang wajar karena 60 persen madrasah ada di Jawa. Tetapi dalam KSM di Makassar (2014) dan di Palembang (2015) yang menjadi juara sudah mulai menyebar.

“Mereka tidak mungkin tanpa persiapan. Madrasah swasta dengan dana seadanya, ada yang menggunakan dan BOS, ada yang menggunakan iuran, mereka betul-betul menyiapkan diri agar lolos di kabupaten kota, lolos di propinsi dan kemudian mewakili propinsinya,” paparnya. 

Nur Kholis menambahkan, prestasi siswa madrasah bahkan unggul dan mendominasi dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja I(LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2015, suatu fenomena mengejutkan yang tak diduga sebelumnya. 

Ia sebenarnya tak heran atas prestasi siswa madrasah ini karena sebelumnya pada 2013, sudah dilaunching Program Madrasah Riset Nasional di Lombok. 

“Dampaknya, ada geliat untuk melakukan riset,” tandasnya.

Untuk mendorong tradisi  riset, Direktorat Madrasah juga mempromosikan kesuksesan sekolah yang berhasil melakukan riset seperti MTsN 2 Kediri yang memiliki 8 hasil riset yang dipatenkan sama Kementerian Hukum dan HAM. Tentu menjadi sebuah kebanggaan, siswa tsanawiyah sudah mampu melakukan riset yang hasilnya dipatenkan.

Ia lalu mengajak kepala sekolah yang berhasil itu untuk menyampaikan kisah suksesnya ke sekolah lain. Hal ini merupakan apresiasi bagi kepala sekolah dan timnya, sekaligus mendorong sekolah lain untuk ikut berprestasi karena mereka akan tertantang untuk bisa meraih kesuksesan yang sama. Ini berbeda jika yang menjadi narasumber dari LIPI atau perguruan tinggi.

Upaya lain yang dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan siswa madrasah adalah pemberian beasiswa S1 ke Jepang. Saat ini ada 20 orang alumni Insan Cendikia Serpong yang mendapat beasiswa studi ke Jepang, sementara Kemenag hanya menanggung biaya hidupnya saja.

“Engatase, anak alumni madrasah. Mungkin kalau 10 tahun yang lalu tidak mungkin. Kemudian bisa S1, gratis di Jepang. Lha yang kayak gini harus saya tonjolkan,” tandasnya. 

Yang menjadi harapannya saat ini adalah peningkatan apresiasi negara terhadap guru-guru madrasah yang berprestasi. Mereka sudah membaktikan hidupnya untuk dunia pendidikan dan jika ada apresiasi, semakin banyak orang yang memiliki semangat untuk mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 10 Februari 2018

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Majalengka, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ribuan pelajar dan santri Majalengka mendukung eksekusi mati terpidana narkoba Bali Nine segera dilakukan. Dukungan digelar dalam bentuk aksi tanda tangan petisi dukungan kepada Presiden Joko Widodo oleh pelajar dan santri Al-Mizan Ciborelang dalam acara karnaval yang bertajuk “Perdamaian untuk Bangsa” di Alun-alun Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (07/03).

Menurut Kordinator acara, Ade Duryawan, aksi ini adalah salah satu wujud kepedulian terhadap generasi bangsa yang? saat ini terancam masa depannya oleh Narkoba. “Saat ini ada sekitar 4,1 juta lebih pengguna narkoba di Indonesia. Kami mendukung eksekusi mati, sebab narkoba betul-betul telah menghancurkan masa depan generasi bangsa ini,” tegas Ade di sela-sela acara.

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelajar-Santri Dukung Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

KH Maman Imanulhaq, anggota DPR RI, yang turut menginisiasi kegiatan menegaskan bahwa Indonesia kini masuk dalam kondisi darurat narkoba. Karena itu , menurut Maman, selain tindakan tegas bagi bandar dan pengedar, hal penting lainnya adalah upaya pencegahan yang dilakukan secara masif oleh berbagai pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maman menyebutkan, sejak dini anak-anak perlu diberi pemahaman akan bahaya narkoba, termasuk lewat pendidikan di sekolah dan rumah. Ia yakin kedua tempat ini bisa menjadi benteng yang kuat bagi pencegahan narkoba.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Anak-anak kita mesti dijaga baik-baik, karena mereka itu aset bangsa. Jangan sampai bangsa ini hancur gara-gara generasi penerusnya pecandu narkoba,” jelas anggota DPR RI Komisi VIII itu.

Iring-iringan karnaval yang melibatkan 41 SD/MI se-Majalengka tersebut tampak mengular sejauh 1 kilometer dan sempat memacetkan arus lalu lintas. Anak-anak terlihat antusias mengikuti pawai yang bertolak dari alun-alun Kecamatan Jatiwangi? dan berakhir di kompleks Pesantren Al-Mizan.

Sambil membawa berbagai macam poster dan mengenakan beragam atribut, sepanjang jalan peserta pawai meneriakkan yel-yel antinarkoba, antikorupsi, anti-free sex, antikekerasan anak, serta yel-yel dukungan mereka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Karnaval merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Festival Al-Mizan ke-14 yang rutin digelar oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka. Selain karnaval, dalam rangka memeriahkan festival itu digelar juga kegiatan lain yang melibatkan partisipasi anak-anak, antara lain pameran pendidikan dan kreativitas anak, pagelaran seni budaya lokal, dan kompetisi futsal dan bola volley antar SD/MI se Majalengka. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Fragmen Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 03 Februari 2018

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU

Kota Langsa, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII sahabat Aminuddin Maruf mengatakan di hadapan para kader PMII akan pentingnya menjaga sekaligus istiqamah dalam ber-NU dan ber-PMII. Hal itu ia sampaikan dalam acara Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) selama empat hari yang bertempat di Dayah Seuramo Mekah Kota Langsa, Aceh.

"Jika PMII di Aceh ini kuat maka NU pun akan berdaya. Jika NU dan anak-anaknya berdaya di Aceh maka keutuhan juga akan semakin tumbuh," tuturnya.

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PB PMII Ajak Kader Istiqamah dalam Ber-NU

Amin juga mengajak kepada setiap kader agar tetap konsisten dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu sosial yang dapat memecah belah nasionalisme mereka sebagai mahasiswa yang berideologi Aswaja dan Pancasila.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kader PMII juga perlu memberikan pencerahan sekaligus advokasi untuk terus mendorong terciptanya keadilan sebagai mana yang dicontohkan pendahulu-pendahulu kita, baik di NU maupun di PMII," pungkasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pelatihan tersebut berlangsung 23-26 Februari 2017. Peserta yang andil dalam PKL kali ini merupakan perwakilan dari masing-masing cabang PMII se-Aceh, antara lain Kota Banda Aceh, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Kota Langsa.

Selain Ketua Umum PB PMII, hadir pula dalam acara pembukaan Kamis itu Bendahara Umum PB PMII Ridwan Hasibuan, perwakilan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Langsa, dan segenap jajaran pengurus Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) di Aceh.

Pelatihan Kader Lanjutan ini dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimana kebiasaan masyarakat Aceh yang merayakan acara tahunan itu selama tiga bulan. (Fauzi E/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelantun tembang-tembang shawalat dan religi Islami, Haddad Alwi menceritakan kesannya tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Dur adalah seorang tokoh yang luar biasa. Orang yang tidak memahaminya bisa salah mengerti sampai mencaci maki. Tapi kalau yang memahami Gus Dur, bisa sangat mengagumi,” kata dia kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/12) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Haddad yang hari itu datang membawakan shalawat di acara Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, pun menceritakan pengalaman membawakan shalawat di dekat Gus Dur.

“Pertama saat Gus Dur masih sehat. Di satu acara di Kalibata, saya membawakan shalawat. Sambil duduk di kursi, Gus Dur menceritakan lirik-lirik yang saya bawakan,” sambung penyanyi yang kerap disapa ustad ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haddad Alwi menyebutkan kala itu lirik yang dia bawakan adalah Shalawat Badar dan Al I’tiraf.

Pengalaman kedua, sambung Haddad Alwi, saat berlangsung sebuah acara besar di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu Gus Dur sedang sakit. Saya masuk menemui Gus Dur di ruangannya. Saya bawakan shalawat yang sangat lembut, kisah tentang Rasulullah. Sambil berbaring, Gus Dur mendengarkan sampai habis (selesai),” cerita dia.

Gus Dur juga meminta Haddad Alwi membawakan shalawat tersebut saat tampil di atas panggung. (Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 26 Januari 2018

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor

Jombang,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulma (MWCNU) Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah melakukan pembangunan kantor mulai Sabtu (9/1).

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Ploso Tengah Bangun Kantor

Pembangunan ini merupakan hasil rapat koordinasi antara MWCNU tersebut dengan Ranting NU dengan DPAC dan DPRt Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ploso. Rapat tersebut terkait teknis dan dana pembangunan kantor tersebut pada Jumat (8/1) di kediaman Erna Kuswati, Ketua DPAC PKB Ploso.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Ploso Nur Hidayat menjelaskan bahwa dana pembangunan kantor bersumber bantuan dari Provinsi Jawa Timur atas inisiator Ketua DPW PKB Jawa Timur Halim Iskandar sebesar Rp 250 juta. Hal itu melengkapi bantuan tahun lalu sebesar Rp 200 juta.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dari total kebutuhan masih ada kekurangan sebesar Rp 200 juta. Saya berharap gerakan iuran dengan kupon baik dilakukan oleh Ranting NU dan DPRt PKB bisa berjalan lancar," kata Hidayat kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Ahad (10/1).

Sementara, Syuriah MWC NU Ploso H Mahmudi, saat dihubungi, mengaku bahwa peran PKB dalam proses pembangunan Kantor MWCNU Ploso sangat besar, khususnya dari sisi pendanaan. “Kalau selama ini PKB karena kewajibannya membantu NU maka jika nanti dibutuhkan kita tidak perlu diminta oleh PKB,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada waktu yang berbeda, Ketua LPNU Jombang M Muchlis Irawan saat dikonfirmasi menghimbau agar setiap lembaga NU di Jombang, termasuk MWCNU Ploso yang sedang dibangun hendaknya juga bergabung dalam BHPNU supaya berbadan hukum.

“Aspek strategis dari penggabungan tersebut untuk memperkuat perjuangan Islam Aswaja an Nahdliyah. Sedangkan aspek administratifnya adalah untuk memenuhi persyaratan hukum yang berlaku di Indonesia,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Pernah suatu kali jamaah shalat Jum’at dikagetkan dengan tindakan Nabi Muhammad SAW di sela-sela khotbahnya. Rasulullah mendadak turun dari mimbar lantaran kedua cucunya yang masih kecil, Hasan dan Husain, menangis.

Nabi segera menghampiri Hasan dan Husain yang saat itu sedang ikut di masjid dan berusaha menenangkan keduanya. Melalui bahasa isyarat dan kelembutan hatinya, tangisan mereka mereda, dan beliau pun melanjutkan khotbahnya hingga selesai. Tak pernah Nabi membaca khotbah lebih panjang dari shalatnya.

Peristiwa lain tentang ”tingkah usil” kedua cucu mungilnya ini juga terjadi saat Rasulullah sedang mengerjakan shalat sunnah dua rakaat. Ketika sujud berlangsung, tiba-tiba Hasan memanjat punggung Nabi. Hasan kecil memukuli tubuh kakeknya itu selayak menunggang kuda yang mesti berpacu cepat.

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang Nabi kepada Kedua Cucu Mungilnya

Sebetulnya Nabi sudah cukup lama menempelkan dahinya di atas lantai. Tapi tingkah Hasan membuat manusia mulia ini memperpanjang sujudnya lebih lama lagi. Hasan puas bermain kuda-kudaan.

Hasan akhirnya turun. Nabi mulai berniat mengangkat tubuhnya. Sekali lagi punggungnya tertahan. Husain tiba-tiba melompat ke atas punggung dan menirukan aksi kakaknya, Hasan. Artinya, Nabi mesti menambah waktu lagi untuk menunda duduk tasyahud. Baru ketika kedua cucunya turun, Rasulullah melanjutkan gerakan sembahyangnya.

Rasulullah mencontohkan betapa kasih sayang terhadap keluarga dan anak kecil adalah sikap yang harus diutamakan. Sikap Nabi ini juga mencerminkan kepekaannya tentang menghargai keterbatasan seseorang, baik dalam hal kondisi fisik, daya tangkap, ataupun tingkat pengetahuan. Keluhuran akhlak Nabi terpancar justru saat segenap keputusannya tersebut menjadi prioritas, melebihi ritus keberagamaan. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Museum Rekor Indonesia (MURI) akan menyerahkan pengharagaan kepada Klinik Hemodialisis Cipta Husada atas prestasi dan karya klinik yang telah melakukan lebih dari 70.000 cuci darah dengan kualitas standard mutu. Klinik milik Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU) telah membantu pasien melakukan cuci darah gratis melalui bantuan BPJS.

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Sertifikat ISO, Klinik Hemodialisi Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI

Penyerahan Rekor Muri dan sertifikat ISO ini akan berlangsung di klinik setempat Jalan Hang Tuah I nomor 12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, besok pagi, Ahad (10/1). Pemberian anugerah ini akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.

“Yang paling membanggakan adalah klinik cuci darah muslimat NU ini adalah klinik pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ISO yang akhirnya akan mendapatkan MURI,” kata salah satu pendiri klinik Dr Umar Wahid.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua YKMNU Farida Salahuddin Wahid menjelaskan, klinik ini sebelumnya merupakan klinik bersalin. Sebelumnya banyak sekali perempuan yang melahirkan di klinik yang tanahnya merupakan wakaf dari KH Syaifuddin Zuhri. Suksesnya program KB dan yang tinggal di sekitar kawasan Kebayoran Baru bukan usia produktif lagi membuat klinik beralih fungsi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Farida Sholahudin Wahid menjelaskan alih fungsi klinik ini memerlukan biaya yang sangat tinggi karena alat-alat yang digunakan berharga sangat mahal. Akhirnya dicarilah investor dan merasa cocok dengan PT Masa Cipta Husada.

“Kita menyediakan gedung dan tanahnya sedangkan mereka menyediakan alat-alatnya,” kata Farida.

Dalam pengoperasiannya, YKMNU sangat mengutamakan terapi terbaik, kualitas pelayanan, dan manajemen mutu. SDM di klinik ini juga sangat bagus serta memenuhi standard kualitas sehingga telah lulus proses audit sertifikasi. Penilaian ini yang menjadikan pihak URS (United Registar of System) akan memberikan ISO 9001:2008 ke klinik Muslimat NU Cipta Husada ini.

Sementara masalah yang paling memberatkan penderita gagal ginjal adalah mahalnya biaya untuk menjalani terapi dialisis. Rata-rata penderita harus mengeluarkan biaya 5 juta untuk terapi dialisis di luar obat, laboratorium, dan keperluan medis tambahan lainnya.

Bagi penderita yang kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, hal ini merupakan masalah besar yang sangat dilematis karena apabila tidak dapat membiayai perawatan dari penyakit yang dideritanya akan membahayakan jiwa. Di sinilah Klinik Hemodialisis Cipta Husada YKMNU hadir. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebelum persidangan komisidi mulai, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 rame-rame peserta menikmati sarapan pagi dengan menu Sega (nasi) Jamblang. Mereka jalan beberapa kilometer dari arena munas.

“Wah, aku pengin nikmati nasi jamblang, rek,” ujar Anam, salah seorang peserta dari Jawa Timur  dengan logat jawa timuran yang kental. Anam beserta tujuh orang temannya pinjem mobil panitia untuk menikmati nasi jamblang Ahad pagi (16/9).

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikut Munas, Nikmati Sega Jamblang

Mencari makanan khas wong Cirebon itu tidaklah susah, karena banyak di jajakan penjual di sepanjang raya Jamblang, asal muasal makanan itu. Dari arena Munas, diperempatan Palimanan ke kiri, hanya berjarak lebih kurang 3 kilometer ke arah Jawa Tengah.  

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam sejarah tercatat, sega Jamblang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah. Karena pada awalnya makanan tersebut diperuntukan bagi para pekerja buruh kasar di Pelabuhan dan kuli angkut di jalan Pekalipan

Menu yang tersedia biasanya antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Wasdiun 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

PBB, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan keputusannya untuk mengeluarkan Iran dari daftar negara-negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan perdamaian Suriah, setelah Rusia dan pemerintah Teheran mengkritiknya. 

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

Iran gagal untuk memberikan pernyataan tertulis sesuai yang dijanjikannya mengenai konflik Suriah sehingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terpaksa bertindak, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Selasa, seperti dilaporkan AFP. 

Haq juga mengatakan Ban ingin sekali negara-negara yang menghadiri pembicaraan itu, yang mulai berlangsung di Montreux, Swiss, pada Rabu, berunding dengan "dalam suasana saling percaya."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ban membatalkan undangan bagi Iran pada Senin kurang dari 24 jam setelah mengumumkan bahwa sekutu Presiden Bashar al-Assad itu akan diikutsertakan dalam pembicaraan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oposisi Suriah telah mengancam akan memboikot acara itu jika Iran hadir dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran harus menyepakati komunike internasional yang menyerukan suatu pemerintahan transisi di Suriah.

Para pejabat PBB mengatakan Ban menghabiskan beberapa hari berunding dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengenai dukungan bagi Komunike Jenewa 2012 yang menyerukan pemerintahan transisi dalam usaha mengakhiri perang saudara tiga tahun di Suriah.

"Ada pemahaman lisan bahwa Sekjen terdorong untuk meyakini akan ada pemahaman tertulis," kata Haq kepada wartawan untuk menjelaskan undangan itu kepada Iran.

"Kenyataannya terbalik, bahwa Iran menyatakan sikap sama seperti yang dipegang sebelumnya. Dan karena itu dia menyatakan kekecewaannya atas keputusan Iran dan mengambil keputusan untuk tak mengundang mereka," kata jubir itu.

Ban mengadakan kontak dengan AS dan pihak-pihak kunci lainnya selama pembicaraan itu, ujar Haq.

Zarif menyayangkan keputusan PBB itu dan menghimbau Ban "untuk memberikan alasan-alasan jelas bagi penarikan (undangan)."

"Sikap ini di bawah martabat Sekjen PBB," kata Menlu itu seperti dilansir media Iran.

Rusia pada Selasa menyebut keputusan PBB menarik undangannya bagi Iran untuk menghadiri konferensi perdamaian Suriah pekan ini suatu "kesalahan" yang dapat membayangi reputasi badan dunia itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengeluarkan kritik yang diarahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menuduhnya menggunakan bahasa "lihai" untuk menjelaskan keputusannya yang mendadak.

"Tentu ini kesalahan," kata Lavrov kepada wartawan dalam taklimat tahunan. "Ketakhadiran Iran tidak memfasilitasi usaha-usaha untuk menjamin kesatuan dunia Muslim, termasuk dalam perjuangan melawan teror," kata Lavrov. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Warta, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 31 Desember 2017

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Sunnah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 Desember 2017

Pemimpin yang Adil

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pemimpin yang Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin yang Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin yang Adil

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Rasulullah SAW bersabda bahwa kelak pada hari kiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada tujuh (golongan) orang. Salah satunya adalah seorang pemimpin yang adil sebagaimana dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a:

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah (pada hari kiamat) di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Salah satu dari ketujuh orang tersebut adalah pemimpin yang adil."

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin yang adil akan dicintai oleh Allah SWT, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat. Pemimpim yang adil sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera. Pemimpin yang adil akan lebih menjamin ketentraman dalam masyarakat dibandingkan pemimpin yang tidak adil atau dzalim. Banyak pemimpin yang kehilangan legitimasinya dan kemudian jatuh karena ketidakadilannya. Pemimpin yang tidak adil sudah pasti tidak disuka oleh rakyatnya sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan sipil dan instabilitas.

Dalam kaitan itu, Allah SWT dalam Surah Al Maidah, ayat 8, berfirman:

? ? ? ?

Artinya: "Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada ketakwaan kepada Allah."

Ayat di atas menegaskan bahwa berlaku adil sangat dekat dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Bukanlah orang bertakwa apabila seseorang tidak bisa bersikap adil dalam kepemimpinannya. Padahal setiap dari kita adalah pemimpin. Oleh karena itu siapa pun dituntut berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Dalam skala kecil, seperti keluarga, suami adalah pemimpin. Sebagai pemimpin, seorang suami harus berlaku adil kepada anggota keluarganya. Sebagai anak tertua dalam keluarga, seseorang harus adil terhadap adik-adik yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin dalam suatu lembaga atau wilayah tertentu seperti kota, provinsi atau negara, seseorang harus berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Salah satu contoh sikap yang bertentangan dengan prinsip keadilan adalah sikap pilih kasih. Sikap seperti ini tidak adil karena berarti bersikap diskriminatif kepada yang lain. Islam menolak hal seperti itu sebab Islam menekankan keadilan meskipun terhadap orang yang kita benci sekalipun sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur’an, Surah Al Maidah, ayat 8:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil."

Ayat di atas sangat jelas menekankan bahwa keadilan tidak boleh pandang bulu. Tidak dibenarkan seseorang hanya berlaku adil kepada diri sendiri dan keluarga, sementara kepada orang lain bertindak tidak adil. Dalam Islam, keadilan berlaku untuk semua tanpa memandang asal usul keturunan, suku? maupun golongan. Seperti itulah yang diterapkan Rasulullah SAW dalam menangani masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat, seperti ketika menengahi ketegangan antar suku yang hampir menimbulkan pertumpahan darah diantara mereka.

Waktu itu, orang-orang Quraisy di Mekah berselisih tentang suku mana yang akan meletakkan hajar aswad ke tempatnya di dekat Ka’bah setelah pindah dari tempatnya karena terbawa arus banjir. Masing-masing suku mengklaim paling berhak mendapatkan kehormatan mengembalikan hajar aswad ke tempat semula. Ancaman pertumpahan darah akhirnya bisa dihindarkan setelah Rasulullah SAW dipercaya menengahi persoalan di atas. Beliau meletakkan hajar aswad di atas kain serbannya. Kemudian meminta semua pemimpin suku ikut mangangkat bersama-sama dengan memegangi kain tersebut. Cara seperti ini memungkinkan semua pihak terlibat. Keterlibatan semua pihak ini menjadikan mereka semua rukun dan bergotong royong untuk mencapai tujuan yang sama. Mereka semua puas dengan solusi yang ditawarkan Rasulullah SAW meski usia beliau waktu itu baru 35 tahun.

Cara mengatasi persoalan seperti itu sekarang ini dikenal dengan win win solution, dimana tidak ada satu pihak pun diantara pihak-pihak yang berselisih merasa dikalahkan. Sebaliknya mereka semua merasa menang meski tidak ada pihak yang mereka kalahkan. Win win solution adalah salah satu contoh dari Rasulullah SAW tentang bagaimana menyelesaikan suatu persoalan secara adil. Banyak kasus di dalam masyarakat, termasuk dalam keluarga, tidak bisa terselesaikan dengan baik atau mengalami kebuntuan karena memang penyelesaiannya tidak adil dan tidak pula memenuhi rasa keadilan. Memang keadilan hanya bisa diharapkan lahir dari para pemimpin,? termasuk para hakim, yang adil.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Rasulullah SAW sangat menekankan berlakunya prinsip keadilan di tengah-tengah masyarakat. Beliau menunjukkan kesalahan para pemimpin di zaman Jahiliyah yang tidak menghukum orang-orang elite yang mencuri. Tetapi apabila orang-orang rendahan atau rakyat jelata mencuri, mereka menjatuhkan hukuman. Beliau mengecam hal itu dan menyampaikannya dalam suatu khutbah sebagaimana tertuang dalam hadits beliau yang diriwayatkan Muslim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya yang membuat rusak orang-orang sebelum kalian adalah, ketika orang-orang terpandang mencuri, mereka tidak menghukumnya, sementara jika orang-orang yg rendahan dari mereka mencuri mereka menegakkan hukuman had."

Apa yang dikecam Rasulullah SAW pada zaman Jahiliyah di atas terulang kembali di zaman kita, bahkan mungkin lebih parah. Di zaman kita sekarang, ada koruptor yang merugikan negara miliaran rupiah bebas dari hukuman karena tidak diproses sebagaimana mestinya, sementara rakyat jelata yang hanya mencuri seekor ayam atau kambing harus mendekam di penjara selama beberapa lama setelah menjalani proses hukum. Ini pertanda buruknya kepemimpinan di bidang penegakan hukum dimana hukum lebih ditegakkan untuk kalangan bawah, dan tidak untuk kalangan atas.

Keadaan seperti itu bisa meresahkan masyarakat yang berdampak pada instabilitas negara. Imam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan, ”Seorang raja atau pemimpin yang adil akan bertahan dalam kepemimpinannya meskipun dia seorang kafir. Sedangkan raja atau pemimpin yang tidak adil atau dzalim tidak akan bertahan walau dia seorang Muslim.”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dalam hubungannya dengan keluarga terkait prinsip keadilan, Rasulullah SAW pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad di dalam tangan-Nya! Jika seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri pasti aku akan memotong tangannya."

Hadits di atas merupakan komitmen beliau untuk tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan sekalipun terhadap anak turun beliau sendiri seperti Fathimah binti Muhammad. Beliau bersumpah akan memotong tangan Fatimah jika terbukti melakukan pencurian demi tegaknya keadilan dalam masyarakat yang beliau pimpin.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Menjadi pemimpin yang adil memang tidak mudah karena berat sekali tantangannya. Tantangan bisa berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya. Justru karena itulah maka Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada setiap pemimpin yang bisa menegakkan keadilan dengan baik kelak di hari Kiamat. Di saat itu, tidak ada perlindungan dari siapapun kecuali perlindungan yang diberikan oleh Allah SWT.

Mudah-mudah apa yang telah saya sampaikan di atas, dapat menginspirasi kita semua bagaimana menjadi pemimpin yang adil. Setiap orang adalah pemimpin, maka setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya dalam menegakkan keadilan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

LTM PBNU Dirikan Posko Mudik Berbasis Masjid

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seperti pada momen mudik lebaran tahun-tahun sebelumnya, Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengonsolidasikan masjid-masjid di beberapa titik strategis untuk mendirikan posko mudik.

?

LTM PBNU Dirikan Posko Mudik Berbasis Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM PBNU Dirikan Posko Mudik Berbasis Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM PBNU Dirikan Posko Mudik Berbasis Masjid

Posko mudik berbasis masjid ini menurut Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin menyediakan beberapa layanan untuk para pemudik yang melintasi jalur-jalur utama mudik seperti di jalur pantura dan beberapa titik di jalur selatan.

“Tidak semua masjid kita berdayakan. Masjid yang dipilih tentu yang mempunyai fasilitas memadai seperti fasilitas MCK,” ujar Ali Sobirin saat dikonfirmasi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa (19/6).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis buku Teknologi Ruh ini menerangkan, di posko mudik berbasis masjid tersebut petugas gabungan dari badan otonom (Banom) NU akan turut membantu memandu dan melayani para pemudik.

Sebelumnya, selain posko mudik ini, LTM PBNU juga menyelenggarakan program mudik gratis bareng NU. Program mudik tersebut telah diberangkatkan pada Ahad (18/6/2017) lalu dari Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

?

Sekitar 2300 pemudik bareng NU ke beberapa kota di Jawa dan Lampung menikmati layanan mudik dengan fasilitas bus berkualitas prima. 40 bus turut mengantar ribuan warga perantauan tersebut menuju kampung halaman masing-masing. (Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Nahdlatul Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 23 Desember 2017

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Quote, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Seperti diberitakan sejumlah media, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa pembahasan gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah selesai di Dewan Gelar. Pengesahannya sebagai pahlawan nasional tinggal menunggu keputusan presiden atau Keppres.

Akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini sebagai bukti bahwa kiprah para ulama dan kiai demikian diperhitungkan.

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

"Kami sangat bangga dengan akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (11/11). Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur ini juga mengemukakan, bahwa sosok Gus Dur sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia dengan segala kiprah yang didermakan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Rasanya sulit menemukan sosok seperti beliau," kata Ning Ema, sapaan akrabnya. Keberpihakan Gus Dur kepada kalangan tertindas, kepedulian terhadap ketimpangan adalah diantara jasa yang melekat dari cucu hadratus syaikh tersebut.

Belum lagi kiprahnya di NU. "Kalangan anak muda NU sangat berhutang kepada beliau," kata Pembina di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut. Karena bila membuka kembali lembaran sejarah terkait sepak terjang yang dilakukan saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, maka sangat nyata sumbangsih yang telah diberikan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Dulu, NU dipandang sebelah mata oleh sebagian besar kalangan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini. ? Namun lewat sejumlah terobosan, lanjutnya, termasuk banyaknya tulisan Gus Dur yang membahas kiprah NU dan pesantren, maka perlahan tapi pasti banyak yang simpatik.

Tanggungjawab besar bagi generasi muda NU dan pesantren adalah mengisi kepercayaan yang telah disemai oleh Gus Dur dengan kiprah terbaik. "Tidak ada pilihan lain, kecuali menunjukkan prestasi seperti telah ditorehkan Gus Dur," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

"Apa yang dilakukan Gus Dur dalam mengangkat citra pesantren dan NU demikian luar biasa," katanya. NU bisa seperti sekarang yakni disegani di banyak negara, adalah berkat kiprahnya yang tidak kenal lelah menyampaikan pandangan keislaman dan keindonesiaan yang membanggakan.

Gus Dur kini bukan semata milik keluarga atau bahkan partai politik tertentu. "Beliau adalah aset berharga NU, pesantren dan bangsa Indonesia," katanya. Karena itu, tambahnya, tugas berikutnya adalah menjaga khidmat yang telah diteladankan.

Menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional adalah pilihan tepat bagi negeri ini yang sadar dengan sumbangsih yang telah diberikan. "Semoga akan lahir Gus Dur baru dalam perjalanan NU, pesantren dan bangsa Indonesia," pungkas Ning Ema. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid” karangan ulama besar hadits dunia Islam sekaligus “musnid al-dunyâ” pada zamannya, yaitu Syekh Muhammad Yâsîn ibn ‘Îsâ al-Fâdanî al-Makkî (dikenal dengan Syekh Yasin Padang, 1335-1410 H/ 1917-1990 M).

Syekh Yasin Padang lahir, besar, berkarir, dan wafat di Makkah, dari kedua orang tua yang berasal dari Nusantara, tepatnya dari Padang, Sumatera Barat. Syekh Yasin Padang berkebangsaan Saudi Arabia. Ayahnya, Tuan Isa bin Udik, adalah generasi pertama yang hijrah dari Padang ke Makkah pada akhir abad ke-19 M.

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Sanad Ulama-ulama Nusantara Karya Syekh Yasin al-Fadanî

Syekh Yasin Padang dikenal sebagai ulama besar dunia Islam dalam bidang hadits dan asânid (sanad) pada paruh kedua abad ke-20 M. Beliau mengajar di Masjidil Haram dan menjadi salah satu pemuka ulama terbesar di sana, sekaligus mengampu Madrasah Dâr al-‘Ulûm al-Dîniyyah, sebuah institusi pendidikan keilmuan agama Islam terkemuka di Makkah.

Ada banyak julukan kemuliaan yang disematkan kepadanya, seperti Ilmud Dîn (pelita ilmu pengetahuan agama), al-muhaddits (guru besar hadits), al-‘allâmah (seorang yang kapasitas keilmuannya di atas rata-rata), musnidud dunyâ (mata rantai periwayatan hadits pada zamannya), dan lain-lain. Karena itu, tidaklah mengherankan jika murid-murid Syekh Yasin Padang adalah para ulama sentral dari berbagai pelosok dunia Islam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Yasin Padang terhitung sebagai ulama besar terakhir asal Nusantara yang berkarir di Haramain, karena setelah kewafatan beliau (1990 M), belum muncul lagi sosok ulama besar dari Nusantara yang karirnya cemerlang di Tanah Suci.

(Baca juga: Cara Syekh Yasin al-Fadani Mengader Kiai Sahal Mahfudh)



Karya pemikirannya lahir lebih dari seratus buah, kesemuanya ditulis dalam bahasa Arab dan mengkaji pelbagai bidang keilmuan Islam, mulai dari ilmu tauhid (teoilogi Islam), fikih (yurisprudensi Islam), ushul fikih (filsafat yurisprudensi Islam), balaghah (retorika), manthiq (logika), hadits, dan utamanya dalam bidang ilmu transmisi intelektual atau ilmu sanad (‘ilm al-asânid wa al-tsabat wa al-ijâzah). Dalam rentang sejarah keilmuan Islam selama kurun waktu 14 abad ini, bisa dikatakan Syekh Yasin Padang adalah orang pertama yang menghimpun karangan ilmu sanad ulama-ulama Islam sepanjang zaman dan dari pelbagai pelosok dunia. Karena ini pulalah, beliau dijuluki “musnid al-dunyâ”.

Salah satu karya terpenting Syekh Yasin Padang dalam bidang “ilmu sanad” ini adalah kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânid”. Kitab ini menghimpun kumpulan sanad ulama-ulama Nusantara. Dalam konteks kajian sejarah peradaban dan keilmuan Islam Nusantara, tentu kitab ini memiliki kedudukan yang sangat penting dan istimewa, karena dalam kitab inilah jejaring dan genealogi intelektual para ulama Nusantara dapat terlacak dan terbaca dengan sangat jelas dan runut.

Saya mendapatkan naskah kitab ini dari sahabat saya, al-Fadhil Nanal Ainal Fauz, kiyai muda yang aktif mengkurasi karya-karya ulama Nusantara dan mendigitalisasinya, sekaligus salah satu pendiri Komunitas dan Yayasan Turats Ulama Nusantara di tahun 2016 lalu. Naskah tersebut bertebal 152 halaman dengan format cetak batu (litografi).

Tidak ada kolofon yang menginformasikan kapan kitab ini secara pasti ditulis. Naskah “al-‘Iqd al-Farîd” yang saya dapatkan adalah naskah versi cetakan “Dâr al-Saqqâf” Surabaya (Jawa Timur), dengan titimangsa cetak bulan Rajab tahun 1401 Hijri (Mei 1981 Masehi). Besar kemungkinan kitab ini ditulis pada tahun yang sama dengan tahun percetakannya. Tertulis pada halaman akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? 1401 ? // ? ? ? // ? ? ? ? ?// ?.?. 127// ? – ?

(Telah selesai dengan memuji kepada Allah, pada bulan Rajab tahun 1401 Hijri, mencetak kitab ini, pada percetakan Dâr al-Saqqâf, po box 127 Surabaya, Indonesia).

Pada halaman kedua naskah ini, didapati tulisan tangan Syekh Yasin Padang dalam bahasa Arab bercorak Riq’î, menyatakan jika beliau telah meriwayatkan dan menghijazahkan (melisensikan) kitab ini kepada al-Mukarram KH. Sahal Mahfuzh (Kajen, Pati, w. 2014), mantan ketua umum MUI dan Rois ‘Am PBNU. Tertulis di sana;

?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. 18/ 12/ 1401.

(Aku telah memgijazahkan semua kandungan risalah ini yang bernama “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” dan semua kitab-kitab yang diriwayatkan olehku, kepada saudaraku di jalan Allah, seorang Ustadz Muda, Sahal Mahfuzh dari Kajen Pati. Aku berwasiat kepadanya dan kepada diriku agar senantiasa bertakwa dalam keadaan ramai dan sepi, dan aku berharap darinya agar tidak melupakanku dalam doa-doa kebaikannya, dalam khalwat dan jalwatnya. Telah mengatakan dan menulis akan hal ini dengan tangannya sendiri, pelayan kecil atas hadits dan ilmu sanad, seseorang yang mengharapkan ampunan tuhannya, ‘Ilmuddîn, Abû al-Faidh, Muhamamd Yâsîn ibn Muhammad ‘Îsâ al-Fâdânî al-Makkî. Tertanggal 18/12 [?]/ 1401 Hijri).

Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa kitab “al-‘Iqd al-Farîd min Jawâhir al-Asânîd” ini menghimpun sanad keilmuan ulama-ualam Nusantara. Pada halaman 4 (empat), bab sanad kitab-kitab hadits, entri sanad kitab hadits “Shahîh Bukhârî” (al-Jâmi’ al-Shahîh), didapati sanad keilmuan yang diriwayatkan oleh Syekh Yasin Padang dari jalur sanad ulama-ulama Nusantara sebagai berikut;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

(?)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Warta, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 Desember 2017

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. “Judul beritanya menyesatkan”, itulah tanggapan Ketua PBNU H Robikin Emhas dalam menanggapi pemberitaan yang beredar bahwa “PBNU Akhirnya Dukung Kebijakan Full Day School” oleh media online viva.co.id. Terakhir diketahui, judul berita tersebut telah diubah oleh Viva sendiri.

Menurut Robikin, Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 adalah tentang Hari Sekolah yang di dalamnya mewajibkan penyelenggaraan lima sekolah hari dalam sepekan.

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diberitakan Dukung Full Day School, PBNU: Itu Menyesatkan

“Sedangkan Perpres adalah mengenai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Penyelenggaraan PPK dilakukan dalam enam hari sekolah. Itu poin utamanya. Namun bisa dilakukan dengan lima hari sekolah asal jam pulang sekolah tetap siang pada 12.00-13.00,” jelas Robikin, Selasa (5/9) di Jakarta.

Dalam hal PPK dilaksanakan dengan lima hari sekolah, lanjutnya, maka sejumlah syarat harus dipenuhi. Syarat itu meliputi proses dan forum pengambilan keputusannya hingga syarat objektif yang harus dipenuhi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sesuai janji Presiden Jokowi, Perpres PPK akan menganulir semua peraturan perundang-undangan yang mengatur hari sekolah yang substansinya bertentangan dengan isi Perpres.

Karena menurutnya, lima hari sekolah yang diatur Permendikbud 23/2017 bersifat imperatif (wajib), sedangkan poin utama penyelenggaraan PPK adalah enam hari sekolah.?

Maka, imbuhnya, jika Perpres diterbitkan, secara hukum Permendikbud Nomor 23 Tahun 2107 dengan sendirinya tidak berlaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dengan demikian, tidak mungkin PBNU mendukung Full Day School. Itu alasan mengapa judul berita itu saya katakan menyesatkan,” tandas Robikin.





Poin menyesatkan lainnya dalam berita tersebut yaitu ketika PBNU dinilai menutup rapat-rapat pintu dialog dengan pemerintah soal kebijakan lima hari sekolah tanpa dijelaskan alasannya.

Padahal, PBNU selama ini menutup pintu dialog dengan pemerintah soal kebijakan lima hari sekolah lantaran ajakan diskusi bukan dalam konteks dengar pendapat (hearing), melainkan pada pembahasan kebijakan yang sudah jadi.? (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Daerah, Kajian Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, anak bisa dilatih mencintai alam sedari dini. Semisal dengan mengajak mereka, untuk menghijaukan kembali lahan yang gundul tanpa pepohonan.

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, Siswa Ta’mirul Tanam 1000 Pohon

Seperti yang dilakukan para siswa Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam Surakarta, mereka dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap alam, dengan cara menanam ribuan bibit pohon mahoni di kawasan Desa Ngesrep, Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (17/10) sore.

Ketua Panitia kemah bakti Rudi Handoko penanaman 1000 pohon tersebut, dilaksanakan bekerjasama dengan Koramil Ngemplak. “Secara simbolis kita tanam 100 pohon di lokasi ini, sedangkan sisanya kita serahkan kepada pihak Koramil” terang Rudi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kegiatan penanaman 1000 pohon ini juga disambut dengan baik pihak Koramil Ngemplak. Danramil Ngemplak, Guntur Raharjo, mengatakanpihaknya berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kami mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Semoga pohon yang sudah ditanam bisa dirawat dengan baik,” kata dia.

Salah satu siswa yang ikut menanam pohon, Muhammad Luthfi, mengaku senang dapat membantu untuk menghijaukan kembali lahan yang gundul. “Ini pengalaman pertama saya menanam pohon, semoga nanti pohonnya bisa tumbuh besar dan bermanfaat,” ujar siswa kelas VI SD Ta’mirul itu.

Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SD Ta’mirul Islam, Slamet, mengungkapkan acara menamam pohon ini menjadi rangkaian kegiatan kemah bakti sosial Pramuka SD/MI/SMP Ta’mirul Islam, yang dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Ahad (16-17/10).

“Selain acara menanam pohon, pada kegiatan kali ini kami juga membagikan 1 ton beras dan bantuan pendidikan untuk siswa tidak mampu di lingkungan setempat. Kami harapkan dengan kegiatan ini, para siswa lebih mandiri dan peduli kepada sesama,” ungkap Slamet.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Kembali ke Desa” ini, para siswa medapatkan banyak pengalaman, mulai dari berlatih mendirikan tenda hingga ketrampilan lainnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 02 Desember 2017

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) melakukan peresmian gedung baru di Jl Joe No 90, Kebagusan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (12/10).

Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) yang juga Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta para pengurus IKA PMMI dapat selalu berdampingan sehinga cita-cita perjungan organisasi yang diharapkan bisa tercapai.

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PB IKA PMII Kini Punya Gedung Baru

“Maksimalkan fasilitas yang ada dan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara dari ajaran eksterim seperti radikalisme dan terorisme,” kata Hanif.

Ketua IKA PMII A Mukowam,  mengajak semua kader dan alumni PMII berpartisipasi  dalam mengeksiskan ajaran ahlussunnah  wal jamaah.

“Manfaatkan gedung baru IKA PMMI sebagai sentral pergerakan kalangan muda Nahdiyin, bisa membesarkan  ahlussunnah  wal jamaah agar generasi bangsa tidak gentar melawan faham-faham radikalisme dan anti pancasila,” kata Kowam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kowam berharap kantor yang baru tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai program unggulan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Senada, Mantan Ketua PB Kopri PMII Luluk Nurhamidah berharap dengan gedung yang baru dapat terwujud pendirian sekolah dan yayasan pendidikan untuk dijadikan sarana sehinga skill dan kehlian di bidang kaderisasi bisa tercapai dengan baik.

Ahmad Baso selaku almuni berharap komitmen IKA PMII dalam menata konsep kaderisasi dari PB sampai pengurus daerah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“(Kaderisasi) harus diperhatikan sehinga dunia intelektual juga dapat diperhatikan,” ungkapnya. (Ruzi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Fragmen, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock