Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setiap momentum peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, seruan kata “Merdeka!” sering diucapkan dalam setiap kesempatan. Kata ini pula yang menjadi semacam mantra semangat, bagi para pejuang dan pahlawan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kata tersebut memiliki makna luas. Menurut Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo, Habib Noval bin Muhammad Al-Idrus, merdeka! ini tidak hanya menjadi seruan pemberi semangat semata. Tetapi lebih dari itu, bermakna syukur kepada Allah swt. atas karunia kemerdekaan.

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekik Merdeka Bermakna Syukur dan Dzikir

“Ucapan Merdeka!? itu bersyukur. Meskipun wujudnya kata merdeka! tapi Allah tahu itu merupakan salah satu wujud syukur,” terang dia, belum lama ini (9/8), dalam sebuah pengajian akbar di Kota Solo.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Hal tersebut, lanjut Habib Noval, didasarkan pada perintah Allah di dalam surah ad-Duha ayat 11: Fa amma bini’mati robbika fahaddist, agar kita bersyukur atas ni’mat yang diberikan-Nya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ditambahkan, selain bermakna syukur, kata merdeka! juga dapat bermakna zikir. “Jadi njenengan teriak merdeka! itu zikir, Allahuakbar itu ya dzikir. Dzikir itu bermacam-macam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Lomba, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

Ukuran Ibadah Haji Bukan Kekayaan Tapi Keimanan

Pringsewu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu, Lampung, KH Fuad Abdillah mengatakan, bahwa jika ukuran ibadah haji adalah kekayaan maka seluruh orang kaya sudah melaksanakan rukun Islam ke lima ini. Demikian saat menyampaikan mauidzah hasanah dalam Walimatissafar Lil Haj Pengasuh Pondok Pesantren Al Wusto Pringsewu, Ustadz Nasihin, Sabtu (5/9) lalu.

Kiai Fuad menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang diwajibkan oleh orang yang mampu. Kriteria mampu ini mencakup bukan hanya mampu dalam hal fisik dan materi, namun juga mampu dalam hal mental termasuk niatan yang kuat untuk melaksanakannya.

Ukuran Ibadah Haji Bukan Kekayaan Tapi Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ukuran Ibadah Haji Bukan Kekayaan Tapi Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ukuran Ibadah Haji Bukan Kekayaan Tapi Keimanan

Keteguhan niat ini perlu dimiliki oleh seluruh orang yang akan menjalankan ibadah haji karena menurut Kiai Fuad, haji adalah ibadah yang merupakan latihan meninggal dunia. "Ketika melaksanakan ibadah haji, para jamaah tidak memikirkan hal-hal duniawi terlebih lebih harta. Ini karena mereka hanya memikirkan ibadah kepada Allah SWT sesempurna mungkin," terangnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam ibadah haji, tambah Kiai Fuad, banyak sekali ibadah-ibadah kepada Allah SWT yang terkesan unik. Namun dibalik keunikan ini mengandung hikmah yang sangat luarbiasa. Contohnya menurut kiai berkacamata ini, seperti rangkaian tawaf yang hanya lari berputar putar, sai y? ng berupa lari bolak balik sofa marwa dan mecari batu untuk lempar jumrah. "Walaupun kelihatannya seperti mainan, namun ibadah ibadah tersebut dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT," Jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oleh karena itu, Kiai Fuad yang juga Ketua MUI Kecamatan Pringsewu ini mengajak kepada seluruh jamaah untuk niat mantap melaksanakan ibadah haji tanpa ragu. "Ibadah haji itu sulit teorinya saja namun prakteknya gampang. Apalagi sekarang banyak KBIH yang siap membantu teori manasik sekaligus membantu secara teknis proses haji yang akan dilalui," Jelasnya.

Pada acara walimatus Safar lil haj ini dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Pringsewu H Hambali, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu yang sekaligus memberi sambutan Perwakilan tamu undangan dan beberapa Tokoh Masyarakat Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tangerang berduka atas pembunuhan sadis terhadap petani kecil Salim alias Kancil di Lumajang, Rabu (30/9). Mereka berdoa bersama di Sekretariat PMII Tangerang sebagai rasa hormat kepada warga yang berani menentang kebijakan yang sewenang-wenang.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan penganiayaan tidak manusiawi ini," kata Ketua PMII Tangerang Steven Idrus Maulana di Sekret PMII Tangerang, Rabu (30/9).

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tangerang Gelar Aksi Solidaritas Untuk Salim Kancil

Korban adalah petani yang gigih bertahan tetap melawan dan menolak aktivitas tambang pasir golongan B di pesisir pantai Watu Pecak. Salim dikeroyok dan dianiaya hingga meninggal dunia oleh para preman pada Sabtu (26/9). Jasadnya ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan setelah diculik oleh segerombolan orang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Mereka adalah petani yang sedang memperjuangkan ekologis bagi kelangsungan hidup. Tidak layak diperlakukan secara premanisme. Seperti zaman PKI saja, para aktivis dibunuh dan dihabisi," katanya.

Para peserta aksi solidaritas membawa sejumlah lilin, baju putih, dan Al-Quran. Mereka berdoa agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT. Mereka menuntut polisi menangkap aktor intelektual. Kepada Pemprov Jatim, mereka meminta untuk segera menertertibkan tambang, menghentikan eksploitasi tambang, menangkap mafia tambang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Pemkab Lumajang dan Pemda Jawa Timur harus menghentikan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu juga mendesak polisi mengusut dan memproses hukum pelaku penganiayaan serta membongkar aktor intelektualnya,” kata Steven. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Ulama, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan agar prinsip tabayun (kejelasan) terhadap informasi yang diperoleh di dunia maya harus dikedepankan. Ia menekankan prinsip tersebut di tengah fenomena informasi yang lebih cenderung mementingkan kecepatan daripada ketepatan.

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun! (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Kominfo: Tabayun, Tabayun, Tabayun!

"Saat ini pengguna medsos banyak ingin menjadi yang pertama memberikan informasi yang belum tentu valid. (Lakukan) nomor 1 tabayun, nomor 2 tabayun, nomor 3 tabayun. Jangan sampai jempol kita lebih cepat dari pikiran kita. Dicerna dulu informasi yang didapat," katanya pada Silaturahmi Nasional I yang dilaksanakan oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) di Hotel Santika TMII Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Rudiantara menjelaskan, teknologi adalah sesuatu yang netral. (Hal) yang membuat teknologi menjadi hal positif ataupun negatif adalah penggunanya. Ia mengumpamakan teknologi seperti pisau yang bila digunakan di dapur untuk memasak maka akan bermanfaat. Dan sebaliknya jika digunakan untuk kejahatan maka akan membawa hal negatif.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam perkembangannya saat ini, pemerintah tidak menutup mata terhadap efek-efek negatif yang muncul dari perkembangan teknologi khususnya internet. Pemerintah terus berupaya meminimalisir konten-konten negatif dengan beberapa strategi diantaranya melalui pemblokiran media sosial ataupun website yang mengandung konten negatif.

"Delapan ratus ribu situs sudah diblok oleh pemerintah berdasarkan laporan masyarakat," terangnya di depan para stakeholders konten keislaman dari seluruh Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam mengambil kebijakan pemblokiran, lanjut Rudiantara, pihaknya selalu menggandeng stakeholders terkait termasuk para kiai dan ulama. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak menimbulkan gejolak yang dapat melahirkan efek-efek negatif.

Peran ulama dinilai sangat penting dalam memberikan pedoman sekaligus mengarahkan umat dalam beraktivitas di dunia maya khususnya medsos. Sehingga muncullah fatwa No. 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial yang terus disosialisasikan oleh Kemenkominfo. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

PKC PMII Kalsel Gelar Aksi Damai

Banjarmasin, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia pada tanggal 09 Desember, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Selatan menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kalsel, Selasa (08/12).



PKC PMII Kalsel Gelar Aksi Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
PKC PMII Kalsel Gelar Aksi Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

PKC PMII Kalsel Gelar Aksi Damai

“Kami dari PKC PMII Kalsel melakukan aksi damai dalam rangka hari anti korupsi se dunia, sekaligus menutut kepada pemerintah Indonesia agar menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang ada di negeri ini,” ujar M. Syafi`i selaku koordinator aksi.

Dalam aksi ini PKC PMII Kalsel mebuat pernyataan sikap yang ditanda tangani Bunyamin selaku ketua umum yang menuntut kepada DPR dan DPRD agar bertindak cepat, dan tegas dalam upaya pemberantasan korupsi dan selalu memprjuangkan kepentingan rakyat. Serta penyelesaian berbagai permasalahan yang masih berlangsung hingga saat ini seperti kasus Bank Century, dan tiga lembaga hokum yang sedang mengalami disharmonis yakni Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dimulai dari kawasan bundaran Jl. Hasanuddin, puluhan mahasiswa ini melakukan aksi longmarch menuju gedung DPRD Kalsel di Jl. Lambung Mangkurat dengan melakukan aksi teaterikal di sepanjang jalannya. Dan di kawal puluhan satuan anggota kepolisian.

Aksi teaterikal ini melakonkan seorang koruptor yang diseret oleh seorang rakyat. hingga tepat di depan gerbang kantor DPRD Kalsel sang koruptor roboh terbaring di jalanan, yang menandakan perlawanan rakyat terhadap segala jenis tindak korupsi yang berlaku di negeri ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Demo berjalan damai. Setelah beberapa lama melakukan aksi di depan gerbang rumah rakyat itu (kantor DPRD), para rombongan diizinkan pihak kepolisian masuk ke pelataran gedung DPRD Kalsel.

Rombongan disambut Nasib Alamsyah Ketua DPRD Kalsel setelah beberapa lama menunggu dihalaman. Yang dalam sambutanya mengatakan mereka akan selalu komit terhadap aspirasi rakyat dan akan memperjuangkannya demi kepentingan rakyat.

“ Kami selaku wakil rakyat akan selalu mengingatkan kepada anggota-anggota dewan agar korupsi jangan sampai terjadi di kawasan kita, kalaupun ada kita akan lawan dan tindak dengan segera,” kata Alamsyah.

Setelah menyampaikan wejangannya ketua DPRD Kalsel masuk ke dalam ruangan dan menyilakan perwakilan pendemo masuk untuk menyatakan pernyataan sikap yang selanjutnya dikirim via faximile yang ditujukan ke DPR-RI, Kapolri, dan Kejagung.

Setelah kehendak mereka terpenuhi rombongan membubarkan diri dengan tertib (sk.net/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

PBB, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Perserikatan Bangsa-Bangsa mempertahankan keputusannya untuk mengeluarkan Iran dari daftar negara-negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan perdamaian Suriah, setelah Rusia dan pemerintah Teheran mengkritiknya. 

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Keukeuh Pertahankan Keputusan Tak Undang Iran

Iran gagal untuk memberikan pernyataan tertulis sesuai yang dijanjikannya mengenai konflik Suriah sehingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon terpaksa bertindak, kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq, Selasa, seperti dilaporkan AFP. 

Haq juga mengatakan Ban ingin sekali negara-negara yang menghadiri pembicaraan itu, yang mulai berlangsung di Montreux, Swiss, pada Rabu, berunding dengan "dalam suasana saling percaya."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ban membatalkan undangan bagi Iran pada Senin kurang dari 24 jam setelah mengumumkan bahwa sekutu Presiden Bashar al-Assad itu akan diikutsertakan dalam pembicaraan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Oposisi Suriah telah mengancam akan memboikot acara itu jika Iran hadir dan Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran harus menyepakati komunike internasional yang menyerukan suatu pemerintahan transisi di Suriah.

Para pejabat PBB mengatakan Ban menghabiskan beberapa hari berunding dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengenai dukungan bagi Komunike Jenewa 2012 yang menyerukan pemerintahan transisi dalam usaha mengakhiri perang saudara tiga tahun di Suriah.

"Ada pemahaman lisan bahwa Sekjen terdorong untuk meyakini akan ada pemahaman tertulis," kata Haq kepada wartawan untuk menjelaskan undangan itu kepada Iran.

"Kenyataannya terbalik, bahwa Iran menyatakan sikap sama seperti yang dipegang sebelumnya. Dan karena itu dia menyatakan kekecewaannya atas keputusan Iran dan mengambil keputusan untuk tak mengundang mereka," kata jubir itu.

Ban mengadakan kontak dengan AS dan pihak-pihak kunci lainnya selama pembicaraan itu, ujar Haq.

Zarif menyayangkan keputusan PBB itu dan menghimbau Ban "untuk memberikan alasan-alasan jelas bagi penarikan (undangan)."

"Sikap ini di bawah martabat Sekjen PBB," kata Menlu itu seperti dilansir media Iran.

Rusia pada Selasa menyebut keputusan PBB menarik undangannya bagi Iran untuk menghadiri konferensi perdamaian Suriah pekan ini suatu "kesalahan" yang dapat membayangi reputasi badan dunia itu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengeluarkan kritik yang diarahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menuduhnya menggunakan bahasa "lihai" untuk menjelaskan keputusannya yang mendadak.

"Tentu ini kesalahan," kata Lavrov kepada wartawan dalam taklimat tahunan. "Ketakhadiran Iran tidak memfasilitasi usaha-usaha untuk menjamin kesatuan dunia Muslim, termasuk dalam perjuangan melawan teror," kata Lavrov. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Warta, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Jelang Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap 22 Oktober setiap tahunnya, banyak kalangan menyoroti terkait keberadaan santri dari berbagai sisi. 

Di antaranya datang dari salah satu politisi PKB Jombang, Kartiyono. Kalangan santri menurutnya merupakan cikal bakal pemimpin yang memang diharapkan bangsa saat ini. Sebabnya ada banyak bekal dalam dunia kepemimpinan yang sudah dimiliki santri. Itupun, paparnya, sudah dibidik sejak dini.

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemimpinan Santri Bawa Bangsa dan Negara Lebih Berkarakter

"Santri adalah cikal bakal pemimpin bangsa yang handal. Ketangguhan mental, kecerdasan berpikir dan kekuatan spiritual santri tidak perlu diragukan lagi, ini terbukti semua aspek itu dimiliki oleh santri," ujarnya, Rabu (18/10).

Selain itu menurutnya, santri sudah terbiasa dididik dengan disiplin, jujur dan tanggung jawab serta mandiri dari usia yang masih sangat muda. Dari pola didikan tersebut, imbuhnya, maka sebenarnya santri sudah memiliki karakter dan ciri khas tersendiri saat ditarik di dunia kepemimpinan.

"Kematangan dalam memimpin, kearifan dalam bertindak serta jujur, peduli serta punya jiwa gotong royong yang tinggi dan akhlaqul karimah sudah menjadi ciri khas kepemimpinan santri," urai Kartiyono.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang ini menyebutnya, tampuk kepemimpinan di tangan santri akan lebih bermartabat. Disamping itu, lanjutnya, santri akan lebih bisa membawa bangsa ini mempunyai jati diri dan karakter yang kuat. 

"Itu juga sudah dibuktikan mulai bangsa ini sebelum kemerdekaan, peran serta kontribusi santri dalam andilnya merebut kemerdekaan dan menegaskan harga diri bangsa ini yang kita kenal dengan Resolusi Jihad yang diserukan Hadratus Syeh KH Hasyim Asyari," jelas Kartiyono.

Ia mencontohkan kepemimpinan di era reformasi saat almaghfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Gus Dur yang kental dengan kesantriannya, paparnya, mampu membawa bangsa dan Negara Indonesia disegani oleh berbagai negara di dunia. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Nah ini adalah bukti bahwa santri akan bisa memimpin bangsa ini, dan menjadi bangsa yang berkarakter," tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 15 Desember 2017

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Hilal atau bulan sabit untuk awal bulan Sya’ban 1433 H telah terlihat, antara lain di Jakarta dan Bandung. Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit  dilakukan pada Rabu (20/6) petang, bertepatan dengan 29 Rajab 1433 H.

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Awal Sya’ban Terlihat di Jakarta dan Bandung

Posisi hilal pada saat dilakukan rukyat memang sudah cukup tinggi, lebih dari 5 derajat. Hilal awal Sya’ban antara lain telah terlihat di lokasi rukyat Kampung Basmol Jakarta Barat dan di Observatorium Bosca Lembang, Bandung.

“Hilal awal Sya’ban disaksikan oleh perukyat NU, H Mawardi dan Syamsuri di Basmol Jakarta Barat. Lalu di Bosca Lembang langsung oleh pengurus Lajnah Falakiyah PBNU Hendro Setyanto,” kata KH A. Ghazalie Masroeri dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama di Jakarta, Rabu (20/1) malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan terlihatnya hilal berarti tanggal 1 Sya’ban 1433 H sudah dimulai. Dalam kalender qamariyah (hijriyah) pergantian hari dimulai selepas tenggelamnya matahari. Atau jika disandingkan dengan kalender syamsiyah (masehi) 1 Sya’ban bertepatan dengan hari Kamis, 21 Juni 2012.

Dengan dimulainya bulan Sya’ban, menurut Kiai Ghazalie, umat Islam sudah bisa memulai atau menyiapkan beberapa ibadah khusus di bulan ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Secara bahasa Sya’ban berarti cabang, maksudnya cabang dari ibadah. Ada beberapa kesunnahan dalam bulan ini, antara lain puasa 3 hari di awal bulan dan di pertengahan bulan. Dan di pertengahan bulan Sya’ban tentunya ada nisfu sya’ban,” tambahnya.

Hasil rukyat awal Sya’ban ini juga sangat penting dalam rangka pelaksanaan rukyat awal Ramadhan nanti. Pelaksanaan rukyatul hilal pada Rabu (20/6) petang ini berdasarkan atas penetapan awal bulan Rajab kemarin yang ditempuh dengan jalan istikmal atau penyempurnaan hitungan bulan Jumadal Tsaniyah menjadi 30 hari, karena pada saat itu hilal tidak terlihat.

Dengan terlihatnya hilal awal Sya’ban pada Rabu petang, maka rukyat awal Ramadhan akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada dalam kalender NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah. Rukyat awal Ramadhan 1433 H akan diadakan pada 29 Sya’ban, bertepatan dengan Kamis 19 Juli 2012.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 07 Desember 2017

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari pengurus baru PBNU periode 2015-2020 yang melaporkan pelaksanaan muktamar ke-33 di Jombang pada 1-5 Agustus 2015. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dengan Kabinet Kerja-nya siap untuk menjalin kerjasama dengan PBNU untuk menjalankan sejumlah program kemasyarakatan.

Andi Najmi, wakil sekjen PBNU yang turut dalam pertemuan tersebut menyatakan, Presiden akan memerintahkan para menteri untuk segera menjalin program kerjasama dengan PBNU.?

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Terima Pengurus Baru PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Terima Pengurus Baru PBNU

“Presiden juga minta agar warga NU tetap tenang dalam menghadapi dampak krisis global. Meskipun ada masalah, beliau menjamin harga BBM dan harga sembako tidak akan naik,” kata Anji Najmi di gedung, Kamis.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden yang telah mendukung dan membuka muktamar NU.

“Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Presiden yang telah mensupport sehingga muktamar berjalan dengan baik, kata Kiai Said, Kamis (27/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said juga melaporkan sejumlah materi yang dibahas di muktamar, seperti permasalahan agama yang dibahas dalam beberapa forum bahtsul masail, isu-isu terkini dan rekomendasi.?

Hadir mewakili PBNU KH Ma’ruf Amin (rais aam), KH Miftahul Akhyar (wakil rais aam), KH Yahya Cholil Tsaquf (katib aam), KH Masdar F Mas’udi (rais syuriyah), sementara dari jajaran syuriyah KH Said Aqil Siroj (ketua umum), H Slamet Effendy Yusuf (wakil ketua umum), H Helmy Faishal Zaini (sekretaris jenderal), H Saifullah Yusuf (ketua), dan H Andi Najmi Fuadi sedangkan presiden didampingi oleh Mensesneg Pratikno dan Staff Khusus Presiden Bidang Komunikasi Teten Masduki. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ulama, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru

Habib Abdullah Asy Syathiri, Hadramaut, Yaman pernah mempunyai seorang murid yang cerdas, sajian ceramahnya indah. Setiap kali si murid ini akan menyampaikan ceramah di suatu tempat, ia pasti menghadap terlebih dahulu kepada Habib Abdullah untuk meminta izin dan restu.?

"Iya, saya kasih izin, semoga engkau dilimpahi keberkahan," kata Habib Abdullah.?

Berbagai majelis didatangi oleh murid ini. Namun tiba satu waktu yang dilematis. Ia mendapat undangan mengisi ceramah dalam satu tempat, namun berbenturan dengan jadwal mengaji yang diasuh gurunya, Habib Abdullah.

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akibat Tidak Mendapat Ridho Guru

Timbul dalam hati si murid ini untuk membolos. "Ah, sesekaIi tak masalah lah kalau aku tidak masuk majelis taklim," pikirnya.?

Namun tidak seperti biasa, dalam pengajian Ribath Tarim ini, tiba-tiba Sang Guru, Habib Abdullah Asy-Syathiri mengabsen satu persatu nama murid hingga sampai pada panggilan nama seorang murid yang bolos tadi.?

"Fulan bin Fulan," Panggil Habib Salim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Maaf, dia tidak hadir Tuan Guru," kata salah satu murid yang duduk di majelis.?

"Lho, ke mana dia?" tanya sang guru.

"Dia mengisi ceramah di suatu tempat."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kenapa dia tidak izin terlebih dahulu kepadaku? Aku tidak ridho dunia akhirat," tegas Habib Abdullah.

Tiba-tiba si murid yang sedang memulai ceramah itu mendadak ia hanya bisa menyampaikan "amma badu, amma badu, amma badu", begitu terus tidak bisa menyampaikan ceramah satu patah kata pun sebagaimana biasanya.?

Setelah kejadian itu, si murid di kemudian hari hidupnya selalu terlunta-lunta, miskin dan tidak bisa cemerlang sebagaimana sebelumnya di mana ceramah agamanya nikmat dan ditunggu banyak orang. Ini hilang semua karena dia tidak mendapat ridho guru.?

(Ahmad Mundzir)

Cerita ini disampaikan oleh KH Agus Reza Ahmad Zahid (Gus Reza Imam Yahya) dalam acara Haul Akbar Ngroto di Komplek Pesantren Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (18/1/2017).?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 28 November 2017

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rencana demo 4 November terus mendapat perhatian dari masyarakat dunia maya (netizen) maupun di dunia nyata. Rencana aksi tersebut menurut sebagian besar kalangan telah membelok dari tujuan awal, yaitu dari menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dalih penistaan agama ke arah yang tidak jelas karena dipastikan banyak penumpang gelap yang justru ingin menggangu stabilitas negara.

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya

Sebab itu, masyarakat dunia maya ramai-ramai menggulirkan tagar #NggakIkutDemo di Twitter sehingga memuncaki trending topic saat ini, Kamis (3/11). Pesan ini disampaikan karena dipastikan rencana aksi tidak hanya terjadi di Ibu Kota Negara, tetapi juga di berbagai daerah.

Netizen merasa perlu mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia agar tidak mengikuti aksi tersebut. Hal ini bukan bermaksud melarang demonstrasinya, tetapi lebih pada menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia dari kelompok-kelompok radikal yang selama ini memang mempunyai agenda mendirikan khilafah. Momentum tersebut dinilainya pas untuk menjadi tumpangan oleh mereka.

“Saya perhatikan demo tersebut bukan lagi masalah kasus Ahok, juga bukan lagi persoalan Surat Al-Maidah 51, tetapi lebih dari itu,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rabu (2/11) malam.

Berbagai ungkapan disampaikan oleh netizen untuk merespon persoalan yang lebih besar sehingga mengimbau warga di seluruh Indonesia untuk tidak ikut demo 4 November.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Demo itu bukan ibadah. Kerja itu ibadah. #NggakIkutDemo,” ujar Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad (@Rumadi04) dalam cuitannya.

“Bukanlah orang kuat itu yg menang dlm perkelahian, tp org yg kuat itu yg bisa menahan dirinya saat marah (HR Bukhari & Muslim) #NggakIkutDemo,” ucap aku bernama Susi Indraswari (@SusiIndraswari) mengutip salah satu Hadis Nabi.

“Ngga penting karena SUBSTANSI demonya ngga jelas. Yang jelas inisiator demonya ya orang itu2 aja. #NggakIkutDemo,” kata akun bernama ELMODAwan (@EL_MODAwan) menganggapi berkembangnya isu aksi 4 November yang menurutnya membelok ke arah yang tidak jelas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kalo agendanya bkn soal agama, sy gak naruh ukuran ke pak yai. Lagi pula, bnyk yg mergukan aksi ini murni soal agama. Makanya #NggakIkutDemo,” tulis akun bernama Sarjoko (@sarjokooo).

Begitu juga dengan akun bernama Arya Hariyono. Dia menegaskan bahwa agama apapun mengajarkan perdamaian, bukan sebaliknya, penuh amarah dan caci maki. Karena hal inilah yang terjadi di tengah demo seperti pada aksi pertama 14 Oktober 2016 lalu.

“Agama-agama mengajarkan kedamaian bukan teriakan apalagi cacian. #NggakIkutDemo,” cuit @arya_hariyono.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 27 November 2017

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Meskipun belakangan ini, tepatnya semenjak reformasi, banyak kiai yang terjun dalam dunia politik praktis, namun dari pengamatan Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri, ternyata masih banyak kiai yang tak berpolitik dan mengurusi dzikir, majelis taklim dan sebagainya.

“Banyak masyarakat yang suka politik, tapi banyak juga yang tidak suka. Mereka yang tidak suka politik merasa tidak dikancani kiai. Lalu muncul kiai yang menyatakan jangan khawatir kamu tidak suka politik, masih ada kiai yang masih mengurusi dzikir dan sebagainya,” tuturnya dalam perbincangan dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama beberapa waktu lalu di kantor Komunitas MataAir.

Pengasuh Ponpes Roudhatut Thalibien ini menjelaskan bahwa ia telah penggelar pertemuan dengan para kiai di berbagai daerah. Para ulama ini merasa resah melihat banyaknya kiai yang berpolitik. Namun akhirnya dalam pertemuan ini mereka lego ternyata banyak kiai yang tak mengurusi politik.

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Banyak Kiai yang Tak Suka Politik

Dijelaskan oleh Gus Mus bahwa pertemuan ini sekaligus untuk menyerap pemikiran dari bawah sebagaimana yang diminta oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz.

“Urusan kekiaian ini kan hanya membantu dengan pemikiran, menyampaikan aspirasi masyarakat. Fikiran kiai-kiai di bawah ini kita titipkan ke syuriyah,. Selanjutnya PBNU yang menindaklanjuti untuk kerja nyatanya. Mereka ini orang NU semua, tidak ada orang luar,” imbuhnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai yang juga Penyair ini menjelaskan ada tiga kategori tindakan politik yang dilakukan oleh para kiai, yaitu politik kebangsaan, politik kerakyatan, dan politik kekuasaan. Politik kebangsaan ini seperti yang dilakukan oleh Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari ketika mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, ini politik untuk Indonesia, politik kebangsaan. Demikian pula mengangkat Bung Karno sebagai wali ad dhoruri bis syaukah.

Sementara itu, politik kerakyatan merupakan pembelaan para kiai yang dilakukan terharap rakyat. Ini yang paling rajin dilakukan oleh para kiai. “Ketika rakyat berhadapan dengan penguasa atau dengan pengusaha, maka rakyat larinya ke kiai. Mereka yang mbelani,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Berkaitan dengan politik kekuasaan, Gus Mus berpendapat politik yang ini sebetulnya banyak menguras energi dan tak karuan juntrungnya. Menurutnya dalam politik kekuasaan, harus ada perencanaan yang matang bagaimana nanti kalau berkuasa, bukan hanya memikirkan politik tapi tanpa melakukan perencanaan yang matang, kalau sudah berkuasa mau apa.

“Jangan-jangan kalau kita sudah kuasa seperti zaman Gus Dur. Sendirian Gus Dur karena yang siap berkuasa cuma Gus Dur. Mestinya semuanya harus siap kalau memang mau berpolitik kekuasaan,” paparnya.

Gus Mus juga merasa prihatin dengan banyaknya partai politik yang mengatasnamakan warga NU. Banyaknya partai membuat suara yang diperoleh semakin kecil karena pasar yang diambil sama sehingga posisinya semakin tidak berarti.

“Kalau berfikir bikin partai biar kecil asal baik, tidak ada itu, ini majelis taklim. Kalau partai politik ya harus besar wong partai-partai besar saja berkoalisi kok. Dulu zaman orde baru, PDI dan PPP tidak ada artinya sama sekali, karena apa, karena kecil.  Orang-orang kita itu, kalau bicara soal partai, soal politik, itu jangkauannya hanya sebatas menjadi anggota legislatif, tak lebih, itu ngapain, ya cari kerja saja,” tuturnya.

Secara organisatoris, Gus Mus sepakat bahwa NU tidak boleh berpolitik praktis, namun politk kebangsaan dan politik kerakyatan harus terus dilakukan. Tugas NU adalah membela rakyat yang sampai saat ini banyak yang masih mengalami kesulitan hidup.

“Umumnya orang NU itu petani di desa-desa, sekarang petani paling tidak karuan hidupnya, Kalau sekarang harga pupuk mahal, siapa yang menyuarakan aspirasi mereka kalau tidak kiai. Jadi politik kebangsaan dan politik kerakyatan ini yang perlu dijangkau, jadi politik kekuasaan ya biarkan mereka yang memang tahu dan suka, jangan seluruhnya,” tuturnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, News, Pertandingan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 19 November 2017

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Daerah, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 17 November 2017

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Sukabumi, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah KH Abdul Aziz Masthurro menyampaikan maudlah hasanah pada Reuni Akbar, Halal bi Halal, Pelantikan dan Rapat Kerja Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) masa khidmat 2014-2017 di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Tipar Cisaat Sukabumi.

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Masthuriyah Mahadun Mufiidun Likulli Afrodinnas

Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi tersebut mengamanatkan kepada seluruh alumni Al-Masthuriyah untuk tetap istiqomah dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jamaah dan ajaran para kiai dan guru-guru Al-Masthuriyah yang telah diajarkan.

Menurut Kiai Aziz, Al-Masthuriyah selama ini yang tidak terlepas dari lima maqalah para ulama salafus shalih. Pertama, seperti diungkapkan Ibnu Malik dalam kitab populernya Alfiyah yaitu kalamuna lafdzun mufiidun kastaqim, “Al-Masthuriyah akan terus berusaha untuk senantiasa menjadi mahadun mufiidun likulli afrodinnas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Maksud dari kalimat itu, jelas Kiai Aziz, Al-Masthuriyah akan terus berusaha menjadikan lembaga ini membawa faidah tidak hanya bagi Al-Masthuriyah, tidak hanya bagi alumni, tidak hanya bagi umat Islam, namun bagi seluruh umat manusia. Begitu juga para alumninya dimana pun berada dan berprofesi sebagai apapun di masyarakat, harus senantiasa membawa manfaat bagi sekalian umat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, kata adik almarhum Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Fakhruddin Masthuro tersebut, berpihak dan mengikuti pada yang sudah digariskan salafus shalih serta memposisikannya sebagai orang terpandang.

Ketiga, lanjut dia, keutamaan itu ada pada orang-orang terdahulu, seperti yang diungkapkan Ibnu Malik wahua bisabqin haaizun tafdliila. “Maka seluruh alumni Al-Masthuriyah akan mengedepankan akhlakul karimah dan takdzim terhadap orang-orang terdahulu terutama para kiai dan guru-guru yang telah memberinya Ilmu,” katanya pada Halal Bihalal (10/8) lalu tersebut. ?

Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, Kiai Aziz menyebut poin keempat, Al-Masthuriyah akan berpegang pada maqalah yang selama ini menjadi jargon Nahdlatul Ulama yaitu almuhaafadhotu ala alqodimi as-sholih, wal akhdu bil jadidil aslah, maka demikian pula tentunya seluruh alumninya.

Sementara yang terakhir, sambung dia, Al-Masthuriyah akan senantiasa bersungguh-sungguh seperti kesungguhan para ulama dalam mencapai dan memberikan manfaat untuk umat, sebagaimana yang disampaikan Al-Ghozali bahwa kesungguhan bisa mendekatkan yang jauh, kesungguhan dapat membuka pintu ilmu dan menghilangkan kebodohan.

Ketua Umum KALAM masa khidmat 2014-2017 H. Abubakar Sidik menyampaikan mengingatkan para alumni agar tetap istiqomah karena dimana pun berada dan profesi apa pun yang disandang alumni Al-Masthuriyah tetap saja tidak akan mengubah kealumniannya.

“Alumni ya tetap alumni apa pun profesinya. Jangan sampai kacang lupa kulit,” ungkapnya pada kegiatan bertema “Kacang Panjang Sanajan Dipotong Dicacag, Tetep Bae Kacang Panjang.”

Salah seorang panitia pelaksana Halal Bihalal, Daden Sukendar bersyukur kegiatan tersebut dihadiri ribuan alumni Al-Masthuriyah. “Alhamdulilah berkah doa dan dukungan semua pihak acara berjalan dengan lancar dan sukses, kami menyebar sekitar 2000 undangan kepada para alumni ditambah informasi lainnya,” ungkap Daden yang didapuk sebagai Sekretaris Umum KALAM masa khidmat 2014-2017. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 06 November 2017

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diklatsar-IX Banser yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memasuki hari ketiga, Sabtu (24/12). Ratusan Banser tersebut berlatih keras di bebukitan dan sungai di daerah Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Mereka digembleng langsung oleh Satkorwil Banser Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, dan para tentara di lingkungan Makodim Pamekasan. Mereka menjalani frusik, flying fox dan merayap di atas tambang.

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

"Kami sangat bangga atas semangat mereka. Mereka adalah calon-calon Banser yang siap membentengi kedaulatan NKRI," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, latihan berat tampak diikuti dengan baik oleh peserta. Meskipun menjalani agenda latihan yang cukup padat sejak Kamis (22/12) siang, peserta Diklatsar Banser tak satu pun yang mengeluh.

"Meski terlihat lelah, alhamdulillah semua peserta tidak kendor semangatnya. Mereka menjalani materi dan pelatihan yang cukup menguras tenaga dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan," ungkap Fathorrahman.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain dibekali keterampilan militer, peserta Diklatsar Banser juga digembleng dengan materi berlalu lintas, baris berbaris, pencak silat, dan materi keagamaan berupa keAnsoran, ke-Nu-an, dan kebangsaan. Mereka juga diisi tenaga dalam oleh KH Mudastsir. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Ulama, News Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 31 Oktober 2017

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Menteri Negara Komunikasi dan Informatika (Menneg Kominfo) Dr Sofyan A Djalil SH MA MALD menyatakan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dipikul bersama-sama.

"Pemerintah menyadari kenaikan BBM memang akan menambah beban rakyat, tapi beban itu akan kita pikul bersama-sama, karena sebagaian subsidi BBM akan kita alihkan kepada rakyat miskin," katanya saat membuka dialog publik di Surabaya, Senin.

Di hadapan ratusan peserta dialog publik "Kebijakan Pengurangan Subsidi BBM: Kita Berhemat Untuk Rakyat" yang digagas Departemen Kominfo dan PP Lembaga Perekonomian NU itu, ia menjelaskan pengurangan subsidi BBM tanpa kompensasi akan menambah jumlah rakyat miskin.

"Tapi, karena pengurangan subsidi BBM sebesar 40,34 persen akan disertai dengan kompensasi kepada rakyat miskin untuk pendidikan, kesehatan, beras miskin, dan sebagainya sehingga jumlah rakyat miskin akan justru berkurang," katanya.

Menurut mantan anggota tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, dampak kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM akan berkisar 0,1 persen hingga 1 persen, kecuali angkutan kota yang cukup tinggi berkisar 5-12 persen.

"Tapi, semuanya akan dipikul bersama, karena subsidi yang kita alihkan kepada rakyat miskin mencapai Rp61 triliun dengan patokan harga BBM 35 dolar AS per-barel, bahkan patokan harga BBM 2005 mencapai 50 dolar AS per-barel maka pengalihan subsidi BBM menjadi Rp100 triliun," katanya.

Doktor alumnus Tufts University Medford, Massachussetts, AS itu menyatakan pengurangan subsidi BBM didasarkan atas studi bahwa 82 persen dari subsidi BBM 2004 sebesar Rp74 triliun justru tak sampai kepada rakyat miskin yang seharusnya menikmati. "Itu tak adil atau dalam bahasa agama disebut dzalim, karena subsidi tidak kita berikan kepada orang yang berhak, karena itu kita akan kurangi dan kita alihkan kepada subsidi langsung kepada rakyat miskin. Itu tugas negara," katanya.

Oleh karena itu, katanya, subsidi BBM 2005 akan dialihkan kepada 9,6 juta anak miskin dari SD hingga SMA sebesar Rp5,6 triliun, 36 juta rakyat akan diberi asuransi kesehatan sebesar Rp2,2 triliun, dan 8,6 juta rakyat miskin diberi beras 20 kilogram/bulan/KK (Kepala Keluarga).

Selain itu, 11 ribu dari 26 ribu desa tertinggal akan diberi anggaran pembangunan Rp300 juta per-desa sebesar Rp3,3 triliun, rumah rakyat dengan subsidi Rp2,6 juta/rumah atau anggaran sebesar Rp400 miliar, dan  ratusan panti asuhan.

"Semuanya hanya Rp17 triliun untuk rakyat miskin, apalagi BBM yang terlalu murah telah terbukti justru meningkatkan penyelundupan dan mematikan pengembangan energi alternatif, karena gas Indonesia justru banyak dinikmati rakyat Singapura akibat harga tidak kompetitif dengan BBM," katanya.

Acara yang dihadiri Ketua PBNU H Masdar F Masudi dan Rois Syuriah PWNU Jatim KHA Masduqi Mahfudh itu menampilkan pembicara Dr Dedi Maskur Riyadi (Deputi Kepala Bappenas RI), Dr Qurtubi (pakar perminyakan UI), KH Drs Ali Maschan Moesa MSi (Ketua PWNU Jatim), Anwar Hudiono (pers), dan Dr Ir H Umar Said (pakar energi).

Kontributor : Paryono N. Abdillah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Humor Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pentas Seni Iringi Pelantikan NU Taktakan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kesenian khas Banten, debus, dipentaskan pada pelantikan Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Taktakan, Kota Serang, di alun-alun kecamatan, pada Senin (25/3). Selain debus, ditampilkan juga kendang tipak timplung.

Menurut Ketua MWC NU Taktakan KH Rahmatullah, pagelaran seni tersebut adalah meneladani perjuangan Walisongo dalam menyebarkan Islam. “Sejarahnya kan begitu, wali-wali itu menyebarkan Islam dengan kesenian,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Selasa, (26/3).

Pentas Seni Iringi Pelantikan NU Taktakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentas Seni Iringi Pelantikan NU Taktakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentas Seni Iringi Pelantikan NU Taktakan

Ia juga menambahkan, bahwa NU itu mengikuti jejak perjuangan Walisongo dalam berdakwah karena seni itu lebih mudah diterima masyarakat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, pelantikan tersebut dihadiri sekitar 1500 orang. Panitia hanya menyediakan kursi 1200, sehingga masih banyak hadirin yang nongkrong di bawah pohon sekitar area pelantikan.

Mereka sangat antusias mengikuti acara karena secara umum, Banten adalah Nahdliyin, sehingga ketika ada pelantikan NU, merasa memiliki dan menjadi bagian.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Abdullah Alawi

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Ahlussunnah, Tegal Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 09 Oktober 2017

Mengenal Kitab-kitab Fiqih Perbandingan Mazhab

Para santri tingkat awal belajar fiqih melalui kitab kecil seperti Safinah dan Taqrib. Ini kitab fiqih berdasarkan mazhab Syafii. Baru kemudian meningkat pada kitab syarh-nya seperti Kasyifatus Saja dan Fathul Qarib. Seiring naik tingkat, para santri akan mengenal kitab fiqih Syafii kelas menengah seperti Fathul Muin dan syarhnya seperti Ianah. Lanjut kemudian dengan kitab fiqih babon mazhab Syafii seperti Minhaj-nya Imam Nawawi. Dengan asumsi dasar-dasar fiqih Syafii sudah kokoh, para santri senior kemudian dikenalkan dengan keragaman pendapat di luar mazhab Syafii.

Di bawah ini saya tuliskan sedikit catatan mengenai sejumlah kitab fiqih yang merangkum 4 mazhab fiqih: Syafii, Maliki, Hanafi dan Hanbali. Di luar 4 mazhab juga ada mazhab lain seperti Zhahiri, Jafari, Zaidi dan mazhab lain yang sudah tak ada pengikutnya lagi seperti Abu Tsaur, Auzai, Thabari. Di luar itu juga masih ada opini lain dari individual ulama yang kadang kala berbeda dengan pendapat mazhabnya. Namun sekarang kita fokuskan saja dulu ke-4 mazhab. Yang saya cantumkan ini adalah kitab yang merangkum 4 mazhab, bukan kitab yang ditulis oleh ulama mazhab tertentu yang kemudian mencantumkan dan mengomparasikannya dengan mazhab lain--kitab kategori ini misalnya al-Mughni Ibn Qudamah, al-Majmu Imam Nawawi atau Hasyiah Ibn Abidin.

Mengenal Kitab-kitab Fiqih Perbandingan Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kitab-kitab Fiqih Perbandingan Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kitab-kitab Fiqih Perbandingan Mazhab

Pertama, kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilafil Aimmah. Ini kitab fiqih yang merangkum pendapat dari keempat mazhab. Disusun berdasarkan bab fiqih standar. Tidak ada pencantuman dalil, diskusi maupun pandangan penulisnya. Ini hanya merangkum saja. Tidak lebih. Fungsinya hanya membantu kita mengetahui adakah perbedaan pendapat dalam satu kasus. Judul kitab ini menyifatkan pesan khusus bahwa perbedaan pendapat fiqih para imam mazhab itu adalah rahmat untuk umat. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, kitab al-Mizanul Kubra. Biasanya dicetak bareng dengan Kitab Rahmatul Ummah (pada hamisy atau pinggir). Dalam kitab ini sudah ada penjelasan singkat terhadap pendapat yang dirangkum, bahkan Imam Syarani pengarang kitab al-Mizanul Kubra ini juga memaparkan pandangannya dengan memberikan pertimbangan mana pendapat fiqih yang ringan dan mana yang berat untuk dilaksanakan. Rasanya belum ada kitab terjemahnya dalam bahasa Indonesia (CMIIW).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketiga, kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibn Rusyd. Di pesantren modern seperti Gontor kitab ini dibaca oleh para santri senior, namun di pesantren salaf tidak semuanya mengajarkannya. Kitab ringkas 4 juz ini bukan saja merangkum perbedaan pendapat tapi juga menjelaskan sebab perselisihannya. Dalil juga dicantumkan hanya saja cukup terbatas. Saya rekomendasikan untuk membaca juga kitab Syarh-nya yang menjelaskan lebih detil mengenai dalil yang dicantumkan Ibn Rusyd. Maklum saja kitab ini memang sekedar permulaan saja (bidayah). Anda tidak bisa mengklaim sebagai mujtahid hanya karena membaca kitab ini. Kitab ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Keempat, kitab yang lebih luas dari Bidayatul Mujtahid adalah kitab al-Fiqh ala Mazahabil Arbaah. Kitab 5 jilid ini disusun oleh Abdurrahman al-Jaziri. Kitab ini sudah ada di aplikasi android (arab). Saya pernah lihat terjemahannya juga sudah ada di Gramedia. Pembahasannya lebih kengkap dari ketiga kitab di atas.

Kelima, kitab al-Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah disebut-sebut sebagai yang paling lengkap merangkum opini 4 mazhab. Ditulis oleh kumpulan para ulama yang disponsori oleh pemerintah Kuwait. Terdiri dari 45 jilid yang pembahasannya berdasar alfabet arab. Jelas ini memudahkan untuk mencari topik pembahasan. Anda cukup mencari kata kunci dan melacaknya berdasarkan huruf hijaiyah. Tentu ini berbeda dengan kitab fiqih standar yang berdasarkan topik dan selalu dimulai dengan pembahasan masalah thaharah. Di bagian akhir kitab ensikopledia fiqih Kuwait ini memasukkan info mengenai nama dan bio singkat para fuqaha.

Corak pembahasannya: setelah mengurai defenisi, kemudian menyebutkan persoalan pokok dalam entry fiqih yang sedang dibahas, setelah itu menyebutkan perbedaan pandangan para ulama yang diurai dengan sistematis berikut masing-masing dalilnya. Kelemahannya adalah tidak adanya diskusi maupun analisis perbandingan. Sedari awal ini disadari oleh penyusunnya dan itulah sebbanya mereka memilih judul mausuah atau ensiklopedia.

Keenam, tentu masih ada kitab fiqih muqarin (perbandingan) lainnya seperti karya Syekh Wahbah al-Zuhaili yang berjudul al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu yang isinya 9 jilid dengan jilid ke-10 berisi index dan maraji. Syekh Wahbah al-Zuhaili juga menulis Mausu’ah Al-Fiqh Al-Islami wa Al-Qadhaya Al-Mu’ashirah (14 jilid). Syukur alhamdulillah kedua kitab fiqih modern ini sudah bisa diunduh di internet.

Demikian sedikit penjelasan mengenai kitab fiqih perbandingan mazhab. Karakter fiqih itu memang membuka ruang perbedaan pendapat. Jadi tidak perlu kafir-kafiran gegara beda pendapat. Gak perlu mem-bully ulama yang punya fatwa berbeda. Semua Imam Mazhab punya fatwa yang dianggap nyeleneh atau kontroversial. Sekadar menyebut beberapa contoh saja:

Imam Syafii bolehkan anak hasil zina dinikahi oleh "bapak" biologisnya karena nasab disandarkan ke ibunya. Apa kita berani bilang Imam Syafii itu Yai Zina? Memangnya kita siapa dibanding beliau?

Imam Malik mengatakan anjing itu suci, tidak najis. Ini beda dengan mazhab lainnya. Apa berani kita nyinyiri beliau dengan membully mengatakan beliau itu Yai Anjing? Naudzubillah.

Imam Abu Hanifah membolehkan minum nabidz dalam kadar tidak memabukkan. Mazhab lain mengharamkan. Apa kita berani komen beliau itu Yai Tukang Minum? Kacau kan!

Imam Ahmad mengatakan batal wudhu sehabis makan daging unta, mazhab lain mengatakan tidak batal. Apa berani kita nyindir beliau itu Yai Unta? Ngawur banget kita!

Imam Dawud al-Zhahiri bilang lemak/tulang babi tidak haram, yang haram cuma dagingnya. Mazhab lain membantah dengan keras. Tapi tidak ada ulama mazhab lain yang mencaci maki beliau dengan sebutan Yai Babi! Gak sampai segitunya.

Semua ulama fiqih itu sebelum mengeluarkan fatwa akan memeriksa dalil dan kaidah usul al-fiqhnya dulu. Lha kita bisanya cuma nyinyir.

Jumhur ulama juga belum tentu benar pendapatnya. Kebenaran dalam Islam ditentukan lewat kekuatan dalil bukan banyak-banyakan jumlah pengikut, apalagi pakai turun ke jalan dan teriak "bunuh-bunuh".

Fatwa itu tidak mengikat. Sebagai contoh, kalau tidak cocok dengan fatwa Kiai Maruf Amin, boleh pilih fatwa Gus Mus. Gak cocok dengan Gus Mus, pilih fatwa Mbah Moen. Mau pilih pendapat saya juga boleh, hehehe.

Karakter fiqih itu memang meniscayakan beda pendapat. Tak usah memaksakan pendapat. Semua ulama punya rujukan dan argumen. Semakin kita luaskan bacaan kita dengan membaca kitab fiqih perbandingan mazhab akan semakin toleran kita menyikapi keragaman pendapat. Yang suka memutlakkan pendapatnya atau pendapat ulama yang diikutinya itu bisa ditebak belum luas wawasan dan bacaannya. OK, jelas yah?!

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 September 2017

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia

Mungkin masih ingat program Safari Ramadan yang pernah populer pada masa Orde Baru (Orba). Saat itu, salah seorang ketua partai pemerintah berkunjung ke pesantren-pesantren pada bulan Ramadan, tidak untuk berdakwah, tapi untuk melakukan kampanye terselubung.

Berbeda dengan Safari Ramadan yang diinisiasi pertama kali oleh Orba itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand (ANZ) mengundang KH Tolchah Hasan ke Australia untuk melakukan safari dakwah di beberapa negara bagian di Australia meliputi Brisbane, Canberra, Melbourne, Adelaide, dan Perth.

Salah satu misi dari acara ini adalah untuk memperkenalkan sikap keberagamaan yang tasawuth (moderat), tasamuh (toleran) dan tawazun (berimbang) yang menjadi konsen utama NU selama ini. Untuk tujuan tersebut, PCINU ANZ menilai, Wakil Rais Syuriah PBNU ini adalah orang yang tepat untuk menjalankan misi tersebut.

Diawali di Brisbane, Kiai Tolchah—begitu ia akrab disapa—sempat memberikan ceramah di dua tempat. Ceramah pertama dilakukan secara internal, bertempat di kediaman Ketua Syuriah PCINU ANZ, dan yang kedua dilakukan untuk forum terbuka yang menyedot tidak kurang dari ratusan hadirin.

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia

Tampak hadir dalam acara itu Associate Professor Julia D Howell, ahli tasawuf dan terekat Indonesia dari Universitas Griffith. Setelah acara, Indonesianis yang pernah meneliti Urban Sufism ini memberi selamat kepada Kiai Tolchah dan minta difoto bersama.

Tur berikutnya adalah di Ibu Kota Australia Canberra. Di kota yang berpenduduk tidak kurang dari 500 ribu orang ini, Kiai Tolhah memberikan paparannya di hadapan masyarakat muslim Indonesia dalam acara yang bertajuk perayaan nuzulul Qur’an.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih seputar Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin, ia menekankan bahwa penafsiran seseorang terhadap agama tidak akan sampai pada kebenaran absolut. Sebaliknya, terdapat kemungkinan salah dari penafsiran itu. “Karena itu kita harus pandai-pandai membedakan mana penafsiran terhadap agama dan mana agama itu sendiri, sehingga kita bisa lebih toleran terhadap perbedaan,” terang Kiai Tolchah.

Acara yang berlangsung di Balai Kartini, KBRI di Canberra itu dimeriahkan dengan pementasan grup musik hadrah. Grup musik yang diawaki sebagian besar ibu-ibu warga NU ini menarik perhatian para pengunjung. Diiringi dengan gabungan musik piano dan hadrah, sebagai lagu adalah shalawat badar yang cukup pepoler di kalangan nahdliyyin (sebutan untuk warga NU). Para penonton tampak antusias, terutama pada saat dilantunkan lagu nasyid gubahan Abu Nawas yang diiring piano tunggal salah seorang mahasiswi Pascasarjana ANU.

Kedatangan mantan Mentri Agama di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini ke negeri Kangguru terasa istimewa karena bersamaan dengan hari ulang tahunnya yang ke-70 pada tanggal 10-Oktober. “Selama ini seluruh benua di dunia yang belum pernah saya kunjungi justru benua Australia yang berdekatan dengan Indonesia,” tutur pendiri SD Islam favorit Sabilillah, Malang, Jawa Timur itu.

Sebagai hadiah ulang tahun, para pengurus PCINU ANZ di Brisbane, mengajak Kiai Tolchah berkeliling kota dengan bus khusus yang bisa berjalan di darat dan di sungai. (Arif Zamhari)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Internasional, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 12 September 2017

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Terbitnya UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan PP nomor 43 tahun 2014, memberikan keleluasaan pemerintah desa untuk mengelola desa termasuk anggarannya. Untuk itu anggota GP Ansor perlu mengawal kebijakan pemerintah desa. Namun demikian sikap kritis mereka sangat dibutuhkan agar pembangunan desa berjalan dengan baik.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Brebes Narjo saat membuka Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Wanasari, di SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Brebes, Ahad (23/11).

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor ke Depan Diharap Kritis Terhadap UU Desa

Menurut Narjo, setiap desa pada tahun 2015 mendatang mendapatkan kucuran dana sekitar 1,4 milyar per tahun. Bila tidak ada sikap kritis dari warga masyarakat, khususnya Ansor maka dikhawatirkan pembangunan desa berjalan tidak semulus harapan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Akibat kekeliruan kebijakan pemerintah desa, bisa saja menjadi penghambat pembangunan desa itu sendiri,” kata Narjo.

Sebagai penolong GP Ansor harus terus memelihara suasana kondusif,  menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Ansor jangan sampai lengah apalagi lemah,” tandasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua GP Ansor Wanasari Ahmad Fathoni menjelaskan, PKD digelar untuk membina anggota agar lebih mantap dalam mengikuti kegiatan Ansor.

“Jenjang pengaderan awal di tubuh Ansor ini bertujuan melahirkan kader loyal, tidak hanya untuk Ansor tetapi juga untuk bangsa,” kata Toni.

Ketua panitia kaderisasi Edi Tristiyanto menambahkan, acara ini dilaksanakan selama 3 hari yang diikuti 70 peserta. Mereka mempelajari teori dan aplikasinya.

Turut Hadir saat pembukaan Ketua MWCNU Wanasari KH Shobaruddin, Ketua Muslimat NU Wanasari Dra Hj Aqilah Munawaroh, pembina, dan alumni GP Ansor. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ulama, Sholawat, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock