Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Probolinggo, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Probolinggo meminta Pemerintah Kota Probolinggo terutama aparat penegak hukumnya bisa menutup hiburan malam. Pasalnya hal tersebut jelas-jelas sangat mengganggu dan merusak moral generasi muda yang notabene adalah calon pemimpin masa depan.

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Probolinggo Desak Hiburan Malam Ditutup

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Abdul Jalal dalam Musyawarah Kerja (Musker) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo yang digelar di MTs Sunan Giri Kota Probolinggo, Sabtu (15/11) malam.

“Hiburan malam ini jelas-jelas sudah mengancam moral dan perilaku generasi muda kita. Apalagi sering kami jumpai anak-anak muda sering nongkrong di depan beberapa hiburan malam. Oleh karena itu, kami meminta PCNU Kota Probolinggo bisa bersinergi dengan aparat keamanan dan mendesak agar hiburan malam ini ditutup,” ungkapnya, Senin (17/11).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Jalal, tempat hiburan malam tersebut lebih banyak mudharatnya dan tidak ada manfaatnya. Pasalnya secara tidak langsung para kader muda ini juga akan ikut-ikutan gaya hidup yang ada di tempat hiburan malam.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Biasanya di tempat hiburan malam ini disediakan minuman beralkohol. Jika generasi muda sudah dekat dengan maksiat dan minuman tersebut, lalu mau dibawa kemana masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Jalal mengharapkan agar pihak berwenang bisa segera melakukan penanganan serius terhadap beberapa tempat hiburan malam yang sudah sangat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus berupaya agar untuk bersinergi dengan pihak terkait supaya tempat hiburan malam yang ada di Kota Probolinggo segera ditutup. Masa depan generasi muda lebih penting dari segalanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Internasional, Sejarah, PonPes Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 16 Januari 2018

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama?

Film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” sampai saat ini telah ditonton sekitar 25 ribu orang. Menurut sutradara film tersebut, Yuda Kurniawan, jumlah sebanyak itu setelah diputar 42 kali di tempat berbeda mulai pesantren dan kampus.

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

“Ini merupakan pemutaran yang ke-42 sejak diputar perdana tanggal 10 Agustus 2016 menjelang Hari Santri. Hingga kini telah ditonton sekitar 25 ribu orang,” katanya selepas pemutaran film itu di peringatan Hari Lahir (harlah) NU ke-91 di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/1). Film tersebut memungkasi pemutaran dua film pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter dalam rangka Hari Santri tahun lalu.?

Menurut Yuda, film berdurasi 37 menit itu telah diputar di 15 kampus dan 26 pesantren di seluruh pulau Jawa. Ke depan, ia ingin memutar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Bagi komunitas, pesantren atau kampus di daerah tersebut yang ingin memutarnya, bisa menghubungi email yudakurniawan@yahoo.com.?

Film ini, sambungnya, belum dapat dipublish di media sosial seperti YouTube karena lebih mengutamakan pemutaran dan diskusi.?

Di antara apresiasi dikemukakan Rektor IAI Ibrahimy KH Cholilur Rahman. Menurut dia, film itu bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. “Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran Alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya,” ungkapnya selepas menontonnya di auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10/2016).?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Film tersebut, lanjutnya, dibikin selama setahun dengan menyambangi sekitar 15 pesantren di pulau Jawa. Beberapa tokoh yang ada dalam film tersebut adalah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU KH Abdul Gaffar Rozin, pengasuh Pesantren Kaliopak KH Jadul Maula, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, dan pengasuh Pesantren Kauman Lassem KH Zaim Ahmad Syakir. (Abdullah Alawi)

Official trailer itu diunggah di YouTube dengan penjelasan berikut:

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah “Pondok Pesantren” nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud. Pondok Pesantren menjadikan adagium “Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik”, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Syariah, Jadwal Kajian Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 14 Januari 2018

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Bojonegoro, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, melakukan aksi turun jalan, Rabu (30/3/). Aksi tersebut sebagai tuntutan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari), untuk menuntaskan kasus korupsi di Kota Ledre.

Dengan membawa bendera, serta poster bertulis beberapa tuntutan. Mereka berorasi di tugu Adipura, dengan kawalan puluan personil kepolisian. Ketua PC PMII Bojonegoro, Ahmad Syahid meminta untuk mengusut tuntas korupsi di Bojonegoro yang hingga kini belum juga terselesaikan.

"Sampai saat ini banyak sekali kasus-kasus korupsi yang tak kunjung selesai. Bahkan hanya tersimpan sebagai arsip di Kejaksaan Negeri Bojonegoro, setiap tahunnya," jelasnya.

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Usut Tuntas Korupsi di Kota Ledre

Dicontohkan, kasus Bimtek DPRD Bojonegoro tahun 2013 yang sampai saat ini belum selesai. Dari seluruh anggota dewan hanya beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal hampir seluruh anggota dewan mengembalikan uang Bimtek ke Kejari, tapi mereka tidak mendapat kasus hukum apapun. Selain itu kasus pupuk (hutang Pemkab), dari putusan MA, Pemkab Bojonegoro harus membayar sebanyak Rp 7 miliar dan akan terus bertambah kalau tidak segera dibayar pihak Pemkab.



Internet Marketer Nahdlatul Ulama



Sebagai kabupaten yang sedang berkembang dengan sumber daya migas melimpah, Pemkab Bojonegoro melakukan banyak sekali pembangunan kota. "Pembangunan mega proyek Bojonegoro sangat berpotensi untuk menjadi ladang basah korupsi. Ada beberapa kasus yang terdapat dugaan korupsi, tapi belum juga dapat dibuktikan untuk menjadi sebuah kasus," ungkap Syahid.





Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menambahkan, kasus Tanah Kas Desa (TKD) di Kecamatan Gayam yang sampai saat ini molor dalam penyelesaiannya dan berpotensi ada permainan (korupsi) dalam proses tersebut. Selain itu pembangunan taman di Kecamatan Baureno yang saat ini, tampak belum selesai, namun uang untuk pembangunan taman sudah habis. Termasuk pembangunan mega proyek masjid, gedung pemkab, jembatan kasiman padangan dan juga GOR.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Kejari Bojonegoro), segera menindak semua kasus korupsi. Serta dugaan korupsi dan tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi di Kabupaten Bojonegoro. ? Selain itu memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku korupsi, sehingga ada efek jera untuk para koruptor," tandas Ahmad Syahid. (M. Yazid/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 13 Januari 2018

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir

Cirebon, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Banyak sekali kisah-kisah menarik tentang sosok pendiri yang mewarnai sejarah pesantren-pesantren di Indonesia. Salah satunya adalah KH Muhammad Said, pendiri pesantren Gedongan, Cirebon.?

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Said Shalat di Tengah Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Said Shalat di Tengah Banjir

Menurut Aghust Muhaimin, pengurus pesantren menceritakan bahwa Mbah Said pernah melakukan shalat padahal kondisi desa sedang mengalami banjir besar. Awalnya seperti biasa, Mbah Said dan para jama’ah melaksanakan shalat di sebuah langgar Gedongan, lalu tiba-tiba hujan besar datang dan menghasilkan banjir yang luar biasa dan membuat para jama’ah yang bermakmum ke Mbah Said terpaksa harus membubarkan diri.

Anehnya Mbah Said tetap meneruskan shalatnya, hingga saat tiba pada rakaat terakhir dan salam, kondisi banjir sudah setinggi pundak Mbah Said, kemudian Mbah Said terheran saat menoleh ke belakang dengan kondisi jamaah yang kosong, tak lama warga kembali untuk menyelamatkan Mbah Said,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Eh, kenapa kalian bubar?” tanya Mbah Said

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kampung kebanjiran Kiai, jadi kami terpaksa bubar untuk menyelamatkan diri, tapi kiai tampak sedang khusyu sekali, kami kesulitan untuk mengingatkan Kiai,” jelas salah satu warga

“Loh, hujannya kapan? Tiba-tiba langsung banjir saja,” tanya Mbah Said terheran-heran.

Aghust Muhaimin menambahkan, cerita tentang kekhusyuan shalat Mbah Sa’id ini merupakan sebagian kecil dari pelbagai kisah yang sampai sekarang masih terasa lekat di hati masyarakat Gedongan. Masih terdapat banyak kisah lain yang sebenarnya mengandung amanat dan pesan yang baik bagi masyarakat dan keluarga besar pesantren.

“Kisah tersebut sudah saya konfirmasikan ke pengasuh pondok, KH Amin Siroj, beliau juga menyebutkan kisah-kisah lain yang juga penting untuk dipelajari pesan dan amanatnya,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut. Kamis (9/5).

Selain tentang kisah kekhusyuan shalat Mbah Said, masyarakat juga mencatat kisah-kisah lain yang juga terbilang menarik, diantaranya adalah kemampuan Mbah Said untuk memberhentikan kereta api jurusan Surabaya-Jakarta yang melintas ke tengah pesantren saat digelarnya pasar santri, serta kisah tentang pembuatan sumur kramat yang dilakukan oleh Mbah Said sendiri di beberapa pesantren, seperti di pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon dan Krapyak, Yogyakarta.

KH Muhammad Said yang telah berjasa mendirikan pesantren Gedongan Cirebon ? pada tahun 1880 ini diperingati haulnya pada hari Sabtu, 11 Mei 2013. (Sobih Adnan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, IMNU Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Madiun, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Atraksi Pencak Silat NU Pagar Nusa dan seni al-Banjari Ahbabul Musthofa mengiringi prosesi pelantikan dan peresmian kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Ahad (22/1).

Pentas seni pencak silat menampilkan duel tunggal dan beregu. Jatuh bangun dan adu jurus menambah riuh acara. Suasana kian meriah dengan penampilan para penabuh seni al-Banjari yang dimainkan oleh para remaja dari Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pilangkenceng.

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)
Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng (Sumber Gambar : Nu Online)

Atraksi Silat Meriahkan Pelantikan MWCNU Pilangkenceng

Kiai Shodiqul Amin selaku ketua terlantik mengajak kepada jajaranya untuk istiqamah dan bersabar dalam berjuang di NU. Sementara terkait program, Kiai Shodiq akan tetap melanjutkan program kepengurusan yang lama, dan merumuskan program-program baru yang lebih baik. “Ke depan, MWC Pilangkenceng akan tetap komitmen dengan perjuangan yang digariskan, serta menyesuaikan dengan situasi yang dianggap perlu,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PCNU KH Ahmad Mizan Basyari yang hadir waktu itu mengingatkan kepada seluruh pengurus agar tetap ikhlas dan tegas dalam mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Sekarang ini banyak sekali fitnah kepada NU, percayalah bahwa NU berada di jalan yang benar sesuai tuntunan Nabi, sahabat, tabiin dan ulama Aswaja,” kata Gus Mizan, panggilan akrab pPengasuh Pondok Pesantren Kembangsawit ini.

Pada kesempatan selanjutnya, Rais Syuriyah PCNU KH Mustaqim Basyari juga menekankan akan keberkahan atas berjuang mengurus NU dengan Ikhlas. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Madiun Djoko Setijono, kepala desa setempat, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pimpinan lembaga dan banom NU. (Ali Makhrus/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Syariah, Sejarah, Lomba Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 10 Januari 2018

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka antara lain melakukan orasi, aksi turun jalan, dan membentangkan spanduk berisi protes.

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

"Seharusnya pemerintah melihat kondisi rakyat secara cermat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan yang dampaknya akan sangat luas," kata Ipung dari Pengurus Cabang PMII Ciputat yang mengikuti seruan penolakan kenaikan BBM di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarata, Selasa (18/11).

Protes senada juga diungkapkan PC PMII Bojonegoro. Kebijakan Presiden Jokowi dinilai tidak tepat karena ia menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah dunia masih pada kisaran harga $ 80 perbarel. Harga tersebut masih di bawah kisaran asumsi APBN selain lifting minyak juga masih berada di bawah APBN.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Bukan mensejahterakan pemerintah tetapi malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara," kata koordinator aksi PC PMII Bojonegoro, Heri Cahyono di Bunderan Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur.

PC PMII Kota Solo juga melakukan aksi penolakan atas kebijakan tersebut bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo (AMS), di antaranya, GMNI, HMI, KAMMI, dan BEM UNS.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua PC PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya juga menegaskan, Jokowi telah mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Dari dulu alasan menaikkan harga BBM masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya, defisitnya anggaran itu bukan hanya karena subsidi BBM yang tinggi. Melainkan korupsi besar-besaran yang dilakukan mafia migas,” katanya di Tugu Gladag dan depan Balaikota Solo. (Yazid/Ajie/Owi/Mahbib)

 

Foto: Aksi unjuk rasa PMII Bojonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pahlawan, Sejarah, Kiai Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

Berikut ini adalah pokok-pokok pandangan dan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan.

PBNU mengapresiasi terhadap langkah pemerintah dan DPR yang tengah menyempurnakan UU No. 8/1985 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Namun, menurut PBNU, masih terdapat pasal-pasal yang harus dirumuskan ulang, bahkan beberapa di antaranya harus dihilangkan.

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pokok-pokok Pandangan PBNU terhadap RUU Ormas

PBNU menghargai rumusan baru tentang penggunaan asas Pancasila, yang mengakomodasi penggunaan ’asas ciri’. Dengan akomodasi itu maka RUU ini tidak terlalu kaku karena pluralitas ideologi, sejauh tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, asas ciri tersebut boleh dicantumkan sebagai ciri organisasi yang bersangkutan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Namun, NU memandang a-historis definisi ormas, dalam memberi pengertian ormas dengan cara menggeneralisasi pengertian ormas seperti negara-negara Barat sebagai organisasi ”berbadan hukum” dan ”tidak berbadan hukum” tanpa mendeskripsikan tata nilai dan kesejahteraan serta peran-peran ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam dan lain-lain dalam konteks masyarakat Indonesia. Dengan demikian perlu dibedakan secara tegas antara Yayasan, Perkumpulan, dan Organisasi Kemasyarakatan yang sudah berurat-akar di dalam sistem/kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan bangsa Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Tiga jenis organisasi yang sangat berbeda tersebut harus diatur dalam skema perundang-undangan yang terpisah/berbeda. Tidak perlu mengikuti tradisi Belanda, yang hanya memiliki dua jenis UU, yaitu UU Yayasan dan UU Perkumpulan. Dengan mengancu pada pengalaman kehidupan kemasyarakatan sendiri, maka di negeri ini kita seharusnya berani merumuskan/mengeluaran satu UU yang khusus mengatur kehidupan organisasi kemasyarakatan yang berbeda sama sekali dengan UU Yayasan atau UU Perkumpulan.

Konsekuensinya, pasal-pasal yang mengatur keberadaan LSM asing, lebih-lebih dengan mempersamakannya dengan aturan atau persyaratan yang dikenalkan kepada ormas, harus dikeluarkan dari RUU Ormas ini. Kalaulah entitas seperti LSM asing itu ingin diberi landasan hukum, dipersilahkan diatur dalam UU tersendiri (Bab VII RUU Ormas).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Naskah RUU ini belum melihat sejarah, peran dan kotribusi ormas seperti NU, Muhammadiyah, Perti, Nahdlatul Wathan, Alkhairat, Syarikat Islam (SI), Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, dalam proses pembentukan kesadaran berbangsa dan bernegara dan pembentukan NKRI.

Oleh karena itulah PBNU mengusulkan agar DPR menunda pengesahan RUU ini. Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari pengesahan RUU ini. ?

Jakarta, 4 April 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pesantren, Habib, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 05 Januari 2018

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1)

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Orang-orang miskin yang pergi beribadah haji ke Tanah Suci agaknya bukan hanya ada dalam sinetron seperti "Mak Ijah Pengen ke Mekkah" atau "Tukang Bubur Naik Haji".

Bahkan, di Jawa Timur pada musim haji 2013 ada tukang becak, juru parkir, pemulung, pedagang rongsokan, loper koran, dan sebangsanya yang menunaikan ibadah haji.

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang-Orang Miskin yang Pergi Haji (1)

Agaknya, cara yang ditempuh orang-orang miskin untuk bisa bertandang "Rumah Allah" (Baitullah) di Masjidilharam atau ke "Rumah Nabi" di "Roudloh" (Masjid Nabawi) itulah yang menarik direnungkan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Misalnya, Abdullah bin Saiful Hadi (57), bapak dua anak serta tiga cucu asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berangkat bersama Kloter 62/Surabaya pada tanggal 8 Oktober 2013.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Abdullah yang hanya lulusan SD itu bisa mewujudkan niatnya menyempurnakan Rukun Islam yang kelima dalam kurun waktu hampir 26 tahun.

Sejak remaja, dia memang sudah terbiasa dengan kehidupan yang cukup keras sebab orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya walau Abdullah akhirnya bisa sekolah dengan gratis karena ada yang membiayainya.

Sepulang sekolah, Abdullah mencari "rupiah" dengan menjadi pengayuh becak. Namun, sejak 1987 selalu menyisihkan uangnya hasil jerih payahnya sebagai pengayuh becak dan kuli panggul di Pasar Mangli Jember untuk mewujudkan keinginannya ke Tanah Suci itu.

Bayangkan, setiap hari uang yang disisihkan Abdullah dalam tabungannya hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000, kecuali hari Ahad karena toko-toko yang ada libur.

Dengan kesabaran dan ketekunannya, Abdullah mendaftarkan dirinya ke bank untuk mendapatkan nomor porsi pada tahun 2009 kendati sejumlah rekannya sering mengolok-olok dirinya.

"Penghasilan sebagai tukang becak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, saya bersama almarhumah istri tetap menyisakan uang receh sisa dari belanja kebutuhan keluarga untuk ditabung," paparnya.

Saat itu, hanya tersisa sekitar Rp17 juta karena sering diambil untuk kebutuhan yang mendadak, termasuk menikahkan anaknya.

Untuk bisa mendapat porsi haji pada tahun itu harus tersedia dana Rp20 juta, maka akhirnya ditambahi tabungan milik istrinya Rp3 juta sehingga mencukupi.

Guna memenuhi kekurangan biaya haji diikhtiarkan dengan mengikuti arisan di kampungnya, yaitu Dusun Klanceng, Kecamatan Ajung, Jember.

"Saya sangat bersyukur akhirnya bisa berangkat haji. Di depan Ka’bah, saya doakan almarhumah istri yang telah meninggal dunia pada tahun 2011, serta memohon rezeki lancar dan barokah serta haji yang mabrur," tuturnya.

Menabung Sejak 2008

Cerita yang tak jauh berbeda juga dialami Djumain, seorang juru parkir motor di pertokoan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Kloter 44 yang berangkat ke Tanah Suci pada tanggal 2 Oktober 2013.

Dengan meneteskan air mata seolah tak percaya, dia menceritakan tentang bagaimana mewujudkan niatnya untuk bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima.

Keseharian dirinya sebagai seorang juru parkir motor tentu sangatlah sulit dibayangkan bisa berangkat haji walaupun dibantu istrinya, Sulismani, yang menerima pesanan kue-kue.

"Akan tetapi, Allah berkehendak lain, tiba-tiba saya tergerak untuk selalu menyisihkan penghasilan saya yang sekitar Rp700 ribu setiap bulan untuk sebagian dimasukkan tabungan haji sejak 2008," ucap penderita polio sejak kecil itu.

Selang setahun, dengan bantuan saudara-saudaranya, dia pun langsung mendaftarkan diri untuk bisa mendapatkan nomor porsi berangkat haji, sampai pada saat pelunasan pun mampu terpenuhi walaupun cukup bersusah payah untuk semua itu.

Padahal, pada tahun 2011, Djumain yang bapak dari empat anak itu mengalami kecelakaan saat mengendarai motor akibat tertabrak mobil. Dia pun tidak sadarkan diri dan siuman saat sudah berada di RSSA Malang.

"Kaki dan tangan saya patah dan kaki kanan saya harus dipen serta tangan kiri dengan perawatan selama 20 hari. Alhamdulillah, saya tetap bisa berangkat bersama istri walaupun harus menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan," tukasnya.

Di Mekah, dia berdoa untuk rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah, rezekinya lancar dan barokah, dan pendidikan anak yang masih kuliah lancar serta ilmunya bermanfaat bagi keluarga dan negara.

Ikhtiar yang tidak jauh berbeda juga dilakukan Sutika bin Marwapi (42), yang berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2012.

Warga asal Desa Cangkring Baru, Kecamatan Jenggawah, Jember yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Jenggawah itu mengaku dirinya berasal dari keluarga miskin, lalu dirinya merantau ke Bali untuk bekerja.

"Di Bali, pikiran saya terbuka untuk berdagang dan saya mengumpulkan uang untuk menunaikan ibadah haji agar saya tidak malu di hadapan keluarga, lalu saya mendaftarkan haji pada tahun 2008 dan akhirnya ditakdirkan berangkat pada hari Senin (15/10/2012)," ujarnya. (bersambung). (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Hikmah, Makam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 21 Desember 2017

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kebudayaan Islam Nusantara menjadi tema besar perhelatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Senin-Selasa (30-31/1) dengan menampilkan ratusan keris dan puluhan manuskrip kuno di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Menurut Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto, Harlah NU berbasis budaya ini untuk menguatkan kembali warisan Nusantara yang menjadi karakter khas Islam di Indonesia.

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-91 NU Tampilkan Pameran Keris dan Manuskrip Kuno

“NU terus berupaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah arus globalisasi yang terus mengikis sehingga terjadi krisis budaya di masyarakat Indonesia,” ujar Agus Sunyoto saat ditemui Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Senin (30/1) sebelum acara diskusi Harlah NU dimulai.

Pusaka keris, golok, kujang, dan tombak ditampilkan rapi oleh Lesbumi dengan menuliskan identitas dan catatan pusaka-pusaka tersebut sehingga pengunjung dapat langsung mengenali pusaka.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Catatan yang ditulis dari pusaka-pusaka tersebut meliputi nama, tempat pembuatan keris, dan kerajaan yang menjadi persebaran keris-keris tersebut.

Tercatat sejumlah kerajaan yang menjadi masa persebaran keris dan pusaka-pusaka tersebut di antaranya Kerajaan Majapahit, Singosari, Mataram, Padjajaran, Demak, dan kerajaan-kerajaan kuno lainnya. Bahkan ada salah satu pusaka yang diproduksi sebelum tahun Masehi.

“Keris-keris ini juga didatangkan dari berbagai daerah seperti Bugis, Madura, Bali, Banjarmasin, Palembang bahkan Malaysia sebagai bagian dari wilayah Nusantara zaman dulu,” ujar Doni Satrio Wibowo, Kolektor Keris yang juga salah satu pengurus Lesbumi PBNU.

Sementara itu, Kitab Manuskrip kuno juga ditampilkan dalam kesempatan tersebut. Tercatat ada 31 naskah kitab tulisan tangan yang dipamerkan sebagai warisan intelektual ulama-ulama zaman dulu. Naskah-naskah tersebut ditulis dalam tulisan Arab, Arab Pegon, Jawa, dan Melayu.



Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nama-nama manuskrip yang ditampilkan antara lain Tarikh Nabi Yusuf tahun 1889 yang ditulis dalam bentuk tembang, Tarikh Nabi Muhammad (tahun tidak tercatat) dalam bahasa Arab Pegon Bahasa Jawa, Serat Mas Buchori tahun 1820 dengan aksara Jawa, Manakib Syekh Abdul Qadir tahun 1925 huruf Arab Pegon Bahasa Jawa, bahkan Kitab Tafsir yang ditulis Tumenggung Puspanegara (Bupati Gresik pertama).

Selain itu ada Naskah Sejarah dan Silsilah Sunan Giri tahun 1283 ditulis dengan Aksara Arab Pegon berbahasa Jawa, Mushaf Al-Qur’an tahun 1825 yang ditulis oleh Kiai Abdullah Kudus, dan beberapa koleksi lainnya, serta sejumlah tokoh wayang kulit.?

Kegiatan Harlah ke-91 NU berlangsung pada 30-31 Januari 2017 di Gedung PBNU Jakarta. Sejumlah tokoh dan budayawan hadir untuk mengisi diskusi seperti Dirjen Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid, Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Penyair dan Sastrawan Seno Gumira Ajidarma, dan Musisi Noe Letto.

Acara puncak pada 31 Januari 2017 akan diisi pidato kebudayaan oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Taushiyah oleh Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, pembacaan puisi oleh KH D. Zawawi Imron, serta pertunjukkan musik oleh Wali Band, Noe Letto, Hadad Alwi, dan lain-lain.? (Fathoni)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Pondok Pesantren Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fatayat Adakan Pelatihan Anti Trafficking di Aceh

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama
Kerawanan Aceh pasca tsunami terhadap kemungkinan trafficking anak dan perempuan karena kesulitan pekerjaan mendorong Fatayat NU untuk melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan gerakan anti trafficking yang diselenggarakan selama bulan September-Oktober 2005.

Fatayat melibatkan 30 orang yang terdiri dari tengku atau kyai, tokoh masyarakat, mahasiswa dan ormas perempuan. Untuk kelompok kyai, sosialisasi ini dilakukan disela-sela pengajian Ramadhan, guru kepada murid di sekolahnya, dan mahasiswa di camp-camp pengungsian.

Dalam evaluasi yang diselenggarakan pada 19-23 Oktober di Ponpes Mahyaul Ulum Sibreh dan Rohiyatul Fatayat Seulimeum oleh 2 orang dari PP Fatayat, Vivin dan Nena, banyak temuan-temuan yang didapat yang mengindikasikan bahwa terdapat upaya secara sistematis untuk melakukan trafficking.

Vivin menjelaskan bahwa para agen TKI berkeliaran di berbagai lokasi pengungsian atau perkempungan untuk mencari anak-anak dibawah umur atau perempuan untuk dipekerjakan di Malaysia, Medan atau Riau karena posisi Aceh yang tak jauh dari daerah tersebut. Banyak juga orang lokal Aceh yang dijadikan sub agen untuk mencari korban.

Mereka diiming-imingi gaji besar dan pekerjaan ringan dengan bekerja di luar Aceh. Dalam kondisi kesulitan kerja, tentu saja tawaran tersebut sangat menggoda mereka yang lagi dalam posisi terjepit.

Indikasi trafficking adalah jika dalam proses perekrutan kerja tersebut, tidak dilakukan oleh PJTKI yang resmi, memalsukan dokumen atau tidak melengkapi persyaratan dokumen yang diperlukan untuk bekerja. Kondisi ini menyebabkan posisi pekerja lemah sehingga mereka rawan untuk dieksploitasi atau dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Temuan lain dari evaluasi tersebut adalah adanya perdagangan organ tubuh. Salah satu relawan sempat menemui seseorang yang pingsan ditengah jalan dan ketika tersadar, terdapat organ tubuhnya yang sudah hilang karena diambil orang.

Vivin menilai bahwa program tersebut sangat efektif. Sebelumnya banyak yang tidak tahu indikasi dan ciri-ciri trafficking sehingga ketika mereka mendapatkan tawaran-tawaran kerja yang menarik, mereka segera mencari perlindungan.

Selain program tersebut, Fatayat bekerjasama dengan UNFPA juga community support center. Selain memberikan penanganan pemulihan psikologis pasca trauma, mereka juga memberikan pelatihan psikososial dan life skill agar dapat beraktifitas kembali dan melupakan masalah yang lalu dengan menatap masa depan yang lebih baik.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Fatayat Adakan Pelatihan Anti Trafficking di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Adakan Pelatihan Anti Trafficking di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Adakan Pelatihan Anti Trafficking di Aceh

Selasa, 19 Desember 2017

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Padang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Setelah melalui beberapa tahapan persidangan, akhirnya forum Konferensi Wilayah Luar Biasa? Fatayat NU Sumatera Barat menetapkan Betri Murdiana sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat? Nahdlatul Ulama Sumatera Barat masa khidmah 2015-2020.

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Betri Murdiana Pimpin Fatayat NU Sumatera Barat

Betri Murdiana yang merupakan komisioner Panwaslu Kabupaten Padang Pariaman terpilih setelah suaranya mengungguli calon lainnya Desri Nora, dosen Universitas Negeri Padang. Siti Masrifah dari Pimpinan Pusat Fatayat NU yang memimpin sidang menetapkan Betri Murdiana sekaligus sebagai ketua formatur untuk membentuk kepengurusan dalam waktu sesegera mungkin.

Pembentukan kepengurusan secepatnya dibutuhkan karena Fatayat NU akan menggelar Kongres Nasional di Surabaya. “Sehingga PW Fatayat NU Sumbar dapat menjadi peserta kongres ke depannya,” kata Siti Masrifah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Anggota DPR RI ini berharap Fatayat NU Sumatera Barat mampu kembali aktif dan melihatkan eksistensinya di Sumatera Barat karena dulu banyak tokoh perempuan minang yang lahir dari Sumatera Barat.

Dalam Konferwil Fatayat yang digelar di Aula PWNU Sumbar Sabtu (22/08) tersebut Betri Murdiana mendapatkan 8 suara, sementara Desri Nora memperoleh 3 suara, dari 11 suara cabang yang hadir.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam pidatonya setelah pemilihan, Batri mengharapkan dukungan semua pihak baik Cabang Fatayat se-Sumatera Barat maupun Pimpinan Pusat Fatayat sebagai pimpinan tertinggi. Ke depan dia menginginkan Fatayat NU Sumbar dapat melakukan kaderisasi perempuan muda di Sumatera Barat dan berharap ada upaya membangkitkan mutu perempuan muda minang.

Di samping Siti Masrifah juga hadir pengurus Pimpin Pusat Fatayat yang juga Sekretaris Tim carataker Efri Wahidbah Nasution, Ketua PW ISNU Masrul yang juga calon Rektor Unand, Sekretaris KNPI Sumbar Deri Rizal, serta dari Pengurus Wilayah NU, PKC PMII Sumbar, PW IPPNU, dan lembaga lainnya di lingkungan NU. (Afriendi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 29 November 2017

Sambut Muharram, Muslimat NU Jombang Berikan Gratis Layanan Kesehatan

Jombang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus Muslimat NU Jombang bersama sejumlah kalangan mengadakan bakti sosial di empat kecamatan. Antusias masyarakat menambah semangat panitia untuk menyukseskan kegiatan serupa di lokasi berbeda. Pada kesempatan Muharram ini, Muslimat NU Jombang membuka layanan kesehatan secara cuma-cuma untuk masyarakat setempat hingga akhir Oktober 2016.

Menurut Ketua Muslimat NU Jombang Hj Munjidah Wahab, bakti sosial yang diisi dengan pemberian layanan kesehatan gratis ini merupakan sebagai agenda rutin tahunan dalam rangkaian peringatan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua Muslimat NU Jombang ini, Selasa (11/10).

Sambut Muharram, Muslimat NU Jombang Berikan Gratis Layanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Muharram, Muslimat NU Jombang Berikan Gratis Layanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Muharram, Muslimat NU Jombang Berikan Gratis Layanan Kesehatan

Untuk tahun ini, empat lokasi yang dijadikan lokasi bakti sosial adalah Kecamatan Mojowarno, Wonosalam, Plandaan serta Tapen. Respon terhadap kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat ini sungguh membanggakan. Hal tersebut dengan kehadiran ratusan warga.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Ketua Panitia Khudrotun Nafisah.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat. Untuk mendapatkan layanan ini, warga cukup membawa KTP dan Kartu Sehat yang dimiliki. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 28 November 2017

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rencana demo 4 November terus mendapat perhatian dari masyarakat dunia maya (netizen) maupun di dunia nyata. Rencana aksi tersebut menurut sebagian besar kalangan telah membelok dari tujuan awal, yaitu dari menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dalih penistaan agama ke arah yang tidak jelas karena dipastikan banyak penumpang gelap yang justru ingin menggangu stabilitas negara.

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tagar #NggakIkutDemo Ramaikan Jagat Dunia Maya

Sebab itu, masyarakat dunia maya ramai-ramai menggulirkan tagar #NggakIkutDemo di Twitter sehingga memuncaki trending topic saat ini, Kamis (3/11). Pesan ini disampaikan karena dipastikan rencana aksi tidak hanya terjadi di Ibu Kota Negara, tetapi juga di berbagai daerah.

Netizen merasa perlu mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia agar tidak mengikuti aksi tersebut. Hal ini bukan bermaksud melarang demonstrasinya, tetapi lebih pada menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa dan negara Indonesia dari kelompok-kelompok radikal yang selama ini memang mempunyai agenda mendirikan khilafah. Momentum tersebut dinilainya pas untuk menjadi tumpangan oleh mereka.

“Saya perhatikan demo tersebut bukan lagi masalah kasus Ahok, juga bukan lagi persoalan Surat Al-Maidah 51, tetapi lebih dari itu,” ungkap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rabu (2/11) malam.

Berbagai ungkapan disampaikan oleh netizen untuk merespon persoalan yang lebih besar sehingga mengimbau warga di seluruh Indonesia untuk tidak ikut demo 4 November.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Demo itu bukan ibadah. Kerja itu ibadah. #NggakIkutDemo,” ujar Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad (@Rumadi04) dalam cuitannya.

“Bukanlah orang kuat itu yg menang dlm perkelahian, tp org yg kuat itu yg bisa menahan dirinya saat marah (HR Bukhari & Muslim) #NggakIkutDemo,” ucap aku bernama Susi Indraswari (@SusiIndraswari) mengutip salah satu Hadis Nabi.

“Ngga penting karena SUBSTANSI demonya ngga jelas. Yang jelas inisiator demonya ya orang itu2 aja. #NggakIkutDemo,” kata akun bernama ELMODAwan (@EL_MODAwan) menganggapi berkembangnya isu aksi 4 November yang menurutnya membelok ke arah yang tidak jelas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Kalo agendanya bkn soal agama, sy gak naruh ukuran ke pak yai. Lagi pula, bnyk yg mergukan aksi ini murni soal agama. Makanya #NggakIkutDemo,” tulis akun bernama Sarjoko (@sarjokooo).

Begitu juga dengan akun bernama Arya Hariyono. Dia menegaskan bahwa agama apapun mengajarkan perdamaian, bukan sebaliknya, penuh amarah dan caci maki. Karena hal inilah yang terjadi di tengah demo seperti pada aksi pertama 14 Oktober 2016 lalu.

“Agama-agama mengajarkan kedamaian bukan teriakan apalagi cacian. #NggakIkutDemo,” cuit @arya_hariyono.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Ulama Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

Mengapa tanggal 22 Oktober layak disebut sebagai Hari Santri Nasional? Sejatinya peristiwa apa yang terjadi pada tanggal tersebut? Serta apa yang melatarbelakangi tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Santri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab dengan kehadiran buku ini, sebuah buku yang ditulis oleh para ahli sejarah mengingat banyak sejarah kaum santri yang dimarjinalkan oleh sejarah nasional itu sendiri.

Dalam kata pengantarnya, KH. Salahuddin Wahid mengatakan bahwa pada akhir 2011, ia cukup terkejut dengan sebuah statement yang menyatakan bahwa Resolusi Jihad itu tidak pernah terjadi, bahkan Resolusi tersebut merupakan sebuah legenda. Oleh karena itu beliau memerintahkan Abdul Latif Bustami dan Tim Sejarawan Tebuireng untuk mencari bukti keras kesejarahannya pada media-media cetak yang terbit akhir Oktober 1945 pada Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional di Jakarta. Oleh sebab itu buku ini ditulis dengan disertai scan hasil bukti-bukti kesejarahan, sehingga buku ini layak untuk dibaca oleh siapa pun termasuk para peneliti yang akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang Resolusi Jihad.

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengupas Perjuangan Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

Pada bagian pertama buku ini menjabarkan tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara. Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh sejarawan terdahulu, ada yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara berasal dari India Selatan (Gujarat dan Malabar), pendapat kemudian ada yang menyatakan bahwa Islam Nusantara berasal dari Arab, Ada pula yang mengatakan dari Persia. Tentang penyebaran Islam di Nusantara penulis buku ini dengan lantang mengatakan bahwa Islam masuk di Nusantara dan disebarkan oleh para Wali Sanga (Sebuah julukan yang mengandung suatu perlambangan suatu dewan wali-wali, dengan mengambil angka sembilan yang sebelum pengaruh Islam sudah dipandang sebagai angka yang keramat). Sedangkan tentang proses saluran Islamisasinya, disalurkan melalui saluran perdagangan, saluran kebudayaan, saluran perkawinan, saluran tasawuf, saluran pendidikan serta saluran politik. Dalam bab ini juga, penulis menolak pandangan-pandangan para sejarawan yang mengamini bahwa kehadiran Islam di Nusantara dilakukan dengan pedang, agresi penyerangan ke Majapahit. Bukti sejarah menunjukkan bahwa tumbuh dan berkembangnya Islam bersamaan dengan terjadinya perang saudara Paregreg di Majapahit sehingga menyebabkan konflik internal yang berkepanjangan sampai berujung pada keruntuhan Majapahit. Sehingga sesuai hukum logika, keruntuhan Majapahit disebabkan faktor internal dan bukan dari faktor eksternal, sebab faktor eksternal hadir sebagai alternatif yang bukan kekuatan determinan yang bersifat destruktif.

Pada bagian kedua, penulis buku ini memaparkan tentang dinamika pemikiran serta gerakan politik yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Misalnya pada Muktamar NU ke-2 di Surabaya, NU menyoroti persoalan kemasyarakatan, seperti masalah pernikahan di bawah umur yang ditangani pemerintah Hindia-Belanda yang banyak menyimpang dari hukum fiqih. Dalam muktamar ini juga meminta kepada pemerintah untuk memasukkan kurikulum agama Islam pada setiap sekolah umum di Jawa dan Madura. Juga dibahas dan diputuskan hukum menyerupai orang Belanda dalam hal berpakaian, misalnya pakai celana, dasi, topi serta sepatu hukumnya adalah Haram, apabila niat menyerupai itu dimaksudkan untuk seluruhnya termasuk kesombongannya, kekafirannya serta kegagahannya. Tapi untuk sekedar mode maka hukumnya boleh dengan pertimbangan tidak boleh melanggar batas aurat yang sudah ditentukan oleh Islam. (Hlm. 113-114). Juga pada muktamar ke-4 NU membentuk Lajnatun Nasihin (Sebuah komisi propaganda untuk menyebarkan NU ke berbagai daerah) yang dibentuk oleh Kiai Shaleh Banyuwangi dengan anggota KH. Hasyim Asy’ari, Kiai Ridwan, Kiai Asnawi Kudus dan Kiai Muharram Kediri pada Majelis Khamis (Komisi Lima).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada bab ini juga dibahas bagaimana pandangan NU terhadap pemerintahan Hindia-Belanda serta pemerintahan Jepang, mengingat terdapat tanggapan serta kritik dari beberapa peneliti sejarah akan sikap inkonsistensi NU terhadap pemerintahan saat itu, kita ambil contoh bahwa NU selalu kooperatif terhadap koloni sebelum diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta, tetapi setelah itu NU justru melawan serta memerangi koloni yang datang, Hal ini dijawab oleh penulis bahwa pada masa pendudukan Hindia-Belanda ataupun Jepang (hingga 1945), Indonesia termasuk Darul Islam sehingga pemerintahan Hindia-Belanda serta Jepang termasuk dalam pemerintahan yang sah (bis Syaukah), pendapat tersebut diperkuat oleh hasil keputusan Muktamar NU ke-11 di Banjarmasin. Hasil tersebut menjadi momentum kebangsaan NU karena diputuskan status wilayah Indonesia termasuk Darul Islam. Keputusan ini berdasarkan pada rujukan karya al-Hadrami pada Bughyatul Mustarsyidin pada bab al-Hudnah wa al-Imamah. Tetapi pada masa kemerdekaan Indonesia (1945-1950), NU berubah sikap dengan dikeluarkannya keputusan Muktamar NU ke-16 di Purwekerto yang menyatakan bahwa pentingnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sesuai hukum Islam, sehingga Indonesia dijadikan sebagai Darul Harb (Wilayah Perang) yang mewajibkan setiap warga negara untuk melawan penjajah yang diperkuat dengan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945.

Pada bagian ketiga membicarakan secara tuntas dan heuristik tentang Resolusi Jihad yang difatwakan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari serta kapasitas beliau sebagai seorang mufti serta pemegang Ijazah Hadist Shahih Bukhari ke-24. Suatu ketika Presiden Soekarno mengirim utusannya untuk menemui beliau dengan tujuan meminta fatwa beliau dengan rujukan Gunseikanbu (Pemerintahan Militer Jepang di Indonesia) ? bahwa KH. Hasyim Asy’ari termasuk orang yang sangat terkemuka di Jawa. Melalui utusannya beliau bertanya ? “Apakah hukumnya membela tanah air, bukan membela Allah, membela Islam atau membela al-Quran. Sekali lagi membela tanah air?” Pertanyaan tersebut direspon oleh Kiai Hasyim Asy’ari dengan dikeluarkannya Fatwa jihad yang kemudian diperkuat oleh Resolusi Jihad hasil Musyawarah Ulama NU se-Jawa dan Madura di Surabaya pada tanggal 21-22 Oktober 1945 yang mana resolusi tersebut memiliki dampak yang luar biasa besar dimulai dengan solidaritas umat, Berdirinya Laskar Sabilillah dan laskar Hizbullah serta kongres Masyumi yang merespon resolusi tersebut hingga pada puncaknya pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada bagian keempat atau bagian terakhir, Penulis membahas tentang politisasi sejarah Indonesia. Menurut penulis, masa lalu terdiri dari dua hal, yaitu fakta sebagaimana ia terjadi, apa adanya serta pemikiran dari para sejawan sehingga disebut ada apanya, oleh sebab itu banyak para sejarawan kelas atas yang ingin mengkerdilkan bahkan menghapus peran para santri atau pun kiai dan pondok pesantren dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ijtihad untuk memperjuangkan atau pun meluruskan sejarah tersebut merupakan kewajiban yang harus sesuai dengan fakta riil atau yang biasa disebut apa adanya.

Data Buku?

Judul : Resolusi Jihad; Perjuangan Ulama: dari menegakkan Agama hingga Negara

Penulis : Abdul Latif Bustami dan Tim Sejarawan Tebuireng

Penerbit : Pustaka Tebuireng

Terbitan : I, 2015

Tebal : xx + 236

ISBN : 978-602-8805-36-0

Peresensi : M Ichwanul Arifin, mahasiswa FUF UIN Sunan Ampel Surabaya/Kader PC IPNU Kota Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Syariah, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan di era globalisasi dan teknologi persaingan antar negara sangat ketat, dan bila tidak berani meloncat, Indonesia akan tertinggal.

Hal itu disampaikan Joko Widodo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman, di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis, (4/5) pagi.

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden: Kalau Tidak Berani Meloncat, Indonesia akan Tertinggal

“Saat ini bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, juga bukan yang kuat mengalahkan yang lemah. Tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat. Siapa dan negara mana pun,” papar Joko Widoddo.

Ia menegaskan loncatan bagi Indonesia bisa saja terjadi. “Itu tergantung niat atau tidak niat, mau atau tidak mau. Bukan masalah pintar atau tidak pintar,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jokowi mengungkapkan pemerintah melakukan berbagai terobosan untuk membangkitkan potensi kelautan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

“Infrastruktur maritim, tol laut, pembangunan pelabuhan Indonesia mampu menurunkan harga-harga logistik di Indonesia bagian timur. Bila trayek dan rute semakin banyak, tentu akan lebih baik,” kata Joko Widodo.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Potensi ekonomi kelautan Indonesia mencapai 1,33 tiliun dolar. Angka itu senilai 19.000 triliun rupiah. “Tapi kalau pengelolaannya hanya itu saja, rutinitas monoton, tidak ada terobosan jangan harap potensi itu bisa didapatkan,” Jokowi mengingatkan.

Menurutnya bila dari potensi di atas dapat tercapai sepuluh persen saja sudah termasuk bagus. Beberapa langkah dapat terus dilakukan dalam mewujudkan potensi tersebut. Di antaranya pemanfaatan budidaya aqua kultur.?

“Kita harus ajari nelayan kita untuk tahu potensi yang ada agar nilai tambah dari barang yang ada bisa puluhan kali dari yang kita lakukan saat ini,” lanjutnya.

Ia mendorong agar riset dan pengembangan teknologi tak terkecuali di bidang kelautan terus dilakukan. “Jangan terlalu linear dan monoton. Padahal dunia berubah begitu cepat," tegas Jokowi.

Teknologi harus kita kejar tanpa itu sulit mengejar ketertinggalan kejar dengan negara lain,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Sejarah, Amalan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 23 November 2017

Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas‘udi mengingatkan pengurus masjid agar mengaktifkan pengeras suara hanya ke dalam masjid saat khotbah Jum‘at dan pengajian rutin. Menurut Kiai Masdar, imbauan khotib dan materi pengajian cukup didengar oleh mereka yang memang hadir untuk mendengarkan khotbah dan pengajian.

Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Semua Khotbah dan Pengajian Terdengar di Luar Masjid

“Keadaan dan pandangan orang di luar bermacam-macam. Ada juga mereka yang tidak siap untuk mendengarkan anjuran khotib atau pengajian. Belum lagi mereka yang tidak berkepentingan,” kata Kiai Masdar kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama di ruang Syuriyah PBNU, Jakarta, Rabu (21/1) sore.

Kalau diperhatikan, lanjut Kiai Masdar, tidak semua materi yang disampaikan dalam khotbah dan pengajian itu didengar oleh umum. Mereka yang tidak siap, bisa jadi akan ingkar. “Didengar menjadi dosa, tidak didengar bagaimana juga.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ada materi-materi tertentu yang khusus didengarkan oleh mereka yang hadir untuk mengaji. “Kalau kedengaran keluar, justru malah membuka aib umat Islam,” ujar Kiai Masdar.

Repotnya, materi khotbah dan jamaah Jum‘at yang cenderung agak longgar. Untuk itu, khotib baiknya memerhatikan kembali makna khotbah. Mereka sebaiknya menganjurkan yang positif-positif saja. “Itu pun disampaikan tanpa perlu keluar masjid,” imbau Kiai Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 19 November 2017

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Pengurus NU Kota Surabaya menyatakan prihatin atas kasus pemerkosaan dan kekerasan yang menimpa Yuyun (14 th) oleh 14 pemuda/remaja yang dipengaruhi minuman keras. Pihak NU Kota Surabaya karenanya kembali mendesak DPRD Surabaya agar segera menetapkan Rencana Peraturan Daerah terkait pelarangan minuman beralkohol di Surabaya.

"Pengesahan ini sekaligus sebagai gerakan sosial nyata untuk diikuti daerah-daerah lainnya di Indonesia, dari Surabaya menuju Indonesia bebas dari mihol," kata Ketua NU Surabaya Muhibbin Zuhri di Aula PCNU Surabaya, Sabtu (7/5).

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kasus Yuyun, NU Surabaya Desak DPRD Tetapkan Perda Miras

NU Surabaya menilai tragedi Yuyun merupakan peringatan yang jelas bagi semua warga bangsa bahwa miras merupakan sumber masalah kejahatan dan kerusakan lain.

"Kita sangat sedih mendengar kejadian yang memilukan itu. Kasus pemerkosaan dan kekerasan yang dilakukan oleh 14 pemuda/remaja yang dipengaruhi miras. Tragedi ini sangat menyayat rasa kemanusiaan kita. Betapa manusia dengan mudahnya menjadi lebih hina dari hewan dan bisa sejahat iblis, karena pengaruh miniman keras,” ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kasus serupa telah banyak terjadi. Demikian juga dengan kasus-kasus kejahatan lain akibat pelaku di bawah pengaruh minuman beralkohol di antaranya pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, kecelakaan lalu lintas, dan lainnya.

"Cukup kasus Yuyun menjadi tragedi terakhir bagi bangsa ini. Ini pelajaran yang sangat terang dari Allah swt kepada bangsa ini," tambahnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia menyayangkan adanya sementara pihak termasuk aparat pemerintah, wakil rakyat, pengamat yang masih enggan mengesahkan regulasi pelarangan total mihol ini. Menurutnya, mereka berdalih bertentangan dengan norma legislasi, melawan aturan di atasnya, pendapatan negara-daerah, dan lain-lain.

"Mereka ini seperti sedang menyuarakan kepentingan pengusaha mihol dan mengabaikan ancaman serius bagi rakyatnya. Apakah kita menunggu anak-anak kita, istri, saudara perempuan, atau keluarga kita menjadi korban selanjutnya. Regulasi apa pun yang mengandung pembolehan produksi, peredaran, dan konsumsi mihol harus segera dicabut demi hukum dan kepentingan nasional-kemanusiaan. Karena peraturan apa pun itu semua bertentangan dengan Pancasila, terutama sila pertama,” tegasnya.

NU Surabaya juga mendukung pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang menyarankan perlunya aturan yang jelas dan tegas mengenai pelarangan mihol. Pihaknya juga mengapresiasi sikap DPD RI yang sedang mematangkan rencana pembuatan UU pelarangan mihol. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menengok Prestasi IPNU-IPPNU Pati

Pati, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK Remaja) Cah Pati PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pati menerima kunjungan kerja dari Komisi C DPRD Kota Pekalongan di sekretariat PIK Remaja yang bertempat di Gedung NU Kabupaten Pati, Selasa (22/1).?

Menengok Prestasi IPNU-IPPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Prestasi IPNU-IPPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Prestasi IPNU-IPPNU Pati

Kunjungan kerja ini memang difokuskan untuk menambah wawasan mengenai program Kependudukan yang bermitra dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Pati.?

Selain menuju sekretariat PIK Remaja di Gedung NU Kabupaten Pati, Kunjungan kerja juga dilaksanakan di Bina Keluarga Lansia Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

PIK Remaja Cah Pati merupakan lembaga di bawah kordinasi PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati, yang telah menorehkan prestasi di tingkat lokal, propinsi dan nasional.?

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Pada tahun 2012, PIK Remaja Cah Pati menjadi Juara I Lomba PIK Remaja untuk tahap tegak, dan menjadi salah satu dari 6 besar nominasi Lomba PIK Remaja tahap tegak di tingkat nasional.?

PIK Remaja Cah Pati juga menjadi PIK unggulan di Indonesia dan menjadi delegasi dari propinsi Jawa Tengah dalam kegiatan Sail Morotai 2012 yang bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Tidak hanya itu, PIK Remaja Cah Pati juga pernah mengikuti kegiatan remaja hingga tingkat internasional, salah satunya yaitu Asian Pasific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights ke-6.?

Koordinator Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Bapak Ismet Inanue, SH, MH. menyatakan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk saling bagi antarprogram kependudukan yang bermitra dengan BPPKB Kabupaten Pati.?

Dengan kunjungan ini diharapkan Kota Pekalongan dapat menekan laju pertumbuhan penduduk dan dapat mengembangkan organisasi remaja yang ? ada di Kota Pekalongan.

? Dalam presentasinya, Ketua PIK Remaja Cah Pati Adiningtyas Prima Yulianti memaparkan profil dan kegiatan PIK Remaja Cah Pati, termasuk program Pendewasaan Usia Perkawinan yang juga merupakan program Keluarga Berencana.?

“Kegiatan yang dilaksanakan PIK Remaja Cah Pati tidak sekedar sosialisasi dan kegiatan administratif saja, tetapi kami juga melakukan penelitian dan pendampingan. PIK Remaja Cah Pati mendampingi dua PIK Remaja di tingkat sekolah dan tingkat desa, juga satu PIK Mahasiswa," jelas Prima Yulianti.

"Pendampingan ini bukan tugas yang mudah, karena kami harus meluangkan waktu dan mengkoneksikan PIK Remaja dan PIK Mahasiswa dampingan kami kepada Dinas terkait di daerah asal PIK Remaja dan PIK Mahasiswa tersebut. Kami selalu berkordinasi dengan BPPKB Kabupaten Pati dibantu oleh UPT KB di tingkat Kecamatan dalam mendampingi PIK Remaja dan PIK Mahasiswa. Sehingga tugas kami menjadi ringan,” lanjutnya.

Semenatara itu, salah seorang pengurus NU Pati H Asnawi mengatakan, program pendampingan yang dilakukan oleh PIK Remaja Cah Pati patut diapresiasi, karena jarang sekali organisasi remaja yang mau turun langsung ke komunitas remaja.?

"Permasalahan remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan, narkoba, HIV AIDS merupakan fenomena gunung es yang harus dieselesaikan bersama-sama. Dengan adanya PIK Remaja Cah Pati diharapkan dapat ? mendukung penyelesaian masalah tersebut”, jelas H Asnawi yang ketua RMI Pati.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Tim IPNU-IPPNU Pati

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Aswaja, Meme Islam, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 07 November 2017

Doa Ketika Dengar Ayam Berkokok

Kokok ayam adalah suara yang paling disukai Allah Swt. Suara kokok ayam menandai turunnya malaikat membawa rahmat-Nya. Ketika berkokok, konon ayam mengucapkan, “Lâ ilâha illallâh”. Karenanya doa ini dianjurkan untuk dibaca saat ayam berkokok.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Ketika Dengar Ayam Berkokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ketika Dengar Ayam Berkokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ketika Dengar Ayam Berkokok

Lâ ilâha illallâh. Allâhumma innî as’aluka min fadhlika.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Artinya, “Tiada tuhan yang disembah selain Allah. Hai Tuhanku, aku meminta kepada-Mu sebagian dari kemurahan-Mu,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Kiai, Sholawat, Sejarah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Senin, 06 November 2017

Sambut Hari Santri, Pesantren Inggris Tampilkan Kesenian 9 Negara

Bogor, Internet Marketer Nahdlatul Ulama 

Pondok Pesantren Assalam mengundang 9 negara untuk menampilkan kesenian mereka pada kegiatan bertajuk “Festival Puspita I”. Perwakilan negara yang hadir adalah Amerika Serikat, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Jepang, Sinegal, Afghanistan, India, Afrika, dan Australia. Kemudian belakangan menyusul peserta dari Malaysia.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Ali Qohar mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Assalam pada 14 Oktober tersebut dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017 yang akan jatuh pada 22 Oktober. 

Sambut Hari Santri, Pesantren Inggris Tampilkan Kesenian 9 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, Pesantren Inggris Tampilkan Kesenian 9 Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, Pesantren Inggris Tampilkan Kesenian 9 Negara

Menurut dia, festival itu merupakan upaya saling mengenalkan ragam kebudayaan antarnegara. Para santri Assalam bisa memperkenalkan budaya Indonesia. Sebaliknya, negara-negara lain juga memperkenalkan kesenian dan bisa mengetahui kebudayaan Indonesia. 

“Kita menampilkan budaya Indonesia ke mata dunia. Kita mengenalkan Indonesia yang ramah dan santun. Kita memperkenalkan Indonesia yang sangat bisa menjaga keutuhan keragaman budaya. Poin pentingnya hal itu dilakukan para santri,” jelas pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo yang saat ini diasuh KH Azzaim Ibrahimy. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Lebih dari itu, menurut pria yang akrab disapa Kang Aang itu, melalui festival tersebut, Assalam memperkenalkan jatidiri Islam Indonesia secara langsung. 

“Kami mengundang negara-negara lain untuk hadir ke kantong Muslim Indonesia. Ternyata mereka enjoy, mereka menginap di Assalam,” lanjut pria yang pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, Jawa Timur. 

Gio Demalanta dari Fhilipina misalnya, berkomentar, Festival Puspita pertama ini sukses besar. “Ini bagian penting dalam hidup saya karena kita di sini sharing tentang banyak negara lain, acaranya sangat menarik dan saya sangat senang saat kita nyanyi bersama We are the Word."

Sementara Momardiam dari Sinegal, “Ini pengalaman pertama saya melihat budaya negara-negara lain. Acara festival ini sangat asyik. Semoga festival kedua nanti semakin banyak negara lain yang terlibat."

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Aang, Festival Puspita akan dilakukan rutin di Pesantren Assalam sebagai peringatan Hari Santri. Tahun depan waktunya tidak hanya sehari, tapi lima hari. Di antara kgiatannya, selain penampilan budaya akan diadakan workshop. 

Pesantren Assalam didirikan Ali Qohar pada 2009 di gunung Geulis, Kabupaten Bogor. Assalam dikenal masyarakat sebagai Pondok Pesantren Inggris karena bahasa sehari-hari para santrinya menggunakan bahasa Inggris. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sejarah, Internasional, Daerah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock