Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin yang saya hormati,

Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambutan Tokoh Perubahan Republika 2012 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambutan "Tokoh Perubahan Republika 2012"

Saya hanyalah manusia biasa yang tidak punya kontribusi apapun baik terhadap umat maupun bangsa ini. Namun pada malam hari ini Republika memberikan anugerah kepada saya sebagai salah satu tokoh perubahan 2012. Saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga atas pemberian anugerah ini, semoga bisa menjadi pemicu bagi saya agar bisa berbuat lebih untuk umat dan bangsa ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tentu, masih banyak tokoh yang lebih berhak dan pantas menerima penghargaan ini. Akan tetapi, pertanyaan mendasarnya mungkin bukan terletak pada siapakah yang berhak dianugerahi penghargaan, namun benarkah sudah terjadi perubahan?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ini merupakan pertanyaan yang tidak menuntut retorika jawaban, apalagi diuraikan dalam sebuah pidato sambutan. Ini ialah pertanyaan yang hanya bisa dijawab melalui kesungguhan usaha dan ikhtiar, yang hanya bisa dirasakan dalam kenyataan dan keseharian.

Sekian lama dan sekian banyak tempat yang saya singgahi di penjuru Nusantara, melihat kenyataan yang ada, di mana-mana pertanyaan ihwal "perubahan" tetap sama. Perubahan ke arah yang bermartabat, menuju derajat manusia paripurna, insan kamil. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka." (QS Ar Radu 11)

Islam hadir dan mengajarkan kita untuk berubah dan firman Allah tadi tentunya bisa mendorong kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hingga hari ini impian saya adalah menyaksikan Indonesia yang hidup dan menyadari fitrahnya. Indonesia yang dihidupi manusia-manusia unggul yang tahu betul apa arti kerukunan, keutuhan, dan keselamatan bangsa ini. Itu impian saya, saya belum menyaksikannya. Apakah kita sudah atau sedang benar-benar berubah?

Islam adalah agama yang membawa rahmat, peradaban, budaya, dan moral. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, memahami Islam sebagai agama kemanusiaan bukanlah perkara mudah, kadang malah dianggap kesesatan. Dalam suasana dimana formalisme jadi candu pikiran, agama lebih gampang dianggap sebagai doktrin yang beku dan instan.

Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS Al Anbiya: 107)

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak segenap warga bangsa Indonesia, termasuk saya sendiri di dalamnya, untuk menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan yang ada di antara kita. Yakni perbedaan agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Perbedaan ini merupakan anugerah dari Allah untuk kita, dan oleh karenanya saya berharap perbedaan itu justru bisa menyatukan kita. Perbedaan bukan hanya menyatukan, tapi juga memudahkan terjadinya perubahan.

Demikian yang dapat saya utarakan. Sekali lagi mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas penghargaan Republika yang "menambah beban" ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini punya nilai manfaat dan keberkahan. Amin.

Jakarta, 30 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 17 Februari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Cerita, Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 07 Februari 2018

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi menyebut ada tiga tingkatan santri. Tingkatan pertama adalah Mubtadi. Ialah santri yang sudah bisa membaca kitab tetapi belum bisa menguasainya.

Halitu dikemukakannya dalam Haflah Akhirussanah Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Rabu (3/6) siang.

Tingkatan berikutnya Mutawasit yakni santri yang bisa membaca kitab kuning serta mampu mengulasnya.

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni

Sedangkan tingkatan terakhir Muntahi yaitu santri yang bisa membaca, mengulas dan bisa menunjukkan dalil qur’an dan hadits tentang yang dibacanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Sya’roni menjelaskan pesantren yang diasuh KH Makmun Abdullah Hadziq dinamakan Roudlotul Mubtadiin sudah tepat. Karena sesuai penjabarannya bisa membaca namun belum bisa menguasainya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Harapannya kedepan santri tingkatannya bisa meningkat menjadi Muntahi. Kiai kharismatik ini menambahkan menjadi santri harus percaya diri. Sebab perintah mondok sudah dicantumkan dalam Surat Baraah.

Perintah mondok disejajarkan dengan perintah perang Sabil. Baik mana? Kiai Sya’roni menjelaskan sama-sama baiknya tetapi ia lebih cocok untuk memilih mondok. Karena ilmu yang telah diperoleh di bangku pesantren bisa ditular-tularkan kepada yang lain.

Ia menambahkan orang yang mati dalam medan pertempuran dan di pesantren sama-sama sahidnya. Mati di medan perang sahid dunia akhirat. Sedangkan yang wafat di pesantren sahid akhirat.

“Semoga ilmu yang anda peroleh di Balekambang bermanfaat di dunia dan akhirat,” doanya. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ajengan Ruhiat Naik Babancong Sambil Menghunus Pedang

Siang itu, pria berumur 34 tahun pergi ke alun-alun Tasikmalaya. Dia kemudian berdiri tegap di atas babancong, podium terbuka yang tak jauh dari pendopo kabupaten. Ia berpidato, menyatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan yang sudah diraih bangsa Indonesia cocok dengan perjuangan Islam.

Oleh karena itu, kata dia, kemerdekaan harus dipertahankan dan jangan sampai jatuh kembali ke tangan penjajah. Ia meneriakkan pekik merdeka seraya menghunus pedangnya itu. Dialah Ajengan Ruhiat, tokoh Islam pertama di Tasikmalaya yang melakukan hal itu, tak lama setelah berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sampai ke Cipasung.

Ajengan Ruhiat Naik Babancong Sambil Menghunus Pedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajengan Ruhiat Naik Babancong Sambil Menghunus Pedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajengan Ruhiat Naik Babancong Sambil Menghunus Pedang

Ketika pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) berlangsung, ia tak goyah sekalipun gangguan dari pihak DI sangat kuat. Ia menolak tawaran menjadi salah seorang imam DI. Ia menampik gerakan yang disebutnya mendirikan negara di dalam negara itu, karena melihatnya sebagai bughat (pemberontakan) yang harus ditentang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Puncaknya ia hampir diculik oleh satu regu DI, tetapi berhasil digagalkan. Akibat sikapnya yang tegas itu ia mengalami keprihatinan yang luar biasa, karena terpaksa harus mengungsi setiap malam hari, selama tiga tahun lamanya.

Kegigihannya sebagai seorang pejuang dibuktikan dengan pernah dipenjara tak kurang dari empat kali. Pertama, pada tahun 1941 ia dipenjara di Sukamiskin selama 53 hari bersama pahlawan nasional KH. Zainal Mustopa. Alasan penahanan ini karena Pemerintah Hindia Belanda cemas melihat kemajuan Pesantren Cipasung dan Sukamanah yang dianggap dapat menganggu stabilitas kolonial.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, bersama puluhan kiai ia dijebloskan ke penjara Ciamis. Ia hanya tiga hari di dalamnya karena keburu datang tentara Jepang yang mengambil alih kekuasaan atas Hindia Belanda tahun 1942. Ketiga, tahun 1944 ia dipenjara oleh pemerintah Jepang selama dua bulan, sebagai dampak dari pemberontakan KH. Zainal Mustopa di Sukamanah. Pada saat itu, Ajengan Cipasung dan Sukamanah lazim disebut dua serangkai dan sama-sama aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Keempat, ia dijebloskan ke penjara Tasikmalaya, lalu dipindahkan ke Sukamiskin selama 9 bulan pada aksi polisional kedua tahun 1948-1949, dan dibebaskan setelah penyerahan kedaulatan.

Dari beberapa kali penangkapannya, membuktikan bahwa Ajengan Ruhiat sangat tidak kooperatif terhadap penjajah Belanda sehingga sangat dibenci.  Sebelum masuk penjara yang terakhir itu, sepasukan tentara Belanda datang ke pesantren pada waktu ia sedang Shalat Ashar bersama tiga orang santri. Tanpa peringatan apapun, tentara Belanda memberondong tembakan. Ajengan Ruhiat selamat, tapi dua santrinya tewas seketika.

Ajengan Ruhiat adalah ayahanda Rais Aam PBNU 1994-1999 KH Ilyas Ruhiat atau kakeknya pelukis dan penyair Acep Zamzam Noor. Dalam NU, Ajengan Ruhiat pernah jadi A’wan Syuriyah PBNU  periode 1954-1956 dan 1956-1959.

Ajengan Ruhiat konsisten memilih jalur pesantren sebagai perjuangan sebagai pengabdiannya, bahkan sebagai tarekatnya. “Tarekat Cipasung adalah mengajar santri,” demikian kesaksian HM. Ihrom, salah seorang pengagum Ajengan Ruhiat dari Paseh, Tasikmalaya.

Ajengan Ruhiat lahir 11 Nopember 1911 dan wafat 28 Nopember 1977. Hari wafatnya bertepatan dengan 17 Dzulhijjah 1397. Sudah 36 tahun Ajengan Ruhiat, ajengan patriot dan pejuang itu meninggalkan kita. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jadwal Kajian, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 06 Februari 2018

Pengurus Cabang ISNU Cirebon dan Indramayu Dilantik

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Cirebon dan Indramayu secara resmi dikukuhkan di Gedung NU Center, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (3/1).

Ketua Umum PP? ISNU, Ali Masykur Musa dalam sambutannya mengatakan, sudah saatnya NU menjadi penyaring dari dampak-dampak negatif dari penyalah-gunaan budaya politik berdemokrasi di Indonesia.

Pengurus Cabang ISNU Cirebon dan Indramayu Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Cabang ISNU Cirebon dan Indramayu Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Cabang ISNU Cirebon dan Indramayu Dilantik

Ia mengistilahkan NU harus menjadi ventilasi yang mampu memberikan pembebasan kepada demokrasi dari hawa-hawa kotor budaya politik seperti kecenderungan sistem politik uang yang kerap ditemukan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Dan tugas ISNU adalah di sini, membuat sistem yang memiliki prinsip ke-NUan dalam berdemokrasi,” ungkap Ali Masykur.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain diisi oleh Ketua Umum PP. ISNU, pelantikan juga diisi oleh sambutan Ketua PWNU Jawa Barat, H Eman Suryaman. Dalam kesempatannya Eman berharap, melalui kepengurusan ISNU Kabupaten Cirebon dan Indramayu, nilai-nilai Aswaja akan semakin mudah terrealisasikan dalam membangun sumber daya manusia di Jawa Barat.

“Intinya, orang NU itu harus sanggup berkiprah di manapun,” ungkap Eman.

Dalam pengukuhan pertama kepengurusan? ISNU tingkat cabang ini, Abdul Muiz Syaerozi didaulat untuk memimpin PC. ISNU Kabupaten Cirebon, sedangkan Daryani, dipercaya menjabat Ketua PC. ISNU Kabupaten Indramayu.

Hadir pada kesempatan itu seratusan orang perwakilan pengurus NU Kabupaten Cirebon dan Indramayu beserta beberapa badan otonom ini. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

PC IPNU-IPPNU Pamekasan Pedulikan Pelajar Pamekasan

Pamekasan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC IPNU-IPPNU Pamekasan menunjukkan kepeduliannya terhadap para pelajar di Pamekasan. Kepedulian tersebut tergambar dari adanya program kerja (Proker) istighasah pelajar se-Pamekasan. Acara tersebut bakal dilaksanakan pada Jumat (13/4) mendatang bertempat di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan dan bekerja sama dengan para remaja masjid.

PC IPNU-IPPNU Pamekasan Pedulikan Pelajar Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Pamekasan Pedulikan Pelajar Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Pamekasan Pedulikan Pelajar Pamekasan

Untuk itu, para pengurus PC IPNU-IPPNU sudah mengadakan rapat perdana, Ahad (25/3) sore di kantor PC IPNU Pamekasan. Selain penentuan ketua panitia, waktu, dan tempat, rapat tersebut juga menghasilkan keputusan bahwa pemandu istighasah tersebut ialah ketua MUI Pamekasan, KH Ali Rahbini Abdul Latif.

Salah satu pengurus Badan Student Crisis Center PC IPNU Pamekasan Faisol Ansori didapok sebagai ketua panitia. Ketua umum PAC IPNU Kadur, ini terpilih secara aklamasi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Saat dikonfirmasi, Faisol menjabarkan bahwa acara istighasah pelajar itu merupakan salah satu program kerja yang memang dibidanginya. Menurut Faisol, setidaknya terdapat 2 tujuan yang ingin dicapai.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pertama, jabarnya, ialah untuk memberi penyadaran kepada pelajar di Kabupaten Pamekasan betapa pentingnya doa. Usaha tak cukup. Harus diimbangi dengan doa. Keduanya harus dilakukan oleh pelajar, khususnya kelas akhir, agar lulus di Ujian Nasional nanti.

Adapun tujuan yang kedua, lanjut Faisol, adalah untuk mengawal para pelajar menuju pintu gerbang perguruan tinggi.

“Melalui Proker ini, yang disertai usaha serius dalam belajar, para pelajar Pamekasan bisa masuk perguruan tinggi tanpa kendala ketidaklulusan hasil Ujian Nasional nanti,” tegas Faisol.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing

Alkisah, suatu hari Sayyidina Umar bin Khattab berkeliling meninjau wilayah perkampungannya. Di tengah perjalanan, Umar melihat seorang budak kecil yang sedang menggembala puluhan kambing.

Dalam benaknya, Umar ingin menguji kepintaran budak kecil si penggembala kambing tersebut. Umar lalu mendekati budak itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli sebuah kambing yang digembala si bocah.

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Sayyidina Umar dan Bocah Penggembala Kambing

“Nak, kambingmu saya beli satu boleh?” tanya Umar mengawali perbincangannya.

“Saya ini budak, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing milik majikan saya tuan,”jawab si penggembala dengan kejujurannya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Meski milik majikanmu, kalau saya beli satu nanti kamu laporan kepada majikan bahwa kambing yang kamu gembala dimakan macan satu ekor,” timpal Umar menguji dengan pura-pura mengajari sikap berbohong.

Dalam pikiran umar, si budak ini pasti akan melepaskan satu ekor untuk dijual kepadanya. Namun tak diduga si Budak kecil ini memberikan jawaban lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Saya tidak mau melakukan itu tuan, karena semuanya nanti bisa kelihatan. Meski juragan (pemilikkambing) tidak tahu tetapi Allah akan mengerti dan mengetahui yang saya lakukan,” jawab si budak tegas.

Mendengar jawaban itu, Sayyidina Umar seketika menangis seraya menepuk-nepuk bangga di pundak punggung si budak. Dari peristiwa ini, Sayyidina Umar mendapat ilmu dari bocah penggembala.

Hikmah kisah ini adalah bahwa Allah itu Maha Tahu. Jadi manusia berbuat apapun meskipun tidak diketahui siapapun namun Allah tetap akan mengerti. Maka berbuatlah yang baik-baik supaya dicatat dan mendapat balasan kebaikan dari Allah di hari akhir kelak. (Qomarul Adib)

* Kisah ini disampaikan Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi yang menerangkan surat Al-Hadid dalam pengajian rutin Tafsir Al-Qur’an di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Ahad (21/7).

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Islam, Hadits, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, menyatakan bahwa perguruan tinggi Islam mempunyai mandat dari negara untuk melaksanakan tugas yang di share sama dengan perguruan tinggi lain di bawah Kemenag. Hal ini adalah untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Perlu diketahui bersama bahwa perguruan tinggi Indonesia masih di bawah Malaysia, Thailand dan Filipina. 75 persen anak Indonesia tidak mempunyai kesempatan belajar di perguruan tinggi. Maka ini merupakan salah satu amanah yang diberikan kepada perguruan tinggi untuk mencetak masa depan Indonesia. Indonesia memiliki potensi, mereka (generasi bangsa) yang akan menentukan Indonesia ke depan," kata Kamarudin disela-sela acara rapat terbuka senat IAI Al-Khoziny dalam rangka wisuda sarjana dan pasca sarjana di gedung DBL Surabaya, Ahad (16/10).

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi Islam Punya Mandat Cetak Masa Depan Bangsa

Selain melaksanakan, perguruan tinggi juga harus mempertahankan, menjaga dan merawat Indonesia. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang paling plural. Indonesia memiliki perbedaan budaya, suku dan bahasa. Indonesia memiliki kualitas yang paling besar.

"Indonesia yang sesungguhnya memiliki potensi konflik yang begitu dahsyat karena perbedaan tadi. Tugas kita adalah merawat Indonesia yang keras dan plural menjadi Indonesia tetap damai dan tentram untuk masa yang akan datang," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, Islam Indonesia adalah Islam demokratis. Indonesia adalah negara yang sangat damai padahal mempunyai potensi konflik yang paling besar. Indonesia berhasil merawat Islam yang sangat besar. Hal itu yang harus dirawat, dipertahankan dan dijaga oleh generasi bangsa. Nilai ke-Islaman menjadi pengawalan, bagaimana pengetahuan yang dimiliki dapat di transportasi menjadi sikap dan perilaku akhlak yang dimiliki.

"Tugas di atas bila dilakukan akan menjadi manusia sempurna. Dan ini harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi karena sebagai sebuah lembaga mendapatkan amanah dari Allah dan negara untuk terus menjaga sikap dan perilaku generasi anak bangsa. Sarjana yang tawadhu, itulah yang diharapkan dari sarjana Islam," tutupnya.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran Sidoarjo, KH Asep Syarifuddin Chalim mengatakan, jangan menjadi wisuda wan dan wisuda wati yang mudah puas. Kiai Asep berharap, para mahasiswa IAI Al-Khoziny bisa melanjutkan S2.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Ketika kuliah di pasca sarjana S2 Al-Khoziny. Seorang pemuda harus mempunyai cita-cita yang tinggi. Bagi mereka yang menuntut ilmu akan ditempatkan di tempat yang paling mulia dan mudah-mudahan syafaat itu diberikan kepada mahasiswa yang wisuda tahun ini," harap Ketua Pergunu Pusat itu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hadits, Tokoh, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 18 Januari 2018

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengatakan, NU memiliki pengalaman berpolitik yang cukup kaya. Ormas Islam yang didirikan para kiai ini pada awal kelahirannya menerapkan politik tingkat tinggi (siyasah aliyah) baik saat menghadapi kolonial ataupun menjaga masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Praktis NU Datangkan Banyak Mudarat

Pada tahun 1955, NU berubah menjadi partai tersendiri akibat situasi dan dinamika politik yang berlangsung saat itu; kemudian berfusi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977.

Kiai Malik menjelaskan, langkah politik praktis NU ini lalu disudahi dengan mendeklarasikan kembali ke khittah 1926, yakni memantabkan diri sebagai organisasi sosial keagamaan sebagaimana semangat pendirian awal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, tambahnya, pada tahun 1988 NU tergoda lagi untuk berpolitik praktis. Meskipun telah kembali menjadi ormas sosial keagamaan, NU turut membentuk partai politik, yakni Partai Kebangkitan Bangsa.

“Dan ternyata setelah bereksperimen sekian lama NU memang tidak cocok berpolitik praktis karena mudaratnya lebih besar dari pada maslahatnya,” kata Kiai Malik dalam diskusi Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan di Jakarta, Sabtu (11/7) petang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tugas NU

Baginya, NU saat ini lebih tepat menerapkan siyasa aliyah atau siyasah samiyah (politik tingkat tinggi) sebagaimana pesan almarhum Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud. Yakni, politik kebangsaan dan kerakyatan yang tidak terjebak pada kelompok politik tertentu.

“Tugas NU sekarang adalah mengkritisi kebijakan-kebijakan negara yang hanya menguntungkan penguasa dan pengusaha. Itu tugas NU,” tegas kiai asal Madura ini.

Kiai Malik juga mengkritik sistem politik yang tengah berlangsung di Tanah Air. Ia menilai pemilu kepala daerah (pemilukada) tak seyogianya dilaksanakan secara langsung. Munas NU 2012 juga memandang bahwa dampak kerugian pemilukada sangat besar bagi warga.

“Pendidikan politik yang menjadi kemaslahatan pemilukada sama sekali tidak terjadi, karena justru yang terjadi adalah mengantarkan warga untuk menjual hati nuraninya,” katanya.

Forum diskusi “Membincang Fiqh Siyasah: Menakar Kemanfaatan atau Kemudaratan” diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU. Hadir pula sebagai pembicara peneliti Institute for Ecosos Right Sri Palupi, Hilmi Aly, Wasekjen PBNU Adnan Anwar. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Amalan, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Yogyakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dalam rangka peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2014 yang jatuh pada tanggal 2 Mei, Pengurus Wilayah Ma’arif DIY mengadakan seminar dengan mengangkat tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Daerah Istimewa Yogyakarta”.

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif DIY-Mendikbud RI Bicarakan Mutu Pendidikan NU

Seminar yang dilaksanakan di Aula PW NU Jl. MT Haryono 40/42 Yogyakarta, Sabtu (3/4) pukul 09:30 ini diikuti antusias para Kepala Sekolah dan Guru Ma’arif se-DIY.

“Kualitas pendidikan ada dua. Pertama, kepemimpinan atau kepala sekolah. Kedua adalah guru. Kepala sekolah adalah kunci. Oleh karenanya, cari kepala sekolah yang baik” ungkap Rochmat Wahab, Ketua Tanfidiyah PW NU DIY.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga menjelaskan bahwa kita jangan berpikir 5 atau 10 tahun ke depan. Tapi berpikirlan untuk 100 tahun mendatang. “Mulai saat ini kita bangun pondasinya. Bangunlah pendidikan di kampung sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Sementara Sekjen Kemendikbud RI, Ainun Na’im, selaku narasumber seminar mengatakan, guru harus mendidik dengan baik. Harus mendidik kreatif, berpengetahuan dan berketerampilan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan apa yang diajarkan agama kita, yang ini juga merupakan pesan dan pernyataan tokoh filosofi dunia yang sering dikutip bapak Wapres. Pernyataannya itu adalah bangsa yang sukses itu adalah bangsa yang bisa menyiapkan generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik dari pada generasi yang sekarang.

“Nah siapa yang menyiapkan generasi mendatang, kita-kita inilah yang mempunyai tanggung jawab menyiapkan generasi lebih baik dari kita. Bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang lebih baik. satu cara yang paling penting adalah pendidikan. pendidikan adalah cara yang paling penting,” katanya.

Menurut dia, tidak ada yang tidak setuju, bahwa pendidikan penting. Pendidikan adalah sampel yang strategis. Sehingga ini universal dan berlaku di mana-mana. “Kalau kita melihat kemajuan bangsa dapat dilihat dari pendidikan,” ungkap Ainun Na’im. (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 03 Januari 2018

NU Organisasi Ulama, Syuriyah Penentu Kebijakan

Tangerang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ketua Muktamar ke-33 NU H Imam Azis mengatakan NU adalah organisasi para ulama sebagai wasilah mengembangkan dan mempertahankan ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja). Dengan demikian, ber-NU, kita beribadah. Ada nilai ibadah di situ.

“Jangan sampai NU disamakan dengan organisasi lain karena NU organisasi ulama,” katanya pada pengajian rutin bulanan KH Abuya Muhtadi Dimyati di Pondok Pesantren Raudlotus Salam Cimone, Kota Tangerang, Banten Senin (1/6) malam.

NU Organisasi Ulama, Syuriyah Penentu Kebijakan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Organisasi Ulama, Syuriyah Penentu Kebijakan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Organisasi Ulama, Syuriyah Penentu Kebijakan

Oleh karena itu, kata salah seorang Ketua PBNU, ini kita mempertahankan ulamalah (Syuriyah) yang betul-betul menentulakan corak dan penentu kebijakan organisasi. Sementara tanfidziyah adalah santri yang taat penuh pada kiai, ajengan, masyaikh, tuan guru, anregurutta, tengku, tuanku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Santri tak boleh menentang kiai. Santri harus di bawah kiai. Tata organisasi ini harus dipertahankan,” tegasnya di hadapan lebih 500 kiai dan santri.

Menurut dia, insya Allah NU akan mengubah tata cara pemilihan Syuriyah supaya kedudukan ulama berada di tempat tertinggi dan menjadi pedoman. Cara pemilihannya melalui Ahlul halli wal aqdi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pemilihan model itu, lanjut dia, pengurus Cabang NU akan memilih ulama-ulama terkemuka di Indonesia yang nantinya bertugas memilih Rais Aam NU. “Yang memilih Rais Aam adalah ulama yang betul-betul ulama. Mohon doanya usaha kita mempertahankan NU sebagai organisasi ulama. Semoga diridoi Allah,” ungkapnya seraya diamini hadirin.

Pada pengajian itu, ia mengabarkan dan mengundang hadirin untuk datang pada muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di empat pondok pesantren Jombang 1-5 Agustus 2015. “Jombang ini tempat para muassis NU. Kita akan tabarukan bersama kepada para muassis,” ungkapnya.

Menurut dia, Mukktamar NU ini akan diikuti seluruh ulama Indonesia yang berjumlah 5500 orang. Akan dihadiri ulama-ulama negara sahabat, para pengamat asing maupun dalam negeri, serta warga NU sendiri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 02 Januari 2018

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah

Puasa Ramadhan 1434 H / 2013 M sudah dimulai dimeriahkan dengan kegiatan ibadah yang berbentuk mahdlah (murni) maupun ghairu mahdlah (tidak murni). Tidak hanya keramaian atas masuk di bulan suci itu dengan kegiatan yang bersifat mental maupun jasmani saja, tapi juga diramaikan dengan tersebarnya jadwal imsakiyah di masyarakat.

Jadwal imsakiyah inilah yang nanti di bulan Ramadhan yang memberi informasi kepada masyarakat Islam tentang kapan dimulai berpuasa maupun diperbolehkan berbuka puasa dalam setiap hari sehingga sangat dibutuhkan baik untuk perorangan yang nantinya dipasang di rumah ataupun masjid, mushalla dan langgar yang akan dipasang di tempatnya masing-masing sebagai pedoman mengumandangkan azan dalam setiap waktu sholat, berbuka puasa (memasuki waktu magrib) dan informasi memasuki waktu imsakiyah dalam setiap harinya dalam bulan suci Ramadhan, akan tetapi di bulan suci Ramadhan 1434 H ini, ada kemungkinan perbedaan dalam memulai puasa, ada yang memulai tanggal 09 Juli 2013 atau 10 Juli 2013.

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Menguji Akurasi Jadwal Imsakiyah

Dalam realitanya, jadwal imsakiyah ini tidak hanya berfungsi utama untuk pedoman menentukan awal dan akhir berpuasa dalam setiap harinya, tapi bisa diambil manfaat ekonomi dalam publikasi produk suatu perusahaan. Dengan mencetak jadwal imsakiyah dan mendistribusikannya dengan sederhana, maka dengan sendirinya publikasi produk akan ikut juga karena biasanya produknya sudah tertuang di sekitar jadwal tersebut. Hal tersebut wajar dan logis akan tetapi perlu juga dipertimbangkan apakah jadwal imsakiyah yang dicetak dan didistribusikan sudah valid dengan daerah dimana jadwal imsakiyah itu diterima oleh masyarakat daerah tersebut dan dapat dibuat pedoman sesuai dengan kriteria pembuatan jadwal imsakiyah tersebut.

Nilai Akurasi Jadwal Imsakiyah

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam jadwal imsakiyah biasanya dimulai dengan kolom waktu imsak kemudian dilanjutkan shubuh, terbit, duha, dhuhur, ashar, magrib, isya’. Dengan kolom inilah maka salah satu argumen kenapa jadwal shalat ini dinamakan jadwal imsakiyah, disamping karena salah waktu yang tertera di jadwal itu yang penting adalah waktu imsakiyah dengan maksud untuk persiapan awal waktu menahan makan, minum dan hal-hal yang terkait, serta merupakan waktu yang awal-awal ditemui oleh pelaksana puasa pertama kalinya. Bahkan dalam kolom jadwal imsakiyah ini lebih banyak dibandingkan kolom jadwal shalat harian dengan ditambah kolom waktu imsakiyah, terbit, dhuha untuk memberi informasi ke masyarakat muslim tentang waktu ibadah sunah sekaligus kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah dari sisi waktu sehingga bulan Ramadhan bisa dilaksanakan semaksimal mungkin dan tinggi nilai akurasinya dalam pelaksanakaan ibadah. 

Pedoman waktu shalat bermula mengacu pada alam yakni posisi matahari sebagaimana dijelaskan dalam kriteria waktu shalat di penjelasan fiqih, walaupun demikian tidak semudah itu kita mengamati matahari sehingga bisa menentukan awal waktu shalat sesuai syariat. Dengan adanya hal tersebut, maka diadakan penelitian berkaitan posisi matahari yang menunjukkan awal maupun akhir waktu shalat sehingga kewajiban pelaksanaan shalat tetap dijalani walaupun posisi matahari tidak bisa dilihat secara langsung namun bisa ditemukan secara tidak langsung dengan melihat hasil penelitian yang akurat yang akhirnya dituangkan dengan jam yang akurat.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Waktu shalat dalam jadwal imsakiyah tidak banyak dipermasalahkan secara signifikan, hanya beberapa awal waktu shalat yang banyak diperselisihkan dalam penentuannya. Sebagaimana halnya dalam penentuan awal waktu shubuh diperlukan untuk penentuan awal shaum (puasa) dan shalat, karena merupakan waktu awal shaum disebutkan dalam Al-Quran, “… makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar" (QS 2:187). Sedangkan tentang awal waktu shubuh disebutkan di dalam hadits dari Abdullah bin Umar, “… dan waktu shalat shubuh sejak terbit fajar selama sebelum terbit matahari” (HR Muslim). 

Yang menjadi pertanyaan fajar apa yang dimaksud dalam hadis tersebut? Karena dalam pemahaman fajar dibagi dua macam, pertama yang melarang makan, tetapi membolehkan shalat, yaitu yang terbit melintang di ufuk. Lainnya, fajar yang melarang shalat (shubuh), tetapi membolehkan makan, yaitu fajar seperti ekor srigala” (HR Hakim). Dalam fiqih kita mengenalnya sebagai fajar shadiq (benar) dan fajar kidzib (palsu). 

Maka perlu penjelasan fenomena sesungguhnya fajar kidzib dan fajar shadiq dan ada batasan kuantitatif yang dapat digunakan dalam formulasi perhitungan untuk diterjemahkan dalam rumus atau algoritma program komputer. Fajar kidzib memang bukan fajar dalam pemahaman umum, yang secara astronomi disebut cahaya zodiak. Cahaya zodiak disebabkan oleh hamburan cahaya matahari oleh debu-debu antarplanet yang tersebar di bidang ekliptika yang tampak di langit melintasi rangkaian zodiak (rangkaian rasi bintang yang tampaknya dilalui matahari). Oleh karenanya fajar kidzib tampak menjulur ke atas seperti ekor srigala, yang arahnya sesuai dengan arah ekliptika. Fajar kidzib muncul sebelum fajar shadiq ketika malam masih gelap.

Sedang fajar shadiq adalah hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel di udara yang melingkupi bumi. Dalam bahasa Al-Quran fenomena itu diibaratkan dengan ungkapan “terang bagimu benang putih dari benang hitam”, yaitu peralihan dari gelap malam (hitam) menunju munculnya cahaya (putih). Dalam bahasa fisika hitam bermakna tidak ada cahaya yang dipancarkan, dan putih bermakna ada cahaya yang dipancarkan. Karena sumber cahaya itu dari matahari dan penghamburnya adalah udara, maka cahaya fajar melintang di sepanjang ufuk (horizon, kaki langit). Itu pertanda akhir malam, menjelang matahari terbit. Semakin matahari mendekati ufuk, semakin terang fajar shadiq. Jadi, batasan yang bisa digunakan adalah jarak matahari di bawah ufuk.

Secara astronomi, fajar (morning twilight) dibagi menjadi tiga: fajar astronomi, fajar nautika, dan fajar sipil. Fajar astronomi didefinisikan sebagai akhir malam, ketika cahaya bintang mulai meredup karena mulai munculnya hamburan cahaya matahari. Biasanya didefinisikan berdasarkan kurva cahaya, fajar astronomi ketika matahari berada sekitar 18 derajat di bawah ufuk. Fajar nautika adalah fajar yang menampakkan ufuk bagi para pelaut, pada saat matahari berada sekitar 12 derajat di bawah ufuk. Fajar sipil adalah fajar yang mulai menampakkan benda-benda di sekitar kita, pada saat matahari berada sekitar 6 derajat. Sehingga fajar shadiq bukanlah fajar sipil karena saat fajar sipil sudah cukup terang. Juga bukan fajar nautika karena seusai shalat pun masih gelap. Kalau demikian, fajar shadiq adalah fajar astronomi, saat akhir malam.

Waktu shalat dalam jadwal imsakiyah yang banyak diperselisihkan yang lain yakni awal waktu maghrib karena adakalanya tidak mempertimbangkan ketinggian tempat dimana pelaku puasa berada dan adakalanya mempertimbangkannya. Hal tersebut yang biasanya membedakan hasil perhitungan jadwal imsakiyah yang tersebar di masyarakat.

Perlu Ikhtiyat dalam Memilih Jadwal Imsakiyah

Berkaitan dengan perbedaan yang terjadi dalam proses perhitungan atau pembuatan jadwal imsakiyah, tentunya jangan hanya melihat jadwal imsakiyah yang lebih dahulu dalam awal waktu maghrib dan awal waktu imsak yang terakhir serta tampilan cover jadwal imsakiyah, tapi melihat akurasi jadwal imsakiyah itu yang sesuai dengan daerah dan pedoman syariah.

Untuk menentukan akurasi jadwal imsakiyah bisa dilihat secara sederhana karena kalau dilihat secara mendetail dan terperinci sangatlah sulit. Ada beberapa faktor yang dapat dilihat antara lain: pertama, jadwal imsakiyah menggunakan lintang dan bujur sesuai dengan tempat penyebaran jadwal tersebut yang biasanya menggunakan alat GPS. Kedua, mempertimbangkan tinggi tempat yang biasanya menggunakan altimeter sebagai dasar penentuan awal waktu maghrib maupun terbit, Ketiga, mempertimbangkan ikhtiyat (hati-hati dalam menentukan waktu shalat) karena faktor ini merupakan pertimbangan yang sangat diperhatikan dalam menentukan dalam setiap awal waktu shalat maupun yang lain, dan faktor-faktor lain.

Harapan penulis terhadap masyarakat dalam menggunakan jadwal imsakiyah menggunakan jadwal yang telah mempertimbangkan beberapa faktor di atas agar nilai akurasinya sangat baik. Namun tidak semuanya bisa meneliti jadwal tersebut dari beberapa faktor di atas, untuk penggunaan yang sederhana bisa menggunakan jadwal imsakiyah yang dikeluarkan badan hisab rukyat daerah (BHRD), ormas, perguruan tinggi, atau pesantren yang bisa dipercaya keakurasiannya.

M Agus Yusrun Nafi’, S.Ag, M.Si

Ketua Lajnah Falakiyah NU Kudus dan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Hannan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Internasional, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 20 Desember 2017

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Brebes, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Gencarnya penggunaan media online dan media sosial tentang berbagai aktivitas masyarakat disikapi anggota Muslimat NU Kabupaten Brebes dengan cara bijak. Sebanyak 60 aktivis Muslimat NU Brebes menggunakan sejumlah media sosial terutama untuk memotivasi para pasangan usia subur agar ikut Keluarga Berencana (KB).

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

60 Motivator Muslimat NU Brebes Sosialisasikan KB via Teknologi

Mereka mengikuti pendidikan di Hotel Grand Dian Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Rabu-Jumat (13-15/1). “Mereka mendapatkan pelatihan mengenai metode kontrasepsi dan penggunaan teknologi modern untuk sosialisasi KB dengan cara Islami di tengah masyarakat,” kata Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah.

Selama 10 tahun ke belakang, kata Nurhalimah, peningkatan capaian KB di Indonesia sangat rendah. Di sisi lain tingkat kematian ibu karena melahirkan juga masih tinggi. Ia menyebut kehamilan yang tidak direncanakan dengan baik sebagai salah satu penyebab kematian ibu. Hal ini semakin memperkuat urgensi untuk segera melakukan inovasi dalam bekerja di lapangan.?

Keluarga Berencana di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 40 puluh tahun lalu dan sudah mencapai hasil yang sangat baik yang diakui oleh dunia internasional keberhasilannya. Meski demikian, dalam setiap hal pasti akan ada saatnya dimana dibutuhkan cara kerja baru. Di tengah dinamika lingkungan yang sudah berbeda, seperti dinamika kemajuan teknologi, dinamika budaya dan sosial yang sudah berubah diperlukan inovasi agar dapat terus mempertahankan apa yang sudah dicapai dan meningkatkan ke arah yang lebih baik lagi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Muslimat NU Dra Hj Chulasoh menambahkan, Kabupaten Brebes memiliki jumlah penduduk terbanyak se-Jawa Tengah. Ia berharap ledakan jumlah penduduk dapat dicegah. “Muslimat NU terpanggil untuk berperan aktif mengatur jumlah kelahiran,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Chulasoh, saat ini hampir 80% orang di Brebes memiliki akses terhadap telepon genggam. Sebagian besar di antaranya sudah memiliki koneksi internet di teleponnya. Mereka menggunakan internet untuk mencari informasi, membaca berita, atau menggunakan sosial media. Hampir 90% masyarakat Brebes memilliki fesbuk.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Statistik ini didapatkan berdasarkan studi terakhir di tahun 2015 yang dilakukan oleh Johns Hopkins Center for Communication Program bekerja sama dengan Universitas Indonesia di 11 kabupaten kota wilayah kerja program Pilihanku, dengan total responden lebih dari 20,000 Pasangan Usia Subur (PUS).

“Dengan media sosial dan instant messaging saya sekarang dapat terkoneksi dengan seluruh orang di dunia,” tambah Soimah salah seorang peserta.?

Ketua Pelaksana Program Pilihanku Muslimat NU Hj Kusnia Nasser menjelaskan, Muslimat NU bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Johns Hopkins Center for Communication Program (CCP) melihat potensi yang sangat besar untuk menjangkau masyarakat dengan informasi akurat tentang Keluarga Berencana melalui pemanfaatan teknologi online dan media sosial.?

“Muslimat NU sejak tahun 1967 setuju dengan Keluarga Berencana dan bahkan aktif mengumpulkan para ulama NU untuk diajak diskusi tentang KB ditinjau dari perspektif Islam sehingga pada tanggal 25 September 1969 menghasilkan 8 Fatwa PB Syuriah NU berupa Pedoman Pokok tentang KB untuk jam’iyah NU”, jelasnya.?

Cara-cara Islami yang dimaksud adalah yang sesuai dengan delapan fatwa ulama Syuriyah PBNU. Pertama, KB harus diartikan sebagai pengaturan penjarakkan kehamilan untuk kesejahteraan dan bukan pencegahan untuk pembatasan kehamilan. Kedua, KB harus dijelaskan dalam kepentingan kesejahteraan Ibu dan Anak dan bukan karena takut miskin. Ketiga, KB tidak boleh dilakukan dengan pengguguran kandungan. Keempat, tidak boleh merusak dan menghilangkan bagian tubuh. Kelima, KB adalah masalah perseorangan dan sukarela. Keenam, KB harus mendapat persetujuan suami dan istri. Ketujuh, KB tidak boleh bertentangan dengan hukum agama Islam. Kedelapan, KB jangan disalahgunakan untuk kepentingan maksiat.

Motivator yang rata-rata tinggal di pedesaan dari 17 Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Brebes itu diberi bekal cara menggunakan media komunikasi tablet yang sudah dilengkapi dengan aplikasi tentang Keluarga Berencana. “Alhamdulillah, saya bisa mengoperasikan tablet yang biasa digunakan anak saya,” tuturnya.

Tablet yang menjadi hak milik para peserta pelatihan tersebut, juga dilengkapi aplikasi perencanaan keluarga yang diberi nama SKATA ? (berasal dari Seiya Sekata bersama pasangan) kini sudah dapat diunduh dari Google Play dan App Store. SKATA adalah aplikasi baru tentang perencanaan keluarga yang dapat diunduh secara gratis oleh pengguna Android atau IOS (iPhone). Selain itu SKATA juga dapat diakses di www.skata.info bagi mereka yang memiliki operating system berbeda, seperti misalnya Blackberry.

Dengan mengunduh SKATA atau melihat websitenya masyarakat dapat memperoleh informasi tentang perencanaan keluarga lewat artikel yang ditulis oleh para ahli. SKATA memberikan penjelasan mendetail tentang masing-masing metode kontrasepsi seperti IUD dan implan, metode kontrasepsi jangka panjang yang memberikan perlindungan 3-12 tahun yang dapat dihentikan pemakaiannya sewaktu-waktu atau berbagai jenis metode kontrasepsi yang cocok bagi ibu yang baru melahirkan. Melalui SKATA juga dapat diperoleh lokasi bidan terdekat untuk konsultasi. SKATA memberikan kuis-kuis untuk mengetes pengatahuan dan bahkan dapat digunakan menjadi menjadi agenda pribadi perencanaan keluarga seperti pengingat imunisasi, kalender menstruasi, kalender kontrasepsi, dan lain-lain.

Hal ini dilakukan agar tiap keluarga di Indonesia memiliki inspirasi untuk merencanakan keluarganya dan merencanakan kebahagiannya sehingga setiap keluarga di Indonesia adalah keluarga yang sejahtera, harmonis, dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia yang lebih baik. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 19 Desember 2017

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan konsep yang paling sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam. Konsep ini sesuai dengan yang dipraktikkan Rasulullah Muhammad SAW ketika memimpin Madinah.

“Rasululah SAW tahu bahwa di Madinah saat itu bukan hanya ada Islam. Namun juga ada Yahudi, Majuzi, Nasrani dan yang lain. Sebuah kondisi yang beragam,” kata ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Ali Maschan Musa, dalam acara silaturrahim pengurus ranting NU se Jawa Timur Rayon 1 di pendapa Pemkab Probolinggo, Sabtu (2/6) kemarin.

Menurut Ali Maschan, para sahabat Rasulullah yang melanjutkan pemerintahan juga tidak pernah memasukkan konsep negara Islam.

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Penentang NKRI akan Berhadapan dengan NU

”Mengaca pada konsep pemerintahan Rasulullah dan sahabatnya, maka konsep NKRI sudah sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia. Dan ini merupakan konsep yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Dikatakan warga nahdliyyin perlu waspada terhadap munculnya beberapa aliran Islam baru yang menyerang ajaran ahlusunnah wal jamaah (aswaja) yang dianut NU. Aliran ini pertama-tama mempertanyakan kembali konsep NKRI dengan menawarkan konsep negara Islam.

Di hadapan ribuan pengurus ranting NU Maschan kembali menegaskan, NU sudah mencapai kata sepakat tentang konsep NKRI. “Jika ada aliran yang mempertanyakan lagi konsep NKRI maka harus berhadapan dengan NU,” tegasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kedua, lanjut Maschan, aliran baru itu mengajak warga melakukan jihad dengan definisi yang salah kaprah. Menurutnya, mereka yang menganut ajaran ini lupa bahwa jihad yang paling berat yaitu jihad memerangi hawa nafsu.”Jadi tidak perlu perang ke Irak atau Lebanon hanya untuk berjihad fi sabilillah,” tuturnya.

Aliran baru itu menjadikan masjid-masjid warga nahdliyyin sebagai medan penyebaran faham mereka. “Parahnya, ada juga warga NU yang terseret-seret dalam ajaran ini,” terang Maschan.(man/sam)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Aswaja, Tokoh, Budaya Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anak-anak muda berpeci hitam berbaur dengan warga. Mereka memadati halaman Pesantren Darul Mukhlasin, Probolinggo, Senin (4/11) malam. Mereka, para santri dan warga NU yang menonton film Sang Kiai.

Menurut panitia, Muhajir, semangat warga NU nonton film merupakan sebuah fenomena unik. Sebab aktivitas ini nyaris jarang dilakukan warga Nahdliyin, terutama kaum tua. Namun demi menyaksikan kisah Kiai Hasyim Asy’ari, mereka rela berdesak-desakan untuk melihat dari dekat film Sang Kiai.

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nonton Sang Kiai, Santri dan Warga Berdesakan

Dengan nonton bareng film Sang Kiai, kata dia, warga NU dan santri termotivasi dengan perjuangan pendiri NU itu. “Selain itu, masyarakat memahami dan mengetahui riwayat NU lebih-lebih generasi muda dan kader-kader NU,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sukin, salah satu warga NU yang mengikuti nonton bareng mengaku tergetar saat menyaksikan kisah hidup Kiai Hasyim Asy’ari. “Perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari untuk negeri ini sangatlah besar,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonton bareng film tersebut digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur untuk menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1435 H. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 03 Desember 2017

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Acara Pra-Muktamar Ke-33 NU terus berlanjut setelah dua pekan lalu diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rabu (22/4), giliran Makassar menjadi tuan rumah dengan materi pembahasan seputar Islam Nusantara.

Tema Islam Nusantara pernah didiskusikan di Jakarta 10 April lalu bersama Komunitas Gusdurian sebagai bagian dari rangkaian acara menyambut Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur, yang mengusung tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makassar, NU Kaji Islam Nusantara dan Strategi Internasionalisasi

Berdasarkan undangan yang disebar panitia, diskusi pra-muktamar di Makassar yang bakal digelar sehari penuh ini dibagi dalam dua sesi dengan dua pokok kajian, yakni “NU dan Kekayaan Khazanah Islam Nusantara” dan “Strategi Internasionalisasi NU sebagai Khazanah Islam Nusantara”.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Beberapa narasumber yang bakal hadir antara lain pakar ushul fiqh yang juga Katib Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir, guru besar filologi Islam UIN Jakarta Oman Fathurrahman, sejarawan Agus Sunyoto, pakar tasawuf KH Mustafa Mas’ud, Prof DR Azhar Ibrahim Alwee dari National University of Singapore, dan Rais Syuriah PWNU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan? Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo juga dijadwalkan mengisi acara para acara pembukaan.

Sejumlah tamu dari berbagai cabang NU di wilayah Indonesia bagian timur, juga rombongan dari PBNU, telah melakukan registrasi di lokasi acara, di Wisma Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Selasa (21/3) ini. Mereka akan bermalam hingga acara selesai, Kamis nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi

Semenjak kecil, almarhum KH Abdul Ghoni gemar mengembara untuk menimba ilmu di berbagai pesantren di tanah Jawa. Riwayat pendidikannya dimulai di madrasah diniyyah ibtida’iyyah Tegal Sari Sala. 

Kemudian beliau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, yakni di Madrasah Tsanawaiyyah dan Aliyyah Mamba’ul Ulum Sala, dan lulus tahun 1939. Selain pendidikan formal, beliau yang haus ilmu, memperdalam ilmu agama dengan nyantrik ke beberapa pondok pesantren. Di antaranya di Jawa Timur beliau pernah ngaji di Pesantren Termas Pacitan (tahun 1940) yang diasuh Raden Sayyid Hasan dan Kiai Hamid bin Abdullah, Pesantren Mojosari Nganjuk yang dipimpin Kiai Zainuddin, dan Pesantren Tebu Ireng Jombang. Di pesantren yang disebut terakhir tadi, Mbah Sadjadi mengkhususkan untuk mengkhatamkan kitab hadist Shohih Bukhori.

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mursyid Abdul Ghoni Atau Mbah Ahmad Sadjadi

Di Jawa Tengah, ia pernah nyantri di Pesantren Lasem asuhan Mbah Kiai Ma’sum, Pesantren Watucongol Muntilan asuhan Kiai Dalhar, dan Pesantren Bustanul Usyaqil Qur’an Demak asuhan Kiai Raden Muhammad bin Mahfudz at-Tirmizi. Di pesantren ini, ia berhasil menghafalkan Al-Qur’an selama 3 tahun (1941-1944). Ia juga pernah nyantri di Serang Banten di bawah bimbingan Kiai Haji Syam’un.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Tak heran jika akhirnya Kiai Abdul Ghoni, atau yang lebih akrab disapa Mbah Sadjadi ini menjadi ulama yang sangat luas ilmunya. Ia menguasai berbagai macam keilmuan, seorang hafidul qur’an, ahli tafsir, ahli hadist, dan juga seorang ahli fiqih. Kiai Sadjadi menguasai ilmu perbandingan fiqih 4 mazhab.

Aktif berdakwah dan berorganisasi

Kiai Sadjadi sejak 1977 berada di lingkungan masjid M Tohir, Yosoroto Laweyan Solo. Dua tahun kemudian ia dipercaya untuk tinggal di masjid Yosoroto. Dan sejak itulah, para tamu dari thariqah asy-Syadziliyyah banyak yang berkunjung ke masjid. Setiap hari, puluhan orang bertamu ke Yosoroto.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut cerita dari KH Adib Zain, Sekretaris Jendral JATMAN, salah satu pengganti mursyid thoriqoh asy-Syadziliyyah, usai KHR Ma’ruf Mangun Wiyoto wafat, diantaranya adalah Mbah Sadjadi yang di usia lanjutnya dikenal dengan sebutan KH Abdul Ghoni. 

Ijazah Mbah Sadjadi diperoleh dari Kiai Ma’ruf dan Kiai Ahmad Abdul Haq, pengasuh Pondok pesantren Watucongol Muntilan.

Saat mengemban amanah di masjid Yosoroto, kiai yang juga dikenal sayang dengan anak-anak dan selalu berusaha shalat berjama’ah ini, mengadakan banyak kegiatan keagamaan, di antaranya adalah sema’an Al-Qur’an yang diselingi dengan penjelasan ayat yang dibaca, rutin setiap malam Rabu. Dan, khusus pada malam Rabu terakhir diselingi dengan pembacaan shalawat Burdah karya Imam Bushiri.

Mbah Sulaeman Tanon Sragen, salah satu santri Kiai Umar Al-Muayyad bercerita, ketika masih mondok di Al-Muayyad beliau sering disuruh untuk sema’an di masjid Yosoroto. Menurutnya, banyak kitab yang telah diserap dari lisan sang kiai, di antaranya tafsir Jalalain, Riyadus Shalihin dan lainnya.

Selain mengajar di Yosoroto, Kiai Sadjadi juga mengajar santri-santri Al-Muayyad. Kitab yang diajarkannya adalah tentang perbandingan madzhab “Al-Mizanul Kubro” karya Syekh Abil Mawahib bin Ahmad bin Aly al-Anshory. Sedangkan di Masjid Tegalsari Solo beliau mengajarkan Tafsir Jalalain, matan ghoyah wat taqrib dan Jawahirul Bukhori.

Tidak hanya itu, ternyata Kiai Sadjadi juga seorang dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta sejak 1947-1987. Pernah bergabung dalam Laskar Sabilillah Kota Surakarta (1946), juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surakarta dari fraksi NU (1964-1965) dan menjabat mustasyar NU Kota Surakarta (1987). Sampai akhir hayat pada tahun 1987, beliau terus mengabdi untuk masyarakat.

Sabtu Pon 21 Maret 1987 bertepatan dengan 22 Rajab 1407 H sekitar pukul 19.00 WIB. Beliau pergi dalam usia 68 tahun. Kepergiannya membawa duka bagi keluarga, sahabat, para ulama dan santri-santri beliau. Kiai Sadjadi meninggalkan seorang istri, Nyai Hj. Chammah Sadjadi, 5 putra dan 3 putri.

Ada beberapa kesaksian menarik saat prosesi pemakaman beliau. Sebagaimana dikisahkan Ibu Nyai Hj. Baidhowi Syamsuri (istri KH Baidhowi Syamsuri, pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo) dan juga KH Abdul Karim Ahmad yang menyaksikan kepergian beliau. Saat keranda beliau diangkat oleh para santri dan keluarga secara silih berganti, keranda terasa ringan.

Orang-orang yang membawa keranda Kiai Sadjadi seakan berlari-lari sambil bershalawat burdah, “Karena ringannya keranda almarhum, yang mengangkat tak bisa menahan kakinya untuk berlari.” Kata KH Abdul Karim. Menurut Kiai yang akrab disapa Gus Karim, itu merupakan pertanda bahwa almarhum sudah tidak sabar ingin bertemu Allah swt, “Para Malaikat penyambut almarhum juga sudah tak sabar menunggu pecinta shalawat itu.” (Ajie Najmuddin, disarikan dari tulisan A. Himawan asy-Syirbany di Tabloid TAJAM Jamuro)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Tokoh, Doa Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Untuk keempat kalinya, Mata Air Jepara memprakarsai kegiatan University Expo (Uniex) tahun 2016. Kegiatan yang rencananya dihelat tiga hari ini dipusatkan di Gedung Wanita, Jalan HOS Cokroaminoto Jepara, Jawa tengah Sabtu-Senin (23-25/1) mendatang.

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Prakarsai Pameran Universitas

Sebagaimana informasi penyelenggara, lebih dari 25 perguruan tinggi (PT) terkemuka, baik negeri maupun swasta yang turut serta dalam pameran tersebut. Penanggung jawab kegiatan, Ri’ful Mazid Maulana menyebut Uniex bertujuan memberikan informasi mengenai seluk-beluk perguruan tinggi kepada siswa di Jepara.

“Kami merencanakan ada puluhan perguruan tinggi mulai dari swasta maupun negeri dipastikan hadir dalam acara ini. Tidak hanya inisiatif dari mahasiswa sendiri ada juga yang resmi didelegasikan kampus masing-masing,” katanya saat dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Jum’at (8/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu mengungkapkan respon masyarakat khususnya pelajar sangat bagus ditunjukkan dengan bertambahnya pengunjung dari tahun ke tahun.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dengan respon positif itu, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab, Disdikpora serta Kemenag. Kerjasamanya, lanjut Mazid, sekolah yang bernaung di dua dinas tersebut Disdikpora dan Kemenag dimohon untuk berpartisipasi menyemarakkan kegiatan tersebut.

Panitia, urai aktivis PKPT IPNU Unnes itu, menyemarakkannya juga dengan beberapa even; try out akbar SBMPTN, futsal, akustik, rebana, dan kompetisi karya ilmiah.

“Dengan kegiatan ini kami berharap minat siswa di Jepara dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi meningkat. Selain itu, juga menjadi sarana silaturrahim dan bertukar gagasan dari mahasiswa-mahasiswa berbagai perguruan tinggi,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 21 November 2017

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Depok, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati pada setiap 22 Oktober disambut dengan meriah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Depok menyemarakkan HSN  dengan beragam kegiatan yang melibatkan santri, pimpinan pesantren, kiai, tokoh masyarakat, dan masyarakat pada umumnya.

"Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan peluncuran di Masjid Kubah Emas, Sabtu 7 Oktober 2017 pukul 19.30 WIB. Acara diisi dengan pembacaan Qasidah Burdah yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Depok KH Junaidi HMS. Selanjutnya akan digelar pembukaan rangkaian peringatan Hari Santri yang melibatkan hampir seluruh pondok pesantren se-Kota Depok," ujar Ketua PCNU Kota Depok KH Raden Salamun Adiningrat di kantornya, Kali Mulya, Cilodong, Jumat (6/10).

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, PCNU Kota Depok Luncurkan Rangkaian Kegiatan

Ia berharap kepada seluruh warga NU agar  berbondong-bondong memadati Masjid Kubah Emas lengkap dengan segala atribut ke-NUan yang dimiliki. Acara ini akan dihadiri beberapa pengurus harian PBNU, dan pengurus harian, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Depok.

"Kepada seluruh santri, warga NU dan masyarakat Depok, kami harap kehadirannya untuk memeriahkan HSN," paparnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PCNU Kota Depok telah menyiapkan serangkaian kegiatan baik berbagai lomba untuk santri, zikir, semaan dan khataman Al-Quran, shalawat Nariyah, kirab, dan apel kebangsaan.

Saat ditanya apakah di acara pembukaan dan peluncuran nanti akan dihadiri pihak Pemkot Depok, ia menjawab belum ada informasi dari tim panitia terkait kepastian keterlibatan Pemkot Depok dalam peringatan hari santri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Intinya kami mengajak seluruh komponen masyarakat dan koordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan peringatan hari santri," tegasnya.

Pihaknya telah menyiapkan beragam kegiatan, yaitu lomba bagi santri yang bertempat di sejumlah titik pesantren, dzikir, khataman Al-Quran, Sholawat Nariyah, kirab dan apel kebangsaan.

Sebagaimana diketahui Peringatan Hari Santri ditetapkan Pemerintah Indonesia oleh Presiden Joko Widodo. Tidak hanya diperingati oleh santri di Kota Depok, tapi juga dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Tahun lalu Pemkot Depok tidak menyelenggarakan dan lebih memilih pada Gebyar Muharram yang diselingi acara dangdut. (Aan Humaidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kyai, Quote, Tokoh Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 12 November 2017

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Pasar Murah Ramadhan 1438 H selama tiga hari sejak tanggal 14 hingga 16 Juni. Kegiatan yang digelar di halaman parkir kantor Kemendes PDTT di Kalibata tersebut bertujuan untuk menekan harga pokok yang ada di pasaran.

“Jelang lebaran, harga biasanya melambung. Dengan kegiatan pasar murah ini, mudah-mudahan bisa meringankan beban karyawan dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, saat membuka Pasar Murah Ramadhan di Jakarta, Rabu (14/6).

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Pasar Murah Ramadan di Kantor Kemendes PDTT

Melambungnya harga bahan pokok, lanjut Menteri Eko, disebabkan lantaran tingginya permintaan dari pasar. Adanya pasar murah pun diharapkan sekaligus dapat menekan angka inflasi. Para produsen pun sekaligus dapat mempromosikan komoditasnya.

“Pasar murah bisa menekan harga bahan pokok yang ada di pasaran menjelang lebaran. Pasar murah juga membangkitkan kita untuk mencegah inflasi menjelang lebaran. Kami juga sedang merencanakan menggelar pasar murah di sejumlah desa,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Diikut 40 stan, gelaran pasar murah Ramadhan tersebut turut menggandeng BULOG, APRINDO, Komunitas UKM, Belfoods, dan Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDTT. Setiap stan menyajikan berbagai produk dan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Sejumlah kebutuhan bahan pokok tersebut diantaranya yakni beras premium 5 kg seharga Rp 59.000, beras medium plus 5 kg Rp 47.500, tepung terigu Rp 7.500/kg, beras merah Rp 52.000/kg, bawang putih Rp 38.000/kg, bawang merah Rp 25.500/kg, minyak goreng Rp 11.000/kg, dan gula pasir Rp 12.500/kg. Selain itu, pasar murah juga menyediakan daging kerbau dan daging sapi seharga Rp 80.000/ kg.

“Mudah-mudahan pasar murah ini bisa sukses dan bermanfaat. BULOG juga telah komitmen kalau kehabisan, bisa diisi lagi stoknya. Jadi, tidak usah khawatir dengan stok dari Bulog dalam penyelenggaraan pasar murah ini,” pungkasnya. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tokoh, Sholawat, Anti Hoax Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock