Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sumedang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. PC GP Ansor Sumedang, Jawa Barat ikut serta melakukan evakuasi korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumedang, Rabu (21/9) malam. Musibah Longsor terjadi di beberapa daerah seperti Pasir Ucing, Dusun Singkup, Dusun Ciherang, Dusun Anjung samping Hotel Anjung, dan menelan korban jiwa, 3 orang tewas di Dusun Cimareme Kelurahan Pasanggrahan, Sumedang.

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumedang Ikut Lakukan Penyisiran Korban Bencana

Sementara itu, musibah banjir terjadi di Lingkungan Panyingkiran dengan ketinggian air 50 cm, Regol ketinggian air 160 cm, dan Pangjeleran dengan ketinggian air 70 cm.

Musibah tersebut menyebabkan kemacetan dibeberapa titik, diantaranya kemacetan di Pasir Ucing, Ciherang, dan Cadaspangeran. Sementara kerugian materi menurut BPBD Sumedang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Posko Relawan Bencana BAGANA yang disediakan yaitu di PCNU Sumedang, Dusun Singkup, Ciherang, dan posko tambahan di PAC GP Ansor Wado.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Banser Satkoryon Wado mengerahkan 12 pasukannya ikut membantu penyisiran korban di Hilir sungai Cimanuk, mengevakuasi korban jiwa yang terbawa arus banjir di Garut. Hal dijelaskan oleh Ahmad Habibadin Ketua PAC Wado saat dihubungi via telepon.

"Melihat kondisi tanah yang masih bergetar ditakutkan ada longsor susulan, dari tiap posko Banser secara bergiliran piket, termasuk semua Banser yang kemarin baru mengikuti Diklatsar,” tutur Hendra Hidayat, Sekretaris GP Ansor Sumedang.

Banser mendistribusikan sejumlah logistik dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana di dua titik pengungsian, di Singkup dan Tajimalela. “Mudah mudahan korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah longsor dan banjir ini,” tambahnya. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 23 Februari 2018

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

Hampir setiap malam kami mengadakan dakwah jika tidak ada sidang parlemen. Diam di Ibu Kota Jakarta dengan macam-macam tugas tanpa memiliki mobil memang susah juga. Harus mempunyai mobil walau tua sekalipun.

Suatu hari Idham Chalid datang ke parlemen dengan mobilnya merk “Human” berwarna hijau tua. Tentu saja mobil bekas. Ia membisikkan padaku bahwa ia membawa mobil, sambil menunjuk ke arah mobil kecil yang diparkir di bawah pohon beringin di depan gedung parlemen.

Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-Mobil Tokoh NU (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-Mobil Tokoh NU (3)

“Dapat dari mana?” tanyaku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Ada kiriman uang dari Kalimantan. Saya beli mobil seharga Rp 18.000,” jawabnya.

“Kok mahal begitu?” tanggapanku.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

“Apa mahal! Lihat dulu barangnya. Mesinnnya masih tokcer,” jawabnya.

Kiai Ilyas keluar dari sidang parlemen dengan A Achsien. Aku beri tahukan kepadanya bahwa Idham Chalid membawa mobil “baru”. Ia kepingin juga mencoba hendak menebeng sampai ke rumahnya. A Achsien sudah mempunyai mobil sendiri.

Idham Chalid duduk di kursi kemudi. Ia hendak mengemudikan sendiri. Batinku bertanya, “Kapan belajar mengemudi?”

Karena percaya bahwa Idham Chalid sudah pandai mengemudi mobil, aku diam saja.

Mobil keluar dari halaman parlemen menuju arah jalan Pejambon. Jalannya mobil tidak lurus, tidak stabil. Pedal rem sering diinjak tiba-tiba, lalu tancap gas tak kepalang tanggung.

Kiai Ilyas melirik padaku. Dalam hatinya, barangkali mengatakan, “Kok begini nyetirnya?” Tapi aku tak membalas lirikannya. Aku cuma diam saja. Sejak tadi aku membaca-baca shalawat. Benar juga, nyaris menyenggol pengendara sepeda di dekat Stasiun Gambir. Kiai Ilyas teriak keras!

“Ya akhi, kalau ada orang jual rokok di depan itu, berhenti!” seru Kiai Ilyas ditujukan kepada Idham Chalid.

Di depan penjual rokok, Idham Chalid menghentikan mobilnya. Agak keterusan. Kiai Ilyas turun dari mobil. Aku kira ia akan membeli rokok, kiranya ia terus berjalan di atas trotoar.

“Mengapa? Hayo naiklah!” ajakku kepadanya.

“Terima Kasih! Jalan kaki lebih aman ...!” sambil mempercepat jalannya menuju arah prapatan.

“Penakut!” teriak Idham Chalid.

Aku pindah tempat di sampingnya. Mesin lalu dihidupkan. Mobil mulai jalan lagi. Sepanjang jalan aku biarkan ia mengemudikan mobilnya sekehendak hatinyalah. Aku diam saja, memperbanyak membaca shalawat.

Alhamdulillah, Tuhan Maha Besar! Akhirnya, sampai juga ke tempat tujuan dengan selamat, walaupun tidak begitu sehat.? Kepalaku pening!? (KH Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-Orang Pesantren)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Pendidikan, Nasional, Pahlawan Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 22 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok

Depok, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Sosok KH Hasyim Muzadi meninggalkan kesan mendalam bagi Dewi, Rumiyati, dan Khadijah. Ketiga perempuan yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren Al Hikam Depok itu masing-masing membagikan kesan mereka kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama, Kamis (26/3).

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi di Mata Tiga Perempuan Warga Depok

Bagi Khadijah, yang paling mengesankan dari sosok KH Hasyim Muzadi adalah karena seringnya almarhum memberikan solusi atas persoalan jamaah dan warga melalui ceramah-ceramahnya. "Ceramahnya bikin hati adem," ungkap perempuan 56 tahun yang datang melayat bakda dzuhur hari ini.

Adapun menurut Rumyati, KH Hasyim Muzadi adalah sosok yang ramah kepada semua orang dan dekat dengan anak-anak. "Makanya anak saya juga ikut ngaji di sini (Al-Hikam). Setiap hari ngajinya di sini," tutur Rumyati.

Ada nasihat yang selalu diingat oleh Rumyati. Pesan itu adalah bahwa menuntut ilmu agama jangan berhenti walaupun usia sudah tua. "Kalau mengaji, walaupun sudah dewasa jangan dilupakan. Itu yang paling saya ingat," cerita Rumyati.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara Dewi, sosok almarhum dinilai sebagai orang yang baik dan penyantun. "Kiai, terutama kalau lebaran, sering membagikan sembako bagi warga sekitar yang memerlukan," kata perempuan yang sering ikut salat dan mengaji di Masjid Al Hikam.

Bukan hanya ketiga perempuan warga sekitar Al Hikam yang terkesan dengan almarhum. Banyak tokoh dan masyarakat yang juga amat kehilangan. Hingga berita ini ditulis para pelayat terus berdatangan ke Pondok Pesantren Al Hikam Depok. Sementara langit Depok juga terlihat mendung. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Hikmah, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 08 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Nasional, Pemurnian Aqidah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 04 Februari 2018

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim.

Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup.

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

“Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri,” kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. “Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya,” jelasnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan.

Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. “KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan,” kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali.

Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur.

“Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?,” jelas Roni. (Rofi’i Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Quote, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 28 Januari 2018

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Internet Marketer Nahdlatul Ulama ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Pesantren, Meme Islam Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 21 Januari 2018

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan

Bangkalan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Memasuki hari kedua kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan, peserta yang terdiri dari para santri dan pelajar, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Karang Taruna, dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) melakukan bakti sosial di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (31/10).

"Ini adalah upaya untuk mengajak anak-anak muda ini mengasah kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar, menguatkan sikap peduli dan menumbuhkan semangat berbagi dalam diri mereka. Nilai-nilai inilah yang dulu juga dijunjung tinggi para pahlawan Indonesia yang patut diteladani," kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras. 

Untuk sampai dilokasi bakti sosial, para peserta menggunakan LCU (Landing Craft Utility) atau kapal kecil yang adalah bagian dari kapal besar, berkemampuan sebagai alat angkut personil, kendaraan tempur dan material. Kapal kecil ini berkapasitas 150 orang. 

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelajah Kapal Kepahlawanan, Kemensos Ajak Santri dan Pelajar Baksos di Bangkalan

Secara bertahap mereka diangkut menggunakan LCU dengan jarak tempuh 15 menit untuk sampai di Pelabuhan Kamal. Selanjutnya dengan menggunakan kendaraan TNI Angkatan Laut, peserta bergerak menuju Pendopo Kecamatan Kamal. 

Bantuan yang diberikan berupa 20 kursi roda, sembilan kaki palsu, satu tangan palsu, 200 kacamata baca, 1.000 sandang dan biskuit, 500 paket sembako, dan 200 perlengkapan sekolah. 

Usai baksos, peserta mengunjungi Monumen Jalesveva Jayamahe dan KRI Dewa Ruci. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Seperti diberitakan sebelumnya,  sebanyak 400 pelajar SMA dan sederajat serta para santri berbagai pondok pesantren di Jawa Timur diajak untuk berlayar melintasi Perairan Suramadu (Surabaya-Madura). 

Perjalanan dilakukan sejak Senin (30/10) hingga Rabu (1/11) dengan menempuh rute Tanjung Perak--Pelabuhan Kamal Madura--Bhakti Sosial di Bangkalan--Tanjung Perak.  

"Mengajak generasi milenial untuk tetap tersambung dengan para pahlawan bangsa memerlukan strategi jitu. Maka untuk memberikan wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan, tidak cukup melalui seminar atau dialog. Berikan mereka pengalaman baru dan berbeda. Biarkan mereka meresapi makna mendalam Hari Pahlawan dengan cara kekinian," kata Dirjen.  

Salah satu upanyanya, lanjut Hartono, adalah kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan yang baru tahun ini diselenggarakan. Dalam kegiatan yang bekerja sama dengan TNI AL ini, Surabaya dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan karena Surabaya merupakan Kota Pahlawan tempat di mana pertempuran 10 November terjadi. 

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Penting bagi generasi milenial di zaman now memiliki kecintaan tanah air, memiliki etos bekerja sungguh-sungguh dan kerelaan untuk berkorban. Seperti yang telah dilakukan pada para pahlawan," ujar Hartono kepada peserta mengawali kegiatan di atas geladak kapal.

Selama perjalanan, peserta mendapatkan berbagai pengetahuan seperti wawasan kebangsaan, bela negara, sejarah KRI dr. Soeharso 990 dan renungan kebangsaan. 

Sementara itu Komandan KRI dr. Soeharso 990 Letkol Laut Alfred mengungkapkan kegiatan semacam ini perlu dilakukan sesering mungkin. 

"Ini adalah upaya mempertebal nasionalisme. Generasi muda adalah ujung tombak. Mereka yang akan menjadi pemimpin masa depan. Saya sepakat acara semacam ini terus dilaksanakan dan bisa menjangkau lebih banyak anak-anak muda," katanya. 

Pada hari terakhir, kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan akan ditutup oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di atas kapal, Rabu pagi (1/11), ditandai dengan penyematan tanda penghargaan kepada peserta. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 20 Januari 2018

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Des Moines, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, unggul atas saingannya, Hillary Clinton dan John Edwards, menjelang kaukus Iowa, Kamis (03/01). Demikian jajak pendapat oleh Des Moines Register, Senin.



Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Ungguli Hillary Jelang Kaukus Iowa

Jajak pendapat pada orang- orang yang kemungkinan menghadiri kaukus itu memberikan 32 persen suara kepada Obama dibandingkan 25 persen bagi mantan ibu negara AS itu serta 24 persen bagi mantan nominator wapres Demokrat John Edwards.

Hasil jajak pendapat ini bisa menjadi petunjuk kuat di Iowa, negara bagian yang selama ini terkenal sulit disurvei. Pemilih Iowa juga biasanya menetapkan pilihan belakangan.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kubu Hillary menolak metodologi jajak pendapat Register itu dengan mengatakan itu terlalu menekankan kemungkinan peran dari pemilih independen dalam kaukus. Juga dikatakan, jajak pendapat itu bertentangan dengan survei lain yang ada.

Seorang jubir Hillary mengatakan jajak pendapat baru itu tidak secara akurat mencerminkan tren yang dilihat kubu Hillary di jajak-jajak pendapat lain.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Para pemilih harus mengerti ini adalah pertarungan yang sangat ketat dan bahwa partisipasi mereka pada malam kaukus akan membuat perbedaan," kata jubir Phil Singer seperti dilansir sumber Kompas.

Des Moines Register mengatakan, naiknya perolehan Obama disebabkan gelombang peserta kaukus yang pertama kali dan mereka yang sebelumnya pemilih independen. Hasil pol memperlihatkan perubahan yang cepat dalam lomba ke Gedung Putih itu. Perolehan Obama naik empat poin dibandingkan jajak pendapat Register yang terakhir pada akhir November, sedangkan perolehan Edwards dan Hillary sama

Sementara Washington Post melaporkan bahwa Hillary dan Obama masing-masing telah mengumpulkan 100 juta dollar AS untuk mendanai kampanye mereka tahun 2007. Untuk pertama kalinya dua bakal calon itu melewati ambang batas itu sebelum berlangsung kaukus.

Di kalangan Partai Republik, jajak pendapat itu memperlihatkan Mike Huckabee, mantan gubernur Arkansas, meraih 32 persen dukungan. Dia unggul atas mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney yang meraih 26 persen dukungan. Senator Arizona John McCain pada posisi ketiga dengan 13 persen, naik 6 poin dari hasil akhir November.

Kubu Edwards mempertanyakan akurasi jajak pendapat itu, dengan alasan dilakukan selama masa liburan Natal. Jajak pendapat juga dilakukan akhir pekan ketika sulit mendapatkan responden yang representatif. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Pesantren, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 05 Januari 2018

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Lombok Barat, Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jaringan Gusdurian Lombok menggelar halaqah bertema “Siasat Pesantren dan Nahdliyin dalam Menghindari Jebakan Korupsi” di Pondok Pesantren Al-Halimy Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/4).

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Lombok Gelar Halaqah Antikorupsi di Pesantren

Hadir sebagai pembicara Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, Direktur Dikyanmas KPK Sujanarko.

Koordinator Jaringan Gusdurian Lombok Fairuz Zabadi menyebutkan, pondok pesanten di Lombok Barat menjadi pilihan tempat acara lantaran banyaknya lembaga pendidikan Islam itu di Lombok Barat. Pemerintahan Lombok Barat juga mempunyai rekam jejak yang kelam. Dua kali berturut-turut bupati Lombok Barat terjerat kasus korupsi.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Alissa mengatakan, pesantren memiliki kontribusi tinggi terhadap pembanguan bangsa di banding sekolah-sekolah negeri yang satu desa hanya ada satu SD. Apalagi sekolah model dengan biaya mahal, menurut adik kandung putri Gus Dur ini, tidak semua masyarakat bisa mengakses karena mahal.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Oleh karena itu, pesantren penting mengetahui haknya di negara namun harus tidak terjebak dengan permainan koruptor," harapnya.

Alissa juga banyak menyanpaikan seputar komitmen almarhum Gus Dur dalam melawan dan memberantas korupsi. Gerakan antikorupsi berbasis pesantren, menurutnya, penting dilakukan warga NU khususnya di Lombok Barat.

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Halimy TGH Munajib Khalid, perwakilan badan otonom NU, lembaga NU, dan puluhan perwakilan dari pesantren se-Lombok Barat. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal, RMI NU, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 30 Desember 2017

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Jepara, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian.

Beberapa jenis cairan diproduksi dari bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR/ plant growth-promoting rhizobacteria) akar bambu, PGPR rumput tekek-tekekan akar serabut, PGPR rumput tekek-tekekan akar gada, dan mol rebung bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA Walisongo Produksi Cairan Khusus untuk Pertanian

Ada pula dari mol bonggol pisang dan mol buah maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, mol buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah, serta probiotik pengurai tinja untuk pengurai tinja di septitank.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan pelatihan dan pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan di dalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain, lanjut dia, untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.

Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya, Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Jumat, 29 Desember 2017

Haul Mbah Maksum Jauhari, Ratusan Pendekar Gelar Khataman dan Santunan Yatim

Rembang, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Dalam peringatan haul KH M Abdullah Maksum Jauhari atau biasa  disapa Mbah Maksum Lirboyo yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Rembang. acara ini dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa (PN) dari ranting-ranting se-cabang Rembang.

Sesepuh Pagar Nusa Rembang Zainur Rouf menyebutkan, peringatan ini merupakan wujud hormat dan cinta  kepada pendiri bela diri Pagar Nusa. Selain itu, dengan peringatan seperti ini ia berharap mendapatkan keberkahan ilmu dari seorang guru.

Haul Mbah Maksum Jauhari, Ratusan Pendekar Gelar Khataman dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Maksum Jauhari, Ratusan Pendekar Gelar Khataman dan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Maksum Jauhari, Ratusan Pendekar Gelar Khataman dan Santunan Yatim

"Mbah Masum itu pendiri Pagar Nusa yang berasal dari Pondok Pesantren (Pontren) Lirboyo Kediri. Ia merupakan seorang yang alim dengan ilmu bela diri yang hebat," ungkapnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia berharap dengan diadakan kegiatan rutin setiap tahun ini semakin meningkatkan tali persaudaraan antarpendekar di Kabupaten Rembang sehingga kepengurusan Pagar Nusa Rembang bisa solid dan melahirkan pendekar yang berprestasi.

Sementara, Pengurus Pagar Nusa Rembang Tyas Eko Saputro selaku ketua panitia menyatakan banyak acara yang turut meramaikan Haul Mbah Maksum, Kamis (5/10) tersebut. Acara ini dimeriahkan dengan khataman Al-Quran sebanyak lima kali, pertunjukan pentas seni, dan santunan kepada yatim dan piatu setempat.

"Perwakilan dari beberapa ranting menunjukkan aksi hebatnya dengan mempertontonkan gerakan jurus, seni bela diri, sampai memecahkan batu bata dengan kepala," ujarnya saat ditemui di gedung serbaguna YKM NU Rembang.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Acara ini dimulai pukul 20.00 hingga menjelang tengah malam. Turut hadir Ketua PCNU Kabupaten Rembang KH Sunarto, Rais Syuriyah PCNU Rembang H Ahmad Chazim Mabrur, sesepuh Pagar Nusa, dan seluruh ranting Pagar Nusa di cabang Rembang. (Onji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Nasional, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 28 Desember 2017

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Marah merupakan tabi’at yang tidak bisa hilang dalam diri manusia. Ia seakan-akan sudah manunggaling dengan jiwa manusia. Siapapun sebenarnya memiliki potensi marah. Walaupun marah tidak bisa dilenyapkan dari tubuh manusia ia mesti selalu dikontrol dan dikendalikan.

Kepada manusia, Allah SWT mengaruniai akal yang berfungsi untuk menuntun amarah. Bila ada manusia yang tidak mampu mengontrol amarahnya, berarti ia belum mampu mengoptimalkan kinerja akalnya.

Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Banyak literatur keislaman menyebutkan bahwa mengendalikan amarah terbilang perbuatan yang mulia. Namun, fakta di lapangan sangat sedikit sekali orang yang mampu menerapkan ajaran ini secara total. Memang rasanya tidak mudah menahan amarah ketika ada orang zhalim dan menyakiti kita apalagi perbuatan itu dilakukan berulang-ulang kali.

Sebab itu Imam al-Ghazali membuat bahasan khusus tentang bahaya amarah dan kiat menghilangkannya dalam Ihya Ulumiddin. Bahasan ini kemudian disarikan oleh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dalam Mau’idzatul Mu’minin. Al-Qasimi menyebutkan dalam kitab ini bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meredam amarah ialah sebagai berikut,

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Di antara cara menghilangkan marah ialah membayangkan buruknya rupa orang yang sedang marah sembari membayangkan bentuk wajah orang lain ketika marah. Jeleknya wajah orang yang sedang marah itu ditanamkan dalam hati dan jika diperhatikan wajahnya hampir serupa dengan binantang buas.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sementara orang yang sabar diberi petunjuk, dan mampu menahan amarah. Rupanya disamakan dengan para nabi, wali, ulama, dan orang-orang bijak. Ia diberi pilihan apakah mau disamakan dengan binatang buas atau manusia yang paling jelek, atau dengan ulama dan para nabi. Tujuan penyamaan ini adalah agar hati mereka cenderung untuk mengikuti nabi, wali, dan para ulama selama akal sehat masih ada dalam dirinya.

Kutipan ini sekaligus sindiran dan solusi bagi orang yang suka marah. Wajahya disamakan dengan binatang buas. Sedangkan orang yang pandai menahannya diumpakan karakternya dengan para nabi dan wali.

Bagi orang yang berakal tentu ungkapan ini akan membuat mereka berubah. Sebab pada dasarnya tidak ada manusia yang mau disamakan dengan binatang. Berdasarkan penjelasan ini dapat dipahami bahwa Islam identik dengan keramahan, bukan kemarahan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Halaqoh, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 23 Desember 2017

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

Indramayu, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil mengajak warga NU untuk meneladani kerendahan hati Syekh Nawawi Banten sebagai orang alim. Menurutnya, kendati menguasai 73 disiplin ilmu, Syekh Nawawi menyatakan rasa syukurnya ketika mendengar ulama Timur Tengah berencana membedah karyanya, Tafsir Munir.

Pada puncak acara Wisuda Khatmil Quran ke-5 sekaligus peringatan Isra Miraj Majelis Al-Quran Naswa-Nasyatul Wardiyah, desa Kertanegara kecamatan Haurgeulis, Indramayu, Kiai Musthofa menirukan ucapan ‘Alhamdulillah’ dari Syekh Nawawi Banten.

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kerendahan Hati Syekh Nawawi Banten Patut Diteladani

“Berarti, kesalahan dalam tafsir saya akan diketahui dan diperbaiki,” kata Kiai Musthofa yang lazim Gus Mu mengutip ucapan Syekh Nawawi, Sabtu (31/5).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dalam forum yang dihadiri sejumlah majelis taklim itu, Gus Mu menyayangkan sikap sejumlah orang yang yakin telah memahami agama belakangan ini. “Tidak seperti sekarang, baru bisa terjemah Al-Quran saja sudah pandai menyalahkan dan mengkafirkan orang lain.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Syekh Nawawi, lanjut pengasuh pesantren Kempek Cirebon ini, mendapat gelar ‘Sayidu Ulama Hijaz’. Padahal Syekh Nawawi orang Indonesia. Meskipun kealimannya sangat disegani, Syekh Nawawi tetap tawadlu. (Red: Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional, Quote, Warta Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 13 Desember 2017

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Mantan Senator Amerika Serikat Christopher Kit Bon, Selasa (23/4) petang, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Kit Bon mengadakan dialog dengan sejumlah pengurus dan warga NU.

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Kedatangan Kit Bon disambut Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud. Turut hadir, antara lain, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Utara Shalahudin Kafrawi, dan sekitar 20 pengurus lembaga dan lajnah NU.

Senator Kit Bon mengaku, sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta dan mendapat sambutan hangat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia mendukung, Islam sebagai ajaran pada prinsipnya adalah penebar kedamaian.

Dalam acara yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan oleh PCINU Amerika Utara ini, Kit Bon menjelaskan, terorisme sama sekali tidak identik dengan Islam. Ia mengaku, stereotip kekerasan terhadap Islam di berbagai negara menjadi tantangan berat bersama.

As’ad menyambut positif kiprah Kit Bon selama ini. Kit Bon dinilai cukup berjasa dalam mencitrakan Islam di Amerika sebagai agama yang ramah. Ia optimis, kebangkitan Islam di dunia akan dimulai dari Asia Tenggara. Seperti ditunjukkan NU, Islam mengedepankan pedekatan budaya dan dialog antarperadaban (hiwar bainal hadlarah).

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Marsyudi dalam kesempatan itu, menjelaskan profil singkat NU, meliputi sejarah pendirian, keanggotaan, serta segenap jaringan kelembagaan yang dimiliki. ”NU sudah berdiri sejak Indonesia belum berdiri. Dan NU merupakan salah satu pendiri republik ini,” katanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Aswaja, Kiai, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 10 Desember 2017

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat?

Momen Idul Fitri identik dengan makanan khas Nusantara bernama Ketupat. Makanan tradisional berbahan baku beras ini bahkan menjadi ikon setiap lebaran tiba. Bentuknya yang unik membuat ketupat tidak mudah untuk membuatnya karena terdiri dari anyaman janur atau daun kelapa muda berwarna putih kekuningan yang cukup rumit sebab membutuhkan keterampilan tangan dalam membuatnya.

Di daerah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah rata-rata masyarakat ramai-ramai membuat makanan yang hanya membutuhkan dua helai janur ini. Namun demikian, selama lima tahun belakangan, janur di daerah ini susah didapatkan.

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat?

“Seperti tahun-tahun kemarin, masyarakat beralih membuat lontong karena mendapatkan janur susah sekarang,” ujar Ibu Munarti, warga Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari yang biasa menyediakan ketupat sebagai sajian Hari Lebaran, Rabu (6/7).

Selain sebagai hidangan Hari Raya, masyarakat juga membuat ketupat untuk dijual. Mereka menjual karya tangannya itu di sepanjang jalan kecamatan yang banyak dilintasi warga. Namun, dengan kondisi janur yang kian langka, potensi mereka untuk meraup rezeki dari penjualan ketupat ini juga ikut meredup. Biasanya satu ikat berisi 10 ketupat dengan Rp7000-Rp9000 tergantung jenis dan ukuran ketupat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan janur yang menjadi bahan anyaman ketupat makin susah didapatkan. Losari bagian utara, khususnya di Desa Prapag Kidul, Limbangan, Kramat, dan Karang Dempel dahulu mempunyai lahan dan kebon kelapa yang luas. Namun, ribuan pohon kelapa ini tidak lagi mampu memproduksi janur. Karena setiap tahun dipetik.

Pohon-pohon kelapa ini juga makin lama tidak lagi memproduksi buah sehingga akhirnya mati. Pilihan akhirnya terpaksa pohon-pohon tersebut ditebang atau dibiarkan tanpa berbuah. Kini, banyak lahan yang tadinya perkebunan kelapa tergantikan dengan pohon jati.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sebagai pohon penghasil bahan-bahan berguna dari ujung janur hingga akar, pohon kelapa termasuk tumbuhan yang harus diperbarui dengan bibit pohon baru setidaknya selama 5-10 tahun. Jika langkah ini tidak dilakukan, maka pohon tidak akan berbuah dan akhirnya mati.?

Faktor pemetikan janur dengan intensitas sering juga menjadi salah satu faktor mendasar kelangkaan bahkan bisa menyebabkan proses pembuahaan terganggu. Sebab janur yang menjadi embrio pertumbuhan pohon kelapa dari sisi batang, buah maupun manggar (penyangga buah) menjadi tersendat.

Dengan kondisi memprihatinkan tersebut, menanam bibit pohon kelapa di dekat pohon kelapa yang sudah menua menjadi langkah penting guna melestarikan pohon yang sebagian besar hidup di dataran rendah itu. Langkah ini diyakini bisa melanggengkan pohon kelapa sebagai pohon penghasil janur sehingga eksistensi ketupat sebagai makanan khas lebaran tetap lestari.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Filosofi ketupat

Kupat atau ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam di Jawa sejak masa pemerintahan Kerajaan Demak pada awal abad ke-15. Konon, ketupat merupakan demitologisasi dan desakralisasi pemujaan Dewi Sri yang dimuliakan sejak masa kerajaan kuno Majapahit dan Padjajaran.

Menurut keterangan Sejarawan Agus Sunyoto, ketupat memang asli Indonesia. Di luar negeri tidak ada. Ketupat sebetulnya diambil dari satu hadits. Man shoma ramadhana tsumma atba‘ahu sita minsyawwalin fakaana shama kasiyaamidahron. (Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti telah berpuasa selama setahun penuh).?

Menurut Pakar Islam Nusantara itu, orang yang berpuasa seperti itu disebut kafah atau kafatan, artinya sempurna. Nah, orang Indonesia menyebutnya kupat (ketupat). Itu sebabnya orang Indonesia setelah berpuasa Syawal, ada hari raya ketupat, artinya hari raya sempurna.

Lebih jauh, ketupat atau kupat bisa dijelaskan sebagai berikut: pertama, istilah kupat mempunyai kepanjangan ngaku lepat (mengaku bersalah). Kedua, janur sebagai bahan pembuat kupat mempunyai makna jatining nur (hati nurani). Ketiga, anyaman janur menggambarkan kompleksitas masyarakat Jawa yang harus dilekatkan dengan tali silaturrahim.

Keempat, beras yang menggambarkan nafsu duniawi, dan terkahir kelima yaitu bentuk ketupat yakni kiblat papat (mata angin), limo pancer (kiblat) yang menggambarkan arah kiblat. Hal ini memberi makna bahwa nafsu duniawi harus diimbangi dengan beribadah kepada Allah SWT dengan menghadap kiblat melalui shalat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Selasa, 05 Desember 2017

Rekam Jejak Sang Perusak

Dalam satu dasa warsa terakhir ini, pergerakan kaum Salafi-Wahabi di Indonesia begitu massif. Saat ini kita tidak sulit menjumpai lelaki yang berpenampilan “syaikh” dengan menggunakan  gamis  dan celana cingkrang, lengkap dengan cambang dan jenggotnya yang menggantung. Sementara yang perempuan, seluruh tubunya dibalut dengan kain, kecuali matanya. Busana tersebut memang menjadi ciri khas kaum Salafi-Wahabi. Sekilas kita menduga bahwa meraka adalah bagian dari kita. Lebih-lebih mereka selalu berkoar dan mengklaim diri sebagai satu-satunya representasi kelompok Ahlussunah wal Jama’ah. Jargon-jargon yang mereka teriakkan juga sangat islami,  misalnya “mari kembali kepada ajaran al-Quran dan Sunnah, tidak ada tempat meminta kecuali kepada Allah” dan sebagainya. 

Sekilas gerakan puritan mereka, terkesan sangat  islami, paling bertauhid, dan seterusnya. Tapi kita jangan silau, apalagi terjebak dalam kamuflase amaliah mereka. Mereka sesungguhnya adalah kelompok yang justru ingin mengikis habis amalan-amalan Ahlussunah wal Jama’ah versi NU khususnya dan umat Islam umumnya.

Rekam Jejak Sang Perusak (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekam Jejak Sang Perusak (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekam Jejak Sang Perusak

Buku ini mengulas rekam jejak sejarah “kelakuan” Salafi-Wahabi yang begitu ekstrem. Dikatakan ekstrem karena kelompok ini selalu memberi stempel kafir kepada umat Islam yang bertentangan dengan ajarannya.  Mereka “mengisolasi diri” dalam komunitasnya, karena mengangap najis orang lain yang tidak satu “akidah” dengan mereka. Mereka menganggap wajib memusuhi, bahkan memerangi orang di luar mereka, kendati dia orang tuanya sendiri.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sesungguhnya, Muhammad bin Abdil Wahhab, --sang pendiri Wahabi—dan para pengikutnya mempunyai catatan hitam dalam lembar sejarah pergerakan mereka. Orang-orang yang suka tawassul, ziarah kubur dan sebagainya dinilainya sebagai ahli bid’ah, kafir dan syirik. Karena itu, darah mereka diangggap halal. Dalam prakteknya, kelompok Wahabi tak segan-segan membunuh orang yang dianggap kafir itu, kemudian hartanya diambil sebagai harta rampasan (Hal. 2). Bahkan, seorang hakim, Utsman bin Mu’ammir  dibunuh di dalam masjid usai shalat Jumat. Tidak hanya itu, istananya juga  dihancurkan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya lantaran dianggap mbalelo (Hal. 30).

Sejarah telah membuktikan betapa kejam prilaku Wahabi dalam menyikapi perbedaan dalam agama Islam. Tahun 1216 Hijriyah, Wahabi memasuki daerah Karbala untuk misi dakwahnya. Bukan berdakwah, tapi memerangi penduduk setempat karena dianggap melawan ajarannya. Mereka dengan sadisnya menghabisi orang-orang di pasar-pasar dan rumah-rumah. Hampir 1000 penduduk mati di tangan Wahabi. Hartanya juga dikuras.

Di tahun yang sama, Koka Makkah juga menjadi sasaran. Pasukan Abdul Aziz dan Utsman –tokoh Wahabi— memasuki Makkah tanpa peperangan. Meski masuk dengan damai, namun mereka juga masih memerangi penduduknya. Mereka mendatangi penduduk dari rumah ke rumah untuk dibunuh dan  diambil hartanya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Mereka menetap di Makkah selama 20 hari karena sibuk menghancurkan masyhad-masyhad dan kubah-kubah makam setiap harinya. Tak ada satupun masyhad dan kubah yang tersisa. Semua diratakan dengan tanah (Hal. 42). Kubah makam, memang salah satu bangunan yang dinilai bid’ah oleh Wahabi

Sebenarnya, ajaran  Muhammad bin Abdil Wahhab –dedengkot Wahabi-- ketika itu banyak ditentang oleh umat Islam. Ayahnya sendiri, Syaikh Abdul Wahhab juga menentang keras ajaran yang dikembangkan anaknya. Konon, ia sudah mempunyai firasat buruk terhadap anaknya itu, yang ditengarai akan membawa kesesatan dan kerusakan pada umat. Kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdil Wahhab juga masuk di barisan utama penentang ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab. Ia membantah habis-habisan ajaran adiknya itu. Di antara bantahannya itu, ia tulis dalam kitab ash-Shawaiq  al-Ilahiyah fi  Radd ‘ala Wahhabiyah dan Fashl al-Khitab fi Madzhab Muhammad bin Abdil Wahhab dan sebagainya (Hal. 6).

Dalam perkembangannya setelah itu, ada 129 ulama kesohor dari madzhab empat yang menolak ajaran Wahabi. Dengan ratusan kitab, mereka menelanjangi doktrin yang diajarkan Muhammad bin Abdil Wahhab (Hal. 49).

Kendati demikian, Muhammad bin Abdil Wahhab dan para pengikutnya ramai-ramai mengingkari dan membantah kitab-kitab yang mementahkan doktrin mereka. Biar anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Nyatanya, sampai kini Wahabi tetap eksis, malah penetrasinya semakin meluas. Itu karena didukung oleh Kerajaan Arab Saudi. Di Indonesia, ajaran Wahabi yang dibawa oleh “santri-santri” Timur-Tengah bermetamorfosis menjadi Salafi.

Hanya gerakan Salafi di Indonesia, tidak seradikal di Arab Saudi dan negara-negara Timur-Tengah lainnya. Sebab, Salafi di Indonesia masih tergolong minoritas. Tapi kalau sudah menjadi kelompok menengah secara kuantitas, apalagi mayoritas, bukan tidak mungkin gerakan-gerakan ektrem dan kejam akan dipertontonkan Salafi. Rekam jejak Wahabi sebagai perusak ketenangan, kedamaian dan kerukunan antar umat Islam, sudah terbukti di daerah asalnya.

Buku ini patut dibaca oleh umat Islam yang menginginkan kedamaian dan menjunjung tinggi pluralitas agar bisa berhati-hati terhadap sepak terjang dan pengaruh Salafi. Ditulis dengan mengambil referensi kitab-kitab yang ditulis oleh tokoh Wahabi yang sudah insyaf atau sejarawan Wahabi, sehingga “kabar” mengenai radikalisme kekejaman Wahabi bisa dipertanggug jawabkan.

.

Judul: Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi, Sejarah, Doktrin dan Akidah

Penerbit: Khalista, Surabaya

Penulis: Achmad Imron R.

Cetakan: April 2014

Tebal: xxviii + 303 hlm.

Peresensi: Aryudi A. Razaq, kontributor Internet Marketer Nahdlatul Ulama Jember

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Sunnah, Nasional, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kamis, 30 November 2017

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Jeddah, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Syekh Saad al-Hijri, anggota komite yurisprudensi Provinsi Asir, Arab Saudi, membuat geger warga di negara setempat usai mengatakan bahwa perempuan tak semestinya mengemudikan kendaraan karena tidak ada dalil agama yang mendukung tentang itu.

Lebih lanjut al-Hijri mengatakan, perempuan hanya memiliki seperempat akal sehingga ia tak bisa membuat keputusan saat berada di balik kemudi.

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Cekal Ulama yang Katakan ‘Perempuan Cuma Punya Seperempat Akal’

Al-Hijri melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah ceramah di depan khalayak di kota Khamis Mushait barat daya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (22/9).

Ceramah al-Hijri pun mengundang kemarahan dari para pengguna media sosial di Arab Saudi. Mereka ramai-ramai menuntut agar pemerintah melarangnya berceramah dan menerbitkan fatwa. Reaksi ini direspon oleh Gubernur Asir Pangeran Faisal bin Khalid bin Abdulaziz dengan mencekal al-Hijri dari aktivitas ceramah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Juru bicara gubernur Asir, Saad bin Abdullah al-Thabet, dalam sebuah siaran pers mengatakan, Pangeran Faisal telah mengeluarkan perintah untuk merespon pernyataan al-Hijri yang membuat gempar jagat media sosial dan mengecewakan banyak orang.

Thabet menambahkan, pembebas-tugasan al-Hijri dari kegiatan berceramah merupakan langkah yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan mimbar keagamaan sebagai ajang produksi statemen kontroversial dan merendahkan orang.

Ia bahkan mengingatkan, keputusan serupa akan diambil terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan mimbar agama untuk menyuarakan pendapat yang merendahkan orang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Minggu, 26 November 2017

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

Jakarta, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Peluang menimba ilmu bagi para kader NU kini semakin terbuka lebar. Kali ini kesempatan beasiswa datang dari Lebanon yang menyediakan kuota 10-50 orang untuk belajar di Global University Lebanon.

Tawaran ini disampaikan oleh Sheikh Dr. Tarek Muhammad Nageeb Al lahman dalam kunjungannya ke PBNU yang diterima oleh KH Hasyim Muzadi, Rabu (26/3).

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebanon Sediakan 10-50 Beasiswa untuk Kader NU

“Jumlah yang berangkat nanti tergantung kemampuan calon mahasiswa dan kemampuan PBNU membantu,” kata Hasyim.

Sebelumnya PBNU telah mengirimkan mahasiswa ke Sudan, Libya, Marokko dan negara Timur Tengah lainnya untuk meningkatkan SDM di lingkungan NU.

Kiai Hasyim juga menuturkan Dr. Tarek yang juga menjadi guru tarekat ini akan mengirimkan buku-buku perbandingan ajaran ahlusunnah wal jamaah, tetapi dengan perbandingan terhadap Syiah, Hizabut Tahrir atau ajaran lainnya.

“Ini sangat penting buat kita sekarang ini dalam menghadapi tantangan-tantangan baru,” ujarnya.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Kebutuhan buku ini semakin mendesak dengan kembali dipertanyakannya amalan-amalan yang selama ini dilakukan oleh warga NU akibat masuknya jaringan Islam trans nasional ke Indonesia dengan ajaran-ajaran yang berbeda.

Pertentangan terbaru terjadi di Jawa Timur dengan terbitnya buku Mantan Kiai NU Menggugat yang dikarang oleh Mahrus Ali yang menganggap amalan-amalan yang dijalankan nahdliyyin syirik dan bid’ah. Meskipun sudah dibuat buku tandingan, hal ini menunjukkan memanasnya hubungan diantara golongan umat Islam. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Internet Marketer Nahdlatul Ulama News, Nasional, Hikmah Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Sabtu, 25 November 2017

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama

Pacitan, Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Ratusan kader dan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA-PMII) Cabang Pacitan memenuhi balai pertemuan Baleharjo Pacitan, Jawa Timur. Para Alumni dan kader PMII hadir dalam acara Konsolidasi dan Muscab ke I IKA-PMII dengan tema "Perkokoh Barisan, Persatukan Gerakan Ahlussunnah wal Jamaah," Ahad (14/6).

Konsolidasi dan Muscab ke I IKA-PMII dibuka oleh Kepala Bakesbang Polinmas Pacitan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran kader PMII Pacitan yang turut mengawal jalanya demokrasi di kabupaten pacitan. Ia juga meminta agar IKA-PMII tidak sungkan-sungkan untuk memberikan kritik dan masukan untuk bersama-sama membangun Pacitan kedepan.

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII Pacitan Gelar Konsolidasi dan Muscab Pertama

Selain itu, Muscab ini diisi dengan Sosialisasi Pilkada oleh KPU Pacitan yang akan digelar serentak pada akhir tahun 2015.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

"Sosialisasi pilkada ini sebagai bentuk andil IKA PMII Pacitan dalam menyukseskan demokrasi," kata Agus Salim Misni, Sekretaris Panitia Muscab.

Sementara itu, dalam Muscab kali ini berhasil memilih Kiai M Zafri Wicaksana sebagai Ketua IKA PMII Pacitan periode 2015-2020. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Berita, Nasional, Internasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Rabu, 22 November 2017

Fatayat NU Tasik: Program Pekka Harus Merata dan Tepat Sasaran

Tasikmalaya, Internet Marketer Nahdlatul Ulama - Sekretaris Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Maryamah menyambut baik program PEKKA (Pembinaan Kepala Keluarga) oleh Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat yang ditujukan untuk pemberdayaan kepala keluarga kurang mampu khususnya janda-janda di Tasikmalaya. Ia mendorong pemerintah setempat agar menjalankan program tersebut sesuai dengan capaian dan target yang ditentukan.

Demikian disampaikan Maryamah ketika ditemui di kediamannya di Kampung Rancamaya, Desa Cipakata, Tasikmalaya, Selasa (7/3).

Fatayat NU Tasik: Program Pekka Harus Merata dan Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Tasik: Program Pekka Harus Merata dan Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Tasik: Program Pekka Harus Merata dan Tepat Sasaran

Program ini digulirkan dalam bentuk pelatihan home industri, wirausaha, keterampila seperti bordir dan lain lain.

“Saya sangat mendukung program ini dan menghaturkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan masyarakat yang kurang mampu khususnya para janda kurang mampu,” kata Maryamah.

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Menurutnya, di Kabupaten Tasikmalaya ini tidak sedikit perempuan yang menjadi janda akibat tindak kekerasan dari suaminya. Karena faktor ekonomi banyak dari suami pada akhirnya meninggalkan istri dan anak-anaknya.

“Banyak istri yang ditinggalkan itu menanggung segala keperluan keluarganya sendirian. Dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan yang kemudian perempuan bisa berdaya dan mandiri.”

Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Ia meminta pemerintah serius menjalankan program yang bagus ini terutama dalam mendata dan menyasar seluruh warga yang benar-benar membutuhkan.

“Saya berharap program ini merata dan tepat langsung pada sasaran,” kata Maryamah. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Internet Marketer Nahdlatul Ulama Anti Hoax, Syariah, Nasional Internet Marketer Nahdlatul Ulama

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Internet Marketer Nahdlatul Ulama sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Internet Marketer Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Internet Marketer Nahdlatul Ulama dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock