Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Puncak harlah ke-88 NU oleh PCNU kabupaten Cirebon yang semula dijadwalkan jatuh pada Ahad (16/3), dimajukan menjadi Sabtu (15/3). Pemindahan jadwal acara ini dilakukan karena  mempertimbangkan ketertiban umum mengingat hari yang dijadwalkan jatuh pada hari pertama kampanye.

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah PCNU Cirebon Dimajukan Sehari

“NU biasa mengalah seperti ini demi menjaga kondusifitas dan keamanan di tengah masyarakat,” kata Rais Syuriyah PCNU Cirebon KH Usamah Mansur di hadapan sedikitnya 1000 warga NU yang mamadati area acara puncak harlah ke-88 NU di halaman Kantor PCNU Cirebon, Sumber, Cirebon, Sabtu (15/3) malam.

Acara ‘NU Bersholawat’ yang rencananya menghadirkan Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf di stadion Ranggajati Cirebon, diurungkan. Karena, kegiatan kemasyaratan yang melibatkan masa besar selama masa kampanye di lapangan terbuka, tidak diperkenankan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Puncak acara ditutup dengan ceramah ke-NUan yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Sebelum ceramah, jajaran PCNU Cirebon membagikan hadiah kepada sejumlah pemenang perlombaan yang dilangsungkan sepekan sebelum puncak harlah. Perlombaan itu meliputi penulisan ilmiah ke-NUan, cerdas cermat, genjring, dan mewarnai logo NU.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Usai ceramah, warga NU disuguhkan pementasan grup wayang cepak dari Jamblang. Pementasan ini mengusung cerita masuknya Islam ke tanah Cirebon. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Pusat Fatayat NU menggelar Seminar “Kajian Perkawinan Anak dan Upaya Penanggulangannya” di Hotel Bintang Griya Wisata Jakarta, Rabu (22/2).

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Cegah Tingginya Angka Pernikahan Anak

Seminar tersebut dilatarbelakangi oleh temuan masih tingginya angka pernikahan anak di Indonesia. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2012 menyebutkan jumlah perempuan yang menikah di usia 10-15 tahun mencapai angka 11,13 persen, sedangkan perempuan usia 16-18 tahun menikah sebanyak 32,10 persen (BPS, 2013).?

Artinya, perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia sampai dengan 18 tahun di Indonesia pada tahun 2012 mencapai sekitar 43,23 persen atau hampir separoh dari jumlah perkawinan yang terjadi.?

Angka tersebut sekaligus menyebabkan Indonesia, pada tahun 2012 di wilayah ASEAN, menjadi negara dengan jumlah perkawinan anak tertinggi kedua setelah Kamboja (BKKBN, 2012).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini menyatakan Fatayat NU sangat mendorong dan berupaya keras untuk terus memberikan advokasi guna mengurangi praktik pernikahan di bawah umur untuk lebih menciptakan kemaslahatan.

“Upaya hukum yang dilakukan sejumlah LSM dengan melakukan pengujian yudisial (judicial review) pada Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Namun, kita perlu tetap mengkaji kembali kebijakan UU perkawinan tersebut,” terang Anggia.

Pihaknya berharap semua tokoh masyarakat dapat terlibat dan proaktif dalam mempersiapkan generasi, keluarga, dan bangsa yang maslahat.

Seminar yang terselenggarara atas kerjasama PP Fatayat NU dengan Ford Foundation tersebut, juga menyajikan sejumlah pemaparan hasil penelitian Fatayat NU tentang adanya perkawinan anak di berbagai daerah di Indonesia.?

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PP Fatayat NU, yang juga ketua dalam tim penelitian tersebut, Iklilah Muzayyanah DF, mengungkapkan penelitian menggunakan perspektif perempuan dan menjadikan pengalaman perempuan sebagai sumber data utama.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Penelitian dilakukan di 6 daerah di Indonesia, dan ditemukan adanya berbagai problem relasi gender dan persoalan kesehatan reproduksi pada anak perempuan yang menikah di usia anak.” tuturnya.?

Selain itu, seminar juga memaparkan hasil penelitian Puslitbang Kementerian Agama RI tentang perkawinan anak di 7 wilayah di Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Bidang pada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag RI, Kustini. Sementara pembicara lainnya adalah Maria Ulfah Anshor dari KPAI; dan Ida Rosyidah peneliti di Pusat Riset Gender Universitas Indonesia.

Seminar diikuti 100 peserta berasal dari sejumlah organisasi masyarakat berbasis Islam di Indonesia, Pengurus Fatayat NU di tingkat Pusat, Koordinator Wilayah se-Indonesia, 5 pengurus wilayah, Pengurus Cabang se-Jabodetabek, serta pengelola PIKER dan LKP3A Fatayat NU dari 10 kabupaten/kota di 5 provinsi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 09 Februari 2018

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

Lumajang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Keluarga Santri Lumajang (IKSAL) bersama MWCNU Pronojiwo membuka diskusi bertema “Antara Tradisi dan Dalil” di auditorium MI Nurul Islam, Sumberurip, Lumajang, Ahad (10/8). Forum diskusi ini menghadirkan pengurus PWNU Jatim KH Ma’ruf Khozin sebagai narasumber.

Ketua IKSAL Yusroful Kholili mengatakan, seminar ini merupakan serangkaian usaha untuk memberikan penjelasan secara argumentatif atas amaliyah NU yang sudah mentradisi. “Forum ini penting dalam rangka memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa tradisi NU yang selama ini diamalkan berlandaskan dalil.”

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Santri Lumajang Gelar Seminar Ke-NUan

IKSAL merupakan organisasi daerah di pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran, Gondanglegi, Malang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Ketua MWCNU Pronojiwo Ustadz Ali Ridlo Saleh menilai penting forum ilmiah seperti ini.

“Amaliyah-amaliyah yang dilakukan selama ini bukan berangkat dari ruang kosong, yang bisa semerta-merta diklaim bid’ah,” kata Ustadz Ali.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nilai-nilai NU yang terkait dengan amal ibadah dan sikap politiknya, kata Kiai Ma’ruf Khozin, telah teruji secara syar’i. NU dalam hal politik menolak tegas setiap kelompok yang berbuat bughot, makar.

“NU untuk itu secara nyata mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Kiai Ma’ruf. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Nusantara Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 01 Februari 2018

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Tulungagung,Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung mempresentasikan “Kopi Mangrove Segara” sebagai produk hasil pemberdayaan masyarakat pesisir pantai Sine, Tulungagung, di Amerika. Kopi Mangrove Segara merupakan hasil kerja sama PAC IPNU-IPPNU Kalidawir dengan NGOs Redirect Indonesia dan Leshutama. Konsep yang diusung dalam bisnis ini adalah social entrepreneurship melalui program pemberdayaan.

Ikbar Al Asyari dari IPNU Tulungagung meraih beasiswa YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha (UNO) dan berdialog dengan Presiden Obama.

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kalidawir Presentasikan Kopi di Amerika

Young South East Asia Leader Initiative (YSEALI) adalah program yang digagas Presiden Barrack Obama untuk memfasilitasi pemuda ASEAN belajar di universitas ternama di Amerika. Tema program yang ditentukan yaitu civic engagement, environmental studies, dan social-economic development. Peserta berkesempatan mendapatkan pendanaan social project berupa dana hibah dari State Department of United State.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

YSEALI Academic Fellowship Program on Civic Engagement di University of Nebraska at Omaha berlangsung intensif selama 5 minggu dari 24 September – 29 Oktober 2016. Saat ini Ikbar mengikuti program YSEALI yang memasuki minggu ketiga.

“Saya bersyukur diapresiasi oleh pemerintah Amerika sehingga saya bisa menjadi salah satu yang berangkat ke Amerika mengingat ketatnya persaingan dan pendaftar dari Indonesia yang mencapai ribuan orang,” Ikbar bercerita melalui surat elektronik pada Selasa (12/10).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selama program berlangsung, Ikbar ikut kuliah intensif bersama ahli di bidang civic engagementdi UNO, coaching-mentoring, study visit ke beberapa organisasi di Amerika tentang civic engagement di Omaha, Nebraska, Iowa, South Dakota, Portland, dan Oregon. Program akan berakhir di Washington DC untuk presentasi final social project yang diusulkan dan dilaksanakannya penjurian untuk kelayakan pendanaan.

Ketua Umum PAC IPNU Kalidawir Adib Hasani mengaku senang rekannya membawa nama Indonesia melalui program tersebut. Dengan demikian, Kopi Mangrove Segara berpeluang untuk didanai dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar negeri.

Harapannya, kata dia, program ini mampu memberikan manfaat untuk berkembangnya Kopi Mangrove Segara lebih jauh lagi yang akhirnya akan memberikan manfaat pada masyarakat pesisir Pantai Sine. (Irwanto Marhaenis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Ubudiyah, Aswaja Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pasca reformasi dan amandemen UUD 1945, pengertian negara mulai berbelok. Tujuan negara yang semestinya memberi kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat seperti diamanatkan konstitusi berangsur lenyap.

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Pandangan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Arief Mudatsir Mandan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 IKA-PMII bertema "Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geolpolitik Dunia” di Jakarta, Senin (1/7) sore.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Arief mengatakan, pembelokan tersebut menuju pengertian hanya tanggung jawab secara prosedural dalam segenap tatakrama formalitas politik kekuasaan, seperti pemilu, pembatasan masa jabatan kekuasaan, keberadaan lembaga-lembaga negara, dan seterusnya.

”Negara secara perlahan bergerak kepada penghilangan kemaslahatan rakyat, jaminan keamanan, pemenuhan kebutuhan rakyat secara fisik dan batin, dan individual maupun kolektif,” tuturnya.

Menurut Arief, kedaulatan perekonomian nasional yang terliberalisasi dengan dipersilakannya kekuatan luar telah mengeksploitasi ekonomi Indonesia serta mendorong hancurnya sendi-sendi jati diri bangsa dan kemandirian sebagai sebuah negara.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Jika negara abai dan dalam menjalankan peran tidak berfungsi, maka rakyat wajib memberikan petisi, memberikan koreksi, guna mengembalikan kedaulatan agar tetap di tangannya,” tegasnya.

Ia berharap, Munas ke-5 IKA-PMII yang baru akan berakhir pada Rabu ini tidak hanya menghasilkan pemimpin baru yang lebih baik tapi juga menyumbangkan gagasan dan kiprah bagi perbaikan bangsa dan negara secara keseluruhan.

”Sebagai bagian terpenting dari ujung tombak NU, kader PMII dan alumninya memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia kembali ke khittahnya, mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat sepenuhnya,” jelas Arief.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Ahlussunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 22 Januari 2018

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Assalamu alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama yang terhormat. Dalam diskusi kecil, menurut teman saya cara yang paling benar ketika bangkit dari sujud dalam shalat adalah dengan cara mengepalkan tangan. Berarti praktik shalat yang selama ini kita jalani di mana setiap bangkit dari sujud tidak mengepalkan tangan tetapi menghamparkan telapak tangan dianggap kurang benar.

Bagaimana pandangan pak ustadz dalam masalah ini, mohon penjelasannya? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Taufik/Bogor)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengepalkan Tangan ketika Bangun dari Sujud

Jawaban

Assalamu alaikum wr. wb.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sepanjang kami ketahui dalam soal ini adalah bahwa disunahkan bagi orang yang shalat ketika bangun atau bangkit dari sujud atau duduk untuk bertumpu di atas kedua tangannya.

Alasan yang bisa dikemukan dalam hal ini adalah bahwa hal tersebut mengacu kepada praktik Rasulullah SAW itu sendiri. Di samping alasan lain adalah lebih merupakan sebagai simbol ketawadlu’an (asybah lit tawadhu’) dan lebih dapat membantu orang yang shalat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sunah untuk bertopang kepada kedua tangannya ketika bangun dari sujud dan duduk karena hal tersebut lebih tampak sebagai simbol ketawadlu’an, lebih bisa membantu orang yang shalat, dan karena telah dipraktikan oleh Rasulullah SAW sebagaimana ditetapkan dalam hadits sahih,” (Lihat Muhammad Khathib asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz I, halaman 182).

Jika bertumpu di atas kedua tangan adalah praktik yang dilakukan Rasulullah SAW, pertanyaannya bagaimana caranya? Menurut Muhammad Khathib asy-Syarbini, baik orang kuat maupun yang lemah caranya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jari di atas tanah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sedang cara bertumpunya adalah dengan menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari-jarinya di atas tanah baik orang yang kuat maupun yang lemah,” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Sedang kalangan yang berpendapat bahwa orang yang shalat ketika bangkit dari sujud dengan cara mengepalkan tangannya didasarkan salah satu hadits berikut ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketika Rasulullah SAW bangkit dalam shalatnya Beliau meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang adonan roti meletakan tangannya (al-‘ajin).”

Tetapi persoalannya menurut para ulama, hadits ini bukan masuk kategori hadits sahih sehingga tidak bisa dijadikan dasar. Meskipun hadits ini jika dianggap sahih, makna kata al-‘ajin bukan dalam pengertian tukang roti yang membuat adonan roti, tetapi maknanya adalah orang yang tua renta (asy-syaikh al-kabir).

Sehingga makna hadits tersebut adalah Rasulullah SAW ketika berdiri dalam shalat dengan bertumpu dengan kedua telapak tanggannya sebagaimana bertumpunya orang yang tua renta. Bukan diartikan mengepalkan kedua tangannya sebagaimana tukang pembuat adonan roti.

Sebab, praktik yang dilakukan Rasulullah SAW itu sendiri ketika bangkit dari sujud tidak mengepalkan tanggannya, tetapi dengan menjadikan kedua telapak tanggan dan telapak jari-jarinya di atas tanah, sebagaimana yang dijelaskan di atas mengetahui tata-caranya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun hadits yang terdapat dalam kitab al-Wasith dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw ketika berdiri dalam shalat meletakkan tangannya di atas tanah sebagaimana tukang pembuat adonan roti, bukan termasuk hadits sahih. Dan jika hadits ini sahih maka mesti ditafsirkan dengan penafsiran di atas (menjadikan kedua telapak tangan dan telapak jari di atas tanah), dan yang dimaksud dengan al-‘ajin adalah orang yang tua renta bukan tukang pembuat adonan roti (‘ajin al-‘ajn),” (Lihat M Khathib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, juz I, halaman 182).

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan dalam masalah ini menimbulkan konflik dan saling menyalahkan satu sama lain. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Habib, AlaSantri, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) Jombang dari beberapa kecamatan memenuhi aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat untuk belajar menentukan arah kiblat dan waktu shalat, Ahad (7/2) pagi. Pendidikan hisab dan rukyat yang diadakan oleh IPNU dan IPPNU Jombang ini didampingi oleh KH Ma’muri dan Lutfi Fuadi, pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang.

Pada pertemuan ini dua narasumber itu membahas pengertian, hukum, dan sejumlah cara menentukan arah kiblat shalat secara keseluruhan bagi umat Islam.

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Tentukan Arah Kiblat

Di depan para peserta pelatihan, Kiai Ma’muri menjelaskan bahwa kiblat menurut bahasa yang menukil dari kamus Al-Munawir berasal dari kata “al-qiblatu” yang memiliki arti hadapan atau kiblat.

“Maksudnya adalah menghadap ke kiblat. Secara terminelogi arah kiblat adalah arah atau jarak terdekat sepanjang lingkaran besar yang melewati kota Mekah dengan tempat kota yang bersangkutan,” kata Kiai Ma’muri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam praktik, menghadap kiblat dalam shalat bagi umat Islam adalah salah satu syarat sahnya shalat sebagaimana dalil-dalil syar’i yang ada. Demikian juga sejumlah ulama fiqih memaparkan hukum yang sama tentang menghadap arah kiblat.

“Umat Islam telah bersepakat bahwa menghadap kiblat dalam shalat adalah salah satu syarat sahnya shalat,” paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bagi orang-orang Mekah dan sekitarnya, lanjut Kiai Ma’muri, perintah itu tidak jadi persoalan karena dengan mudah mereka melaksanakan perintah itu. Tetapi bagi orang yang jauh dari Mekah tentunya timbul permasalahan sendiri. “Terlepas dari perbedaan para ulama tentang cukup menghadap arah menurut yang diyakini saja sekali pun kenyataannya salah,” lanjutnya.

Menurutnya, penentuan arah kiblat khususnya orang Islam yang jauh dari Mekah memerlukan alat ukur agar dipastikan tepat dalam menghadap arah kiblat.

“Arah kiblat yang berada di kota Mekah yang dijadikan kiblat dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi. Penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola (Spherical Triganametri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub utara dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator,” ujarnya.

Ketua IPPNU Jombang Qurrotul Aini berharap kegiatan ini berlanjut tindakan ke depannya supaya nilai kemanfaatan yang diperoleh oleh setiap peserta dapat diterapkan di lembaga IPNU-IPPNU dan lingkungan masyarakat.

“Semoga agenda ini ada tindak lanjutnya. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan dan memiliki nilai manfaat di IPNU-IPPNU lebih-lebih di lingkungan masyarakatnya masing-masing,” harap Aini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Momen Kelulusan, Pelajar SMP NU Gresik Sosialisasi Bahaya Narkoba

Gresik, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus OSIS SMP NU 2 Gresik tak menyia-nyiakan waktu luang setelah ulangan akhir semester genap tahun ajaran 2014-2015. Setelah remidi dilaksanakan, mereka menggelar seminar bertema “Dampak Penyalahgunaan Narkotika” bagi para pelajar setempat.

Acara yang digelar Rabu (10/6) siang ini mendatangkan narasuber dari BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Gresik, Sudarmanto dan Fanani. Semua peserta didik wajib mengikuti seminar tersebut. Mereka berjumlah 158 siswa dari kelas VII, VIII dan IX SMP NU 2 Gresik.

Momen Kelulusan, Pelajar SMP NU Gresik Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Momen Kelulusan, Pelajar SMP NU Gresik Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Momen Kelulusan, Pelajar SMP NU Gresik Sosialisasi Bahaya Narkoba

Sekolah Menengah Pertama yang beralamat di Jalan Raden Santri V/22 Gresik itu mengadakan kegiatan di lantai II menggunakan 3 ruang kelas yang dibuka sekatnya. “Begitu apik dan interaktif narasumber menyampaikan, sehingga anak-anak merasa nyaman saat menerima materi,” kata Choiruddin selaku Pembina OSIS.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tidak sekadar ulasan teori, pada kesemoatan itu sempat juga ditayangkan video-video para korban penyalahgunaan Narkotika, serta video hukuman bagi para pengedar obat-obatan terlarang tersebut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Firmansyah, ketua penitia kegiatan seminar, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik yang belum mengetahui tentang Narkotika.

BNK mengimbau agar para pengguna bisa berkonsultasi kepada petugas BNN. Laporan dari para pengguna akan dirahasiakan. Mereka tidak akan dihukum, tapi akan direhabilitasi atau disembuhkan dari ketergantungan.

Sedangkan bagi para pengedar akan dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Jadi hentikanlah segera bagi yang saat ini menjual barang haram tersebut.

SMP yang bernaung di bawah LP Maarif kabupaten Gresik itu rutin mengadakan kegiatan bagi peserta didik untuk menbentuk karakter.

Setelah kegiatan seminar selesai, pihak sekolah mengumumkan kelulusan kelas 9. Suasana haru dan khidmat terasa saat satu-persatu pengumuman mulai dibagikan.

“Setiap peserta didik kelas 9 menerima amplop yang berisi pengumuman kelulusan serta nilai hasil ujian. Alhamdulillah, SMP NU 2 Gresik lulus 100%,” kata Hadi Suwito selaku Kepala SMP NU 2 Gresik. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 12 Januari 2018

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2013-2018 dilantik di gedung Wanitatama pada Ahad malam (30/06).

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Sarjana NU Yogya Dilantik

Ketua panitia penyelenggara, Yazid Affandi dalam sambutannya melaporkan, bahwa pihaknya mengundang 250 orang yang terdiri dari seluruh pengurus NU dari berbagai tingkatan, banom NU DIY, lembaga NU DIY, Gubernur DIY serta pimpinan dan sekjend PP ISNU.

Dia juga menuturkan bahwa PW ISNU yang akan dilantik berjumlah lebih dari 70 orang beserta berbagai biro di dalamnya. Pihaknya juga berharap agar ISNU menjadi wadah yang tepat untuk berbakti bagi Indonesia.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam kesempatan kali ini surat keputusan dan struktur personalia PW ISNU DIY dibacakan oleh Kholiq Syairozi selaku Sekjend PP ISNU. Kemudian para pengurus dilantik lansung oleh ketua PP ISNU, Ali Masykur Musa.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pelantikan dimulai dengan berbagai hiburan hadroh. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat Al-Qur’an dan shalawat Nabi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars serta himne ISNU.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, prosesi pelatikan, pemberian ucapan selamat oleh tamu undangan kepada pengurus yang baru dilantik, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai kalangan, dan ditutup dengan doa.? ? ?

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Nur Hasanatul Hafshaniyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Doa, Sunnah, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 06 Januari 2018

Lakpesdam NU Aceh Matangkan Keterampilan Menulis Kader Damai

Banda Aceh, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdhatul Ulama (Lakpesdam NU) Aceh mengadakan diskusi intensif pelatihan menulis bagi Kader Damai yang sudah mengikuti pelatihan menulis pada 26 Juli lalu. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, 20-21 Agustus 2015, di Kantor Yayasan Hakka Peunayong, Banda Aceh.

Ketua Lakpesdam NU Aceh Marini mengatakan, kegiatan ini merupakan pendalaman dari materi yang sudah diberikan. Pihaknya membina kader damai Lakpesdam NU Aceh untuk meningkatkan kualitas menulis hingga tulisan mereka dapat diekspos di media cetak dan online, baik daerah maupun nasional.

Lakpesdam NU Aceh Matangkan Keterampilan Menulis Kader Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Aceh Matangkan Keterampilan Menulis Kader Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Aceh Matangkan Keterampilan Menulis Kader Damai

Pelatihan ini dipandu oleh penulis asal Aceh, Teuku Kemal Fasya, yang juga pengurus PWNU Aceh. Ia perharap program sejenis bisa kian berkembang.

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Kami berharap Program Peduli II tahap berikutnya dapat diperluas wilayah cakupannya, tidak hanya terbatas tiga desa seperti Peunayong, Laksana dan Mulia. Kami ingin menambah empat desa lagi di Banda Aceh yaitu Keudah, Gampong Baroe, Pelanggahan dan Stui," lanjut ketua panitia, Ismi, Kamis (20/8). (Jannah/Mahbib)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 16 Desember 2017

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam

Sejarah Aceh tidak terlepas dari peran hebat para perempuan sehingga masyarakat Indonesia lekat dengan nama sejumlah pahlawan nasional perempuan lebih banyak dari Aceh. Jauh sebelum muncul pejuang-pejuang perempuan seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, dan Cut Muetia, Aceh memiliki Sulthanah Shafiatuddin, pemimpin atau nakhoda perempuan pertama di Kerajaan Aceh Darussalam.

Kemunculannya sebagai pemimpin tidak lepas dari kontroversi di Kerajaan Aceh Darussalam yang didirikan pada 1496 itu, ketika sang suami, Sultan Iskandar Tsani mangkat. Saat itu sulit sekali mencari pengganti Sultan Iskandar Tsani karena dari keluarga terdekat tidak ada seorang laki-laki.

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)
Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)

Sulthanah Shafiatuddin, Nakhoda Perempuan Pertama Kerajaan Aceh Darussalam

Muncul pertimbangan untuk mengangkat sang istri, Ratu Shafiatuddin Syah sebagai Sulthanah di Kerajaan Aceh Darussalam yang dulu pernah dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636), sang ayah Shafiatuddin Syah. Dia merupakan putri tertua Raja yang memimpin Kerajaan Aceh Darussalam di era 1636-1641 tersebut.

Sultan Iskandar Muda yang wafat pada 1636 tidak mempunyai putra mahkota dan digantikan oleh Sultan Iskandar Tsani, menantunya. Iskandar Tsani adalah putra Sultan Ahmad Syah, Sultan Pahang (kini wilayah Malaysia) yang menikah dengan Shafiatuddin Syah setelah Sultan Iskandar Muda menaklukkan Pahang pada 1617.

Era Sultan Iskandar Tsani tidak lama, yaitu 1636-1641 yang juga merupakan tahun kematiannya. Situasi politik yang mendesak saat itu kemudian menempatkan Shafiatuddin sebagai pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam berikutnya dengan gelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul-’Alam Syah Johan Berdaulat Zillu’llahi fi’l-’Alam binti al-Marhum Sri Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam Syah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Debat soal boleh tidaknya pemimpin perempuan dalam pemerintahan Islam ternyata sudah terjadi ketika Ratu Shafiatuddin diajukan untuk memimpin Kerajaan Aceh Darussalam. Ada sejumlah kalangan yang tidak setuju atas naik tahtanya Ratu Safiatuddin. Terjadilah beberapa kali aksi pemberontakan juga upaya pengkhianatan untuk mendongkel kepemimpinan sang ratu.

Kondisi saat itu bertambah rumit bagi dirinya karena Sulthanah Shafiatuddin juga harus menghadapi ancaman eksternal seiring menguatnya pengaruh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) setelah berhasil merebut Malaka dari Portugis pada awal tahun 1641.

Berangkat dari penguatan adat istiadat

Sejumlah kalangan di Kerajaan Aceh Darussalam bukan tanpa pertimbangan matang dalam memilih Ratu Shafiatuddin. Dia dinilai pantas menduduki tahta kerajaan yang ditinggalkan suaminya karena dia memiliki visi cemerlang dalam menyebarkan Islam serta mengembangkan kebudayaan dan seni dalam masyarakat Islam di Aceh.

Potensi memimpinnya pun terbilang tak kalah dengan raja-raja sebelumnya yang notabene seorang laki-laki. Terbukti ketika tahun 1639 terjadi Perang Malaka, Sulthanah Shafiatuddin membentuk sebuah barisan perempuan untuk menguatkan benteng istana. Banyak kebijakan bernilai positif yang dilakukan oleh ratu yang mempunyai nama asli Putri Sri Alam ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia terbilang sukses membangkitkan kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam yang mengalami periode gemilang pada era kepemimpinan sang ayah, Sultan Iskandar Muda, dan sempat redup semasa dipimpin oleh sang suami, Sultan Iskandar Tsani.

Salah satu yang terkenal adalah tentang tradisi pemberian hadiah berupa tanah untuk pahlawan perang. Masa pemerintahan Sulthanah Shafiatuddin pun dinilai sangat bijak, di mana menyoal hukum serta adat istiadat dijalankan dengan baik. Dari visi infrastruktur adat istiadat inilah muncul pengembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan di era kepemimpinanya.

Selain itu, Ratu Shafiatuddin berhasil mempertahankan hubungan diplomasi dengan kerajaan-kerajaan lain sehingga nama besar Kesultanan Aceh Darussalam tetap terjaga. Tak hanya itu, di masa kekuasaannya, Aceh Darussalam mengalami kemajuan pesat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, agama, hukum, seni dan budaya, hingga ilmu pengetahuan seperti dijelaskan sebelumnya.

Sulthanah Safiatuddin bertahta selama 34 tahun hingga wafat pada 1675. Sepeninggal sang ratu pertama itu, Kesultanan Aceh Darussalam masih dipimpin oleh para perempuan tangguh sampai 24 tahun setelahnya, yaitu berturut-turut Sulthanah Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678), Sultanah Zaqi al-Din Inayat Syah (1678-1688), sampai masa pemerintahan Sultanah Kamalat Syah Zinat al-Din (1688-1699).

Perihal pengangkatan ketiga perempuan tersebut, uniknya hal itu merupakan gebrakan baru dalam kerajaan Islam. Dikarenakan Sulthanah Shafiatuddin tidak memiliki keturunan, sang ratu akhirnya mengangkat tiga orang perempuan tersebut untuk meneruskan tahtanya. Ketiga perempuan itu justru bukan berasal dari keturunan ningrat atau bangsawan Aceh, melainkan kalangan biasa. Setelah Shafiatuddin, Aceh pun dipimpin oleh ketiga sosok perempuan itu.

Kendati tidak semua ratu sanggup membawa Kesultanan Aceh Darussalam merasakan era emas seperti pada masa Sultan Iskandar Muda dan Sulthanah Shafiatuddin, Serambi Mekkah yang menerapkan syariat Islam pernah memiliki rekam sejarah gemilang di bawah kepemimpinan perempuan. Ini merupakan fakta sejarah yang tidak terbantahkan.

Bahkan, Aceh punya banyak lagi tokoh-tokoh pemimpin perempuan yang tidak melulu bertahta dengan label ratu atau sulthanah. Para wanita hebat asli tanah rencong ini bahkan tampil sebagai panglima perang dan memimpin perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda, yakni Laksamana Malahayati, Cut Meutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, Cutpo Fatimah, hingga tentunya Cut Nyak Dien yang masyhur itu.

Seorang penulis 

Pada masa kepemimpinan Sulthanah Safiatuddin perkembangan sastra bisa dikatakan sangat pesat. Hal ini tidak lain karena sang ratu merupakan sosok yang cinta terhadap bacaan. Dia banyak mengarang sajak dan cerita-cerita pendek.

Wujud nyata yang telah dilakukan oleh Sultanah Safiatuddin untuk mencerdaskan rakyatnya ketika itu adalah mendirikan perpustakaan. Tak banyak pemimpin yang perhatian dengan hal-hal semacam ini, namun Sultanah Safiatuddin melakukannya dengan sangat baik.

Pada masa pemerintahan Ratu Safiatuddin, perpustakaan negara didirikan dan diperluas. Selain itu, sang ratu juga memberikan dukungan penuh kepada para sastrawan dan kaum intelektual untuk mengembangkan keilmuannya. 

Di masa-masa inilah lahir para cendekiawan macam Hamzah Fanshuri, Nuruddin Ar-Raniry, dan Syekh Abdurrauf Singkel. Ketiga orang yang disebut terakhir itu merupakan para ulama yang berhasil meletakkan pondasi kuat di bidang ilmu keislaman melalui sejumlah karya-karya monumentalnya.

Hamzah Fansur banyak melahirkan syair dan prosa, di antaranya Syair Burung Unggas, Syair Dagang, Syair Perahu, Syair Si Burung pipit, Syair Si Burung Pungguk, Syair Sidang Fakir. Sedangkan prosa yaitu Asrar al-Arifin dan Sharab al-Asyikin.

Nuruddin Ar-Raniry mengarang Kitab Bustanus Salatin (Taman Raja-raja), dan Kitab Shiratal Mustaqim (jalan yang lurus). Sedangkan Abdurrouf Singkel menulis Mirat al-Thullab fî Tasyil Mawaiz al-Badîrifat al-Ahkâm al-Syariyyah li Malik al-Wahhab (karya di bidang fiqh atau hukum Islam, yang ditulis atas permintaan Sulthanah Shafiatuddin) dan Kitab Tarjuman al-Mustafid, merupakan naskah pertama Tafsir Al-Quran berbahasa Melayu.

Meski tidak banyak arsip yang mencatat sejarah tentang Sulthanah Shafiatuddin, tapi usahanya dalam memimpin kerajaan besar dalam sejarah Islam di Nusantara patut jadi teladan. Tercatat selama 58 tahun atau setengah abad lebih semenjak Sulthanah Shafiatuddin, Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin oleh para perempuan atau sulthanah. 

Saat ini, nama Sulthanah Shafiatuddin diabadikan menjadi nama sebuah taman budaya di Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh. Taman ini menjadi pusat seni dan kebudayaan dari 23 kebupaten/kota di Aceh yang mempunyai ciri khas masing-masing. Setiap lima tahun sekali, di taman seluas 9 hektar ini diadakan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang menampilkan beragam seni, budaya, kuliner, musik, dan lain-lain dari masing-masing kabupaten/kota. (Fathoni Ahmad)

*) Diolah dari berbagai sumber.

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

Tanjungpinang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, menegaskan warga NU harus melakukan pembaharuan di seluruh sektor kehidupan, namun tidak mengubah pemahaman organisasi yang didirikan pada 1925 itu.

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Pembaharuan NU tak Boleh Ubah Pemahaman Organisasi

"Pemahaman yang lama boleh dipertajam, tetapi tidak diubah. Pemahaman lama yang bagus, harus dipertahankan dengan cara apapun," kata dia, saat memberi kata sambutan pada pengukuhan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang 2014-2019, di Tanjungpinang, Jumat.

Dia mengatakan NU terancam pengaruh negatif sehingga warga NU harus berjalan sesuai dengan rel, yaitu ajaran Islam. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"NU sudah memiliki pedoman, yang seharusnya dipatuhi, bukan diubah atau dirusak," katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Muzadi yang juga angggota Dewan Pertimbangan Presiden mengatakan warga NU harus dapat menggunakan teknologi tinggi tapi tidak melupakan ajaran Islam. Pemikiran warga NU juga harus berkembang sesuai kebutuhan bangsa dan negara.

"Pakai sarung, boleh, tapi pemikiran maju," ujarnya. Dia mengemukakan NU mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah dan memberi kritikan yang konstruktif.

Contohnya, NU mendukung UU Antikorupsi yang sejalan dengan ajaran Islam. "Tidak perlu UU Islam Antikorupsi. UU Antikorupsi sekarang cukup baik," katanya.

Dia juga mengingatkan jangan ada pemikiran atau menganggap negara ini kafir sehingga harus dihancurkan, dan diganti dengan negara Islam.

"Roh NU adalah roh negara NKRI. Ini sudah terbukti," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, News, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 05 November 2017

GP Ansor Siapkan Pendirian BMT Se-Jatim

Pasuruan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur bekerja sama dengan Sharia Business Consulting (SBC) Sidogiri mengadakan pelatihan Pendirian dan Pengelolaan BMT di Gedung SBC Sidogiri Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (28/05).

Dalam sambutannaya Ilham Wahyudi, Direktur SBC Sidogiri berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader GP Ansor untuk mengelola dan mengembangkan koperasi berbasis syariah.

GP Ansor Siapkan Pendirian BMT Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Siapkan Pendirian BMT Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Siapkan Pendirian BMT Se-Jatim

"Ansor hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi keuangan anggota dengan menumbuhkan koperasi syariah, pelatihan ini tidak hanya sekadar sharing seputar mendirikan saja, melainkan bagaimana mengelola secara istiqamah, amanah, dan Profesional nantinya," kata pengurus PP GP Ansor ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

GP Ansor di semua tingkatan diharapkan mampu mengembangkan ekonomi Islam melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). SBC Sidogiri siap membantu dalam pelatihan dan pendampingan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Jumlah peserta pelatihan sebanyak 60 kader perwakilan dari PC GP Ansor se-Jatim diharapkan benar-benar bisa merealisasikan ilmu dan pengalaman di tengah-tengah masyarakat dan jangan hanya sekadar mengikuti pelatihan saja," kata Syukron Dosi, pengurus PW Ansor Jatim.

GP Ansor Jatim mempunyai misi meneruskan sejarah Nahdlatut Tujjar dan jaringan keuangan Islam yang telah diwariskan para pendiri Nahdlatul Ulama supaya perekonomian umat makin mandiri, kuat dan besar. "Hingga, manfaatnya dirasakan oleh umat manusia." Harap Syukron.

Adapun pemateri pelatihan seluruhnya dari BMT UGT Sidogiri Pasuruan, antara lain KH Mahmud Ali Zein, Ketua Pengurus BMT UGT Sidogiri dan beberapa Direksi BMT UGT yang lain. Pelatihan ini adalah langkah awal dari jalinan kerja sama antara GP Ansor Jatim dengan BMT Sidogiri Pasuruan, sebagai bentuk upaya Ansor untuk mendayagunakan LKMS GP Ansor bagi anggota dan masyarakat, khususnya yang bergerak di sektor riil dan keuangan. (Rof Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ahlussunnah, Kajian Islam, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 04 November 2017

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - HM Nabil Harun terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa yang baru pada Kongres Ke-III di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (5/5). Nabil terpilih sebagai Ketua Umum Pagar Nusa periode 2017-2022.

Adapun sidang pada pleno terakhir tersebut dipimpin H Andi Najmi Fuadi, Sekretaris Safruddin M Asaf, anggota Muhammad Natsir, Yaqob Muhammad, Salma Abdullah, dan Sugeng Riyadi.

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabil Terpilih sebagai Ketum Baru Pagar Nusa

Sidang pemilihan yang dimulai sekitar jam 9 malam ini berlangsung dengan lancar tanpa ada interupsi dari peserta sidang. Kongres Ke-III Pagar Nusa ini berlangsung sejak Rabu (3/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nabil mengajak semua pengurus di berbagai daerah untuk bersama-sama memajukan Pagar Nusa. “Saya mengajak teman-teman di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi Maluku dan Papua untuk bersama-sama membangun dan membesarkan Pagar Nusa,” ajaknya diikuti tepuk tangan peserta kongres.

Ia juga mengajak seluruh pendekar di seluruh Indonesia untuk mengawal Pagar Nusa lima tahun ke depan selama kepemimpinannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara itu, saat disinggung agenda terdekat, Nabil mengatakan bahwa dirinya akan segera mengadakan rapat formatur untuk menentukan formasi kepengurusan yang baru. Ia juga menegaskan akan segera membuat pelantikan dan akan langsung bekerja. “Karena masih banyak PR yang menunggu kita,” katanya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 September 2017

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Boyolali, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kewaspadaan terhadap berita yang beredar melalui media sosial juga perlu dilakukan anggota Ansor maupun Banser. Upaya tabayyun (klarifikasi/cek) atau mencari tahu fakta dari kebenaran berita tersebut, merupakan langkah yang paling tepat.

“Kita mesti hati-hati untuk membagikan informasi atau berita di media sosial. Sering kali hal itu justru bersifat provokatif dan bahkan menjurus pada ujaran kebencian,” papar Ketua PC GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad pada silaturahim GP Ansor dan Fatayat NU se-Boyolali di Slembi, Mojosongo, Boyolali, Ahad (25/12).

Senada dengan itu, Kiai Jundan dari Pesantren Dawar Boyolali, yang juga hadir dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para kader GP Ansor Boyolali untuk senantiasa menjunjung tinggi para ulama. “Kita jangan mudah terbawa berita dengan menjelek-jelekkan para ulama,” tuturnya.

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Selalu Cek Kebenaran Sebelum Membagikan Berita di Medsos

Sementara itu, Choirudin menambahkan kegiatan silaturahim atau turba ini menjadi media untuk menjalin kedekatan Ansor-Fatayat dengan masyarakat.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali berjalan. Kita harapkan dapat menjadi wahana silaturahmi, tidak hanya sesama kader Ansor, akan tetapi juga kepada masyarakat, pengurus NU setempat, Banom, dan para kiai,” ungkap Choiruddin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu menambahkan, kegiatan turba semacam ini juga bermanfaat untuk lebih memahami kebutuhan kader di tingkatan bawah.

“Boyolali ini wilayahnya cukup luas, kesempatan pertemuan ini kita efektifkan untuk menjalin sinergitas pengurus cabang dengan pengurus PAC,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama, Ubudiyah, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 27 September 2017

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia

Mungkin masih ingat program Safari Ramadan yang pernah populer pada masa Orde Baru (Orba). Saat itu, salah seorang ketua partai pemerintah berkunjung ke pesantren-pesantren pada bulan Ramadan, tidak untuk berdakwah, tapi untuk melakukan kampanye terselubung.

Berbeda dengan Safari Ramadan yang diinisiasi pertama kali oleh Orba itu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand (ANZ) mengundang KH Tolchah Hasan ke Australia untuk melakukan safari dakwah di beberapa negara bagian di Australia meliputi Brisbane, Canberra, Melbourne, Adelaide, dan Perth.

Salah satu misi dari acara ini adalah untuk memperkenalkan sikap keberagamaan yang tasawuth (moderat), tasamuh (toleran) dan tawazun (berimbang) yang menjadi konsen utama NU selama ini. Untuk tujuan tersebut, PCINU ANZ menilai, Wakil Rais Syuriah PBNU ini adalah orang yang tepat untuk menjalankan misi tersebut.

Diawali di Brisbane, Kiai Tolchah—begitu ia akrab disapa—sempat memberikan ceramah di dua tempat. Ceramah pertama dilakukan secara internal, bertempat di kediaman Ketua Syuriah PCINU ANZ, dan yang kedua dilakukan untuk forum terbuka yang menyedot tidak kurang dari ratusan hadirin.

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Misi NU Hingga Berulang Tahun di Australia

Tampak hadir dalam acara itu Associate Professor Julia D Howell, ahli tasawuf dan terekat Indonesia dari Universitas Griffith. Setelah acara, Indonesianis yang pernah meneliti Urban Sufism ini memberi selamat kepada Kiai Tolchah dan minta difoto bersama.

Tur berikutnya adalah di Ibu Kota Australia Canberra. Di kota yang berpenduduk tidak kurang dari 500 ribu orang ini, Kiai Tolhah memberikan paparannya di hadapan masyarakat muslim Indonesia dalam acara yang bertajuk perayaan nuzulul Qur’an.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Masih seputar Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin, ia menekankan bahwa penafsiran seseorang terhadap agama tidak akan sampai pada kebenaran absolut. Sebaliknya, terdapat kemungkinan salah dari penafsiran itu. “Karena itu kita harus pandai-pandai membedakan mana penafsiran terhadap agama dan mana agama itu sendiri, sehingga kita bisa lebih toleran terhadap perbedaan,” terang Kiai Tolchah.

Acara yang berlangsung di Balai Kartini, KBRI di Canberra itu dimeriahkan dengan pementasan grup musik hadrah. Grup musik yang diawaki sebagian besar ibu-ibu warga NU ini menarik perhatian para pengunjung. Diiringi dengan gabungan musik piano dan hadrah, sebagai lagu adalah shalawat badar yang cukup pepoler di kalangan nahdliyyin (sebutan untuk warga NU). Para penonton tampak antusias, terutama pada saat dilantunkan lagu nasyid gubahan Abu Nawas yang diiring piano tunggal salah seorang mahasiswi Pascasarjana ANU.

Kedatangan mantan Mentri Agama di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini ke negeri Kangguru terasa istimewa karena bersamaan dengan hari ulang tahunnya yang ke-70 pada tanggal 10-Oktober. “Selama ini seluruh benua di dunia yang belum pernah saya kunjungi justru benua Australia yang berdekatan dengan Indonesia,” tutur pendiri SD Islam favorit Sabilillah, Malang, Jawa Timur itu.

Sebagai hadiah ulang tahun, para pengurus PCINU ANZ di Brisbane, mengajak Kiai Tolchah berkeliling kota dengan bus khusus yang bisa berjalan di darat dan di sungai. (Arif Zamhari)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Internasional, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 September 2017

Cak Nun: Tugas Negara Ayomi Rakyat

Kudus, Internet Marketer Nahdlatul Ulama -

Budayawan Indonesia Emha Ainun Nadjib mengingatkan bahwa kekacauan yang dirasakan kini disebabkan Negara belum bisa memenuhi tugasnya sebagai pengayom rakyat. Menurutnya, tugas Negara adalah menjaga nyawa, martabat, dan harta rakyatnya.?

"Kalau tiga itu terpenuhi maka bereslah semua urusannya," tutur pria yang akrab disapa Cak Nun ini pada acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Lapangan SMP 1 Dawe, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (07/04/17).

Cak Nun: Tugas Negara Ayomi Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun: Tugas Negara Ayomi Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun: Tugas Negara Ayomi Rakyat

Suami Novia Kolopaking itu juga menyayangkan tingkah para pejabat negara yang tidak menyadari tugasnya tersebut. Salah satunya disebabkan karena dunia pendidikan nasional belum menyentuh kepada ranah menyadarkan anak.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Emha kemudian meruntut tingkatan pengajaran di sekolah dengan tadris (memelajari), tahfidh (menghafal), taklim (mengucapkan), talim (ngelmoni), tarif (mendalami), dan penyempurnaan dari itu semua.

"Pendidikan kita baru sampai tingkatan taklim dan sudah merasa puas, merasa sudah menguasai, padahal masih ada banyak tingkatan yang lebih tinggi," katanya.

Di samping itu, Cak Nun juga mengingatkan kepada para pemuda supaya tidak mempunyai ambisi menjadi penguasa. Untuk itu, pemuda Indonesia harus selalu memerbaiki kualitas dirinya dengan banyak berbuat kebaikan.?

"Seseorang dihargai bukan sebab ucapannya, tetapi perbuatannya. Buat hal baik dan biarkan orang yang menilaimu dan memintamu memimpin mereka," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Cak Nun mendoakan 10-15 tahun lagi Indonesia akan punya generasi yang hebat. Generasi milenial yang mampu mengelola negara dan bersaing melebihi negara-negara di Eropa dan negara maju lainnya.

Kegiatan Sinau Bareng Cak Nun ini dalam rangka reuni perak 25 tahun alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (M. Farid/Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 18 September 2017

Nyai Hindun, Peletak Dasar-dasar Muslimat NU

Jika kita mengenal nama Nyai Chodijah sebagai ketua Muslimat NU pertama (1946), maka sesungguhnya ada yang lebih awal dari itu kala Nahdlatoel Oelama Moeslimat (NOM) belum benar-benar mapan dan resmi sebagai bagian dari organisasi NU. Pada tahun 1940 PBNU menunjuk Nyai R Hindun sebagai ketua NOM yang berkedudukan di Surabaya.

Namanya muncul setelah kongres (sekarang disebut muktamar) NU di Surabaya tahun 1940. Kemudian ditunjuk sebagai Wakil Ketua Nyai R Djunaisih dari Bandung. Penulis I Nn Sudinem dari Surabaya, Penulis II Nyai Hasanah dari Indramayu (Jawa Barat), Penulis II Nyai Rufiah dari Surabaya. Bendahara I Nyai Marfuah dari Cirebon (Jawa Barat, Bendahara II Nyai Siti Salamah dari Tegal (Jawa Tengah), Pembantu Siti Maryam dari Surabaya, Siti Aisyah dari Jombang, dari Siti Ipah dari Bandung.

Nyai Hindun, Peletak Dasar-dasar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Hindun, Peletak Dasar-dasar Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Hindun, Peletak Dasar-dasar Muslimat NU

Sayangnya, nama itu tiba-tiba menghilang seiring dengan pesatnya perkembangan Muslimat NU. Dalam berbagai kongres Muslimat yang diselenggarakan kemudian, nama Hindun tak pernah disebut lagi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak banyak catatan sejarah yang bisa dirujuk terkait biografi Hindun. Dugaan kuat, ia adalah seorang ibu asal Surabaya yang memahami tulis menulis sehingga dimanfaatkan untuk kebutuhan Muslimat NU oleh PBNU. Namanya yang bergelar raden mengindikasikan bahwa Hindun berasal dari keluarga ningrat. Sayangnya, sejauh ini namanya tak dikenal lagi.

Penunjukkan Hindun merupakan keputusan kongres NU yang memilih kembali Mahfudz Siddiq sebagai ketua tanfidziyah. Pada saat itu, Muslimat sudah difasilitasi untuk rapat sendiri dan menentukan usulannya. Meskipun, PBNU baru mengakui secara bulat dan resmi berdirinya NOM sebagai bagian dari lembaga organik NU pada tahun 1946 melalui kesepakatan forum Muktamar ke-16 di Purwokerto, Jawa Tengah, dengan menunjuk Nyai Chodijah sebagai ketuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pascakeputusan Muktamar ke-16 NU pun, NOM belum resmi menjadi badan otonom NU (hingga 1952). Pada era Nyai Hindun bentuk formal NOM lebih samar lagi. Memang, rumusan NOM lengkap dengan anggaran dasar dan pengurus besarnya diterima pada kongres NU tahun 1940. Hanya saja, muktamirin belum sampai pada “ketok palu” sebagai tanda pengakuan NOM sebagai lembaga resmi NU.

Dalam sebuah versi sejarah dinyatakan, Hindun dan rekan-rekannya menjadi pelaksana keputusan kongres NU Surabaya yang (1) mengesahkan NOM, (2) mengesahkan Anggaran Dasar NOM, (3) dibentuknya Pengurus Besar NOM, (4) menetapkan daftar pelajaran tingkat Madrasah Banat, dan (5) rencana menerbitkan majalah bulanan NOM.

Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa Nyai Hindun adalah di antara tokoh penting dalam sejarah Muslimat NU generasi awal, bahkan saat organisasi perempuan NU ini masih prematur. Ia memberikan pondasi-pondasi bagi berdirinya Muslimat NU pada 29 Maret 1946 atau 26 Rabiul Akhir 1365 yang di kemudian hari diperingati tiap tahun sebagai hari lahir Muslimat NU. (Mahbib)



Diolah dari buku “70 TahunMuslimat NU: Kiprah dan Karya Perempuan NU”, 2016 (Jakarta: PP Muslimat NU) dan buku "50 Tahun Muslimat NU, Berkhidmat untuk Agama, Negara & Bangsa", 1996 (Jakarta: PP Muslimat NU).




Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 14 September 2017

Giliran Perpusnas Perbaiki Koleksi Perpustakaan Masjid Agung Solo

Solo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kondisi memprihatinkan yang menimpa koleksi naskah-naskah kuno yang ada di Masjid Agung Solo, membuat sejumlah pihak tergerak untuk ikut menyelamatkan. Kali ini, giliran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) yang datang ke lokasi, untuk melihat sekaligus ikut membantu perbaikan.

Seperti yang diungkapkan Takmir Masjid Agung Surakarta KRT Tafsir Anom Muh Muhtarom kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Rabu (2/9).

Giliran Perpusnas Perbaiki Koleksi Perpustakaan Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran Perpusnas Perbaiki Koleksi Perpustakaan Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran Perpusnas Perbaiki Koleksi Perpustakaan Masjid Agung Solo

Menurut Muhtarom tim konservasi dari PNRI ini mengadakan konservasi koleksi buku Masjid Agung selama 5 hari.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kedatangan mereka kami manfaatkan untuk melakukan perbaikan, antara lain dengan pemberian antirayap dan kami juga meminta dukungan kepada mereka agar ikut membantu penanganan koleksi kuno hingga tuntas,” kata Muhtarom.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai catatan, saat ini koleksi di Perpustakaan Masjid Agung Solo sebanyak 3.000 buku. Dari jumlah itu baru sekitar separuhnya yang berhasil diinventarisasi.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Produksi PNRI Pristiawati menjelaskan kedatangan pihaknya ke perpustakaan Masjid Agung itu merupakan instruksi langsung dari Kepala PNRI Sri Sularsih.

“Kepala PNRI melihat sendiri kerusakan buku di perpustakaan ketika sholat Idul Fitri di Masjid Agung. Karena merasa perihatin ia menerjunkan tim untuk membantu memperbaiki buku yang rusak,” tutur Pristiawati.

Selanjutnya, kata Pristiawati, perbaikan dilakukan dimulai dengan mengumpulkan buku yang rusak, dan memisahkannya sesuai dengan tingkat kerusakannya. “Perbaikan dilakukan dengan cara digitalisasi kemudian merangkai kembali buku yang telah rusak. Kami juga menjahit dan mengelem ulang buku yang rusak dengan lem yang khusus,” ujarnya.

Ditambahkan Pristiawati, untuk membantu perbaikan koleksi di Masjid Agung Solo ini, PNRI mengerahkan tim sebanyak 10 orang. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Ubudiyah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock