Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Di tengah tengah hiruk pikuk suara kendaraan sepanjang Jl. Ahmad. Yani-Wonokromo, Surabaya kader IPNU, menggelar latihan kader utama (Lakut) di Aula Gedung Pimpinan Cabang Muslimat Kota Surabaya.

Lakut diikuti 35 peserta perwakilan Pimpinan Anak Cabang serta berbagai Sekolah dan Perguruan Tinggi Kota Surabaya tersebut berlangsung lima hari empat malam ini, dari 28 Mei sampai 1 Juni, akhir pekan lalu.

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Lakut-nya IPNU Kota Pahlawan

Lakut bertema “Membumikan Nilai-nilai Karakteristik Islam Indonesia serta Membumikan Kesadaran Kritis Kaum Muda NU“ dibuka Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Saiful Halim. Berbagai materi diajarkan narasumber seperti ke-NU an, ke-ASWAJA an, ideologi global, study gender, networking dan lobbying, geopolitik dan ke-IPNU-an.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Turut hadir, sekaligus sebagai pemateri dalam acara ini, diantaranya KH. Abdurrahman Navis, KH. Salahuddin Azmy atau yang akrab disapa Gus Udin (cucu Kiyai Ridlwan Abdullah), Rekan Khaerul Anam (Ketua Umum PP IPNU), M. Mustafied (mantan Ketua PP IPNU dan Ketua PB PMII), Muhammad Dawud (Sekretaris Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana NU).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

M. Mundir, selaku ketua IPNU Kota Surabaya berharap Lakut ini menjadi bekal bagi para peserta untuk bisa memberikan pengaruh positif dilingkungannya masing-masing sebagai wujud pengabdian terhadap IPNU dan NU.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturrahim bagi para alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya. Para alumni banyak yang datang, seperti H. Farid Afif, Abdul Kholil dan lain-lain. Demikian kata Badruz, salah satu panitia.

Gus Udin mengatakan, IPNU harus benar-benar jadi kader yang militan, demikian juga dengan pengurus, harus  benar-benar ngopeni serta mengawal pengkaderan ini sampai tuntas.

Karena, kata dia, tidak sedikit pula kader IPNU ataupun IPPNU yang sekarang jadi mantan karena sudah beralih ke organisasi lain. “Mereka sangat licik dan memberikan iming-iming fasilitas ke kita,” kata Gus Udin saat memberikan materi ke-NU an.

Ia mengimbau, sudah saatnya para kader muda NU meneruskan perjuangan para sesepuh dalam memperjuangkan dan mengamankan organisasi yang berlambang bola dunia dengan diikat tali tampar yang melambangkan persatuan ini. (Alfian/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 05 Februari 2018

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai

Wonosobo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) kabupaten Wonosobo, bergerak untuk melakukan bersih-bersih sungai Serayu, desa Kejiwan, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11). Kerusakan lingkungan yang semakin parah mendorong 25 anggota CBP-KPP turun ke sungai.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan anggota agar lebih cinta terhadap keindahan alam. Anggota kita kenalkan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,” ungkap Komandan CBP Wonosobo Hakim Asnawi kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Senin (11/11).

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP dan KPP Wonosobo Bersih-Bersih Sungai

Bersih-bersih ini, lanjut Hakim, sekaligus untuk kampanye dan sosialisasi di masyarakat untuk menjaga dan saling melestarikan lingkungan. Karena ketika ? lingkungan dijaga, maka lingkungan itu pula akan bisa dimanfaatkan. Namun sebaliknya, ketika kita tidak peduli terhadap lingkungan maka lingkungan juga tidak bersahabat dengan kita.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kita sebagai kader muda untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan,” tegas Hakim.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Wonosobo Ahmad Haryanto mengapresiasi kegiatan bersih-bersih sungai. Kegiatan itu perlu dilanjutkan secara bertahap kepada tingkat kecintaan alam dan menjaga lingkungan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

”Saya sangat senang sekali melihat kader-kader IPNU IPPNU peduli terhadap lingkungan,” ujar Haryanto.

Kegiatan ini diharapkan mampu menarik warga untuk peduli lingkungan dan bisa selalu eksis dalam menjaga lingkungan hidup. (Fathul Jamil/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Meme Islam, PonPes, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 31 Januari 2018

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pelantun tembang-tembang shawalat dan religi Islami, Haddad Alwi menceritakan kesannya tentang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Gus Dur adalah seorang tokoh yang luar biasa. Orang yang tidak memahaminya bisa salah mengerti sampai mencaci maki. Tapi kalau yang memahami Gus Dur, bisa sangat mengagumi,” kata dia kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Sabtu (16/12) di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Haddad Alwi Bershawalat di Dekat Gus Dur

Haddad yang hari itu datang membawakan shalawat di acara Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, pun menceritakan pengalaman membawakan shalawat di dekat Gus Dur.

“Pertama saat Gus Dur masih sehat. Di satu acara di Kalibata, saya membawakan shalawat. Sambil duduk di kursi, Gus Dur menceritakan lirik-lirik yang saya bawakan,” sambung penyanyi yang kerap disapa ustad ini.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Haddad Alwi menyebutkan kala itu lirik yang dia bawakan adalah Shalawat Badar dan Al I’tiraf.

Pengalaman kedua, sambung Haddad Alwi, saat berlangsung sebuah acara besar di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Waktu itu Gus Dur sedang sakit. Saya masuk menemui Gus Dur di ruangannya. Saya bawakan shalawat yang sangat lembut, kisah tentang Rasulullah. Sambil berbaring, Gus Dur mendengarkan sampai habis (selesai),” cerita dia.

Gus Dur juga meminta Haddad Alwi membawakan shalawat tersebut saat tampil di atas panggung. (Kendi Setiawan)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Warta, Doa, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Blora, NUOnline. Warga NU Kelurahan Karangjati, Blora, Jawa Tengah, memperingati hari lahir NU yang ke-90 di halaman Masjid Alhuda Nglawiyan, Sabtu (30/1). Peringatan dirangkai dengan pelantikan sejumlah badan otonom (banom) NU yaitu Muslimat, IPNU, IPPNU dan Gerakan Pemuda Ansor. ?

Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Banom NU Karangjati Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Banom NU Karangjati Dilantik

Banom dilantik oleh masing-masing pengurus tingkat cabang. Mereka bersama-sama membaca ikrar pelantikan secara bergantian.

Rais Syuriyah NU Ranting Karangjati K Tasrifin Tanjung mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara pelantikan banom secara serentak. Hal ini dimaksudkan agar nantinya masing-masing banom bisa bekerja sama untuk saling bantu membantu dalam melaksanakan program di ranting. "Dengan kebersamaan, insya Allah program NU di Ranting Karangjati bisa berjalan baik," ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, NU Ranting Kelurahan Karangjati juga sudah mengggelar pelantikan pengurus Fatayat NU. Hal ini dilakukan, karena pihak Fatayat minta agar pelantikan dilaksanakan terlebih dahulu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Bahkan, saat ini Fatayat sudah mulai melaksanakan program-programnya. Seperti pengadaan seragam pengurus dan anggota, papanisasi dan pengajian rutin setiap selapan atau 36 hari sekali.

Dikatakan, acara pelantikan tersebut juga dirangkai dengan peringatan HUT NU yang ke-90. Karena itu, untuk memeriahkan acara tersebut pihaknya menampilkan Ikatan Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) Cabang Blora. Lantunan shalawat Albarzanji dikumandangkan oleh sekitar 70 anggota ISHARI.

"Setelah pelantikan, pihaknya akan terus mengawal agar program Banom bisa berjalan dengan baik," ungkap Kiai kelahiran Sulang, Kabupaten Rembang, dengan gayanya yang khas.

Acara dihadiri warga NU setempat, anggota Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, pengurus NU Ranting, MWC NU Blora, pengurus Cabang Blora dan Pengurus Wilayah IPPNU Jawa Tengah. Acara ditutup dengan makan nasi tumpeng dilanjutkan dengan nonton bareng film Sang Kiai. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Berita Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 27 Januari 2018

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

Serang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pengurus Cabang NU Kota Serang, Banten menggelar dialog kebangsaan di aula Pondok Pesantren Salafi Al-Fathaniyah Komplek Tembong Cipocok Jaya, Serang, Banten, pada Ahad pagi, (16/12).

?

Menurut pembawa acara dialog tersebut, Tubagus Qurtubi, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan Shalawat Badar oleh Ustad Jamalulail dari MWC NU Kasemen. Kemudian menyanyikan Indonesia Raya dengan dirigen Li Nasiha dari IPPNU Kota Serang.

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Serang Gelar Dialog Kebangsaan

?

Kemudian sambutan Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Sarkowi. Ia berkata, melalui acara ini diharapkan semua warga Nahdliyin dan masyarakat umum bisa menyerap manfaat dari kegiatan NU Kota Serang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Dialog dimoderatori Rangga Galura menghadirkan narasumber dari PBNU yaitu Wakil Ketua Umum, H As’ad Said Ali. Narasumber lain yaitu Pembina Majelis Pesentren Salafy Banten KH Obing Surohman, dan Rais Syuriyah NU Kota Serang KH Ariman Anwar.

Dialog tersebut dihadiri banom, lajnah dan lembaga NU Serang, di antaranya JQH, RMI, IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor. Juga para alim ulama dan pengasuh pesantren NU se-Kota Serang.? ? Selain itu, menurut Tubagus Qurtubi, hadir pula waga NU dari Kasemen 50 orang, Taktakan 40 orang, Curug 30 oran, Walantaka 20 orang, Cipocokjaya 30 orang, dan Serang 15 orang.?

Redaktur: Mukafi Niam

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kajian Sunnah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 25 Januari 2018

Geliat Islam Periode Wali Songo

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peran Wali Songo di Indonesia (baca: Nusantara) dalam mendakwahkan Islam menjadi objek riset yang menarik. Jika dilacak, Sunan Ampel sekeluarga datang ke Nusantara pada 1440-an atau tujuh tahun setelah akhir kedatangan Laksamana Muhammad Cheng Ho pada 1433. Praktis, diasumsikan Sunan Ampel sejak awal sudah berdakwah.

“Tapi belum terlalu kuat dan luas dakwahnya. Saya menghitung kira-kira dakwah Islam terorganisasi yang disebut Wali Songo terbentuk sekitar tahun 1470-an, yaitu 30 tahun setelah kedatangan Sunan Ampel di Jawa. Saat itu putra-putranya, antara lain, Sunan Bonang dan para santrinya dewasa,” tutur KH Agus Sunyoto di hadapan para dosen Pascasarjana STAINU Jakarta, Selasa.

Sejarawan NU ini didaulat mempresentasikan risetnya pada rapat kurikulum Islam Nusantara yang menghadirkan para dosen dan pemangku kebijakan Pascasarjana STAINU Jakarta. Rapat yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tersebut digelar di ruang media center lantai 5 gedung PBNU.

Geliat Islam Periode Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Islam Periode Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Islam Periode Wali Songo

“Kalau kita mulai tahun 1470 dimulai dakwah sistematis Wali Songo, maka kita akan melihat hasil dari dakwah itu. Tahun 1513, atau 40-50 tahun setelah dakwah Wali Songo, seorang berkebangsaan Portugis datang ke Jawa. Dia mencatat seluruh Pantai Utara Jawa dikuasai para adipati beragama Islam. Bahkan, di Demak saat itu merupakan pusat Islam,” ungkap Agus Sunyoto.

Rupanya, lanjut Agus, tahun 1513 Raden Patah sudah meninggal. Karena para peneliti itu menyebut di situ rajanya Raja Patiunus, anaknya Raden Patah. Lalu, pada 1522 seorang berkebangsaan Italia, Antonio Gutapeta, datang juga ke Jawa. Dia mencatat bahwa seluruh Jawa muslim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Artinya, kalau kita melihat, dakwah Wali Songo dari tahun 1470 sampai 1513 (40 tahunan), bagaimana bisa mengislamkan seluruh tahah Jawa. Itu yang sampai sekarang jadi misteri bagi para sejarawan, termasuk satu peneliti yang menyatakan bahwa dakwah Islam di Jawa itu paling tidak jelas. Kenapa? Karena nggak masuk akal,” ujar Agus Sunyoto disambut senyum simpul para dosen.

Dalam tempo begitu singkat, tambah Agus, Wali Songo mampu mengubah masyarakat dari tidak Islam menjadi pemeluk Islam. Gerakan dakwah apakah yang dilakukan. “Kita kesampingkan aja bagaimana pola dan sistem dakwahnya. Yang jelas, kita menemukan satu fakta bahwa gerakan para wali dalam proses islamisasi ternyata melahirkan satu produk pengetahuan baru. Ini merupakan kelanjutan dari Majapahit,” tuturnya.

Wakil Ketua Lesbumi ini menilai, sebelum dakwah para wali secara terorganisasi Islam tidak bisa dianut masyarakat pribumi karena sejak awal orang-orang di Nusantara tergolong masyarakat yang sudah tinggi ilmu pengetahuan dan teknologinya.

“Kita ambil contoh aja, abad pertama masehi, orang Nusantara sudah mengenal kalender. Kalender Jawa itu sekarang usianya 1948 M. Sementara, kalender hijriyah baru 1436 H. Ada selisih 500 tahun. Memang, teknologinya sudah maju,” cetusnya.

Ketika terjadi islamisasi, lanjut Agus, justru pada saat pengetahuan yang dikembangkan kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit jatuh akibat perang berkepanjangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Di situlah generasi Islam era Wali Songo membangun peradaban termasuk ilmu-ilmu pengetahuan baru,” tegasnya.

Manunggaling Kawulo-Gusti. Lebih lanjut Agus Sunyoto memberi contoh misalnya dalam Sosiologi. Masyarakat Majapahit saat itu hanya mengenal dua jenis komunitas yang ada di wilayah. Pertama, golongan Gusti, yaitu masyarakat yang tinggal di keraton. Mayoritas beragama Hindu. Sementara di Sriwijaya beragama Budha.

Kedua, masyarakat di luar keraton yang disebut kawulo, artinya budak. Mayoritas dari mereka beragama Kapitayan, bukan Hindu bukan pula Budha. Kapitayan itu agama Nusantara yang oleh orang Belanda disebut sebagai agama Animisme-Dinamisme.

“Jadi, mereka tidak mengenal dewa-dewi. Sebaliknya, mereka hanya mengenal persembahan ke punden-punden dan pemujaan kepada leluhur. Mereka menjadikan cungkup sebagai tempat ziarah. Ini bedanya dengan Hindu dan Budha. Nah, ziarah itu akar asli Nusantara,” papar Agus.

Pada era Wali Songo, kata Agus, muncul fenomena baru terutama ajaran Syekh Siti Jenar, yakni Manunggaling Kawulo-Gusti. Antara golongan gusti dan kawulo sebenarnya satu. Melalui dukuh-dukuh yang masuk kawasan Lemah Abang dibentuk sebuah komunitas baru bukan lagi bernama kawulo, tapi masyarakat.

“Istilah ini diambil dari kata musyarakah yang berarti orang sederajat yang bekerja sama. Konsep ini ndak ada di Timur Tengah. Ini ndak ada kesukuan, tapi orang kerja sama. Nggak peduli suku apapun, agama apapun, yang penting dia bukan kawulo. Nah, di komunitas ini lalu diperkenalkan istilah baru seperti ‘hak’ dan ‘milik’. Pelan-pelan, bahasa Arab itu pun masuk,” urainya.

Padahal, lanjutnya, kawulo atau budak itu tidak memiliki hak dan milik. Rumah, anak dan istri milik kaum gusti. “Jadi, kalau ada gusti berburu lewat kampung lalu ada wanita cantik, diambil aja. Nggak peduli itu anak atau istri orang. Tapi kalau di Lemah Abang mereka pasti melawan,” ungkapnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. KH Ali Mustafa Ya’qub merupakan intelektual muslim di bidang hadits. Sebagai pakar hadits tidak mengherankan bila ia selalu merujukkan pendapatnya dari kisi-kisi kehidupan, perilaku dan tindakan Rasulullah Saw. Sehingga banyak pihak yang menilai jika pemikiran beliau cenderung pakem dan kaku dalam berislam.

Kiai Ali Mustafa Ya’qub adalah alumni pascasarjana King Saud Riyadh Saudi Arabia. Beliau termasuk salah seorang murid ulama terkenal yang juga pakar di bidang hadits asal Saudi, Prof Dr Syeikh MM Azami.

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Mustafa Yaqub dan Kenangannya Baca Kitab di Hadapan Gus Dur

Meskipun keilmuannya sudah tidak diragukan, dan usianya yang relatif tidak muda namun ia tetap merasa haus untuk menambah pundi-pundi pengetahuan, khususnya dalam khazanah keislaman. 

Pada bulan Ramadhan tahun 2005, KH Mustafa Ya’qub ikut pengajian kitab bersama para santri Pesantren Ciganjur di Masjid Al Munawwaroh, Ciganjur Jakarta Selatan. Saat itu kitab yang dibaca di hadapan KH Abdurramah Wahid (Gus Dur) adalah Bughyah Al-Mustarsidin karya Al-Habib Abdur Rahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur, ulama yang diberi julukan sebagai `Allaamah Hadhramaut, Faqih Hadhramaut, Rais Hadhramaut, Abu Tarim dan beragam gelar kemuliaan dan penghormatan.

Dalam video yang diunggah Mustiko Dwipoyono di youtube dengan judul (lihat: Ngaji Gus Dur, KH Ali Musthafa Yaqub baca Kitab) tampak Beliau duduk di samping Gus Dur. Membaca setiap kalimat dan melengkapinya dengan makna yang terkandung di dalamnya. Usai baca beliau dengan khusuk dan seksama mendengarkan setiap penjelasan dari Gus Dur. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Gus Dur itu adalah guru kami. Kami menjadi murid beliau sejak tahun 1971. Kami belajar Bahasa Arab dan mengaji kitab Qatr al-Nada dari beliau," kata Kiai Mustafa Yaqub saat memberi kesan terhadap Gus Dur.

"Itulah hubungan kami dengan Gus Dur yang beliau sebut sebagai adik dalam pemikiran, yaitu pemikiran ilmu hadits, bukan pemikiran yang lain,” lanjutnya. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

KH Ali Mustafa Yaqub, sosok ahli hadits telah kembali ke Haribaan Ilahi pada Kamis (28/4) pagi. Semoga segala amal dan sumbangsih pemikirannya untuk peradaban Islam mendapat balasan dari Allah Swt. (Zunus)     

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 23 Januari 2018

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para pecinta Gus Dur ramai-ramai menggelar haul tokoh yang sangat dikaguminya ini. Tak hanya di Jakarta, peringatan haul ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digelar di daerah bahkan di luar negeri. 

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Kemarin, Senin (30/12), ratusan pecinta Gus Dur di Karawang, Jawa Barat, menggelar peringatan serupa di gedung Charles Bussines Center, Karawang. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 tersebut dihadiri beberapa tokoh lintas agama seperti Kristen, Konghucu, dan Islam Abangan. Hadir juga perwakilan pesantren, ormas, dan OKP NU setempat. Diawali  tahlil dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh lintas agama. Mereka menyampaikan tesmimoni masing-masing tentang jasa-jasa dan perjuangan Gus Dur, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas seperti mereka. 

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” terbitan ReneBook bekerjasama dengan Internet Marketer Nahdlatul Ulama kepada para panelis diskusi. Juga dibagikan doorprise buku tersebut untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. 

PCINU Turki juga memperingati haul Gus Dur sekaligus seb-i arus Maulana Jalaludin Rumi, yaitu malam dimana Rumi didaulat menjadi pengantin dengan sang kekasih sejatinya Allah anggal 17 Desember 1273 Maulana Jalaludin Rumi meninggal dunia. Dia meminta untuk tidak menangisi kematiannya setelah dia meninggal nanti. Karena Rumi berpikir mati adalah malam pengantin, malam yang penuh kebahagiaan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam acara yang digelar Ahad (29/12) tersebut dilakukan kajian yang menghadirkan 2 narasumber, Ahmad Faiz Irsyad (rais syuriyah PCINU Turki) dan yang kedua Syafiq Hasyim (rais syuriyah PCINU Jerman).

Dalam kajian ini narasumber menyampaikan berbagai hal tentang kearifan dua tokoh, Rumi dan Gusdur. Dalam semua aspeknya baik humanitas, cinta, toleransi, kosmopolitan. 

Kajian yang disiarkan langsung oleh radio PCINU Turki ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari pendengar di Indonesia, Turki dan Jerman.

Sementara itu di Malang haul Gus Dur dilaksanakan tidak hanya oleh warga Nahdliyin saja, tapi juga dari berbagai agama, yang diselenggarakan pada Senin (30/12) Hall Kelenteng Eng An Kiong.

Acara dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang bekerja sama dengan berbagai organisasi yang bergiat di bidang perdamaian seperti Majlis Ahlut Thariqah Al-Mutabarah Annahdliyah (Matan), Committe for Interfaith Tolerance Indonesia (Cinta Indonesia), Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), dan Gusdurian Muda Kota Malang.

Acara diawali dengan doa, sambutan panitia, apresiasi seni lintas agama, sambutan perwakilan Walikota Malang, barongsai, karawitan, dan teatrikal musik. Tak lama setelah itu, acara utama dilanjutkan yaitu Testimoni tentang Gus Dur dan Perdamaian dari berbagai pemuka agama yang disampaikan oleh Bunsu Anton Priyono dari agama Kong Hu Cu, pemuka agama Hindu, Ida Bagus Bajre, Romo Yudho Asmoro dari Penghayat Kepercayaan, Romo Eko Putranto (Katolik), Pdt. Yohannes Hariono (Kristen), H. M. Syafiq (Islam), Haryono (Buddha), dan Romo Yudho Asmoro (Penghayat Kepercayaan). 

Putri keempat Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, memungkasi acara dengan menyampaikan beberapa semangat perjuangan Gus Dur agar bisa dilanjutkan oleh pemuda dan mahasiswa yang berteguh pikiran dan tindakan untuk menguatkan NKRI.

Ribuan warga Nahdliyin Kota Solo juga memperingati Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-4 di kompleks halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo, Sabtu (28/12) malam. Acara ini bersamaan dengan diadakannya kegiatan pengajian Rijalul Ansor.

“Acara pengajian Rijalul Ansor, biasanya kita adakan pada pekan ke 3. Kali ini kita barengkan dengan peringatan Haul Gus Dur,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar. (aji najmuddin/diana manzila/agus/hari pebrian/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Bahtsul Masail Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 17 Januari 2018

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Bandung, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Gerhana bulan total pada Rabu (8/10) mulai pukul 17.25 dan berakhir pada 20.33. Di Masjid Iqomah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung digelar shalat Khusufil Qomar sesudah melaksanakan Shalat Maghrib.

Menurut DKM Masjid Iqomah, gerhana bulan ialah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Karena itu kejadian luar biasa, umat Islam perlu bermuhasabah terhadap diri. "Gerhana bulan adalah semacam keagungan Allah. Untuk mengagungkan kekuasaan Allah, memperbanyak zikir," ujar dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini.

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gerhana Bermuhasabah dan Bersedekahlah

Dia mengatakan bahwa memperbanyak istighfar di saat gerhana bulan adalah sebagai permohonan ampun kepada Allah sehingga pada saat itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti bencana alam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Istighfar gunanya adalah doa mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, tidak pula terjadi hal bencana yang luar biasa. Memohon ampun pada Allah agar tidak terjadi apa-apa," jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rais Syuriyah Majellis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamata Panyileukan ini juga menjelaskan pentingnya bersedekah saat gerhana untuk membersihkan diri. Logikanya ketika memohon ampun kepada Allah, pasti penyelesaiannya dengan aspek sosial. "Ketika kita berbuat kesalahan pada saat menunaikan haji, maka diselesaikan dengan aspek sosial, seperti melakukan dam," jelasnya.

Tetapi berbeda, lanjutnya, ketika kita mempunyai kesalahan kepada manusia, tidak mungkin meminta maaf langsung kepada Allah sebab perlu meminta maaf terlebih dahulu kepada orang tersebut. "Kalau kesalahan kepada manusia harus diselesaikan kepada manusia. Kalau kesalahan kepada Allah diselesaikan dengan bersedekah," pungkasnya. (Bakti Habibie Yasin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” sampai saat ini telah ditonton sekitar 25 ribu orang. Menurut sutradara film tersebut, Yuda Kurniawan, jumlah sebanyak itu setelah diputar 42 kali di tempat berbeda mulai pesantren dan kampus.

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

“Ini merupakan pemutaran yang ke-42 sejak diputar perdana tanggal 10 Agustus 2016 menjelang Hari Santri. Hingga kini telah ditonton sekitar 25 ribu orang,” katanya selepas pemutaran film itu di peringatan Hari Lahir (harlah) NU ke-91 di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/1). Film tersebut memungkasi pemutaran dua film pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter dalam rangka Hari Santri tahun lalu.?

Menurut Yuda, film berdurasi 37 menit itu telah diputar di 15 kampus dan 26 pesantren di seluruh pulau Jawa. Ke depan, ia ingin memutar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Bagi komunitas, pesantren atau kampus di daerah tersebut yang ingin memutarnya, bisa menghubungi email yudakurniawan@yahoo.com.?

Film ini, sambungnya, belum dapat dipublish di media sosial seperti YouTube karena lebih mengutamakan pemutaran dan diskusi.?

Di antara apresiasi dikemukakan Rektor IAI Ibrahimy KH Cholilur Rahman. Menurut dia, film itu bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. “Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran Alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya,” ungkapnya selepas menontonnya di auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10/2016).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Film tersebut, lanjutnya, dibikin selama setahun dengan menyambangi sekitar 15 pesantren di pulau Jawa. Beberapa tokoh yang ada dalam film tersebut adalah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU KH Abdul Gaffar Rozin, pengasuh Pesantren Kaliopak KH Jadul Maula, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, dan pengasuh Pesantren Kauman Lassem KH Zaim Ahmad Syakir. (Abdullah Alawi)

Official trailer itu diunggah di YouTube dengan penjelasan berikut:

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah “Pondok Pesantren” nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud. Pondok Pesantren menjadikan adagium “Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik”, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Syariah, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 15 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi Internet Marketer Nahdlatul Ulama dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Fragmen, Habib Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menjelang bulan suci Ramadhan, keluarga besar Nahdlatul Ulama Desa Cigendel? Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat melaksanakan ziarah ke kompleks pemakaman para kasepuhan pendiri kerajaan Sumedang Larang.

Pemakaman yang diziarahi antara lain makam Nangtung Eyang Jaga Baya, Eyang Mira Maya, Eyang Singa Kerta, makam Pasarean Pangeran Santri, Pangeran Kornel, makam Dayeuh Luhur Eyang Jaya Perkasa, dan Kanjeng Prabu Geusan Ulun.

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meziarahi Makam Kasepuhan Raja Sumedang Jelang Ramadhan

Kegiatan ziarah yang berlangsung Sabtu (28/5) ini dipimpin oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pamulihan Kiai Didin. Menurutya, kegiatan ziarah seperti ini merupakan tradisi NU yang harus dilestarikan. Apalagi ziarahnya dilakukan menjelang bulan Ramadhan, itu sangat dianjurkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Peserta ziarah sengaja memilih makam-makam raja Sumedang untuk mengenal lebih jauh silsilah dan sejarah Sumedang. “Melalui ziarah dan napak tilas ke raja-raja Sumedang seperti ini diharapkan rasa menghormati sejarah dan kecintaan mereka terhadap tanah kelahirannya semakin tinggi,” lanjut Kiai Didin.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Adapun Ketua Pengurus Ranting NU Desa Cigendel Ocin Abdul Rouf mengatakan, maksud tujuan kegiatan ziarah maqbaroh ini yaitu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, di samping demi menjaga tradisi-tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala NU.

“Kegiatan ini baru pertama kali di laksanakan oleh Pengurus Ranting NU Desa Cigendel, mudah-mudahan kegiatan ziarah maqbaroh seperti ini bisa terus terlaksana dan menjadi agenda bulanan bagi kita selaku KBNU Desa Cigendel," ujarnya.

Kegiatan ziarah maqbaroh ini diikuti oleh seluruh warga KBNU Desa Cigendel dan diikuti juga oleh Syuriah MWC NU Kecamatan Pamulihan, pengurus PAC GP Ansor Pamulihan, Pengurus PRNU Cigendel, dan Muslimat NU Cigendel. (Dudi Abdurohman/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Madiun, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa dan seni al-Banjari Ahbabul Musthofa mengiringi prosesi pelantikan dan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (22/1).

Pentas seni pencak silat menampilkan duel tunggal dan beregu. Jatuh bangun dan adu jurus menambah riuh acara. Suasana kian meriah dengan penampilan para penabuh seni al-Banjari yang dimainkan oleh para remaja dari Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pilangkenceng.

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Kiai Shodiqul Amin selaku ketua terlantik mengajak kepada jajaranya untuk istiqamah dan bersabar dalam berjuang di NU. Sementara terkait program, Kiai Shodiq akan tetap melanjutkan program kepengurusan yang lama, dan merumuskan program-program baru yang lebih baik. “Ke depan, MWC Pilangkenceng akan tetap komitmen dengan perjuangan yang digariskan, serta menyesuaikan dengan situasi yang dianggap perlu,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU KH Ahmad Mizan Basyari yang hadir waktu itu mengingatkan kepada seluruh pengurus agar tetap ikhlas dan tegas dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sekarang ini banyak sekali fitnah kepada NU, percayalah bahwa NU berada di jalan yang benar sesuai tuntunan Nabi, sahabat, tabiin dan ulama Aswaja,” kata Gus Mizan, panggilan akrab pPengasuh Pondok Pesantren Kembangsawit ini.

Pada kesempatan selanjutnya, Rais Syuriyah PCNU KH Mustaqim Basyari juga menekankan akan keberkahan atas berjuang mengurus NU dengan Ikhlas. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono, kepala desa setempat, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pimpinan lembaga dan banom NU. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Sejarah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 11 Januari 2018

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nahdlatul, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember

Jember, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Aris Dermawan dan Shelly Nur Wahyuni dipastikan memimpin IPNU-IPPNU Cabang Jember untuk dua tahun ke depan. Hal ini setelah keduanya terpilih sebagai ketua dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU ke-XIX dan IPPNU ke-XVIII yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Ahad malam (25/12).

Dalam Konfercab tersebut, Aris terpilih secara aklamasi. Sedangkan Shelly menjadi ketua melalui voting. Mahasiswi smester 3 jurusan pendidikan sejarah FKIP Universitas Jember itu meraup 29 suara. Elis Permata mendapat 5 suara, dan 1 suara tidak sah. Total suara yang diperebutkan adalah 35.

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Aris dan Shelly Pimpin Pelajar NU Jember

Aris menyatakan bahwa posisinya tersebut merupakan amanah yang diharus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, apalagi dirinya terpilih secara aklamasi. Salah satu yang menjadi obsesinya kedepan adalah rekrutmen anggota baru sebanyak-banyaknya. Sebab, dengan semakin banyaknya anggota baru, berarti semakin banyak pula kade-kader militan Aswaja.

“Sebagai kader NU, anak-anak IPNU? tentu harus mengawal dan mengembangkan tradisi NU yang sudah baku tanpa mengesampingkan perkembangan zaman. Anak-anak IPNU akan menjadi? corong Aswaja di masyarakat,” tukas mahasiswa semester 7 Fakultas Dakwah IAIN Jember tersebut? kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama usai Konfercab.

Hal yang sama juga diungkapkan Shelly. Menurutnya, rekrutmen anggota baru akan dititikberatkan di sekolah-sekoah umum. Ini sekaligus untuk mengantisipasi gerakan Islam garis keras yang sudah mulai membidik pelajar dan mahasiswa sebagai anggota.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Perlu kita proaktif untuk mengajak mereka bergabung dengan kita sebelum mereka diajak bergabung oleh gerakan Islam radikal. Kita punya banyak program ekstra kurikuler untuk mereka,” ucapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selain diisi dengan agenda pemilihan ketua, Konfercab tersebut juga diisi dengan evaluasi, rancangan program untuk dua tahun kedepan, seminar dan sebagainya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 25 Desember 2017

Duta Masjarakat

Duta Masjarakat adalah koran milik Partai Nahdlatul Ulama. Koran ini digagas oleh KH A. Wahid Hasjim, setelah NU keluar dari Masjumi dan menjadi partai politik sendiri.?

Seperti koran pada zamannya, Duta Masjarakat diterbitkan untuk kepentingan menyebarkan gagasan-gagasan dan aspirasi partai menjelang Pemilu 1955. Nama Duta Masyarakat (DM) menjadi satu-satunya yang telah dipilih dalam rapat PBNU waktu itu.?

Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Duta Masjarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Duta Masjarakat

DM awalnya bermodalkan sebuah percetakan tua milik PBNU di Jalan Sasak 23 Surabaya dan gedungnya yang terletak di Senayan Jakarta. Karena percetakan ini tidak memadai, dibelilah percetakan baru dengan cara kredit. Percetakan di Senayan ini berada di bawah Yayasan Mu’awanah, nama yang digunakan Wahid Hasjim untuk mengenang jasa-jasa KH Mahfudz Siddiq, ketua PBNU yang pada akhir hidupnya dikenal sebagai perintis gerakan Mu’awanah (tolong menolong). Dengan modal Yayasan Mu’awanah, A.A. Achsien, Zainul Arifin, dan Jamaluddin Malik mendirikan PT Timbul yang menerbitkan harian DM bekerjasama dengan N.V. Pertjetakan.?

DM diluncurkan pertama kali tanggal 2 Januari 1954. Adapun tujuan diterbitkannya harian ini menurut surat edaran yang ditujukan kepada Pengurus Cabang NU se-Indonesia adalah:?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“...sebagai terompet dan alat penghubung diantara kita sehingga kita dapat gambaran yang terang terhadap berbagai persoalan yang timbul dalam berbagai lapangan dan dapat dipegang pula sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi persoalan seperti saat ini...”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

DM berkantor di Menteng Raya, Jakarta, Tromol Pos 166. Berhaluan Islam dan mengantongi izin terbit tanggal 31 Oktober 1958 No. 81/109/PPDSIDR/958 beserta SIPK 1602/A/1575. Asa Bafagih duduk sebagai Pemimpin Redaksi dibantu A. Zakaria, dan A. Hasan Sutardjo, M. Djunaidi, Dachlan Rasjidi, dan Husin Bafagih sebagai Staf Redaksi.?

Asa Bafagih adalah jurnalis berpangalaman, yang bersama rekannya Adam Malik dan Suadi Tasrif berperan menyiarkan kemerdekaan Indonesia tahun 1945 ke seluruh negeri melalui kantor berita Domei milik Jepang, tempat mereka bekerja sebelumnya. Asa yang banyak berkelana ke luar negeri ini adalah sosok di balik Induk Karangan, tajuk DM yang berfungsi sebagai penyampai pokok pikiran dan sikap harian terhadap segala peristiwa yang terjadi dan dimuat dalam beritanya.

Belakangan susunan dewan redaksi ini berubah menjadi Haji Achmad Sjalela, Chamid Widjaya, dan S.W. Subroto, Sementara penanggung jawabnya Aminuddin Aziz. Saifuddin Zuhri mengetuai dewan redaksi yang beranggotakan Mahbub Djunaidi dan Aminiddun Aziz.?

Saifuddin Zuhri, yang kemudian menjadi menteri agama, adalah organisatoris yang ulung dan kiai yang penulis. Di tangannya DM menjadi lebih profesional dan benar-benar menjadi lidah partai.?

Penerusnya, Mahbub Djunaidi adalah kolomnis dan sastrawan yang cemerlang. Di bawah kepemimpinannya, DM menjadi koran yang elegan dan berwibawa. Ia, sebagaimana NU, adalah pendukung tulus Soekarno, tetapi pada saat yang sama tidak kehilangan kritisisme terhadap kepemimpinan ‘demokrasi terpimpin’ yang dijalankan pemimpin besar tersebut. Prinsip keseimbangan dalam berpolitik yang dijalankan NU dan juga menjadi semboyan DM, dijalankan dengan lincah dan hebat. ?

DM memiliki semboyan “Menggalang Kerjasama Islam-Nasional.” Semboyan ini mewakili keinginan partai untuk menghapuskan atau setidaknya menengahi kontestasi politik yang keras antara, baik aliran kiri maupun aliran kanan, golongan sipil maupun militer. Semboyan DM tersebut tidak terlepas dari kecenderungan politik nasional yang sangat sektarian saat itu.?

Di samping berisi berita untuk dan tentang partai, DM juga mencoba untuk mengetengahkan berita yang murni informasi kepada pembacanya. Hal ini mengingat pembacanya yang terdiri dari berbagai kalangan, di samping anggota partai sendiri. ? Mereka adalah pemimpin-pemimpin partai, para menteri, perwakilan negara asing, perwakilan partai di luar negeri, pihak tentara, polisi, jawatan-jawatan, dan lain-lain dalam masyarakat.

Perbandingan jumlah pelanggan DM antara yang berada di dalam dan luar kota adalah sebesar 59% dan 41%. Angka ini relatif berimbang jika dibandingkan dengan prosentase penyebaran surat kabar yang lain. Posisi ini hanya bisa dicapai oleh surat kabar berhaluan sosialis seperti Pedoman, Keng Po dan liberal seperti Merdeka, Times of Indonesia, Indonesian Observer serta Bintang Timur yang juga mempunyai massa pembaca yang berimbang dengan prosentase yang tidak terpaut jauh. Abadi yang merupakan surat kabar berhaluan agama dengan tiras terbesar, justru lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat luar kota.

Dalam pembiayaannya, di samping subsidi harga kertas koran dari pemerintah, DM juga mendapat sokongan dari partai hingga kurang lebih 50%. Selain itu, DM berupaya mendapatkan pemasukan dari iklan. Salah satu pemasok iklan terbesar adalah Presdir DM sendiri yaitu Jamaluddin Malik, salah seorang dari sedikit konglomerat Indonesia pada masa itu. Usahanya meliputi impor dan distribusi perfilman yang mempunyai cabang di Surabaya, Balikpapan, dan Samarinda dan merupakan pemasok suku cadang elektronik seperti motor, generator diesel, alat-alat pertanian, serta mengekspor hasil bumi seperti kopi, teh, karet, dan lain sebagainya. Di samping itu, dia juga mempunyai kontak dagang dengan luar negeri seperti Inggris, Jepang, dan Filipina. Selain itu, ada pula perusahaan keturunan Tionghoa yang memasang iklan pada edisi awal DM seperti Oey Gwan Tjiang Trading Company Limited.

Otoritas PBNU terhadap DM memang dominan, karena media ini merupakan suara partai. Tak heran jika segala tindakan yang diambil DM senantiasa berkaitan dengan kebijakan partai. DM juga mempunyai legalitas untuk mencari pola distribusi melalui kekuatan partai seperti dengan surat-surat instruksi.

Keterkaitan yang kental ini juga bisa dilihat dari jabatan redaksional yang memenuhi struktur pengelola DM. Orang-orang seperti Saifuddin Zuhri, A.A. Achsien, A. Syaichu merupakan orang-orang yang aktif di partai NU sekaligus menjabat sebagai Dewan Redaksi DM. Kalaupun tidak secara langsung terlibat dalam struktur, paling tidak orang tersebut dikenal dekat dengan sumber-sumber paling berkompeten di lingkungan NU.?

Dalam situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu era itu, adalah biasa surat kabar menghentikan penerbitannya, untuk kemudian terbit lagi setelah segala sesuatunya dianggap memungkinkan. DM pada masa-masa sesudah pemilu senantiasa melalui fase-fase pasang surut.

Kesulitan yang dialami DM, menurut PBNU, di samping faktor ekstern juga berpangkal dari faktor intern. Harian yang banyak dibaca kalangan luar NU, termasuk politisi negeri ini ternyata kurang mendapat perhatian dari warganya sendiri. PBNU telah beberapa kali mengeluarkan instruksi, namun pelanggan dari kalangan partai NU sendiri masih belum bisa mencapai 50% dari jumlah total pelanggan secara keseluruhan. Alasan yang sering dikemukakan antara lain DM kurang pedas, terlalu dingin, dan sebagainya.

Menjawab kritik warga ini, PBNU memberi alasan bahwa tulisan DM yang kurang pedas itu memang sejalan dengan garis kebijaksanaan NU yang senantiasa menggunakan politik “billatie hiya achsan”, dengan tetap teguh memegang prinsip akhlaqul karimah. DM sengaja tidak menggunakan cara-cara yang main hantam untuk menarik simpati dari kalangan luar NU. Dengan simbolik, PBNU melalui surat yang ditandatangani KH Idham Khalid sebagai ketua umum dan H. Saifuddin Zuhri sebagai sekjen mengatakan:

...Ingatlah bahwa tujuan membidik dengan peluru, ialah agar supaya mengenai sasarannya dengan tepat, sekalipun letusan peluru tidak berbunyi sama sekali! Kami bukanlah orang yang memuaskan hatinya sendiri karena letusan peluru itu sangat nyaring sekedar nyaring, tetapi tidak mengenai sasarannya, apalagi yang meledak sebelum dibidikkan dan berakibat mengenai diri kita sendiri...!

Untuk masalah keterlambatan edisi seperti dikeluhkan warga, PBNU mengembalikan persoalan pada esensi sebuah koran partai. Koran partai sebagai konsumsi warga, tidak harus dicari semata-mata dari sisi aktualnya, tapi yang paling utama adalah mengerti sikap dan perasaan yang hidup di kalangan partai, seperti tersirat pada pemberitaan dan uraian tajuk-tajuknya.

Di akhir pemerintahan Orde Lama, DM masih bisa eksis di saat media massa lain banyak tumbang karena pembredelan. Pada masa transisi antara Orde Lama dan Orde Baru, DM juga banyak dimanfaatkan oleh para budayawan Manikebu ketika berkonfrontasi dengan kalangan PKI dan Lekra. Meskipun pada akhirnya DM bisa meraih posisi prestisius sebagai satu dari sedikit media partai peninggalan Orde Lama yang masih hidup, harian ini tak bisa meloloskan diri dari restriksi negara. Setelah memberitakan hasil pemungutan suara pada Pemilu 1971 dari hasil investigasi di TPS-TPS (Tempat Pemungutan Suara), DM harus mulai mewaspadai hidupnya. Angka yang diperoleh di TPS dan sumber resmi yang dikeluarkan pemerintah dimuat dalam DM.?

Tentu saja ini menimbulkan situasi yang kontroversial, karena angka hasil investigasi dan sumber resmi pemerintah tidak sama. Menurut Anshari Sjams, Pemimpin Redaksi terakhir DM menggantikan Mahbub Junaidi, kolomnis yang juga anggota DPR, pangkal persoalan inilah yang akhirnya membuat DM dibredel. Edisi terakhir DM yang berhasil ditemukan di perpustakaan Nasional bertanggal 30 Oktober 1971. (HAIRUS SALIM HS)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Cerita, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 22 Desember 2017

Peduli Lingkungan, Santri dan TNI Tanam Pohon

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sebagai bentuk kepedulian untuk melestarikan lingkungan Pesantren Az Zahra, Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, kabupaten Jepara bekerja sama dengan Koramil 09 Mlonggo Jepara melakukan aksi penanaman pohon di kompleks pesantren, Jumat (19/12) pagi.

Penanaman diikuti ratusan santri SMK Az Zahra dan delapan anggota Koramil 09 Mlonggo. Mereka adalah Serka Musa Abdullah (Babinsa Mororejo), Serma Arif Cahyono (Babinsa Slagi), Serda Trihartono(Babinsa Tanjung), Serda Tauhid (Babinsa Lebak), Serda Bambang (Babinsa Sekuro), Kopka Khoirul Anam (Babinsa Bulungan), Pilda Mas’ad (Babinsa Srobyong) dan Serda Tas’an (Babinsa Sinanggul).

Peduli Lingkungan, Santri dan TNI Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, Santri dan TNI Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, Santri dan TNI Tanam Pohon

Mereka menanam ratusan Pohon Sengon, Ketapang dan Trembesi. Kepala SMK Az Zahra Mlonggo, Hasan Khaeroni memaparkan kegiatan merupakan bentuk kepedulian Pesantren Az Zahra peduli terhadap lingkungan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kepedulian terhadap lingkungan merupakan manifestasi hablun minal alam, peduli terhadap alam,” terang Khaeroni.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut dia alam harus dijaga dan dilestarikan. Caranya, salah satunya dengan reboisasi. “Hasilnya tentu untuk anak-anak cucu kita kelak,” imbuh Hasan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama pesantren dan Koramil kegiatan sosialisasi Bela Negara yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Letnan Purwanto, mewakili Mashudi Koramil 09 Mlonggo menyampaikan kegiatan merupakan bentuk dukungan untuk menyukseskan program pemerintah penanaman 1 miliar pohon.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak santri agar memiliki kesadaran untuk menanam dan mencintai lingkungan,” urai Purwanto.

Kegiatan tersebut lanjut dia terbuka untuk umum. Bagi siapa saja yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan bisa berkomunikasi dengan pihak Koramil terkait. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Hadits Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 06 Desember 2017

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kontroversi pernyataan Prabowo Subianto yang dinilai merendahkan Gus Dur dalam satu wawancara dengan wartawan asing Allan Nairn pada 2001 silam dan telah beredar luas. Berikut pernyataan sikap yang disampaikan oleh istri Gus Dur Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid, beserta keempat puterinya. (Red:Anam)

?

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Keluarga Gus Dur Terkait Kontroversi Pernyataan Prabowo

SIKAP KELUARGA KH ABDURRAHMAN WAHID

MENGENAI KONTROVERSI WAWANCARA BP. PRABOWO SUBIANTO

YANG DIANGGAP HINA GUS DUR

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

PERNYATAAN PERS

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

?

Beberapa waktu terakhir ini, media massa ramai memberitakan komentar mengenai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disebut-sebut telah dilontarkan oleh Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara oleh Sdr. Allan Nairn pada tahun 2001.

Pernyataan ini menjadi sebuah kontroversi publik, utamanya karena muncul di dalam suasana bangsa Indonesia yang sangat dinamis pada proses puncak perhelatan demokrasi di Indonesia, yaitu Pemilihan Presiden 2014.

Sehubungan dengan situasi tersebut:

Keluarga Gus Dur telah berjumpa dan berdiskusi dengan Sdr. Allan Nairn selaku pewawancara dan penulis artikel, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai konteks komentar mengenai Gus Dur dalam wawancara tersebut. Dari pertemuan ini kami menyimpulkan bahwa komentar tersebut diutarakan dalam pembahasan mengenai tidak siapnya bangsa Indonesia terhadap demokrasi di negara ini. Berlandaskan prinsip keadilan, dan demi menjaga agar situasi ini tidak berkembang menjadi fitnah publik berkepanjangan, kami membuka komunikasi dan mengharapkan klarifikasi dari Bapak Prabowo Subianto mengenai pernyataan yang sudah menjadi polemik publik ini. Apabila pernyataan Bapak Prabowo Subianto dalam wawancara tersebut benar adanya, walaupun dilontarkan dalam konteks pembahasan mengenai demokrasi di Indonesia, maka kami sangat menyesalkan pernyataan tersebut. Sebagai tokoh nasional, kami berharap Bapak Prabowo mampu meneladankan sikap non-diskriminatif kepada siapapun warga bangsa tanpa menilik perbedaan fisik. Begitu pun sikap menghormati pemimpin bangsa yang terpilih oleh rakyat melalui mekanisme demokratis, siapapun ia.? Pernyataan bernada merendahkan terhadap Gus Dur tersebut menjadi kontras dengan masifnya penggunaan figur Gus Dur dalam kampanye yang dilakukan oleh pendukung Bapak Prabowo Subianto selama ini di seluruh penjuru Indonesia. Para pecinta Gus Dur dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya telah mendesak kami untuk mencapai sikap dan penyelesaian akhir dalam merespons persoalan ini. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dari sikap emosional dan reaktif terhadap persoalan ini, mengingat persoalan sensitif ini muncul dalam suasana puncak kampanye Pemilihan Presiden 2014. Kita seyogyanya mengedepankan prinsip dialog untuk menggali kebenaran, sebagaimana selalu diteladankan oleh guru kita Al-Maghfurlah Gus Dur. Demikian pernyataan keluarga KH Abdurrahman Wahid dalam mensikapi kontroversi yang berkembang terkait pernyataan dari Bapak Prabowo Subianto pada tahun 2001 mengenai ayahanda kami Gus Dur.

Semoga peristiwa ini menjadi bahan pelajaran bagi kita semua untuk selalu menjaga sikap ksatrya dan menghargai perbedaan pandangan tanpa bersikap merendahkan orang lain.

?

Jakarta, 5 Juli 2014

Atas nama keluarga KH Abdurrahman Wahid

?

Hj. Sinta Nuriyah A. Wahid

Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa Wahid)

Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny Wahid)

Anita Hayatunnufus (Anita Wahid)

Inayah Wulandari (Inayah Wahid)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pertandingan, Pendidikan, Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 01 Desember 2017

IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menegaskan penolakan terhadap segala bentuk doktrin dan gerakan semacam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sedang gencar menyasar kalangan muda, terutama pelajar di sekolah umum.

Ketua Umum PP IPNU Puti Hasni menyampaikan hal itu di Kantor IPPNU Lantai 6, Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (4/5). Menurutnya, ideologi HTI tentang khilafah di NKRI bertentangan dengan visi bangsa.

IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU di Semua Tingkatan Diimbau Gencarkan Kaderisasi di Sekolah Umum

Ia mengatakan, ideologi tersebut telah menjangkau para anggota Rohis di sekolah-sekolah dan menjadikan para pelajar ikut-ikutan mendukung kampanye khilafah dan HTI.

IPPNU mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengeluarkan surat kepada Dirjen terkait agar mengizinkan organisasi IPPNU menjadi salah satu wadah ekstrakurikuler. Bagi Puti, langkah ini relevan karena badan otonom NU ini memiliki visi mengajak pelajar dan remaja putri Indonesia mencintai agama dan tanah air secara bersama-sama tanpa mempertentangkan keduanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“IPPNU seharusnya memiliki akses yang mudah untuk dapat masuk ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah umum, selain Rohani Islam (Rohis),” ujarnya.

IPPNU dalam hal ini menimbang bahwa pelajar putri Indonesia harus mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai empat pilar berbangsa dengan cara memupuk kembali nasionalisme, toleransi, dan cinta damai.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Puti juga menjelaskan hari ini IPPNU akan terus-menerus berjuang masuk ke sekolah umum, melakukan kaderisasi secara optimal, kampanye hubbul wathan minal iman, memperkuat sosial media, dan menginstruksikan secara resmi kepada seluruh jajaran di tingkat wilayah, cabang, anak cabang, dan komisariat agar mulai melakukan kaderisasi di sekolah umum. (Anty Husnawati/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 28 November 2017

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

Mengapa tanggal 22 Oktober layak disebut sebagai Hari Santri Nasional? Sejatinya peristiwa apa yang terjadi pada tanggal tersebut? Serta apa yang melatarbelakangi tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Santri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab dengan kehadiran buku ini, sebuah buku yang ditulis oleh para ahli sejarah mengingat banyak sejarah kaum santri yang dimarjinalkan oleh sejarah nasional itu sendiri.

Dalam kata pengantarnya, KH. Salahuddin Wahid mengatakan bahwa pada akhir 2011, ia cukup terkejut dengan sebuah statement yang menyatakan bahwa Resolusi Jihad itu tidak pernah terjadi, bahkan Resolusi tersebut merupakan sebuah legenda. Oleh karena itu beliau memerintahkan Abdul Latif Bustami dan Tim Sejarawan Tebuireng untuk mencari bukti keras kesejarahannya pada media-media cetak yang terbit akhir Oktober 1945 pada Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional di Jakarta. Oleh sebab itu buku ini ditulis dengan disertai scan hasil bukti-bukti kesejarahan, sehingga buku ini layak untuk dibaca oleh siapa pun termasuk para peneliti yang akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang Resolusi Jihad.

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengupas Perjuangan Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

Pada bagian pertama buku ini menjabarkan tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara. Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh sejarawan terdahulu, ada yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara berasal dari India Selatan (Gujarat dan Malabar), pendapat kemudian ada yang menyatakan bahwa Islam Nusantara berasal dari Arab, Ada pula yang mengatakan dari Persia. Tentang penyebaran Islam di Nusantara penulis buku ini dengan lantang mengatakan bahwa Islam masuk di Nusantara dan disebarkan oleh para Wali Sanga (Sebuah julukan yang mengandung suatu perlambangan suatu dewan wali-wali, dengan mengambil angka sembilan yang sebelum pengaruh Islam sudah dipandang sebagai angka yang keramat). Sedangkan tentang proses saluran Islamisasinya, disalurkan melalui saluran perdagangan, saluran kebudayaan, saluran perkawinan, saluran tasawuf, saluran pendidikan serta saluran politik. Dalam bab ini juga, penulis menolak pandangan-pandangan para sejarawan yang mengamini bahwa kehadiran Islam di Nusantara dilakukan dengan pedang, agresi penyerangan ke Majapahit. Bukti sejarah menunjukkan bahwa tumbuh dan berkembangnya Islam bersamaan dengan terjadinya perang saudara Paregreg di Majapahit sehingga menyebabkan konflik internal yang berkepanjangan sampai berujung pada keruntuhan Majapahit. Sehingga sesuai hukum logika, keruntuhan Majapahit disebabkan faktor internal dan bukan dari faktor eksternal, sebab faktor eksternal hadir sebagai alternatif yang bukan kekuatan determinan yang bersifat destruktif.

Pada bagian kedua, penulis buku ini memaparkan tentang dinamika pemikiran serta gerakan politik yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Misalnya pada Muktamar NU ke-2 di Surabaya, NU menyoroti persoalan kemasyarakatan, seperti masalah pernikahan di bawah umur yang ditangani pemerintah Hindia-Belanda yang banyak menyimpang dari hukum fiqih. Dalam muktamar ini juga meminta kepada pemerintah untuk memasukkan kurikulum agama Islam pada setiap sekolah umum di Jawa dan Madura. Juga dibahas dan diputuskan hukum menyerupai orang Belanda dalam hal berpakaian, misalnya pakai celana, dasi, topi serta sepatu hukumnya adalah Haram, apabila niat menyerupai itu dimaksudkan untuk seluruhnya termasuk kesombongannya, kekafirannya serta kegagahannya. Tapi untuk sekedar mode maka hukumnya boleh dengan pertimbangan tidak boleh melanggar batas aurat yang sudah ditentukan oleh Islam. (Hlm. 113-114). Juga pada muktamar ke-4 NU membentuk Lajnatun Nasihin (Sebuah komisi propaganda untuk menyebarkan NU ke berbagai daerah) yang dibentuk oleh Kiai Shaleh Banyuwangi dengan anggota KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Ridwan, Kiai Asnawi Kudus dan Kiai Muharram Kediri pada Majelis Khamis (Komisi Lima).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada bab ini juga dibahas bagaimana pandangan NU terhadap pemerintahan Hindia-Belanda serta pemerintahan Jepang, mengingat terdapat tanggapan serta kritik dari beberapa peneliti sejarah akan sikap inkonsistensi NU terhadap pemerintahan saat itu, kita ambil contoh bahwa NU selalu kooperatif terhadap koloni sebelum diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta, tetapi setelah itu NU justru melawan serta memerangi koloni yang datang, Hal ini dijawab oleh penulis bahwa pada masa pendudukan Hindia-Belanda ataupun Jepang (hingga 1945), Indonesia termasuk Darul Islam sehingga pemerintahan Hindia-Belanda serta Jepang termasuk dalam pemerintahan yang sah (bis Syaukah), pendapat tersebut diperkuat oleh hasil keputusan Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin. Hasil tersebut menjadi momentum kebangsaan NU karena diputuskan status wilayah Indonesia termasuk Darul Islam. Keputusan ini berdasarkan pada rujukan karya al-Hadrami pada Bughyatul Mustarsyidin pada bab al-Hudnah wa al-Imamah. Tetapi pada masa kemerdekaan Indonesia (1945-1950), NU berubah sikap dengan dikeluarkannya keputusan Muktamar NU ke-16 di Purwekerto yang menyatakan bahwa pentingnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sesuai hukum Islam, sehingga Indonesia dijadikan sebagai Darul Harb (Wilayah Perang) yang mewajibkan setiap warga negara untuk melawan penjajah yang diperkuat dengan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945.

Pada bagian ketiga membicarakan secara tuntas dan heuristik tentang Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari serta kapasitas beliau sebagai seorang mufti serta pemegang Ijazah Hadist Shahih Bukhari ke-24. Suatu ketika Presiden Soekarno mengirim utusannya untuk menemui beliau dengan tujuan meminta fatwa beliau dengan rujukan Gunseikanbu (Pemerintahan Militer Jepang di Indonesia) ? bahwa KH. Hasyim Asy’ari termasuk orang yang sangat terkemuka di Jawa. Melalui utusannya beliau bertanya ? “Apakah hukumnya membela tanah air, bukan membela Allah, membela Islam atau membela al-Quran. Sekali lagi membela tanah air?” Pertanyaan tersebut direspon oleh Kiai Hasyim Asy’ari dengan dikeluarkannya Fatwa jihad yang kemudian diperkuat oleh Resolusi Jihad hasil Musyawarah Ulama NU se-Jawa dan Madura di Surabaya pada tanggal 21-22 Oktober 1945 yang mana resolusi tersebut memiliki dampak yang luar biasa besar dimulai dengan solidaritas umat, Berdirinya Laskar Sabilillah dan laskar Hizbullah serta kongres Masyumi yang merespon resolusi tersebut hingga pada puncaknya pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada bagian keempat atau bagian terakhir, Penulis membahas tentang politisasi sejarah Indonesia. Menurut penulis, masa lalu terdiri dari dua hal, yaitu fakta sebagaimana ia terjadi, apa adanya serta pemikiran dari para sejawan sehingga disebut ada apanya, oleh sebab itu banyak para sejarawan kelas atas yang ingin mengkerdilkan bahkan menghapus peran para santri atau pun kiai dan pondok pesantren dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ijtihad untuk memperjuangkan atau pun meluruskan sejarah tersebut merupakan kewajiban yang harus sesuai dengan fakta riil atau yang biasa disebut apa adanya.

Data Buku?

Judul : Resolusi Jihad; Perjuangan Ulama: dari menegakkan Agama hingga Negara

Penulis : Abdul Latif Bustami dan Tim Sejarawan Tebuireng

Penerbit : Pustaka Tebuireng

Terbitan : I, 2015

Tebal : xx + 236

ISBN : 978-602-8805-36-0

Peresensi : M Ichwanul Arifin, mahasiswa FUF UIN Sunan Ampel Surabaya/Kader PC IPNU Kota Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock